Modifikasi bola

Top PDF Modifikasi bola:

MENINGKATKAN PEMBELAJARAN GERAK DASAR SMASHBOLA VOLI MELALUI MODIFIKASI BOLA LAMBUNG DENGAN NET YANG DIPENDEKKAN PADA SISWA KELAS IV SDN CIKARAMAS 2 KECAMATAN TANJUNGMEDAR KABUPATEN SUMEDANG.

MENINGKATKAN PEMBELAJARAN GERAK DASAR SMASHBOLA VOLI MELALUI MODIFIKASI BOLA LAMBUNG DENGAN NET YANG DIPENDEKKAN PADA SISWA KELAS IV SDN CIKARAMAS 2 KECAMATAN TANJUNGMEDAR KABUPATEN SUMEDANG.

merupakan suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan praktek pembel ajaran di kelas secara lebih propesional” (Suherman, 2012: 59). Permasalahan dalam penelitian ini bertujuan bagaimana mengatasi kesulitan anak dalam belajar gerak dasar smash, upaya yang dilakukan dalam membantu mengatasi kesulitan tersebut adalah dengan menggunakan modifikasi bola lambung dengan net yang dipendekkan sehingga dengan bantuan pembelajaran tersebut kesulitan anak dapat dipecahkan. Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang faktual dalam peraktek pembelajaran yang dihadapi guru. Berbekal dari keinginan memperbaikai pembelajaran pendidikan jasmani pada gerak dasar smash, penulis mempersiapkan diri sehubungan apa itu penelitian tindakan kelas, latar belakang, karakter dan prosedur yang harus ditempuh. Berdasarkan pendapat Kemmis (Wiriaatmadja, 2005: 12) dijelaskan bahwa :
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PENERAPAN VARIASI MODIFIKASI BOLA KARET (1)

PENERAPAN VARIASI MODIFIKASI BOLA KARET (1)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan variasi modifikasi bola karet untuk meningkatkan keterampilan servis bawah sepak takraw. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan jumlah subjek adalah 35 orang siswa. Hasil penelitian ini menyimpulkan (1) Penerapan variasi modifikasi bola karet dalam pembelajaran PJOK dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas X MA AL-Kariim Kabupaten Bengkulu Tengah dalam melakukan servis bawah sepak takraw. Pada Pra siklus menunjukkan nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 45,4 dengan persentase ketuntasan 28,5% dan jumlah siswa tuntas 10. Selanjutnya pada siklus 1 nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 61,4 dengan persentase ketuntasan 60% dan jumlah siswa yang tuntas 21. Kemudian pada siklus 2 nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 78 dengan persentase ketuntasan 85,7% dan jumlah siswa yang tuntas 30. (2) Penerapan variasi modifikasi bola karet dalam pembelajaran PJOK dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas X MA AL-Kariim Kabupaten Bengkulu Tengah.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PEMBELAJARAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA MENGGUNAKAN MODIFIKASI BOLA PLASTIK

PENINGKATAN PEMBELAJARAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA MENGGUNAKAN MODIFIKASI BOLA PLASTIK

Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar menggiring bola menggunakan modifikasi bola plastik. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan bentuk penelitian tindakan kelas. subjek penelitian adalah kelas XI A SMK PGRI Pontianak yang terdiri dari 10 siswa putri dan 18 siswa putra. Teknik pengumpul data menggunakan pengukuran dengan alat pengumpulan data berupa tes. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan metode pembelajaran menggiring bola dengan modifikasi bola plastik dapat meningkatkan kemampuan menggiring bola. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan kemampuan menggiring bola dari tes yang diberikan, yaitu pada siklus I dengan nilai rata-rata 73,82 meningkat sebesar 6,27%. Sedangkan nilai rata-rata pada siklus II adalah 82,71%, terjadi peningkatan sebesar 19,07%.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PASSING BAWAH BOLA VOLI DENGAN MODIFIKASI BOLA KERTAS DI SDN 35 SEKIBUL

