Top PDF KEISLAMAN AYAH NABI IBRAHIM (Studi Analisis Tafsir Dan Hadits Nabi Tentang Agama Ayah Nabi Ibrahim As)

KEISLAMAN AYAH NABI IBRAHIM (Studi Analisis Tafsir Dan Hadits Nabi Tentang Agama Ayah Nabi Ibrahim As)

KEISLAMAN AYAH NABI IBRAHIM (Studi Analisis Tafsir Dan Hadits Nabi Tentang Agama Ayah Nabi Ibrahim As)

Dalam buku-buku sejarah disebutkan bahwa Nabi Ibrahim as adalah seorang utusan Allah SWT yang sangat luar biasa. Ibrahim adalah utusan Allah yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk menemukan tuhannya. Ibrahim bahkan dengan keteguhan hatinya menghancurkan patung-patung yang dibuat oleh Azar ayahnya. Sejarah mencatat bahwa Azar ayah Ibrahim adalah seorang yang kufur kepada Allah SWT dan termasuk pembuat patung-patung yang mana patung tersebut dijadikan sebagai Tuhan dan disembah oleh orang-orang pada zamannya. Namun dalam beberapa kitab tafsir dan hadits-hadits Nabi justru disebutkan sebaliknya bahwa Azar bukanlah ayah kandung Nabi Ibrahim. Azar hanyalah ayah angkat Nabi Ibrahim dan ayah kandung Nabi Ibrahim sendiri adalah seorang muslim yang tidak kufur kepada Allah SWT. Penulisan dalam karya ilmiah ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan. Penulis membandingkan beberapa pendapat dalam kitab-kitab tafsir dan hadits-hadits nabi tentang siapa sebenarnya ayah kandung Nabi Ibrahim apa agama agama ayah kandung Nabi Ibrahim tersebut. Setelah dilakukan telaah secara mendalam penulis menyimpulkan bahwa mayoritas ulama tafsir dan hadits justru lebih memilih berpendapat bahwa Azar bukanlah ayah kandung Nabi Ibrahim dan ayah kandung Nabi Ibrahim adalah seorang muslim yang tidak kufur kepada Allah SWT.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Cerita Bersejarah tentang Nabi Ibrahim d

Cerita Bersejarah tentang Nabi Ibrahim d

Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu , agar ayah mengikatku kuat- kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

IBRAH DARI KISAH NABI IBRAHIM DAN AYAHNYA : STUDY PENAFSIRAN TENTANG AYAT-AYAT KISAH NABI IBRAHIM DAN AYAHNYA.

IBRAH DARI KISAH NABI IBRAHIM DAN AYAHNYA : STUDY PENAFSIRAN TENTANG AYAT-AYAT KISAH NABI IBRAHIM DAN AYAHNYA.

Ibrah dari Kisah Nabi Ibrahim dan ayahnya ini mengacu kepada ketauhitan. Yang mana Nabi Ibrahim merupakan sosok yang sangat patuh kepada Allah dan memiliki ayah yang menyembah kepada berhala. Sebagai seorang anak yang mengetahui kebenaran, maka Nabi Ibrahim mengajak ayahnya untuk kembali ke jalan yang benar (Allah). Perjuangan Nabi Ibrahim untuk mengahancurkan berhala-berhala yang merupakan sesembahan ayahnya merupakan suatu keberanian yang harus dilakukan demi kebahagiaan ayahnya, namun ayahnya menolak ajakan Nabi Ibrahim untuk kembali kepada Allah. Nabi Ibrahim merupakan sosok yang sangat penyabar, memiliki keyakinan yang kuat, dan tawakkal. Dari beberapa penafsiran para mufasir, terdapat perbedaan pendapat antara Ibnu Katsir dan Ali Ash-Shabuni dalam menafsirkan ayat 41 surat Maryam. Pebedaan yang mencolok terdapat pada maksud dari al-Kitab, menurut Ali Ash- Shabuni, al-Kitab yang disebutkan adalah al-Qur’a>n.
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Keteladanan Nabi Ibrahim doc 1

