Motor DC shunt

Top PDF Motor DC shunt:

ANALISIS KARAKTERISTIK PENGEREMAN DINAMIS PADA MOTOR DC SHUNT DENGAN PENGUAT SENDIRI

ANALISIS KARAKTERISTIK PENGEREMAN DINAMIS PADA MOTOR DC SHUNT DENGAN PENGUAT SENDIRI

tanpa beban, untuk flywhell itu sendiri pada percobaan ini tidak mempunyai nilai hanya sebagai couple atau beban penggerak dari motor DC Shunt itu sendiri. Dengan kecepatan konstan yang memakai tachometer menunjukkan nilai 2626 rpm, 2618 rpm, 2674 rpm, kemudian arus dari motor tersebut dilepas, dimana nilai dari waktu yang diperoleh untuk menghentikan motor didapat dengan pengereman dinamis selama 05,9 detik, 04,7 detik, dan 03,9 detik yang menggunakan stopwacth, dengan daya saat pengereman berbeban lampu 5 watt, 10 watt, dan 20 watt yang menghasilkan keluaran tegangan dari beban resitif yaitu 13,93 volt, 7,11 volt, dan
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Uji Regeneratif (Uji Hopkinson) Dalam Menentukan Rugi-Rugi Dan Efisiensi Motor DC Shunt (Aplikasi Pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

Uji Regeneratif (Uji Hopkinson) Dalam Menentukan Rugi-Rugi Dan Efisiensi Motor DC Shunt (Aplikasi Pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

Sejumlah energi yang diserap atau terbuang selama proses pengkonversian energi ini dianggap sebagai rugi-rugi di dalam motor DC. Untuk dapat mengetahui nilai rugi-rugi ini, dilakukan suatu pengujian terhadap motor DC tersebut dengan menerapkan metode-metode yang sesuai. Salah satu metode yang paling baik dan mudah dibahas di dalam tugas akhir ini yaitu uji regeneratif (uji hopkinson) yang dilaksanakan pada motor DC shunt untuk

55 Baca lebih lajut

Start Motor Dc Shunt Dan Motor Dc Seri Dengan Thyristor Controller Sesuai Dengan Respon Arus Start

Start Motor Dc Shunt Dan Motor Dc Seri Dengan Thyristor Controller Sesuai Dengan Respon Arus Start

Penulis memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan hikmat yang diberikanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “ START MOTOR DC SHUNT DAN MOTOR DC SERI DENGAN THYRISTOR CONTROLLER SESUAI DENGAN RESPON ARUS START ” . Tugas Akhir ini merupakan syarat untuk menyelesaikan pendidikan Sarjana Strata Satu di Departemen Teknik Elektro, Universitas Sumatera Utara.

76 Baca lebih lajut

Start Motor Dc Shunt Dan Motor Dc Seri Dengan Thyristor Controller Sesuai Dengan Respon Arus Start

Start Motor Dc Shunt Dan Motor Dc Seri Dengan Thyristor Controller Sesuai Dengan Respon Arus Start

Penulis memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan hikmat yang diberikanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul “ START MOTOR DC SHUNT DAN MOTOR DC SERI DENGAN THYRISTOR CONTROLLER SESUAI DENGAN RESPON ARUS START ” . Tugas Akhir ini merupakan syarat untuk menyelesaikan pendidikan Sarjana Strata Satu di Departemen Teknik Elektro, Universitas Sumatera Utara.

14 Baca lebih lajut

Start Motor Dc Shunt Dan Motor Dc Seri Dengan Thyristor Controller Sesuai Dengan Respon Arus Start

Start Motor Dc Shunt Dan Motor Dc Seri Dengan Thyristor Controller Sesuai Dengan Respon Arus Start

