Top PDF Antitesis Objek Dalam Seni Patung

Antitesis Objek Dalam Seni Patung

Antitesis Objek Dalam Seni Patung

Antitesis Objek dalam Seni Patung, diajukan oleh Ardiansyah, NIM 0711829021, Program Studi Seni Rupa Murni, Jurusan Seni Murni, Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta, telah dipertanggungjawabkan di depan Tim Penguji Tugas Akhir pada tanggal 4 Juli 2014 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima.

17 Baca lebih lajut

OBJEK KUCING DALAM UNGKAPAN PATUNG MEDIA BENANG.

OBJEK KUCING DALAM UNGKAPAN PATUNG MEDIA BENANG.

Penulis merespon rasa suka terhadap kucing dan media benang ke dalam karya patung, maka dari itu penulis menggunakan bahan benang dengan kucing siam sebagai objek, kedua hal tersebut memiliki karakter yang sama yaitu lentur. Benang yang biasanya digunakan dalam seni kriya dapat digunakan di dalam karya seni murni. Melalui karya patung benang ini, penulis menyelipkan identitas sebagai perempuan dimana benang selalu kental di lingkungan perempuan. Jenis patung adalah ekspresionis dengan dideformasi untuk memberikan kesan minimalis, dengan membentuk patung bulat keseluruhan untuk memberikan kesan feminin. Patung dibuat sebagai elemen estetis ruang publik segmentasi usia remaja. Patung ini menggunakan resin, sehingga dapat disimpan di ruangan terbuka. Alat dan bahan yang digunakan adalah gunting, kuas ukuran kecil, kuas besar, ember besar, gayung, cutter, jarum jahit, spidol warna, gunting benang, sarung tangan karet, benang, styrofoam, kertas koran, lem kayu, lem Styrofoam, plastik buah (plastik wrap), air, dan resin bening. Tahapan proses yang dilakukan yaitu sketsa, modelling, lepa, membalut model dengan plastik wrap/plastik buah, lilit benang, pengeleman benang, pengeringan, pelepasan benang, penjahitan benang, pengeleman dan penambalan, pengeringan, dan penorehan resin. Patung dikosongkan bagian dalamnya untuk memberikan efek terawang, agar tekstur dan media benang dapat terlihat jelas sehingga dapat dipasangkan lampu didalamnya. Patung ini memiliki massa yang lebih ringan. Kerapatan jarak antar benang masih dapat diekplorasi lagi untuk lebih memunculkan karakter benang.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Mitos Gunung Pawitra sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Seni Patung

Mitos Gunung Pawitra sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Seni Patung

Berdasarkan studi Hadi Sidomulyo ketua tim ekspedisi Gunung Pawitra dari Universitas Surabaya selama dua tahun (2012-2014) telah ditemukan 116 situs percandian atau objek kepurbakalaan, mulai dari kaki sampai mendekati puncak Gunung. Beberapa struktur yang ditemukan adalah Gapura Jedong (926 Masehi), Petirtaan Jalatundo (abad ke-10), Petirtaan Belahan, Candi Kendalisodo, Candi Merak, Candi Yudha, Candi Pandawa, dan Candi Selokelir. Selain itu, ditemukan pula punden berundak dan tempat pertapaan. Candi-candi di Gunung Pawitra memiliki gaya yang unik, yaitu bangunannya menempel pada dinding Gunung atau lereng dan tidak berdiri sendiri. Candi-candi yang ditemukan di Gunung Pawitra, kebanyakan berupa relief, arca, dan patung. Masing-masing penciptaannya memiliki cerita maupun mitos tersendiri. Namun dalam penelitian ini, penulis memilih seni patung dalam penciptaan karya seni karena tertarik pada karya seni patung.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Eksplorasi Material Lidi Dalam Penciptaan Seni Patung

Eksplorasi Material Lidi Dalam Penciptaan Seni Patung

Hal tersebut mendorong penulis untuk mengolah dan memaksimalkan potensi material lidi ke dalam seni patung. Melalui material ini, kedekatan penulis dengan alam serta kenangan akan masa kecil penulis seakan muncul dan terulang kembali sehingga menimbulkan perasaan senang saat mencipta sebuah karya. Seperti dalam buku Estetika, Jalinan Subjek, Objek dan Nilai yang menjelaskan bahwa:

