kemampuan pemahaman konsep dan disposisi matematis

Top PDF kemampuan pemahaman konsep dan disposisi matematis:

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMP NEGERI 2 TAKENGON.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMP NEGERI 2 TAKENGON.

Penelitian ini bertujuan: 1). Untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajarkan melalui pembelajaran berbasis masalah (PBM) lebih tinggi dari pada siswa yang diajarkan melalui pembelajaran biasa; 2). Untuk megetahui apakah peningkatan disposisi matematis siswa yang diajarkan melalui pembelajaran berbasis masalah (PBM) lebih tinggi dari pada siswa yang diajarkan melalui pembelajaran biasa; 3). Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa; 4). Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan disposisi matematis; 5). Untuk mengetahui bagaimana proses jawaban yang dibuat siswa dalam menyelesaikan masalah pada masing-masing pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Takengon. Sampel eksperimen berjumlah 30 orang dan sampel kontrol berjumlah 30 orang siswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari: (1) tes kemampuan pemahaman konsep dengan materi prisma dan limas (2) angket skala disposisi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik nonparametrik. Analisis statistik data dilakukan
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA BERBANTUAN GEOBOARD.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA BERBANTUAN GEOBOARD.

Kemampuan yang tidak kalah penting dengan kemampuan pemahaman konsep adalah kemampuan disposisi matematika. Selain kemampuan kognitif, juga perlu dikembangkan sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam memecahkan masalah. Pentingnya pengembangan disposisi matematis sesuai dengan pernyataan Sumarmo (2013:334) bahwa dalam pembelajaran matematika pembinaan komponen ranah afektif memerlukan kemandirian yang kemudian akan membentuk kecenderungan yang kuat yang dinamakan pula disposisi matematik (mathematical disposition) yaitu keinginan, kesadaran, dedikasi dan kecenderungan yang kuat pada diri siswa untuk berpikir dan berbuat secara matematik dengan cara yang positif dan didasari dengan iman, taqwa, dan akhlak mulia.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) efektifitas perangkat pembelajaran melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa, 2) peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa menggunakan perangkat pembelajaran melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah, 3) peningkatan kemampuan disposisi matematis siswa menggunakan perangkat pembelajaran melalui model Pembelajaran Berbasis Masalah . Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan model 4-D oleh Thiagarajan, Semmel dan Semmel, meliputi proses define, design, develop, dan disseminate. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bilah Hilir. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini: 1) koefisien validitas perangkat pembelajaran sebesar 4,61 dengan kriteria sangat valid, 2) reliabilitas hasil uji coba tes kemampuan pemahaman konsep matematis untuk postes I sebesar 0,805, postes II sebesar 0,806, postes III sebesar 0,805, dan postes IV sebesar 0,882 dengan kategori sangat tinggi, 3) hasil uji pengembangan: pengamatan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sebesar 3,53 kategori cukup baik, pencapaian persentase waktu ideal memenuhi kriteria toleransi 5%, hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematis memenuhi ketuntasan klasikal sebesar 89,71, dan hasil angket respon siswa dengan kriteria sangat positif, 4) kemampuan disposisi matematis siswa menggunakan perangkat pembelajaran berbasis masalah lebih tinggi daripada kemampuan disposisi siswa sebelum menggunakan perangkat pembelajaran berbasis masalah.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMP NEGERI 2 TAKENGON.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI SMP NEGERI 2 TAKENGON.

Penelitian ini bertujuan: 1). Untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajarkan melalui pembelajaran berbasis masalah (PBM) lebih tinggi dari pada siswa yang diajarkan melalui pembelajaran biasa; 2). Untuk megetahui apakah peningkatan disposisi matematis siswa yang diajarkan melalui pembelajaran berbasis masalah (PBM) lebih tinggi dari pada siswa yang diajarkan melalui pembelajaran biasa; 3). Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa; 4). Untuk mengetahui apakah terdapat interaksi antara pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap peningkatan disposisi matematis; 5). Untuk mengetahui bagaimana proses jawaban yang dibuat siswa dalam menyelesaikan masalah pada masing-masing pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Takengon. Sampel eksperimen berjumlah 30 orang dan sampel kontrol berjumlah 30 orang siswa. Instrumen yang digunakan terdiri dari: (1) tes kemampuan pemahaman konsep dengan materi prisma dan limas (2) angket skala disposisi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik nonparametrik. Analisis statistik data dilakukan
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PDEODE BERBASIS ASSESMENT FOR LEARNING (AFL) DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS - Raden Intan Repository