Motor listrik adalah mesin yang mengkonversi energi listrik ke energi mekanik. Ketika motor tidak bekerja maka tidak akan ada ggl balik yang dihasilkan pada armatur. Jika tegangan supply diberikan secara penuh pada armatur , armatur akan menyerap arus yang sangat besar karena tahanan armatur yang relatif kecil. Arus yang besar ini akan mentrip fuse dan akan merusak komutator dan sikat motor. Untuk mencegah hal ini, sebuah tahanan tambahan diberikan secara seri pada armatur (sepanjang durasi periode start, misalkan 5 sampai 10 detik) yang akan membatasi arus start ke nilai yang aman. Tahanan starting akan berkurang secara bertahap ketika motor mencapai kecepatan dan menghasilkan ggl balik yang dapat mengatur kecepatannya sendiri. Tugas akhir ini mensimulasikan start Motor DC Shunt dan Motor DC Seri dengan thyristor controller sesuai dengan respon arus start. Hasil yang diperoleh bahwa pada start Motor DC Shunt dan Motor DC Seri dengan menggunakan thyristor controller dapat menurunkan arus start ke nilai yg aman dan mengurangi tahanan starting secara bertahap.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PEMODELAN KARAKTERISTIK MOTOR DC SHUNT, MOTOR DC SERI, DAN MOTOR DC KOMPON MENGGUNAKAN MATLAB SIMULINK

PEMODELAN KARAKTERISTIK MOTOR DC SHUNT, MOTOR DC SERI, DAN MOTOR DC KOMPON MENGGUNAKAN MATLAB SIMULINK

Motor Arus Searah merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik Arus Searah menjadi energi mekanik. Semakin besar beban pada Motor Dc maka putaran motor semakin berkurang dan arus motor semakin bertambah. Dengan Matlab Simulink dapat diketahui bahwa motor dc mempunyai arus start yang konstan, yaitu pada Motor Dc Shunt arus start 92,99 A, Motor DC Seri 1,7 A dan Motor Dc Kompon 92,99 A. Keuntungan melalukan simulasi dengan matlab simulink yaitu ketika terjadi kesalahan dalam pembebanan motor dapat mengetahui karakteristiknya tanpa merusak peralatan, sehingga pemodelan motor arus searah lebih mudah dianalisa.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengaturan Kecepatan Dengan Metode Flux Magnet Dan Metode Ward Leonard Terhadap Efisiensi Pada Motor Dc Shunt

Analisis Perbandingan Pengaturan Kecepatan Dengan Metode Flux Magnet Dan Metode Ward Leonard Terhadap Efisiensi Pada Motor Dc Shunt

Salah satu jenis motor DC berdasarkan rangkaian penguatannya adalah motor DC berpenguatan shunt. Motor DC berpenguatan shunt dikenal dengan kecepatan putar yang konstan dan tidak tergantung pada besaran nilai bebannya. Dengan keuntungan kecepatan yang konstan tersebut, dan juga dengan kapasitas daya yang relatif besar, Motor DC menjadi salah satu pilihan terbaik bagi dunia industri untuk banyak digunakan atau diaplikasikan pada peralatan listrik, misalnya pada penggerak beban mekanik.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Pengaruh Metode Pengaturan Kecepatan Motor DC Menggunakan Pengaturan Tahanan Jangkar Terhadap Efisiensi Motor DC SHUNT

Pengaruh Metode Pengaturan Kecepatan Motor DC Menggunakan Pengaturan Tahanan Jangkar Terhadap Efisiensi Motor DC SHUNT

Selain rugi jatuh tegangan, terdapat juga rugi-rugi sikat yang lain berupa rugi- rugi gesek antara permukaan sikat dengan komutator. Rugi gesek sikat ini sangat kecil sehingga selalu diabaikan dalam perhitungan rugi-rugi motor DC. Pengalaman telah menunjukkan bahwa dari pengujian gesekan sikat yang dibuat di pabrik sebelum permukaan sikat dan komutator menjadi halus karena pengoperasian mesin yang terus menerus, diperoleh hasil yang bervariasi. Namun dari seluruh hasil pengujian tersebut ditetapkan suatu nilai konvensional gesekan sikat tersebut, yang menunjukkan nilai rata-ratanya sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengaturan Kecepatan Dengan Metode Flux Magnet Dan Metode Ward Leonard Terhadap Efisiensi Pada Motor Dc Shunt

Analisis Perbandingan Pengaturan Kecepatan Dengan Metode Flux Magnet Dan Metode Ward Leonard Terhadap Efisiensi Pada Motor Dc Shunt

dan kumparan medan. ……... ……... ……... ……... ……... ……... 13 Gambar 2.8 Rangkaian Ekivalen Motor DC Penguatan Bebas ……. ……... ……... 14 Gambar 2.9 Rangkaian Ekivalen Motor DC Penguatan Shunt …….. ……... ……... 16 Gambar 2.10 Rangkaian Ekivalen Motor DC Penguatan Seri …….. ……... ……... 17 Gambar 2.11 Rangkaian Ekivalen Motor DC Penguatan Kompon Pendek ...……... 18 Gambar 2.12 Rangkaian Ekivalen Motor DC Penguatan Kompon Panjang. ……... 19

