Status Sosial Ekonomi Orang Tua Anak

Top PDF Status Sosial Ekonomi Orang Tua Anak:

FENOMENA ANAK JALANAN: PENGAMEN di PASAR PARUNG, BOGOR (STUDI ANALISIS STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA ANAK JALANAN)

FENOMENA ANAK JALANAN: PENGAMEN di PASAR PARUNG, BOGOR (STUDI ANALISIS STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA ANAK JALANAN)

vi ABSTRAK Vickyargo Prastyo (1113015000066), Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatulah Jakarta, Judul Skripsi Fenomena Anak Jalanan: Pengamen Pasar Parung, Bogor (Studi Analisis Status Sosial Ekonomi Orang tua Anak Jalanan). Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana hubungan Status Sosial Orang tua apakah berpengaruh terhadap anak jalanan, seperti pengamen. Penelitian ini didasari oleh teori status sosial ekonomi yang menjelaskan suatu kedudukan yang diatur secara social dan menempatkan seseorang pada posisi teretntu di dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan peneliti yaitu tekhnik purposive sample. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari anak jalanan, dan orang tua anak jalanan. Tekhni pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun tekhnik pengolahan data yang peneliti gunakan adalah penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini telah ditemukan bahwa pendidikan, penghasilan, dan pekerjaan orang tua dapat mempengaruhi anak untuk membantu dan mencari uang sendiri dengan harapan agar mereka dapat meringankan kebutuhan ekonomi keluarganya
Baca lebih lanjut

117 Baca lebih lajut

Dampak Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Keterampilan Sosial Anak

Dampak Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Keterampilan Sosial Anak

Kabupaten Malang merupakan sebuah kabupaten di propinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten Malang memiliki koordinat 112017’ samapai 112057’ Bujur Timur dan 7044’ sampai 8026’ Lintang Selatan. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kota Malang tepat di tengah-tengahnya. Sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan yang berhawa sejuk, Kabupaten Malang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Jawa Timur. Kabupaten Malang memeliki beberapa kecamatan, salah satunya ialah Kecamatan Karangploso. Kecamatan Karangploso terdiri dari sembilan desa. Kesembilan desa di kecamatan ini adalah Kepuharho, Ngijo, Ngenep, Bocek, Donowarih, Ampeldento, Girimoyo, Tegalgondo, dan Tawangargo. Berdasarkan laman resminya, Kecamatan Karangploso memiliki luas wilayah 5.957.898 Ha. Sebagian besar wilayah kecamatan ini didominasi oleh area tegal, kebun, hutan dan sawah. Tak heran jika sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Berkembangnya pabrik-pabrik di wilayah kecamatan ini juga mempengaruhi peralihan mata pencaharian warga yang tadinya buruh tani menjadi karyawan pabrik. Secara administrative, Kecamatan Karangploso dikelilingi oleh kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Malang. Di sebelah utara, Kelurahan Karangploso berbatasan langsung dengan Kecamatan Singosari. Sedangkan sebelah timur, kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kota Malang. Di sebelah selatan berbatasan dengan KecamatanDau dan di sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Bumiaji. Hasil perhitungan uji validitas status sosial ekonomi orang tua yang membandingkan antara nilai koefisien korelasi r hitung diperoleh bahwa semua item pernyataan masing-masing indikator pada variabel Status Sosial Ekonomi Orang Tua memiliki koefisien korelasi (r hitung) lebih besar dari r tabel (0,18). Hal ini berati bahwa semua item pernyataan pada masing-masing indikator pada variabel Status Sosial Ekonomi Orang Tua dinyatakan valid.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN PARTISIPASI TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN PARTISIPASI TERHADAP PENDIDIKAN ANAK

Eimny a orang tuu yang berpandidiknn nte u mengarti akan pentingnya pendidikan anak ada kecenderungan untuk beru • sehn keras supnya a naknya lebih berhaail dalam [r]

54 Baca lebih lajut

ANGKET STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

ANGKET STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

Kerjakan butir angket di bawah ini sesuai dengan keadaan diri anda, dengan memberikan tanda silang (x) pada lembar yang telah disediakanf. Tamat SD dan atau tidak sekolah.[r]