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PDEODE BERBASIS ASSESMENT FOR LEARNING (AFL) DITINJAU DARI DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS - Raden Intan Repository

Berdasarkan observasi yang dilakukan di MTs Al- Ma’ruf Margodadi Kabupaten Tanggamus diketahui bahwa proses pembelajaran masih menggunakan model konvensional, sehingga pada saat pembelajaran peserta didik tidak aktif. Pada saat mengerjakan soal, peserta didik kesulitan dalam menyajikan soal ke dalam model matematika dan memaparkan suatu materi secara berurutan. Peserta didik yang tidak paham dengan materi tidak mempunyai keberanian untuk bertanya dan peserta didik sering menyontek karena tidak percaya diri dengan jawabannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe PDEODE berbasis Assesment For Learning (AFL) ditinjau dari disposisi matematis terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik.
Baca lebih lanjut

224 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS ANTARA SISWA YANG DIBERI PENDEKATAN REALISTIK DENGAN PENDEKATAN INKUIRI DI SMP NEGERI 5 MEDAN.

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS ANTARA SISWA YANG DIBERI PENDEKATAN REALISTIK DENGAN PENDEKATAN INKUIRI DI SMP NEGERI 5 MEDAN.

Salah satu pembelajaran yang dapat membangun pengetahuan siswa adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran yang mengkondisikan siswa aktif dalam proses belajar matematika serta pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis dan disposisi matematis siswa. Banyak pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan pemahaman konsep matematis dan disposisi matematis siswa, diantaranya adalah pendekatan realistik dengan pendekatan inkuiri. Pendekatan Realistik diadopsi dari Realistic Mathematic Education (RME) dikembangkan di Belanda tahun 1970-an oleh Institut Freudenthal dan saat ini telah berkembang luas diberbagai negara, termasuk Indonesia. Pendekatan realistik merupakan bagian dari pendidikan matematika realistik (PMR). Menurut Sanjaya (2010:127) bahwa pendekatan diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran dimana istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Hal ini sesuai dengan pernyataan Wijaya (2012:28) bahwa:
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas X Semester Genap MAN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016)

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas X Semester Genap MAN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016)

3 pendapatnya masing-masing. PBL dipilih juga karena pada model ini pembelajaran matematika di mulai dengan meng-hadapkan siswa kepada masalah-masalah kontekstual yang dapat dilihat pe-nerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diharapkan siswa dapat mem-peroleh konsep matematika. Dalam proses menyelesaikan masalah-masalah ter-sebut, siswa dilatih untuk menginterpretasikan ide- idenya ke dalam simbol ma-tematika maupun ilustrasi dengan baik. Dalam proses pembelajaran tersebut, siswa bekerjasama melakukan diskusi untuk menemukan penyelesaian masalah yang disajikan. Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas dan kelompok yang lain menanggapi atau melakukan kegiatan tanya jawab untuk mengevaluasi proses dan hasil penyelesaian masalah tersebut. Putra (2013: 67) mengatakan bahwa pada PBL lebih menekankan pada keaktifan siswa. Namun, sekarang umumnya guru masih banyak yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Pada pembelajaran konvensional guru biasanya mengajar dengan berpedoman pada buku paket atau LKS, memberi materi melalui ceramah, latihan soal kemudian pemberian tugas. Dalam pembelajaran ini, guru mendominasi kegiatan pembelajaran dan siswa hanya mendengarkan atau mencatat apa yang disampaikan guru, sehingga siswa menjadi pasif dalam belajar dan mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MTSN TANJUNG PURA.

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MTSN TANJUNG PURA.

pentingnya kemampuan pemahaman konsep dan disposisi siswa yang akhirnya mengakibatkan rendahnya hasil belajar matematika. Perlu adanya solusi berupa pendekatan pembelajaran yang dapat mengakomodasi peningkatan kemampuan konsep dan disposisi siswa. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan adalah Pendekatan Matematika Realistik (PMR). Pendekatan Matematika Realistik adalah pendekatan pembelajaran yang bertolak dari hal-hal yang ‘real’ bagi siswa, menekankan keterampilan, berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas sehingga mereka dapat menemukan sendiri dan pada akhirnya menggunakan matematika itu untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok. Pada pendekatan ini peran guru tak lebih dari seorang fasilitator, moderator atau evaluator sementara siswa berfikir, mengkomunikasikan gagasan/ide, melatih nuansa demokrasi dengan menghargai pendapat orang lain.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematis melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan No Panggil D MAT KUR p-2010.

Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematis melalui Pembelajaran dengan Pendekatan Kontekstual pada Siswa Sekolah Menengah Kejuruan No Panggil D MAT KUR p-2010.

Salah satu kekuatan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual yaitu pada awal pembelajarannya siswa diberi permasalahan-permasalahan situasional yang dikemas dalam bentuk basis-basis konteks permasalahan yang berkaitan dengan konsep matematika, ilmu pengetahuan lain atau kehidupan nyata, dimana cara penyelesaiannya dapat dilakukan mandiri atau melalui diskusi, sharing idea dengan teman, melakukan ekplorasi, investigasi serta pemecahan masalah yang dapat melibatkan bukan saja satu bidang studi tetapi bila diperlukan mungkin bidang studi lain, sehingga proses kegiatan tersebut akan merangsang siswa menggunakan segala kemampuannya dalam menyelesaikan permasalahan. Sebagaimana Sabandar (2005) menyatakan bahwa situasi pemecahan masalah merupakan tahapan dimana ketika individu dihadapkan kepada suatu masalah ia tidak serta merta mampu menemukan solusinya, bahkan dalam proses penyelesaiannya ia masih mengalami kebuntuan. Pada saat itulah terjadi konflik kognitif yang berpeluang memaksa siswa untuk berpikir matematis. Berpikir matematis diantaranya yaitu kemampuan pemahaman dan pemecahan masalah matematis serta disposisi matematis.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, PEMECAHAN MASALAH, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, PEMECAHAN MASALAH, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK.

Menurut Polla (2001: 48) “Pendidikan matematika di Indonesia, nampaknya perlu reformasi terutama dari segi pembelajarannya. Saat ini begitu banyak siswa mengeluh dan beranggapan bahwa matematika itu sangat sulit dan merupakan momok, akibatnya mereka tidak menyenangi bahkan benci pada pelajaran matematika. Jika perlu ada suatu gerakan untuk melakukan perubahan mendasar dalam pendidikan matematika, terutama dari strategi pembelajaran dan pendekatannya”. Ini berarti, perlu melakukan reformasi dalam pendekatan pembelajaran matematika dari biasanya kegiatan terpusat pada guru ke situasi yang menjadikan pusat perhatian adalah siswa. Guru sebagai fasilitator dan pembimbing sedangkan siswa sebagai yang dibimbing tidak hanya menyalin mengikuti contoh-contoh tanpa mengerti konsep matematikanya.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, KOMUNIKASI, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI MODEL-ELICITING ACTIVITIES.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, KOMUNIKASI, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI MODEL-ELICITING ACTIVITIES.

tempat mengaplikasikan konsep. Hal lain yang menyebabkan sulitnya matematika bagi siswa adalah karena pembelajaran matematika dirasakan kurang bermakna. Guru dalam pembelajarannya di kelas tidak mengaitkan dengan pengetahuan sebelumnya (prior-knowledge) yang telah dimiliki oleh siswa dan siswa kurang diberikan kesempatan untuk menemukan kembali (reinvention) dan mengkonstruksi sendiri ide-ide matematika. Wahyudin (1999) mengatakan bahwa salah satu penyebab siswa lemah dalam matematika adalah kurang memiliki kemampuan untuk memahami (pemahaman) untuk mengenali konsep-konsep dasar matematika (aksiomatik, definisi, kaidah dan teorema) yang berkaitan dengan pokok bahasan yang sedang dibicarakan.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, KOMUNIKASI, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI MODEL-ELICITING ACTIVITIES.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, KOMUNIKASI, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI MODEL-ELICITING ACTIVITIES.

tempat mengaplikasikan konsep. Hal lain yang menyebabkan sulitnya matematika bagi siswa adalah karena pembelajaran matematika dirasakan kurang bermakna. Guru dalam pembelajarannya di kelas tidak mengaitkan dengan pengetahuan sebelumnya (prior-knowledge) yang telah dimiliki oleh siswa dan siswa kurang diberikan kesempatan untuk menemukan kembali (reinvention) dan mengkonstruksi sendiri ide-ide matematika. Wahyudin (1999) mengatakan bahwa salah satu penyebab siswa lemah dalam matematika adalah kurang memiliki kemampuan untuk memahami (pemahaman) untuk mengenali konsep-konsep dasar matematika (aksiomatik, definisi, kaidah dan teorema) yang berkaitan dengan pokok bahasan yang sedang dibicarakan.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, PEMECAHAN MASALAH, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, PEMECAHAN MASALAH, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK.

Pendekatan pembelajaran matematika yang digunakan guru cenderung dilakukan dengan cara: “(1) guru menjelaskan pengertian konsep dalam matematika; (2) memberikan dan membahas contoh soal dari konsep tersebut; (3) menyampaikan dan membahas soal-soal aplikasi dari konsep; (4) membuat rangkuman; dan (5) memberikan tugas berupa pekerjaan rumah (PR)” (Haji, 2004). Sama halnya yang dikemukan oleh Mulyana (2009: 4) pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru matematika memiliki pola sebagai berikut: (1) guru menerangkan suatu konsep atau mendemonstrasikan keterampilan dengan ceramah, dan siswa diberikan kesempatan bertanya; (2) guru memberikan contoh penggunaan konsep atau prosedur menyelesaikan soal; (3) siswa berlatih menyelesaikan soal-soal secara individual atau bersama teman sebangku, sedikit tanya jawab; dan (4) mencatat materi yang diajarkan dan soal-soal pekerjaan rumah. Pendekan pembelajaran matematika seperti yang dikemukakan Haji dan Mulyana, sering disebut sebagai Pembelajaran Matematika Konvensional (PMK). Melalui pendekatan seperti di atas, kreativitas siswa kurang berkembang. Akibatnya, prestasi siswa dalam mata pelajaran matematika rendah dan siswa kurang menyenangi matematika.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN  Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas X 2 Semester 2 SMA Muha

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas X 2 Semester 2 SMA Muha

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, maka peneliti berusaha menggunakan model pembelajaran treffinger . Model pembelajaran treffinger dapat membantu siswa untuk berpikir kreatif dalam memecahkan masalah, membantu siswa dalam menguasai konsep-konsep materi yang diajarkan, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan potensi-potensi kemampuan yang dimilikinya termasuk kemampuan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah. Model treffinger terdiri atas tiga tahap. Pertama, tahap pengembangan fungsi-fungsi divergen. Kedua, tahap pengembangan berfikir dan merasakan secara lebih kompleks. Ketiga, tahap pengembangan keterlibatan dalam tantangan nyata (Pomalato, 2006: 23). Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Apakah penggunaan model treffinger dapat meningkatkan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa pada proses pembelajaran matematika?
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN  Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas X 2 Semester 2 SMA Muha

UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas X 2 Semester 2 SMA Muha

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa kelas X 2 SMA Muhammadiyah 2 Surakarta melalui penggunaan model pembelajaran treffinger. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti dan guru matematika. Peneliti bertindak sebagai subjek pemberi tindakan sekaligus pengamat, guru matematika bertindak sebagai pengamat, sedangkan siswa kelas X 2 berjumlah 23 siswa bertindak sebagai subjek penerima tindakan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, catatan lapangan, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan metode alur. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi penyidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model treffinger dapat meningkatkan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase indikator-indikator yang diamati, yaitu: 1) kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah meningkat dari (30,43%) menjadi (73,91%), 2) kemampuan siswa memberi tanggapan tentang jawaban siswa lain meningkat dari (21,74%) menjadi (52,17%), 3) kemampuan siswa membuat kesimpulan meningkat dari (13,04%) menjadi (43,48%), 4) kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan atau keyakinan meningkat dari (26,09%) menjadi (65,22%), 5) kemampuan siswa dalam mengajukan pertanyaan meningkat dari (21,74%) menjadi (56,52%), 6) kemampuan siswa dalam kerjasama atau berbagi pengetahuan meningkat dari (30,43%) menjadi (78,26%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model treffinger dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa kelas X 2 SMA Muhammadiyah 2 Surakarta.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERANAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS

PERANAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS

Berdasarkan karakteristiknya, mate- matika merupakan keteraturan tentang struktur yang terorganisasikan, konsep- konsep matematika tersusun secara hirarkis dan sistematik, mulai dari konsep yang sederhana sampai pada konsep paling kompleks (Hasratuddin, 2015). Pema- haman matematis merupakan satu kompetensi dasar dalam belajar matematika yang meliputi: kemampuan menyerap materi, mengingat rumus dan konsep matematika serta menerapkannya dalam kasus serupa, memperkirakan kebenaran suatu pernyataan, dan menerapkan rumus dan teorema dalam penyelesaian masalah. Selain pemahaman matematis, afektif peserta didik juga perlu diperhatikan. Menurut Popham (dalam Sukanti, 2011) bahwa ranah afektif menentukan keberhasilan belajar seseorang. Salah satu afektif peserta didik dalam pembelajaran matematika saat ini dikenal dengan istilah disposisi matematis. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pemahaman matematis dan disposisi matematis memegang peranan yang sangat penting dalam pembelajaran matematika.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger

Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa kelas X 2 SMA Muhammadiyah 2 Surakarta melalui penggunaan model pembelajaran treffinger. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaborasi antara peneliti dan guru matematika. Peneliti bertindak sebagai subjek pemberi tindakan sekaligus pengamat, guru matematika bertindak sebagai pengamat, sedangkan siswa kelas X 2 berjumlah 23 siswa bertindak sebagai subjek penerima tindakan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, catatan lapangan, tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan metode alur. Validitas data menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi penyidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model treffinger dapat meningkatkan pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan persentase indikator-indikator yang diamati, yaitu: 1) kemampuan siswa dalam mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah meningkat dari (30,43%) menjadi (73,91%), 2) kemampuan siswa memberi tanggapan tentang jawaban siswa lain meningkat dari (21,74%) menjadi (52,17%), 3) kemampuan siswa membuat kesimpulan meningkat dari (13,04%) menjadi (43,48%), 4) kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan atau keyakinan meningkat dari (26,09%) menjadi (65,22%), 5) kemampuan siswa
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA DENGAN METODE PQ4R UNTUK MENANAMKAN KEMAMPUAN DAN DISPOSISI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA DENGAN METODE PQ4R UNTUK MENANAMKAN KEMAMPUAN DAN DISPOSISI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika dengan metode PQ4R untuk menanamkan kemampuan dan disposisi pemahaman konsep matematis siswa. PQ4R adalah metode pembelajaran yang dilakukan dengan kegiatan membaca. Kegiatan dalam proses pembelajarannya yaitu preview, question, read, reflect, recite dan review. Kemampuan pemahaman konsep matematis kemampuan siswa dalam menerjemahkan, menafsirkan, dan menyimpulkan suatu konsep matematika. Disposisi pemahaman konsep matematis adalah kecendrungan seseorang bersikap dalam memahami konsep matematika yang sedang dipelajari, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep secara luwes, akurat, efisien dan tepat dalam pemecahan masalah. Sabjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Daarul Ma’arif tahun pelajaran 2015/2016 yang memiliki karakter berpikir menengah ke bawah. Data penelitian diperoleh melalui lembar observasi, wawancara, dan tes akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajara matematika dengan metode PQ4R efektif jika bahasa yang digunakan jelas, dibuat keterangan penjelas pada langkah-langkah penyelesaian pada contoh soal, latihan yang dibuat jangan terlalu banyak dan sebaiknya berbentuk soal cerita. Sebagian besar siswa menyukai bahan ajar matematika ini dan bahan ajar ini dapat menanamkan kemampuan dan disposisi pemahaman konsep matematis siswa.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR HIMPUNAN DENGAN METODE PQ4R UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN DISPOSISI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR HIMPUNAN DENGAN METODE PQ4R UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DAN DISPOSISI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA SMP

Berdasarkan studi pendahuluan dengan cara observasi dan wawancara di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung, diperoleh bahwa karakter siswa selama pembelajaran matematika di kelas adalah banyak yang siswa tidak aktif, mereka malas membaca bahan ajar, tidak mau bertanya dan rasa ingin tahu mereka terhadap materi sangat kurang. Hal ini disebabkan oleh bahan ajar dan metode pembelajaran yang dipakai selama ini tidak menarik. Karakter berpikir siswa menengah ke bawah dan beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal himpunan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa terutama pada bagian menyelesaikan soal cerita himpunan.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Makalah 12 LSM April 2010  Asosiasi KPMM dan Disposisi Matematis

Makalah 12 LSM April 2010 Asosiasi KPMM dan Disposisi Matematis

Menurut Schon (Jonassen, 2004), salah satu kunci keberhasilan dalam menyelesaikan masalah adalah merepresentasikan masalah secara tepat. Sejalan dengan itu Maher (Chamberlin, 2009) juga mengungkapkan bahwa salah satu komponen pemecahan masalah adalah representasi, yakni merepresentasikan ide-ide matematis yang berkaitan dengan masalah secara ringkas dan sederhana sehingga mudah untuk diolah dan dioperasikan serta dicari solusinya. Merepresentasikan masalah dapat diartikan sebagai penterjemahan atau penyajian masalah dalam bentuk ekspresi matematis dengan menggunakan notasi dan istilah-istilah matematis yang sesuai. Dalam bahasa matematika, aktivitas demikian disebut penyusunan model matematis. Dapat dipahami bahwa merepresentasikan masalah merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi kemampuan pemecahan masalah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...