Top PDF Analisis Kausalitas Anggaran Sektor Transportasi dengan Pertumbuhan Sektor Transportasi SU

Analisis Kausalitas Anggaran Sektor Transportasi dengan Pertumbuhan Sektor Transportasi SU

Analisis Kausalitas Anggaran Sektor Transportasi dengan Pertumbuhan Sektor Transportasi SU

Variabel APBDST atau APED sektor transportasi menunjukkan hasil yang positif sebesar 0,042986 berarti kenaikan APBDST 1 Milyar akan menmgkatkan laju pertumbuhan ekonomi sektor transportasi sebesar Rp 0,4 Milyar dan signifikan terhadap variabel PDRBST pada tingkat kepercayaan 99 persen.

3 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODA TRANSPORTASI BBG UNTUK SEKTOR TRANSPORTASI DI PANTURA

PENGEMBANGAN MODA TRANSPORTASI BBG UNTUK SEKTOR TRANSPORTASI DI PANTURA

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang dikumpulkan dari lembaga pemerintah yang terkait, antara lain: DESDM, BP Migas, BPH Migas, dan BPS. Data tersebut dapat berupa data sumber gas bumi, data pemanfaatan BBG, data investasi dan operasi peralatan pengguna BBG maupun data infrastuktur lainnya. Berdasarkan data historis dan asumsi pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan penduduk, dapat diproyeksikan permintaan BBG sektor transportasi jangka panjang di Pantura. Permintaan BBG tersebut harus dipasok dengan menggunakan berbagai opsi moda transportasi BBG dari sumber gas bumi yang tersedia ke pengguna akhir. Setiap opsi merupakan alternatif yang mungkin untuk dikembangkan dan perlu dianalisis lebih lanjut. Sedangkan analisis tekno-ekonomi digunakan sebagai alat untuk menentukan kelayakan suatu proyek serta untuk mengevaluasi pengambilan kebijakan pembangunan dalam sudut pandang ekonomi. Dengan analisis ini berbagai alternatif dapat dikaji dan dapat dibuat rekomendasi yang layak secara ekonomi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Ekonomi Makro Yang Mempengaruhi Investasi Sektor Transportasi Di Indonesia

Analisis Faktor-Faktor Ekonomi Makro Yang Mempengaruhi Investasi Sektor Transportasi Di Indonesia

Selain pertumbuhan ekonomi dan inflasi, diperlukan partisipasi atau dukungan pemerintah dalam menyediakan prasarana yang akan mendukung perkembangan perekonomian yaitu salah satunya dengan keadaan infrastruktur yang baik dan memadai. Tidak dapat dipungkiri bahwa infrastruktur merupakan salah satu faktor penentu pembangunan ekonomi, yang sebenarnya sama pentingnya dengan faktor- faktor produksi umum lainnya yakni modal dan tenaga kerja. Sayangnya, untuk satu faktor ini, selama ini, terutama sejak krisis ekonomi 1997/98, kurang sekali perhatian pemerintah dalam penyediaan infrastruktur, khususnya di wilayah di luar Jawa, atau Indonesia Kawasan Timur. Hal ini karena setelah krisis pemerintah harus fokus pada hal-hal yang lebih mendesak seperti menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ekonomi secara keseluruhan, mencegah pelarian modal, menanggulangi hutang luar negeri serta menstabilkan kembali kondisi politik dan sosial. Akibatnya, kondisi infrastruktur terpuruk di mana-mana. Terutama untuk infrastruktur jalan yang merupakan salah satu faktor yang akan memperlancar perekonomian yang akan meningkatkan kemajuan suatu daerah karena akan mempermudah dalam menghasilkan barang maupun kegiatan distribusinya. Hal ini akan meningkatkan pendapatan sehingga akan menarik para investor untuk menanamkan modal sehingga sangat dibutuhkan keadaan jalan yang baik.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

ANALISIS HUBUNGAN KAUSALITAS SEKTOR KEUANGAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA.