Keteladanan Nabi Ibrahim doc 1

Demikianlah kesesatan tetaplah beliau katakan sebagai kesesatan meskipun itu dihadapan ayahnya sendiri, sehingga dalam riwayat lain beliau akhirnya diusir oleh sang ayah. Sikap Nabi Ibrahim tidaklah berhenti disini, namun dilanjutkan dengan mencari siapakah sesembahan (Ilah) yang sebenarnya. Tatakla ia melihat bintang ia katakan "Inilah Tuhanku," namun ketika bintang itu tenggelam ia berkata: "Saya tidak suka yang tenggelam", demikian juga ketika melihat bulan dan matahari sama seperti itu. Akhirnya karena merasa bahwa benda-benda di alam ini tak ada yang pantas untuk disembah maka ia berkata, sebagaimana dalam firman Allah, yang artinya: "Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan."
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Dzulhijjah Bulan Keteladanan Nabi Ibrahim As

Dzulhijjah Bulan Keteladanan Nabi Ibrahim As

"Dan ingalah dalam kitab Ibrahim sesungguhnya dia adalah orang yang benar lg seorang nabi, ingatlah ketika ia berkata kepada ayhnya wahai ayahku kenapa engkau meyembah apa-apa yang tidak bisa mendengar dan tidak bisa melihat? wahai ayahku sesungguhnya telah sampai kepadaku whyu, apa-apa yang tidak diberikan kepadamu, maka ikutilah aku aku tunjukkan jalan yag lurus, wahai ayahku janganlah engkau menyembah setan sesungguhnya setan itu bermaksiat kepada Allah. Wahai ayahku sesungguhnya aku takut azdab Allah akan mnimpamu sehingga setan menjadi temanmu. Lalu ayah Ibrahim berkata kepada Ibrahim, Hai Ibrahim apakah engkau membenci tuhan- tuhabku? Sungguh jika engkau tidak berhenti membencituhan-tuhanku sungguh aku akan merajammu dan pergilah segera dariku. Ibrahim berkata semoga engkau selamat dan aku akan mendoakan untukmu agar Allah Tuhanku mengampunimu sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku".(Q.S. Maryam 41-47).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKIDAH DALAM DOA NABI IBRAHIM  Nilai-nilai Pendidikan Akidah dalam Doa Nabi Ibrahim (Telaah Tafsir Ar-Rāzī dan At-Ṭabarī pada Surat Ibrahim Ayat 35-41).

NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKIDAH DALAM DOA NABI IBRAHIM Nilai-nilai Pendidikan Akidah dalam Doa Nabi Ibrahim (Telaah Tafsir Ar-Rāzī dan At-Ṭabarī pada Surat Ibrahim Ayat 35-41).

Tauhid dalam jiwa seorang muslim merupakan pijakan baginya untuk menempuh jalan keislaman, sehingga tidak ada Islam tanpa tauhid. Apabila seorang muslim mengamalkan tauhid dengan benar maka agamanya akan lurus dan kehidupannya akan menjadi baik. Salah satu bentuk implikasi yang ditimbulkan oleh tauhid dalam diri seorang muslim adalah keyakinan yang kuat dalam dirinya akan kebenaran akidah dan syariat islam. Seseorang yang bertauhid dengan mudah akan melaksanakan segala perintah agama dan menjauhi segala larangannya, karena itu semua adalah konsekuensi dari tauhid kepada Allah. 3.2 Berlepas Diri dari Penyembahan Terhadap Selain Allah
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pendidikan karakter berbasis keluarga pada kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Pendidikan karakter berbasis keluarga pada kisah Nabi Ibrahim dan Ismail

