tempe terfermentasi lanjut

Top PDF tempe terfermentasi lanjut:

KARAKTERISTIK SAMBAL TUMPANG DARI CAMPURAN TEMPE SEGAR DAN TEMPE TERFERMENTASI LANJUT SELAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH

KARAKTERISTIK SAMBAL TUMPANG DARI CAMPURAN TEMPE SEGAR DAN TEMPE TERFERMENTASI LANJUT SELAMA PENYIMPANAN SUHU RENDAH

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul: “Karakteristik Sambal Tumpang dari Campuran Tempe Segar dan Tempe Terfermentasi Lanjut selama Penyimpanan Suhu Rendah” adalah benar-benar karya saya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada instansi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

18 Baca lebih lajut

Analisis Metagenomik Jamur pada Tempe Terfermentasi Lanjut.

Analisis Metagenomik Jamur pada Tempe Terfermentasi Lanjut.

Tempe merupakan makanan tradisional asli Indonesia. Tempe dibuat dari kedelai melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme salah satunya jamur. Tempe kedelai selain digunakan sebagai makanan fungsional juga dapat dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap berupa tempe busuk. Tempe busuk dibuat dengan menambahkan waktu inkubasi pada proses pembuatan tempe. Tempe busuk memiliki karakteristik khas. Perbedaan karakteristik tempe sebelum dan sesudah membusuk menunjukkan adanya dinamika komunitas mikroorganisme. Untuk mengetahui peran konsorsium jamur dalam pembentukan cita rasa tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai keanekaragaman komunitas jamur dalam proses fermentasi kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jamur pada proses fermentasi dengan metode Amplified Ribosomal DNA Restriction Analysis (ARDRA).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK SAMBAL TUMPANG DARI CAMPURAN TEMPE SEGAR DAN TEMPE

KARAKTERISTIK SAMBAL TUMPANG DARI CAMPURAN TEMPE SEGAR DAN TEMPE

Hasil analisa total mikroba (Gambar 4) pada minggu ke-0 dapat diketahui bahwa total jumlah mikroba pada sambal tumpang B (3 : 2) lebih tinggi dibandingkan dengan sambal tumpang A (1 : 1). Hal ini diduga pada bahan baku tempe terfermentasi lanjut protein kedelai sudah cukup terdegradasi sempurna sehingga pertumbuhan mikrobiologi lebih cepat. Pada bahan baku tempe segar, protein kedelai belum terdegradasi lebih sempurna sehingga pertumbuhan mikrobiologi lebih lambat. Dari hasil jumlah total mikroba yang didapatkan pada minggu ke-0 dari kedua sambal tumpang tergolong tidak aman untuk dikonsumsi. Hal ini mengacu pada SNI produk bakso daging jumlah total mikroba yang dizinkan maksimal 1 x 10 5 koloni/g. Tetapi ketidakamanan ini dapat ditoleransi dengan perlakuan pemanasan ulang sambal tumpang sebelum dikonsumsi sehingga dapat mereduksi jumlah mikroba.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Aktivitas Antioksidan dan Kadar Tempe Satu Kali Perebusan dari Kedelai (Glycine max L Merr) Lokal var. Grobogan dan Impor T1 652007023 BAB IV

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Aktivitas Antioksidan dan Kadar Tempe Satu Kali Perebusan dari Kedelai (Glycine max L Merr) Lokal var. Grobogan dan Impor T1 652007023 BAB IV

Keterangan : A = tempe kedelai lokal : impor = 0% :100% B = tempe kedelai lokal : impor = 25% :75% C = tempe kedelai lokal : impor = 50% : 50% D = tempe kedelai lokal : impor = 75% : 25% E = tempe kedelai lokal : impor =100% : 0%

5 Baca lebih lajut

Universitas Mataram E-mail) : suryaunram15gmail.com Diterima: 1 Februari 2017 Disetujui: 20 Februari 2017 ABSTRACT - View of RANCANG BANGUN MESIN PENCAMPUR KEDELAI DENGAN KAPANG (RAGI TEMPE) PADA INDUSTRI RUMAHAN DI DAERAH KOTA MATARAM

