Nilai-Nilai Agama

Top PDF Nilai-Nilai Agama:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penanaman Nilai- nilai Agama dan Moral 1. Pengertian Penanaman Nilai- nilai Agama dan Moral - Ika Wahyuni Wulandari BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Penanaman Nilai- nilai Agama dan Moral 1. Pengertian Penanaman Nilai- nilai Agama dan Moral - Ika Wahyuni Wulandari BAB II

Bercerita dapat menjadi media untuk menyampaikan nilai- nilai agama dan nilai moral yang berlaku dimasyarakat. Seorang pendongeng yang baik akan menjadikan cerita sebagai sesuatu yang menarik dan hidup, keterlibatan anak terhadap dongeng yang diceritakan akan memberikan suasana yang segar, menarik dan menjadi pengalaman yang unik bagi pendengar. Ada bermacam teknik mendongeng antara lain: membaca langsung dari buku cerita, menggunakan ilustrasi suatu buku sambil meneruskan cerita, menceritakan dongeng, bercerita dengan menggunakan boneka, bercerita dengan menggunakan permainan peran, bercerita dari majalah gambar, bercerita melalui rekaman audio.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

MAKALAH PENANAMAN NILAI NILAI AGAMA KEPA

MAKALAH PENANAMAN NILAI NILAI AGAMA KEPA

Taman kanak-kanak merupakan lembaga pendidikan yang pertama, yang keberadaannya sangat stretegis untuk menumbuhkan jiwa keagamaan kepada anak- anak, agar mereka menjadi orang-orang yang kuat, terbiasa dan peduli terhadap segala aturan agama yang telah diajarkan. Dan untuk menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai keagamaan pada diri anak diperlukan berbagai metode dan pendekatan. Salah satu diantara metode dan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dunia anak Taman Kanak-kanak antara lain metode bercakap-cakap dan metode demonstrasi. Tujuan penanaman nilai-nilai keagamaan dari kedua metode tersebut diatnaranya untuk meletakkan dasar-dasar keimanan, kepribadian / budi pekerti yang terpuji dan melatahkan kebiasaan ibadah sesuai dengan kemampuan anak. Dan diharapkan akan muncul suatu dampak positif yang mampu mewarnai pertumbuhan dan perkembangan anak yang bisa berkembang meliputi fisik, akal, pikiran, ahkhlak, perasaan, kejiwaan, estetika dan kemampuan sosialisasinya diwarnai dengan nilai- nilai keagamaan. Hal yang lebih penting lagi dalam rangka mencapai keberhasilan pembentukan kepribadian anak agar mampu terwarnai dengan nilai-nilai agama, maka perlu didukung oleh keteladanan dari orang tua dan guru.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

INTEGRASI NILAI NILAI AGAMA DAN KARAKTER

INTEGRASI NILAI NILAI AGAMA DAN KARAKTER

207 peperangan yang disebabkan konflik keagamaan, pemberontakan, gerakan-gerakan revolusi atau protes, atau tentang diskriminasi hak pada masa lalu. Melalui materi-materi ini mereka diajarkan berpikir secara historis dan mereka terlibat dengan berbagai permasalahan sikap, perasaan, dan perilaku moral yang terabaikan. Proses ini diharapkan akan berdampak yaitu dapat mengembalikan mahasiswa calon guru pada karakter dasarnya sebagai manusia. Karakter dasar manusia terdiri dari: dapat dipercaya, rasa hormat dan perhatian, peduli, jujur, tanggung jawab; kewarganegaraan, ketulusan, berani, tekun, disiplin, visioner, adil, dan punya integritas. Atas dasar itu, maka integrasi nilai-nilai agama ke dalam mata kuliah sains atau umum dengan berpijak kepada nilai- nilai karakter dasar tersebut, yang kemudian dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan lingkungan itu sendiri.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

