Top PDF Kajian Risiko Produksi Dan Pemasaran Pada Petani Mangga.

Kajian Risiko Produksi Dan Pemasaran Pada Petani Mangga.

Kajian Risiko Produksi Dan Pemasaran Pada Petani Mangga.

Dalam rangka mendukung pembangunan pertanian inklusif Departemen Sosial Ekonomi Pertanian melaksanakan Seminar Nasional Pembangunan Inklusif di Sektor Pertanian pada 24 November 2014 di Kampus Unpad Jatinangor, yang merupakan bagian kegiatan Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran ke-55. Seminar Nasional ini membuahkan prosiding yang memuat makalah–makalah dalam berbagai bidang yaitu manajemen agribisnis, infrastruktur pertanian, kelembagaan, pembiayaan, teknologi dan inovasi, kebijakan, penyuluhan dan komunikasi, pemberdayaan masyarakat, pemasaran produk pertanian, logistik dan manajemen rantai pasok. Prosiding ini merupakan perwujudan dari upaya bersama untuk memahami dan memberikan masukan yang dapat membantu para pengambil kebijakan, pelaku usaha, maupun akademisi dalam meningkatkan kinerja pembangunan pertanian.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

RISIKO PRODUKSI DAN PEMASARAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI MANGGA: KELOMPOK MANA YANG PALING BERISIKO | Rasmikayati | MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis 564 2958 1 PB

RISIKO PRODUKSI DAN PEMASARAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI MANGGA: KELOMPOK MANA YANG PALING BERISIKO | Rasmikayati | MIMBAR AGRIBISNIS: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis 564 2958 1 PB

Permintaan konsumen terhadap buah, khususnya mangga semakin besar, seiring dengan meningkatnya pendapatan dan kesadaran konsumen akan pentingnya mengkonsumsi buah sebagai salah satu penjaga kesehatan. Konsumen sekarang ini menghendaki mangga selalu tersedia di pasar disertai dengan kualitas yang terjaga prima. Untuk memenuhi tuntutan konsumen tersebut, petani tidak bisa berperilaku seadanya dalam menangani mangga, tetapi perlu lebih bersikap profesional terutama dalam usahatani dan pemasaran mangganya. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskipsikan dan mengkaji dampak dari risiko produksi dan pemasaran terhadap pendapatan petani mangga serta mengidentifikasi kelompok mana yang paling berisiko. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Petani mangga di Kabupaten Cirebon dan Majalengka diambil sebanyak 240 orang dengan menggunakan teknik Multi Stage Cluster Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor risiko produksi dan risiko pemasaran seperti risiko jumlah pohon, risiko biaya pupuk kandang, risiko biaya pestisida dan risiko harga jual mangga berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani. Sementara itu, terdapat perbedaan perilaku petani dalam produksi dan pemasaran mangganya jika petani dibagi ke dalam tiga kelompok, berdasarkan jumlah pohon yang dikuasai, yaitu petani yang jumlah pohonnya terbatas, cukup dan banyak. Diantaranya perbedaan tersebut adalah dalam hal rata-rata harga jual mangga per kilogram. Fakta selanjutnya, petani yang jumlah pohonnya terbatas dibanding dengan petani dari kelompok lainnya, kurang berani mengambil risiko produksi, tetapi mereka lebih berani mengambil risiko pemasaran.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Transisi Sistem Produksi Petani Mangga : Hubungannya Dengan Sistem Penjualan.

Transisi Sistem Produksi Petani Mangga : Hubungannya Dengan Sistem Penjualan.

Dalam rangka mendukung pembangunan pertanian inklusif Departemen Sosial Ekonomi Pertanian melaksanakan Seminar Nasional Pembangunan Inklusif di Sektor Pertanian pada 24 November 2014 di Kampus Unpad Jatinangor, yang merupakan bagian kegiatan Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran ke-55. Seminar Nasional ini membuahkan prosiding yang memuat makalah–makalah dalam berbagai bidang yaitu manajemen agribisnis, infrastruktur pertanian, kelembagaan, pembiayaan, teknologi dan inovasi, kebijakan, penyuluhan dan komunikasi, pemberdayaan masyarakat, pemasaran produk pertanian, logistik dan manajemen rantai pasok. Prosiding ini merupakan perwujudan dari upaya bersama untuk memahami dan memberikan masukan yang dapat membantu para pengambil kebijakan, pelaku usaha, maupun akademisi dalam meningkatkan kinerja pembangunan pertanian.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PEMILIHAN PASAR PETANI MANGGA SERTA DINAMIKA AGRIBISNISNYA DI KECAMATAN PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT | Ramadhani | Mimbar Agribisnis 355 2974 1 PB

