kemampuan pemahaman konsep dan disposisi matematis

Top PDF kemampuan pemahaman konsep dan disposisi matematis:

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas X Semester Genap MAN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016)

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas X Semester Genap MAN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016)

3 pendapatnya masing-masing. PBL dipilih juga karena pada model ini pembelajaran matematika di mulai dengan meng-hadapkan siswa kepada masalah-masalah kontekstual yang dapat dilihat pe-nerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan siswa dapat mem-peroleh konsep matematika. Dalam proses menyelesaikan masalah-masalah ter-sebut, siswa dilatih untuk menginterpretasikan ide- idenya ke dalam simbol ma-tematika maupun ilustrasi dengan baik. Dalam proses pembelajaran tersebut, siswa bekerjasama melakukan diskusi untuk menemukan penyelesaian masalah yang disajikan. Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi atau melakukan kegiatan tanya jawab untuk mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah tersebut. Putra (2013: 67) mengatakan bahwa pada PBL lebih menekankan pada keaktifan siswa. Namun, sekarang umumnya guru masih banyak yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran konvensional guru biasanya mengajar dengan berpedoman pada buku paket atau LKS, memberi materi melalui ceramah, latihan soal kemudian pemberian tugas. Dalam pembelajaran ini, guru mendominasi kegiatan pembelajaran dan siswa hanya mendengarkan atau mencatat apa yang disampaikan guru, sehingga siswa menjadi pasif dalam belajar dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MTSN TANJUNG PURA.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MTSN TANJUNG PURA.

Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan tujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan matematika realistik yang valid dan efektif, beserta seluruh instrumen penelitian yang terkait dengan penerapan perangkat tersebut dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan bangun ruang prisma untuk siswa kelas VIII SMP/MTs. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap, yakni tahap pertama adalah pengembangan perangkat pembelajaran. Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis pendekatan matematika realistik dengan mengacu pada model pengembangan perangkat pembelajaran menurut Thiagarajan, Semmel dan Semmel yaitu model 4-D (four D models). Tahap kedua adalah implementasi perangkat pembelajaran yang dianggap sudah layak. Rancangan dalam ujicoba menggunakan one-group posttest-only design. Temuan hasil penelitian yakni: 1) perangkat pembelajaran yang dihasilkan, berupa: rencana pelaksanaan pembelajaran, buku guru, buku siswa, lembar kegiatan siswa, tes pemahaman konsep, dan skala disposisi matematis telah memenuhi kriteria baik/valid; 2) keefektifan perangkat pembelajaran disimpulkan berdasarkan pada: (i) Ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada uji coba I sebesar 85,71% dan pada uji coba II sebesar 90%, (ii) ketercapaian tujuan pembelajaran pada uji coba I tidak tercapai pada soal no 4 dan soal no 5 dan pada uji coba II tercapai pada setiap butir soal, (iii) ketercapaian waktu ideal pada uji coba I dan uji coba II adalah ideal; 3) respons siswa terhadap komponen dan kegiatan pembelajaran adalah positif.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMP NEGERI 2 TAKENGON.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMP NEGERI 2 TAKENGON.

Dari gambaran tentang tes pemahaman konsep matematis di atas dapat dilihat bahwa, pada umumnya siswa hanya mahir dalam pekerjaan penghitungan dan memasukkan rumus-rumus saja tanpa memahami konsep dasar serta pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari, siswa hanya dapat mengerjakan soal- soal yang mirip dengan contoh soal yang telah dijelaskan guru sebelumnya. Namun pada soal yang bila diberikan dengan bentuk berbeda yang menuntut adanya pemahaman konsep, siswa kebingungan seperti belum mempelajari materi yang berkaitan. Akibatnya siswa melihat kekanan, kekiri kedepan dan kebelakang mencari peluang menulis jawaban dari siswa yang lain, bahkan ada siswa yang tidak menghiraukan tes yang diberikan.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA BERBANTUAN GEOBOARD.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA BERBANTUAN GEOBOARD.