Universitas Mataram E-mail) : suryaunram15gmail.com Diterima: 1 Februari 2017 Disetujui: 20 Februari 2017 ABSTRACT - View of RANCANG BANGUN MESIN PENCAMPUR KEDELAI DENGAN KAPANG (RAGI TEMPE) PADA INDUSTRI RUMAHAN DI DAERAH KOTA MATARAM

Kekalik Jaya adalah salah satu sentra produksi bahan olahan berupa tempe di wilayah Mataram. Pada pengolahannya secara umum masih menggunakan metode tradisional.Proses pembuatan tempe yang memegang bagian penting penentu mutu tempe adalah proses peragian tempe dengan kapang.Kualitas tempe dinilai berdasarkan warna tempe, tingkat kepadatan tempe, sebaran kapang yang tumbuh menyelimuti tempe.Sehingga untuk menjaga nilai mutu tersebut, pencampuran ragi dengan kedelai perlu pengerjaan yang optimal guna menjaga kualitas tempe. Untuk tetap mempertahankan mutu tempe, para produsen perlu untuk diberikan pengenalan teknologi sederhana dalam proses produksi tempe berupa mesin pencampur. Selain usaha tempe, masyarakat Mataram juga menekuni usaha pengrajin besi, yang berada didaerah sandubaya Mataram. Dengan adanya desain alat ini dapat membantu para pengrajin semakin memiliki hubungan yang erat dengan pengusaha tempe sehingga perekonomian Mataram semakin meningkat antar sektor industrinya. Desain mesin ini menggunakan motor sebagai sumber penggerak, sehingga tabung silinder berputar. Tenaga dari motor ditransmisikan ke silinder oleh vanbelt. Silinder berputar dengan kecepatan tertentu, dengan sirip dalam yang mampu membolak-balikkan bahan hingga tercampur rata seiring dengan berputarnya silinder.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teoritik 1. Tumbuhan Cempedak - Pengaruh Dosis Ragi Terhadap Kualitas Fisik Tempe Berbahan Dasar Biji Cempedak (Arthocarpus champeden) Melalui Uji Organoleptik - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teoritik 1. Tumbuhan Cempedak - Pengaruh Dosis Ragi Terhadap Kualitas Fisik Tempe Berbahan Dasar Biji Cempedak (Arthocarpus champeden) Melalui Uji Organoleptik - Digital Library IAIN Palangka Raya

Ragi tempe jarang dijual, kalaupun ada kualitas dan kekuatannya tidak dapat diketahui secara pasti. Ragi tempe yang ada di pasaran umumnya ditempatkan pada daun waru. Yang mana konsentrasi yang diberikan ke dalam daun waru juga berbeda, sehingga sangat sulit dalam memastikan atau memperkirakan kemampuan ragi tersebut. Kualitas ragi tidak dapat dideteksi sebelum dipakai, dan baru diketahui dari hasil fermentasinya 2-3 hari kemudian setelah menjadi tempe.

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Tepung Tempe dengan Tapioka dan Penambahan Karagenan Terhadap Mutu Burger Petela

Pengaruh Perbandingan Tepung Tempe dengan Tapioka dan Penambahan Karagenan Terhadap Mutu Burger Petela

Nilai gizi yang terdapat pada tempe cukup lengkap antara lain protein, karbohidrat, lemak, kalsium, vitamin B, dan zat besi yang sangat dibutuhkan manusia. Sebagai salah satu sumber protein yang tinggi, rendah lemak serta murah, tempe telah banyak digunakan dalam pembuatan berbagai produk makanan seperti keripik tempe, nugget tempe, serta cookies tempe, namun jika dibandingkan daya simpan tempe segar memiliki jangka waktu simpan yang rendah yaitu hanya berkisar dua hari pada suhu ruang (Tarwotjo, 2008).

