Top PDF Jaminan Perlindungan Hukum Terhadap Simpanan Nasabah Pada Bank Umum

Jaminan Perlindungan Hukum Terhadap Simpanan Nasabah Pada Bank Umum

Jaminan Perlindungan Hukum Terhadap Simpanan Nasabah Pada Bank Umum

Abstrak: Salah satu fasilitas bank umum adalah memberikan kredit kepada masyarakat. Untuk memenuhi fasilitas tersebut bank memberikan suatu bentuk fasilitasberupa ATM. Kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas ATM saat ini semakin tinggi. Masyarakat mengingikan adanya transaksi yang begitu cepat, mudah dan aman serta praktis, kebutuhan masyarakat tersebut direspon oleh lembaga perbankan dengan menyedian fasilitas ATM sebanyak mungkin yang dapat dijangkau oleh masyarakat pengguna ATM tersebut. Adanya kemudahan penarikan tersebut menimbulkan kekhawtiran terhadap keselamatan simpanan nasabah, karen ATM sangat rentan menimbulkan kerugian bagi nasabah,hal ini disebabkan karena mesin ATM tidak dapat mendeteksi apakah penarik adalah orang yang berhak atau tidak. Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan adanya jaminan perlindungan hukum atas simpanan nasabah di Bank Umum.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Rangka Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Perbankan Di Indonesia

Fungsi Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Rangka Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Perbankan Di Indonesia

Terkait dengan fungsi LPS sebagai penjamin simpanan nasabah di bank, kewenangan yang di miliki LPS antara lain (1) menetapkan dan memungut premi penjaminan; (2) menetapkan dan memungut kontribusi pada saat bank pertama kali menjadi peserta; (3) melakukan pengelolaan kekayaan dan kewajiban LPS; (4) mendapatkan data simpanan nasabah, data kesehatan bank, laporan keuangan bank, dan laporan basil pemeriksaan bank sepanjang tidak melanggar kerahasiaan bank; (5) melakukan rekonsiliasi, verifikasi, dan/atau konfirmasi atas data; (6) menetapkan syarat, tata cara, dan ketentuan pembayaran klaim; (7) menunjuk, menguasakan, dan/atau, menugaskan pihak lain untuk bertindak bagi kepentingan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO INTERNET BANKING PADA BANK UMUM TERKAIT PERLINDUNGAN HUKUM BAGI BANK DAN NASABAH (STUDI DI BANK X)

PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO INTERNET BANKING PADA BANK UMUM TERKAIT PERLINDUNGAN HUKUM BAGI BANK DAN NASABAH (STUDI DI BANK X)

melindungi baik masyarakat dan bank itu sendiri dari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat. Internet banking sebagai salah satu produk bank disatu sisi memang memberikan banyak manfaat, namun disisi lain juga terdapat risiko-risiko yang dapat menimbulkan kerugian bagi bank maupun nasabah. Di Indonesia, belum ada pengaturan khusus yang mengatur mengenai perlindungan hukum terkait internet banking. Namun penerapan yang baik dalam beberapa aspek dalam internet banking, seperti pada sistem keamanan dan transparansi informasi produk serta beberapa peraturan secara langsung dapat memberikan perlindungan hukum bagi Bank dan Nasabah. Selain itu dalam beberapa peraturan perundang-undangan terkait kewenangan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral serta Otoritas Jasa Kewenangan sebagai badan pengawas juga secara tidak langsung dapat memberikan perlindungan terhadap aktivitas ini.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Hukum Peranan Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Melindungi Nasabah Bank

Analisis Hukum Peranan Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Melindungi Nasabah Bank