NILAI NILAI AGAMA DALAM FILM AYAT AYAT CINTA (Analisis Semiotika Nilai Nilai Agama dalam Film Ayat Ayat Cinta)

NILAI NILAI AGAMA DALAM FILM AYAT AYAT CINTA (Analisis Semiotika Nilai Nilai Agama dalam Film Ayat Ayat Cinta)

cxv Film yang menganggkat tentang seorang mahsiswa yang bersekolah di negara Mesir untuk jenjang pasca sarjana, di landa berbagai macam kendala dan cobaan. Pada film Ayat-Ayat Cinta ini, peneliti melihat adanya hal atau tema tertentu yang sangat menarik, tetapi kurang dikupas secara mendalam oleh pembuat film Ayat-Ayat Cinta, seperti menyarankan halnya tentang nilai agama yang terdapat dalam film Ayat-Ayat Cinta yang hanya dibahas sediki saja. Di dalam korpus-korpus saya memasukkan nilai- nilai agama seperti Mendengarkan nasihat orang tua, batas aurat laki-laki, batas aurat perempuan dan masih banyak lagi. Peneliti menyarankan agar supaya tema tersebut dapat dianggkat lebih jelas lagi dalam film, karena Setting film tersebut di landaskan agama yang kuat. Jika masalah nilai agama tersebut diulas lebih jelas dalam film, maka film itu akan menjadi lebih menarik dan berisi.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

KEBIJAKAN ADOPSI NILAI NILAI AGAMA ISLAM

KEBIJAKAN ADOPSI NILAI NILAI AGAMA ISLAM

Agama mempunyai makna penting bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Sejak dahulu nenek moyang mempunyai pandangan bahwa kehidupan tidak hanya kehidupan di dunia melainkan ada kehidupan yang lain sesudahnya, mengenal kepercayaan akan adanya roh-roh, pendeknya mempercayai adanya sesuatu yang dianggap sebagai supra natural. Hal ini merupakan benih-benih sikap keberagaman yang berkembang dan ada hingga kini. Agama berperan penting dan menjadi motivasi ketika bangsa Indonesia berjuang mengusir penjajah dalam rangka mencapai kemerdekaan. Hal tesbut sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga, yang berbunyai: 15
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

d pls 009832 table of content

d pls 009832 table of content

Kajian Pemberdayaan Perempuan dan Nilai-nilai Agama Islam Dalam Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Berbasis Masyarakat ... Nilai-nilai Agama Islam ...[r]

3 Baca lebih lajut

 this  file 374 655 2 PB

this file 374 655 2 PB

Menurut Gus Dur, memang Islam mengundang peranan negara dalam kehidupan kaum muslimin, tetapi Pancasila haruslah didudukan bukanlah menggantikan agama, dan tidak memiliki dimensi keakhiratan. Penjelasan ini satu sisi menimbulkan ketegangan kreatif, karena seakan-akan agama (termasuk Islam) tidak harus patuh kepada Pancasila, tetapi di sisi lain justru Gus Dur melihat perlunya dikembangkan pemikiran untuk mencari nilai-nilai dasar bagi kehidupan bangsa kita. Nilai-nilai dasar itu bisa ditarik dari dua arah: pertama, dari nilai-nilai agama dan kepercayaan, karena ajaran agama akan tetap menjadi referensi umum bagi Pancasila; dan kedua, agama-agama dan kepercayaan harus memperhitungkan eksistensi Pancasila sebagai polisi lalu lintas yang akan menjamin semua pihak bisa menggunakan jalan raya kehidupan bangsa tanpa kecuali. 15
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

S SOS 1006774 Chapter5

S SOS 1006774 Chapter5

a. Pelaksanaan nilai-nilai agama Islam yang berkembang saat ini di kalangan mahasiswa, pada umumnya hanya bertegur sapa dan berjabat tangan maupun melakukan senyum kepada orang lain. Interaksi sosial yang terjadi dalam melaksanakan nilai-nilai agama Islam merupakan suatu hal yang seharusnya dilakukan dan dimiliki oleh para mahasiswa saat ini.

