Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan

Top PDF Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan:

RELEVANSI KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN KEBUTUHAN DUNIA   Relevansi Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Kebutuhan Dunia Usaha Dan Insdustri.

RELEVANSI KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN KEBUTUHAN DUNIA Relevansi Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Kebutuhan Dunia Usaha Dan Insdustri.

Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Objek penelitian ini adalah SMK N 1 Batang, dan Perusahaan dengan beberapa macam bentuk usaha di kota Batang-Pekalongan (PT Primatexco Indonesia, Matahari Department Store, Hypermart Indonesia, Koperasi Simpan Pinjam Artha Agung Batang). Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa hal berikut : Pertama kurikulum SMK Negeri 1 Batang dibuat dan dievaluasi oleh tiga pihak yaitu pihak sekolah, pihak dunia usaha dan industri (DU/DI), dan dinas pendidikan. Berdasarkan perwakilan ketiga pihak tersebut, kurikulum SMK N 1 Batang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan DU/DI. Kedua kompetensi keahlian akuntansi dan soft skills yang diajarkan sekolah sudah sesuai dengan kebutuhan DU/DI, hanya saja DU/DI menetapkan standar kompetensi yang tinggi dalam rekrutmen kerja, terutama pada bagian akuntansi dan keuangan. Hal ini menyebabkan siswa lulusan SMK N 1 Batang yang bekerja di perusahaan hanya mendapat jabatan yang rendah. Namun jabatan atau karir tersebut dapat naik sewaktu-waktu menyesuaikan dengan kebutuhan dudi dan soft skills yang dimiliki tenaga kerja.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN (TKPI) YANG DIBUTUHKAN INDUSTRI.

KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNIKA KAPAL PENANGKAP IKAN (TKPI) YANG DIBUTUHKAN INDUSTRI.

Proses pembelajaran di sekolah guna mencapai standar kompetensi lulusan yang baik sering terhambat dikarenakan keterbatasan sekolah itu sendiri. Mulai dari jumlah tenaga pengajar yang tidak seimbang dengan jumlah siswa, sarana yang sangat terbatas, sampai sistem sekolah yang belum mengarah kepada penyiapan lulusan yang akan memasuki dunia kerja. Hal tersebut terbukti dengan jumlah lulusan SMK yang mendominasi pengangguran seperti yang diungkapkan Wiranto selaku Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan PAUDNI (Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal) Kementrian Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Wiranto menginformasikan bahwa dari total pengangguran di Indonesia, pengangguran SMK menempati posisi tertinggi yaitu sebanyak 17,26% pada tahun 2009 dan 14,59% pada tahun 2008. Sedangkan pengangguran dari tingkat SMA sebanyak 14,01% pada tahun 2009 dan 14,5% pada tahun 2008.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

STUDI PEMENUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SE KABUPATEN OGAN KOMERING ULU.

STUDI PEMENUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SE KABUPATEN OGAN KOMERING ULU.

Keterlibatan atau peran dunia usaha dan dunia industri dalam pendidikan kejuruan akan sangat penting dalam membantu mengembangkan keterampilan siswa dengan fasilitas-fasilitas yang relevan yang ada di industri. Jelasnya untuk menutupi kekurangan fasilitas yang ada di sekolah, industri dapat membantu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di industri dengan fasilitas yang relevan di industri. Kebijakan pemerintah yang mendorong tumbuhnya jumlah SMK hingga menjadi 70% SMK dan 30 % SMA semakin menambah masalah yang terkait dengan hal ini. Karena anggaran untuk penyediaan alat dan bahan praktik masih kurang, maka akan semakin banyak SMK baru yang tidak mampu memenuhi kebutuhan alat dan bahan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan standar kompetensi dunia kerja. Hal ini mengakibatkan lulusan pendidikan kejuruan menjadi menjadi lebih buruk dari yang diharapkan dengan hanya mendapatkan pendidikan semu (simulasi praktik) di sekolah.
Baca lebih lanjut

185 Baca lebih lajut

ANALISIS KOMPETENSI PEKERJA LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SEBAGAI IMPLEMENTASI PROGRAM PRAKTEK KERJA INDUSTRI.

ANALISIS KOMPETENSI PEKERJA LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SEBAGAI IMPLEMENTASI PROGRAM PRAKTEK KERJA INDUSTRI.

