Top PDF Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Anak

Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Anak

Gangguan Pertumbuhan Dan Perkembangan Pada Anak

Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

15 Baca lebih lajut

GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA 0,51,9 TAHUN TERKAIT DENGAN ASUPAN MAKANAN DAN PENGASUHAN YANG KURANG | Harahap | GIZI INDONESIA 1 PB

GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PADA ANAK USIA 0,51,9 TAHUN TERKAIT DENGAN ASUPAN MAKANAN DAN PENGASUHAN YANG KURANG | Harahap | GIZI INDONESIA 1 PB

Gangguan pertumbuhan berhubungan dengan asupan protein <80% angka kecukupan gizi (AKG). Pertumbuhan anak yang digambarkan dengan kejadian stunting yang menunjukkan bahwa anak dengan konsumsi protein <80% berisiko 2,2 kali untuk menjadi stunting dibanding anak dengan konsumsi ≥ 80%. Salah satu fungsi protein adalah untuk pembentukan tulang dan otot pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Selain itu protein juga berfungsi sebagai 1) sumber energi dan sebagai cadangan makanan, 2) pembentukan dan perbaikan sel dan jaringan, 3) pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel, 4) sintesis hormon, enzim, dan antibodi, 4) menjaga kekebalan tubuh 21 ,
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 2

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 2

Tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak merupakan fase-fase yang sangat kritis dan penting dalam hal tumbuh kembang fisik, mental dan psikosisal yang berjalan sedemikian cepatnya sehingga keberhasilan tahun- tahun pertama untuk sebagian besar menentukan masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa. Kelainan atau penyimpangan apapun bila tidak diintervensi secara dini dengan baik pada saatnya dan tidak terdeteksi secara nyata mendapatkan perawatan yang bersifat komprehensif yaitu promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Dewasa ini tumbuh kembang anak adalah salah satu aspek yang diperhatikan serius oleh para pakar, karena hal tersebut merupakan aspek yang menjelaskan mengenai proses pembentukan individu secara fisik maupun psikologis pada anak (Sunawari, 2007).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK. docx

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK. docx

Pertumbuhan dan perkembangan berjalan menurut norma-norma tertentu. Walaupun demikian seorang anak dalam banyak hal tergantung kepada orang dewasa, misalnya mengkunsumsi makanan, perawatan, bimbingan, perasaana aman, pencegahan penyakit dan sebaginya. Oleh karena itu semua orang-orang yang mendapat tugas mengawasi anak harus mengerti persoalan anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, diantaranya adalah faktor lingkungan. Bila lingkungan karena suatu hal menjadi buruk, maka keadaan tersebut hendaknya diubah (dimodifikasi) sehingga pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Diagnosa Gangguan Perkembangan Anak Dengan Metode Fuzzy Expert System

Diagnosa Gangguan Perkembangan Anak Dengan Metode Fuzzy Expert System

Berdasarkan gambar 4, penelitian ini diawali dengan melakukan identifikasi masalah. Masalah yang dapat diidentifikasi adalah gangguan perkembangan pada anak yang didiagnosa oleh seorang pakar dapat menghasilkan diagnosa yang tidak konsisten sehingga berdampak kepada kesalahan pemberian solusi. Dari identifikasi tersebut maka perlu dibuat sebuah sistem yang dapat menghasilkan diagnosa yang konsisten, yaitu sistem pakar berbasis komputer. Setelah tahap identifikasi selesai, penelitian dilanjutkan dengan mengumpulkan data yang dibutuhkan seperti studi pustaka dan wawancara dengan para pakar yang mempunyai pengetahuan tentang gangguan perkembangan anak. Dari data yang terkumpul, maka didapat kesimpulan bahwa sistem pakar yang akan dirancang dapat menggunakan metode fuzzy, hal ini dikarenakan bahwa para pakar selalu mengelompokkan bobot gangguan anak menjadi 3 yaitu ringan, sedang dan berat berdasarkan skor yang dihitung secara manual pada saat observasi. Tahap selanjutnya adalah merancang sistem pakar berbasis komputer dan mengujinya dengan mencocokkan antara hasil diagnosa para pakar dengan sistem pakar berbasis komputer yang dibuat. Jika hasilnya sesuai dengan hasil diagnosa para pakar, sistem dapat diimplementasikan untuk menangani gangguan perkembangan pada anak.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak

Tahap Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak

Dalam makalah ini akan membahas kehidupan yang paling dini, menelusuri kemajuan dari pertumbuhan yang normal dan perkembangan mulai daro saat konsepsi sampai keadaan matang. Diperlukan suatu pengetahuan mengenai keadaan normal, serta variasi-variasinya, agar mereka yang menangani anak-anak dapat mengenali keadaan yang abnormal. Perawat seringkali dihadapkan dengan anak-anak dari semua umur yang bervariasi baik dalam penampilan, perilaku, sikap kemampuan motorik dan sensorik dan kecerdasan. Karena itu, penting agar perawat mengenali variasi-variasi dan menyumbang pada diagnose yang tepat sehingga keputusan untuk terapi dan perawatan selanjutnya akan merupakan suatu yang lebih bagi anak.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Gangguan Perkembangan Pada Anak Usia Dini

Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Gangguan Perkembangan Pada Anak Usia Dini

Dengan memahami cara kerja sistem pakar yang meniru cara manusia dalam memecahkan suatu masalah spesifik, atas dasar pemikiran tersebut timbul suatu ide untuk membuat suatu sistem pakar yang diharapkan dapat membantu memecahkan masalah dan mencari langkah yang tepat dalam mendiagnosis gangguan perkembangan pada anak. Pengetahuan tentang gejala-gejala gangguan perkembangan pada anak akan memberikan pemahaman kepada orang tua maupun masyarakat yang masih awam sehingga diperoleh data untuk penanganan lebih cepat dan tepat.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Beberapa prinsip latihan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: 1) Latihan harus didasarkan pada prinsip beban lebih (over load) artinya, mnakala sudah tiba saatnya untuk ditingkatkan, beban latihan harus ditambah sedikit di atas kemampuan atlet, namun masih dalam batas-batas kemmapuannya untuk mengatasinya, 2) Tidak ada 2 orang persis sama. Setiap orang berbeda dalam fisik, kemampuan, aspek psikologis, adaptasi terhadap latihan, dan lain-lain. Oleh karena itu latihan harus direncanakan bagia setiap atlet agar bisa menghasilkan prestasi yang terbaik bagi individu tersebut, 3) Latihan harus didasarkan pada prinsip perkembangan multilateral (menyeluruh). Meskipun konsentrasi latihan adalah pada cabang olahraga yang ditekuninya, anak harus tetap diberikan kebebasan untuk melakukan berbagai aktifitas jasmaniah/olahraga. Dengan demikian maka perkembangan biomotorik maupun psikologis akan lebih menyeluruh sehingga kemungkinan untuk memasuki tahap spesialisasi dna tahap prestasi top lebih cepat, 4) Kualitas atau mutu latihan harus diperhatikan baik pada waktu latihan teknik, keterampilan gerak, taktik, maupun fisik. Meskipun latihan dilakukan secara intensif, namun kalau kualitas latihan kurang diperhatikan, prestasi tidak akan kian meningkat, 5) Untuk menghindari kemungkinan timbulnya kebosanan dalam latihan, maka harus diciptakan variasi dalam latihan, baik dalam bentuk-bentuk latihan, latihan teknik, maupun latihan fisik, 6) Usahakan untuk menciptakan suasana keriaan (enjoyment) dalam latihan, khususnya bagi anak-anak usia dini. Banyak survei menunjukkan bahwa banyak anak meninggalkan latihan karena tidak menemukan keriaan dalam latihan, 7) Latihan dilakukan sedikitnya 3 kali dalam seminggu, masing-masing dalam wkatu 2 – 3 jama dna dilakukan secara intensif, 8) Beban latihan harus mampu memberikan pengaruh positif terhadap atlet yang dilatih.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KELEKATAN IBU-ANAK, PERTUMBUHAN ANAK, DAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSI ANAK USIA PRASEKOLAH