ANALISIS HUBUNGAN KAUSALITAS SEKTOR KEUANGAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA.

Aktivitas sektor perbankan terhadap sektor swasta ditunjukkan oleh rasio kredit perbankan pada sektor swasta terhadap PDB. Seperti yang terjadi dipertengahan tahun 1990-an , dimana terjadi desakan besar dalam aktivitas perbankan dan mengalami penurunan secara substansial setelah krisis ekonomi. Bahkan, penurunan ini terus berlanjut setelah dirilisnya reprivatisasi awal milenium baru. Setelah PAKTO’88, kredit pada sektor swasta tumbuh dengan tingkat rata-rata 10% per tahun dan mencapai puncak pada 1997, sebesar 53,77%

28 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Pada Sektor Transportasi Terhadap Pertumbuhan Sektor Transportasi Di Kota Medan

Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Pada Sektor Transportasi Terhadap Pertumbuhan Sektor Transportasi Di Kota Medan

Konsistensi terhadap ketentuan tata ruang yang telah ditetapkan secara baik tersebut perlu dijaga dan ditegakkan, karena setiap perubahan tata ruang secara tidak terencana dengan baik, akan mengakibatkan rusaknya sistem perencanaan dan pengaturan transportasi yang pada gilirannya dapat menimbulkan permasalahan yang rumit dan kompleks. Oleh karena itu, penyusunan tata ruang suatu wilayah perkotaan hendaknya mengikutsertakan seluruh pihak terkait, baik sektor swasta, masyarakat maupun pemerintah. Dengan demikian diharapkan tercipta suatu tata ruang yang benar-benar memperhatikan seluruh aspek kehidupan masyarakat perkotaan.
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

Studi Pengembangan Wilayah Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Bima di Propinsi Nusa Tenggara Barat

Studi Pengembangan Wilayah Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (Kapet) Bima di Propinsi Nusa Tenggara Barat

Di sisi lain, keberadaan sektor industri pengolahan non migas belum menjadi sebagai sektor basis. Sektor ini memiliki aktivitas dan volume usaha yang relatif masih rendah jika dibandingkan dengan daerah lain di Propinsi NTB. Produk-produk industri serta berbagai faktor produksi usaha (hulu) masih banyak yang didatangkan dari luar kawasan, seperti pakan ikan/ternak, ayam broiler, pupuk dan obat-obatan pertanian, alat dan mesin usaha perikanan/pertanian, sedangkan kegiatan industri di sektor hilir juga masih rendah. Karena komoditi yang dijual pada umumnya masih produk mentah dan setengah jadi. Oleh karena sektor ini memiliki kemampuan untuk menggerakkan sektor lainnya baik dengan keterkaitan kedepan dan kebelakang maka perlu ditingkatkan jumlah usaha dan kelembagaannya, serta nilai produktivitasnya dengan berbasis (keunggulan) produk spesifik lokal.
Baca lebih lanjut