Dalam cerita tersebut terkandung hikmah tentang pendidikan karakter. Nilai-nilai luhur kemanusiaan tercermin jelas dalam perilaku Ibrahim dan juga putranya Ismail. Keluhuran budi Ismail sebagai anak terbentuk dari sebuah proses pendidikan yang sangat baik. Ibrahim bukan hanya seorang nabi yang menyeru manusia kepada jalan yang lurus, beliau juga seorang ayah yang telah sukses mendidik putranya. Bahkan bukan hanya Ismail, Ibrahim juga dikarunia putra lain bernama Ishaq. Al-Qur’an menyebut nama Ismail dan Ishaq berkali-kali sebagai hamba yang baik. Mereka berdua menjadi penerus ayahnya. Dari keturunan Ishaq terlahir banyak nabi. Dan dari keturunan Ismail terlahir seorang nabi akhir zaman. Nabi yang kedatangannya ditunggu oleh seluruh umat manusia. Nabi yang menjadi penutup rangkaian wahyu yang telah Allah turunkan dari zaman Adam.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

DAKWAH DIALOGIS NABI IBRAHIM DALAM PERSP

DAKWAH DIALOGIS NABI IBRAHIM DALAM PERSP

Dakwah merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam ajaran Islam. Hal ini mengingat ajaran Islam disebarluaskan dan diperkenalkan kepada umat manusia melalui aktifitas dakwah. Seorang di antara yang melakukan hal ini adalah Nabi Ibrahim. Di dalam aktifitas dakwahnya Ibrahim selalu mendahulukan cara dialog ketimbang cara kekerasan. Hal ini di antaranya bisa dilihat pada al-Quran QS. al- Syu`’ara> :70-102. Surat ini merekam dengan baik dialog antara Nabi Ibrahim dan ayah, plus kaumnya. Sekalipun sang ayah tetap pada keyakinannya semula, Ibrahim tak memaksakan kehendak bahkan mendoakan keselamatan ayahandanya di akhirat kelak. Begitu juga, ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk mengorbankan anaknya, ia berdialog dengan sang anak. Ia meminta pendapat sang anak sekiranya penyembelihan atas dirinya positif diselenggarakan.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

NABI IBRAHIM AS Nabi docx

NABI IBRAHIM AS Nabi docx

menghendakinya. Kami tinggikan darjat orang yang Kami kehendaki, dan diatas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui.77.~ Mrk berkata: "Jika ia mencuri maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum itu". Maka Yusuf menyembunyikan kejengkelan itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mrk. Dia berkata: "{Dalam hatinya} kamu lebih buruk kedudukanmu {sifat- sifatmu} dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu".78.~ Mrk berkata: "Wahai Al-Aziz! Sesungguhnya ia mempunyai ayah yang sudah lanjut usianya, lantaran itu ambil salah seorang drp kami sebagai gantinya. Sesungguhnya kami melihat kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik".79.~ Berkata Yusuf: "Aku mohon perlindungan Allah drp menahan seorang kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami, orang-orang yang zalim".80.~ Maka tatkala mrk berputus asa drp {keputusan} Yusuf, mrk menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua di antara mrk: "Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji drp kami dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah mensia-siakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku. Dan Dia adalah hakim sebaik-baiknya".81.~ " Kembalilah kepada ayahmu dan berkatalah: " Wahai ayah kami! Sesungguhnya anak kamu telah mencuri dan kami hanya menyatakan apa yang kami ketahui dan sesekali tidak dapat menjaga {mengetahui} barang yang ghaib.82~ Dan tanyalah penduduk negeri yang kami berada di situ dan kafilah yang kami datang bersamanya dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar".83.~ Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan {yang buruk itu}. Maka kesabaran yang baik itulah {kesabaranku}. Mudah-mudahan Allah mendatangkan mrk semua kepadaku sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Kisah Nabi Ibrahim AS doc

Kisah Nabi Ibrahim AS doc

Ayah Ibrahim sama sebagaimana kaumnya yang lain, bertuhan dan menyembah berhala, ia adalah pembuat dan pedagang patung-patung yang dibuat dan dipahatnya sendiri dan dariya orang membeli patung-patung yang dijadikan persembahan. Nabi Ibrahim merasa bahwa kewajiban pertama yang harus ia lakukan sebelum berdakwah kepada orang lain ialah menyadarkan ayah kandungnya dulu orang yang terdekat kepadanya bahwa kepercayaan dan persembahannya kepada berhala-berhala itu adalah perbuatan yang sesat dan bodoh. Ia merasakan bahwa kebaktian kepada ayahnya mewajibkannya memberi penerangan kepadanya agar melepaskan kepercayaan yang sesat itu dan mengikutinya beriman kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Sejarah Singkat Nabi Ibrahim as dan Isma

Sejarah Singkat Nabi Ibrahim as dan Isma

Hal ini membuat raja Namrud semakin murka dan memerintahkan agar Nabi Ibrahim a.s. dijatuhi hukuman mati dengan dibakar. Akan tetapi Allah s.w.t. kembali memperlihatkan kekuasaanya, dan Allah s.w.t. berfirman kepada api "Hai Api! hendaklah menjadi dingin dan selamatkanlah Ibrahim!" (s. Al-Anbiya ayat 69) Setelah api padam, keluarlah Nabi Ibrahim a.s. tanpa mengalami cedera sedikitpun.

4 Baca lebih lajut

INTERAKSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM AL QUR’AN (KISAH NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL).

INTERAKSI PENDIDIKAN ISLAM DALAM AL QUR’AN (KISAH NABI IBRAHIM DAN NABI ISMAIL).

Karena penelitian ini adalah penelitian bibliografi, maka metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi yaitu dengan mencari data mengenai hal-hal atau variabel yaitu berupa catatan, transkrip, buku, surat, kabar, majalah, agenda dan lain sebagainya (Arikunto, 2006: 231). Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah buku-buku yang berkaitan dengan interaksi pendidikan Islam yang dicontohkan Nabi Ibrahim as terhadap Nabi Ismail as.

14 Baca lebih lajut

Drama nabi ibrahim docx 1

Drama nabi ibrahim docx 1

Nabi Ibrahim sangat keheranan melihat hal tersebut, kemudian timbul dalam dirinya melalui akal sehatnya penolakan terhadap apa yang dilihatnya. Uniknya, Nabi Ibrahim justru bermain-main dengan patung itu, bahkan terkadang ia menunggangi punggung patung-patung itu seperti orang-orang yang biasa menunggang keledai dan binatang tunggangan lainya. Pada suatu hari, ayahnya melihatnya saat menunggang punggung patung yang bernama Mardukh. Saat itu juga ayahnya marah dan memerintahkan anaknya agar tidak bermain-main dengan patung itu lagi. Kemudian Ibrahim bertanya:
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Karakter Nabi Ibrahim AS Dalam Al-Qur’an

Karakter Nabi Ibrahim AS Dalam Al-Qur’an

Bukti kecermatan dan ketelitian nabi Ibrâhîm as. adalah ketuntasannya dalam melaksanakan semua perintah Allah Swt. kepadanya. Pertama, ketelitian dan kecermatan Ibrâhîm dalam memahami perintah untuk dapat melaksanakan dan menyempurnakan semua perintah Allah. Kedua, ketelitian dan kecermatan Ibrâhîm dalam memahami obyek perintah itu agar dapat dilaksanakan sebagaimana seharusnya. Ketiga, ketelitian dan kecermatan Ibrâhîm dalam memahami proses dan prosedur yang seharusnya dilaksanakan secara terstruktur dan sistemik agar dapat diselesaikan dengan sempurna tanpa kesalahan. 147 Misalnya, Allah menjelasan kepada nabi Ibrâhîm as. tentang cara Allah menghidupkan orang-orang yang mati. Maka disuruhlah Ibrâhîm as. mengambil empat ekor burung lalu memeliharanya dan menjinakkannya hingga burung itu dapat datang seketika ketika dipanggil. Kemudian, burung-burung yang sudah dipotong-potong itu, diletakkan di atas tiap-tiap bukit seekor, lalu burung-burung itu dipanggil dengan satu tepukan/seruan, lalu burung-burung itu akan datang dengan segera, walaupun tempatnya terpisah-pisah dan berjauhan. Demikian pula Allah menghidupkan orang-orang yang mati yang tersebar di mana-mana, dengan satu kalimat hiduplah kamu semua! pastilah mereka itu hidup kembali. Ibrâhîm menyaksikan dan merasakan secara langsung peristiwa tersebut, karena ia menjadi bagian dari proses pembuktian tersebut. 148
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

KISAH NABI IBRAHIM pdf 1

KISAH NABI IBRAHIM pdf 1

Kemudian si istri bertanya: "Apakah Allah SWT memerintahkannya yang demikian ini?" Nabi Ibrahim menjawab: "Benar." Istri yang beriman itu berkata: "Kalau begitu, kita tidak akan disia­si[r]

22 Baca lebih lajut

Pendidikan Tauhid Dalam Kisah Nabi Ibrahim

Pendidikan Tauhid Dalam Kisah Nabi Ibrahim

Secara khusus, Nabi Ibrahim as. melakukan evaluasi kritis dengan memanfaatkan bukti yang ditemukannya. Pada tahap akhir, pengetahuan secara aktif dibangun oleh Nabi Ibrahim as. dengan berbagai upaya interaksionis dan konstruktivis, lalu pengetahuan dan kebenaran yang diperolehnya berkembang dan muncullah justifikasi. Menurut (Ashshiddiqi, 2017) pada tahap akhir ini justifikasi yang dimaksud telah melibatkan wahyu Tuhan yang sesuai dengan pemikiran kritis dan pertimbangan hati nurani.

9 Baca lebih lajut

Membangun Peradaban melalui Keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam di n

Membangun Peradaban melalui Keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam di n

Untuk memaknai hari raya „Id yang hari ini kita rayakan agar lebih utuh dan menyeluruh kita bisa melihat yang dinukil oleh imam Asy-Syaukani dalam kitab “ Nailul Authar ”. ketika seorang sahabat bertanya kepada rasul. “Yaa Rasulallah. Maa Haadzihil Udhiya ”?. Wahai Rasululah apakah yang dimaksud Adhiyah itu?. Kemudian rasul menjawab: “ Sunnatu Abiikum Ibrahim ”, yaitu adalah tradisi ayahanda kalian Ibrahim a.s

13 Baca lebih lajut

REPRESENTASI KISAH NABI IBRAHIM DALAM DELAPAN SAJAK INDONESIA MODERN

REPRESENTASI KISAH NABI IBRAHIM DALAM DELAPAN SAJAK INDONESIA MODERN

Abstract: This paper examines the story representation of Prophet Ibrahim in the eight modern Indonesian poems, namely, “ Hanya Satu (The Only One) “ (Amir Hamza), “Abraham! Abraham! “(Remy Sylado),” Bapak Semua Bangsa (The father of all Nations)”(Remy Sylado),” 10 Zhul- Hijjah Poem”(Remy Sylado),” Balada Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. (Ballad of the Prophet Ibrahim and Prophet Ismail a.s.) “(Taufiq Ismail),” Sajak-Sajak Kelahiran (Birth Poems )”(Abdul Hadi WM), “Ibrahim Alaihisalam I” (Yosi Ahmadun Herfanda), and “Abraham Alaihisalam II” (Yosi Ahmadun Herfanda). The study of eight modern Indonesian poems written by five poets was done by comparing the story of Prophet Ibrahim contained in the Bible and the Qur’an to the poetry created by the five poets. The study finds that the eight poems represents preaching the faith of Prophet Ibrahim in disseminating the teachings of the divine. Prophet Ibrahim was seen as the most sublime and the most glorious man, hence; the Prophet Ibrahim was so called ‘’abu al- anbiya’, namely, the father of all prophets, as well as The Lover of God, Most Merciful. Prophet Ibrahim upheld the unity of God by destroying all the idols and set up the Ka’ba. The results of this study recommends that every man can imitate the grandeur and glory of the Prophet Ibrahim who always believed in God.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 2319 documents...