Peningkatan motivasi belajar

Top PDF Peningkatan motivasi belajar:

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MENE

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MENE

Abstrak: Peningkatan Motivasi Belajar Siswa dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Pada Mata Pelajaran PKn. Pengamatan yang telah dilaksanakan dalam Mata Pelajaran PKn berdasarkan latar belakang masalah yaitu adanya kejenuhan atau kurang semangat belajar, hasil ulangan harian siswa masih dibawah Standar KKM dan kurangnya media belajar dan metode yang kurang menarik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas belajar siswa, membangkitkan kerjasama, memfasilitasi siswa untuk mengemukakan pendapat, memberi kesempatan bertanya dan meningkatkan disiplin siswa. Berdasarkan analisis siswa Siklus I dengan 2 kali pertemuan. Rata-rata nilai Aktivitas belajar 18,70%. Hasil Belajar 68,70 %, Data Portofolio 26,60%. Siklus II dengan 2 kali pertemuan. Rata-rata nilai Aktivitas belajar 47,10%. Hasil Belajar 73,38%, Data Portofolio 57%. Siklus III dengan 2 kali pertemuan. Rata-rata nilai Aktivitas belajar 82,58%, Hasil Belajar 82,41%.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Peningkatan Motivasi Belajar matEmatika Melalui Media Kartu Kemudi Pintar pada Siswa Kelas v di Sekolah Dasar Muhammadiyah 11 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013

Peningkatan Motivasi Belajar matEmatika Melalui Media Kartu Kemudi Pintar pada Siswa Kelas v di Sekolah Dasar Muhammadiyah 11 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013

Penelitian ini bertujuan (1) untuk meningkatkan motivasi belajar matematika melalui penggunaan media kartu kemudi pintar (KKP) (2) untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui media KKP pada siswa kelas V di SD Muhammadiyah 11 Surakarta . Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SD Muhammadiyah 11 Surakarta yang berjumlah 33 siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar matematika pada siswa kelas V melalui media KKP. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan prosentase indikator pencapaian motivasi belajar siswa dari pra siklus ke siklus II pertemuan ke dua, yaitu: dari 33 siswa yang ada, dari aspek antusias dalam belajar meningkat dari 45,45% menjadi 84,85%, kemauan mendengarkan penjelasan guru meningkat dari 48,48% menjadi 81,82%, keberanian bertanya apabila kurang paham meningkat dari 9,09% menjadi 87,88%, keberanian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru atau siswa lain meningkat dari 30,30% menjadi 93,94%, kemampuan mengerjakan soal latihan dengan cepat meningkat dari 27,27% menjadi 84,85%, kerjasama dengan anggota kelompok meningkat dari 12,12% menjadi 87,88%, mampu memberikan tanggapan meningkat dari 15,15% menjadi 84,85%. Selain itu prosentase hasil belajarsiswa yang mencapai KKM (≥70) juga menunjukkan peningkatan, pada pra siklus hanya mencapai 27,27%, pada siklus I pertemuan pertama meningkat menjadi 69,70%, kemudian pada siklus II pertemuan ke dua meningkat menjadi 81,82%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui media KKP dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang berdampak pada hasil belajar yang meningkat pula.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL PADA MATA PELAJARAN  Peningkatan Motivasi Belajar Dengan Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Kelas VIIE Di Sekolah Me

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL PADA MATA PELAJARAN Peningkatan Motivasi Belajar Dengan Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Kelas VIIE Di Sekolah Me

