kemampuan menulis teks eksposisi

Top PDF kemampuan menulis teks eksposisi:

HUBUNGAN MINAT BACA DAN PENGUSAAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI SEKABUPATEN BANTUL.

HUBUNGAN MINAT BACA DAN PENGUSAAN KOSAKATA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI SEKABUPATEN BANTUL.

Penelitian tentang korelasi minat baca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis teks eksposisi pada siswa kelas X SMA Negeri se-Kabupaten Bantul bertujuan untuk mengetahui hubungan minat baca dan penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis teks eksposisi pada siswa kelas X SMA Negeri se-Kabupaten Bantul. Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang berjudul pengaruh penguasaan kosakata dan tata bahasa Indonesia terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Yogyakarta oleh Rizki Fitriadi (2014). Persamaan dengan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan dua variabel bebas yang sama, tetapi variabel bebas yang sama hanya satu, yaitu penguasaan kosakata. Selain itu, penelitian ini juga memiliki kesamaan variabel terikat yaitu kemampuan menulis teks eksposisi. penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara penguasaan kosakata dengan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Yogyakarta dan terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara tata bahasa Indonesia dengan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Yogyakarta .
Baca lebih lanjut

170 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA SKEMATA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KALASAN.

HUBUNGAN ANTARA SKEMATA DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KALASAN.

5. Hubungan Antara Skemata dengan Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Skemata memiliki korelasi atau hubungan dengan kemampuan menulis teks eksposisi. Hal ini dikarenakan kemampuan menulis membutuhkan informasi baik informasi tertulis maupun lisan. Skemata merupakan seluruh pengetahuan yang dimiliki seseorang mengenai suatu hal. Pengetahuan tersebut diperoleh dari seluruh pengalaman hidupnya, salah satunya melalui kegiatan membaca dan menyimak. Nurgiyantoro (2013: 283) menjelaskan bahwa kemampuan menyimak merupakan kemampuan berbahasa aktif reseptif. Kedua kemampuan tersebut sama-sama menerima informasi. Akan tetapi, perbedaannya adalah membaca menerima informasi dari sumber tertulis, sedangkan menyimak dari kegiatan berbicara. Pintamtiyastirin (1984: 7) menyebutkan bahwa seseorang yang mahir menulis biasanya juga mempunyai daya simak yang baik. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan seseorang untuk membuat parafrase sebagai hasil kegiatan menyimak. Kemudian, Pujiono (2013: 4) menambahkan, dengan membaca seseorang akan memperoleh informasi sebagai bahan untuk menulis. Dengan demikian, orang yang mahir menulis memiliki daya simak yang tinggi dan banyak membaca.
Baca lebih lanjut

183 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO-TAYANGAN LAPTOP SI UNYIL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 38 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO-TAYANGAN LAPTOP SI UNYIL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 38 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

Puji dan syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa berkat kasih dan anugerah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ”Pengaruh Penggunaan Media Video-Tayangan Laptop Si Unyil terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas VII SMP Negeri 38 Medan Tahun Pembelajaran 2015/2016 ” . Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.

27 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SEI BAMBAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SEI BAMBAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah swt. Yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksposisi Siswa SMP Negeri 1 Sei Bamban Tahun Pembelajaran 2014/2015. Penulisan Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan.

22 Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS : Studi Kuasieksperimen terhadap Siswa Kelas X MIIA di SMA Alfa Centauri Bandung Tahun Ajaran 2014/2015.

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBM) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS : Studi Kuasieksperimen terhadap Siswa Kelas X MIIA di SMA Alfa Centauri Bandung Tahun Ajaran 2014/2015.

operasional berisi variabel bebas dan variabel terikat sesuai dengan arah penelitian sehingga tidak terdapat persepsi ganda antara peneliti dan pembaca. Instrumen penelitian pada penelitian ini terdapat tiga jenis, yaitu lembar soal, lembar observasi, dan daftar tanyaan. Semua instrumen penelitian ini akan membantu peneliti untuk mengumpulkan data berupa hasil tes terhadap kemampuan menulis teks eksposisi dan kemampuan berpikir kritis. Prosedur penelitian untuk penelitian mengenai keefektifan model pembelajaran berbasis masalah (PBM) untuk meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi dan kemampuan berpikir kritis adalah mengumpulkan data awal berupa teks eksposisi yang diproduksi peserta didik tanpa adanya perlakuan baik di kelas kontrol maupun di kelas eksperimen. Setelah perlakuan diberikan terhadap kelas eksperimen, tes akhir diberikan di kedua kelas untuk mengetahui hasil akhir dari kemampuan menulis teks eksposisi dan kemampuan berpikir kritis. Analisis data hasil tes menulis teks eksposisi dan berpikir kritis menggunakan analisis statistika dengan menggunakan uji-t.
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN DIKSI DAN MINAT MENULIS DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X MAN SURAKARTA TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN DIKSI DAN MINAT MENULIS DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X MAN SURAKARTA TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

Kemampuan menulis teks eksposisi penting untuk diteliti karena memiliki hubungan dengan penguasaan diksi dan minat menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara: (1) penguasaan diksi dengan kemampuan menulis teks eksposisi; (2) minat menulis dengan kemampuan menulis teks eksposisi; serta (3) penguasaan diksi dan minat menulis secara bersama-sama dengan kemampuan menulis teks eksposisi.