PEMILIHAN PASAR PETANI MANGGA SERTA DINAMIKA AGRIBISNISNYA DI KECAMATAN PANYINGKIRAN KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT | Ramadhani | Mimbar Agribisnis 355 2974 1 PB

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka. Tujuan penelitian ini adalah memaparkan dinamika yang terjadi pada kegiatan agribisnis komoditas mangga, mendeskripsikan gambaran pemilihan pasar oleh petani mangga, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan pasar, dan mengetahui potensi serta kendala petani mangga di Kecamatan Panyingkiran dalam dalam kegiatan agribisnis komoditas mangga. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survey. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dinamika agribisnis komoditas mangga cenderung statis. Tujuan pemasaran mayoritas adalah ke pedagang pengumpul/tengkulak dipilih karena adanya faktor kemudahan akses, kedekatan/keluarga, sistem pembayaran tunai, dan pinjaman saprotan. Mudahnya permodalan, hasil mangga yang berkualitas baik menjadi potensi kegiatan usahatani komoditas mangga sedangkan kendala terjadi akibat cuaca dengan curah hujan tinggi dan harga ZPT mahal.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Front Matter | Isyanto | Mimbar Agribisnis 839 3259 1 SM

Front Matter | Isyanto | Mimbar Agribisnis 839 3259 1 SM

RISIKO PRODUKSI DAN PEMASARAN TERHADAP PENDAPATAN PETANI MANGGA: KELOMPOK MANA YANG PALING BERISIKO Elly Rasmikayati, Lies Sulistyowati, Bobby Rachmat Saefudin……….. KAJIAN SIKAP DAN PER[r]

3 Baca lebih lajut

Analisis pemasaran buah mangga arumanis (mangifera indica l.) di kabupaten Magetan

Analisis pemasaran buah mangga arumanis (mangifera indica l.) di kabupaten Magetan

mengandalkan penjualan secara langsung kepada konsumen. Untuk itu diperlukan adanya saluran distribusi yang berupa lembaga penyalur yaitu penebas, pedagang pengumpul, pedagang besar, Agen dan pedagang pengecer agar produk dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat. Hal ini disebabkan buah mangga Arumanis sebagai komoditi unggulan di Kabupaten Magetan mempunyai sifat mudah busuk dan tidak tahan lama, dengan alasan itu maka mangga harus segera sampai ke konsumen jika produsen mangga dan lembaga pemasaran tidak ingin mengalami kerugian yang lebih besar. Banyaknya lembaga atau pedagang buah mangga Arumanis tidak termanfaatkan dengan baik oleh petani untuk menjual hasil produksinya untuk mendapatkan tingkat harga yang lebih tinggi, petani cenderung tidak mau mencari informasi terkait harga buah mangga Arumanis atau pedagang yang mau membeli buah mangga Arumanisnya dengan harga yang lebih tinggi dimana kebiasaan petani menjual buah mangga Arumanisnya dengan sistem tebasan maupun ijon. Menurunnya mutu setiap musim panen buah mangga Arumanis menyebabkan harga jual buah mangga Arumanis rendah apalagi setelah musim hujan datang dimana kualitas buah mangga Arumanis menurun dan berdampak pada pendapatan petani.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Studi Komparatif Usaha Perikanan Rakyat Sistem Monokultur Dan Polikultur Di Kabupaten Pangkep | Husain | Agro Ekonomi 23184 68982 1 PB

Studi Komparatif Usaha Perikanan Rakyat Sistem Monokultur Dan Polikultur Di Kabupaten Pangkep | Husain | Agro Ekonomi 23184 68982 1 PB

Hasil penelitian Dolorosa, et al., (2014) usaha perikanan tambak polikultur bandeng-udang windu di Kecamatan Pamangkat, Jawai, dan Jawai Selatan Kabupaten Sambas layak diusahakan. Penerimaan rata-rata yang diterima oleh petani sebesar Rp 24.126.349 per hektar selama satu tahun, dengan biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 11.717.613 per hektar per tahunnya. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 12.408.736 per hektar selama satu tahun. Sistem polikultur dengan komoditas lainnya pun mendatangkan keuntungan, seperti hasil penelitian Humamy (2013) menunjukkaan bahwa sistem pengelolaan usaha tambak polikultur kepiting-ikan nila dilakukan dengan menggunakan metode campur jenis yang menggunakan kolam tambak sebagai wadah budidaya, dimana pendapatan usaha tambak polikultur adalah menguntungkan dengan tingkat penerimaan, biaya dan pendapatan berturut-turut sebesar Rp 54.959.039, Rp 30.090.921 dan Rp 24.868.118 per periode.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Risiko Produksi Bunga Potong Krisan di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang = Production Risk Analysis of Chrysanthemum Cut Flowers Kenteng Village, Bandungan Districts,

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Analisis Risiko Produksi Bunga Potong Krisan di Desa Kenteng Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang = Production Risk Analysis of Chrysanthemum Cut Flowers Kenteng Village, Bandungan Districts,

Iklim dan cuaca merupakan penyebab risiko produksi yang juga dihadapi petani bunga potong krisan. Risiko yang disebabkan oleh iklim dan cuaca di daerah tersebut memiliki persentase yang sama dengan serangan hama penyakit yaitu sebesar 28%. Petani bunga potong krisan mengatakan bahwa cuaca dan iklim yang tidak menentu menyebabkan produksi mereka terganggu. Cuaca mendung atau hujan dapat menghambat atau memperpanjang umur bunga potong, sehingga petani harus menunggu lebih lama agar bunga tersebut dapat dipanen dan menyebabkan umur green house semakin cepat rusak karena terlalu sering terkena air atau kabut. Keadaan alam sangat menentukan hasil panen para petani bunga potong krisan, karena jika musim kemarau petani juga harus melakukan pekerjaan yang lebih untuk melakukan penyiraman.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Larutan Garam Dan Pembekuan Terhadap Mutu Keripik Mangga

Pengaruh Perendaman Larutan Garam Dan Pembekuan Terhadap Mutu Keripik Mangga

Tahap ini dilakukan untuk menentukan suhu dan tekanan awal serta lama waktu penggorengan. Penentuan suhu dicoba pada suhu awal 85 dan 90 ° C. Konsentrasi dan lama perendaman larutan garam dicoba pada konsentrasi 2% selama 1 menit serta lama pembekuan dicoba selama 48 jam. Menurut Swandewi (2012), penggunaan konsentrasi larutan garam sebanyak 5% sudah menghasilkan keripik salak yang baik. Selain itu, pembekuan selama 24 sampai 72 jam dapat meningkatkan kerenyahan keripik salak. Tebal irisan dicoba pada ± 2 mm karena menurut penelitian Winarti (2000) pada ketebalan 2,13 mm didapatkan keripik mangga dengan tekstur yang renyah. Penentuan tebal irisan awalnya menggunakan alat slicer tetapi cukup sulit untuk mendapatkan irisan yang tipis sehingga digunakan pisau stainless steel untuk mengiris buah mangga. Irisan mangga yang digunakan sebanyak 2 kg dan hasil keripik mangga yang ingin didapatkan yaitu dengan tekstur yang renyah dan kadar air ± 5%. Diagram alir penentuan kondisi proses dapat dilihat pada Gambar 1.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

ANALISIS RANTAI DISTRIBUSI KOMODITAS PADI DAN BERAS (STUDI KASUS PADA DESA PURWODADI KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG).

ANALISIS RANTAI DISTRIBUSI KOMODITAS PADI DAN BERAS (STUDI KASUS PADA DESA PURWODADI KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG).

yang dijalankan karena seluruh pendapatannya habis menjadi modal usahatani. Hal ini di sebabkan akibat harga agroinput seperti pupuk, benih, pestisida, dan sewa alat pertanian mengalami peningkatan harga sehingga mengakibatkan kenaikan indeks biaya yang dibayar oleh petani. Kenyataan ini mengindikasikan bahwa pembangunan pertanian dalam upaya peningkatan kesejahteraan petani belum sepenuhnya berhasil. Peningkatan produktivitas yang diupayakan petani melalui penerapan teknologi tidak diimbangi dengan nilai yang memadai, karena harga yang diterima petani relatif rendah (Subandriyo, 2010).
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Penguatan Kelembagaan Produksi dan Pemasaran Anyaman di Desa Sawah Kulon Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta

Penguatan Kelembagaan Produksi dan Pemasaran Anyaman di Desa Sawah Kulon Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta

Bandar pemasaran merupakan mata rantai distribusi yang memasarkan kerajinan anyaman dari produsen ke konsumen. Pemasaran yang pernah dilakukan oleh bandar pemasaran dengan menyalurkan produksi kerajinan ke toko, menjual langsung oleh pekerja di bawah bandar, dan menjual sendiri di pasar. Pemasaran yang dilakukan oleh bandar hanya di daerah Kabupaten Purwakarta. Kelompok pengrajin di Dusun Pasawahan selalu menjual produksinya pada bandar karena hubungan kerja yang sudah terjalin. Bandar tidak berasal dari kecamatan yang sama. Produsen/kelompok pengrajin menjual kepada bandar dengan harga jual yang telah ditentukan atau ditaksir dari sekian jumlah kerajinan yang dibayar tunai. Harga jual di pasar kemudian menjadi wewenang bandar. Bandar Oji menuturkan bahwa kerajinan anyaman ini asal proses produksinya bagus, akan tahan lama. Artinya kerajinan bisa disimpan dalam jangka waktu lama untuk kemudian dijual pada waktu yang berbeda. Bandar Oji menampung semua jenis produksi anyaman yang dihasilkan oleh kelompok pengrajin di Dusun Pasawahan. Selama ini hubungan baik terjadi antara kelompok pengrajin dengan bandar Oji.
Baca lebih lanjut

324 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Produksi Ateng (Studi Kasus Kabupaten Dairi)

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Produksi Ateng (Studi Kasus Kabupaten Dairi)

Kabupaten Dairi secara geografis terletak diantara 98 0 00'-98 0 30'3T dan 2 0 -3 0 00' LU. Luas wilayah Kabupaten Dairi adalah 1.927,8 Km 2 . Ibukota Kabupaten Dairi adalah Sidikalang yang secara administratif terdiri dari 15 kecamatan. Sidikalang sebelumnya dikenal sebagai produsen kopi robusta, namun setelah pasar kopi robusta sudah tidak menjamin kehidupan petani akibat rendahnya harga, menyebabkan petani memilih mengganti tanaman kopinya dengan kopi varietas arabika (ateng). Dengan demikian, saat ini Sidikalang lebih dikenal dengan produsen kopi jenis arabika, yang lebih dikenal dengan kopi ateng. Dairi merupakan penghasil kopi jenis ateng terbesar di sumatera Utara, yang kemudian disusul oleh Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan. Berikut data potensi lahan produksi kopi Ateng per kecamatan di Kabupaten Dairi.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Jaringan Sosial Petani Jeruk di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember

Jaringan Sosial Petani Jeruk di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember

Jaringan sosial yang terbentuk dalam pengadaan sarana produksi pertanian pada kegiatan usaha tani jeruk siam Sukoreno berupa jaringan star, yaitu pada Pasar Sukoreno dalam pengadaan bibit, Bapak Solikhin dalam pengadaan pupuk organik, Bapak Didik Sudarmadi pemilik Kios “Restu Tani” dalam pengadaan pupuk non organik, Pasar Kencong untuk pemenuhan alat dan mesin pertanian. Kegiatan pengelolaan usaha tani jeruk siam Sukoreno terbangun jaringan mutual pair untuk masing-masing aktor dan jaringan star pada Bapak Legi dalam pembinaan dan penyedia informasi kegiatan pengelolaan usaha tani dan Bantuan pemerintah dalam pengadaan modal. Jaringan sosial pemasaran hasil produksi pada kegiatan usaha tani jeruk siam Sukoreno yang terbangun adalah jaringan mutual pair dengan tujuan jaringan interest kepada para pedagang yang mampu memberikan laba dan keluwesan dalam berinteraksi, serta berkomunikasi seperti yang tertuju kepada pusat perdagangan perjerukan Indonesia di Pasar Gamping dan Giwangan Jogjakarta.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Preferensi risiko petani pada usahatani padi organic di Kabupaten Sragen

Preferensi risiko petani pada usahatani padi organic di Kabupaten Sragen

Usahatani padi organik di Kabupaten Sragen telah dilakukan di Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sambirejo yang telah memperoleh sertifikat organik dari lembaga sertifikasi organik independen Inofice (Indonesia Organic Farming Infection and Certification). Dalam menjalankan usahataninya, pada umumnya petani padi organik menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk utamanya. Pupuk kandang berasal dari ternak yang dimiliki oleh petani. Limbah pertanian padi yang berupa jerami dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Petani juga memanfaatkan daerah pematang sawah sebagai lahan untuk menanam rumput yang digunakan sebagai pakan ternak. Disamping menggunakan pupuk kandang sebagai pupuk utama, beberapa petani padi organik juga sedang mengembangkan pupuk hayati berupa tanaman Azolla yang mampu mengikat unsur Nitrogen dari udara. Azolla merupakan tumbuhan air yang banyak tumbuh pada lahan sawah yang tergenang, dan relatif mudah untuk dikembangkan bersama-sama dengan tanaman padi tanpa memerlukan perlakuan tertentu. Menurut Sutanto (2002) Azolla sebanyak 5 ton per hektar setara dengan 30 kg unsur Nitrogen per hektar. Sehingga kebutuhan unsur Nitrogen tanaman padi sebagian dapat diperoleh dengan memanfaatkan tanaman Azolla.
Baca lebih lanjut