7 Baca lebih lajut

AGAMA DAN PENCERAHAN BUDAYA : INTERNALISASI NILAI- NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA Sazali

AGAMA DAN PENCERAHAN BUDAYA : INTERNALISASI NILAI- NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA Sazali

Bentuk jihad pertama adalah istbatu wujudillah, yaitu menegaskan eksistensi Allah di muka bumi seperti dengan melantun adzan, takbir serta bermacam-macam zikir dan wirid. Bentuk kedua adalah iqomatu syari’atillah, menegakan syariat Allah (baca nilai-nilai agama), seperti sholat, puasa, zakat, haji, nilai-nilai kejujuran, keadilan, kebenaran dan sebagainya. Bentuk ketiga, alqital fi sabilillah, berperang di jalan Allah, artinya yang dibenarkan agama, maka kita baru dibenarkan berperang sesuai dengan rambu-rambu yang ditetapkan Allah. Bentuk keempat, dar’u dlararul ma’shumin musliman kana au dzimiyyan yakni mencukupi kebutuhan dan kepentingan orang yang harus ditanggung (oleh pemerintah) baik itu muslim maupun kafir dzimmi (termasuk orang kristiani, majusi, yahudi serta pemeluk agama-agama lainnya yang bukan menjadi musuh). Cara pemenuhan kebutuhan tersebut menurut penulis kitab tersebut dengan mencukupi sandang, pangan, dan papan, kalau kita implementasikan di negara kita, peranan Bulog, perumnas, pabrik teksil dan sejenisnya jelas menjadi tanggung jawab pemerintah dan wajib dikelola secara adil dan benar untuk memenuhi kepentingan masyarakat Indonesia, jika pemerintah melalaikan tanggung-jawab tersebut maka dapat digolongkan fajir dan lalim yang wajib digulingkan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Index of /ProdukHukum/Sekneg

Index of /ProdukHukum/Sekneg

" Dalam ketentuan ini yang dimaksud dengan “nilai-nilai agama” adalah nilai-nilai yang dianut oleh setiap agama yang mengatur tata hubungan manusia dengan manusia serta lingkungannya.[r]

21 Baca lebih lajut

t pu 0907944 bibiography

t pu 0907944 bibiography

Energi Agama Dalam Kuasa, Merapikan Nilai-Nilai Agama Dalam pemerintahan.. Mengapai hukum berkeadilan.[r]

2 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MORAL DAN AGAMA PADA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA DONGENG ANAK DI PG  SURI  Implementasi Nilai-Nilai Moral Dan Agama Pada Anak Usia Dini Melalui Media Dongeng Anak Di PG Suri Tauladan Banjaran, Taman, Pemalang.

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MORAL DAN AGAMA PADA ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA DONGENG ANAK DI PG SURI Implementasi Nilai-Nilai Moral Dan Agama Pada Anak Usia Dini Melalui Media Dongeng Anak Di PG Suri Tauladan Banjaran, Taman, Pemalang.

Dongeng sebaiknya diterapakn pada materi-materi pelajaran di pendidikan dasar yakni Playgroup, taman kanak-kanak, dan sejenisnya. Terkait dengan penelitian di Playgroup Suri Tauladan maka media dongeng ini harus dikembangkan dengan beberapa dongeng anak khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai moral dan agama mengingat anak usia dini penting untuk dididik masalah moral, sopan santun, dan agama.