15 Baca lebih lajut

KETERKAITAN RETRIVAL KATA DAN KECEMASAN MENULIS DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA SMA NEGERI DI KABUPATEN BANJARNEGARA TESIS

KETERKAITAN RETRIVAL KATA DAN KECEMASAN MENULIS DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI PADA SISWA SMA NEGERI DI KABUPATEN BANJARNEGARA TESIS

Teks Eksposisi pada Siswa SMA Negeri di Kabupaten Banjarnegara ”. Peneliti sangat menyadari bahwa di dalam proses penulisan tesis ini akan sulit terwujud tanpa bantuan moral maupun material dari berbagai pihak. Berbagai bantuan yang telah diberikan baik berupa bimbingan, motivasi, dorongan, kerjasama, fasilitas, maupun kemudahan lainnya sangat diberarti bagi peneliti, oleh karena itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada:

29 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (Penelitian Tindakan Kelas pada Peserta Didik Kelas X TKR A SMK Negeri 1 Tulung Tahun Pelajaran 20162017) TESIS Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Men

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (Penelitian Tindakan Kelas pada Peserta Didik Kelas X TKR A SMK Negeri 1 Tulung Tahun Pelajaran 20162017) TESIS Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Men

Adapun dari sisi guru, selama ini guru belum menggunakan metode yang tepat terhadap pembelajaran menulis teks eksposisi, guru masih cenderung menggunakan metode konvensional, yaitu ceramah. Jadi pembelajaran masih berpusat pada guru. Kalaupun guru memberikan tugas dalam bentuk diskusi kelompok, pengawasan proses diskusi belum berlajan maksimal, sehingga peserta didik cenderung tidak melakukan kegiatan dengan efektif, banyak yang membicarakan hal-hal selain pelajaran, ada yang resah dengan telepon genggamnya, ada pula yang berulang kali izin ke kamar mandi. Hal tersebut tentunya belum sesuai dengan harapan dan belum sesuai dengan tujuan pembelajaran kurikulum 2013 yang menekankan pada pendekatan ilmiah (scientific approach). Pendekatan ilmiah digunakan untuk mengembangkan belajar mandiri dan sikap kritis terhadap fakta dan fenomena (Kemendikbud, 2016:x). Seyogyanya peserta didik menjadi lebih aktif untuk dapat mengaplikasikan pendekatan tersebut dalam setiap kegiatan pembelajaran, termasuk dalam menulis teks. Oleh karena itu, diperlukan tindakan untuk mendorong seluruh peserta didik dapat memahami hal-hal yang penting dalam penulisan teks eksposisi agar mereka mampu menulis teks eksposisi dengan hasil yang memuaskan.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

S BSI 1006382 Chapter5

S BSI 1006382 Chapter5

2. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis teks eksposisi peserta didik di kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan pembelajaran dengan menggunakan metode group to group exchange dengan kemampuan menulis teks eksposisi peserta didik kelas kontrol uang mendapatkan perlakukan pembelajaran dengan metode pembelajaran yang lain. Berdasarkan perhitungan uji t, diperoleh t hitung sebesar 3,03 sedangkan

3 Baca lebih lajut

S BIND 1009035 Chapter5

S BIND 1009035 Chapter5

dalam kategori kurang. Hal ini terbukti dari rata-rata tes awal menulis teks eksposisi kelas eksperimen adalah 57,3. Begitupun dengan rata-rata kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas kontrol sebelum mendapatkan perlakukan pembelajaran dengan tidak menggunakan teknik examples non- examples adalah 52,5. Sedangkan kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas eksperimen setelah mengikuti pembelajaran menggunakan teknik examples non-examples berada dalam kategori yang lebih baik dibandingkan kemampuan siswa sebelum mengikuti pembelajaran dengan menggunakan teknik examples non-examples. Hal ini terbukti dari rata-rata tes akhir menulis teks eksposisi siswa kelas eksperimen adalah 73,7. Perubahan nilai rata-rata tersebut menjadi bukti adanya pengaruh teknik examples non-examples terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks eksposisi. Sedangkan rata-rata kemampuan menulis teks eksposisi siswa kelas kontrol setelah mendapatkan perlakuaan pembelajaran dengan tidak menggunakan teknik examples non- examples adalah 64,5.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI OLEH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BABALAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI OLEH SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BABALAN TAHUN PEMBELAJARAN 2013/2014.