PENINGKATAN PASSING BAWAH BOLA VOLI DENGAN MODIFIKASI BOLA KERTAS DI SDN 35 SEKIBUL

Pembelajaran passing bawah bolavoli mengunakan modifikasi bola dari kertas memberikan dampak positif pada siswa. Pembelajaran siklus I siswa yang tuntas berjumlah 12 atau 60% sedangkan siswa dan yang belum lulus atau belum tuntas juga masih sama berjumlah 8 atau 40% maka dilanjutkan ke siklus II siswa agar memiliki kesempatan untuk perbaikan dengan demikian bisa dikategorikan lulus atau tuntas semua dengan siswa lulus berjumlah 20 siswa dan belum tuntas berjumlah 0 atau tidak ada.

12 Baca lebih lajut

METODE PEMBELAJARAN DAN MODIFIKASI BOLA PADA PROSES PEMBELAJARAN BOLAVOLI

METODE PEMBELAJARAN DAN MODIFIKASI BOLA PADA PROSES PEMBELAJARAN BOLAVOLI

Sugito, dkk. (2013: 7) meneliti tentang pengaruh modifikasi media pembelajaran terhadap keterampilan passing bawah bola voli pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seluas. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modifikasi media pembelajaran bola voli terhadap keterampilan passing bawah pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seluas. Metode Penelitian ini adalah eksperimen. Populasi penelitiannya adalah siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Seluas yang berjumlah 24 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Kemudian dilakukan tes awal, treatment, dan tes akhir, yaitu passing bawah bola voli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre- test 61,20 dan post-test 74,22 atau mengalami peningkatan sebesar 21%. Nilai t hitung (6,85) > t (2,069). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh modifikasi media pembelajaran terhadap keterampilan passing bawah bola voli.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN PEMBELAJARAN GERAK DASAR LEMPAR TANGKAP DALAM PERMAINAN KASTI MELALUI MODEL KOOPERATIF TEAM GEAM TOURNAMENT (TGT) DENGAN MODIFKASI BOLA.

MENINGKATKAN PEMBELAJARAN GERAK DASAR LEMPAR TANGKAP DALAM PERMAINAN KASTI MELALUI MODEL KOOPERATIF TEAM GEAM TOURNAMENT (TGT) DENGAN MODIFKASI BOLA.

1. Perencanaan yang dilakukan dalam gerak dasar lempar tangkap melalui Model kooperatif team game tournament (TGT) dan modifikasi bola meliputi menyusun rencana tindakan untuk memecahkan masalah peningkatan aktivitas KBM, salah satunya hasil belajar siswa tentang upaya perbaikan gerak dasar lempar tangkap, perbaikan difokuskan terhadap gerak dasar lempar tangkap melalui pemberian tugas gerak yang harus dikerjakan melalui aktifitas gerak. Dalam hal ini siswa melakukan kegiatan lempar tangkap secara berkelompok dan dilombakan dengan tiap kelompok mendapatkan satu buah bola yang terbuat dari kain yang dibuntalkan lalu diikat menggunakan karet gelang. Perencanaan ini mencakup menyiapkan RPP, dimana RPP terlampir, setelah RPP dibuat selanjutnya menyiapkan instrument pegumpul data dan lain-lain. Rancangan pembelajaran siklus ke I dengan alokasi waktu 2 X 35 menit dibagi ke dalam bagian pendahuluan 10 menit, inti dan pengetesan 50 menit dan penutup 10 menit. Perencanaan kedua adalah masih melalui pemberian tugas gerak yang harus dikakukan siswa, namun jumlah bolanya diperbanyak menjadi tiga buah di setiap kelompoknya, agar dalam proses pembelajaran setiap anak mendapatkan kesempatan melakukan gerak lempar tangkap lebih lama dan pembelajaran akan lebih menarik tidak menjenuhkan karena harus menunggu giliran.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