Kemampuan yang tidak kalah penting dengan kemampuan pemahaman konsep adalah kemampuan disposisi matematika. Selain kemampuan kognitif, juga perlu dikembangkan sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah. Pentingnya pengembangan disposisi matematis sesuai dengan pernyataan Sumarmo (2013:334) bahwa dalam pembelajaran matematika pembinaan komponen ranah afektif memerlukan kemandirian yang kemudian akan membentuk kecenderungan yang kuat yang dinamakan pula disposisi matematik (mathematical disposition) yaitu keinginan, kesadaran, dedikasi dan kecenderungan yang kuat pada diri siswa untuk berpikir dan berbuat secara matematik dengan cara yang positif dan didasari dengan iman, taqwa, dan akhlak mulia.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP.

perangkat yang dikembangkan dinyatakan valid oleh tim ahli dengan sedikit revisi/tanpa revisi, dan melalui wawancara dengan siswa terhadap penggunaan perangkat pembelajaran yang menyatakan mudah menggunakan perangkat yang dikembangkan dan penggunaan bahasa dapat dipahami. Kemudian produk dikatakan efektif jika produk memberikan hasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh pengembang produk atau kefektifan perangkat pembelajaran yang dimaksud di dalam penelitian ini adalah dikatakan efektif jika perangkat pembelajaran secara positif berdampak pada siswa. Perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran berdasarkan masalah dikatakan efektif jika: (1) Ketuntasan klasikal tes hasil belajar siswa 85% , daya serap individu minimal sedang (memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 2,67 atau minimal B-, (2) aktivitas siswa selama kegiatan belajar memenuhi kriteria toleransi waktu ideal yang ditetapkan dengan toleransi 5%, (3) kemampuan guru mengelola pembelajaran minimal berada pada kategori cukup baik yaitu dengan rentang nilai 3 ��� < 4 , (4) respon siswa positif terhadap komponen-komponen perangkat pembelajaran dan kegiatan pembelajaran jika 80% respon siswa positif. Perangkat pembelajaran dikatakan efektif jika tiga dari empat aspek di atas terpenuhi dengan syarat aspek pertama harus terpenuhi.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

T MTK 1402510 Bibliography

T MTK 1402510 Bibliography

Hiltrimartin, C & Hartono,Y. (2010). Peningkatan Kemampuan Mahasiswa dalam Membuktikan Melalui Strategi Abduktif-Deduktif pada Mata Kuliah Struktur Aljabar di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNSRI. FORUM MIPA Vol. 13 No. 2 Edisi Juli 2010 ISSN : 1410-1262.

Baca lebih lajut

PENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA Samara Duishenova Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Matematika UNPAS e-mail: samaraduishenova@gmai

PENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA Samara Duishenova Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Matematika UNPAS e-mail: samaraduishenova@gmai

Ningsih, F. N. (2015). Implementasi Model Pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Dampaknya Terhadap Disposisi Matematis Siswa SMA. Tesis. Unpas Bandung: Tidak diterbitkan.

Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP MATEMATIS SISWA

EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DITINJAU DARI KEMAMPUAN MEMAHAMI KONSEP MATEMATIS SISWA

Roger, dkk (Huda, 2014: 29) mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran kelompok yang aktivitasnya didasari pada tanggung jawab setiap anggota kelompok atas pembelajarannya sendiri serta didorong untuk meningkatkan pembelajaran anggota lainnya. Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Roger, Kagan (Hosnan, 2014: 235) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran dengan kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda yang menggunakan berbagai aktivitas belajar untuk meningkatkan pemahaman tentang suatu subjek dimana setiap anggota kelompok bertanggung jawab tidak hanya untuk pembelajarannya sendiri namun juga untuk pembelajaran anggota kelompok lainnya sehingga dapat tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T MTK 1202177 Bibliography

T MTK 1202177 Bibliography

Suganda, A. T. (2012). Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Brain Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Prosedural dan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas X Madrasah Aliyah . Tesis SPS UPI Bandung: Tidak diterbitkan.