Kebijakan Kurikulum 2013 dirancang ke dalam pembelajaran berbasis teks, dalam pembelajaran tersebut siswa diharapkan mampu memproduksi dan menggunakan teks sesuai dengan tujuan dan fungsi sosialnya. Pembelajaran berbasis teks memiliki 4 prinsip utama yaitu membangun konteks, pemodelan teks, kerja sama membangun teks dan membangun teks secara mandiri. Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata kumpulan kata atau kaidah kebahasaan. Selain itu, dalam kurikulum 2013 juga mengarahkan salah satu pembelajaran berbasis teks yang harus dikuasai siswa yaitu teks eksposisi selain dari teks deskripsi, penceritaan (recount), prosedur, laporan, eksplanasi, diskusi, surat, iklan, catatan harian, negosiasi, pantun, dongeng, anekdot, dan fiksi sejarah.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIF.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIF.

2. Pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan model pembelajaran konstruktif pada peserta didik kelas VII-A SMP Citra Cemara berjalan dengan baik dan mengalami peningkatan di setiap siklus. Segala komponen pembelajaran yang mendukung keberhasilan pembelajaran menulis teks eksposisi dengan menggunakan model pembelajaran konstruktif setiap siklusnya mengalami peningkatan. Media pembelajaran dan kelemahan guru dalam mengondisikan kondisi kelas pada siklus I dapat diperbaiki pada siklus II, dan cara guru memotivasi peserta didik yang masih kurang efektif pada siklus II dapat diperbaiki pada siklus III. Segala komponen tersebut sangat berpengaruh pada hasil pembelajaran yang hendak dicapai. Selain itu, penilaian pengamat yang mengamati kegiatan belajar mengajar di kelas dan nilai teks eksposisi yang ditulis peserta didik yang setiap siklusnya semakin meningkat.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN TEORETIK A. Deskripsi Konseptual 1. Kemampuan Menulis Teks Eksposisi a. Pengertian Menulis - YUSUP WIBISONO BAB II

BAB II KAJIAN TEORETIK A. Deskripsi Konseptual 1. Kemampuan Menulis Teks Eksposisi a. Pengertian Menulis - YUSUP WIBISONO BAB II

maka isi karangan pun akan membuat fokusnya kabur (Suparno dan Yunus, 2007: 1.18). Topik tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber ilmu, pengalaman, dan pengamatan. Seorang penulis dapat menulis tentang pendapat, sikap, atau tanggapan sendiri atau orang lain atau tentang khayalan/imajinasi yang dimilikinya. Di dalam menentukan topik karangan harus selalu berkenaan dengan fakta. Masalah pertama yang dihadapi penulis untuk merumuskan tema sebuah karangan adalah topik atau pokok pembicaraan. Penentuan topik sebelum menggarap suatu tema merupakan suatu keahlian. Topik mana yang akan dipergunakan dalam sebuah karangan pada dasarnya bukanlah merupakan persoalan namun, seringkali hal inilah yang menjadi beban yang tidak kecil bagi mereka yang baru mulai menulis. Penulis baru/pemula merasa sukar sekali menemukan topik mana yang kiranya dapat dipergunakannya untuk menyusun karangannya. Sebenarnya sumber-sumber yang berada di sekitar kita menyediakan bahan yang berlimpah- limpah. Apa saja yang menarik dapat dijadikan topik dalam karangan: pengalaman masa lampau, pengalaman masa kini, cita-cita, karier, alam sekitar, persoalan- persoalan kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, mata pencaharian dan sebagainya (Keraf, 2004: 123-124).
Baca lebih lanjut

174 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI OLEH SISWA KELAS X SMA SWASTA NURUL IMAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI OLEH SISWA KELAS X SMA SWASTA NURUL IMAN TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

Sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis teks eksposisi, penulis mencoba menerapkan model pembelajaran discovery. Model pembelajaran discovery merupakan suatu model pembelajaran untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif. Dalam model pembelajaran discovery guru memperkenankan siswa-siswanya menyibak sendiri informasi dalam proses pembelajaran. Dengan menyibak sendiri, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan.

24 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI: Penelitian Kuasi Eksperimen pada SiswaKelas VII SMP Negeri 3 Subang Tahun Ajaran 2014/2015.

PENERAPAN MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES PADA PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI: Penelitian Kuasi Eksperimen pada SiswaKelas VII SMP Negeri 3 Subang Tahun Ajaran 2014/2015.

Karena pembelajaran menulis bersifat produktif dan aktif, menulis seringkali dianggap pembelajaran yang paling sulit dibandingkan dengan tiga keterampilan berbahasa yang lainnya, yaitu berbicara, menyimak dan membaca. Dalam pembelajaran menulis siswa tidak hanya dituntut untuk menuliskan huruf-huruf yang akhirnya menjadi kalimat atau paragraf saja, tetapi siswa juga harus mampu menyampaikan ide dan gagasannya secara sistematis dan logis dengan bahasa yang baik dan benar sesuai kaidah berbahasa Indonesia.

52 Baca lebih lajut

t pd 0907992 chapter5

t pd 0907992 chapter5

1. Kemampuan siswa dalam menulis eksposisi berita sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis memiliki rata-rata 15,97 dan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis memiliki rata-rata 24,57. Kemampuan siswa dalam menulis eksposisi ilustrasi sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis memiliki rata-rata 16,63 dan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis memiliki rata-rata 25,00.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S IND 1201919 Chapter5

S IND 1201919 Chapter5

1. Secara umum kemampuan siswa kelas eksperimen dalam menulis teks eksposisi sebelum diberi perlakuan metode probing prompting learning masih rendah. Tingkat kesulitan siswa terlihat dari pemahaman struktur teks dan isi teks eksposisi yang masih rendah. Siswa belum mampu menyusun struktur yang baik dan menyampaikan gagasannya melalui tulisan dengan baik dan benar. Nilai tertinggi yang diperoleh pada prates adalah 85 dan nilai yang terendah 53,3. Sedangkan pada pascates nilai tertinggi yang diperoleh 90 dan nilai terendah 62,33. Rata-rata kemampuan menulis teks eksposisi siswa pada pelaksanaan prates sebelum mendapat perlakuan dengan metode probing prompting learning menggunakan tayangan debat adalah 69,06, sedangkan nilai rata-rata kemampuan menulis teks eksposisi siswa pada pelaksanaan pascates setelah mendapat perlakuan dengan metode probing prompting learning menggunakan tayangan debat meningkat mencapai 76,16 (KKM 75).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

RPP 3.3 dan 4.3 - Agus Pramusulistio

RPP 3.3 dan 4.3 - Agus Pramusulistio

7) Dengan sikap jujur dan tanggung jawab siswa secara berkelompok menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dengan melihat gambar. Lalu, siswa diminta membuat teks eksposisi berdasarkan gambar tersebut (buku siswa halaman 86). 8) Dengan sikap jujur dan tanggung jawab siswa secara mandiri menjawab

Baca lebih lajut

t pd 0907992 chapter3

t pd 0907992 chapter3

Lembaran Observasi ini bertujuan untuk mengamati keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis dalam pembelajaran menulis eksposisi berita dan eksposisi ilustrasi pada kelas eksperimen. Skenario model pembelajaran kooperatif terpadu membaca dan menulis mencakup enam tahap: 1) Guru membentuk kelompok beranggotakan empat orang siswa secara heterogen, 2) Guru memberikan teks sesuai dengan bahan pembelajaran, 3) murid saling membacakan dan menentukan ide pokok dan memberikan tanggapan terhadap teks yang ditulis pada lembar jawaban, 4) murid membacakan hasil kerja kelompok, 5) guru membuat kesimpulan bersama murid, 6) guru membacakan kesimpulan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA ADOBE FLASH PLAYER 10 UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI BAGI SISWA KELAS VII SMP.

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA ADOBE FLASH PLAYER 10 UNTUK PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI BAGI SISWA KELAS VII SMP.

  Player 10 ini merujuk pada buku “Bahasa Indonesia Wahana Pengetahuan” versi Kurikulum 2013, Kelas VII, BAB III, subtema Remaja dan Pendidikan Karakter. Dari sumber materi yang dikeluarkan oleh Kemendikbud melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa—pimpinan Prof. Dr. Mahsun, M.S.—itu disusun berdasarkan pendekatan proses. Karenanya, orientasi pembelajaran tidak berdasarkan hasil akhir semata tetapi diarahkan pada proses tiap langkah yang dilalui oleh pengguna media (siswa). Dalam konteks materi teks eksposisi berbantuan Adobe Flash Player 10 terdapat evaluasi otentik. Adapun evaluasi otentik tersebut, yakni: (1) latihan I (tes objektif) dan (2) menulis teks eksposisi secara mandiri berdasarkan video yang ditampilkan. Keduanya dijelaskan dengan ketentuan-ketentuan tertentu. Oleh karenanya, berikut dipaparkan substansi teks eksposisi secara terperinci.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...