s pgas penjas 1203339 chapter1

s pgas penjas 1203339 chapter1

Berdasarkan permasalah yang muncul yaitu tentang kurangnya hasil belajar siswa dalam hal gerak dasar passing kaki bagian dalam dan lebih kususnya bagi siswa perempuan yang kurang berani melakukan gerak dasar passing kaki bagian dalam dikarenakan melihat bola yang dianggapnya keras sehingga saat melakukan passing kaki bagian dalam cenderung asal. Oleh karena itu peneliti berupaya meningkatkan gerak dasar passing kaki bagian dalam melalui media modifikasi bola pada permainan sepak bola dan pada siklus I modifikasi bola dimulai dari yang ringan terlebih dahulu yaitu menggunakan bola plastik, siklus II modifikasi bola dengan bola yang sedang yaitu bola plastik yang dilapisis koran/ kertas bekas lalu di lakban, dan siklus III menggunakan bola futsal, tujuan peneliti yaitu dengan bertahap menggunakan bola dari yang ringan terlebih dahulu setelah itu bola yang sedang dan tahap akhir menggunakan bola futsal diharapkan siswa termotivasi dalam pembelajaran dan lebih kususnya bagi siswa perempuan diharapkan tidak merasa takut lagi menendang bola yang sebenarnya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

S PJKR 1001603 Chapter1

S PJKR 1001603 Chapter1

Dari kutipan diatas bahwa modifikasi pembelajaran tidak terfokus pada satu arah tetapi ada modifikasi tujuan pembelajaran, modifikasi materi pembelajaran, modifikasi kondisi lingkungan belajar dan modifikasi evaluasi pembelajaran. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani yang diperlukan ialah intensitas keterlibatan siswa mengikuti proses pembelajaran, oleh karena itu untuk mempermudah dan mengurangi tingkat kesulitan belajar siswa maka guru harus dapat memodifikasi peralatan pembelajaran. Untuk membuat anak didik atau siswa lebih tertarik dan termotivasi dalam pembelajaran futsal maka guru dapat memodifikasi bola futsal semenarik mungkin dan mengandung banyak unsur gerak sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan efektif. Keuntungan bola modifikasi adalah untuk mengembangkan proses pembelajaran dan pemecahan masalah kompleksitas belajar yaitu salah satunya adalah dengan memodifikasi bola futsal sehingga pembelajaran tersampaikan dengan baik dan anak didik dapat belajar dengan baik meskipun tidak dengan bola yang sebenarnya. Modifikasi bola yang akan penulis gunakan dalam pembelajaran futsal yaitu dengan menggunakan bola yang terbuat dari busa.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GERAK DASAR MENGOPER BOLA DALAM BERMAIN SEPAKBOLA MELALUI MODIFIKASI ALAT BERMAIN (BOLA PLASTIK) DAN MODEL PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS VIII C SMPN 2 MERBAU MATARAM LAMPUNG SELATAN.

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GERAK DASAR MENGOPER BOLA DALAM BERMAIN SEPAKBOLA MELALUI MODIFIKASI ALAT BERMAIN (BOLA PLASTIK) DAN MODEL PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS VIII C SMPN 2 MERBAU MATARAM LAMPUNG SELATAN.

Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Research) dengan tiga siklus, setiap siklus memiliki kegiatan yang berbeda melalui modifikasi bola plastik dan model pembelajaran dalam melatih ketrampilan gerak dasar mengoper bola. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMPN 2 Merbau Mataram, Lampung Selatan, yang berjumlah 36 siswa. Siklus pertama dengan perlakuan mengoper bola secara perpasangan (2 siswa) dengan 18 bola, siklus kedua diberikan pembelajaran dengan menggunakan model bujur sangkar berpindah dengan 9 bola, masing-masing kelompok 4 siswa, siklus ketiga dengan menggunakan model bintang beralih menggunakan 6 bola dengan masing-masing kelompok 6 siswa.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

s pgsd penjas 1302101 bibliography

s pgsd penjas 1302101 bibliography

Umisah, i. n. (2014). pembelajaran passsing bawah dalam permainan bola voli mini melalui modifikasi bola pada siswa kelas IV sdn negeri 1 ciwiru kecamatan pasawahan kabupaten kuningan. mimbar pendidikan dasar, 6, 43-49.