KELEKATAN IBU-ANAK, PERTUMBUHAN ANAK, DAN PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSI ANAK USIA PRASEKOLAH

Kelekatan ibu-anak mendukung kualitas adaptasi sosial dalam kelompok teman sebaya pada anak usia dini. Kelekatan ibu-anak menyediakan fondasi yang positif dan menjadi faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan sosialisasi anak (Kochanska et al., 2009; Kochanska & Kim 2012). Anak yang merasa yakin terhadap penerimaan lingkungan akan mengembangkan kelekatan yang aman dengan figur lekatnya (secure attachment) dan mengembangkan rasa percaya tidak saja pada ibu namun juga pada lingkungan. Usia dini adalah masa kritis bagi anak untuk menumbuhkan rasa percaya (trust). Jika rasa percaya ini gagal tumbuh pada masa ini maka yang terbentuk pada diri anak adalah rasa tidak percaya (mistrust). Rasa percaya ini adalah fondasi bagi perkembangan sosial emosi yang sehat pada tahap selanjutnya. Rasa percaya ini akan tumbuh apabila lingkungan pengasuhan dapat diprediksi oleh anak. Maksud dari dapat diprediksi anak adalah figur pengasuh harus stabil yang menimbulkan rasa aman dan nyaman, dan juga anak merasa diterima dan disayang. Oleh karena itu, anak memerlukan figur ibu atau pengasuh utama untuk menjalin bonding yang kuat. Siklus kelekatan aman adalah adanya figur kelekatan sebagai basis untuk anak dapat semangat bereksplorasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Anemia terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Malnutrisi

Anemia terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Malnutrisi

Malnutrisi akibat defisiensi mikronutri- en biasanya terjadi secara simultan. Hasil pene- litian Hyder, et al (2007) di wilayah pedesaan Bangladesh menunjukkan bahwa intervensi multimikronutrien dapat menurunkan kejadi- an anemia lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol, demikian pula dengan pe- rubahan status vitamin A dan status Zn yang menunjukkan efek yang lebih baik dibanding dengan kelompok kontrol. Infestasi cacing merupakan faktor lain yang dapat memicu terjadinya malnutrisi. Menurut Windle, et al. (2007) infeksi Helicobacter pylori pada anak- anak di negara sedang berkembang merupa- kan inisiator dalam siklus yang tak berujung pangkal yang pada akhirnya menghasilkan malnutrisi dan gangguan pertumbuhan. Infeksi ini mempengaruhi kondisi asam lambung yang berakibat pada terjadinya diare dan anemia de- fisiensi besi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

A. Pertumbuhan dan perkembangan anak usi

A. Pertumbuhan dan perkembangan anak usi

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih, 1998, & Tanuwijaya, S. 2003). Perkembangan anak usia toddler menurut beberapa teori perkembangan sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

GAMBARAN PERKEMBANGAN PADA ANAK YANG MEMILIKI IBU MENDERITA GANGGUAN JIWA

GAMBARAN PERKEMBANGAN PADA ANAK YANG MEMILIKI IBU MENDERITA GANGGUAN JIWA

Anak dari orangtua menderita gangguan jiwa sangat rentan mengalami permasalahan pada tahap perkembangannya, status mental orang tuanya yang dianggap masyarakat memiliki stigma yang buruk terhadap perkembangan anak sedangkan pada masa ini anak juga harus dapat melalui tugas perkembangan yakni mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum, membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh, belajar menyesuaikan diri dengan teman seusianya, mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat, mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung, mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari, mengembangkan hati nurani, pengertian moral, tata dan tingkatan nilai, mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga dan mencapai kebebasan pribadi.
Baca lebih lanjut

284 Baca lebih lajut

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 6

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia 6

1. Erikson menyatakan krisis psikososial yang dihadapi sebagai ”Industri Versus Inferioritas” a. Hubungan dengan orang terdekat anak meluas hingga mencakup teman sekolah dan guru. b. Anak usia sekolah secara normal telah menguasai tiga tugas perkembangan pertama (kepercayaan, otonomi, dan inisiatif) dan saat ini berfokus pada penguasaan kepandaian (Industry).

6 Baca lebih lajut

LANDASAN TEORI DAN PROGRAM PUSAT PENANGANAN GANGGUAN PERKEMBANGAN ANAK

LANDASAN TEORI DAN PROGRAM PUSAT PENANGANAN GANGGUAN PERKEMBANGAN ANAK

Landasan Teori dan Program Projek Akhir Arsitektur (PAA) dengan judul “ PUSAT PENANGANAN GANGGUAN PERKEMBANGAN ANAK ” ini di susun guna memenuhi persyaratan untuk meraih gelar sarjana arsitektur. Materi yang termuat di dalam Landasan Teori dan Program ini merupakan aplikasi serta penjabaran dari metoda-metoda penulisan serta rencana perancangan dalam bentuk pendekatan- pendekatan arsitektur yang telah diajukan dalam proposal sebelumnya.

20 Baca lebih lajut

Pengaruh Gizi Terhadap Proses Perkembangan dan Pertumbuhan Anak Usia Dini

Pengaruh Gizi Terhadap Proses Perkembangan dan Pertumbuhan Anak Usia Dini

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa gizi dan stimulasi sangat berpengaruh terhadap kualitas perkembangan anak usia dini. Pemberian gizi seimbang berfungsi untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Kekurangan gizi pada masa kelahiran maupun pasca kelahiran tidak hanya dapat menurunkan kecerdasan otak   pada anak, tetapi juga dapat mengakibatkan keguguran, abortus, bayi lahir mati,

13 Baca lebih lajut

Diagnosa Gangguan Perkembangan Anak Deng

Diagnosa Gangguan Perkembangan Anak Deng

maka didapat kesimpulan bahwa sistem pakar yang akan dirancang dapat menggunakan metode fuzzy, hal ini dikarenakan bahwa para pakar selalu mengelompokkan bobot gangguan anak menjadi 3 yaitu ringan, sedang dan berat berdasarkan skor yang dihitung secara manual pada saat observasi. Tahap selanjutnya adalah merancang sistem pakar berbasis komputer dan mengujinya dengan mencocokkan antara hasil diagnosa para pakar dengan sistem pakar berbasis komputer yang dibuat. Jika hasilnya sesuai dengan hasil diagnosa para pakar, sistem dapat diimplementasikan untuk menangani gangguan perkembangan pada anak.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tatalaksana gangguan perkembangan anak

Tatalaksana gangguan perkembangan anak

 Terjadi pada usia 7 – 14 bulan, kadang – kadang dijumpai pada usia 15 tahun. Pada tahun pertama kehidupan, merupakan hal yang biasa dan timbul sesuai dengan tahap perkembangan motoriknya. Pada anak yang lebih besar menunjukan adanya stress atau kelainan organic. Faktor stress mungkin merupakan perwujudan dari rasa tidak aman dan upaya menarik perhatian orangtuanya. Umumnya tidak diperlukan usaha untuk menghentikan kebiasaan ini. Bila keadaan mengkhawatirkan, dapat dialihkan dengan gerakan ritmik seperti bertepuk tangan, menari dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Gangguan Perkembangan pada Anak dan Rema

Gangguan Perkembangan pada Anak dan Rema

Enuresis merupakan kegagalan untuk mengontrol buang air kecil setelah seseorang mencapai usia “normal” untuk mampu melakukan kontrol. Dalam DSM-V dijelaskan kriteria diagnostic enuresis, yaitu anak berulang kali mengompol di temat tidur atau pakaian, baik disengaja maupun tidak disengaja; tingkah laku tersebut signifikan secara klinis muncul pada frekuensi setidaknya 2 kali seminggu selama sekurang-kurangnya 3 bulan berturut-turut atau menyebabkan kemunculan distress yang signifikasn secara klinis atau hendaya dalam fungsi sosial, akademik (pekerjaan) dan area-area fungsi penting lainnya; usia kronologis anak minimal 5 tahun (atau anak berada pada tingkat perkembangan yang setara); tingkah laku tidak disebabkan oleh efek fisiologis dari penggunaan zat atau kondisi medis lainnya (tidka memiliki dasar organik).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Validasi Kuesioner LittlEARS Berbahasa Indonesia Pada Pertumbuhan dan Perkembangan Pendengaran Anak Usia 0-24 Bulan dengan Faktor Risiko Gangguan Pendengaran

Validasi Kuesioner LittlEARS Berbahasa Indonesia Pada Pertumbuhan dan Perkembangan Pendengaran Anak Usia 0-24 Bulan dengan Faktor Risiko Gangguan Pendengaran

Pendengaran merupakan kunci penting perkembangan bicara dan bahasa anak. Kuesioner perkembangan pendengaran LittlEARS telah digunakan di 35 negara untuk memantau pendengaran anak umur 0-24 bulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas kuesioner LittlEARS pada anak umur 0-24 bulan dengan faktor risiko gangguan pendengaran dan untuk mengetahui tingkat korelasi antara umur dengan skor kuesioner. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif. Responden yang didapatkan berjumlah 32 dengan rentang umur anak 1-24 bulan. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara ke responden pada Mei-Agustus 2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Uji validitas kuesioner menggunakan croanbach’s alpha didapatkan nilai alpha sebesar 0,943 dan disimpulkan kuesioner ini valid untuk mengukur perkembangan pendengaran anak usia 0-24 bulan dengan faktor risiko gangguan pendengaran. Sedangkan korelasi umur dengan skor diuji dengan metode Spearman-rho dan didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,893. Korelasi ini bermakna karena didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gangguan Pertumbuhan Anak - Analisis Pelaksanaan Program Gizi dalam Upaya Perbaikan Gangguan Pertumbuhan Anak di Kabupaten Karo Tahun 2014

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Gangguan Pertumbuhan Anak - Analisis Pelaksanaan Program Gizi dalam Upaya Perbaikan Gangguan Pertumbuhan Anak di Kabupaten Karo Tahun 2014

Masa balita merupakan masa yang kritis dalam upaya menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas karena dua tahun pertama pasca kelahiran merupakan masa emas dimana sel-sel otak sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Gagal tumbuh yang terjadi akibat kurang gizi pada masa-masa emas ini akan berakibat buruk pada kehidupan berikutnya yang sulit diperbaiki apalagi ditambah dengan masalah kurang gizi lain yaitu kekurangan zat gizi mikro seperti vitamin A, zat besi, yodium dan sebagainya.Balita yang kurang gizi biasanya akan mengalami hambatan pertumbuhan dan cenderung tumbuh menjadi remaja yang mengalami gangguan pertumbuhan dan mempunyai produktivitas yang rendah. Jika remaja ini tumbuh dewasa maka remaja tersebut akan menjadi dewasa yang pendek, dan apabila itu wanita maka jelas wanita tersebut akan mempunyai risiko melahirkan bayi BBLR lagi, dan seterusnya (Hadi, 2005). Tidak terlaksananya program penanggulangan untuk masalah ini dan tidak adanya pencapaian perbaikan pertumbuhan (catch-up growth) yang sempurna masa masa berikutnya akan menimbulkan dampak masalah gangguan pertumbuhan pada anak.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...