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu dengan media belajar audio visual pada siswa kelas VIIE SMP N 1 Boyolali Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subyek penerima tindakan dalam penilitian ini adalah siswa kelas VIIE SMP N 1 Boyolali tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 24 siswa terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan.Data dikumpulkan melalui metode observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan motivasi belajar siswa. Hal ini dilihat dalam hasil belajar siswa, sebelum pelaksanaan tindakan yang memenuhi KKM ≥ 75 terdapat 3 siswa (12,5%), kemudian dilakukan tindakan pada putaran I menurun menjadi 2 siswa (8,33%) selanjutnya pada tindakan putaran II meningkat menjadi 10 siswa (41,66%) dan terakhir pada tindakan putaran III yang memenuhi KKM 22 siswa (91,66 %). Serta dapat dilihat adanya peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 27,48 %, sebelum tindakan rata-rata kelas 62,91 menjadi 80,20 pada putaran terakhir. Pada lembar observasi motivasi juga menunjukan peningkatan. Sebelum tindakan memperoleh nilai 24, putaran I 36, putaran II 44 dan meningkat menjadi 49 pada putaran III. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunan media pembelajaran audio visual dalam mata pelajaran IPS Terpadu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIIE SMP N 1 Boyolali Tahun Ajaran 2013/2014.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPS MELALUI METODE TUTOR Peningkatan Motivasi Belajar IPS Melalui Metode Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas II SD Negeri 01 Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR IPS MELALUI METODE TUTOR Peningkatan Motivasi Belajar IPS Melalui Metode Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas II SD Negeri 01 Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

Berdasarkan hasil observasi terhadap peningkatan motivasi belajar siswa melalui metode tutor sebaya siklus I pada tabel ditarik kesimpulan yaitu rata-rata persentase motivasi belajar siswa kelas II SD Negeri 01 Mojogedang telah meningkat pada siklus I sebesar 58%, tetapi belum mencapai indikator keberhasilan (85%) sehingga penelitian masih harus dilanjutkan ke siklus II. Persentase motivasi belajar siswa sebesar 58% termasuk dalam kategori sedang (S), sehingga harus ditingkatkan lagi. Kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran siklus I disebabkan karena metode tutor sebaya baru awal dikenal siswa sehingga siswa masih banyak yang beradaptasi dalam pembelajaran metode tutor sebaya. Data-data hasil observasi kemudian dikumpulkan untuk direfleksikan sehingga ditemukan solusi dan pemecahan masalah untuk diperbaiki pada siklus berikutnya (siklus II).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV  Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 04 Plumbon Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 04 Plumbon Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika yang terlihat dalam 7 indikator, yaitu indikator antusias meningkat pada pra siklus 38,88% pada siklus I 72% menjadi 89% di siklus II, indikator mendengarkan dengan baik penjelasan guru pra siklus 38,88% meningkat 56% pada siklus I menjadi 78% pada siklus II, indikator bertanya dari 5,55% menjadi 16% pada siklus I meningkat menjadi 78% pada siklus II, indikator menjawab pertanyaan guru dan siswa lain pada pra siklus 16,66% siklus I 44% meningkat menjadi 89% pada siklus II, indikator mengerjakan soal pada pra siklus 16,66% pada siklus I 39% meningkat menjadi 83% pada siklus II, indikator kerjasama pada pra siklus 5,55% pada siklus I 33% meningkat menjadi 89% pada siklus II, dan untuk indikator memberikan tanggapan juga mengalami peningkatan pada pra siklus 11,11%, siklus I 28% meningkat menjadi 89% pada siklus II. Selain peningkatan indikator motivasi, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu tingkat ketuntasan belajar pra siklus hanya mencapai 56% atau 10 siswa, kemudian pada siklus I mencapai 11 siswa atau 61% dan meningkat pada siklus II mencapai 15 siswa atau 83%
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dalam Belajar Matematika Melalui Strategi Belajar Student-Created Case Studies (PTK Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Pabelan, Kab. Semarang).

PENDAHULUAN Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Dalam Belajar Matematika Melalui Strategi Belajar Student-Created Case Studies (PTK Pembelajaran Matematika Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Pabelan, Kab. Semarang).