16 Baca lebih lajut

KARYA SENI PATUNG SIMBOLIK DALAM UNGKAPAN PERDAMAIAN

KARYA SENI PATUNG SIMBOLIK DALAM UNGKAPAN PERDAMAIAN

penikmatnya langsung dapat memahami makna-makna yang dikandung oleh karya yang dimaksud; namun penikmat tertentu perlu membutuhkan waktu untuk mengamatinya dan mencermatinya, kadang perlu waktu tertentu dan dalam keadaan tertentu untuk mendapat uraian tentang makna simbolik yang terkandung dalam karya yang dimaksud. Apa pernyataan Wilfred Cantwell Smith tentang hal ini: .....Saya tidak mau mengatakan bahwa kita harus mengetahui apa “arti” suatu simbol tertentu pada umumnya, tetapi apa arti simbol itu pada kenyataannya bagi orang-orang atau kelompok-kelompok khusus pada waktu-waktu khusus. (Smith, 1981 : 63). Simbol merupakan penguatan karya itu sendiri dari semua aspek. Hal ini menjadi landasan pemikiran penulis mulai dari mengolah ide-ide dasar hingga pada pemaknaannya; sehingga simbol menjadi sesuatu yang memberi penguatan tersendiri bagi karya seni (seni patung yang di sajikan). Simbol merupakan alat yang kuat untuk memperluas penglihatan, merangsang daya imajinasi, dan memperdalam pemahaman tentang fungsi dalam pemaknaan sebuah karya seni. Bagi Whitehead simbol mengacu kepada makna; bagi Goethe simbol menggambarkan yang - universal; bagi Coleridge simbol berpartisipasi dalam realitas; bagi Toynbee simbol menyinari realitas; bagi Goodenough simbol mendatangkan transformasi atau apa yang harafiah dan lumrah; bagi Brown simbol menyelubungi ke- Allah-an. Bagi para penulis itu, masing-masing ada pola hubungan rangkap tiga yang hendak saya kembangkan sebagai berikut. Sebuah simbol dapat dipandang sebagai: 1. Sebuah kata atau barang atau objek atau tindakan atau peristiwa atau pola atau pribadi atau hal yang konkrit; 2. Yang mewakili atau menggambarkan atau mengisyaratkan atau menandakan atau menyelubungi atau menyampaikan atau menggugah atau mengungkapkan atau mengingatkan atau merujuk kepada atau berdiri dengan atau bersesuaian dengan atau menerangi atau mengacu kepada atau mengambil bagian dalam atau menggelar kembali atau berkaitan dengan; 3. Sesuatu yang lebih besar atau transenden atau tertinggi atau terakhir; sebuah makna, realitas, suatu cita-cita, nilai, prestasi, kepercayaan, masyarakat, konsep,
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Taswir seni patung dan fotografi dalam t

Taswir seni patung dan fotografi dalam t

Syuhudi Ismail berpendapat bahwa larangan melukis dan memajang lukisan yang dikemukakan oleh Nabi sebenarnya memiliki illat hukum. Illat hukumnya kurang lebih seperti dikemukakan diatas, yakni dalam kapasitasnya sebagai Rasul, Nabi berusaha keras agar umat Islam terlepas dari jerat kemusyrikan. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan mengeluarkan larangan memproduksi dan memajang lukisan. Ancaman yang berat ditujukan untuk pembuat dan pemajangnya. Kalau illat hukumnya demikian, maka akan ada masa dimana umat Islam tidak lagi terjerumus dalam kemusyrikan, khususnya dalam bentuk menyembah lukisan, maka membuat dan memajang lukisan dibolehkan. 64 Jika pendapat Syuhudi Ismail dapat diterima, maka larangan tas{wi>r pada objek bernyawa harus disesuaikan dengan konteks masyarakat yang dihadapi.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Kehidupan Fauna Sebagai Sebagai Ide Penciptaam Karya Seni Patung

Kehidupan Fauna Sebagai Sebagai Ide Penciptaam Karya Seni Patung

Gagasan yang ditampilkan/divisualakan dalam bagian ini. Yang akan ditampilkan secara visual yang telah ada, agar karya seni yang di ciptakan. Ide tersebit telah berbagai dalam tema yang khusus, sehingga patung yang telah di ciptakan berbeda dengan yang lainya. Akan tetapi ide tersebut bukan berarti suatu yang pasti dan dapat berubah lagi karena dengan ide rangsangan berfikir. Jadi dengan bentuk objek pada seni patung di rancang dengan menggunakan sketsa,maket menggunakan bahan yang memugkunkan untuk digunakan seperti gip,semen, pasir dll.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Figur Naratif Dalam Seni Patung

Figur Naratif Dalam Seni Patung

Pengambilan rujukan dari sumber tersebut dikarenakan sama dengan pengertian figur yang hampir sama dengan pemahaman penulis. Objek yang memeiliki kesamaan dengan suatu tanda tertentu yang masih ada kaitanya dengan benda yang telah ada. Figur dalam pengerjaan dalam tugas akhir ini tercipta dengan menggabungkan beberapa objek sehingga tercipta sebuah bentuk baru, yang masih mempunyai tautan dengan tanda tertentu.

16 Baca lebih lajut

Bentuk Fantasi Mikroorganisme dalam Penciptaan Seni Patung

Bentuk Fantasi Mikroorganisme dalam Penciptaan Seni Patung

Tak lepas dari peniruan terhadap objek yang ada, berawal dari melihat gambar bentuk mikro organisme itu penulis akan mengembangkan sendiri demi terwujudnya bentuk fantasi yang diharapkan. Untuk mewujudkan gagasan ke dalam karya tiga dimensi diperlukan bahan dan material sebagai sarananya. Setiap bahan mempunyai kelebihan pada karakter masing-masing dan berbeda. Pemilihan dengan bahan yang tepat sangat penting untuk fungsi dan peran dalam seni patung.

11 Baca lebih lajut

GERAK DINAMIS KUDA PACUAN DALAM KARYA SENI PATUNG.

GERAK DINAMIS KUDA PACUAN DALAM KARYA SENI PATUNG.

Stimulus adalah rangsangan yang memberi inspirasi dalam menciptakan suatu karya seni. Pada tahap ini penulis melakukan beberapa kegiatan, diantaranya: pengamatan secara langsung ketempat peternakan dan pelatihan kuda pacuan dan pengamatan secara tidak langsung yaitu melalui video tentang kuda, mencari informasi dengan melakukan studi foto terhadap kuda pacuan maupun karya patung kuda yang sudah ada serta melakukan studi literature. Pencarian data melalui internet dan membaca buku-buku yang dapat dijadikan acuan atau buku sumber yang berkaitan dengan Tugas Akhir, membuat rencana karya berupa sketsa, dan membuat karya nyata, yaitu dengan membuat sketsa patung dengan objek kuda yang sedang berlari dan kuda yang sedang mengelak.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

METAFORA WANITA BALI PADA ERA MODERN DALAM SENI PATUNG

METAFORA WANITA BALI PADA ERA MODERN DALAM SENI PATUNG

Wacana tentang wanita selain tentang keindahan fisik juga diwarnai oleh persoalan kesetaraan gender yang dengan gigih diperjuangkan. Gerakan feminisme merupakan reaksi terhadap maskulinisme, semua itu menunjukkan persoalan wanita dalam karya seni yang dapat ditelaah menjadi dua, yaitu persoalan fisik yang cenderung mengungkapkan keindahan tubuh (gestur) wanita, dan permasalahan sosial, diskriminasi gender, budaya, dan politik sebagai makna kontekstual terlebih pada era modern. Dalam kehidupan pada era modern permasalahan yang muncul menjadi lebih rumit dan kompleks. Kondisi ini membawa dampak positif sekaligus dampak negatif bagi kaum wanita Bali. Akibat modernisasi, kebudayaan Barat yang lebih mengedepankan rasionalitas melahirkan corak kehidupan yang berorientasi materialistik-kapitalis, kesenangan dan budaya hedonis yang berpengaruh terhadap budaya Bali yang menjunjung tinggi nilai kearifan lokal dan spiritualitas keagamaan. Dalam mewujudkan gagasan itu pencipta manbangun suatu metafora, yaitu melalui komparasi (pembandingan) untuk memperbesar makna; dan dengan membuat makna baru (jukstaposisi) yakni penggabungan objek yang awalnya tidak terhubung/tersambung menjadi bentuk baru. Hal ini dilakukan melalui serangkaian proses/tahapan-tahapan berkarya menyangkut langkah eksplorasi, eksperimen, dan perwujudan. Secara umum langkah-langkah tersebut dipraktekkan oleh pencipta namun dengan urutan yang tidak ketat. Aspek eksplorasi,eksperimen, dan forming terjadi saling susul-menyusul. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode merangkai (assembling) telah dapat merangkul secara sistematis pendekatan karya yang diacu, hingga berhasil membangun keutuhan penciptaan secara keseluruhan. Metode ini telah menghasilkan elaborasi yang unik dari semua komponen ideoplastis dan aspek fisik yang meliputi teknik dan media, sehingga melahirkan gagasan dan metafora yang kreatif. Visualisasi metafora wanita Bali dalam karya-karyanya menekankan unsur gagasan/ide dan keteknikannya, yang disertai spirit olah rasa yang dibangun untuk memberikan kesan estetik melaui sajian bentuk yang mengangkat karakter media logam, serta konsep yang dijadikan sebagai acuan dalam setiap karya. Kondisi inilah yang menggugah pencipta untuk mencermati betapa pentingnya memperhatikan kembali karakter wanita Bali yang bersumber pada nilai-nilai kebalian sebagai sumber ide penciptaan. Penciptaan karya seni patung ini berjudul “Metafora Wanita pada Era Moden dalam Seni Patung”, diciptakan dalam enam buah karya patung logam, dengan muatan makna interpretasi terhadap etika, moral, dan spirit wanita Bali, dalam konteks fenomena wanita Bali masa kini.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

GAJAH SUMATERA SEBAGAI OBJEK BERKARYA SENI PATUNG.

GAJAH SUMATERA SEBAGAI OBJEK BERKARYA SENI PATUNG.

Kelaparan hingga kontak fisik yang berujung perburuan dan pembunuhan terhadap gajah menjadikan alasan penulis terpanggil untuk mewujudkan rasa empatinya dalam sebuah karya seni yaitu seni patung. Karya yang memvisualisasikan gerak trilogi penderitaan gajah pada saat ini, dimulai dari fase dimana gajah mulai kelaparan, mengaung kesedihan, mengamuk meyerang, hingga akhirnya dia sekarat dan mati. Visualisasi gerak gajahnya dengan proses deformasi dari bentuk sebenarnya menjadi pipih berkesan kurus dengan menampilkan seperti balutan kertas sehingga diharapkan memberi kesan elastis tanpa menghilangkan karakter kulitnya yang kasar. Hal tersebut menjadi pemikiran penulis agar pesan yang disampaikan sekiranya dapat tercapai sesuai dengan keadaan gajah Sumatera saat ini.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Anjing Daschund Sebagai Tema Penciptaan Seni Patung

Anjing Daschund Sebagai Tema Penciptaan Seni Patung

Berkarya dalam seni patung adalah bentuk ekspresi diri hasil dari pemikiran imajinatif, kreatif, dan kebebasan terwujud melalui karya tiga dimensi, serta memiliki unsur estetik di dalam karya. Skripsi penciptaan seni patung ini telah melalui proses pemikiran ide kreatif dengan mengambil judul anjing daschund sebagai ide penciptaan seni patung. Bermula dari pemikiran kenapa mengambil ide anjing daschund, karena ciri-ciri fisik berbeda dari kebanyakan anjing yang ada. Dari ukuran badan pendek, panjang, telinga panjang, ekor kecil, dan kedua kaki depan, belakang yang berbeda ukuran. Untuk inilah menjadi alasan utama. Sebagaimana diketahui dalam ruang lingkup kecil, objek anjing dashund memiliki suatu keartistikan tersendiri.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

“Ikan sebagai objek patung keramik figuratif”.

“Ikan sebagai objek patung keramik figuratif”.

Eko Darmawanto, 2005. “Ikan sebagai objek patung keramik figuratif”. Salah satu hal yang melatar belakangi pemilihan tema tersebut adalah adanya bentuk yang indah pada berbagai mahluk hidup khususnya ikan, oleh karena itu dipilih objek ikan. Bentuk ikan tersebut merupakan sesuatu yang menarik untuk diwujudkan dalam seni patung figuratif dan bentuk ikan yang indah itu selalu ada dalam ragam spesiesnya. Dipilihnya karya seni patung figuratif ini adalah untuk menuangkan ide dan kreativitas kedalam karya tiga matra. Tujuan pembuatan karya seni patung ini adalah sebagai wujud pengungkapan ide dan kreativitas penulis dalam berkarya patung, melalui karya seni patung penulis lebih mampu mengekspresikan keindahan bentuk ikan melalui penggambaran bentuknya, dengan menggunakan media tanah liat untuk membuat model, gips untuk membuat cetakan patung figuratif. Melalui karya seni patung figuratif yang penulis ciptakan diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni patung keramik figuratif.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

ABSTRAK SUPREMATISME SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI PATUNG DENGAN MEDIA KAYU.

ABSTRAK SUPREMATISME SEBAGAI GAGASAN BERKARYA SENI PATUNG DENGAN MEDIA KAYU.

Dalam karya ini penulis terinspirasi dari lukisan abstrak suprematisme karya Kasimir Malevich. Penulis ingin mencoba hal baru dan ingin mengembangkan serta mengeksplorasi patung abstrak dengan menggunakan media kayu. Selain itu juga penulis ingin membuat patung dengan konsep seperti puzzle dengan tujuan ingin membuat karya patung yang lebih menarik, unik dan menyenangkan sehingga dapat dijadikan karya patung yang interaktif dan dapat diterima oleh semua kalangan. Rumusan masalahnya yaitu, bagaimana konsep, proses, teknik dan visualisasi bentuk karya patung menggunakan media kayu dengan abstrak suprematisme sebagai gagasannya?. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah untuk mendeskripsikan konsep, proses, teknik dan visualisasi bentuk karya patung menggunakan media kayu dengan abstrak suprematisme sebagai gagasannya. Pembuatan patung kayu melewati beberapa proses penciptaan. Proses yang pertama yaitu pemilihan bahan kayu, kemudian pemotongan kayu, pengeleman, pengepresan, pemotongan, penyerutan, pembentukan, pemasangan, sampai dengan proses finishing. Karya pertama dinamai Wood One. Bentuk yang dipilih didominasi oleh bentuk-bentuk persegi. Karya kedua dinamai Wood Two. Bentuk yang dipilih didominasi oleh bentuk-bentuk silinder. Karya ketiga dinamai Wood Three. Pada karya ini semua objek terdiri dari bentuk-bentuk persegi dengan berbagai ukuran. Semua karya tidak terlepas dari penggunaan base. Base berbahan dasar akrilik dipilih untuk memberikan kesan melayang serta efek tiga dimensinya lebih terasa, sehingga apresiator dapat leluasa menikmati karya patung dari berbagai arah. Keunikan pada karya ini terletak pada pemasangan karya seperti puzzle, yaitu dengan memasukkan objek kayu pada base akrilik yang sudah dilubangi sesuai dengan bentuknya. Berdasarkan hasil penciptaan dan simpulan mengenai abstrak suprematisme sebagai gagasan berkarya seni patung dengan media kayu, maka penulis menyampaikan beberapa saran sebagai berikut. 1) Dalam pembelajaran membuat patung abstrak, media kayu dengan konsep puzzle ini bisa dijadikan alternatif media agar pembelajaran lebih menarik untuk siswa. 2) Perlu dilakukan penciptaan mengenai abstrak suprematisme sebagai gagasan berkarya seni patung dengan media-media lainnya.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN SENI PATUNG DI SMK NEGERI 3 KASIHAN BANTUL.

PEMBELAJARAN SENI PATUNG DI SMK NEGERI 3 KASIHAN BANTUL.

Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pembelajaran seni patung yang diterapkan sekolah tersebut yaitu: (1) Strategi penyiapan pembelajaran ditunjukkan dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat guru seni patung disesuaikan dengan silabus dan kondisi sekolah, (2) Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media batu putih yang kemudian dibentuk dengan teknik memahat. Proses memahat memerlukan waktu 10 kali pertemuan, mulai dari memilih bahan, desain relief, membentuk secara global hingga relief jadi sempurna. Media tersebut telah sesuai dengan materi dan sarana yang tersedia di sekolah. (3) Hasil pembelajaran dibuktikan dengan nilai siswa yang tertinggi yaitu 92 atau nilai A, dengan kriteria komposisi objek bagus, objek terlihat detail , kerapian karya yang sangat rapi, purna karya. Sedangkan yang termasuk nilai baik yaitu 85 atau nilai B, dan yang kurang baik dengan nilai 55 atau C. Hasil karya siswa yang sangat baik akan diikut sertakan dalam pameran sekolah.
Baca lebih lanjut

125 Baca lebih lajut

EKSISTENSI SENI UKIR PATUNG GARUDA DALAM PASAR EKSPOR

EKSISTENSI SENI UKIR PATUNG GARUDA DALAM PASAR EKSPOR

Bagi pihak terkait, yang dalam hal ini mitra UKM, diharapkan dapat memberikan dukungan dan berbagi pengalaman dari segi wawasan pengetahuan yang ditransfer ke UKM lainnya guna menyukseskan rintisan metode daring mendukung program ekspor yang telah digagas secara kolektif tersebut. Tingginya kreatifitas mitra UKM mendukung keberlanjutan program ditingkat mitra. Ke depan secara berkelanjutan, mitra mampu memperluas lagi pasar ekspor sehingga diharapkan dapat mendukung kontinyuitas program perkembangan UKM Seni Ukir Patung Garuda Gianyar.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kekerasan dalam Kekuasaan sebagai Ide Penciptaan Seni Patung Figuratif

Kekerasan dalam Kekuasaan sebagai Ide Penciptaan Seni Patung Figuratif

Penulis pribadi memiliki cukup kedekatan dengan media yang di gunakan dalam pembuatan karya ini yaitu fiberglas. Sebelum sekolah di SMSR penulis pernah bekerja di tempat Paman sebagai pembantu kebutuhan seniman patung di studio CV Kreatif. Ikut serta membantu dan melihat seniman-seniman ini membuat patung dan mengamatinya lalu mempraktekannya langsung. Dari sini muncul rasa untuk menekuninya lebih jauh lagi agar kelak suatu hari nanti bisa menjadikan seni patung ini sebagai profesi yang membanggakan dan membahagiakan keluarga dan masyarakat luas, syukur-syukur bisa membanggakan Bangsa dan Negara ini. Waktu itu bukan kebetulan bekerja di Studio Patung Yusman Cv Kreatif, penulis bisa langsung belajar sangat intens dan sedikit demi sedikit bisa dengan mudah menangkap pelajaran yang ada di dunia seni patung baik local, Nasional maupun internasional.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

9 1 2 KIKD Seni Patung COMPILED

9 1 2 KIKD Seni Patung COMPILED

Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian Pendidikan Agama Islam[r]

140 Baca lebih lajut

Konstruksi Garis Sebagai Ide Penciptaan Seni Patung Kinetik

Konstruksi Garis Sebagai Ide Penciptaan Seni Patung Kinetik

Dorongan keinginan untuk mengungkapkan garis ke dalam ruang nyata menjadi sebuah gagasan awal mengenai konsep dasar dalam karya patung kinetik ini. Kemudian pemilihan konstruksi menjadi sebuah pemikiran yang berkaitan dengan teknik pengolahan garis untuk dihadirkan ke dalam bentuk karya patung kinetik dalam Tugas Akhir ini . Dalam hal ini proses imajinasi sangat diperlukan sebab imajinasi akan menentukan keberhasilan dalam mencari bentuk yang variatif. Dalam proses mencapai susunan yang menarik, diperlukan pengorganisasian yang harmonis dari seluruh elemen yang hadir, kemudian dibutuhkan prinsip pengorganisasian seperti klimaks, keseimbangan, kontras, irama dan lainya yang sebenarnya adalah syarat dalam mencapai keselarasan dalam kesatuan yang utuh. Usaha mengenai aspek gerak yang coba penulis tawarkan dalam karya Tugas Akhir ini merupakan sebuah usaha lain untuk memberikan kesan artistik dalam kesatuan karya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...