5 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LAY UP SHOOT MELALUI MEDIA MODIFIKASI PADA BOLA BASKET SISWA KELAS VIII SMP N 1PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN AJARAN 2012/2013.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LAY UP SHOOT MELALUI MEDIA MODIFIKASI PADA BOLA BASKET SISWA KELAS VIII SMP N 1PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TAHUN AJARAN 2012/2013.

Pada kesempatan ini, peneliti akan melakukan suatu modifikasi bola basket yang bertujuan untuk mengenalkan materi bola basket dan untuk meningkatkan hasil belajar bola basket pada siswa, karena menurut pemantauan peneliti dan juga berdasarkan konsultasi pada bulam maret 2012 dengan bapak zainal sebagai guru pendidikan jasmani yang mengajar di SMP N 1 Pantai Cermin kabupaten serdang bedagai bahwa permainan bola basket adalah suatu materi yang sulit dilakukan atau diperaktekkan dilapangan. Dan ketika ada materi tentang bola basket siswa tidak tertarik untuk mengikutinya karena merasa sulit untuk melakukan materi tersebut.Karena sesuai dengan perkembangan dan karateristik anak maka anak lebih suka bermain. Karena guru pendidikan jasmani di sekolah yang saya teliti juga kurang dapat melakukan pembelajaran yang dapat meningkatkan gairah dan niat belajar bagi para siswa smp N 1 pantai cermin dan kurang kreatif untuk melakukan modifikasi pembelajaran pendidikan jasmani.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

S JKR 1006262 Chapter5

S JKR 1006262 Chapter5

Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, dapat ditarik kesimpulan bahwa kedua jenis bola yang digunakan yaitu bola modifikasi maupun bola standar, keduanya memberikan kesan subjektif yang positif terhadap siswa SMP Pasundan 4 Bandung dalam pembelajaran bolavoli. Namun dilihat dari hasil analisis data, bahwa penggunaan bola modifikasi memiliki kesan subjektif positif lebih tinggi dibandingkan dengan bola standar.

1 Baca lebih lajut

S JKR 1006262 Bibliography

S JKR 1006262 Bibliography

Ma’mum, Amung dan Toto Subroto. (2001). Pendekatan Keterampilan Taktis Dalam Permainan Bola Voli Konsep & Metode Pembelajaran. Jakarta: Depdiknas. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Olahraga.

2 Baca lebih lajut

S PJKR 0901920 Abstract

S PJKR 0901920 Abstract

Gumelar Abdullah Rizal. 0901920. Perbandingan Pengaruh Pemukul dan Bola Modifikasi dengan Pemukul dan Bola Standar Terhadap Hasil Belajar dalam Permainan Softball. Pembimbing I Drs. Mudjihartono, M.Pd. Pembimbing II Arif Wahyudi, S.Pd.

2 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR MENYUNDUL BOLA MELALUI MODIVIKASI ALAT BANTU PADA SISWA KELAS IV SDN 7 GADINGREJO PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2012

MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR MENYUNDUL BOLA MELALUI MODIVIKASI ALAT BANTU PADA SISWA KELAS IV SDN 7 GADINGREJO PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2012

Dalam pendidikan jasmani terdapat banyak materi olahraga permainan yang diajarkan. Salah satunya yaitu permainan sepak bola. Permainan sepak bola identik dengan berbagai kemampuan dan keterampilan gerak kompleks. Sepintas dapat diamati bahwa dalam bermain bulutangkis harus melakukan gerakan-gerakan seperti lari cepat, berhenti dengan tiba-tiba dan segera bergerak lagi, gerak meloncat, menjangkau, memutar badan degan cepat, melakukan langkah lebar tanpa pernah kehilangan keseimbangan tubuh.

