Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Rumah

Top PDF Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Rumah:

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 37 Pdt Plw 2012 Sim)

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 37 Pdt Plw 2012 Sim)

Pada tanggal 11 Maret 2013, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Simalungun mengeluarkan putusan, yaitu menolak perlawanan dari para calon pembeli serta menyatakan bahwa calon pembeli merupakan pelawan yang tidak benar. Adapun yang menjadi pertimbangan majelis hakim Pengadilan Negeri Simalungun bahwa berdasarkan bukti yang diajukan oleh para calon pembeli berupa PPJB Rumah yang masih merupakan perjanjian pendahuluan disertai dengan kwitansi pembayaran cicilan yang dianggap belum sepenuhnya membayar lunas harga rumah dan tanah; mempertimbangkan eksistensi hukum (sebab akibat) antara Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) Rumah tanah dan bangunan dihubungkan dengan pembatalan perjanjian kerja sama antara pemilik tanah (ahli waris dari Alm. R. Hutabarat) dengan pengembang yang telah dibatalkan berdasarkan putusan yang berkekuatan hukum tetap; menyatakan bahwa segala perjanjian dan tindakan hukum yang dilakukan oleh pengembang yang didasarkan perjanjian kerja sama tanggal 17 Oktober 2003 tidak mengikat pemilik tanah, oleh karena itu pemilik tanah tidak dapat dirugikan karenanya; menyatakan bahwa calon pembeli merupakan pelawan yang tidak benar sehingga perlawanannya ditolak.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 37 Pdt Plw 2012 Sim)

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pendahuluan (Voor Overeenkomst) Pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Rumah (Studi Putusan Pengadilan Negeri Simalungun Nomor 37 Pdt Plw 2012 Sim)

dalam sebuah peraturan khusus (berupa Undang-undang atau peraturan lainnya) mengingat ketentuan Kemenpera No 9 Tahun 1995 yang mengatur pembuatan PPJB kurang dapat mengakomodir kepentingan masyarakat saat ini, perlunya memasukkan ketentuan yang mengharuskan adanya itikad baik dalam Pedoman Pengikatan Jual Beli dan Undang-Undang Perumahan Rakyat (Undang-Undang No 1 Tahun 2011), selain itu hendaknya hakim dalam memutus suatu perkara juga melihat itikad baik para pihak sebagaimana Yurisprudensi Mahkamah Agung RI No 251k/sip/1958.

3 Baca lebih lajut

SKRIPSI AKIBAT HUKUM DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI RUMAH TOKO DENGAN OBJEK RUMAH SUSUN

SKRIPSI AKIBAT HUKUM DALAM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI RUMAH TOKO DENGAN OBJEK RUMAH SUSUN

Dengan adanya UU No. 1 Tahun 2011 menjadikan pembangunan rumah berdasarkan kepentingan bagi masing-masing pihak yang membutuhkan memiliki landasan hukum. Dalam konsideran UU No. 1 Tahun 2011 bahwa negara bertanggung jawab melindungi segenap bangsa Indonesia melalui penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman agar masyarakat mampu bertempat tinggal serta memanfaatkan rumah sebagai tempat untuk melakukan segala kegiatan sehari-hari. Pembangunan rumah dikembangkan berdasarkan tipologi, ekologi, budaya, dinamika ekonomi tiap daerah, serta mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan. Pembangunan rumah toko sama dengan pembangunan rumah pada umumnya. Yang membedakan adalah dari sisi kepentingan.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI PPJB

PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI PPJB

6. Apabila PIHAK KEDUA memilih cara pembayaran dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui salah satu bank yang ditunjuk oleh PIHAK KEDUA dan disetujui oleh PIHAK PERTAMA, maka PIHAK KEDUA wajib membayar uang muka dari jumlah harga TANAH dan BANGUNAN kepada PIHAK PERTAMA terlebih dahulu dan selanjutnya melunasi sisa dari jumlah harga TANAH dan BANGUNAN kepada PIHAK PERTAMA dengan KPR yang diperoleh PIHAK KEDUA dari Bank pemberi kredit sesuai dengan waktu yang disetujui oleh pihak Bank. Selanjutnya PIHAK KEDUA wajib membayar angsuran KPR-nya tiap bulan ke Bank pemberi kredit sesuai dengan ketentuan /persyaratan yang ditetapkan oleh Bank pemberi kredit.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KEKUATAN HUKUM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI (PPJB) TANAH MENURUT HUKUM PERDATA