Student – Created Case Studies merupakan suatu pembelajaran secara kooperatif di mana guru memberikan materi untuk dipahami siswa, kemudian guru memberikan suatu permasalahan berkaitan dengan materi yang mungkin dapat dipecahkan oleh siswa secara diskusi kelompok. Hasil diskusi tersebut dipresentasikan didepan kelas oleh masing – masing kelompok. Melalui strategi ini, diharapkan akan dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa, karena suasana belajar yang ditimbulkan akan lebih terasa menyenangkan dan siswa belajar tidak monoton hanya dengan membaca buku, menulis, merangkum, dan mengerjakan soal, akan tetapi siswa dilatih untuk bisa saling bertukar pikiran dengan temannya sendiri dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Pembelajaran semacam ini dapat meningkatkan kemampuan siswa secara individu, juga melatih untuk bekerjasama dalam kelompok yang pada akhirnya akan memacu dalam peningkatan motivasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN  Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Dengan Memberikan Umpan Balik Kuis Melalui Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (Ctl) (Ptk Pada Peserta Didik Kelas Viii H Semester Genap Smp

NASKAH PUBLIKASI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Dengan Memberikan Umpan Balik Kuis Melalui Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (Ctl) (Ptk Pada Peserta Didik Kelas Viii H Semester Genap Smp

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar matematika dengan memberikan umpan balik kuis melalui pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).Penelitian ini termasuk jenis penelitian PTK. Subyek penerima tindakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII H SMP Negeri 2 Banyudono dengan jumlah murid 30 peserta didik dan subjek pelaksana tindakan adalah peneliti dan pendidik matematika kelas VIII H. Metode pengumpulan data melalui metode observasi, catatan lapangan, dokumentasi, dan metode tes.Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan metode alur yang terdiri dari proses analisis data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar matematika dapat dilihat dari meningkatnya beberapa indikator motivasi belajar matematika peserta didik dalam hal: a) memperhatikan penjelasan pendidik saat proses pembelajaran berlangsung sebelum tindakan 33,33% dan setelah tindakan 83,33%, b) antusias peserta didik dalam kerja kelompok sebelum tindakan 30% dan setelah tindakan 63,33%, c) antusias peserta didik dalam menjawab kuis yang diberikan pendidik sebelum tindakan 16,67% dan setelah tindakan 66,67%. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan memberikan umpan balik kuis dapat meningkatkan motivasi belajar matematika peserta didik.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PROBLEM BASE INSTRUCTION  Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui Strategi Problem Base Instruction (Ptk Pembelajaran Matematika Kelas Vii Smp N 1 Jatisrono).

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PROBLEM BASE INSTRUCTION Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Melalui Strategi Problem Base Instruction (Ptk Pembelajaran Matematika Kelas Vii Smp N 1 Jatisrono).

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkatkan motivasi belajar matematika melalui strategi problem base instruction. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas bersifat kolaboratif. Subyek penelitian ini adalah siswa SMP N 1 Jatisrono pada kelas VII G yang berjumlahkan 30 siswa. Data dikumpulkan melalui metode observasi, tes, catatan lapangan dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ada peningkatan pada setiap siklusnya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang dapat dilihat dari meningkatnya indikator motivasi belajar : 1) antusias dalam belajar sebelum dilakukan tindakan sebesar 36,67 % dan sesudah dilakukan tindakan sebesar 93,33%, 2) memberi tanggapan dari guru atau siswa lain sebelum dilakukan tindakan sebesar 16,67 % dan sesudah dilakukan tindakan sebesar 76,67%, 3) menjawab pertanyaan dari guru atau siswa lain sebelum dilakukan tindakan sebesar 23,33 % dan sesudah dilakukan tindakan sebesar 83,33%, 4) menanyakan yang belum jelas sebelum dilakukan tindakan sebesar 10 % dan sesudah dilakukan tindakan sebesar 63,33%. Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan strategi problem base instruction dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

peningkatan motivasi belajar tata teknik pentas

peningkatan motivasi belajar tata teknik pentas

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR TATA TEKNIK PENTAS PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN SENI TARI MELALUI E-LEARNING.[r]

21 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN. docx

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN. docx

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan dalam penelitian tindakan yang terdiri dari 2 siklus kegiatan, diperoleh data bahwa aktivitas atau keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran mengalami peningkatan. Berdasarkan data awal sebelum dilakukan tindakan , persentase keaktifan siswa termasuk kategori kurang atau rendah , ini dilihat dari jumlah siswa yang aktif belajar belum maksimal, terbukti menurut catatan masih ada siswa yang datang terlambat, siswa yang mengobrol saat pembelajaran berlangsung, terdapat siswa yang mengerjakan tugas mata pelajaran lain, dan masih ada siswa yang hanya diam saja . Hal ini disebabkan oleh berbagai kendala atau permasalahan yang beragam diantaranya karakteristik siswa kelas IV yang agak sulit dikendalikan, kurang tepatnya metode pembelajaran yang digunakan ,atau faktor lain yang bisa mempengaruhi kurangnya aktivitas siswa, sehingga kegiatan pembelajaran yang seharusnya menjadi inti kegiatan , banyak terganggu oleh masalah yang dihadapi oleh masing-masing siswa baik secara teknis maupun adanya kegiatan pribadi yang tidak ada kaitannya dengan materi pembelajaran.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

“a)Kebutuhan yang bersifat fisiologis (lahiriyah). Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan. Bagi karyawan, kebutuhan akan gaji, uang lembur, perangsang, hadiah-hadiah dan fasilitas lainnya seperti rumah, kendaraan dll. Menjadi motif dasar dari seseorang mau bekerja, menjadi efektif dan dapat memberikan produktivitas yang tinggi bagi organisasi. b) Kebutuhan keamanan dan ke-selamatan kerja (Safety Needs) Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan seseorang dalam kedudukannya, jabatan-nya, wewenangnya dan tanggung jawabnya sebagai karyawan. Dia dapat bekerja dengan antusias dan penuh produktivitas bila dirasakan adanya jaminan formal atas kedudukan dan wewenangnya. c) Kebutuhan sosial (Social Needs). Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok kerja atau antar kelompok. Kebutuhan akan diikutsertakan, mening-katkan relasi dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa kebersamaan termasuk adanya sense of belonging dalam organisasi. d) Kebutuhan akan prestasi (Esteem Needs). Kebutuhan akan kedudukan dan promosi dibidang kepegawaian. Kebutuhan akan simbul-simbul dalam statusnya se¬seorang serta prestise yang ditampilkannya. e) Kebutuhan mempertinggi kapisitas kerja (Self actualization). Setiap orang ingin mengembangkan kapasitas kerjanya dengan baik. Hal ini merupakan kebutuhan untuk mewujudkan segala kemampuan (kebolehannya) dan seringkali nampak pada hal-hal yang sesuai untuk mencapai citra dan cita diri seseorang. Dalam motivasi kerja pada tingkat ini diperlukan kemampuan manajemen untuk dapat mensinkronisasikan antara cita diri dan cita organisasi untuk dapat melahirkan hasil produktivitas organisasi yang lebih tinggi.”
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Peningkatan Motivasi Belajar IPS Melalui Metode Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas II SD Negeri 01 Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENDAHULUAN Peningkatan Motivasi Belajar IPS Melalui Metode Tutor Sebaya Pada Siswa Kelas II SD Negeri 01 Mojogedang Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan pembelajaran adalah proses pokok yang harus dilalui oleh seorang pendidik atau guru. Berhasil tidaknya suatu tujuan pendidikan bergantung kepada bagaimana proses belajar mengajar dirancang dan disajikan. Proses pembelajaran akan berimbas pada hasil belajar siswa. Proses pembelajaran yang baik akan menghasilkan hasil belajar yang baik dan sebaliknya, jika proses pembelajaran kurang berjalan dengan baik maka hasil belajar siswapun kurang baik.

4 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA

Banyak tokoh mengemukakan pendekatan atau strategi pembelajaran yang dianggapnya baik untuk diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga melahirkan banyak pendekatan dan metode pula. Pembelajaran aktif adalah salah satunya. Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif baik secara mental maupun fisik (Zaini dkk, 2008: xiv). Pembelajaran aktif inilah yang kemudian terus berkembang hingga menjadi Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan. Sebuah istilah yang hampir sama dengan PAKEM adalah pembelajaran PAKEM (Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan ) yang dipakai oleh Rusman.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI PEM

PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MELALUI PEM

Pada pertemuan berikutnya, dilaksanakan kegiatan pembelajaran secara kelompok, masing-masing kelompok bertugas menyelesaikan masalah rata-rata dan modus jenis sepeda motor yang lewat didepan sekolah. Data kendaraan telah disiapkan pada lembar kerja. Siswa diminta mendiskusikan kendaraan jenis apa yang paling sering lewat di depan sekolah. Pada kegiatan ini tampak sebagian besar siswa bersemangat mengerjakan tugas-tugas, senang mengikuti diskusi dengan mengemukakan ide-ide, dan siswa berusaha mengerjakan tugas dengan berbagai cara. Lembar keja yang diberikan adalah lembar kerja yang dikejakan secara berkelompok, pada proses kali ini semua dapat diisi siswa. Hal ini berbeda dengan pengisian pada LKS sebelumnya yang merupakan LKS individu sehingga masih banyak siswa terutama siswa laki-laki yang malas mengisi, dari pengamatan ada peningkatan respons siswa laki-laki hampir 70% senang mengikuti kegiatan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS ADOBE FLASH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN

PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS ADOBE FLASH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran dikelas yang berakibat pada hasil belajar siswa yang belum memuaskan. Tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut: 1) untuk mengkaji efektivitas penggunaan multimedia interaktif berbasis Adobe flash dalam meningkatkan motivasi dan hasilbelajar belajar siswa pada pembelajaran Kewirausahaan. 2) untuk mengetahui perbedaan peningkatan motivasi belajar siswa yang menggunakan multimedia interaktif berbasis Adobe flash dengan yang menggunakan pembelajaran power point berupa teks dalam pembelajaran Kewirausahaan. 3) untuk mengetahui perbedaan peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia interaktif berbasis Adobe flash dengan yang menggunakan pembelajaran power point berupa teks dalam pembelajaran Kewirausahaan. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kuantitatif bentuk Quasi Eksperimental, yang melibatkan dua kelompok siswa, yaitu siswa di kelas eksperimen dan siswa di kelas kontrol. Hasil penelitian yang diperoleh: 1) Pembelajaran dengan menggunakan multimedia interaktif berbasis Adobe flash dalam pembelajaran Kewirausahaan materi Perilaku sikap kerja prestatif dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. 2) Peningkatan motivasi belajar siswa yang menggunakan multimedia interaktif berbasis Adobe flash lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran power point berupa teks. 3) Peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan multimedia interaktif berbasis Adobe flash lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran power point berupa teks.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Di SMAN 8 Banda Aceh

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik Di SMAN 8 Banda Aceh

Pengolahan data dari angket motivasi belajar peserta didik dilakukan secara kualitatif, yaitu melalui perhitungan skor angket yang diberikan. Angket motivasi diberikan untuk melihat peningkatan motivasi belajar peserta didik sebelum dan sesudah proses belajar mengajar dengan model kooperatif tipa STAD. Data diperoleh dari hasil isian angket yang lakukan oleh peserta didik dengan penskoran menggunakan skala Likert. Angket motivasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa pernyataan yang bersifat positif, skor untuk setiap pernyataan terdiri atas empat kategori, yaitu sangat setuju (SS) dengan skor 4, setuju (S)dengan skor 3, tidak setuju (TS) dengan skor 2, dan sangat tidak setuju (STS) dengan skor 1. Sebelum instrumen layak digunakan dalam penelitian, instrumen terlebih dahulu dilakukan uji coba dan dianalisis untuk menentukan tingkat validitas dan reliabilitas suatu alat ukur.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar IPA Tentang Perubahan Wujud Benda Melalui Metode Inkuiri Bagi Siswa Kelas IV SDN I Ngemplak Tahun 2013/2014.

PENDAHULUAN Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar IPA Tentang Perubahan Wujud Benda Melalui Metode Inkuiri Bagi Siswa Kelas IV SDN I Ngemplak Tahun 2013/2014.

Sebelum melakukan penelitian diadakan survei untuk kelas yang akan diteliti. Dan dapat diperoleh bahwa hasil belajar IPA di kelas IV SDN I NGEMPLAK masih rendah. Nilai rata-rata hasil belajar hanya mencapai 63, 07. Padahal kriteria ketuntasan minimal untuk standar kompetensi IPA di SDN I NGEMPLAK adalah 70. Motivasi belajar sebelum tindakan hanya mencapai 59% padahal yang ingin dicapai pada peningkatan motivasi belajar 80%.

