Top PDF BAB I REKAM PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN

BAB I REKAM PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN

BAB I REKAM PROSES PELAKSANAAN KEGIATAN

Penulis dapat belajar bagaimana untuk bisa menganalisa dan memecahkan masalah-masalah yang ada disana. Sehingga masalah yang ada dapat ditemukan solusi dan pemecahannya sehingga masalah yang ada dapat terselesaikan dengan baik. KKN adalah salah satu proses dimana kami para mahasiswa selalu menghadapi setiap masalah dan selalu mencari masalah yan merupakan salah satu bentuk awal kegiatan yang akan kami laksanakan di lokasi KKN, Dusun Demangan. Selain itu masalah tidak hanya muncul saat observasi saja, tetapi dalam proses penentuan giliran pelaksanaan program individu dan semua itu dapat diatasi dengan koordinasi yang baik dari seluruh anggota unit 31 yang selalu mengkonsultasikan jam yang mereka butuhkan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Laporan Pelaksanaan P2M BAB I BAB II

Laporan Pelaksanaan P2M BAB I BAB II

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan pelatihan tentang cara mengidentifikasikan dan menangani anak berkesulitan belajar di SD umum ini sangat tepat diberikan kepada para guru SD Permata Hijau Rancaekek, karena pada umumnya mereka belum memahami tentang anak berkesulitan belajar juga belum dapat mengidentifikasikan dan menanganinya. Mereka adalah guru umum yang tidak berlatar belakang pendidikan luar biasa, sehingga merasa kewalahan dalam menangani masalah anak berkesulitan belajar di sekolahnya.

15 Baca lebih lajut

BAB I KEBIJAKAN DALAM KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

BAB I KEBIJAKAN DALAM KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

Penjaminan mutu dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dan publikasi adalah sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Penetapan dan pencapaian standar dilakukan secara bertahap tergantung capaian saat awal serta kualifikasi sumber daya yang dimiliki. Upaya peningkatan mutu harus dilakukan terus menerus.

13 Baca lebih lajut

BAB I Standar Proses Pendidikan

BAB I Standar Proses Pendidikan

Mengajar dalam makna konteks standar proses pendidikan tidak hanya sekedar menyampaika materi pelajaran, akan tetapi juga dimaknai sebagai proses megatur lingkungan supaya siswa belajar. Makna lain mengajar yang demikian sering diistilahkan dengan pembelajaran. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam proses belajar mengajar siswa harus dijadikan sebagai pusat dari kegiatan. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk watak , peradaban, dan meningkatkan mutu kehidupan peserta didik. Pembelajaran itu perlu memberdayakan semua potensi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diharapkan. Dari penjeasan di atas, maka makna pembelajaran dalam konteks standar proses pendidikan ditunjukkan oleh beberapa ciri yang dijelaskan sebagai berikut.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

BAB V LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN APBD/APBN

BAB V LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN APBD/APBN

I. Laporan Tim Evaluasi Penyerapan Realisasi Anggaran (TEPRA) Tim Evaluasi Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) yang merupakan reaktifasi dari Tim Evaluasi Pengawasan dan Penyerapan Anggaran (TEPPA) dibentuk dalam rangka mengupayakan percepatan dan pengawasan realisasi APBN dan APBD serta meningkatkan kualitas pelaksanaannya. Sesuai Surat Deputi I Kepala Staf Kepresidenan (KSP) selaku Sekretaris TEPRA Nomor B- 49/KSP/D.I/05/2015 tanggal 26 Mei 2015 perihal Surat Edaran terkait Pelaksanaan Sistem Monitoring Informasi TEPRA (SISMONTEP) disebutkan bahwa untuk keperluan evaluasi dan pengawasan percepatan realisasi APBN dan APBD, dan perkembangan pengadaan barang/jasa, setiap Pejabat Penghubung diminta melaporkan pelaksanaan anggaran per-bulannya untuk Tahun Anggaran 2015 s/d 2019.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. menciptakan peristiwa dan kegiatan yang berisi kegiatan memahami,

BAB I PENDAHULUAN. menciptakan peristiwa dan kegiatan yang berisi kegiatan memahami,

Salah satu aspek yang perlu dilskukan perbaikan dan perubahan adalah aspek strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran memegang peranan yang sangat penting dalam setiap proses pembelajaran yang dilakukan. Jika strategi yang digunakan kurang tepat maka hasil belajar siswa tidak mencapai ketuntasan. Demikian sebaliknya, jika strategi yang digunakan tepat maka hasil belajar siswa akan mencapai standar ketuntasan minimal atau melampaui.

12 Baca lebih lajut

R E V I S I PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN RAIMUNA KE 7 KWARTIR CABANG 1109 BOYOLALI TAHUN 2012 BAB I PENDAHULUAN

R E V I S I PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN RAIMUNA KE 7 KWARTIR CABANG 1109 BOYOLALI TAHUN 2012 BAB I PENDAHULUAN

Untuk kelancaran tugas dan kegiatan yang dilaksanakan, maka Panitia Pelaksana menyusun Tim Pengawasan, Penelitian dan Evaluasi, disingkat Waslitev, yang dijadikan sebagai salah satu lembaga yang bersifat independen dan bertanggungjawab kepada Ketua Panitia Penyelenggara RAICAB VII TAHUN 2012. Keanggotaan Tim Waslitev dapat terdiri atas para Andalan Kwartir Cabang 1109 Boyolali, Pembina dan Dewan Kerja Cabang Boyolali yang ditunjuk untuk menjadi Tim Waslitev.

37 Baca lebih lajut

BAB III a PROSES LINGKUP KEGIATAN METODE DAN HASIL PELAKSANAAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS KABUPATEN GROBOGAN

BAB III a PROSES LINGKUP KEGIATAN METODE DAN HASIL PELAKSANAAN KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS KABUPATEN GROBOGAN

Tahap pelingkupan merupakan tahapan tindak lanjut terhadap daftar panjang yang dihasilkan dari tahap pra-pelingkupan. Tahapan ini dilakukan pada tanggal 27 April 2016 di Gedung Riptaloka Setda Kabupaten Grobogan dalam bentuk workshop dengan mengundang para pemangku kepentingan guna melakukan verifikasi dan melakukan penapisan isu-isu pembangunan berkelanjutan dengan menggunakan kriteria yang telah ditetapkan yang kemudiaan menjadi isu-isu strategis. Proses pemusatan isu pembangunan (daftar panjang) menjadi daftar pendek dan isu strategis dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

145 Baca lebih lajut

BAB 1 PROSES PELAKSANAAN PENELITIAN - BAB 1

BAB 1 PROSES PELAKSANAAN PENELITIAN - BAB 1

Menurut petunjuk-petunjuk ini, para indvidu yang berpartisipasi dalam sebuah penelitian memiliki beberapa hak tertentu. Sebelum berpartisipasi dalam penelitian, para individu tersebut harus mengetahui tujuan umum dan tujuan khusus dari penelitian, bagaimana hasil penelitian akan digunakan, dan konsekuensi-konsekuensi sosial apa terhadap hidup mereka yang disebabkan oleh penelitian tersebut. Mereka juga memiliki hak untuk menolak untuk berpartisipasi dalam sebuah penelitian atau mengundurkan diri kapan saja. Apabila mereka berparrtisipasi dan memberikan informasi, anonimitas (kerahsiaan) mereka harus dijaga dan dijamin oleh si peneliti. Para individu tidak boleh ditawari imbalan-imbalan finansial yang berlebihan agar berpartisipasi dalam proyek penelitian, Para partisipan juga memiliki hak untuk mendapat sesuatu dari penelitian. Para peneliti perlu secara aktif berupaya melakukan segala sesuatu secara timbal balik karena para partisipan telah memberikan waktunya secara suka rela. Contoh, dalam sebuah penelitan yang melibatkan individu-individu penderita HIV, para peneliti memberikan bahagian royalti keada para partisipan. Dalam penelitian yang lain, seorang peneliti secara suka rela membantu mengawasi kegiatan- kegiatan makan siang di dalam ruangan sebagai ganti dari infromasi yang ia peroleh dari para siswa di sekolah tersebut.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan suatu proses yang sangat kompleks yang

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan suatu proses yang sangat kompleks yang

sehingga bagaikan sudah diceraikan dari akar sumbernya dan aplikasinya, dengan perkataan lain pelajaran sains yang dipelajari di sekolah menjadi “kering” dan tidak bermakna bagi siswa (Suastra, 2005). Perubahan paradigma ini menuntut guru agar lebih kreatif dalam mengembangkan pembelajaran, sehingga memungkinkan siswa dapat berprestasi melalui kegiatan-kegiatan nyata yang menyenangkan dan mampu mengembangkan potensi siswa secara optimal.

9 Baca lebih lajut

BAB I 2 3 hubungan antara kegiatan inter

BAB I 2 3 hubungan antara kegiatan inter

Secara umum motivasi mengacu pada mengapa dan bagaimana seseorang bertingkah laku tertentu. Motivasi adalah proses yang dinamis dimana setiap orang dapat dimotivasi oleh hal-hal yang berbeda. Mungkin seorang akan termotivasi untuk bekerja karena gaji yang ditawarkan atau kenaikan pangkat. Pada pegawai dengan motivasi tinggi, kepuasan kerja bukan diperoleh dari status sosial intensif yang tinggi, namun kepuasaan kerja bagi mereka adalah usaha untuk mencapai hasil produksi itu sendiri.

39 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Banyak masalah dan kegiatan dalam kehidupan yang harus diselesaikan

BAB I PENDAHULUAN. Banyak masalah dan kegiatan dalam kehidupan yang harus diselesaikan

Dalam proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan antara guru dan siswa memegang peranan penting. Suryosubroto (1997: 19), menyatakan bahwa proses belajar mengajar meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan, sampai evaluasi dan progam tindak lanjut yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu yaitu pengajaran. Menurut Sukewi (1994: 3), bahwa dalam proses belajar mengajar terdapat komponen- komponen yang saling terkait, yang meliputi tujuan pengajaran, guru dan peserta didik, bahan pelajaran, metode/strategi belajar mengajar, alat/media, sumber pelajaran, dan evaluasi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

BAB II PELAKSANAAN PPL Hasil Kegiatan Model Les dan Pembahasan

BAB II PELAKSANAAN PPL Hasil Kegiatan Model Les dan Pembahasan

Kegiatan model les yaitu kegiatan yang dilakukan praktikan dengan cara mengamati bagaimana proses guru mengajar dari awal masuk kelas hingga meninggalkan kelas. Guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik. Orang yang disebut guru adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu menata dan mengelola kelas agar peserta didik dapat belajar dan pada akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan ( Uno 2007 : 15 ). Dalam pelaksanaan pelatihan pengajaran model les ini, penulis mengamati dan mempelajari bagaimana cara guru pamong melaksanakan kegiatan pembelajaran, mulai dari apa yang guru lakukan ketika masuk kelas, bagaimana cara guru membuka pelajaran, apakah cara guru membuka pelajaran sesuai dengan materi yang disajikan, bagaimana perhatian siswa terhadap guru, bagaimana cara guru menyampaikan materi pokok pelajaran, bagaimana keaktifan siswa selama proses pembelajaran berlangsung, bagaimana cara guru mengakhiri pelajaran, dan bagaimana cara guru menilai hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Rekam Medis menurut Permenkes No.269 tahun 2008 adalah berkas

BAB I PENDAHULUAN. Rekam Medis menurut Permenkes No.269 tahun 2008 adalah berkas

2 Upaya penyelamatan dokumen/arsip bisa melalui berbagai cara di antaranya dengan upaya preventif dan kuratif. Upaya preventif dilakukan dalam bentuk penyediaan ruang penyimpanan yang memadai dan memenuhi syarat/standar gedung penyimpanan. Upaya ini merupakan perlindungan fisik dan nilai informasi dokumen/arsip terhadap bahaya dan gangguan. Artinya, upaya preventif dilakukan terhadap dokumen/arsip melalui pencegahan dan pelaksanaan standar penyimpanan yang efektif. Adapun penyelamatan dokumen/arsip melalui secara kuratif dilaksanakan jika terdapat unsur perusak terhadap dokumen/arsip misalnya dengan restorasi, duplikasi, atau digitalisasi (Sugiharto, 2010).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB I - Standar Isi Dan Standar Proses Pendidikan

BAB I - Standar Isi Dan Standar Proses Pendidikan

Struktur kurikulum merupakan pola dan pembelajaran. Kedalaman muatan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Bab IV Pelaksanaan Program dan Kegiatan ok

Bab IV Pelaksanaan Program dan Kegiatan ok

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia agar tetap sehat, aktif, mandiri dan berdaya guna baik bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. Sehat dan aktif di usia lanjut mempunyai makna bahwa kita harus meningkatkan derajat kesehatan dari para lanjut usia sehingga mereka mempunyai kesempatan untuk dapat berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, dapat berbagi pengalaman dan pikiran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia. Dengan makin berkembangnya pengetahuan yang mempelajari tentang lanjut usia (ilmu Geriatri) melalui upaya promotive, preventif, kuratif dan rehabilitatif, telah mengupayakan agar para lanjut usia dapat menikmati masa tua yang bahagia dan berguna. Dengan demikian maka aspek-aspek yang dapat dikembangkan adalah upaya pencegahan agar proses menua (degeneratif) dapat di jalani dalam keadaan tetap sehat, sebaliknya yang sudah tua dan mengalami masalah kesehatan perlu dipulihkan (rehabilitatif) agar tetap mampu mengerjakan kehidupan sehari-hari secara mandiri. Adapun alokasi anggaran untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp16.950.000,-. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk membiayai beberapa kegiatan, diantaranya adalah :
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

TUGAS PROSES REKAM MEDIS I (1)

TUGAS PROSES REKAM MEDIS I (1)

Sistem pelaporan rumah sakit pada waktu revisi pertama mulai dilaksanakan pada tahun 1973, hanya khusus pada upaya pencatatan tentang mobilisasi pasien pindahan antar ruangan RS. Pada pelaksanaa system pelaporan RS revisi 3 tahun 1984 disususn beberapa buku register untuk berbagai kegiatan rumah sakit.

29 Baca lebih lajut

Bab IV Pelaksanaan Program dan Kegiatan ok

Bab IV Pelaksanaan Program dan Kegiatan ok

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 69 lanjut usia. Dengan makin berkembangnya pengetahuan yang mempelajari tentang lanjut usia (ilmu Geriatri) melalui upaya promotive, preventif, kuratif dan rehabilitatif, telah mengupayakan agar para lanjut usia dapat menikmati masa tua yang bahagia dan berguna. Dengan demikian maka aspek-aspek yang dapat dikembangkan adalah upaya pencegahan agar proses menua (degeneratif) dapat di jalani dalam keadaan tetap sehat, sebaliknya yang sudah tua dan mengalami masalah kesehatan perlu dipulihkan (rehabilitatif) agar tetap mampu mengerjakan kehidupan sehari-hari secara mandiri. Adapun alokasi anggaran untuk kegiatan ini adalah sebesar Rp16.950.000,-. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk membiayai beberapa kegiatan, diantaranya adalah :
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

BAB II PELAKSANAAN PKL 2.1 Aktivitas Kegiatan Selama PKL

BAB II PELAKSANAAN PKL 2.1 Aktivitas Kegiatan Selama PKL

Selain membuat dan mengirimkan surat undangan, kegiatan yang selanjutnya yang dilakukan oleh penulis yaitu menghubungi peserta. Hal ini dilakukan oleh penulis untuk mengetahui jumlah peserta yang akan hadir pada saat acara. Selain itu, penulis menghubungi peserta dan juga pembicara untuk pemberitahuan pemindahan lokasi acara yang semula bertempat di Hotel Banana Inn, Setia Budhi menjadi di Hotel Golden Flower, Jl. Asia Afrika No. 15-17, Bandung. Konfirmasi dilakukan melalui pesawat telepon, email dan juga pesan singkat (short message service/sms).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan merupakan suatu organisasi yang menjalankan kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan merupakan suatu organisasi yang menjalankan kegiatan

Kerelevanan nilai aset ini tentunya akan menunjang perbaikan kinerja perusahaan. Selain laporan yang disajikan menjadi relevan, dengan peningkatan dan kerelevanan nilai aset perusahaan dapat melakukan aktivitas-aktivitas lain yang dapat menunjang peningkatan kinerja, salah satunya dalam kegiatan peminjaman. Dengan nilai aset yang baik, perusahaan diharapkan dapat melakukan pinjaman denga mudah terhadap pihak lain.

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...