51 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR MENYUNDUL BOLA MELALUI MODIVIKASI ALAT BANTU PADA SISWA KELAS IV SDN 2 BERINGIN RAYA KEMILING BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR MENYUNDUL BOLA MELALUI MODIVIKASI ALAT BANTU PADA SISWA KELAS IV SDN 2 BERINGIN RAYA KEMILING BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Pendidikan jasmani merupakan suatu proses pembelajaran yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan hidup aktif serta sikap sportif melalui kegiatan pendidikan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajaran gerak dasar menyundul bola dalam sepakbola dengan metode pembelajarn

56 Baca lebih lajut

S JKR 1006262 Table of content

S JKR 1006262 Table of content

Ongko Wijoyo, 2015 PENGGUNAAN BOLA MODIFIKASI DAN BOLA STANDAR TERHADAP KESAN SUBJEKTIF SISWA PADA PEMBELAJARAN BOLAVOLI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perp[r]

5 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN GERAK DASAR MENYUNDUL BOLA MELALUI MODIFIKASI ALAT PERMAINAN (BOLA KARET) PADA SISWA KELAS. VIII.A DI SMPN. 22 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

UPAYA MENINGKATKAN GERAK DASAR MENYUNDUL BOLA MELALUI MODIFIKASI ALAT PERMAINAN (BOLA KARET) PADA SISWA KELAS. VIII.A DI SMPN. 22 BANDAR LAMPUNG TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Modifikasi alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bola yang terbuat dari karet yang relatif lebih ringan dan tidak keras. Hal ini dapat memberikan kemudahan bagi anak dalam usahanya menuju gerakan teknik dasar heading seperti yang diharapkan, karena anak dapat mencoba secara berulang ulang melakukan heading tanpa ragu dan rasa takut karena sakit yang ditimbulkan saat menyundul atau mengheading bola.

53 Baca lebih lajut

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR MENGGIRING BOLA MELALUI MODIFIKASI ALAT PADA SISWA KELAS X 2 SMA NEGERI 1 KOTAGAJAH LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011

UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN GERAK DASAR MENGGIRING BOLA MELALUI MODIFIKASI ALAT PADA SISWA KELAS X 2 SMA NEGERI 1 KOTAGAJAH LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2010/2011

yang terjadi pada pembelajaran gerak dasar sepak bola menggiring bola pada siswa kelas X 2 SMA Negeri 1 Kotagajah ketika menggunakan alat permainan dengan menggunakan bola yang standar untuk pemain sepak bola. Peranan dan Fungsi guru penjas yang baik apabila memiliki inisiatif, kreatifitas dan inovatif serta selektif dalam menentukan metode dan penggunaan alat penunjang pelaksanaan proses belajar mengajar yang cocok, fleksibel,

63 Baca lebih lajut

s pgsd penjas 1007945 chapter5

s pgsd penjas 1007945 chapter5

Peningkatan kualitas pembelajaran yang meliputi kinerja guru dan aktivitas siswa, menunjukkan hasil yang nyata, mampu melampaui KKM yang telah ditentukan sebesar 75. Peningkatan pembelajaran gerak dasar bounce pass terbukti dari peningkatan setiap siklus dimana pada siklus I jumlah siswa yang tuntas melakukan gerak dasar bounce pass bola basket adalah 22,5% atau 7 orang, pada siklus II jumlah siswa yang tuntas melakukan gerak dasar bounce pass bola basket meningkat menjadi 58% atau 18 siswa, pada siklus III jumlah siswa yang tuntas kembali meningkat menjadi 96,7% atau 30 siswa dan hanya 1 siswa kelas V dalam pembelajaran gerak dasar bounce pass bola basket yang tidak tuntas, sisanya semua siswa tuntas dalam pembelajaran tersebut.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 9974 documents...