6 Baca lebih lajut

MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBANTU MACROMEDIA FLASH BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 SUNGAI RAYA Rimalastari 1) , Arif Didik Kurniawan 1) , Adi Pasah Kahar 1) Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas M

MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBANTU MACROMEDIA FLASH BERBASIS LESSON STUDY TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 SUNGAI RAYA Rimalastari 1) , Arif Didik Kurniawan 1) , Adi Pasah Kahar 1) Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas M

Model pembelajaran yang digunakan guru biologi selama ini adalah model konvensional dengan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan dan pengaruh model pembelajaran SAVI berbantu macromedia flash berbasis lesson study terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Sungai Raya. Bentuk penelitian yang digunakan adalah Quasy Exsperimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji-t data signifikansi yaitu 0,034 < 0,05 menunjukan terdapat perbedaan motivasi belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran SAVI berbantu macromedia flash dengan siswa yang diajar menggunakan metode ceramah berbantuan macromedia flash. Berdasarkan perhitungan Effect Size, model pembelajaran SAVI berbantu macromedia flash berbasis lesson study terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada materi rangka dan otot memberikan kontribusi terhadap persentasi peningkatan motivasi belajar sebesar 79,4 %. Hal ini menunjukan model pembelajaraan SAVI berbantu macromedia flash berbasis lesson study terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Sungai Raya dengan nilai Effect Size (ES) 1,9 (kategori tinggi).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE ACTIVE KNOWLEDGE SHARING UNTUK  Penerapan Metode Active Knowledge Sharing Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

PENERAPAN METODE ACTIVE KNOWLEDGE SHARING UNTUK Penerapan Metode Active Knowledge Sharing Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 03 Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2012/2013.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPA yang terlihat dalam 7 indikator; yaitu indikator memperhatikan guru yang sedang mengajar meningkat pada siklus I 70% menjadi 80% di siklus II. Indikator menyatakan pendapat dan merumuskan jawaban 70% di siklus I menjadi 90% di siklus II. Indikator mendengarkan dengan baik penjelasan guru di siklus I sebesar 70% menjadi 90% di siklus II. Indikator mencatat penjelasan dari guru dengan lengkap dan rapi 60% di siklus I menjadi 80% di siklus II. Indikator merespon dan mengajukan pertanyaan 80% di siklus I menjadi 90% di siklus II. Indikator mengingat materi dan mampu memecahakan masalah dengan baik 50% disiklus I menjadi 80% di siklus II. Sedangkan indikator keberanian dalam menyampaikan pendapat 60% di siklus I menjadi 80% di siklus II. Selain peningkatan indikator motivasi, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu tingkat ketuntasan belajar pra siklus hanya mencapai 40% atau 4 siswa, kemudian pada siklus I mencapai 7 siswa atau 70%, dan meningkat pada siklus II mencapai 9 siswa atau 90%
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENERAPAN CTL DENGAN KOOPERATIF NHT PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 MALANG.

PENERAPAN CTL DENGAN KOOPERATIF NHT PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 MALANG.

Motivasi belajar dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki motivasi belajar yang berdampak pada hasil belajar kognitif siswa yang rendah. Penerapan CTL dengan kooperatif NHT merupakan satu upaya dalam meningkatkan motivasi belajar biologi di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan penelitian, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi kegiatan guru, catatan lapangan, lembar observasi motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan Motivasi Belajar Klasikal Keseluruhan (MBkk) yaitu 43% (siklus I) menjadi 86% (siklus II). Peningkatan MBkk juga diikuti peningkatan Motivasi Belajar Klasikal setiap Indikator Motivasi (MBksi) meliput i minat 14% (siklus I) menjadi 57% (siklus II), perhatian 57% (siklus I) menjadi 86% (siklus II), konsentrasi 86% (siklus I) menjadi 100% (siklus II) dan ketekunan 43% (siklus I) menjadi 100% (siklus II). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Penerapan CTL dengan Kooperatif NHT dapat meningkatkan motivasi belajar biologi siswa kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Malang
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...