10 Baca lebih lajut

View of INSTITUSIONALISASI NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TENGGER DI TENGAH KEPUNGAN AGAMA-AGAMA

View of INSTITUSIONALISASI NILAI-NILAI SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT TENGGER DI TENGAH KEPUNGAN AGAMA-AGAMA

Islam tidak datang ke sebuah tempat dan di suatu masa yang hampa budaya. Dalam ranah ini, hubungan antara Islam dengan anasis-anasir lokal mengikuti model keberlangsungan (al-namūdzaj al-tawashshulī), ibarat manusia yang turun- temurun lintas generasi, demikian juga kawin-mengawini antara Islam dengan muatan-muatan lokal. Di sisi lain, Islam merupakan agama yang berkarakteristik universal, dengan pandangan hidup mengenai persamaan, keadilan, takāful, kebebasan dan kehormatan serta memiliki konsep teosentrisme yang humanistik sebagai nilai inti dari seluruh ajaran Islam. Oleh karenanya selalu menarik menjadikannya tema dalam studi peradaban Islam. Pada saat yang sama, dalam menerjemahkan konsep-konsep langitnya ke bumi, Islam mempunyai karakter dinamis, elastis dan akomodatif dengan budaya lokal, selama tidak bertentangan
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Perubahan hubungan militer dengan umat Islam di Indonesia Periode 1990-1998

Perubahan hubungan militer dengan umat Islam di Indonesia Periode 1990-1998

Dalam tataran pandangan demokrasi, kekuasaan yang dikendalikan oleh militer akan terpuruk ke dalam system otoriter. Oleh sebab itu, militer dengan system komandonya merupakan dunia yang berdiri secara diametral dengan demokrasi. Selama ada kekuasaan militer maka selama itu pula demokrasi akan lumpuh. Di Indonesia, sejak bergulirnya tuntutan demokrasi dan penghargaan terhadap hak asasi manusia yang dihembuskan oleh Negara maju bergulir seiring dengan berakhirnya perang dingin. Tuntutan demokrasi yang begitu kuat telah memaksa berbagai Negara untuk menata diri dan menyesuaikan dengan arus perubahan besar itu termasuk Indonesia, yaitu adanya perubahan yang lebih baik di dalam institusi militer. Perubahan yang terjadi adalah berkurangnya keterlibatan militer dalam persoalan politik serta wilayah intervensi militer terhadap wilayah sipil mulai menyempit. 6 Di Institusi militer semakin banyak generasi-generasi baru yang lahir dari lembaga pendidikan formal seperti Akabri, Akmil. Kemunculan generasi baru ini membawa perubahan dinamika politik militer, hal ini dikarenakan dalam dunia pendidikan militer terdapat factor kognitif dan afektif sama seperti institusi pendidikan universitas yang bisa mempengaruhi pola tingkah laku dan sikap setiap individu. Banyak nilai-nilai kepemimpinan yang diajarkan dalam pendidikan Akabri/Akmil baik itu nilai-nilai budaya lokal Jawa
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Pendidikan karakter dalam perspektif sains dan religi.

Pendidikan karakter dalam perspektif sains dan religi.

Beberapa nilai sikap yang dituntut dalam belajar sains dan dalam praktikum sains juga dapat dibantukan kepada siswa untuk dilatih, dikembangkan, dan dipraktikan dalam kehidupan mereka. Beberapa sikap itu antara lain: jujur dalam mencatat data waktu praktikum; jujur dalam mengerjakan soal dan pekerjaan rumah; disiplin dalam mengerjakan soal dan mengerjakan PR dengan mengumpulkan tepat waktu; teliti dalam mengerjakan persoalan sehingga dapat mengerjakan dengan benar; tidak mencontek dalam ulangan dan juga dalam membuat laporan praktikum; bertahan dalam mengerjakan soal yang sulit; bertekun dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Semua nilai sikap baik ini oleh guru perlu sering ditekankan, sehingga siswa memang menangkap, menggeluti, dan mempraktekkan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PKBM Sosiologi 10 01

PKBM Sosiologi 10 01

Memperdalam nilai agama yang dianutnya dan menghormati agama lain - Memahami dan memperdalam nilai agama yang dianutnya dan menghormati agama lain Mensyukuri keberadaan diri dan kebera[r]