KEKUATAN HUKUM PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI (PPJB) TANAH MENURUT HUKUM PERDATA

Indonesia merupakan negara agraris (negara pertanian) yang sebagian besar masyarakatnya bercocok tanam atau berkebun di lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhannya dan bertahan hidup, oleh karena itu masyarakat memerlukan adanya lahan pertanahan yang mencukupi. Fungsi tanah merupakan suatu bagian penting bagi kehidupan manusia, selain untuk becocok tanam, tanah juga menjadi kebutuhan yang utama bagi suatu pembangunan di negara ini. Tanah juga dapat digunakan untuk tempat membangun rumah atau tempat tinggal bagi masyarakat itu sendiri, karena salah satu kebutuhan primer dari manusia adalah memiliki rumah yang tentunya didirikan di atas sebidang tanah. Menurut pandangan masyarakat dengan memiliki rumah, seseorang dianggap telah mapan secara finansial sehingga tidak mengherankan jika setiap orang akan berupaya semaksimal mungkin memperoleh rumah dan tanah. 1
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PERUMAHAN REAL ESTATE BERBASIS BROSUR LEGAL PROTECTION OF REAL ESTATE HOUSING CONSUMERS BASED ON BROCHURE

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PERUMAHAN REAL ESTATE BERBASIS BROSUR LEGAL PROTECTION OF REAL ESTATE HOUSING CONSUMERS BASED ON BROCHURE

Pada dasarnya setiap perjanjian harus bersifat wajar/fair terhadap kedua belah pihak, dan tidak bermaksud untuk mengambil keuntungan sepihak dengan cara merugikan pihak lain. Jadi wajarlah bila konsumen menginginkan bangunan rumah sesuai dengan yang diharapkan pada saat penyerahan, sedangkan pengembang di samping mendapatkan laba juga menghendaki agar pembayaran dari konsumen pun sesuai dengan waktu yang diperjanjikan. Keduanya menginginkan perlindungan terhadap pembatalan perjanjian yang dilakukan secara sepihak. Dengan latar pemikiran tersebut maka perjanjian pengikatan jual beli rumah yang lengkap akan mengandung hal-hal sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TESIS KEBERADAAN PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI SATUAN RUMAH SUSUN TERHADAP PENGEMBANG YANG DINYATAKAN PAILIT

TESIS KEBERADAAN PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI SATUAN RUMAH SUSUN TERHADAP PENGEMBANG YANG DINYATAKAN PAILIT

Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) merupakan produk hukum kebiasaan yang terlahir bukan dikarenakan persyaratan Perundang-undangan melainkan karena adanya kesepakatan dari para pihak yang berkepentingan serta berlaku mengikat bagi para pihak tersebut. Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dibuat sebagai kesepakatan awal untuk menjaga agar kesepakatan jual beli dapat terlaksana dengan baik sebelum semua persyaratan terpenuhi dan sementara persyaratan yang diminta sedang diurus.

13 Baca lebih lajut

Akta Pengikatan Jual Beli Sebagai Dasar Pengalihan Kepemilikan Rumah

Akta Pengikatan Jual Beli Sebagai Dasar Pengalihan Kepemilikan Rumah

Berdasarkan hal tersebut diatas dapat dikatakan bahwa akta pengikatan jual beli yang menjadi dasar dari suatu penyerahan (levering) sebagai suatu perbuatan hukum pemindahan hak yang berupa persesuaian kehendak dari pihak pihak yang saling mengikatkan diri yang bertujuan untuk mengalihkan/memindahkan hak atas tanah dan rumah bersertifikat yang mana dalam hukum perjanjian disebut dengan perjanjian obligatoir dimana perjanjian obligatoir ini adalah perjanjian yang menimbulkan perikatan untuk melaksanakan hak dan kewajiban sebagaimana yang diperjanjikan oleh para pihak.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  Akibat Hukum Terhadap Pembatalan Akta Pengikatan Jual Beli Tanah (studi di kantor notaris dan ppat tangerang, jln. Pemda tigaraksa desa Bojong, kecamatan cikupang kab. Tangerang).

