Top PDF KEDUDUKAN DAN TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN

KEDUDUKAN DAN TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN

KEDUDUKAN DAN TANGGUNG JAWAB PERUSAHAAN

Namun dalam pelaksanaannya pengaruh ekonomi dari MNCs membuat pemerintah di negara-negara berkembang cenderung meringankan tanggung jawab hukum dari MNCs karena takut akan berdampak buruk pada kondisi ekonomi di negaranya. Menghadapi kondisi ini muncul usulan agar Hukum Internasional berperan dalam pemberian dasar untuk penerapan tanggung jawab hukum terhadap MNCs dengan menempatkannya sebagai subjek hukum internasional. Namun usulan tersebut menimbulkan kekhawatiran negara-negara bila kedudukannya disetarakan dengan MNCs karena dimungkinkan MNCs dapat bersengketa melawan negara. Namun disisi lain MNCs dianggap perlu mempunyai tanggungjawab hukum internasional karena pengaruh ekonominya yang sangat kuat terhadap kegiatan ekonomi suatu negara terutama negara berkembang. Tujuan dari penulisan ini, disamping untuk mengetahui kedudukan MNC dalam hukum internasional juga untuk mengetahui bagaimana upaya pembebanan tanggung jawab terhadap MNC.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Kegiatan tanggung jawab sosial Danamon dikoordinasikan melalui Yayasan Danamon Peduli, Dibentuk secara resmi sebagai entitas hukum independen di 2006, Danamon Peduli adalah badan sosial yang mendukung pengembangan komunitas berkelanjutan yang berlandaskan pada semangat sukarela, sejalan dengan visi Danamon, “Kami peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan”.

10 Baca lebih lajut

Kedudukan, Peran Dan Tanggung Jawab Hukum Direksi Dalam Pengurusan BUMN

Kedudukan, Peran Dan Tanggung Jawab Hukum Direksi Dalam Pengurusan BUMN

diduga menyalahgunakan kewenangannya. Hal ini terjadi apabila kekayaan negara telah dipisahkan maka kekayaan tersebut bukan lagi masuk ke dalam ranah hukum publik namun masuk ranah hukum privat. Namun disisi yang lain fatwa MA ini merupakan hal yang positif karena memberikan kepastian hukum dalam pembinaan dan pengelolaan kekayaan negara yang ditempatkan sebagai modal BUMN Persero. Disamping itu dengan adanya fatwa MA tersebut akan memberikan dukungan moril bagi direksi BUMN Persero untuk lebih berani dan tidak ragu-ragu mengambil keputusan bisnis yang strategis dan inovasi pengembangan BUMN Persero, sehingga kekayaan negara yang disertakan sebagai modal BUMN Persero itu dapat diberdayakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan keuntungan BUMN Persero, yang pada gilirannya akan memberikan pemasukan yang signifikan bagi penerimaan negara. Keputusan bisnis selalu mengandung resiko, tidak selamanya akan membawa keuntungan, ada kalanya juga mengalami kerugian. Namun yang penting bagi direksi adalah dalam pengelolaan perusahaan yang dipimpinnya setiap keputusan bisnis telah didasarkan pada prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang sehat yaitu didasarkan pada peraturan perundangan, anggaran dasar dan peraturan internal maupun eksternal perusahaan.
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB INDUK PERUSAHAAN TERHADAP ANAK PERUSAHAAN DALAM SUATU PERUSAHAAN KELOMPOK  Tanggung Jawab Induk Perusahaan Terhadap Anak Perusahaan Dalam Suatu Perusahaan Kelompok.

TANGGUNG JAWAB INDUK PERUSAHAAN TERHADAP ANAK PERUSAHAAN DALAM SUATU PERUSAHAAN KELOMPOK Tanggung Jawab Induk Perusahaan Terhadap Anak Perusahaan Dalam Suatu Perusahaan Kelompok.

Raaijrnakers memandang bahwa pengertian joint venture dapat dilihat dari bentuk kerjasama yang parsial antara perusahaan-perusahaan yang. secara yuridis dan ekonomis masing-masing berdiri sendiri". Menurut Emmy Pangaribuan, dalam kerjasama joint venture hanya sebagian hanya sebagian tertentu dari kegiatan ekonomi perusahaan masing-masing mitra yang dibawa kedalam suatu perusahaan bersama. Persamaaannya dengan fusi ialah adanya penggabungan kegiatan-kegiatan perusahaan bersamasama. Akan tetapi berbeda dengan fusi karena di dalam hubungan kerjasama joint venture hanya sebagian dari kegiatan perusahaan joint venture hanya sebagian dan kegiatan perusahaan dan masing- masing mitra yang yang bekerjasama digabung. Sedangkan menurut Van Schilfgaarde, dalam fusi organisasi yang berdiri sendiri ditarik bersama-sama di bawah satu pimpinan, sehingga dari segi ekonomi membentuk suatu kesatuan 8 .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Hak Derivatif Pemegang Saham Dalam Perseroan Terbatas

Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Hak Derivatif Pemegang Saham Dalam Perseroan Terbatas

Agus Budiarto, Kedudukan Hukum dan Tanggung Jawab Pendiri Perseroan Terbatas, Bogor : Ghalia Indonesia, 2009.. Agus Budiarto, Kedudukan Hukum Tanggung Jawab Pendiri Perseroan Terbatas, B[r]

3 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Keberpihakan Pemerintah kepada pasar rakyat ditunjukkan dengan adanya anggaran untuk revitalisasi fisik pembangunan jangka menengah untuk periode 2015-2019, dengan target sejumlah 3.000 pasar di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut tidaklah terlalu besar mengingat jumlah pasar tradisional yang perlu direvitalisasi (dengan asumsi jumlah 10.000 pasar tradisional di Indonesia). Karena itu perlu dukungan dari sektor swasta, kelompok masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Keberadaan pasar tradisional akan menggerakkan ekonomi kerakyatan, menumbuhkan ekonomi daerah, mendukung pergerakan rantai penjualan perusahaan dan sebagai penyedia kebutuhan masyarakat, serta memberikan ruang publik untuk interaksi. Melengkapi upaya pemerintah, Danamon Peduli hadir dengan program pendampingan yang lebih komprehensif, yang tidak saja menyentuh revitalisasi fisik namun juga pada aspek non fisik.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) menyadari bahwa pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) merupakan sebuah tanggung jawab moral kepada para pemangku kepentingan (stakeholders) dan pemilik perusahaan (shareholders). Pelaksanaan CSR adalah komitmen perusahaan untuk berperan aktif dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional dan global yang berkelanjutan. Dalam upaya menyediakan akses bagi masyarakat untuk memenuhi standar kehidupan sosial, ekonomi, dan kualitas

8 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Dalam upaya meningkatkan kualitas penerapan GCG, pada tahun 2011 KPEI menerapkan Enterprise Risk Management (ERM) sebagai kerangka kerja yang terintegrasi dengan proses identifikasi risiko, pengukuran risiko dan pengelolaan risiko perusahaan. Untuk mendukung penerapan ERM tersebut, KPEI telah mengembangkan Risk Audit Management System (RAMS), yaitu suatu aplikasi untuk mengelola seluruh aktivitas audit internal dan ERM yang dilakukan oleh Satuan Pemeriksa Internal. Keberadaan sistem RAMS akan memungkinkan pelaksanaan audit internal dilakukan dengan berbasis risiko (Risk Based Audit). Dalam implementasinya, ERM berada di bawah tanggung jawab SPI, yang bertugas untuk menyusun kebijakan ERM, menyusun daftar risiko bersama-sama dengan seluruh risk owner Divisi di KPEI, menentukan mitigasi terhadap potensi risiko yang mungkin muncul, membuat prioritas risiko di tingkat Divisi dan Perusahaan, serta menyediakan data untuk mendukung Risk Based Audit.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana program kemitraan bina lingkungan yang dilaksanakankan di lingkungan Pabrik Gula Kwala Madu, serta untuk memberikan informasi mengenai implikasi dari penerapan Program Kemitraan Bina Lingkungan terhadap masyarakat di sekitar Pabrik Gula Kwala Madu yang dalam hal ini adalah tanggung jawab perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

7 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

ekonomi, sosial dan lingkungan.World Business Council and Sustainable Development (1998), mendefinisikan secara jelas bahwa CSR adalah bentuk komitmen oleh entitas bisnis tentang bagaimana dapat berkontribusi untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan. Kemudian secara detail WBCSD memberi rincian bentuk kontribusi yaitu korporasi dapat melakukan aksi CSR nya dengan membantu karyawan, keluarga karyawan, komunitas lokaldan masyarakat secara luas untuk mengembangkan kualitas kehidupan mereka sejalan dengan keuntungan bisnis dan pembangunan komunitas. Peneliti tentang CSR, Carroll (1979) mendeskripsikan CSR sebagai kombinasi dari beberapa aspek tanggung jawab perusahaan yang berbeda yaitu tanggung jawab ekonomi, hukum, aspek etik dan kontribusi pada beberapa isu sosial. Dengan demikian program tanggung jawab sosial perusahaan harus mampu menjawab beberapa pertanyaan, pertama sudahkah tanggung jawab perusahaan berjalan dengan tidak hanya sekedar memenuhi tanggung jawab ekonomi dan hukum saja?Kedua, area manakah diluar ekonomi dan hukum yang juga menjadi perhatian dalam program CSR perusahaan seperti aspek sosial? Ketiga, apakah perusahaan hanya bersikap reaktif atau pro-aktif dalam isu-isu CSR. Beberapa pertimbangan perusahaan melakukan program CSR adalah menyangkut beberapa hal yaitu diantaranya:
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

akalah tanggung jawab sosial perusahaan

akalah tanggung jawab sosial perusahaan

Pertama, elemen keterkaitan produk, keterkaitan bisa dibangun melalui pertukaran dengan pihak eksternal di pasar dan dengan pihak internal. Dalam banyak literatur sering disebutkan contoh-contoh perusahaan teknologi yang mendapatkan informasi dari para pemasok, konsumen, dan distributornya. Hal-hal yang diperoleh ini bisa seperti ini bisa saling berbagi tentang desain, subsistem, dan komponen yang memungkinkan pengembangan rangkaian produk turunan (Inkpen AC, Dinur A, 1998). Kedua, aspek costumer relatedness, bisa menjadi sumber sinergi. Kebutuhannya, preferensi, dan perilaku pembeliannya atas value yang ditawarkan satu bisnis beragam membuat sinergi bisa tercipta. Melalui interaksi perusahaan dengan pelanggan, baik secara langsung maupun tidak langsung. (Woodruff, 1977). Perusahaan lintas bisnis bisa saling bertukar informasi penting tentang berbagai kondisi pelanggan ini untuk kepentingan perusahaan. Semakin bervariasi bisnisnya, semakin terbuka peluang untuk mengeksplor berbagai peluang (Ramaswamy, 1997).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

terbilang cukup mewah untuk ukuran rumah dinas perusahaan perkebunan, rumah- rumah tersebut adalah rumah dinas untuk Kepala dinas atau dahulu di PTPN 2 disebut Asisten kepala ( Askep ). Sedangkan rumah dinas untuk asisten teknik dan asisten umum terletak sekitar 600 meter dari gerbang depan pabrik gula, dengan tipe rumah dibawah rumah dinas manajer dan asisten senior, pemukiman mengelompok berkisar 20 rumah dengan jadi dapat disimpulkan bahwa variasi bentuk rumah dinas karyawan pimpinan di komplek perumahan Pabrik Gula Kwala Madu hanya terdiri dari dua tipe saja, yakni tipe rumah dinas untuk asisten senior termasuk rumah dinas manajer dan tipe rumah dinas asisten umum dan asisten teknik yang tipe arsitekturnya seragam. Rumah dinas untuk karyawan pelaksana bentuknya lebih minimalis dan konstruksi rumahnya bersifat semi permanen, karena terdiri dari papan kayu dan sebagian kecil saja terdapat beton. Rumah-rumah dinas tersebut ada yang menghadap ke arah utara dan ada pula yang menghadap ke arah selatan.Sedangkan rumah masyarakat umum ( non perkebunan ) di Desa Sambirejo secara umum telah berbentuk permanen lengkap dengan fasilitas listrik yang memadai serta banyak terdapat sawah irigasi di kawasan tempat tinggal masyarakat Desa Sambirejo tersebut.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Pak yandri adalah kepala laboratorium yang membawahi langsung IPAL Instalasi Pengolahan Air Limbah di PGKM sehingga dianggap pihak yang langsung bersentuhan dengan lingkungan hidup.Lal[r]