14 Baca lebih lajut

Start Motor Dc Shunt Dan Motor Dc Seri Dengan Thyristor Controller Sesuai Dengan Respon Arus Start

Start Motor Dc Shunt Dan Motor Dc Seri Dengan Thyristor Controller Sesuai Dengan Respon Arus Start

2 merusak komutator, sikat motor, dll. Untuk mengurangi arus yang sangat besar ini maka diberikan tahanan tambahan pada Motor DC yang terhubung seri dengan armatur. Tahanan tambahan ini tidak boleh diberikan secara permanan karena dapat menjadi rugi-rugi tambahan dan mengurangi karakteristik torka-speed Motor DC. Maka tahanan tambahan ini harus berkurang seiring dengan kenaikan kecepatan motor dan penambahan ggl balik. Karena itu dibutuhkan metode starting agar motor dapat mengurangi arus start yang sangat besar tersebut.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Studi Pengaturan Kecepatan Motor Dc Shunt Dengan Metode Ward Leonard (Aplikasi Pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

Studi Pengaturan Kecepatan Motor Dc Shunt Dengan Metode Ward Leonard (Aplikasi Pada Laboratorium Konversi Energi Listrik FT-USU)

Motor listrik merupakan perangkat elekromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran. Pada motor arus searah (motor DC) energi listrik yang diubah adalah energi arus searah yang berasal dari sumber tegangan listrik arus searah. Dimana sumber tegangan ini dihubungkan ke kumparan medan dan kumparan jangkar dari motor tersebut. Kumparan medan pada motor DC disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Fungsi motor adalah menghasilkan kopel (torsi).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Pengaturan Kecepatan Dengan Metode Flux Magnet Dan Metode Ward Leonard Terhadap Efisiensi Pada Motor Dc Shunt

Analisis Perbandingan Pengaturan Kecepatan Dengan Metode Flux Magnet Dan Metode Ward Leonard Terhadap Efisiensi Pada Motor Dc Shunt

Motor listrik adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran. Salah satu jenis motor listrik adalah motor arus searah, atau biasa disebut motor DC. Motor DC adalah adalah salah satu jenis motor listrik yang membutuhkan suplai tegangan arus searah pada kumparan medan dan kumparan jangkar untuk diubah menjadi energi mekanik. Kumparan medan atau bagian yang berputar disebut rotor, dan kumparan jangkar atau bagian yang diam disebut stator.

3 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC DENGAN PENGATURAN TAHANAN JANGKAR TERHADAP EFFISIENSI MOTOR DC SHUNT

PENGARUH PENGATURAN KECEPATAN MOTOR DC DENGAN PENGATURAN TAHANAN JANGKAR TERHADAP EFFISIENSI MOTOR DC SHUNT

Suatu mesin listrik berfungsi sebagai motor listrik apabila terjadi proses konversi energi listrik menjadi energi mekanik di dalamnya. Motor DC adalah motor yang memerlukan suplai tegangan searah pada kumparan jangkar dan kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Berdasarkan karakteristiknya, motor arus searah ini mempunyai daerah pengaturan putaran yang luas dibandingkan dengan motor arus bolak-balik, sehingga sampai sekarang masih banyak digunakan pada pabrik-pabrik yang mesin produksinya memerlukan pengaturan putaran yang memiliki banyak variasi.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENGATURAN KECAPATAN MOTOR DC SHUNT DENG

PENGATURAN KECAPATAN MOTOR DC SHUNT DENG

Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dan lain sebagainya. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan atau kipas angin) dan di industri. Motor listrik dalam dunia industri seringkali disebut dengan istilah “kuda kerja” nya industri sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Start Motor Dc Shunt Dan Motor Dc Seri Dengan Thyristor Controller Sesuai Dengan Respon Arus Start

Start Motor Dc Shunt Dan Motor Dc Seri Dengan Thyristor Controller Sesuai Dengan Respon Arus Start