4 Baca lebih lajut

KAJ I AN AGRI BI S NI S KEDELAI PADA S ENTRA AGROINDUSTRI TEMPE DAN KERIPIK TEMPE “SANAN” ANGGOTA PRIMKOPTI “BANGKIT USAHA” MALANG

KAJ I AN AGRI BI S NI S KEDELAI PADA S ENTRA AGROINDUSTRI TEMPE DAN KERIPIK TEMPE “SANAN” ANGGOTA PRIMKOPTI “BANGKIT USAHA” MALANG

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengadaan input kedelai dan tempe pada agroindustri tempe dan keripik tempe, faktor&faktor yang berpengaruh nyata terhadap produksi pada agroindustri tempe dan keripik tempe, besarnya harga pokok produksi pada agroindustri tempe dan keripik tempe, nilai tambah pada agroindustri tempe dan keripik tempe. Daerah penelitian ini akan dilaksanakan di sentra agroindustri tempe dan keripik tempe “Sanan” Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, analitik, dan korelasional. Teknik
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KAJ I AN AGRI BI S NI S KEDELAI PADA S ENTRA AGROINDUSTRI TEMPE DAN KERIPIK TEMPE “SANAN” ANGGOTA PRIMKOPTI “BANGKIT USAHA” MALANG

KAJ I AN AGRI BI S NI S KEDELAI PADA S ENTRA AGROINDUSTRI TEMPE DAN KERIPIK TEMPE “SANAN” ANGGOTA PRIMKOPTI “BANGKIT USAHA” MALANG

Agribusiness is agriculture of which organization and management is rationally designed to gain more commercial value maximally by producing goods and service demanded by market. Tempe diversification to be tempe chips is one of attempts to increase the additional value of tempe as raw material loved by most of Indonesian people, especially Malang people. This kind of agribusiness is an attempt to make tempe chips with tempe as the raw material, that is made from soybean, to be food that is ready to eat and light to consume, it is also crispy and delicious. Because it is made from tempe, the availability of tempe becomes the main factor in the production of tempe chips. The availability of tempe in the production of tempe chips is a must because it is the raw material. Without the availability of tempe, the production of tempe chips cannot be conducted.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

130919 AKJ 2010 12 14 Usaha Tempe Godhong

130919 AKJ 2010 12 14 Usaha Tempe Godhong

Dalam proses pembuatannya pun juga berbeda// Pengolahan yang dilakukan juga dua kali pengerjaan// Pertama kali kedelai kering di rendam/ kemudian di rebu/ dibersihkan/ dan selanjutnya perlu di rendam air dan direbus kembali// Berbeda dengan jenis tempe dengan jumlah besar/ hanya dengan 1 kali proses saja//

1 Baca lebih lajut

Karakteristik Fisikokimia dan Sifat Fungsional Tempe yang Dihasilkan dari Berbagai Varietas Kedelai Phsyco-chemical Characteristics and Functional Properties of Tempe Made from Different Soybeans Varieties

Karakteristik Fisikokimia dan Sifat Fungsional Tempe yang Dihasilkan dari Berbagai Varietas Kedelai Phsyco-chemical Characteristics and Functional Properties of Tempe Made from Different Soybeans Varieties

menganalisis karakteristik fisik dan kimia dari lima varietas kedelai yang akan digunakan dalam pembuatan tempe. Karakteristik fisik yang diamati meliputi: dimensi biji, densitas kamba, volume, berat per 100 biji, dan impuritas. Karakteristik kimia kedelai yang diamati meliputi: kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Penelitian utama terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap produksi tempe dan tahap analisis tempe yang dihasilkan dari lima jenis kedelai. Proses pembuatan tempe dilakukan di Rumah Tempe Indonesia, yang berlokasi di Bogor. Proses pembuatan tempe diawali dengan penyortiran, pencucian, perendaman, perebusan I, perendaman kembali selama semalam, pengupasan kulit, pemisahan kulit ari, pencucian, perebusan II, penirisan dan pendinginan, peragian, pencetakan, dan fermentasi. Analisis yang dilakukan pada tempe meliputi: rendemen, efektivitas biaya, sifat fisik, kimia, kapasitas antioksidan, dan sensori. Analisis fisik meliputi tekstur dengan penetrometer dan warna dengan Chromameter Minolta CR 310. Analisis kimia meliputi: kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat pangan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Isolat Bakteri Asam Laktat Indigenous Sebagai Starter Untuk Fermentasi Sagu.