Fenomena yang terjadi antara SMK dan dunia Industri menunjukkan bahwa pelaksanaan Prakerin masih banyak yang tidak sesuai dengan prosedur, sehingga cenderung siswa tidak dibimbing, dikontrol ataupun dievaluasi. Perusahaan pun seperti kebingungan karena skill dan kemampuan siswa SMK masih di bawah rata-rata. Rendahnya kemampuan operasional untuk menjadi tenaga teknisi menyebabkan lulusan SMK sulit untuk bekerja di dunia industri. Kesiapan kerja lulusan SMK masih rendah dan kualitas lulusannya masih belum mampu untuk beradaptasi dengan sarana dan fasilitas yang terdapat di dunia kerja. Dunia industri terus berkembang dan kemajuan teknologi terbaru sementara lulusan SMK masih tertinggal.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Studi Konseptual Pengukuran Kinerja Akademik Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Perguruan Tinggi

Studi Konseptual Pengukuran Kinerja Akademik Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Perguruan Tinggi

Adanya lulusan SMK yang melanjutkan studi di Perguruan Tinggi merupakan suatu hal yang saat ini sudah umum dijumpai di berbagai Perguruan Tinggi, karena belum adanya suatu kebijakan yang jelas dari Pemerintah pusat dan Perguruan Tinggi sendiri terkait penerimaan mahasiswa dari lulusan SMK. Pendidikan tinggi, di Indonesia dibagi menjadi 2 kelompok besar, yaitu kelompok pendidikan akademik dan pendidikan vokasi. Kelompok pendidikan akademik dalam proses pendidikan dan pengajarannya memiliki fokus dalam penguasaan ilmu pengetahuan bagi para lulusannya, sedangkan kelompok pendidikan vokasi lebih menitikberatkan pengajaran dan proses pendidikannya pada persiapan lulusan agar dapat mengaplikasikan keahlian.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

STUDI PEMENUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SE KABUPATEN OGAN KOMERING ULU.

STUDI PEMENUHAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN SE KABUPATEN OGAN KOMERING ULU.

Keterlibatan atau peran dunia usaha dan dunia industri dalam pendidikan kejuruan akan sangat penting dalam membantu mengembangkan keterampilan siswa dengan fasilitas-fasilitas yang relevan yang ada di industri. Jelasnya untuk menutupi kekurangan fasilitas yang ada di sekolah, industri dapat membantu dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di industri dengan fasilitas yang relevan di industri. Kebijakan pemerintah yang mendorong tumbuhnya jumlah SMK hingga menjadi 70% SMK dan 30 % SMA semakin menambah masalah yang terkait dengan hal ini. Karena anggaran untuk penyediaan alat dan bahan praktik masih kurang, maka akan semakin banyak SMK baru yang tidak mampu memenuhi kebutuhan alat dan bahan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan standar kompetensi dunia kerja. Hal ini mengakibatkan lulusan pendidikan kejuruan menjadi menjadi lebih buruk dari yang diharapkan dengan hanya mendapatkan pendidikan semu (simulasi praktik) di sekolah.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JANGKA WAKTU MENDAPATKAN PEKERJAAN LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIKABUPATEN KLATEN

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JANGKA WAKTU MENDAPATKAN PEKERJAAN LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DIKABUPATEN KLATEN

Puji syukur kepada Allah Swt. atas segala rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ‘‘Faktor yang Mempengaruhi Jangka Waktu Mendapatkan Pekerjaan Sekolah Menengah Kejuruan Di Kabupaten Klaten”.Skripsi ini disusun u ntuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas negeri Jember.

19 Baca lebih lajut

STUDI EKSPLORASI KETERSERAPAN LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI KOTA BANDUNG PADA INDUSTRI OTOMOTIF.

STUDI EKSPLORASI KETERSERAPAN LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI KOTA BANDUNG PADA INDUSTRI OTOMOTIF.

Gambaran yang sangat jelas dapat kita jumpai didaerah-daerah dengan penghasil potensi kelautannya justru didaerah tersebut dibuka SMK dengan program keahlian teknik otomotif, hal itu dirasa kurang tepat. SMK yang didisain tidak sesuai dengan kebutuhan pada akhirnya hanya akan memberatkan lulusan yang dihasilkan. Lulusan berbondong-bondong pergi ke daerah lain untuk mendapatkan pekerjaan.

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Relevansi Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Kebutuhan Dunia Usaha Dan Insdustri.

PENDAHULUAN Relevansi Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Kebutuhan Dunia Usaha Dan Insdustri.