634 Baca lebih lajut

Solusi Nyata untuk Lingkungan Di Dunia

Solusi Nyata untuk Lingkungan Di Dunia

Pertama, untuk sektor jasa, terutama transportasi, perlu adanya perubahan teknologi transportasi kendaraan bermotor dari yang menghasilkan polutan berbahaya ke kendaraan ramah lingkungan. Ramah lingkungan di sini berarti mengurangi sampai batas tertentu penggunaan bahan bakar fosil, dan menggantinya dengan biofuel atau sumber energi lain yang memiliki output ramah lingkungan. Dalam hal ini dapat dibantu para ahli terkait, misalnya teknik mesin, karena membantu rekayasa mesin. Rekayasa mesin dapat dilakukan bertahap, misalnya transportasi dari sisi katup mesin penyalur bahan bakar untuk pembangkit energi. Apabila katup mesin dibuat dobel atau tripel, dapat dimana katup pertama untuk bahan bakar fosil, katup kedua untuk zat A ramah lingkungan (misalnya minyak jarak), katup ketiga untuk zat B (bahan bakar ramah lingkungan lain). Perpaduan transportasi ini dapat dibantu oleh panel surya yang dipasang di kendaraan, sesuai dengan keadaan Indonesia yaitu negara tropis, yang dekat dengan khatulistiwa. Untuk katup, pada akhirnya secara bertahap dapat dikurangi sedikit demi sedikit penggunaan katup pertama. Hal ini akan berjalan maksimal jika ada kebijakan dan pengawasan tegas dari pemerintah. Tidak lupa, teknologi ini perlu diterapkan dalam masyarakat, melalui pendekatan budaya bertahap. Diharapkan dari sini, output emisi berbahaya ke lingkungan dapat berkurang secara nyata, tidak hanya sekedar wacana.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERUBAHAN EMISI KARBONDIOKSIDA DENGAN PEMINDAHAN KENDARAAN PRIBADI KE KENDARAAN UMUM KONVENSIONAL DI KOTA SURABAYA

PERUBAHAN EMISI KARBONDIOKSIDA DENGAN PEMINDAHAN KENDARAAN PRIBADI KE KENDARAAN UMUM KONVENSIONAL DI KOTA SURABAYA

Data tentang faktor-faktor yang didapatkan dari hasil wawancara dengan responden selanjutnya akan diolah dengan menggunakan software SPSS untuk dilakukan analisis dan interpretasi sehingga bisa diketahui hasilnya yakni faktor yang signifikan. Interpretasi ini dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikansi, nilai beta, dan nilai eksponensial beta. Apabila nilai signifikansi kurang dari 0,05 berarti faktor tersebut berpengaruh secara signifikan. Nilai eksponensial beta menunjukkan seberapa besar kemungkinan responden memilih jenis kendaraan tersebut. Apabila nilai beta menunjukkan nilai positif maka akan meningkatkan kemungkinan responden memilih jenis kendaraan tersebut sebesar nilai eksponen beta. Akan tetapi apabila nilai beta menunjukkan nilai negatif makan akan menurunkan kemungkinan responden untuk memilih jenis kendaraan tersebut sebesar nilai 1 per eksponensial beta.
Baca lebih lanjut

124 Baca lebih lajut

Proyeksi Kebutuhan Energi Di Wilayah Lampung Menggunakan Perangkat Lunak Longe-Range Energy Alternatives Planning System (LEAP)

Proyeksi Kebutuhan Energi Di Wilayah Lampung Menggunakan Perangkat Lunak Longe-Range Energy Alternatives Planning System (LEAP)

1. Bagi Pemerintah Lampung, kebijakan di bidang energi perlu diarahkan pada pengurangan penggunan bahan bakar minyak (premium, minyak solar, dan minyak tanah) mengingat jumlah cadangannya semakin menipis. Hal ini dapat dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan energi alternatif seperti LPG atau batubara untuk sektor rumah tangga, komersial dan industri, bahan bakar gas (BBG), biodiesel dan bioetanol untuk sektor transportasi; serta pemanfaatan potensi energi terbarukan (angin, surya, biomasa, ombak dan air) yang ada baik untuk pembangkit listrik skala kecil maupun sebagai sumber energi termal.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Rangkuman Capaian Sektor Transportasi Kota Mataram

Rangkuman Capaian Sektor Transportasi Kota Mataram

Alokasi anggaran belanja Dinas Kota Mataram pada tahun 2017 adalah sebesar Rp. 15.179.081.620,-, jumlah tersebut telah direalisasi sebesar Rp. 13.110.383.520,- atau 86,37%. Realisasi pendapatan asli daerah pada tahun 2017 sebesar 42,86% atau Rp. 2.443.175.500,-