NASKAH PUBLIKASI Akibat Hukum Terhadap Pembatalan Akta Pengikatan Jual Beli Tanah (studi di kantor notaris dan ppat tangerang, jln. Pemda tigaraksa desa Bojong, kecamatan cikupang kab. Tangerang).

Hubungan antara seseorang dengan seseorang lain menimbulkan perhubungan hukum, perhubungan hukum mana mempunyai kriteria masing- masing dan itu akan menimbulkan persetujuan-persetujuan dan perjanjian- perjanjian diantara mereka. Perjanjian mana dalam perjanjian lisan, perjanjian di bawah tangan ataupun akta notaris/ PPAT agar otentik dan dapat dijadikan bukti bila terjadi masalah. Walaupun ada dikenal asas kebebasan berkontrak tetapi setiap perjanjian atau perikatan itu harus selalu mengacu kepada peraturan yang telah ditentukan untuk itu. Apabila hubungan hukum itu terjadi karena adanya persetujuan antara seseorang dengan seorang lain mengenai tanah atau rumah atau lainnya, selain dikaitkan dengan peraturan jabatan notaris/ PPAT bila tanah atau rumah yang menjadi objek dalam perjanjian itu telah mempunyai status yang jelas dan pasti, seperti sertifikat hak milik, hak guna bangunan dan sebagainya, maka perjanjian itu harus dibuat di hadapan pejabat yang ditunjuk ialah Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Aturan seperti ini telah diatur dalam Undang- Undang Pokok Agraria, peraturan pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 dan telah dicabut dan disempurnakan lagi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah dan dikaitkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Jadi setiap perjanjian diantara seorang dan seorang yang lainnya atau antara seorang dengan badan hukum atau sebaliknya, telah tersedia perangkat hukum yang mengaturnya agar tidak terjadi penyimpangan dari apa yang telah ditetapkan oleh undang-undang.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGIKATAN JUAL BELI blank doc

PENGIKATAN JUAL BELI blank doc

kepada penghadap Pihak Kedua yang menerangkan telah menerima Pengoperan/pengalihan tersebut dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli dari Pihak Pertama, atas :--------------------------------------------------------------- --1 (satu) unit bangunan Rumah Tinggal, permanen, yang terletak di Kepulauan Riau, Kota Batam, Kecamatan Sekupang, Kelurahan Patam

5 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PERJANJIAN PENDAHULUAN DALAM JUAL BELI ATAS SATUAN RUMAH SUSUN YANG DIPASARKAN DENGAN CARA PRE PROJECT SELLING

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PERJANJIAN PENDAHULUAN DALAM JUAL BELI ATAS SATUAN RUMAH SUSUN YANG DIPASARKAN DENGAN CARA PRE PROJECT SELLING

Perjanjian Pengikatan Jual Beli memuat hal-hal yang menyangkut hak dan kewajiban pengembang maupun pembeli. Banyak pengembang tidak memahami atau malah mengabaikan kewajiban dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan pembangunan rumah susun. Disamping itu, pembeli juga sering lupa bahwa ia mempunyai hak suara secara proporsional untuk menentukan bagaimana gedung akan dikelola. Pengembang dan Pembeli sebagai calon pemilik dan penghuni pada pertemuan awal melalui Perjanjian Pengikatan Jual Beli harusnya sudah mulai terikat kepada konsep kebersamaan yang akan mereka hadapi nanti. Terbentuknya Perhimpunan Penghuni dan pengelolaan gedung merupakan bagian akhir dari kegiatan penerapan sistim rumah susun. Sistim rumah susun dinyatakan telah tuntas penerapannya jika Perhimpunan Penghuni yang dilengkapi dengan perangkat aturan yang di kenal dengan Tata tertib Penghunian telah terbentuk dan mampu mengoperasikan pengelolaan gedung dengan baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Perjanjian Pengikatan Jual Beli. docx

