shock syndrome

Top PDF shock syndrome:

b. Epidemiologi - HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN KEJADIAN DENGUE SHOCK SYNDROME PADA ANAK DI RSUD TUGUREJO SEMARANG - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

b. Epidemiologi - HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN KEJADIAN DENGUE SHOCK SYNDROME PADA ANAK DI RSUD TUGUREJO SEMARANG - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Syok pada DBD menyebabkan iskemia usus, yang kemudian menyebabkan translokasi bakteri dari lumen usus ke dalam sirkulasi. Endotoksin sebagai komponen kapsul luar bakteri gram negative akan mudah masuk ke dalam sirkulasi pada keadaan iskemia berat. Telah dibuktikan oleh peneliti sebelumnya bahwa endotoksin berhubungan erat dengan kejadian syok pada Demam Berdarah Dengue. Endotoksinemia terjadi pada 75% Dengue Shock Syndrome dan 50% Demam Berdarah Dengue tanpa syok. 11 4. Teori Mediator

13 Baca lebih lajut

The Role of Cytokines in Activation of Coagulation and Fibrinolysis in Dengue Shock Syndrome

The Role of Cytokines in Activation of Coagulation and Fibrinolysis in Dengue Shock Syndrome

Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a severe form of the infection caused by any of four serotypes of the dengue virus. It is characterized by fever, thrombocytopenia, bleeding manifestations ranging from mild to severe, and evidence of plasma leakage. According to the 1997 WHO criteria, dengue shock syndrome (DSS) is defined as DHF with signs of circulatory failure, including narrow pulse pressure (20 mm Hg) and hypotension (DHF grade III) or frank shock (DHF grade IV) (11, 12). Plasma leakage and bleeding are the two major pathophysio- logical changes in DHF/DSS, determining the severity of disease (11-14). Little is known about the pathogenesis of bleeding in DHF/ DSS and in an analogy to sepsis it is attractive to speculate that cyto- kines are key mediators. Preexisting heterotypic dengue antibodies augment dengue virus infection of monocytes or macrophages (15). An increased number of dengue virus-infected monocytes may result in T- lymphocyte activation; the activation of both types of cell may result in the production of elevated levels of the aforementioned cytokines (16).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is contagious disease that endemic in Indonesia. DHF can clinically manifest into dengue shock syndrome (DSS), which can lead into death. Surveillance data Medan in 2014 there were 1,699 cases of dengue. The purpose of this study to determine the characteristics of DHF patients with DSS and Non DSS, the study conducted at RSUD Dr. Pirngadi Medan with case series design.

2 Baca lebih lajut

this PDF file Determinan sosial kejadian dengue shock syndrome di kota Semarang | Pradipta | Berita Kedokteran Masyarakat 1 PB

this PDF file Determinan sosial kejadian dengue shock syndrome di kota Semarang | Pradipta | Berita Kedokteran Masyarakat 1 PB

Tujuan:   Penelitian ini bertujuan       ​untuk   ​mengetahui   determinan sosial yang berhubungan dengan           dengue shock syndrome       ​(DSS).   ​Metode:   ​Studi meng-     gunakan desain     ​ case control     ​Kasus adalah penderita       DBD yang mengalami syok sindrom berdasarkan             diagnosis dokter rumah sakit, dan kontrol adalah               penderita DBD yang tidak mengalami syok sindrom.               Pengambilan sampel dengan       ​ purposive sampling,     berdasarkan rekam medik rumah sakit dan register               kasus DBD tahun 2015 di Dinas Kesehatan kota                 Semarang, kemudian subjek diminta persetujuan           tertulis untuk diwawancarai.       ​Hasil:   ​Sebanyak 73     kasus dan 73 kontrol dilibatkan dalam penelitian              
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Risk Factors for Mortality in Dengue Shock Syndrome (DSS) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Risk Factors for Mortality in Dengue Shock Syndrome (DSS) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Dengue virus infection is an arthropod-borne disease, caused by any of four closely related serotypes of dengue virus, belonging to the genus Flavivirus , family Flaviviridae: DEN-1, DEN-2, DEN-3 and DEN-4. In- fection confers life-long homotypic, but not heterotypic, immunity. Clinical manifestation can be asymptomatic infection, dengue fever (DF) and dengue hemorrhagic fever (DHF). The severity of DHF can vary from DHF I to DHF IV. The severe forms (DHF III and IV) are also referred to as dengue shock syndrome (DSS), cha- racterized by shock due to leakage of plasma from blood vessels. 1
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Anders K.L., Nguyet N.M., Chau N.V., Hung N.T., Thuy T.T., Lien L.B., Farrar J., Wills B.,Hien T.T., Simmons C.P., 2011. Epidemiological Factors Associated with Dengue Shock Syndrome and Mortality in Hospitalized Dengue Patients in Ho Chi Minh City, Vietnam. The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene 84(1): 127 – 134.

3 Baca lebih lajut

The Detection of Encoding Gene of Toxic Shock Syndrome Toxin-1 S. aureus Isolate from the Milk of Cows and Goats by Polymerase Chain Reaction | Kunda | Jurnal Sain Veteriner 3804 7432 1 PB

The Detection of Encoding Gene of Toxic Shock Syndrome Toxin-1 S. aureus Isolate from the Milk of Cows and Goats by Polymerase Chain Reaction | Kunda | Jurnal Sain Veteriner 3804 7432 1 PB

Salah satu toksin yang dihasilkan oleh S. aureus adalah toxic shock syndrome toxin-1 (TSST-1), yang dapat menyebabkan kelainan pada berbagai macam organ. Kelainan tersebut ditandai demam, hipotensi, gangguan organ pencernaan, sel endothelia, dan otot polos pembuluh darah. Menurut Zschock et al. (2000); Purnomo et al. (2006), S. aureus yang terdapat dalam susu segar dapat menyebabkan toxic shock syndrome (TSS) pada manusia akibat keracunan susu.

9 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) Yang Mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS) Rawat Inap Di RSU DR. Pirngadi Medan Tahun 2008

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) Yang Mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS) Rawat Inap Di RSU DR. Pirngadi Medan Tahun 2008

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Allah SWT karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang Mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS) Rawat Inap di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2008”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Medan.

105 Baca lebih lajut

FAKTORFAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DENGUE SHOCK SYNDROME (DSS) PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO KOTA SEMARANG

FAKTORFAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DENGUE SHOCK SYNDROME (DSS) PADA ANAK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO KOTA SEMARANG

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo masuk ke dalam 3 besar kejadian Dengue Shock Syndrome (DSS).RSUD Tugurejo merupakan Rumah Sakit Kelas B milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang terletak di Jalan Walisongo Semarang bagian Barat.RSUD Tugurejo merupakan rumah sakit rujukan pertama bagi masyarakat Kota Semarang.DSS merupakan penyebab utama terjadinya kematian pada penyakit DBD di RSUD Tugurejo. Berdasarkan data rekam medis RSUD Tugurejo didapatkan angka kejadian Dengue Shock Syndrome (DSS) pada anak usia <15 tahun dari tahun 2012-2015 terus mengalami peningkatan yang signifikan yaitu tahun 2012 sebanyak 11 kasus (3,7%), tahun 2013 sebanyak 17 kasus (2,7%), tahun 2014 sebanyak 89 kasus (16,4%), tahun 2015 sebanyak 111 kasus (18%) dan bulan Januari hingga Mei 2016 sebanyak 52 kasus.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang bersifat endemis di Indonesia. DBD dapat bermanifestasi klinis menjadi Dengue Shock Syndrome (DSS) yang dapat mengakibatkan kematian pada penderita. Berdasarkan data surveilans kota Medan tahun 2014 terdapat 1.699 kasus DBD. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik penderita DBD dengan DSS dan Non DSS, penelitian dilakukan di RSUD Dr. Pirngadi Medan dengan desain case series.

17 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “KARAKTERISTIK PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN DENGUE SHOCK SYNDROME (DSS) DAN NON DSS DI RSUD DR PIRNGADI MEDAN TAHUN 2013-2015” ini beserta seluruh isinya adalah benar hasil karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau mengutip dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung risiko atau sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

DENGUE SHOCK SYNDROME IN A 6-YEARS OLD HIV INFECTED BOY.

DENGUE SHOCK SYNDROME IN A 6-YEARS OLD HIV INFECTED BOY.

HIV co-infection with dengue fever or dengue shock syndrome in children are very rarely found or reported. In this case report, we describe a six years old boy who received highly active antiretroviral therapy developed co-infection with dengue shock syndrome in 2014. Based on World Health Organization, criteria for a case of dengue shock syndrome, it was found fever <7 days with positive tourniquet test, thrombocytopenia 98 x 10 e3 / uL, increased hematocrit, shock with began to narrow pulse pressure, blood pressure 90/60 mm Hg, pulse 120 x / min, weak and regular, cold extremities, in accordance with DHF grade III. On physical examination found Cold in the extremities on the feet and hands, rumple leed positive, Capillary refill time was 3 seconds. Chest X ray (Anteroposterior and right lateral Decubity) showed consolidation in the right lung field, right pleural effusion. The IgM and IgG anti dengue serology were positive. Interaction between the lines dengue pathogenesis of HIV infection, and between antiretroviral treatment with dengue infection still can not be explained, but would require further research.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Penelitian yang dilakukan oleh Harisnal 2012 mengenai Faktor-faktor risiko kejadian DSS di RSUD Ulin dan RSUD Ansari Saleh Kota Banjarmasin tahun 2011-2012 ditemukan bahwa persentase h[r]

7 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Patogenesis terjadinya renjatan berdasarkan The Secondary Heterologous Infection Hypothesis dapat dilihat dari rumusan yang dikemukakan oleh Suvatte 1997, yaitu akibat infeksi kedua ol[r]

11 Baca lebih lajut

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Karakteristik Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan Dengue Shock Syndrome (DSS) dan Non DSS di RSUD Dr. Pirngadi Medan Tahun 2013-2015

Computed only for a 2x2 table pesentase ht dbd kategorik * diagnosa responden Crosstabulation diagnosa responden Total non dss dss pesentase ht dbd kategorik... 2-sided Exact Sig.[r]

37 Baca lebih lajut

Dokumen.tips asuhan keperawatan anak den

Dokumen.tips asuhan keperawatan anak den

• Infeksi bakteri sekunder yang berat terutama dari golongan grup A Streptococcus yang dapat memicu terjadinya nekrosis kulit dengan cepat serta terjadi “Toxic Shock Syndrome” • Penderi[r]

24 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Staphylococcus aureus ATCC 6538 Dan Escherichia coli ATCC 11229.

DAFTAR PUSTAKA Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Staphylococcus aureus ATCC 6538 Dan Escherichia coli ATCC 11229.

Parsonnet, J., Hansmann, M.A., Seymour, J., Delaney, M.L., DuBois, A.M., et al., 2010. Persistence Survey of Toxic Shock Syndrome toxin-1 producing Staphylococcus aureus and Serum Antibodies to this Superantigen in Five Groups of Menstruating Women. bmcinfectdis. 10(249) : 1-8.

4 Baca lebih lajut

REFERAT RAYNAUD SYNDROME | Karya Tulis Ilmiah

REFERAT RAYNAUD SYNDROME | Karya Tulis Ilmiah

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Copeman dan Ashfield, dengan pemberian HBOT Raynaud’s syndrome dirasa membaik dan hasilnya, yakni peningkatan kehangatan dan sirkulasi jaringan bertahan lebih lama (Copemand 1967, Ashfield 1969). Manfaat HBOT terhadap Raynaud’s syndrome antara lain adalah meningkatkan sirkulasi lokal, oksigenasi dan metabolism sel, meningkatkan kontrol saraf pembuluh darah (mekanisme tidak diketahui) sehingga serangan menjadi kurang sering, meningkatkan toleransi suhu dingin dan serangan Raynaud, mengurangi mati rasa dan kesemutan, mengurangi kemungkinan thrombosis dengan mengurangi kekentalan darah, mengurangi efek iskemia (aliran darah rendah) dengan meningkatkan transportasi oksigen, mengurangi kejadian ulkus atau gangrene (www.baromedical.ca, 2014).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Show all 1750 documents...