1. Bahwa sesuai dengan fungsi Lembaga Penjamin Simpanan yaitu menjamin simpanan nasabah penyimpan yang terdapat dalam Undang – Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, Lembaga Penjamin Simpanan berperan sebagai penjamin terhadap dana nasabah bank, maka apabila terdapat bank yang mengalami kesulitan usaha, kemudian dicabut izin usahanya dan dilikuidasi, kedudukan dan dana nasabah tetap terjamin. Lembaga Penjamin Simpanan merupakan salah satu upaya untuk memberikan perlindungan dana nasabah yang memiliki peran untuk melakukan penyehatan bank. Sebagaimana telah ditentukan dalam pasal 37 ayat (1) Undang – Undang Perbankan, suatu bank yang mengalami kesulitan dalam usahanya dapat melakukan tindakan – tindakan guna penyehatan bank. Salah satu tindakan tersebut adalah menyerahkan pengelolaan kepada pihak lain. Salah satu pihak yang menerima pengalihan pengelolaan bank tersebut adalah Lembaga Penjamin Simpanan karena Lembaga Penjamin Simpanan sangat berkepentingan untuk melindungi simpanan nasabah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Di Bank Asing Di Indonesia

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Di Bank Asing Di Indonesia

Pengaturan lebih lanjut dari Undang-Undang tersebut disusun Undang-Undang No.24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan. 33 Undang tUndang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagai dasar hukum pemerintah untuk membentuk Lemabaga Penjamin Simpanan sebagai penjamin pemerintah. Undang-Undang Lembaga Penjamin Simpanan itu ditetapkan penjamin simpanan nasabah bank, yang diharapkan dapat memelihara kepercayaan masyarakat terhadap industry perbankan dan dapat meminimumkan risiko yang membebani anggaran negar atau risiko yang menimbulkan moral hazard. Penjamin simanan nasabah bank tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang dibentuk pemerintah sebagai badan hukum berdasarkan undang-undang Lembaga Penjamin Simpanan. LPS memiliki dua fungsi yaitu menjamin simpanan nasabah bank dan melakukan penyelesaian atau penanganan bank gagal. Penjamin simpanan nasabah yang dilakukan LPS bersifat terbatas tetapi dapat mencakup sebanyak-banyaknya nasabah. Setiap bank yang menjalankan uasahanya di Indonesia diwajibkan menjadi peserta panjamin dan membayar premi penjamin. Apabila bank tidak dapat melanjutkan usahanya dan harus di cabut izin usahanya, LPS akan membayar simpanan setiap nasabah bank tersebut terlebih dahulu sampai jumlah tertentu. Adapun simpanan yang tidak dijamin akan diselesaikan melalui proses likuidasi bank.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH PENYIMPAN DANA DI PT BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG SYARIAH JEMBER OLEH LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH PENYIMPAN DANA DI PT BANK BNI SYARIAH KANTOR CABANG SYARIAH JEMBER OLEH LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

Perbankan Syariah sebagai sarana pendukung agar dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi nasional dapat melaksanakan kegiatan usaha penghimpunan dana dari masyarakat dan usaha penyaluran dana kepada masyarakat. Menunjang kinerja Perbankan tidak terkecuali Bank Syariah diperlukan Lembaga Penjamin Simpanan baik untuk sementara waktu maupun yang sifatnya lebih permanen. Nasabah penyimpan dana di PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Syariah Jember yang tentunya juga mendapatkan perlindungan terhadap simpanannya oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Permasalahan yang hendak dibahas adalah mengenai perlindungan hukum dari Lembaga Penjamin Simpanan kepada nasabah penyimpan dana di PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Syariah Jember, Akibat hukum apabila PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Syariah Jember tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam hal perlindungan hukum terhadap Nasabah Penyimpan Dana, Upaya yang dilakukan Nasabah Penyimpan Dana apabila PT. Bank BNI Syariah Kantor Cabang Syariah Jember Wanprestasi dalam melindungi Simpanan Nasabah.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Terhadap Pelaksanaan Eksekusi Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Di Bank Sumut (Studi Pada Bank Sumut)

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Terhadap Pelaksanaan Eksekusi Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Di Bank Sumut (Studi Pada Bank Sumut)

V, Bandung : Citra Aditya Bakti, Satrio J, 2007, Hukum Jaminan Hak Jaminan Kebendaan, Bandung: Citra Aditya Bakti Sjahdeini Sutan Remy, 1991, Kebebasan Berkontrak dan Perlindungan yang[r]

3 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Terhadap Pelaksanaan Eksekusi Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Di Bank Sumut (Studi Pada Bank Sumut)

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Terhadap Pelaksanaan Eksekusi Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Di Bank Sumut (Studi Pada Bank Sumut)