Perjanjian Pengikatan Jual Beli. docx

2. PIHAK PERTAMA berkewajiban menyelesaikan pembangunan rumah milik ​ PIHAK KEDUA dalam jangka waktu yang akan ditentukan didalam perjanjian adendum tersendiri dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjanjian ini. Apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan ​ PIHAK PERTAMA belum menyelesaikan pembangunan rumah tersebut, maka ​PIHAK KEDUA pada bulan setelah bulan penyelesaian rumah yang telah ditentukan dalam adendum akan mendapat ganti rugi atas keterlambatan penyelesaian ​ PIHAK PERTAMA sebesar 0,05 % (nol koma nol lima persen) per hari dari total uang yang telah disetor/dibayar oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA, akan tetapi PIHAK PERTAMA akan memberikan ganti rugi kepada PIHAK KEDUA sebanyak-banyaknya/setinggi-tingginya sebesar 2% (dua persen) dari total uang yang telah disetor/dibayar PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA ​.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Akta Pengikatan Jual Beli Sebagai Dasar Pengalihan Kepemilikan Rumah

Akta Pengikatan Jual Beli Sebagai Dasar Pengalihan Kepemilikan Rumah

Perjanjian itu tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak, atau karena alasan-alasan yang oleh Undang-undang dinyatakan cukup untuk itu. Ini berarti, jual beli yang telah dilangsungkan dan telah mengikat dengan tercapainya kata sepakat mengenai kebendaan yang akan dijual dan harga beli antara penjual dan pembeli, tidak dapat dibatalkan secara sepihak oleh pembeli maupun penjual. Bahkan dalam hal jual beli dilakukan dengan pemberian uang. 25 Sebagaimana menurut Herlien Budiono 26 asas pacta sunt servanda diakui sebagai aturan yang menetapkan bahwa semua perjanjian yang dibuat secara sah, mengingat kekuatan hukum yang terkandung di dalamnya, dimaksudkan untuk dilaksanakan dan pada akhirnya dapat dipaksakan penaataannya. jika dipandang perlu dapat dipaksakan dengan bantuan sarana penegakan hukum.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

SENGKETA PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI

SENGKETA PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI

Sebagai salah satu contoh perselisihan yang diangkat di hadapan sidang pengadilan, yaitu Putusan Pengadilan Negeri No.01/PDT.G/2004.PN.PDG. Dalam kasus ini, Tuan H. Syahbuddin almarhum dengan temannya H. Kamaruddin Dt. Machudum mempunyai harta bersama berupa tanah Eigendom Verponding No. 333 SU tanggal 27 Januari 1920 No. 5 seluas 4.415 M2 terletak di Kelurahan Kampung Pondok Kota Padang sekarang dikenal dengan Hak Milik No. 94 SU tanggal 27 Januari 1920 Nomor 5 seluas 4.145 M2 tertulis atas nama Kamaruddin Dt. Machudum 2/3 bahagian dan H. Syahbuudi 1/3 bagiannya, yang di atasnya telah berdiri sebuah hotel bernama Machudum hotel dan bangunan/rumah kepunyaan H. Kamaruddin gelar Dt. Machudum.
Baca lebih lanjut

100 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN.