276 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PRODUKSI DAN PEMASARAN 1

MANAJEMEN PRODUKSI DAN PEMASARAN 1

Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksud sebagai kegiatan yang menghasilkan barang, baik barang jadi, barang setengah jadi, bahan industri, suku cadang, dan komponen. Karena adanya batasan pengertian produksi dalam arti sempit, maka dipergunakanlah istilah produksi, sehingga mencakup pembahasan dalam arti luas untuk kegiatan masukan (input) menjadi keluaran (output) yang berupa barang atau jasa.

5 Baca lebih lajut

Jaringan Sosial Petani Jeruk di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember

Jaringan Sosial Petani Jeruk di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya penulisan skripsi dengan judul, ” Jaringan Sosial Petani Jeruk di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember ” dapat diselesaikan. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat menyelesaikan studi Sarjana Strata 1 (S1), Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Jember.

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Perbandingan Sari Belimbing Manis Dengan Jambu Biji Merah dan Jumlah CMC (Carboxy Methyl Cellulose) Terhadap Mutu Margarin Guavstar

Pengaruh Perbandingan Sari Belimbing Manis Dengan Jambu Biji Merah dan Jumlah CMC (Carboxy Methyl Cellulose) Terhadap Mutu Margarin Guavstar

Pembuatan mentega mangga Kajian pengaruh proporsi minyak dan shortening terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik mentega mangga.. Jurnal Pangan dan Agroindustri.[r]

5 Baca lebih lajut

JARINGAN SOSIAL PETANI JERUK DI DESA SUKORENO KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER

JARINGAN SOSIAL PETANI JERUK DI DESA SUKORENO KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya penulisan skripsi dengan judul, ” Jaringan Sosial Petani Jeruk di Desa Sukoreno Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember ” dapat diselesaikan. Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat menyelesaikan studi Sarjana Strata 1 (S1), Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian pada Fakultas Pertanian Universitas Jember.

19 Baca lebih lajut

SOP Produksi Benih Mangga

SOP Produksi Benih Mangga

Salah satu Faktor yang mutlak harus mendapat perhatian dalam pengembangan mangga adalah tersedianya benih bermutu yang diperoleh melalui perbanyakan vegetatif yang berasal dari satu pohon induk (PIT : Pohon Induk Tunggal) yang sudah dilepas / didaftar oleh Menteri Pertanian. Produksi benih dalam jumlah besar, dapat dilakukan secara bertingkat melalui Blok Fondasi (BF), Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) dan Blok Perbanyakan Benih (BPB).

34 Baca lebih lajut

Pengaruh perilaku risiko produksi petani terhadap alokasi input usahatani tembakau

Pengaruh perilaku risiko produksi petani terhadap alokasi input usahatani tembakau

teknis, ekonomi, maupun sosial kelembagaan. Beberapa kendala teknis antara lain : pertama, kondisi topografi lahan dan iklim akan membatasi terhadap pilihan pola tanam alternatif, khususnya masalah ketersediaan air irigasi pada musim kering dan pengendalian air pada musim hujan. Kedua, adanya indikasi menurunnya kualitas lahan yang disebabkan tidak dipraktekannya penggunaan pupuk berimbang dan pupuk organik oleh petani. Ketiga, tidak tersedianya teknologi tepat guna (spesific location) dan rendahnya penguasaan teknologi baik pembibitan, budidaya, dan pascapanen komoditas alternatif (bawang merah, cabai merah, semangka, melon, serta sayuran lainnya). Keempat, sifat komoditas alternatif penyusun pola tanam khususnya kelompok komoditas hortikultura yang mempunyai risiko produktivitas, risiko mudah rusak, dan risiko jatuhnya harga. Kelima, belum dapat dipenuhinya volume, kualitas, dan kontinyuitas pasokan hasil, terutama untuk memasok super market dan industri pengolahan, serta perdagangan antar pulau.
Baca lebih lanjut

223 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...