Pemanfaatan Isolat Bakteri Asam Laktat Indigenous Sebagai Starter Untuk Fermentasi Sagu.

patogen sehingga tepung aman dikonsumsi. Terdapatnya BAL pada tepung pada perlakuan menggunakan starter cair pada hari ke-7 dan tanpa starter pada hari ke- 21 dapat dikatakan bahwa bakteri tersebut terperangkap pada pati. Selain itu pada fermentasi hari ke-7 rata-rata pertumbuhan bakteri mencapai puncaknya tak terkecuali pada BAL sehingga dapat dimungkinkan banyak BAL yang masuk ke dalam rongga-rongga struktur pati. Selain BAL, adanya E.coli dapat dikatakan pati tersebut masih mengandung bakteri patogen. Jumlah E.coli tertinggi terjadi pada fermentasi hari ke-35 (67 CFU/g) pada starter cair, fermentasi hari ke-21 (83 CFU/g) pada starter padat dan fermentasi hari ke-0 (35 CFU/g) pada perlakuan tanpa starter. Greenhill et al. (2009) melaporkan bahwa tepung sagu asam mengandung bakteri patogen seperti E.coli, Salmonella sp, Bacillus cereus, Listeria monocytogenes dan Staphylococcus aureus. Adanya perlakuan fermentasi selama 21 hari menunjukkan penurunan jumlah bakteri-bakteri patogen tersebut. Hal ini dikarenakan kondisi lingkungan yang semakin asam dikarenakan meningkatnya konsentrasi asam-asam organik. Pada akhirnya hanya mikrob selektif saja yang mampu bertahan hidup pada kondisi lingkungan yang asam. Tabel 9 Populasi mikroba pada tepung sagu terfermentasi
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Kandungan Ergosterol Tempe Dari Beberapa Pengrajin Tempe Di Daerah Bogor

Kandungan Ergosterol Tempe Dari Beberapa Pengrajin Tempe Di Daerah Bogor

Tempe merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia yang umumnya berbahan dasar kacang kedelai dan melalui proses fermentasi. Tempe banyak diminati oleh masyarakat karena rasa yang nikmat dan harga yang terjangkau. Selain itu, kandungan gizi pada tempe juga sangat beragam dan daya cerna tempe cukup tinggi dibandingkan dengan kedelai saja. Hal tersebut dikarenakan pada proses fermentasi tempe terjadi pemecahan ikatan-ikatan protein pada kedelai oleh kapang atau laru tempe. Pada tahap fermentasi, molekul organik besar terdegradasi menjadi molekul organik lebih kecil, sehingga kedelai yang semula relatif keras, menjadi lunak dan mudah dicerna (Purwoko 2004). Tahapan fermentasi pada tempe berfungsi untuk memecah ikatan-ikatan yang ada pada kedelai oleh kapang dengan cara menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks pada kedelai menjadi senyawa yang lebih sederhana serta mudah dicerna oleh tubuh manusia sehingga nilai gizi dan daya cerna meningkat (Adam dan Moss 2008). Proses fermentasi juga menurunkan beberapa senyawa antinutrisi yang terdapat pada kedelai (Haliza et al. 2007).
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Perbandingan Karakteristik Fisikokimia Tempe Dengan Tempe Kecambah Kedelai

Perbandingan Karakteristik Fisikokimia Tempe Dengan Tempe Kecambah Kedelai

Daya serap minyak adalah sifat yang dapat menunjukkan adanya interaksi suatu bahan terhadap minyak (Santoso et al. 2009). Daya serap minyak yang didapatkan dari kedua jenis tepung berbeda nyata (p<0.05). Daya serap minyak dari tepung tempe A (1.45 g minyak/g sampel) lebih tinggi dibandingkan tepung tempe B (1.25 ml minyak/g sampel). Daya serap minyak tepung tempe A dapat dikatakan baik karena berada pada kisaran daya serap konsentrat dan isolat protein kedelai, yaitu 1.33-1.54 ml minyak/g solid (Kinsella 1979). Tinggiya daya serap minyak pada tepung tempe A dapat disebabkan oleh adanya perubahan kualitas protein selama perkecambahan dan perubahan kapasitas dalam menahan globula- globula lemak akibat meningkatnya jumlah protein lipofilik (Chinma et al. 2009). Chinma et al. (2009) juga menyebutkan bahwa rendahnya kadar lemak pada kecambah mungkin juga dapat menyebabkan tepung kecambah menyerap lebih banyak minyak pada struktur proteinnya. Kemampuan protein dalam mengikat minyak membuatnya sangat berguna di dalam sistem pangan dimana proses imbibisi minyak diinginkan. Tingginya sifat daya serap minyak pada tepung tempe A akan memperkuat flavor dan mouth feel ketika tepung digunakan dalam preparasi suatu makanan (Appiah et al. 2011).
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI TEPUNG BERAS TERFERMENTASI OLEH Lactobacillus casei

KARAKTERISASI TEPUNG BERAS TERFERMENTASI OLEH Lactobacillus casei

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Karakterisasi Tepung Beras Terfermentasi oleh Lactobacillus casei ”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

20 Baca lebih lajut

EVALUASI KANDUNGAN NUTRIENT KULIT PISANG TERFERMENTASI

EVALUASI KANDUNGAN NUTRIENT KULIT PISANG TERFERMENTASI

Keywords: Kata kunci: kulit pisang, EM4, protein kasar, serat kasar, bahan organik ABSTRAKSI Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi perubahan komposisi kimia daun ubi kayu yang di[r]

1 Baca lebih lajut

BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL id bab 4

BIOTEKNOLOGI KONVENSIONAL id bab 4

Tempe bongkrek adalah hasil sampingan dari produksi minyak kelapa yang difermentasi menggunakan bakteri Pseudomonas cocovenenans. Tempe bongkrek bisa bersifat racun jika dalam proses pembuatannya terjadi kontaminasi bakteri Burkholderia cocovenenans. Efek dari racun ini bahkan bisa membuat terganggunya sistem pernafasan dan menyebabkan kematian.

4 Baca lebih lajut

Sambal Goreng Sambal Tempe Kering Tempe

Sambal Goreng Sambal Tempe Kering Tempe

Resep Orek Tempe Pedas enak dimulut. Tempe adalah makanan yang di olah dari kacang kedelai yang mengandung protein bagi kesehatan tubuh. Selan itu, sangat banyak kegunaan dan manfaat dari tempe. Rasanya yang enak dan renyah seringkali masakan tempe dijadikan sebagai masakan gorengan yang dicemil diluar hidangan. Banyak cara membuat tempe menjadi masakan yang enak, seperti di goreng, di masak bersama sayuran atau dibuat bersama sambal. Salah satu model masakan tempe yang dibuat bersama sambal pedas adalah orek tempe pedas dan basah ini

1 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Komposisi Proksimat Tempe Yang Dibuat Dari Kedelai Lokal Dan Kedelai Impor.

DAFTAR PUSTAKA Komposisi Proksimat Tempe Yang Dibuat Dari Kedelai Lokal Dan Kedelai Impor.

Antarlina, S.S. 2002. Penggunaan varietas kedelai unggul dan penambahan tapioka dalam pembuatan tempe. Dalam D.M. Arsyad, J. Soejitno, A. Kasno, Sudaryono, A.A. Rahmianna, Suharsono, dan J.S. Utomo (Ed.). Kinerja Teknologi untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.

4 Baca lebih lajut

Show all 9521 documents...