Ribosome-inactivating Protein (RIP)

Top PDF Ribosome-inactivating Protein (RIP):

CYTOTOXICITY IDENTIFICATION OF THE SUPERNATANT OF Manihot esculenta Crantz RHIZOME AS RIBOSOME-INACTIVATING PROTEIN TO NORMAL CELL | Astuti | Indonesian Journal of Chemistry 21857 40944 1 PB

CYTOTOXICITY IDENTIFICATION OF THE SUPERNATANT OF Manihot esculenta Crantz RHIZOME AS RIBOSOME-INACTIVATING PROTEIN TO NORMAL CELL | Astuti | Indonesian Journal of Chemistry 21857 40944 1 PB

Sebagian masyarakat Jogjakarta menggu- nakan air perasan ubi kayu (M. esculenta) yang diparut sebagai obat untuk menghilangkan benjolan-benjolan yang ada pada tubuh manusia dan sebagai obat anti infeksi. Senyawa aktif pada fraksi air tersebut diperkirakan adalah Ribosome- inactivating protein (RIP). Dalam Astuti et al [8] telah disebutkan bahwa supernatan umbi M. esculenta mempunyai aktivitas Ribosome- Inactivating Protein (RIP) yaitu memotong DNA superkoil menjadi nick circular. Di samping itu, supernatan tersebut bersifat toksik terhadap Myeloma cell line (LC 50 = 180,24 µ g/mL) yang
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

CYTOTOXICITY AGAINST TUMOR CELL LINES OF A RIBOSOME- INACTIVATING PROTEIN (RIP)-LIKE PROTEIN ISOLATED FROM LEAVES OF MIRABILIS JALAPA L

CYTOTOXICITY AGAINST TUMOR CELL LINES OF A RIBOSOME- INACTIVATING PROTEIN (RIP)-LIKE PROTEIN ISOLATED FROM LEAVES OF MIRABILIS JALAPA L

RIPs are currently under study as therapeutic agents against cancer (Kreitman and Pastan, 1998). The present study is a part of our continuing research to isolate active compounds from plant for anti-cancer activity. We have previously reported that crude protein fraction extracted from the leaves of Mirabilis jalapa L displayed potential to cleave supercoiled DNA like RIP, and was able to induce cell death through the induction apoptosis and necrosis in different cancer cell-line models (Ikawati et al. 2003). However, this being in crude form, we carried out further purification of the protein extract using cation-exchange chromatography. In the present study, a protein fraction identified to have RIP-like activity has a molecular weight of 30 kD, and, therefore, was designated as MJ-30 (MJ for Mirabilis jalapa, and 30 for 30 kD). Cytotoxicity of the MJ-30 was tested against two cancer cell lines, namely human breast cancer T47D and cervical cancer SiHa, and human peripheral blood mononuclear cells as normal cells.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

CYTOTOXIC EFFECTS OF PROTEIN FRACTION ISOLATED FROM Curcuma mangga VAL RHIZOMES AND CONTAINING RIBOSOME-INACTIVATING PROTEINS ON CANCER CELL-LINES AND NORMAL CELL | Sismindari | Indonesian Journal of Chemistry 21855 40942 1 PB

CYTOTOXIC EFFECTS OF PROTEIN FRACTION ISOLATED FROM Curcuma mangga VAL RHIZOMES AND CONTAINING RIBOSOME-INACTIVATING PROTEINS ON CANCER CELL-LINES AND NORMAL CELL | Sismindari | Indonesian Journal of Chemistry 21855 40942 1 PB

fraction so that they are no longer function in protein synthesis. These plant proteins are known as ribosome-inactivating protein (RIPs). According to their structure, RIPs can be classified into two major types. Type 1 consists of a single chain with a molecular weight around 30 kDa, while type 2, with a molecular weight around 60 kDa, usually consists of two chain (A and B) connected by disulfide bond. The A chain is homologous to type 1 RIP and is responsible for the toxicity of the molecule. The B chain is a lectin which binds the toxic to the cell surface and facilitates the entry of A chain into the cell [1].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

