Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Rumah

Top PDF Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Rumah:

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 37 Pdt Plw 2012 Sim)

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 37 Pdt Plw 2012 Sim)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat hukum dari PPJB adalah mengikat bagi para pihak yang membuatnya, dasar hukum dari PPJB tersebut adalah Undang-Undang No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman, Kemenpera No 9 Tahun 1995 tentang Pedoman Pengikatan Jual Beli serta Pasal 1338 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Klausul dalam PPJB yang dibuat oleh PT Surya C juga menunjukkan ketidakseimbangan hak dan kewajiban antara penjual dan calon pembeli, serta belum sepenuhnya tunduk pada ketentuan yang ditetapkan Kemenpera No 9 Tahun 1995 tentang Pedoman Pengikatan Jual Beli. Hakim Pengadilan Negeri Simalungun tidak menjadikan itikad baik para pihak sebagai tolak ukur dalam putusannya. Oleh karena itu, perlu dibentuk produk hukum yang baru Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Rumah merupakan perjanjian pendahuluan (voor overeenkomst) yang dibuat oleh penjual dan calon pembeli, sebagaimana ketentuan Pasal 42 ayat (1) Undang-undang No 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman serta Keputusan Menteri Perumahan Rakyat No 9 Tahun 1995 yang menjadi dasar adanya PPJB sebagai perjanjian pendahuluan. Meskipun PPJB masih bersifat konsensuil, akan tetapi dalam pembuatannya harus memperhatikan asas itikad baik sebagaimana ketentuan Pasal 1338 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Pihak yang beritikad baik dalam pelaksanaan perjanjian dilindungi oleh hukum, sebagaimana Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No 251k/sip/1958. Oleh karena itu, tulisan ini mencoba untuk mengkaji akibat hukum dari PPJB sebagai perjanjian pendahuluan serta PPJB yang dibuat oleh PT Surya C dalam perspektif itikad baik dan perlindungan hukum bagi calon pembeli yang beritikad baik.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

TESIS KEBERADAAN PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI SATUAN RUMAH SUSUN TERHADAP PENGEMBANG YANG DINYATAKAN PAILIT

TESIS KEBERADAAN PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI SATUAN RUMAH SUSUN TERHADAP PENGEMBANG YANG DINYATAKAN PAILIT

Dengan adanya Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) ini ternyata sangat menguntungkan bagi para pengembang khususnya pengembang rumah susun, dikarenakan pengembang tetap dapat melakukan pemasaran dan penjualan meskipun pembangunan rumah susun belum selesai dibangun atau pemecahan sertifikat belum atau sedang dalam pengurusan.

13 Baca lebih lajut

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 37 Pdt Plw 2012 Sim)

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 37 Pdt Plw 2012 Sim)

digunakan pula pendekatan analitis (analytical approach). Pendekatan perundang- undangan digunakan karena dasar asas itikad baik yang dijadikan pokok penelitian ini adalah KUHPerdata. Asas itikad baik dalam pelaksanaan perjanjian pertama kali diperkenalkan oleh KUHPerdata, sebagaimana ketentuan Pasal 1338 ayat (3) KUHPerdata. Namun, dalam kenyataannya dalam memutus suatu perkara hakim hanya mengukur asas itikad baik para pihak dalam sebuah perjanjian dengan bertolak dari ketentuan pasal ini. Pendekatan analitis dipakai untuk mengetahui perkembangan makna asas itikad baik dalam praktek perjanjian di Indonesia, terutama terkait dengan PPJB sebagai Perjanjian Pendahuluan. Melalui pendekatan ini diupayakan untuk memperoleh penjelasan itikad baik perjanjian pendahuluan yang dibuat oleh PT Surya cemerlang dan calon pembeli.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI (PPJB) RUMAH YANG DIBUAT SEBELUM MEMILIKI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) DAN BELUM ADA KETERBANGUNAN PERUMAHAN.

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI (PPJB) RUMAH YANG DIBUAT SEBELUM MEMILIKI IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN (IMB) DAN BELUM ADA KETERBANGUNAN PERUMAHAN.

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis, yang menggambarkan proses jual beli rumah melalui sistem PPJB. Kemudian PPJB tersebut dianalisis menggunakan peraturan perundang-undangan yang berlaku, teori-teori yang relevan, serta hasil wawancara dari pihak yang terkait.

Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PERJANJIAN PENDAHULUAN DALAM JUAL BELI ATAS SATUAN RUMAH SUSUN YANG DIPASARKAN DENGAN CARA PRE PROJECT SELLING

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PERJANJIAN PENDAHULUAN DALAM JUAL BELI ATAS SATUAN RUMAH SUSUN YANG DIPASARKAN DENGAN CARA PRE PROJECT SELLING

Perjanjian Pengikatan Jual Beli memuat hal-hal yang menyangkut hak dan kewajiban pengembang maupun pembeli. Banyak pengembang tidak memahami atau malah mengabaikan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan pembangunan rumah susun. Disamping itu, pembeli juga sering lupa bahwa ia mempunyai hak suara secara proporsional untuk menentukan bagaimana gedung akan dikelola. Pengembang dan Pembeli sebagai calon pemilik dan penghuni pada pertemuan awal melalui Perjanjian Pengikatan Jual Beli harusnya sudah mulai terikat kepada konsep kebersamaan yang akan mereka hadapi nanti. Terbentuknya Perhimpunan Penghuni dan pengelolaan gedung merupakan bagian akhir dari kegiatan penerapan sistim rumah susun. Sistim rumah susun dinyatakan telah tuntas penerapannya jika Perhimpunan Penghuni yang dilengkapi dengan perangkat aturan yang di kenal dengan Tata tertib Penghunian telah terbentuk dan mampu mengoperasikan pengelolaan gedung dengan baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KEKUATAN HUKUM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI (PPJB) TANAH MENURUT HUKUM PERDATA

KEKUATAN HUKUM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI (PPJB) TANAH MENURUT HUKUM PERDATA

Indonesia merupakan negara agraris (negara pertanian) yang sebagian besar masyarakatnya bercocok tanam atau berkebun di lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhannya dan bertahan hidup, oleh karena itu masyarakat memerlukan adanya lahan pertanahan yang mencukupi. Fungsi tanah merupakan suatu bagian penting bagi kehidupan manusia, selain untuk becocok tanam, tanah juga menjadi kebutuhan yang utama bagi suatu pembangunan di negara ini. Tanah juga dapat digunakan untuk tempat membangun rumah atau tempat tinggal bagi masyarakat itu sendiri, karena salah satu kebutuhan primer dari manusia adalah memiliki rumah yang tentunya didirikan di atas sebidang tanah. Menurut pandangan masyarakat dengan memiliki rumah, seseorang dianggap telah mapan secara finansial sehingga tidak mengherankan jika setiap orang akan berupaya semaksimal mungkin memperoleh rumah dan tanah. 1
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

PENGIKATAN JUAL BELI blank doc

PENGIKATAN JUAL BELI blank doc

kepada penghadap Pihak Kedua yang menerangkan telah menerima Pengoperan/pengalihan tersebut dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli dari Pihak Pertama, atas :--------------------------------------------------------------- --1 (satu) unit bangunan Rumah Tinggal, permanen, yang terletak di Kepulauan Riau, Kota Batam, Kecamatan Sekupang, Kelurahan Patam

6 Baca lebih lajut

Perjanjian Pengikatan Jual Beli. docx

Perjanjian Pengikatan Jual Beli. docx

PIHAK PERTAMA akan memberikan jaminan kepada ​ PIHAK KEDUA selama ​ 60 (enam puluh) hari dan khusus untuk atap 1 (satu) tahun, apabila terjadi kerusakan yang disebabkan oleh kelalaian ​PIHAK PERTAMA sejak penandatanganan realisasi penyerahan rumah (Berita Acara Penyerahan Rumah), kecuali bila terjadi ​ force majeur (bencana alam, huru hara, pemogokan, perang). Bila telah melewati jangka waktu dan masa perawatan 60 (enam puluh) hari terjadi keluhan/complain, maka ​PIHAK PERTAMA sudah tidak bertanggung jawab lagi.

11 Baca lebih lajut

SENGKETA PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI

SENGKETA PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI

Sebagai salah satu contoh perselisihan yang diangkat di hadapan sidang pengadilan, yaitu Putusan Pengadilan Negeri No.01/PDT.G/2004.PN.PDG. Dalam kasus ini, Tuan H. Syahbuddin almarhum dengan temannya H. Kamaruddin Dt. Machudum mempunyai harta bersama berupa tanah Eigendom Verponding No. 333 SU tanggal 27 Januari 1920 No. 5 seluas 4.415 M2 terletak di Kelurahan Kampung Pondok Kota Padang sekarang dikenal dengan Hak Milik No. 94 SU tanggal 27 Januari 1920 Nomor 5 seluas 4.145 M2 tertulis atas nama Kamaruddin Dt. Machudum 2/3 bahagian dan H. Syahbuudi 1/3 bagiannya, yang di atasnya telah berdiri sebuah hotel bernama Machudum hotel dan bangunan/rumah kepunyaan H. Kamaruddin gelar Dt. Machudum.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI PPJB

PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI PPJB

6. Apabila PIHAK KEDUA memilih cara pembayaran dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui salah satu bank yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA wajib membayar uang muka dari jumlah harga TANAH dan BANGUNAN kepada PIHAK PERTAMA terlebih dahulu dan selanjutnya melunasi sisa dari jumlah harga TANAH dan BANGUNAN kepada PIHAK PERTAMA dengan KPR yang diperoleh PIHAK KEDUA dari Bank pemberi kredit sesuai dengan waktu yang disetujui oleh pihak Bank. Selanjutnya PIHAK KEDUA wajib membayar angsuran KPR-nya tiap bulan ke Bank pemberi kredit sesuai dengan ketentuan /persyaratan yang ditetapkan oleh Bank pemberi kredit.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

Perjanjian jual beli yang disebut oleh para pihak tidak dapat terlepas dari objek perjanjian, dalam hal ini yang akan dibahas adalah mengenai yaitu perjanjian pengikatan jual beli sebelum apartemen selesai dibangun, yang objeknya berupa bangunan bertingkat yang terdiri atas satuan-satuan rumah susun dimana gedung bertingkat tersebut berdiri di atas tanah milik bersama baik dengan hak milik, hak guna bangunan, hak pakai atas tanah negara atau hak pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Obyek dari perjanjian jual beli adalah barang-barang tertentu yang dapat ditentukan wujud dan jumlahnya serta tidak dilarang menurut hukum yang berlaku untuk diperjualbelikan.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN.

Perjanjian jual beli yang disebut oleh para pihak tidak dapat terlepas dari objek perjanjian, dalam hal ini yang akan dibahas adalah mengenai yaitu perjanjian pengikatan jual beli sebelum apartemen selesai dibangun, yang objeknya berupa bangunan bertingkat yang terdiri atas satuan-satuan rumah susun dimana gedung bertingkat tersebut berdiri di atas tanah milik bersama baik dengan hak milik, hak guna bangunan, hak pakai atas tanah negara atau hak pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Obyek dari perjanjian jual beli adalah barang-barang tertentu yang dapat ditentukan wujud dan jumlahnya serta tidak dilarang menurut hukum yang berlaku untuk diperjualbelikan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN.

Perjanjian jual beli yang disebut oleh para pihak tidak dapat terlepas dari objek perjanjian, dalam hal ini yang akan dibahas adalah mengenai yaitu perjanjian pengikatan jual beli sebelum apartemen selesai dibangun, yang objeknya berupa bangunan bertingkat yang terdiri atas satuan-satuan rumah susun dimana gedung bertingkat tersebut berdiri di atas tanah milik bersama baik dengan hak milik, hak guna bangunan, hak pakai atas tanah negara atau hak pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Obyek dari perjanjian jual beli adalah barang-barang tertentu yang dapat ditentukan wujud dan jumlahnya serta tidak dilarang menurut hukum yang berlaku untuk diperjualbelikan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Akta Pengikatan Jual Beli Sebagai Dasar Pengalihan Kepemilikan Rumah

Akta Pengikatan Jual Beli Sebagai Dasar Pengalihan Kepemilikan Rumah

Salah satu bentuk peralihan hak atas tanah adalah jual beli yang berarti pengalihan hak atas tanah kepada pihak/orang lain yang berupa dari penjual kepada pembeli tanah. 6 Jual beli adalah “suatu perjanjian timbal balik yang dalam hal ini pihak yang satu (si penjual ) berjanji untuk menyerahkan hak milik atas sutu barang, sedangkan pihak yang lainnya (si pembeli) berjanji untuk membayar harga yang terdiri dari sejumlah uang sebagai imbalan dari perolehan hak milik tersebut” 7 .Yang berarti jual beli itu sendiri bertujuan untuk beralihnya hak kepemilikan dari pemilik lama kepemilik baru disertai dengan penyerahan. Sebelum terjadinya peralihan hak milik dan penyerahan tanah dalam proses jual beli tanah didahului oleh kesepakatan atau persesuaian kehendak antara pihak penjual dan pembeli tentang harga dan tanah yang telah diperjanjikan, yang dituangkan dalam bentuk perjanjian.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Akibat Hukum Terhadap Pembatalan Akta Pengikatan Jual Beli Tanah (studi di kantor notaris dan ppat tangerang, jln. Pemda tigaraksa desa Bojong, kecamatan cikupang kab. Tangerang).

NASKAH PUBLIKASI Akibat Hukum Terhadap Pembatalan Akta Pengikatan Jual Beli Tanah (studi di kantor notaris dan ppat tangerang, jln. Pemda tigaraksa desa Bojong, kecamatan cikupang kab. Tangerang).

Hubungan antara seseorang dengan seseorang lain menimbulkan perhubungan hukum, perhubungan hukum mana mempunyai kriteria masing- masing dan itu akan menimbulkan persetujuan-persetujuan dan perjanjian- perjanjian diantara mereka. Perjanjian mana dalam perjanjian lisan, perjanjian di bawah tangan ataupun akta notaris/ PPAT agar otentik dan dapat dijadikan bukti bila terjadi masalah. Walaupun ada dikenal asas kebebasan berkontrak tetapi setiap perjanjian atau perikatan itu harus selalu mengacu kepada peraturan yang telah ditentukan untuk itu. Apabila hubungan hukum itu terjadi karena adanya persetujuan antara seseorang dengan seorang lain mengenai tanah atau rumah atau lainnya, selain dikaitkan dengan peraturan jabatan notaris/ PPAT bila tanah atau rumah yang menjadi objek dalam perjanjian itu telah mempunyai status yang jelas dan pasti, seperti sertifikat hak milik, hak guna bangunan dan sebagainya, maka perjanjian itu harus dibuat di hadapan pejabat yang ditunjuk ialah Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Aturan seperti ini telah diatur dalam Undang- Undang Pokok Agraria, peraturan pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 dan telah dicabut dan disempurnakan lagi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Jadi setiap perjanjian diantara seorang dan seorang yang lainnya atau antara seorang dengan badan hukum atau sebaliknya, telah tersedia perangkat hukum yang mengaturnya agar tidak terjadi penyimpangan dari apa yang telah ditetapkan oleh undang-undang.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

Perjanjian jual beli yang disebut oleh para pihak tidak dapat terlepas dari objek perjanjian, dalam hal ini yang akan dibahas adalah mengenai yaitu perjanjian pengikatan jual beli sebelum apartemen selesai dibangun, yang objeknya berupa bangunan bertingkat yang terdiri atas satuan-satuan rumah susun dimana gedung bertingkat tersebut berdiri di atas tanah milik bersama baik dengan hak milik, hak guna bangunan, hak pakai atas tanah negara atau hak pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Obyek dari perjanjian jual beli adalah barang-barang tertentu yang dapat ditentukan wujud dan jumlahnya serta tidak dilarang menurut hukum yang berlaku untuk diperjualbelikan.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TA

SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TA

tersebut dalam Pasal 2 pada waktunya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang dimaksudkan, maka PIHAK PERTAMA dengan ini, sekarang untuk pada waktunya, memberi kuasa kepada PIHAK KEDUA atau orang atau badan lain yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA sebagaimana mestinya, dengan hak substitusi yang tidak dapat dicabut kembali dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Perjanjian ini, yang mana dengan tidak adanya kuasa itu Perjanjian ini tidak akan diterima dan dilangsungkan antara kedua belah pihak dan karenanya tidak akan batal atau berakhir disebabkan alasan-alasan yang dicantumkan dalam Pasal 1813 dari Kitab Undang- Undang Hukum Perdata Indonesia untuk:
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Contoh Perjanjian Pengikatan Jual Beli T

Contoh Perjanjian Pengikatan Jual Beli T

3. Pihak Pertama dan Pihak Kedua menyetujui bahwa Pihak Kedua akan menanggung seluruh pajak penjualan dari Pihak Pertama sebesar 5% (lima persen) dari harga sebagaimana tertera dalam Pasal 2 ayat 1 di atas, dan Pihak Kedua juga akan menanggung pajak yang memang dibebankan kepada pembeli (Pihak Kedua) atas perolehan objek Perjanjian Pengikatan JualBeli ini.

Baca lebih lajut

Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli Ta

Surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli Ta

1. Tahap pertama sebesar Rp _____ (_____ Rupiah) akan dibayar oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA setelah Perjanjian ini ditandatangani dan untuk penerimaan jumlah uang itu penghadap PIHAK PERTAMA dengan ini memberikan pelunasannya, sehingga perjanjian ini juga merupakan kuitansi untuk penerimaan uang sejumlah Rp _____ (_____Rupiah).

Baca lebih lajut

PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI Bottom o

PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI Bottom o

0331123456.--------------------------------------------------------- Bahwa Pihak Pertama dengan ini berkehendak menjual tanah da bangunan tersebut dan segala sesuatu yang berada diatasnya yang menurut sifat peruntukkannya atau menurut undang – undang dianggap sebagai benda tidak bergerak kepada Pihak Kedua yang bersedia membeli dari Pihak Pertama. ---------------------------------------- Bahwa harga jual beli ini disetujui bersama sebesar Rp 3.000.000/M2 (tiga juta rupiah permeter persegi) dengan total keseluruhan harga sebesar Rp 1.125.000.000 (Satu Milyar seratus dua puluh lima juta rupiah) dengan cara pembayaran sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...