28 Baca lebih lajut

ANALISA KOMODITASPRODUK UNGGULAN DI KABUPATEN KEPULAUAN SITARO

ANALISA KOMODITASPRODUK UNGGULAN DI KABUPATEN KEPULAUAN SITARO

Tehnik analisis Shift Share digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kinerja sektor-sektor ekonomi di Kabupaten Kepulauan SITARO dalam wilayah Sulawesi Utara serta menentukan sektor-sektor yang mempunyai keunggulan kompetitif dan spesialisasi, di mana keunggulan kompetitif merupakan kemampuan suatu daerah untuk memasarkan produknya di luar daerah/luar Negeri/pasar global (Robinson, 2005). Tehnik ini memilih pertumbuhan sebagai perubahan (D) suatu variabel wilayah dalam kurun waktu tertentu yang terdiri atas perubahan sebagai akibat dari pengaruh pertumbuhan wilayah diatasnya (N), bauran industri (M) serta keunggulan kompetitif atau persaingan (C). Pengaruh pertumbuhan dari daerah diatasnya disebut pangsa (share), pengaruh bauran industri disebut proporsional shift dan pengaruh keunggulan kompetitif (persaingan) disebut differentional shift atau regional share.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGUNAAN METODE IRAP DALAM PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN (STUDY KASUS DESA KALIMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA) Hari Wibowo

PENGUNAAN METODE IRAP DALAM PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN (STUDY KASUS DESA KALIMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA) Hari Wibowo

Ada enam sektor yang dianggap sangat penting oleh penduduk dalam rangka upaya peningkatan aksesibilitas yaitu : sektor pertanian, air, pasar, kesehatan, pendidikan dan sektor perikanan Semua dusun di Desa Kalimas, prioritas utama perlu penanganan aksesibilitas adalah pada sektor pertanian. Sektor pertanian di Dusun Melati merupakan sektor dan dusun prioritas pananganan aksesibilitas di Desa Kalimas karena memiliki nilai aksesibilitas terbesar yaitu 15,223. Intervensi yang harus dilakukan pada dusun dan sektor prioritas (Dusun Melati pada sektor pertanian) adalah penanganan prasarana transportasi berupa peningkatan jaringan jalan dan perbaikan jembatan yang ada sehingga kondisi jalan dan jembatan lebih baik dan dapat digunakan pada setiap musim dengan demikian akan memperlancar kegiatan pertanian penduduk.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Pengelolaan Penggunaan Bahan Bakar Minyak yang Efektif pada Transportasi Darat Effective Management of Fuel Use for Land Transportation

Pengelolaan Penggunaan Bahan Bakar Minyak yang Efektif pada Transportasi Darat Effective Management of Fuel Use for Land Transportation

Sesuai UU No. 30 tahun 2007 tentang Energi, pengelolaan energi meliputi penyediaan pemanfaatan, dan pengusahaan harus dilaksanakan secara berkeadilan, berkelanjutan, rasional, optimal dan terpadu. Dalam Pasal 3 UU No. 30 Tahun 2007 ini, pengelolaan energi bertujuan untuk tercapainya kemandirian pengelolaan energi, terjaminnya ketersediaan energi dalam negeri, terjaminnya pengelolaan sumber daya energi secara optimal, terpadu dan bekelanjutan, dan termanfaatkannya energi secara efisien di semua sektor. Dalam peraturan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, dijelaskan bahwa untuk menjamin keamanan pasokan energi dalam negeri dan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan perlu menetapkan kebijakan energi nasional sebagai pedoman dalam pengelolaan energi nasional dengan sasaran
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH INVESTASI SEKTOR TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI SERTA ANGKATAN KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAWA TIMUR Repository - UNAIR REPOSITORY

PENGARUH INVESTASI SEKTOR TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI SERTA ANGKATAN KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI JAWA TIMUR Repository - UNAIR REPOSITORY

ADLN-PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA PENGARUH INVESTASI SEKTOR… SKRIPSI FANDI WIBISONO PENGARUH INVESTASI SEKTOR TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI SERTA ANGKATAN KERJA TERHADAP PERTUM[r]

18 Baca lebih lajut

Sekretariat RAN-GRK - Publikasi RAD GRK DIY

Sekretariat RAN-GRK - Publikasi RAD GRK DIY

Namun apabila melihat beberapa wilayah pinggiran yang mengalami penurunan waktu tempuh perjalanan akibat penurunan kecepatan perjalanan, seperti di Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Kulonprogo, sebagian Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul, kondisi tersebut bisa saja terjadi akibat peningkatan volume lalu lintas, namun dapat diidentifikasi bahwa peningkatan arus lalu lintas yang tinggi hanya terjadi pada kawasan pusat-pusat pertumbuhan, sepert Wonosari, Wates, Bantul, Jalan Magelang Sleman, dan Jalan Kaliurang. Namun perlu diidentifikasi bahwa penurunan kinerja lalu lintas tidak hanya dapat terjadi akibat delay hasil dari peningkatan volume lalu lintas pada ruas jalan, hambatan samping, aspek lalu lintas secara riil, namun dapat pula akibat permasalahan Alinyemen Vertikal dan Alinyemen Horisontal. Dapat dilihat hasil analisis awal pemodelan beban jaringan di seluruh Provinsi DIY pada gambar berikut ini.
Baca lebih lanjut

208 Baca lebih lajut

Peranan Sektor Transportasi Darat dalam Sistem Logistik Nasional

Peranan Sektor Transportasi Darat dalam Sistem Logistik Nasional

STRATEGI PERKUATAN INFRASTRUKTUR LOGISTIK NASIONAL DI DALAM RPJM 2015-2019 Transportasi Laut sebagai Tulang Punggung Sistem Logistik Nasional:  Kembangkan 24 pelabuhan strategis u[r]

24 Baca lebih lajut

jurnal Irap

jurnal Irap

Berdasarkan tabel 3 terlihat bahwa semua dusun di Desa Kalimas, prioritas utama perlu penanganan aksesibilitas adalah pada sektor pertanian. Sektor pertanian di Dusun Melati memiliki nilai aksesibilitas terbesar yaitu 15,223 sehingga yang menjadi dusun dan sektor prioritas pananganan aksesibilitas di Desa Kalimas adalah Dusun Melati pada sektor pertanian.

7 Baca lebih lajut

Perubahan Pola Penggunaan Energi dan Per

Perubahan Pola Penggunaan Energi dan Per

Salah satu jalan untuk mengembalikan kondisi ini ke arah normal ialah dengan menggali semua potensi dan kemampuan ekspor nasional, antara lain di sektor pertanian, sektor pariwisata dan sektor industri dengan memberdayakan industri sedang/kecil yang menyerap banyak tenaga kerja. Dengan strategi ini, pola penggunaan energi akan sangat berubah karena industri besar dengan proses otomatis banyak menggunakan listrik sebagi penggerak mekanis, sedangkan industri sedang/kecil yang banyak menggunakan proses manual akan lebih sedikit menggunakan tenaga listrik sebagai

9 Baca lebih lajut

BPPT Outlook Energi Indonesia 2011 Dual Language Version

BPPT Outlook Energi Indonesia 2011 Dual Language Version

Hingga tahun 2030 mobil masih akan menjadi konsumen bensin terbesar, diikuti oleh sepeda motor, taksi, bus maupun truk berkapasitas kecil. Pemakaian bensin didominasi oleh kendaraan pribadi yaitu mobil dan sepeda motor yang pada tahun 2030 pangsanya mencapai 90% seluruh pemakaian bensin di sektor transportasi. Di pihak lain, pemanfaatan minyak solar juga diperkirakan masih akan didominasi oleh truk diikuti oleh mobil, kereta, kapal dan bus. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi mobil berbahan bakar cair masih belum dapat disubstitusi dengan bahan bakar lainnya secara berarti.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...