Tahapan pengurangan pada tahanan starting Motor DC Shunt dilakukan dengan cara menentukan jumlah tingkatan tahanan, nilai arus tertinggi, nilai arus terendah. Nilai arus terendah bergantung pada jumlah tingkatan tahan yang telah ditentukan. Hal ini dapat menunjukkan bahwa tingkatan tahanan pada rangkaian

18 Baca lebih lajut

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sensor Cahaya

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sensor Cahaya

Driver motor digunakan untuk mengoprasikan arah putaran maupun kecepatan putaran dari motor DC. Driver motor ini menggunakan IC L298 yang memiliki dua buah rangkaian H-Bridge di dalamnya, sehingga dapat digunakan untuk men-drive dua buah motor DC. Disebut dengan H-Bridge karena memiliki prinsip kerja rangkaian yang terdiri dari 4 saklar menyerupai huruf H. Pengaturan saklar dilakukan untuk mengatur polaritas yang diterima oleh motor DC sehingga arah putar motor dapat berubah. Dapat dilihat pada gambar 2.8 bagaimana prinsip kerja dari arah putaran motor clockwise (CW) pada gambar (a) dan counter clockwise (CCW) pada gambar (b) menggunakan H-Bridge.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB IV MOTOR DC - DC motors-REV02

BAB IV MOTOR DC - DC motors-REV02

resistor in series with the armature to limit the current until E A can build up to limit the armature current. However, this resistor must be removed from the circuit as the motor speed is high since otherwise such resistor would cause losses and would decrease the motor’s torque-speed characteristic.

Baca lebih lajut

SIMULASI SISTEM KENDALI KESTABILAN MOTOR DC MENGGUNAKAN KENDALI PID DAN FUZZY LOGIC CONTROLER (FLC) -

SIMULASI SISTEM KENDALI KESTABILAN MOTOR DC MENGGUNAKAN KENDALI PID DAN FUZZY LOGIC CONTROLER (FLC) -

1. Simulasi kendali Motor DC berhasil dibuat menggunakan Simulink Matlab dan menghasilkan performansi sistem yang cukup baik dengan hasil yaitu waktu naik < 1 sekon, lonjakan < 5 %, waktu penetapan < 2 sekon, dan kesalahan keadaan tunak (SSE) yaitu 0 %, sehingga sesuai dengan desain kriteria yang ditetapkan.

Baca lebih lajut

RANGKAIAN PENYEARAH SETENGAH TERKENDALI TIGA FASA UNTUK PENGENDALIAN KARAKTERISTIK MOTOR ARUS SEARAH SHUNT | Adam | FORISTEK : Forum Teknik Elektro dan Teknologi Informasi 704 2438 2 PB

RANGKAIAN PENYEARAH SETENGAH TERKENDALI TIGA FASA UNTUK PENGENDALIAN KARAKTERISTIK MOTOR ARUS SEARAH SHUNT | Adam | FORISTEK : Forum Teknik Elektro dan Teknologi Informasi 704 2438 2 PB

Abstract-A modern control of electric motor’s speed in an industry needs a variable direct voltage. The variable direct voltage can be supplied by semiconductor devices such as SCR. The output voltage of a SCR rectifier depends on the delay angle of the SCR. The aim of this research is to make a SCR rectifier circuit and applying it for observing the characteristics of a shunt direct current motor. The result shows the circuit can work to demonstrate the shunt motor characteristics.

Baca lebih lajut

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Arduino 2.1.1 Sejarah Arduino

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Arduino 2.1.1 Sejarah Arduino

Motor DC Jenis Compound Motor jenis ini menggunakan lilitan seri dan lilitan shunt, yang umumnya digabung sehingga medan- medannya bertambah secara komulatif. Hubungan dua lilitan ini menghasilkan karakteristik pada motor medan shunt dan motor medan seri. Kecepatan motor tersebut bervariasi lebih sedikit dibandingkan motor shunt, tetapi tidak sebanyak motor seri. Motor dc jenis compound juga mempinyai torsi starting yang agak besar, jauh lebih besar daripada motor jenis shunt, tapi lebih kecil dibandingkan jenis seri. Keistimewaan gabungan ini membuat motor compound memberikan variasi penggunaan yang luas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...