Baca lebih lajut

Kemudian masing-masing aktivitas tersebut dideskripsikan berdasarkan persentase yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini: Tabel 4.1 Persentase Aktivitas peserta didik Selama Proses Pembelajaran Aktivitas siswa Pertemuan Rata-rata I II III I

Kemudian masing-masing aktivitas tersebut dideskripsikan berdasarkan persentase yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini: Tabel 4.1 Persentase Aktivitas peserta didik Selama Proses Pembelajaran Aktivitas siswa Pertemuan Rata-rata I II III I

Meningkatnya kemampuan pemahaman siswa dengan Model Pembelajaran Pair Check juga disebabkan karena dalam memecahkan suatu permasalahan, siswa tidak hanya menggunakan pemahamannya sendiri melainkan sudah berdiskusi dan memperbaiki pemahaman konsep yang keliru saat berpasangan kemudian mencek (Check) dan menyimpulkan dengan seluruh siswa di kelas. Sehingga siswa tidak hanya terpaku pada penjelasan yang diberikan guru. Jadi, pembelajaran dengan Model Pembelajaran Pair Check memberikan kesempatan kepada siswa berinteraksi dengan siswa lain sehingga kemampuan pemahaman konsep peserta didik menjadi lebih tinggi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Model Pembelajaran Pair Check dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Terusan Nunyai T.P. 2014/2015)

PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DAN THINK PAIR SHARE DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Terusan Nunyai T.P. 2014/2015)

Staton (Sardiman, 2007:42) mengemukakan bahwa pemahaman atau comprehension dapat diartikan menguasai sesuatu dengan pikiran, belajar harus mengerti secara mental makna dan filosofinya, maksud dan implikasi serta aplikasi -aplikasinya, sehingga menyebabkan siswa memahami suatu situasi. Pe- mahaman tidak sebatas sekedar tahu, tetapi juga menghendaki agar subjek belajar dapat memanfaatkan bahan-bahan yang telah dipahami. Pemahaman bersifat dinamis sehingga pemahaman diharapkan akan bersifat kreatif. Apabila siswa benar-benar memahami sesuatu, maka akan siap memberikan jawaban yang pasti atas pertanyaan-pertanyaan atau berbagai masalah dalam belajar. Selanjut-nya, menurut Sardiman (2005:46), pemahaman itu menyangkut: achievement (prestasi), capacity (kecakapan), dan aptitude (kecerdasan). Menurut Uno (2006:124) matematika merupakan mata pelajaran yang bersifat hierarkis yaitu suatu materi merupakan prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya. Oleh karena itu, pemahaman suatu konsep matematika menjadi hal yang sangat diperlu- kan siswa agar dapat memahami konsep pada materi ajar berikutnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematis melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan No Panggil D MAT KUR p-2010.

Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematis melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan No Panggil D MAT KUR p-2010.

Salah satu kekuatan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual yaitu pada awal pembelajarannya siswa diberi permasalahan-permasalahan situasional yang dikemas dalam bentuk basis-basis konteks permasalahan yang berkaitan dengan konsep matematika, ilmu pengetahuan lain atau kehidupan nyata, dimana cara penyelesaiannya dapat dilakukan mandiri atau melalui diskusi, sharing idea dengan teman, melakukan ekplorasi, investigasi serta pemecahan masalah yang dapat melibatkan bukan saja satu bidang studi tetapi bila diperlukan mungkin bidang studi lain, sehingga proses kegiatan tersebut akan merangsang siswa menggunakan segala kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan. Sebagaimana Sabandar (2005) menyatakan bahwa situasi pemecahan masalah merupakan tahapan dimana ketika individu dihadapkan kepada suatu masalah ia tidak serta merta mampu menemukan solusinya, bahkan dalam proses penyelesaiannya ia masih mengalami kebuntuan. Pada saat itulah terjadi konflik kognitif yang berpeluang memaksa siswa untuk berpikir matematis. Berpikir matematis diantaranya yaitu kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematis serta disposisi matematis.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN  Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas X 2 Semester 2 SMA Muha