27 Baca lebih lajut

Implementasi Nilai nilai Moral dan Agama

Implementasi Nilai nilai Moral dan Agama

tiga aspek yaitu, moral knowing, moral feeling, dan moral behavior , yang satu sama lain saling berhubungan dan terkait. Lickona menggarisbawahi pemikiran Novak. Ia berpendapat bahwa pembentukan karakter/watak anak dapat dilakukan melalui tiga kerangka pikir, yaitu konsep moral ( moral knowing ), sikap moral ( moral feeling ), dan prilaku moral ( moral behavior ). Dengan demikian, hasil pembentukan sikap karekter anak pun dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral. Pemikiran Lickona ini mengupayakan dapat digunakan untuk membentuk watak anak, agar dapat memiliki karakter yang baik. Oleh karena itu, materi tersebut harus menyentuh tiga aspek teori (Lickona, 1992), seperti berikut. Konsep moral ( moral knowing ) mencakup kesadaran moral ( moral awarness ), pengetahuan nilai moral ( knowing moral value ), pandangan ke depan ( perspective talking ), penalaran moral (r easoning ), pengambilan keputusan ( decision making ), dan pengetahuan diri ( self knowledge ). Sikap moral ( moral feeling ) mencakup kata hati ( conscience ), rasa percaya diri ( self esteem ), empati ( emphaty ), cinta kebaikan ( loving the good ), pengendalian diri ( self control ), dan kerendahan hati ( and huminity ). Prilaku moral ( moral behavior ) mencakup kemampuan ( compalance ), kemauan ( will ) dan kebiasaan ( habbit ).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

NILAI-NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM Sri Mawarti Pengawas Sekolah di Kota Pekanbaru puslit.lppmuin-suska.ac.id Abstrak - NILAI-NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM

NILAI-NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM Sri Mawarti Pengawas Sekolah di Kota Pekanbaru puslit.lppmuin-suska.ac.id Abstrak - NILAI-NILAI PENDIDIKAN TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM

Untuk mengatasi persoalan seperti itu, pendidikan agama Islam melalui ajaran aqidahnya, perlu menekankan pentingnya “persaudaraan” umat beragama. Pelajaran aqidah, bukan sekedar menuntut pada setiap peserta didik untuk menghapal sejumlah materi yang berkaitan denganya, seperti iman kepada Allah swt, nabi Muhamad saw, dll. Tetapi sekaligus, menekankan arti pentingnya penghayatan keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Intinya, aqidah harus berbuntut dengan amal perbuatan yang baik atau akhlak al-Karimah pada peserta didik. Memiliki akhlak yang baik pada Tuhan, alam dan sesama umat manusia.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

64 penanaman nilai nilai karakter peserta didik melalui pendidikan agama di sekolah

64 penanaman nilai nilai karakter peserta didik melalui pendidikan agama di sekolah

juga mengasah kalbu (hati) mahasiswa yang menunjang peningkatan iman, takwa, dan akhlaknya. Atas dasar inilah maka visi mata kuliah PA di PTU adalah menjadikan ajaran agama sebagai sumber nilai dan pedoman yang mengantarkan mahasiswa dalam mengembangkan profesi dan kepribadian religius. Sedang misi mata kuliah PA di PTU adalah terbinanya mahasiswa yang beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlak mulia, serta menjadikan ajaran agama sebagai landasan berpikir dan berperilaku dalam pengembangan profesi (M. Abduh Malik dkk., 2009: ix). Berdasarkan visi dan misi tersebut, maka kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan PA adalah: 1) menguasai ajaran agamanya dan mempu menjadikannya sebagai sumber nilai dan pedoman serta landasan berpikir dan berperilaku dalam menerapkan ilmu dan profesi yang dikuasainya; dan 2) menjadi “intellectual capital” yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian religius.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects