Pembagian kelas

Top PDF Pembagian kelas:

PEMBAGIAN KELAS HOMOGEN MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING | Nurhayadi | AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika 7157 23793 1 PB

PEMBAGIAN KELAS HOMOGEN MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING | Nurhayadi | AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika 7157 23793 1 PB

Seorang siswa memiliki nilai tinggi pada pelajaran matematika dan nilai yang rendah pada pelajaran IPS dapat berada dalam satu kelas dengan seorang siswa yang memiliki nilai rendah pada pelajaran matematika dan memiliki nilai tinggi pada pelajaran IPS apabila jumlah nilainya relatif sama, sebagaimana ditujukkan dalam kelas B dan kelas C. Maka ada kelas yang di dalamnya terdapat siswa yang memiliki nilai matematika tinggi dan rendah, yang artinya heterogen untuk mata pelajaran matematika. Hal ini berarti pembentukan kelas homogen kurang berhasil. Kelas homogen yang terbentuk hanya kelas A dan kelas D. Sedangkan kelas B dan kelas C sebenarnya adalah heterogen. Agar didapat kelas yang seluruhnya homogen, maka diperlukan suatu cara lain untuk melakukan pembagian kelas.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Manajemen Pembagian Kelas Untuk Siswa Ba

Manajemen Pembagian Kelas Untuk Siswa Ba

Setiap tahun ajaran baru Sekolah MTs Serba Bakti Suryalaya membuka pendaftaran untuk siswa atau siswi yang ingin masuk ke sekolah tersebut, tentu saja sekolah ini akan melakukan pengolahan data siswa, pengurutan berdasarkan nilai, dan pembagian kelas. Dalam membagi siswa ke tiap-tiap kelas terkadang terjadi kesalahan dalam pembagian atau sering terjadi duplikasi data siswa pada kelas yang berbeda, pembagian mengikuti peringkat juga tidak sepenuhnya dilakukan dengan benar.

4 Baca lebih lajut

PEMBAGIAN KELAS MAHASISWA BARU SEMESTER

PEMBAGIAN KELAS MAHASISWA BARU SEMESTER

PEMBAGIAN KELAS MAHASISWA BARU SEMESTER GANJIL TA.[r]

1 Baca lebih lajut

Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materi pembagian kelas II SD Kanisius Kenalan Magelang.

Implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materi pembagian kelas II SD Kanisius Kenalan Magelang.

hanya melihat transferabilitas sebagai kemungkinan. Transferabilitas bergantung pada orang yang ingin mentransfer hasil penelitian pada konteks yang berbeda, orang tersebut bertanggung jawab untuk membuat keputusan tentang bagaimana transfer dilakukan sesuai dengan situasi atau keadaan masing-masing (Emzir, 2010:80). Dari penjelasan di atas, tingkat transferabilitas hasil penelitian tentang implementasi alat peraga pembagian berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika materi pembagian kelas II SD Kanisius Kenalan Magelang, yaitu dapat diterapkan di tempat lain, selama sesuai dengan permasalahan dan keadaan yang ada.
Baca lebih lanjut

253 Baca lebih lajut

Pembagian Kelas TPB Sem Gasal 2017 2018

Pembagian Kelas TPB Sem Gasal 2017 2018

Hidayat Nursiddieq FKIP S1 Pend.[r]

31 Baca lebih lajut

Pembagian Kelas Bahan Penyekat (1)

Pembagian Kelas Bahan Penyekat (1)

Yaitu bahan berserat dari kelas Y yang telah dicelup dalam pernis aspal atau kompon, minyak trafo, email yang dicampur dengan vernis dan poliamil atau yang terendam dalam cairan dielektrikum (seperti penyekat fiber pada transformator yang terendam minyak). Bahan -bahan ini adalah katun, sutera, dan kertas yang telah dicelup, termasuk kawat email (enamel) yang terlapis damar-oleo dan damar-polyamide.

5 Baca lebih lajut

PEMBAGIAN KELAS DEAL TP 2017 2018

PEMBAGIAN KELAS DEAL TP 2017 2018

FATIH L 18 MUAMMAR YASIR AL HAQ L 19 MUHAMMAD ABDULLAH AZZAM L 20 MUHAMMAD AKBAR RAHMAWAN L 21 MUHAMMAD ARKAN AL-FATIH L 22 MUHAMMAD JUNDI MUBAROK L 23 MUHAMMAD NICHO PRAWIRA L 24[r]

18 Baca lebih lajut

PENGUMUMAN PEMBAGIAN KELAS XI TAHUN 2015

PENGUMUMAN PEMBAGIAN KELAS XI TAHUN 2015

N o NAMA SISWA 1 ADE FIRMAN 2 ADITYA AJI PRADANA 3 AQILLA HAYA MELLIANY 4 BELLA SAFITRI 5 CINDY GISELA ROS 6 DELA FATIA SHAFNAYASA 7 DEVIANUS BAMBANG 8 DIAH ATIKASARY 9 ERNAWATI 10[r]

4 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Di SMP Negeri 30 Bandung

Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Di SMP Negeri 30 Bandung

Gambaran umum sistem yang diusulkan pada proses perancangan sistem ini adalah sistem dapat memperbaiki sistem informasi akademik yang telah berjalan. Dan sistem dapat mempermudah setiap proses yang dibutuhkan oleh sekolah. Proses yang dimaksud adalah mengolah data master, mengelola penjadwalan, mengelola data absensi siswa, mengelola pembagian kelas, mengolah nilai siswa sampai dengan laporan-laporan. Sistem ini diharapkan bisa mengefesiensikan waktu dalam mengolah data akademik siswa di SMP Negeri 30 Bandung ini. Dan yang terpenting adalah dapat menghasilkan informasi yang cepat, tepat dan akurat.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - STUDI KOMPARASI MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PAI PROGRAM SISTEM KREDIT SEMESTER REGULER DAN SISTEM KREDIT PERCEPATAN DI SMA N 1 KUDUS - STAIN Kudus Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - STUDI KOMPARASI MOTIVASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PAI PROGRAM SISTEM KREDIT SEMESTER REGULER DAN SISTEM KREDIT PERCEPATAN DI SMA N 1 KUDUS - STAIN Kudus Repository

Ciri yang lain dari Sistem Kredit Semester (SKS) adalah adanya sistem moving class, dimana ada kelas yang di desain khusus sesuai karateristik mata pelajaran, sehingga siswa bisa fokus dalam memahaminya. Jadi ada pembagian- pembagian kelas, dimana setiap pelajaran itu, siswa datang pada kelas tersebut. 10 Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah menyusun “ Panduan Penyelenggaraan SKS untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/MA/SMK )”. 11
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akademik Di SMA Negeri 12 Bandung Berbasis Web

Sistem Informasi Akademik Di SMA Negeri 12 Bandung Berbasis Web

1. Belum adanya sistem yang mampu mengintegrasikan antara file-file setiap komputer dalam membuat pembagian kelas, penjadwalan, dan penilaian dikarenakan program pengolahan data masih menggunakan Microsoft Office Excel dan Microsoft Ofice Word, masih terpisah antara satu komputer dengan komputerlainnya. Sehingga dalam pencarian datanya masih memerlukan waktu yang cukup lama.

50 Baca lebih lajut

Sumber : Djaenudin et al. (2011)

Sumber : Djaenudin et al. (2011)

Gambar flowchart SPKK Lahan Mulai Pengumpulan Data Penentuan Kelas S1 Tanaman Pembagian Kelas Karakteristik Lahan dan Tanaman Pencocokan Antar Atribut Berdasarkan Kelas Perkalian a[r]

11 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA DENGAN KINERJA GABUNGAN KELOMPOK TANI (Suatu Kasus di Gapoktan Kopi Arjuna, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat) | Mustika | Mimbar Agribisnis 341 2968 1 PB

HUBUNGAN TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA DENGAN KINERJA GABUNGAN KELOMPOK TANI (Suatu Kasus di Gapoktan Kopi Arjuna, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat) | Mustika | Mimbar Agribisnis 341 2968 1 PB

Besar range untuk tiap kelas yang diteliti adalah: Range = = = 23,33= 23 Sehingga pembagian kelas berdasarkan pengukuran tingkat partisipasi anggota adalah: a 50–83 : Kategori tidak[r]

19 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN APLIKASI PENGELOLAAN NILAI RAPOR PADA SMA MUHAMMADIYAH 2 SIDOARJO

RANCANG BANGUN APLIKASI PENGELOLAAN NILAI RAPOR PADA SMA MUHAMMADIYAH 2 SIDOARJO

Gambar 7. Diagram Blok Penilaian Proses mengelola siswa digunakan untuk menentukan pembagian kelas untuk masing-masing siswa untuk setiap periode atau tahun ajaran, dimana setiap kelas memiliki satu wali kelas. Proses ini membutuhkan data kelas, siswa dan guru dan akan menghasilkan daftar pembagian siswa per kelas setiap periode atau tahun ajaran.

7 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Di SM Al Ihsan Batujajar Kabupaten Bandung Barat

Sistem Informasi Akademik Berbasis Web Di SM Al Ihsan Batujajar Kabupaten Bandung Barat

Dalam proses akademik yang berjalan di SMK dan semakin banyaknya siswa yang bersekolah di SMK tersebut. Maka dibutuhkan proses yang dapat menunjang untuk mendapatkan output yang diinginkan dan berbanding dengan jumlah guru semakin banyak siswa maka jumlah guru dan kelas pun harus di tambah untuk menunjang proses belajar mengajar. Dalam proses akademik, Kebutuhan terhadap informasi yang berkualitas tersebut di rasakan oleh SMK Al-ihsan. Dengan perkembangan yang pesat tentu saja sekolah tersebut membutuhkan sebuah sistem yang efektif untuk menunjang kinerja proses akademik yang berjalan. akan tetapi masih banyak kendala seperti dalam hal pembagian kelas, pengelolaan penilaian raport, pengelolaan tugas dan pengelolaan quis. Diharapkan informasi maupun nilai dengan mudah diakses diamanpun dan kapan pun, dalam pembagian dapat terjadi masuknya data siswa yang sama dan jika terjadi maka diharuskan mengatur data siswa dengan jumlah siswa kelas yang ada karena dilakukan hanya dengan pencatatan, dari segi penilaian raport dan penyampaian raport dirasa masih kurang efisien karena hanya dilakukan dengan pencatatan dan penghitungan nilai yang belum terkomputerisasi maka sering terjadi kesalahan penghitungan dan kesalahan pencatatan serta nilai rapot hanya dapat diakses dari buku rapot. dalam segi pengelolaan tugas hanya dapat dilakukan pada saat pengajaran berlangsung. Dalam pengelolaan kuis dan penilaian kuis atau latihan hanya dapat berlangsung saat proses belajar mengajar berlangsung dan masih seringnya terjadi kesalahan penilaian. Melalui kegiatan penelitian ini yakni “SISTEM INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB DI SMK AL IHSAN BATUJAJAR KABUPATEN BANDUNG BARAT “ diharapkan dapat menjadi solusi ataupun masukan alternatif terhadap permasalahan-permasalahan yang ada SMK Al Ihsan Batujajar yang berkaitan dengan akademik dan diharapkan dengan penelitin ini SMK Al Ihsan Batujajar dapat berkembang.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

CONTOH PROPOSAL P T K (1)

CONTOH PROPOSAL P T K (1)

Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Tahap Penelitian Tindakan Kelas terdiri atas (1) Persiapan program (Planning), (2) Pelaksanakan tindakan (Action), (3) Pengamatan kegiatan pembelajaran (Observation), (4) Evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran (Evaluation), dan (5) Refeksi (Reflection) dalam setiap siklus dengan berpatokan pada refeksi awal.

10 Baca lebih lajut

gender islam dan modernisme

gender islam dan modernisme

Kita dapat mengaitkan gender dan pembentukan kelas-kelas makmur dalam masyarakat kontemporer Asia dengan memperhatikan kembali pembagian wilayah yang dikenal sebagai wilayah publik dan privat, terutama penekanan kembali ideologi keluarga dan domestikasi serta hubungannya dengan kerja perempuan di luar rimah. Namun kita perlu menjernihkan terlebih dahulu penggunaan konsep privat dalam konteks ini. Para pemikir femini Euro-Amerika menunjukkan bahwa wacana politik Barat yang berlangsung selama ini sangat maskulin. Mereka khususnya bersikap krisis terhadap pemikiran politis yang memilah masyarakat atas wilayah publik dan privat dan memperlakukan pemilahan itu sebagai sesuatu yang seakan-akan berlaku universal, suatu ruang sosial yang nyata. (Moore, 1988). Sekalipun garis besar pemilahan kedua wilayah ini dilihat berfariasi secara historis (Eelshtain, 1981), konseptualisasi yang ada umumnya secara ideologis menempatkan perempuan ke wilayah privat, tidak terlihat, berada di luar politik, dengan pengandaian bahwa peran perempuan sebagai alat reproduksi biologis dan pekerja domestik akan menjauhkan perempuan dari peran-peran lebih berarti di masyarakat. Pandangan ini mengakibatkan peminggiran dan peremehan hal-hal yang merupakan bagian kepedulian perempuan. Selain itu pembagian publik/privat menurut pola laki-laki ini sangat etno-sentris, mencerminkan gagasan mengenai pemilahan yang dibentuk dan dielaborasikan menurut perkembangan modernitas Barat.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...