Menteri Pendidikan dan budaya Djojonegoro tahun 1993 (Bukit, 2014:30) menetapkan pendekatan link and match untuk mengatasi masalah- masalah berkaitan dengan kesenjangan antara mutu lulusan dengan tuntutan dunia kerja. Sekolah Menengah Kejuruan hendaknya menerapkan konsep ini, dengan tujuan program yang dibuat sekolah tidak menetapkan sendiri konsep operasional pendidikan kejuruan. Melainkan harus ada koordinasi dengan pihak pengguna, masyarakat, dimana lulusan tersebut akan menjadi bagian anggota. Dengan kata lain, bahwa link and match menuntut kondisi dimana Sekolah Menengah Kejuruan melakukan koordinasi yang erat terhadap dunia usaha dan industri.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

RELEVANSI KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN KEBUTUHAN DUNIA   Relevansi Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Kebutuhan Dunia Usaha Dan Insdustri.

RELEVANSI KOMPETENSI LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN KEBUTUHAN DUNIA Relevansi Kompetensi Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Kebutuhan Dunia Usaha Dan Insdustri.

Hasil penelitian dari I Nengah Edi Imawan dalam jurnalnya yang berjudul “Relevansi Kurikulum Program Produktif Ko mpetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMK N 3 Yogjakarta Terhadap Kebutuhan Dunia Usaha/Imdustri (DUDI) Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM)” menyatakan bahwa tingkat relevansi kurikulum 82% sudah sesuai dengan kebutuhan DU/DI. Sedangkan menurut Permono (2010) dalam penelitian yang berjudul “Kompetensi Keahlian Sekolah Menengah Kejuruan antara Kebijakan dan Realita” menunjukkan bahwa sebagian besar lulusan SMK program keahlian akuntansi bekerja tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Manajemen Berbasis Sekolah Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Kelompok Bisnis Dan Manajemen Se Kabupaten Banyumas

Pengaruh Manajemen Berbasis Sekolah Terhadap Peningkatan Mutu Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Kelompok Bisnis Dan Manajemen Se Kabupaten Banyumas

Sekolah merupakan ujung tombak dari proses modernisasi (agent of change) yang diupayakan melalui kebijakan pemerintah, produk dari sebuah sekolah harus berupa lulusan yang memiliki kompetensi unggul agar mampu menghadapi kompetisi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi atau dipasar tenaga kerja, namun saat ini dunia pendidikan kita belum sepenuhnya dapat memenuhi harapan masyarakat. Fenomena itu ditandai dari rendahnya mutu lulusan. Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) tampil sebagai alternatif paradigma baru manajemen pendidikan yang ditawarkan. MBS merupakan suatu konsep yang menawarkan otonomi pada sekolah untuk menentukan kebijakan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu lulusan. Adapun tujuan penelitian ini untuk 1) Mengetahui adakah pengaruh MBS terhadap peningkatan mutu lulusan SMK swasta kelompok bisnis dan manajemen se Kabupaten Banyumas, 2) Mengetahui seberapa besar pengaruh MBS terhadap peningkatan mutu lulusan SMK swasta kelompok bisnis dan manajemen se Kabupaten Banyumas.
Baca lebih lanjut

237 Baca lebih lajut

Perancangan kampanye sosial SMK berwirausaha

Perancangan kampanye sosial SMK berwirausaha

Berdasarkan hasil riset, menjadi wirausaha kurang diminati oleh siswa- siswi SMK. Dengan melihat fenomena ini, terciptalah sebuah gagasan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sejak dini di kalangan SMK. Salah satu cara untuk menumbuhkan jiwa wirausaha adalah dengan pendidikan kewirausahaan. Pendidikan adalah cara yang paling efektif untuk menumbuhkan jiwa wirausaha khususnya pada remaja, karena kenyataan yang terjadi adalah pola pendidikan sekolah di Indonesia mengarahkan peserta didiknya untuk menjadi pekerja.

Baca lebih lajut

Format Bangko Ijazah SMA, SMK sederajad Dan Paket C Tahun 2017 Ijazah SMK 2017

Format Bangko Ijazah SMA, SMK sederajad Dan Paket C Tahun 2017 Ijazah SMK 2017

Program Studi Keahlian : .......................................................... Kompetensi Keahlian : .......................................................... Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan .................. ....................................................................................................................................... Nomor Pokok Sekolah Nasional : ………………… .. …..………………………………..… Kabupaten/Kota ............................................................................................................ Provinsi ..................................................................................... menerangkan bahwa: nama : .................................................................................. tempat dan tanggal lahir : .................................................................................. nama orang tua/wali : .................................................................................. Nomor Induk Siswa : ..................................................................................
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S TE 0807806 Abstract

S TE 0807806 Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kompetensi pekerja lulusan SMK di dunia industri sebagai implementasi dari program praktek kerja industri. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Media Sport Indonesia dan PT. JES Multimedia Grup. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang memiliki karyawan lulusan SMK yang melakukan praktek kerja industri dengan memberikan instrumen survei dan alat bantu penelitian berupa observasi, wawancara dan angket. Hasil dari penlitian menunjukkan pekerja lulusan SMK yang memiliki pengalaman Prakerin ternyata memiliki kompetensi di dunia industri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S TE 0807806 Table of content

S TE 0807806 Table of content

2. Metode Index Google dan Search engine 4.2 Pembahasan Hasil Penelitian 4.2.1 Kompetensi Pekerja Lulusan SMK di Dunia Industri Sebagai Implementasi Dari Program Praktek Kerja Industri ............................................................. 59

Baca lebih lajut

MEMBANGUN INSAN BERKARAKTER CERDAS

MEMBANGUN INSAN BERKARAKTER CERDAS

Secara opersional pendidikan olah raga di sekolah bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berwatak, berakhlak mulia, sehat jasmani rohani, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Oleh karena itu proses menjadikan individu cerdas, bermartabat, beriman, kuat, tangguh dans ehat jasmani rohani membutuhkan pembelajaran yang dikelola atau di manej secara strategis tertama di dalam menyelenggarakan pembelajaran olah raga di sekolah. Bahkan dapat dikatakan manajemen pembelajaran olah raga merupakan jantungnya pendidikan olah raga dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Oleh karena itu sosok guru yang professional dalam mengelola manajemen sangat dibutuhkan dan menjadi suatu hal yang sangat penting. Penulisan ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, kajiannya bagaimana implementasi manajemen pembelajaran olah raga berkarakter di sekolah yang dibahas melalui: a) Guru yang cerdas dan tangguh dalam memenaj pembelajaran, b) peran guru olah raga yang cerdas dalam menanamkan kejujuran, disiplin, percaya diri, peduli, tangguh, mendiri, gigih, tegas, bertanggung jawab, kreatif, kritis dan disiplin.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA  Pengaruh Kemandirian Belajar Dan Prestasi Belajar Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Pada Siswa Kelas Xi Jurusan Akuntansi Smk N 1 Purwodadi Tahun Aja

PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA Pengaruh Kemandirian Belajar Dan Prestasi Belajar Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Pada Siswa Kelas Xi Jurusan Akuntansi Smk N 1 Purwodadi Tahun Aja

Tujuan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah menciptakan tenaga kerja tingkat menengah, sehingga siswa diharapkan mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja pada instansi pemerintah maupun swasta. Dalam hal ini diharapkan siswa dan siswi lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan pada nantinya setelah mereka lulus mereka akan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang dimiliki atau keahlian yang telah didapat pada waktu menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan, akan tetapi pada fakta yang sekarang ini ada disekitar kita ada banyak sekali bahkan mencapai angka lebih dari 33,33% lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan yang bekerja tidak sesuai dengan program keahliannya atau bahkan ada diantara mereka yang masih menganggur atau belum memiliki pekerjaan.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MA

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA MA

Memasuki era globalisasi pendidikan sekarang ini sedang marak diperbincangkan dan diperdebatkan tentang seberapa pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk karakter peserta didik baik dalam pendidikan formal ataupun non formal. Seperti yang kita ketahui bersama tidak hanya pada lingkup lokal, nasional, regional bahkan pada lingkup internasional terjadi fenomena dan fakta penyimpangan perilaku yang terjadi pada anak-anak usia sekolah (belia). Hal tersebut seolah menjadi pengingat seberapa pentingnya perlu ditanamkan penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik sejak dini. Isu narkoba, korupsi, terorisme, kekerasan antar sesama, tawuran antar sekolah, yang dilakukan oleh para siswa sekolah mengisyaratkan bahwa mulai lunturnya nilai-nilai moral yang ada pada anak-anak terpelajar. Mereka memang mendapatkan ilmu pengetahuan menuju tingkat intelektual yang tinggi, namun kenapa penyimpangan-penyimpangan sikap seperti yang disebutkan diatas justru lebih marak terjadi di- era Globalisasi seperti sekarang ini. Hal tersebut semakin mempertegaskan bahwa nilai-nilai etika dan tata karma mulai hilang dan pudar sehingga hal tersebut menjadikan alasan diperlukannya penanaman pendidikan karakter terhadap peserta didik, dalam menyiapkan generasi muda yang berkompetensi tinggi serta memiliki sikap dan moralitas yang unggul sebagai sumberdaya aktif penentu kejayaan dan eksistensi suatu bangsa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...