13 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sebagai

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sebagai

Oleh karena itu, kinerja perusahaan kompleks dan kompleksitasnya diperkuat oleh literatur empiris di lapangan yang tidak memberikan hasil yang jelas. Y ang mendukung sebuah hubungan positif, adalah studi yang menunjukkan bahwa: i) biaya untuk memiliki sebuah tingkat C S R yang tinggi lebih dari sekedar kompensasi oleh tunjangan dalam semangat kerja karyawan dan produktivitas (S oloman dan Hansen, 1985); ii) C S R terkait secara positif dengan kinerja keuangan (Pava dan K rausz, 1996; dan Preston dan O'B annon, 1997); iii) sinergi positif ada antara kinerja perusahaan dan kinerja yang sangat baik hubungan dengan pemangku kepentingan (S tanwick dan S tanwick, 1998; V erschoor, 1998); iv) Perubahan dalam C S R berhubungan positif dengan pertumbuhan penjualan dan tingkat pengembalian penjualan dengan C S R selama tiga periode keuangan (R uf et al, 2001). Oleh karena itu, pilihan C S R perusahaan mungkin bermanfaat dalam hal penjualan bersih atau nilai tambah per pekerja, namun tidak harus dalam hal pemegang saham nilai. C S R dan Upaya Pemasar an Per usahaan
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat dan Intervensi Komunitas : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia : Jakarta Buku Profil Desa Sambirejo 2015 Chambers, Robert.. [r]

1 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Dalam upaya peningkatan produktivitas tanah, Balai penelitian PT. Perkebunan Nusantara IX melakukan penelitian tentang peranan tebu. Dari hasil penelitian yang dilakukan, Balai penelitian ini memiliki harapan besar untuk memulai suatu proyek gula. Hal ini dikarenakan output yang diperoleh setiap hektarnya sangat tinggi. Maka studi kelayakan pendirian pabrik pada bulan Februari tahun 1978 oleh Philpine Consurtium of Consultan, dan pada bulan Agustus 1978 izin prinsip pengembangan proyek gula PTP II dikeluarkan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia dengan Surat No. 252/Menteri/III/1978. Pabrik Gula Kwala Madu adalah suatu perusahaan penghasil gula kedua yang didirikan diluar pulau Jawa yang mempunyai kantor besar dijalan Tembakau Deli No.4 Medan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Kepustakaan sangat diperlukan sebagai sumber pendukung penelitian sehingga hasil penelitian tersebut sesuai dengan yang diharapkan dan tidak keluar dari rumusan masalah yang telah dibuat. Oleh sebab itu, relevansi literatur yang digunakan menjadi tuntutan dalam sebuah penelitian. Perspektif Budaya :Bagian lima,kebudayaan dan lingkungan merupakan referensi penting dalam penelitian ini karena isinya berkonsentrasi pada peranan CSR sebagai salah satu tuntutan yang harus dijalankan perusahaan dalam membina kesinambungan usaha termasuk dalam pelestarian lingkungan. Buku yang diredaksi ole mengedepankan pentingnya penerapan CSR dalam dunia usaha atau industri yang berwawasan lingkungan. Studi gabungan yang terdapat di dalam buku ini sangat membantu penulis dalam menggunakan pendekatan penelitian yang dilakukan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana program kemitraan bina lingkungan yang dilaksanakankan di lingkungan Pabrik Gula Kwala Madu, serta untuk memberikan informasi mengenai implikasi dari penerapan Program Kemitraan Bina Lingkungan terhadap masyarakat di sekitar Pabrik Gula Kwala Madu yang dalam hal ini adalah tanggung jawab perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

1 Baca lebih lajut

Teori Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Teori Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tangggung jawab sosial perusahaan sering disebut juga sebagai corporate social responsibility atau social disclosure, corporate social reporting, social reporting merupakan proses pengkomunikasian dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan ekonomi organisasi terhadap kelompok khusus yang berkepentingan dan terhadap masyarakat secara keseluruhan. Hal tersebut memperluas tanggung jawab organisasi dalam hal ini perusahaan, di luar peran tradisionalnya untuk menyediakan laporan keuangan kepada pemilik modal, khususnya pemegang saham. Perluasan tersebut dibuat dengan asumsi bahwa perusahaan mempunyai tanggung jawab yang lebih luas dibanding hanya mencari laba untuk pemegang saham.[2]
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...