Pengolahan Kopi Robusta (Coffea canephora)

Top PDF Pengolahan Kopi Robusta (Coffea canephora):

Fermentasi Kering dengan Modifikasi Ragi Kopi Luwak dan Ragi Roti pada Pengolahan Kopi Robusta (Coffea canephora)

Fermentasi Kering dengan Modifikasi Ragi Kopi Luwak dan Ragi Roti pada Pengolahan Kopi Robusta (Coffea canephora)

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada peneliti atas terlaksananya kegiatan penelitian dengan judul ” Fermentasi Kering dengan Modifikasi Ragi Kopi Luwak dan Ragi Roti pada Pengolahan Kopi Robusta (Coffea canephora) ” . Karya Tulis Ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam penyelesaian program pendidikan sarjana di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

16 Baca lebih lajut

FERMENTASI KERING DENGAN MODIFIKASI RAGI KOPI LUWAK DAN RAGI ROTI PADA PENGOLAHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora)

FERMENTASI KERING DENGAN MODIFIKASI RAGI KOPI LUWAK DAN RAGI ROTI PADA PENGOLAHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora)

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada peneliti atas terlaksananya kegiatan penelitian dengan judul ” Fermentasi Kering dengan Modifikasi Ragi Kopi Luwak dan Ragi Roti pada Pengolahan Kopi Robusta (Coffea canephora) ” . Karya Tulis Ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam penyelesaian program pendidikan sarjana di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

16 Baca lebih lajut

ANALISIS RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN) KOPI RAKYAT DI KABUPATEN JEMBER

ANALISIS RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN) KOPI RAKYAT DI KABUPATEN JEMBER

Buah hijau dan kuning, difermentasi dengan cara kering, yakni hasil gilingan ditumpuk (digundukkan) di tempat teduh dan ditutup karung atau plastik. Fermentasi cara basah dilakukan dengan merendam hasil gilingan di dalam bak dengan air mengalir. Perendaman dilakukan selama 12 jam sambil terus diaduk agar pulp (kulit buah) megapung dan hanyut, sementara biji kopinya tertinggal di dasar bak. Fermentasi sederhana, dilakukan dengan merendam hasil gilingan dengan air bersih yang terus menerus mengalir. Bisa juga perendaman dilakukan menggunakan air yang tidak mengalir, namun tiap 1,5 jam air harus diganti. Keterlambatan penggantian air akan mengakibatkan aroma kopi menjadi berubah. Setelah perendaman dan fermentasi kering selama 12 jam, kopi dijemur dibawah terik matahari. Hasil perendaman basah sudah berupa biji kopi yang bersih dari pulp, namun masih tertutup oleh kulit biji dengan warna putih kekuningan. Sementara hasil fermentasi kering berupa biji yang masih tercampur dengan pulp hingga warnanya coklat gelap. Dalam kondisi panas terik optimal, penjemuran dilakukan selama tiga sampai enam hari sampai kadar air mencapai 14%.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Kopi pada Kelompok Usaha Bersama Robusta Akur di Kabupaten Temanggung

Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Kopi pada Kelompok Usaha Bersama Robusta Akur di Kabupaten Temanggung

Penelitian mengenai analisis kelayakan usaha pengolahan kopi yang membahas aspek teknis antara lain pernah dilakukan oleh Sihombing (2011) dan Herdiyanti (2013). Penelitian yang dilakukan oleh Sihombing (2011) berjudul Studi Kelayakan Pengembangan Usaha Pengolahan Kopi Arabika (Studi Kasus PT. Sumatera Specialty Coffees) sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Herdiyanti (2013) berjudul Perancangan Awal dan Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Biji Kopi di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Kedua peneliti tersebut menganalisis lokasi usaha dan proses produksi. Lokasi usaha pada penelitian Sihombing (2011) terletak di dua tempat yaitu di Siborongborong dan Brastagi. Pabrik yang terletak di Siborongborong sebagai penyedia bahan baku biji kopi dan mengolahnya menjadi biji kopi hijau kering, selanjutnya dikirim ke pabrik yang terletak di Brastagi untuk disortir dan dipasarkan. PT. SSC didirikan di Siborongborong dengan pertimbangan bahwa daerah Taput merupakan wilayah sentra penghasil kopi arabika. Mendirikan pabrik dekat dengan pusat bahan baku diharapkan lebih menguntungkan karena biaya transportasi semakin berkurang. Selain itu, kopi-kopi dari daerah Toba Samosir, Samosir, Simalungun, Dairi, Karo, Humbang Hasudutan dan Madina masuk ke PT. SSC Siborongborong karena letak pabrik ini cukup strategis berada di lintas timur menuju Medan. Sama halnya dengan pabrik yang berlokasi di Brastagi juga cukup strategis karena pabrik inilah yang menampung biji kopi hijau kering hasil pengolahan koperasi-koperasi yang berada di kawasan daerah tersebut yang kemudian di proses. Selain itu, melalui Brastagi ke pelabuhan Belawan akses perjalanannya cukup baik yang memudahkan perusahaan ini dalam pengiriman barang. Penelitian yang dilakukan Herdiyanti (2013) berjudul Perancangan Awal dan Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Biji Kopi di Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Lokasi penelitian yang dipilih yaitu Desa Makmur Sentosa, Desa Pondok Gajah, dan Desa Sidodadi Kabupaten Bener Meriah. Baik Sihombing maupun Herdiyanti, usaha yang diteliti mengenai biji kopi hijau kering.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI SISTEM NILAI CACAT (DEFECT SYSTEM) PADA BIJI KOPI ROBUSTA HASIL PROSES PENGOLAHAN KERING DAN SEMI BASAH (STUDI KASUS PENGOLAHAN METODE SEMI BASAH DI JEMBER DAN PENGOLAHAN METODE KERING DI BANYUWANGI DAN MALANG)

IMPLEMENTASI SISTEM NILAI CACAT (DEFECT SYSTEM) PADA BIJI KOPI ROBUSTA HASIL PROSES PENGOLAHAN KERING DAN SEMI BASAH (STUDI KASUS PENGOLAHAN METODE SEMI BASAH DI JEMBER DAN PENGOLAHAN METODE KERING DI BANYUWANGI DAN MALANG)

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Implementasi Sistem Nilai Cacat (Defect System) Pada Biji Kopi Robusta Hasil Proses Pengolahan Kering dan Semi Basah (Studi Kasus Pengolahan Metode Semi Basah di Jember dan Pengolahan Metode Kering di Banyuwangi dan Malang)” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi mana pun, dan bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

LM Tahun 2013 Setelah Audit

LM Tahun 2013 Setelah Audit

Pengembangan produk hilir untuk Kopi Banaran, Teh Kaligua, Teh Semugih, Gula 9 dan Sirup Pala 9 difokuskan pada efisiensi biaya terutama harga pokok penjualan (HPP) untuk memperoleh harga jual yang kompetitif, memperlancar distribusi pengiriman barang dan promosi produk melalui media internet, brosur, leaflet serta mengikuti event- event pameran untuk mengembangkan pemasaran dan meningkatkan penjualan, serta bekerjasama dengan pihak III sebagai distributor produk hilir.

120 Baca lebih lajut

BAEP   PENGADAAN KOPI ROBUSTA

BAEP PENGADAAN KOPI ROBUSTA

1. Sumber Benih tidak berasal dari blok penghasil tinggi yang ditetapkan oleh Instansi terkait seperti yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan 1. Surat Keterangan Hasil Uji Laboratorium Terhadap Benih Kopi menyatakan bahwa Benih Kopi tidak memenuhi standar mutu

3 Baca lebih lajut

SEJARAH UD. TANPAK KOPI ROBUSTA SIDIKALANG (1987-2014).

SEJARAH UD. TANPAK KOPI ROBUSTA SIDIKALANG (1987-2014).

Kecamatan Sidikalang merupakan salah satu wilayah yang berada dalam kelembapan rendah, karena berada dalam dataran tinggi. Di daerah ini suhu udara cukup dingin, dalam kata lain daerah ini termasuk dalam salah satu wilayah yang paling dingin di Sumatera Utara. Pada umumnya Sidikalang berada pada ketinggian rata-rata 700 s.d. 1.100 m di atas permukaan laut (dpl) cocok untuk tanaman kopi. Kecamatan Sidikalang merupakan daerah yang mengandalkan sektor pertnian, karena masyarakat Kecamatan Sidikalang kebanyakan menjalankan usaha tani kecil. Usaha tani kecil yang mengolah lahan yang terbatas itu menggunakan semua atau sebagian besar tenaga keluarganya sendiri dalam kesatuan usaha ekonomi yang mandiri. Ulrich Planck (1990:26)
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Perbandingan Pengaruh Kafein dalam Kopi Luwak Robusta dan Kopi Robusta terhadap Tekanan Darah pada Laki-Laki Dewasa.

Perbandingan Pengaruh Kafein dalam Kopi Luwak Robusta dan Kopi Robusta terhadap Tekanan Darah pada Laki-Laki Dewasa.

Hasil percobaan menunjukkan bahwa rerata tekanan darah sistolik dan diastolik sesudah mengonsumsi kopi Robusta dan kopi Luwak Robusta lebih tinggi dibandingkan tekanan darah rerata sebelum mengonsumsi kopi Robusta dan kopi Luwak Robusta (p<0,01), serta pemberian kopi Luwak Robusta meningkatkan tekanan darah sistolik dan diastolik lebih rendah daripada kopi Robusta (p<0,01).

17 Baca lebih lajut

INTEGRASI SIG DAN SPKL UNTUK EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KOPI ROBUSTA DAN ARAHAN PENGEMBANGAN PERTANIAN DI KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN

INTEGRASI SIG DAN SPKL UNTUK EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KOPI ROBUSTA DAN ARAHAN PENGEMBANGAN PERTANIAN DI KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN

Untuk meningkatkan hasil produksi berdasarkan kesesuaian lahannya diperlukan perbaikan terhadap faktor pembatas, seperti bahaya erosi yang tinggi (eh1) maka menerapkan teknik-teknik konservasi tanah dan air seperti membuat teras dan menanam searah kontur untuk mencegah erosi. Kementan (2014) dalam Pedoman Teknis Budidaya Kopi yang Baik mengemukakan bahwa Erosi ditenggarai merupakan penyebab utama degradasi, utamanya pada areal yang kemiringannya cukup tinggi. Pada tanah yang kemiringannya cukup tinggi terjadi aliran permukaan yang menyebabkan terjadinya erosi, sehingga perlu diupayakan pencegahan terhadap erosi. Lereng lapangan kurang dari 8% tidak perlu teras, hanya perlu rorak. Lereng lapangan lebih dari 8% perlu dibuat teras bangku kontinu/teras sabuk gunung dan rorak. Apabila kemiringan lahan lebih dari 45% sebaiknya tidak dipakai untuk budidaya tanaman kopi dan digunakan untuk tanaman kayu-kayuan atau sebagai hutan cadangan/hutan lindung. Kemampuan tanah untuk menahan hara yang relatif rendah karena pengaruh pH tanah (nr3) maka diperlukan pemberian kapur dan penambahan bahan organik, untuk meningkatkan kemampuan retensi hara. Menurut Aditiyas (2012) mengemukakan bahwa nilai derajat keasaman tanah (pH) penting untuk menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap tanaman. Reaksi tanah sangat mempengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman, pada reaksi tanah yang netral yaitu pH 6,5–7,5, maka unsur hara tersedia dalam jumlah yang cukup banyak (optimal), pada pH tanah kurang dari 6,0 maka ketersediaan unsur unsur fosfor, kalium, belerang, kalsium dan magnesium menurun, sedangkan pH tanah lebih dari 8,0 akan menyebabkan unsur nitrogen, besi, mangan, borium, tembaga dan seng ketersediaan nya menjadi sedikit. Salah satu kaptan (kapur pertanian) yang umum banyak digunakan dalam pertanian adalah kalsit (CaCO 3 ). Menurut Mariana (2012) dalam hasil
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Bibit Kopi Robusta dan Bibit Kopi Arabik

Bibit Kopi Robusta dan Bibit Kopi Arabik

Tidak bisa di pungkiri bahwa menanam Kopi Arabika ini membutuhkan perawatan dan penanganan lebih sejak mulai tanam sampai kopi mampu untuk berbuah hingga panen. Hal ini lebih dikarenakan varietas kopi ini sangat rentan dengan serangan berbagai jenis penyakit. Dan jika cuaca tidak

11 Baca lebih lajut

Formulasi Kopi Ginseng (Pfaffia paniculata) Cepat Saji dengan Komposisi Kopi Robusta Pupuan, Dampit dan Lampung ,

Formulasi Kopi Ginseng (Pfaffia paniculata) Cepat Saji dengan Komposisi Kopi Robusta Pupuan, Dampit dan Lampung ,

Sebagai negara penghasil kopi terbesar no 4 di dunia, harga biji kopi Indonesia sangat tergantung pasaran luar negeri. Maka perlu upaya diversifikasi dan pengembangan produk sekunder, sehingga memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, pengembangan industri terkait dan peningkatan konsumsi dalam negeri. Salah satu diversifikasi produk adalah kopi ginseng cepat saji (instant). Citarasa produk sangat dipengaruhi oleh asal (origin) dan mutunya. Perlu pengujian formulasi kopi ginseng cepat saji menggunakan uji organoleptik kesukaan (hedonic test). Biji kopi diambil dari kopi robusta Bali (Pupuan), kopi Jawa (Dampit) dan kopi Lampung sebagai pusat produksi kopi di Indonesia. Sedangkan bahan komposit diambil dari jenis ginseng Brazilia (Pfaffia paniculata). Ginseng jenis ini umur panen akarnya lebih cepat yaitu hanya 5 – 6 bulan dibanding ginseng dari Korea atau China (jenis Panax spp) yang dipanen setelah umur 3 - 4 tahun. Produk dibuat cepat saji (Instan) dengan sistem aglomerasi dengan alat kristalisator. Penelitian disusun menurut rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor A asal kopi dan faktor B jumlah ginseng. Hasil penelitian menunjukkan formulalsi tergantung asalan (origin) dan mutu bahan baku dan khusus (formulasi yang paling baik) untuk kopi Lampung dengan proporsi : 93 kopi dan 7 ginseng, Dampit: 97 kopi dan 3 ginseng atau 91 kopi dan 9 ginseng, Bali : 99 kopi dan 1 ginseng atau 91 kopi dan 9 ginseng. Formulasi untuk peminum kopi : 97 kopi dan 3 ginseng, Formulasi bukan peminum kopi : 91 kopi 9 ginseng. Harga dasar produk yang paling disukai konsumen, untuk kopi Dampit Rp 19.964,00 kopi Lampung Rp 30.225,06, dan kopi Bali Rp 14.516,67. Riset lanjutan perlu dilakukan formulasi menggunakan bahan asalan arabika, robusta daerah lain atau blending arabika – robusta
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Aktivitas Antimikroba Infusa Kopi Robusta (Coffea robusta) Terhadap Staphylococcus aureus In vitro.

Aktivitas Antimikroba Infusa Kopi Robusta (Coffea robusta) Terhadap Staphylococcus aureus In vitro.

Antibiotik merupakan salah satu cara penatalaksanaan pada infeksi bakteri. Namun, penggunaan antibitotik memiliki kekurangan, yaitu harga yang mahal dan juga memiliki beberapa efek samping. Banyak tanaman yang sekarang ini digunakan sebagai alternatif penatalaksanaan tersebut, salah satunya adalah kopi. Selain murah dan mudah didapat, kopi aman dan efektif untuk mengobati berbagai jenis luka. dr. Hendro Sudjono Yuwono MD, Ph.D. yang telah melakukan penelitian terhadap kopi sejak tahun 2004 menyebutkan bahwa kopi sangat efektif dan aman untuk mengatasi berbagai jenis luka, seperti luka akibat terjatuh, luka tergores benda tajam, luka bakar, hingga luka yang sudah terinfeksi (Kompas, 2008). Komponen-komponen yang terkandung di dalam kopi robusta diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Beberapa komponen tersebut diantaranya adalah kafein, asam organik yang mudah menguap dan yang tidak mudah menguap, fenol, serta senyawa aromatik (Srikandi Fardiaz, 1995).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PROSPEK PERDAGANGAN KOPI ROBUSTA INDONES

PROSPEK PERDAGANGAN KOPI ROBUSTA INDONES

Selanjutnya dilakukan proses estimasi dengan memasukkan berbagai model ARIMA yang terdiri dari paramater p, d, dan q. Angka p menunjukan ordo atau derajat autoregressive (AR), angka d adalah tingkat proses differencing, dan angka q menunjukan ordo atau derajat moving average (MA), sehingga model dapat dituliskan ARIMA (p,d,q). Hasil identifikasi menunjukkan bahwa data historis volume ekspor kopi robusta Indonesia tidak stasioner, sehingga memerlukan proses differencing, oleh karena itu angka d (differencing) atau integrasi ditulis dengan angka terkecil yakni 1. Dengan demikian, angka d pada model ARIMA (p,d,q) menjadi 1, sehingga pada data digunakan model ARIMA (p,1,q). Kemungkinan model yang digunakan dalam analisis ini antara lain : ARIMA (1,1,0), ARIMA (0,1,1), ARIMA (1,1,1), ARIMA (2,1,0), ARIMA (0,1,2), dan ARIMA (2,1,2). Dari kemungkinan yang telah diestimasi maka model yang telah memenuhi kriteria adalah model ARIMA (0,1,1) yang mencakup nilai AR (0) dan MA (1). Hasil diagnostik model ARIMA (0,1,1) dapat dilihat pada grafik ACF (Gambar 3) dan grafik PACF (Gambar 4).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

I. Pilihlah huruf A, B, C, atau D sebagai jawaban yang paling benar! - Soal UAS / PAS Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 Semester Ganjil

I. Pilihlah huruf A, B, C, atau D sebagai jawaban yang paling benar! - Soal UAS / PAS Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 Semester Ganjil

Ibu Nuraini : “Butiran biji kopi yang warnanya berbeda seperti merah atau cokelat dipilih-pilih sesuai dengan warna dan ukurannya. Biji kopi itu dicuci hingga bersih dan dijemur dua tiga hari agar benar-benar kering. Biji kopi kering tersebut disangrai selama dua jam, barulah kopi ditumbuk dan diayak dengan alat yang sudah distandarkan.”

6 Baca lebih lajut

DEFORMASI PLASTIS NYLON THERMOPLASTIC SETELAH DIRENDAM DALAM EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)

DEFORMASI PLASTIS NYLON THERMOPLASTIC SETELAH DIRENDAM DALAM EKSTRAK BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea robusta)

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya tulis ilmiah yang berjudul “Deformasi Plastis Nylon Thermoplastic Setelah Direndam Dalam Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea robusta)” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus saya junjung tinggi.

17 Baca lebih lajut

Strategi Peningkatan Produktivitas Kopi Arabika Desa Sitinjo Induk Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi

Strategi Peningkatan Produktivitas Kopi Arabika Desa Sitinjo Induk Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi

Agar kopi Arabika dapat berproduksi secara maksimal maka perlu kiranya dikaji strategi yang tepat di dalam pengembangan kopi arabika tersebut, mengingat tanaman kopi Arabika memiliki permintaan dan harga yang tinggi di pasar dunia, sementara produksinya masih rendah. Untuk itu strategi pengembangannya harus dirumuskan secara cermat agar tujuan peningkatan produktivitas kopi Arabika dapat tercapai. Selain itu tersedianya sarana atau faktor produksi belum berarti produktivitas yang diperoleh petani akan tinggi, namun bagaimana petani melakukan usahanya secara efisien. Karena pentingnya komoditas kopi Arabika, maka perlu juga dilakukan pengkajian mengenai analisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi untuk mengetahui apakah usahatani kopi Arabika di daerah penelitian sudah tergolong efisien, belum efisien, atau tidak efisien.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI KOPI ROBUSTA

ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI KOPI ROBUSTA

mempunyai angka signifikansi di bawah nilai probabilitas signifikansi 0,05 ( : 5%) yaitu sebesar 0,0494 yang berarti bahwa variabel luas lahan mempengaruhi produksi kopi secara signifikan. Koefisien regresi untuk luas lahan sebesar 2,04 yang artinya jika luas lahan naik atau meningkat sebesar 1% maka produksi kopi robusta akan meningkat sebesar 2,04% (ceteris paribus). Hal tersebut diduga karena lahan sebagai salah satu input produksi dalam sektor perkebunan memegang peranan penting dalam menentukan produktivitas hasil perkebunan (Endang Sudaryati, 2004).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

laporan morfologi tanaman kopi docx

laporan morfologi tanaman kopi docx

Kopi merupakan salah satu dari komoditas pertanian terkenal yang memiliki tingkat konsumsi tinggi di dunia dan lebih dari 60 negara yang memproduksi tanaman ini. Dalam budidaya tanaman kopi, ada empat faktor yang menentukan keberhasilan budidaya kopi, yaitu: (1) teknik penyediaan sarana produksi, (2) proses produksi/budidaya, (3) teknik penanganan pasca panen dan pengolahan (agroindustri), dan (4) sistem pemasarannya. Keempat-empatnya merupakan kegiatan yang berkesinambungan yang harus diterapkan dengan baik dan benar (Vidal et al., 2010). Menurut Mahfud (2012), Semua spesies kopi berbunga berwarna putih yang beraroma wangi. Bunga tersebut muncul pada ketiak daunnya. Adapun buah kopi tersusun dari kulit buah (epicarp), daging buah (mesocarp) dikenal dengan sebutan pulp, dan kulit tanduk (endocarp). Buah yang terbantuk akan matang selama7-12 bulan. Setiap bulan kopi memiliki dua biji dimana biji kopi dibungkus kulit keras disebut kulit tanduk (parchment skin).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...