5 Baca lebih lajut

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

Untuk indikator terakhir yaitu perilaku kedisplinan dirumah jawaban responden menjawab tidak untuk sebagian pertanyaan terutama untuk item soal siswa bangun tepat waktu dan siswa mengerjakan PR yang telah diberikan oleh guru di sekolah. Hal in seharusnya yang membimbing adalah orang tua karena jika siswa hanya ditekan untuk disiplin disekolah maka akan sia-sia saja jika tidak diikuti dengan disiplin dirumah. Jika responden terbiasa disiplin disekolah dengan mengikuti semua peraturan yang telah ditetapkan sekolah, misalkan menggunakan atribut yang disediakan sekolah, tidak terlambat kesekolah dan lain-lain. Namun kenyataannya kebanyakan responden tidak biasa menerapkan kebiasaan disiplinnya di rumah. Ini terjadi karena beberapa kemungkinan, bias dikarenakan sikap orang tua yang kurang menerapkan disiplin dirumah sehingga responden juga terbiasa untuk tidak lagidisiplin dalam belajar dan melakukan hal lain yang akan mendukung sikap disiplin mereka disekolah.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

Fenomena: dalam masa dan perkembangan teknologi yang semakin maju dan tingkat kebutuhan yang semakin meningkat daya tingkat perekonomian juga harus di naikan secara harfiah juga untuk menopang berbagai keperluan hidup terutama pada bentuk pendidikan anak untuk di masa mendatang.

5 Baca lebih lajut

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

Status sosial ekonomi orang tua berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar ekonomi didukung oleh temuan pada variable status sosial ekonomi orang tua yang terdapat pada tiga indicator yaitu pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan penghasilan orang tua. Hasil temuan di SMA Negeri Kota Jombang menunjukkan bahwa tingkat pendidikan terbanyak tamat SMA/SMK/MA/ sederajat, sedangkan paling sedikit jumlahnya tamat SD dan atau tidak sekola. Pekerjaan ayah terbanyak jumlahnya sebagai pengusaha, PNS, guru/dosen. Penghasilan terbanyak sekitar Rp2.500.000,00 s.d. Rp3.500.000,00, sedangkan paling sedikit jumlahnya kurang dari Rp1.500.000,00. Dalam hal ini, pendidikan orang tua yang baik, pendapatan ekonomi orang tua yang mencukupi dapat meningkatkan prestasi belajar ekonomi siswa. Dan sebaliknya siswa dengan orang tua status sosial ekonomi rendah relatif memiliki prestasi belajar ekonomi yang rendah pula. prestasi belajar yang baik tidak dapat diperoleh dengan hanya mengandalkan keterangan-keterangan yang diberikan oleh guru di depan kelas, tetapi membutuhkan jua alat-alat yang memadai seperti buku tulis, pensil, peta, pena dan terlebih dahulu lagi buku bacaan. Sebagian besar alat-alat pelajaran itu harus disediakan sendiri oleh murid-murid yang bersangkutan. Bagi orang tua yang keadaan ekonominya kurang memadai sudah barang tentu tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan anaknya secara memuaskan. Apabila keadaan ini terjadi pada orang tua siswa, maka siswa yang bersangkutan akan menanggung resiko-resiko yang tidak diharapkan. Keluarga sangat berperan aktif bagi siswa dan dapat mempengaruhi dari keluarga antara lain: cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, keadaan keluarga, pengertian orang tua, keadaan ekonomi keluarga, latar belakang kebudayaan dan suasana rumah. Orang tua dengan pendapatan cukup atau tinggi pada umumnya akan lebih mudah memenuhi segala kebutuhan sekolah dan keperluan lain. Berbeda dengan keluarga yang mempunyai penghasilan relatif rendah, pada umumnya mengalami kesulitan dalam pembiayaan sekolah, begitu juga dengan keperluan lainnya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA

Penelitian ini termasuk jenis penelitian expost facto. Menurut Zainal Arifin (2012:43) penelitian expost facto dimulai dengan dua kelompok yang berbeda kemudian menetapkan sebab-sebab dari perbedaan tersebut. Penelitian dimulai dengan menggambarkan keadaan sekarang yang dianggap sebagai akibat dari faktor yang terjadi sebelumnya, kemudian mencoba menyelidiki ke belakang guna menetapkan faktor-faktor yang diduga sebagai penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh status sosial ekonomi orang tua dan persepsi siswa tentang guru matematika terhadap prestasi belajar matematika.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Hubungan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Motivasi Anak Untuk Berwirausaha