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas X 2 Semester 2 SMA Muha

Tiga tingkatan pada model treffinger mampu menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Peran peneliti dalam proses pembelajaran hanya sebagai fasilitator dalam membimbing siswa untuk memahami konsep dan menumbuhkan disposisi matematis. Upaya perbaikan tiap siklus menunjukkan dampak positif pada peningkatan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan persentase indikator-indikator yang diamati, yaitu 1) kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah meningkat dari (30,43%) menjadi (73,91%), 2) kemampuan siswa dalam memberi tanggapan tentang jawaban siswa lain meningkat dari (21,74%) menjadi (52,17%), 3) kemampuan siswa dalam membuat kesimpulan meningkat dari (13,04%) menjadi (43,48%), 4) kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan atau keyakinan meningkat dari (26,09%) menjadi (65,22%), 5) kemampuan siswa dalam mengajukan pertanyaan meningkat dari (21,74%) menjadi (56,52%), 6) kemampuan siswa dalam bekerjasama atau berbagi pengetahuan meningkat dari (30,43%) menjadi (78,26%).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PDEODE BERBASIS ASSESMENT FOR LEARNING (AFL) DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PDEODE BERBASIS ASSESMENT FOR LEARNING (AFL) DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS - Raden Intan Repository

Beberapa hasil penelitian yang terkait dengan variabel-variabel yang dilakukan dalam penelitian ini di antaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Tismi Dipalaya, Herawati Susilo, dan Aloysius Duran Corebima yang mendapatkan hasil bahwa penggunaan model pembelajaran PDEODE dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Pembelajaran PDEODE mampu memberikan dampak yang lebih besar pada peserta didik berkemampuan akademik rendah dibandingkan berkemampuan akademik tinggi untuk meningkatkan hasil belajar. 4 Hal yang sama dilakukan oleh Fajar Lestari, Mardiyana, dan Sri Subanti dengan hasil antara peserta didik yang memperoleh pembelajaran kooperatif tipe PDEODE dengan AFL dan PDEODE dengan penilaian konvensional memperoleh prestasi belajar matematika yang sama. 5 Penelitian yang dilakukan oleh Hulya Dmircioglu memperoleh hasil bahwa pembelajaran PDEODE dapat mempertinggi pemahaman konsep matematis peserta didik serta dapat menyimpan pengetahuan yang dipelajari dalam ingatan jangka panjang. Selain itu, kegiatan ini dapat mengasosiakan teori dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. 6 Satrio Wicaksono Sudarman dan Ira Vahlia memperoleh hasil bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis yang memperoleh
Baca lebih lanjut

224 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN  Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas X 2 Semester 2 SMA Muha

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas X 2 Semester 2 SMA Muha

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa kelas X 2 SMA Muhammadiyah 2 Surakarta melalui penggunaan model pembelajaran treffinger. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti dan guru matematika. Peneliti bertindak sebagai subjek pemberi tindakan sekaligus pengamat, guru matematika bertindak sebagai pengamat, sedangkan siswa kelas X 2 berjumlah 23 siswa bertindak sebagai subjek penerima tindakan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, catatan lapangan, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan metode alur. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi penyidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model treffinger dapat meningkatkan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase indikator-indikator yang diamati, yaitu: 1) kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah meningkat dari (30,43%) menjadi (73,91%), 2) kemampuan siswa memberi tanggapan tentang jawaban siswa lain meningkat dari (21,74%) menjadi (52,17%), 3) kemampuan siswa membuat kesimpulan meningkat dari (13,04%) menjadi (43,48%), 4) kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan atau keyakinan meningkat dari (26,09%) menjadi (65,22%), 5) kemampuan siswa dalam mengajukan pertanyaan meningkat dari (21,74%) menjadi (56,52%), 6) kemampuan siswa dalam kerjasama atau berbagi pengetahuan meningkat dari (30,43%) menjadi (78,26%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model treffinger dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa kelas X 2 SMA Muhammadiyah 2 Surakarta.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMK MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN GENERATIF.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMK MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN GENERATIF.

1. Berdasarkan hasil penelitian, pembelajaran generatif memberikan pengaruh positif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan penalaran matematis siswa. Oleh karena itu pembelajaran generatif sebaiknya dijadikan alternatif pembelajaran dalam tujuan meningkatkan prestasi siswa. 2. Kemampuan Awal Matematis perlu diperhatikan karena berpengaruh untuk

Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP | Karya Tulis Ilmiah

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP | Karya Tulis Ilmiah

Pembelajaran Kontekstual Pesisir akan memberikan makna bahwa, pentingnya belajar matematika sebagai bekal dalam kehidupan, yang melahirkan semangat serta motivasi. Selain itu mereka akan memiliki rasa keingintahuan, kepercayaan diri, sikap menghargai matematika, gigih, serta tekun dalam belajar matematika. Hal semacam ini sering disebut dengan disposisi matematis (DM). Menurut Kilpatrick dkk, (2001: 131) DM adalah kecenderungan memandang matematika sebagai sesuatu yang dapat dipahami, merasakan matematika sebagai sesuatu yang berguna, meyakini usaha yang tekun dan ulet dalam mempelajari matematika akan membuahkan hasil, dan melakukan perbuatan sebagai pelajar yang efektif. Dengan demikian, siswa akan terbiasa dalam membaca keadaan yang terjadi di sekitarnya dan mengkomunikasikan masalah-masalah tersebut dengan tujuan untuk memberikan solusi yang tepat dalam mengatasinya. Pendekatan kontekstual yang dipilih didasarkan atas dasar kondisi yang ada di sekitar siswa, untuk mengatasi berbagai masalah matematika. masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual pesisir berpengaruh terhadap KKM dan DM pada siswa SMP Negeri 1 Tanggetada?”
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA DENGAN METODE PQ4R UNTUK MENANAMKAN KEMAMPUAN DAN DISPOSISI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA DENGAN METODE PQ4R UNTUK MENANAMKAN KEMAMPUAN DAN DISPOSISI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika dengan metode PQ4R untuk menanamkan kemampuan dan disposisi pemahaman konsep matematis siswa. PQ4R adalah metode pembelajaran yang dilakukan dengan kegiatan membaca. Kegiatan dalam proses pembelajarannya yaitu preview, question, read, reflect, recite dan review. Kemampuan pemahaman konsep matematis kemampuan siswa dalam menerjemahkan, menafsirkan, dan menyimpulkan suatu konsep matematika. Disposisi pemahaman konsep matematis adalah kecendrungan seseorang bersikap dalam memahami konsep matematika yang sedang dipelajari, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah. Sabjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Daarul Ma’arif tahun pelajaran 2015/2016 yang memiliki karakter berpikir menengah ke bawah. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi, wawancara, dan tes akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajara matematika dengan metode PQ4R efektif jika bahasa yang digunakan jelas, dibuat keterangan penjelas pada langkah-langkah penyelesaian pada contoh soal, latihan yang dibuat jangan terlalu banyak dan sebaiknya berbentuk soal cerita. Sebagian besar siswa menyukai bahan ajar matematika ini dan bahan ajar ini dapat menanamkan kemampuan dan disposisi pemahaman konsep matematis siswa.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP

Sumber daya pembangunan yang mesti diwujudkan pada era globalisasi adalah generasi-generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti kemampuan memecahkan masalah, penalaran logis, berkomunikasi, berpikir kritis, kreatif, cermat, cepat dan tepat. Hal ini dapat dilihat pada Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan SMP-MTs khususnya pada mata pelajaran matematika, yaitu bahwa di samping siswa

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...