2008 dm peni indrayudha daftar pustaka

2008 dm peni indrayudha daftar pustaka

Feinbaum, R., 1998, Current Protocols in Molecular Biology, John Wiley and Sons inc, 1.5.1-1.5.17, cit: Dewi Ngolady, 2000, Identifikasi Ribosome- Inactivating Protein dari Ekstrak Eubal Daun Cangkringan (Erythrina fusca Lour), Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

4 Baca lebih lajut

Pengantar Tentang Enzim BAB 9 PENGANTAR (1)

Pengantar Tentang Enzim BAB 9 PENGANTAR (1)

Sisi Aktif Enzim Sisi aktif enzim (active site) adalah bagian dari molekul enzim tempat berikatannya substrat, untuk membentuk kompleks enzim substrat, dan selan- jutnya membentuk produk akhir. Sisi aktif suatu enzim berbentuk tiga dimensi, sering berupa leku- kan pada permukaan protein enzim, tempat substrat berikatan secara lemah. Dua model telah diusulkan untuk menjelaskan bagaimana enzim berikatan dengan substrat : 1) model kunci – dan anak kunci dan 2) induced – fit model .

16 Baca lebih lajut

KOMPOSISI TUBUH KAMBING KACANG AKIBAT PEMBERIAN PAKAN DENGAN SUMBER PROTEIN YANG BERBEDA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

KOMPOSISI TUBUH KAMBING KACANG AKIBAT PEMBERIAN PAKAN DENGAN SUMBER PROTEIN YANG BERBEDA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Kambing merupakan salah satu jenis ternak ruminansia kecil yang populasinya banyak tersebar di seluruh Indonesia, dan mampu memproduksi daging guna memenuhi kebutuhan protein hewani asal ternak. Kambing Kacang adalah kambing lokal, merupakan bangsa kambing yang pertama kali dibudidayakan di Indonesia. Populasi kambing Kacang pada tahun 2012 sebesar 7.325.977 ekor atau setara dengan 41,9% dari total populasi kambing yang ada di Indonesia (Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2012). Hal ini menunjukkan bahwa kambing Kacang merupakan potensi ternak lokal yang masih menjadi pilihan untuk dibudidayakan oleh kalangan peternak. Sebagai ternak yang berpotensi, kambing Kacang memiliki kelemahan yaitu produktivitas yang rendah, karena masih dipelihara secara tradisional.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

What Is Whey Protein Isolate

What Is Whey Protein Isolate

Keywords: Whey protein isolate, Best protein supplement, Protein supplement, Benefit of whey protein, Muscle building supplement, Body building gain mass muscle supplement, Best protein[r]

1 Baca lebih lajut

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MASING MASING ME

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MASING MASING ME

Adanya gugus polar dalam protein dapat mengikat zat warna yang bermuatan berlawanan dengan muatan protein membentuk komplek warna yang tak larut. Zat warna yang sering digunakan ialah zat warna asidik seperti Amino Black 10B (λ maks 615 nm) dan Orange G (λ maks 485 nm) karena memiliki 2 gugus –SO3H (negatif) sehingga akan berikatan kuat dengan gugus amina yang bersifat basa dari protein. Protein membentuk kompleks tak larut dengan pewarna karena interaksi elektrostatik antar molekul, tapi masih tersisa pewarna tak terikat yang larut. Pewarna anionic berikatan dengan gugus kationik dari residu asam amino basa (histidine, arganine dan lysine) dan pada gugus asam amino bebas di ujung. Jumlah pewarna tak terikat yang tersisa setelah kompleks protein-pewarna dipisahkan (misalnya dengan sentrifugasi) ditentukan dengan pengukuran serapan. Jumlah protein yang ada di larutan awal berhubungan dengan jumlah pewarna yang terikat :
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Komunikasi Antar Sel id. ppt

Komunikasi Antar Sel id. ppt

Reseptor Terkait-Protein G G protein-coupled reseptor/GPCR – Berupa protein membran yg bekerja bersamaan dgn protein G dan protein lain biasanya enzim – Pendeteksian sinyal berupa ca[r]

24 Baca lebih lajut

A. PENGERTIAN PROTEIN - PROTEIN

A. PENGERTIAN PROTEIN - PROTEIN

Digestion is facilitated mostly by the Digestion is facilitated mostly by the stomach’s acid and enzymes, wich first stomach’s acid and enzymes, wich first denature dietary protein, then cleave denature dietary protein, then cleave them into smaller polypeptides and them into smaller polypeptides and some amino acid.

37 Baca lebih lajut

Which is the Best Protein Powder

Which is the Best Protein Powder

Keywords: Best protein powder, Best protein supplement , Protein supplement, Bodybuilding gain mass muscle supplement, Best protein supplement, Protein supplement Article Body: When i[r]

1 Baca lebih lajut

Uji Nutrisi Dadih Susu Kerbau Dan Susu Kambing Dengan Menggunakan Bambu Ampel (Bambusa Vulgaris) Dan Bambu Gombong (Gigantochloa Verticilata)

Uji Nutrisi Dadih Susu Kerbau Dan Susu Kambing Dengan Menggunakan Bambu Ampel (Bambusa Vulgaris) Dan Bambu Gombong (Gigantochloa Verticilata)

Bahan-bahan dasar yang terdapat didalam susu kerbau antara lain protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Dari bahan dasar tersebut dapat dikembangkan bermacam-macam produk olahan susu yang mendasarkan pada ciri dan sifat bahan dasar tersebut. Selain hasil utama susu kerbau perah mempunyai hasil samping lainnya yakni gudel (keturunannya), kotoran dan daging setelah masa kehidupan produktifnya terlampaui (Mudgal, 1999).

12 Baca lebih lajut

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

METABOLISME PROTEIN Protein tersusun oleh beberapa asam amino • Simpanan protein sebagai cadangan energi tidak ada • Protein diproses untuk energi melalui senyawa intermediate yaitu[r]

119 Baca lebih lajut

Sifat Hipoglisemik Pakan Tinggi Protein Kedelai pada Model Diabetik Induksi Alloxan

Sifat Hipoglisemik Pakan Tinggi Protein Kedelai pada Model Diabetik Induksi Alloxan

mengandung protein yang tinggi sekitar 40% dengan amino yang lengkap yang dapat protein mempunyai untuk Protein protein yang karena kandungan aminonya yang memiliki nilai yang tingg[r]

6 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM ISOLAT PROTEIN ANALISI (1)

LAPORAN PRAKTIKUM ISOLAT PROTEIN ANALISI (1)

Protein merupakan salah satu unsur gizi penting dalam bahan pangan. Kandungan protein dalam bahan pangan beragam. Untuk memperoleh protein dalam konsentrasi tinggi, dibuat protein dalam bentuk konsentrat atau isolat. Protein konsentrat mengandung protein minimal 70%, sementara isolat protein mencapai 95%. Keduanya memiliki kandungan yang lebih besar dibanding tepung protein biasa yang kandungannya hanya sekitar 50%. Isolat protein kedelai merupakan bentuk paling murni dari protein karena kadarnya yang sangat tinggi yaitu minimal 95% dalam berat kering. Produk ini hampir bebas dari komponen lain seperti karbohidrat dan lemak. Isolat protein dibuat hampir sama dengan konsentrat protein, hanya saja ekstraksinya berbeda. Caranya dengan mencampurkan isolat dengan air dengan perbandingan 1:8 kemudian diatur pH sampai 8,5-8,7 dengan penambahan NaOH 2N dan diaduk selama 30 menit pada 50-55°C hingga protein terekstrak (Capuholic, 2009).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

DIVERSIFIKASI SOSIS IKAN LELE PRINT

DIVERSIFIKASI SOSIS IKAN LELE PRINT

Jumlah air yang umumnya ditambahkan dalam pembuatan sosis adalah 20- 30% dari berat daging dan umumnya air yang ditambahkan dalam bentuk es (Forrest et al., 1975). Menurut Kramlich (1971), penambahan air dalam bentuk es atau air es bertujuan untuk (1) melarutkan garam dan mendistribusikannya secara merata ke seluruh bagian massa daging, (2) memudahkan ekstraksi protein serabut otot, (3) membantu pembentukan emulsi dan (4) mempertahankan suhu daging agar tetap rendah selama penggilingan dan pembuatan adonan.

36 Baca lebih lajut

Identifikasi Protein-Protein Signifikan Yang Berasosiasi Dengan Diabetes Mellitus (Dm) Tipe 2 Menggunakan Analisis Topologi Jejaring Protein-Protein Interaction

Identifikasi Protein-Protein Signifikan Yang Berasosiasi Dengan Diabetes Mellitus (Dm) Tipe 2 Menggunakan Analisis Topologi Jejaring Protein-Protein Interaction

Proses identifikasi protein-protein signifikan yang berasosiasi dengan DM tipe 2 dimulai dengan mengumpulkan data kandidat protein-protein signifikan menggunakan basis data OMIM, selanjutnya kandidat protein-protein signifikan tersebut dijadikan sebagai data masukan pada basis data STRING untuk memperoleh data protein-protein interaction (PPI). Data PPI dikonstruksi menjadi jejaring PPI dan sebuah subnetwork dikonstruksi dari semua lintasan terpendek pasangan kandidat protein-protein signifikan yang memiliki total nilai degree terbesar dari seluruh node-nya yang ada pada jejaring PPI. Analisis topologi pada subnetwork dilakukan untuk memperoleh nilai Connectivity degree (k), betweenness centrality (BC) dan closeness centrality (CC). Ketiga nilai tersebut kemudian digunakan untuk menentukan protein-protein signifikan yang berasosiasi dengan DM tipe 2.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

7 Komunikasi Dan Antar Sel

7 Komunikasi Dan Antar Sel

Reseptor Terkait-Protein G G protein-coupled reseptor/GPCR – Berupa protein membran yg bekerja bersamaan dgn protein G dan protein lain biasanya enzim – Pendeteksian sinyal berupa ca[r]

24 Baca lebih lajut

All About Whey Protein Concentrate

All About Whey Protein Concentrate

Keywords: Whey protein concentrate, Benefit of whey protein, Best protein powder, Whey protein powder, Protein supplement, Muscle building supplement Article Body: You are standing in[r]

1 Baca lebih lajut

PEMBAHASAN Sumber Protein Pada Penyakit Ginjal Kronik

PEMBAHASAN Sumber Protein Pada Penyakit Ginjal Kronik

Protein berasal dari bahasa Yunani, yaitu proteos berarti yang utama atau didahulukan. Jumlah dan jenis protein yang diberikan pada pasien PGK pre dialisis dalam bentuk diet Rendah Protein sangat penting untuk diperhatikan karena protein berguna untuk mengganti jaringan yang rusak, membuat zat antibodi, enzim dan hormon, menjaga keseimbangan asam basa, air, elektrolit, serta menyumbang sejumlah energi tubuh. Protein dibuat dari 20 asam amino penyusun protein, 11 diantaranya dapat disintesis oleh tubuh, dan 9 sisanya disebut asam amino esensial yang diperoleh dari bahan makanan, yaitu Leusin, Isoleusin, Valin, Triptofan, Fenilalanin, Metionin, Treonin, Lisin dan Histidin. Dari asam amino, 8 diantaranya dibutuhkan oleh orang dewasa, sedangkan Histidin dibutuhkan oleh anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Bahan makanan yang mengandung semua asam amino disebut lengkap protein, seperti telur, daging, ikan, susu, unggas, keju. Oleh karena itu, protein hewani biasa disebut sebagai protein bernilai biologi tinggi. Bahan makanan nabati, misalnya beras dan kacang-kacangan, mengandung asam amino esensial yang terbatas atau tidak lengkap. Oleh karena itu, dikatakan mengandung protein bernilai biologi rendah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 6798 documents...

Related subjects