Perjanjian jual beli yang disebut oleh para pihak tidak dapat terlepas dari objek perjanjian, dalam hal ini yang akan dibahas adalah mengenai yaitu perjanjian pengikatan jual beli sebelum apartemen selesai dibangun, yang objeknya berupa bangunan bertingkat yang terdiri atas satuan-satuan rumah susun dimana gedung bertingkat tersebut berdiri di atas tanah milik bersama baik dengan hak milik, hak guna bangunan, hak pakai atas tanah negara atau hak pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Obyek dari perjanjian jual beli adalah barang-barang tertentu yang dapat ditentukan wujud dan jumlahnya serta tidak dilarang menurut hukum yang berlaku untuk diperjualbelikan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

Perjanjian jual beli yang disebut oleh para pihak tidak dapat terlepas dari objek perjanjian, dalam hal ini yang akan dibahas adalah mengenai yaitu perjanjian pengikatan jual beli sebelum apartemen selesai dibangun, yang objeknya berupa bangunan bertingkat yang terdiri atas satuan-satuan rumah susun dimana gedung bertingkat tersebut berdiri di atas tanah milik bersama baik dengan hak milik, hak guna bangunan, hak pakai atas tanah negara atau hak pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Obyek dari perjanjian jual beli adalah barang-barang tertentu yang dapat ditentukan wujud dan jumlahnya serta tidak dilarang menurut hukum yang berlaku untuk diperjualbelikan.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN

Perjanjian jual beli yang disebut oleh para pihak tidak dapat terlepas dari objek perjanjian, dalam hal ini yang akan dibahas adalah mengenai yaitu perjanjian pengikatan jual beli sebelum apartemen selesai dibangun, yang objeknya berupa bangunan bertingkat yang terdiri atas satuan-satuan rumah susun dimana gedung bertingkat tersebut berdiri di atas tanah milik bersama baik dengan hak milik, hak guna bangunan, hak pakai atas tanah negara atau hak pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Obyek dari perjanjian jual beli adalah barang-barang tertentu yang dapat ditentukan wujud dan jumlahnya serta tidak dilarang menurut hukum yang berlaku untuk diperjualbelikan.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN.

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI APARTEMEN DI KOTA SURABAYA DIKAITKAN DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN.

Perjanjian jual beli yang disebut oleh para pihak tidak dapat terlepas dari objek perjanjian, dalam hal ini yang akan dibahas adalah mengenai yaitu perjanjian pengikatan jual beli sebelum apartemen selesai dibangun, yang objeknya berupa bangunan bertingkat yang terdiri atas satuan-satuan rumah susun dimana gedung bertingkat tersebut berdiri di atas tanah milik bersama baik dengan hak milik, hak guna bangunan, hak pakai atas tanah negara atau hak pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Obyek dari perjanjian jual beli adalah barang-barang tertentu yang dapat ditentukan wujud dan jumlahnya serta tidak dilarang menurut hukum yang berlaku untuk diperjualbelikan.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah.

Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Hak Atas Tanah.

Ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam jual beli khususnya jual beli atas tanah, seperti status hukum tanah tersebut apakah sedang dalam sengketa atau tidak dan sedang dijaminkan atau tidak, hal tersebut biasanya tercantum dalam surat pernyataan tidak dalam sengketa yang ditandatangani oleh pihak penjual dan diketahui oleh pejabat daerah setempat dimana objek jual beli itu berada. Itikad baik yang ditunjukkan oleh pihak pembeli yaitu dengan membayar harga yang telah disepakati, dan pihak penjual berkewajiban menyerahkan objek jual beli yang telah dibayar kepada pihak pembeli dalam keadaan tidak sedang dijaminkan ke instansi manapun. Hal ini merupakan salah satu problem hukum apabila penjual tidak memiliki itikad baik yaitu tidak mengatakan yang sebenarnya mengenai obyek tanah yang dijualnya, seperti misalnya tanah sedang dijaminkan tetapi tidak dikatakan secara terus terang atau tanah yang dijual sebenarnya masih dalam sengketa tetapi dikatakan tidak dalam sengketa. Selain itu, bila pembeli atau penjual tidak mempunyai itikad baik akan menyulitkan notaris untuk membuatkan akta jual beli tanahnya mengingat notaris kesulitan dalam menilai itikad baik dari para pihak baik penjual maupun pembeli.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...