Dengan menyimpang dari ketentuan Pasal 1266 ayat (2) KUH Perdata, KUH Perdata tidak melarang para pihak yang membuat perjanjian untuk membatalkan kembali perjanjian yang telah mereka buat, namun demikian akibat hukum yang diterbitkan oleh pembatalan yang sedemikian adalah sangat berbeda dari akibat pembatalan perjanjian oleh Hakim seperti tersebut di atas. Pada perjanjian yang dibatalkan kembali oleh para pihak, para pihak tidak dapat meniadakan atau menghilangkan hak-hak pihak ketiga yang telah terbit sehubungan dengan perjanjian yang mereka batalkan kembali tersebut. Yang ditiadakan hanya akibat- akibat yang dapat terjadi masa yang akan datang di antara para pihak. Sedangkan bagi perjanjian yang dibatalkan oleh Hakim, pembatalan mengembalikan kedudukan semua pihak dan kebendaan kepada keadaannya semula, seolah-olah perjanjian tersebut tidak tetap dipertahankan oleh Undang-Undang untuk kepentingan pihak-pihak tertentu. 41
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Terhadap Pelaksanaan Eksekusi Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Di Bank Sumut (Studi Pada Bank Sumut)

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Terhadap Pelaksanaan Eksekusi Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Di Bank Sumut (Studi Pada Bank Sumut)

Perlu sekali adanya hukum jaminan yang mampu mengatur konstruksi yuridis, yang memungkinkan pemberian fasilitas kredit, dengan menjaminkan benda-benda yang akan dibelinya sebagai jaminan. Peraturan-peraturan demikian kiranya harus cukup meyakinkan dan memberikan kepastian hukum bagi lembaga-lembaga pemberian kredit, baik dari dalam maupun luar negeri. Prakteknya pihak Bank selaku kreditur dalam memberikan fasilitas berupa kredit, meminta kepada debitur untuk menyerahkan jaminan berdasarkan persyaratanpersyaratan yang sebelumnya telah disepakati antara pihak Bank selaku krediturdan peminjam selaku debitur. 6
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Yurisdis Perlindungan Hukum Nasabah Bank terhadap Kerahasiaan Bank di Indonesia

Analisis Yurisdis Perlindungan Hukum Nasabah Bank terhadap Kerahasiaan Bank di Indonesia

44 Di Indonesia, pengaturan rahasia bank lebih dititkberatkan pada alasan untuk kepentingan bank, seperti terlihat dalam penjelasan Pasal 40 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Pokok-Pokok Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, yang menyebutkan bahwa kerahasiaan ini diperlukan untuk kepentingan bank itu sendiri yang memerlukan kepercayaan masyarakat yang menyimpan uangnya di bank. Pertimbangan yang demikian dikarenakan Indonesia mempunyai nilai-nilai budaya yang mengutamakan kolektifitas atau kebersamaan. Dalam hal ini, kepentingan bank dianggap sama dengan kepentingan umum karena begitu pentingnya peranan bank di dalam perekonomian suatu negara, yang dalam hal ini perbankan berfungsi sebagai perantara keuangan (financial intermediary), sarana untuk transmisi kebijakan moneter dan pelaku utama di dalam sistem pembayaran nasional.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Terhadap Pelaksanaan Eksekusi Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Di Bank Sumut (Studi Pada Bank Sumut) Chapter III V

Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Terhadap Pelaksanaan Eksekusi Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Di Bank Sumut (Studi Pada Bank Sumut) Chapter III V

a. Memberikan kedudukan yang diutamakan (droit de preference) atau mendahulu kepada pemegangnya. Apabila debitur cidera janji, kreditur pemegang hak tanggungan berhak menjual melalui pelelangan umum tanah yang dijadikan jaminan menurut ketentuan peraturan perundang- Pasal 1 ayat (1) UUPA menjelaskan bahwa Hak Tanggungan adalah hak jaminan yang dibebankan pada hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidak berikut benda-benda lain yang merupakan satu kesatuan dengan tanah itu, untuk pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditur tertentu terhadap kreditur-kreditur lain.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan Dana Pada Bank Yang Dilikuidasi Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan Dana Pada Bank Yang Dilikuidasi Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan

Pada dasarnya bank merupakan lembaga kepercayaan, kemauan masyarakat untuk menyimpan dananya pada bank karena dilandasi oleh kepercayaan bahwa uangnya tersimpan dengan aman dan dapat diperoleh kembali disertai imbalan berupa bunga. Krisis moneter dan perbankan yang menghantam Indonesia pada Tahun 1997-1998 serta ditandai dengan dilikuidasinya 16 (enam belas) bank mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat pada sistem perbankan. Masyarakat pada waktu itu menarik dananya secara besar-besaran (rush) dari bank dan menukarkannya ke dalam mata uang asing atau disimpan dalam bentuk tunai. 2 Keadaan tersebut memperlihatkan bahwa kepercayaan terhadap perbankan perlu diperkuat dengan memberikan jaminan atas dana yang telah disimpannya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Menyangkut Perjanjian Simpanan Dengan Bank Dalam Praktek Perbankan (Studi Pada Pt. Bank Rakyat Indonesia(Persero)Cabang Medan Putri Hijau)

Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Menyangkut Perjanjian Simpanan Dengan Bank Dalam Praktek Perbankan (Studi Pada Pt. Bank Rakyat Indonesia(Persero)Cabang Medan Putri Hijau)

Pengertian tabungan/saving disebutkan di dalam Pasal 1 angka 9 Undang-Undang Perbankan yang diubah. Dikatakan yang dimaksud dengan tabungan adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro, dan atau alat lainnya yang dipersamakan dengan itu. Kepada nasabahnya akan diberikan atau menerima buku tabungan sebagai bukti telah menyimpan dananya dalam bentuk tabungan. Ketentuan yang mengatur hubungan hukum antara bank dengan nasabah penabung ini biasanya tercantum pada halaman terakhir dari buku tabungan. Dengan demikian tabungan merupakan dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Perlindungan Hukum Terhadap Debitur Nasabah Dalam Perjanjian Kredit Bank

Perlindungan Hukum Terhadap Debitur Nasabah Dalam Perjanjian Kredit Bank

1. Hubungan hukum antara bank dan nasabah penyimpan dana Artinya bank menempatkan dirinya sebagai peminjam dana milik masyarakat (para penanam dana). Bentuk hubungan hukum antara bank dan nasabah menyimpan dana, dapat terlihat dari hubungan hukum yang muncul dari produk-produk perbankan, seperti deposito, tabungan, giro, dan sebagainya. Bentuk hubungan hukum itu dapat tertuang dalam bentuk peraturan bank yang bersangkutan dan syarat-syarat umum yang harus dipatuhi oleh setiap nasabah penyimpan dana. Syarat-syarat tersebut harus disesuaikan dengan produk perbankan yang ada, karena syarat dari suatu produk perbankan tidak akan sama dengan syarat dari produk perbankan yang lain. Dalam produk
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH YANG MENYIMPAN DANANYA PADA SUATU BANK.

PENUTUP PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH YANG MENYIMPAN DANANYA PADA SUATU BANK.

peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai Bank Central di Indonesia mengenai perlindungan nasabah penyimpan dana dan Pemerintah juga sudah mempunyai suatu lembaga yang berfungsi untuk menjamin simpanan nasabah penyimpan dana agar para nasabah terlindungi oleh hukum.

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH YANG MENYIMPAN DANANYA PADA SUATU BANK.

PENDAHULUAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH YANG MENYIMPAN DANANYA PADA SUATU BANK.

Risiko yang dihadapi para nasabah juga meningkat karena tidak tersedianya informasi yang cukup tentang kesehatan bank yang terbuka untuk umum. 2 Dalam rangka untuk meningkatkan kesehatan bank-bank yang telah dikeluarkan ketentuan-ketentuan baru di bidang perbankan yang mencakup antara lain kewajiban pemenuhan modal secara bertahap, pembatasan rasio pinjaman terhadap dana dan keharusan bank-bank untuk memupuk cadangan penghapusan piutang sesuai dengan penilaian aktiva. 3 Perlindungan terhadap para nasabah di Indonesia kembali diuji setelah banyak kasus yang muncul dalam kaitan dengan perkembangan perbankan. Permasalahan berpangkal                                                             
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Hukum Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Upaya Perlindungan Dana Nasabah Bank