Hubungan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Motivasi Anak Untuk Berwirausaha

mengembangkan kecakapannya yang tidak dapat dikembangkan apabila tidak ada alatnya. Hal ini dapat diartikan bahwa anak yang berasal dari keluarga yang ekonominya cukup, mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuannya dari pada anak yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Sehingga dengan keadaan sosial yang lebih tinggi dapat meningkatkan minat siswa dalam melanjutkan studi di perguruan tinggi, lain halnya dengan keadaan sosial ekonomi yang rendah, minat siswa untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi juga rendah karena biaya untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi dirasa terlalu berat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua (1)

Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua (1)

adalah keadaan atau latar belakang dari suatu keluarga yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan dan pendapatan keluarga, dengan indikator yang diteliti sebagai berikut: (a) tingkat pendidikan, (b) tingkat pendapatan, (c) pemilikan kekayaan atau fasilitas, dan (d) jenis tempat tinggal. Variabel terikat (y) (Motivasi Belajar Siswa) dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Bongomeme. Adapun yang dimaksud dengan motivasi belajar disini adalah aspek yang diteliti mencangkup: motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik. Dimana motivasi instrinsik dilihat dari indikator: keinginan belajar, senang mengikuti pelajaran, mengerjakan dan menyelesaikan tugas tepat waktu, memiliki kemandirin dalam mengerjakan tugas belajar, tekun dan mampu mendisiplinkan diri secara aktif dalam belajar, mengembangkan bakat dengan segala tenaga, waktu dan kemampuan dan adanya inisiatif dan tanggung jawab yang tinggi untuk meningkatkan pengetahuan. Sedangkan motivasi ekstrinsik dinilai dari indikator: ingin mendapat perhatian ingin mendapat pujian, ingin mendapat penghargaan dari orang tua, guru dan sekolah.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA (3)

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA (3)

oleh indikator “tingkat pendidikan orang tua”. Hal ini dapat ditunjukkan dari temuan bahwa rata-rata tingkat pendidikan yang dimiliki orang tua siswa di SMP 39 dan SMP 17 Surabaya adalah di peruruan tinggi. Terdapat pengaruh signifikan antara literasi ekonomi terhadap minat wirausaha siswa SMP Negeri di kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya. Hasil temuan pada penelitian ini adalah bahwa untuk litersi ekonomi indikator yang dominan adalah “Pemahaman terhadap prinsip- prinsip ekonomi”. Terdapat pengaruh signifikan antara percaya diri terhadap minat wirausaha siswa SMP Negeri di Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya secara parsial. Hasil temuan pada penelitian ini adalah untuk percaya diri dengan indikator yang dominan yaitu “Berani menyampaikan pendapat”. Terdapat pengaruh signifikan sosial ekonomi orang tua, literasi ekonomi, dan percaya diri secara bersama – sama terhadap minat wirausaha siswa SMP Negeri di Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya. Ini menunjukkan bahwa sebagai temuan barunya adalah ketiga vaiabel tersebut memberikan pengaruh secara simultan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KENAKALAN REMAJA DITINJAU DARI STATUS  SOSIAL EKONOMI ORANG TUA  Perbedaan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

PERBEDAAN KENAKALAN REMAJA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA Perbedaan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

ABSTRAKSI PERBEDAAN KENAKALAN REMAJA DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA Remaja merupakan individu yang masih labil. Terkadang para remaja melakukan perbuatan yang menyimpang atau disebut nakal. Perbuatan remaja yang menyimpang sering membuat kerugian bagi pihak lain. Kenakalan remaja dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya status sosial ekonomim orangtua. Kondisi kurang mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari remaja dalam kondisi tersebut mencari cara untuk bisa memenuhi kebutuhannya dengan cara yang mungkin kurang benar dan cenderung kearah yang negatif misalnya dengan mencuri atau pemalakan. Tujuan penelitian yaitu 1) mengetahui perbedaan kenakalan remaja ditinjau dari sosial ekonomi orangtua; 2) mengetahui tingkat kenakalan remaja. Hipotesis yang diajukan: ada perbedaan kenakalan remaja ditinjau dari sosial ekonomi orangtua
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN  MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA    Hubungan antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa.

HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA Hubungan antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa.

Halaman Tabel 1 Blue Print Skala Status Sosial Ekonomi Orang Tua ...................... 42 Tabel 2 Blue Print Skala Motivasi Belajar ................................................... 42 Tabel 3 Susunan Aitem Skala Motivasi Belajar yang Valid dan yang

13 Baca lebih lajut

KESEJAHTERAAN SISWA SMP DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA   Kesejahteraan Siswa Smp Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

KESEJAHTERAAN SISWA SMP DITINJAU DARI STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA Kesejahteraan Siswa Smp Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Mengenai ragam pengertian siswa SMP terkait kesejahteraan ditinjau dari status sosial ekonomi orang tua adalah bahwasannya secara umum rata-rata partisipan memaknai kesejahteraan merupakan kehidupan yang tenteram, damai, dan rukun. Siswa SMP dengan status sosial ekonomi orang tua rendah memaknai kesejahteraan lebih kepada perasaan yang berbahagia. Siswa SMP dengan status sosial ekonomi orang tua menengah memaknai kesejahteraan dengan kehidupan yang tenteram, rukun,, dan damai, sedangkan untuk siswa SMP dengan status sosial ekonomi orang tua tinggi memaknai kesejahteraan cukup variariatif yakni dengan perasaan bahagia, kehidupan yang tenteram, rukun, dan damai, juga pencapaian-pencapaian atas hal- hal yang diinginkan sebagai tujuan. Pengalaman-pengalaman yang membuat siswa SMP tersebut merasa sejahtera secara umum didominasi oleh jawaban hubungan yang baik dengan orang lain, misalnya orang tua, guru, dan teman. Hal tersebut juga senada dengan jawaban dari kelompok siswa SMP dengan status sosial ekonomi orang tua rendah dan menengah. Dari kedua kelompok siswa dengan status sosial ekonomi tersebut keduanya juga didominasi oleh jawaban bahwa pengalaman yang membuat siswa tersebut bahagia ialah hubungan yang baik dengan orang lain misal orang tua, guru, dan teman. Perbedaan terlihat pada kelompok siswa SMP dengan status sosial ekonomi orang tua tinggi. Pada kelompok siswa ini pengalaman yang mampu menciptakan perasaan sejahtera siswa ialah pencapaian – pencapaian atas hal yang dinginkannya sebagai tujuan, misal prestasi belajar baik akademik maupun non-akademik, menjuarai sebuah lomba, dan lain-lain. Sumber kebahagian siswa SMP secara umum berasal dari keluarga. Artinya pengalaman-pengalaman sejahtera yang dirasakan oleh siswa SMP kebanyakan berasal dari hubungan yang baik dengan orang tua dan keluarga.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua sebagai Buruh Sawit terhadap Pendidikan Formal Anak

Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua sebagai Buruh Sawit terhadap Pendidikan Formal Anak

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa Status sosial ekonomi orang tua yang bekerja sebagai buruh sawit di Desa Sungai Sepeti Kecamatan Seponti Jaya Kabupaten Kayong Utara termasuk dalam kategori sangat rendah, dengan indikator yaitu pendidikan yang ditempuh seluruh keluarga buruh sawit mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi dinyatakan rendah karena memang pendidikan yang ditempuh hanya berkisar antara SD-SMP saja, pendapatan yang diperoleh setiap bulannya dari hasil bekerja sebagai buruh sawit hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga buruh sawit, serta fasilitas/ kekayaan yang dimiliki sangat tidak memadai terlihat dari kondisi rumah yang sangat kecil dan sempit, alat peralatan rumah tangga yang digunakan dan kendaraan pribadi yang digunakan oleh keluarga buruh sawit. Sedangkan untuk pendidikan formal anak di Desa Sepeti Kecamatan Seponti Jaya Kabupaten Kayong Utara, termasuk dalam kategori sangat rendah dengan indikator pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, banyak anak keluarga buruh sawit yang tidak melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas, bahkan banyak diantaranya yang hanya menempuh pendidikan dasar saja. Berdasarkan perhitungan hasil uji regresi linear sederhana menggunakan SPSS 20, diperoleh pengaruh status sosial ekonomi keluarga (X) terhadap tingkat pendidikan formal anak (Y).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA SEBAGAI BURUH SAWIT TERHADAP PENDIDIKAN FORMAL ANAK

PENGARUH STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA SEBAGAI BURUH SAWIT TERHADAP PENDIDIKAN FORMAL ANAK

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa Status sosial ekonomi orang tua yang bekerja sebagai buruh sawit di Desa Sungai Sepeti Kecamatan Seponti Jaya Kabupaten Kayong Utara termasuk dalam kategori sangat rendah, dengan indikator yaitu pendidikan yang ditempuh seluruh keluarga buruh sawit mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi dinyatakan rendah karena memang pendidikan yang ditempuh hanya berkisar antara SD-SMP saja, pendapatan yang diperoleh setiap bulannya dari hasil bekerja sebagai buruh sawit hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga buruh sawit, serta fasilitas/ kekayaan yang dimiliki sangat tidak memadai terlihat dari kondisi rumah yang sangat kecil dan sempit, alat peralatan rumah tangga yang digunakan dan kendaraan pribadi yang digunakan oleh keluarga buruh sawit. Sedangkan untuk pendidikan formal anak di Desa Sepeti Kecamatan Seponti Jaya Kabupaten Kayong Utara, termasuk dalam kategori sangat rendah dengan indikator pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, banyak anak keluarga buruh sawit yang tidak melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah atas, bahkan banyak diantaranya yang hanya menempuh pendidikan dasar saja. Berdasarkan perhitungan hasil uji regresi linear sederhana menggunakan SPSS 20, diperoleh pengaruh status sosial ekonomi keluarga (X) terhadap tingkat pendidikan formal anak (Y).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Harga Diri Dan Interaksi Sosial Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua

Harga Diri Dan Interaksi Sosial Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua

Sedangkan hasil penelitian yang menunjukkan ada perbedaan harga diri dan interaksi sosial antara siswa yang mengajukan bantuan uang sekolah dengan siswa yang tidak [r]

8 Baca lebih lajut

Harga Diri Dan Interaksi Sosial Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua

Harga Diri Dan Interaksi Sosial Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua

Hasil self evaluation yang dilakukan remaja akan menumbuhkan suatu perasaan bahwa self (diri) itu berharga atau disebut sebagai self worth. Self worth melibatkan sudut pandang dari diri sendiri dalam melakukan suatu tindakan. Misalkan perasaan kompetisi muncul dari dalam diri remaja tersebut karena dia merasa memiliki harga diri dan tidak ditentukan atau bergantung kepada dukungan atau pandangan yang sifatnya eksternal. Dari Self evaluation dan self worth tersebut, remaja akan mengembangkan harga diri. Individu dengan harga diri yang tinggi adalah individu yang puas atas karakter dan kemampuan dirinya. Mereka akan menerima dan memberikan penghargaan positif terhadap dirinya sehingga akan menumbuhkan rasa aman dalam menye- suaikan diri atau bereaksi terhadap stimulus dari lingkungan sosial. Individu dengan harga diri yang tinggi mengharapkan masukan verbal dan non verbal dari orang lain untuk menilai dirinya. Mereka memandang diri sebagai seorang yang bernilai, penting dan berharga. Individu dengan harga diri yang tinggi adalah individu yang aktif dan berhasil serta tidak mengalami kesulitan untuk membina persahabatan dan mampu meng- ekspresikan pendapatnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Harga Diri Dan Interaksi Sosial Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua

Harga Diri Dan Interaksi Sosial Ditinjau Dari Status Sosial Ekonomi Orang Tua

Hasil self evaluation yang dilakukan remaja akan menumbuhkan suatu perasaan bahwa self (diri) itu berharga atau disebut sebagai self worth. Self worth melibatkan sudut pandang dari diri sendiri dalam melakukan suatu tindakan. Misalkan perasaan kompetisi muncul dari dalam diri remaja tersebut karena dia merasa memiliki harga diri dan tidak ditentukan atau bergantung kepada dukungan atau pandangan yang sifatnya eksternal. Dari Self evaluation dan self worth tersebut, remaja akan mengembangkan harga diri. Individu dengan harga diri yang tinggi adalah individu yang puas atas karakter dan kemampuan dirinya. Mereka akan menerima dan memberikan penghargaan positif terhadap dirinya sehingga akan menumbuhkan rasa aman dalam menye- suaikan diri atau bereaksi terhadap stimulus dari lingkungan sosial. Individu dengan harga diri yang tinggi mengharapkan masukan verbal dan non verbal dari orang lain untuk menilai dirinya. Mereka memandang diri sebagai seorang yang bernilai, penting dan berharga. Individu dengan harga diri yang tinggi adalah individu yang aktif dan berhasil serta tidak mengalami kesulitan untuk membina persahabatan dan mampu meng- ekspresikan pendapatnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

STUDI KORELASI ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN MINAT MENYEKOLAHKAN ANAK DALAM JENJANG  STUDI KORELASI ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN MINAT MENYEKOLAHKAN ANAK DALAM JENJANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI SD 03 NGARGOYOSO, KECAMATA

STUDI KORELASI ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN MINAT MENYEKOLAHKAN ANAK DALAM JENJANG STUDI KORELASI ANTARA STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN MINAT MENYEKOLAHKAN ANAK DALAM JENJANG PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI SD 03 NGARGOYOSO, KECAMATA

Dengan ini, saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...