Analisis Hukum Lembaga Penjamin Simpanan Dalam Upaya Perlindungan Dana Nasabah Bank

One of the missions of corporate world banking is to accept the deposit whether in giro or other kinds of savings. This fund is required by bank in implementing its business, which is not only relied on its own capital assets. For that reason, in order to draw fresh funds from the society, bank keeps on making renewal in offering banking services. Besides, bank that is one of the components to balance progress and national economic in implementing its business needs the society belief. The society belief towards national banking industry is one of the keys to preserve banking industrial stability. This belief can be obtained by the existence of rule of law in bank arrangement and supervision and deposit guarantee of bank customers. For that reason, bank owner and organizer and also authority involved in the arrangement and or bank supervision have to create the society belief with the guarantee of all bank liabilities (blanket guarantee). Legal protection for the customers before the appliance of Act No. 24 of 2004 about Deposit Guaranteeing Institution is not regulated certainly. Responding such a matter, it is needed the description of legal norms towards the relations and existence of deposit guarantee with the bank, liabilities of deposit guaranteeing institution towards bank customers, bank liabilities, to get protection from deposit guaranteeing institution
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

SKRIPSI  BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH YANG MEMPUNYAI SIMPANAN DI BANK DI ATAS 2 MILYAR RUPIAH YANG TIDAK DIJAMIN OLEH LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN.

SKRIPSI BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH YANG MEMPUNYAI SIMPANAN DI BANK DI ATAS 2 MILYAR RUPIAH YANG TIDAK DIJAMIN OLEH LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN.

14. Sahabat- sahabatku : Holy, Nena, Nila, Nanat, Ruth, Lidya, Sastrin, Ester, Gibon, Hugo, Jimmy, Erico, Jojo dan Pandu, terima kasih sudah menjadi sahabat-sahabat hebat yang selalu memberi doa dan semangat bagi penulis hingga penulis dapat menyelasikan penulisan hukum / skripsi ini.

11 Baca lebih lajut

SKRIPSI BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH YANG MEMPUNYAI SIMPANAN DI BANK DI ATAS 2 MILYAR RUPIAH YANG TIDAK

SKRIPSI BENTUK PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP NASABAH YANG MEMPUNYAI SIMPANAN DI BANK DI ATAS 2 MILYAR RUPIAH YANG TIDAK

8. Dr. Th. Anita Christiani, S. H., M. Hum, selaku dosen pembimbing dalam penulisan hukum / skripsi ini, yang dengan penuh kesabaran dan perhatian telah memberikan bimbingan, nasehat, arahan, motifasi dan saran-saran kepada penulis dalam menyelesaikna penulisan hukum / skripsi.

11 Baca lebih lajut

Perkembangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Sebagai Perlindungan  Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan dan Kaitannya dengan Bank Syariah

Perkembangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Sebagai Perlindungan Hukum Terhadap Nasabah Penyimpan dan Kaitannya dengan Bank Syariah

Di Indonesia perhatian pemerintah terhadap perlindungan konsumen/nasabah nampak jelas pada tahun 1998 dilanjutkan dengan disahkan dengan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999, lahirnya Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan terhadap konsumen telah memberikan harapan-harapan besar bagi konsumen, hal ini dikarenakan seorang konsumen akan mempunyai landasan serta payung hukum untuk melindungi segala kepentingan-kepentingan dalam dunia usaha tidak terkecuali terhadap nasabah bank syariah, selain itu adanya undang-undang perlindungan konsumen akan semakin memudahkan pemerintah dan berbagai lembaga terkait untuk melakukan penataan, pembinaan, serta pendidikan kepada konsumen akan dapat memaksimalkan perannya dalam dunia perdagangan, bisnis, perbankan dan lain sebagainya. Sebagai konsekuensi terhadap undang-undang adalah adanya sanksi bagi pelanggarnya, dengan demikian upaya untuk lebih menjadikan seorang konsumen sebagai bagian yang patut mendapatkan perlindungan benar-benar terwujud.
Baca lebih lanjut

129 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects