Top PDF Komunikasi interpersonal ditinjau dari konsep diri dan hubungan interpersonal pada remaja

Komunikasi interpersonal ditinjau dari konsep diri dan hubungan interpersonal pada remaja

Komunikasi interpersonal ditinjau dari konsep diri dan hubungan interpersonal pada remaja

Sebagai data awal, berdasarkan dari pengamatan penulis pada tepatnya di SMA 1 Gebog Kudus telah ditemukan beberapa remaja yang masih sulit mengutarakan keinginanya di depan umum, mengawali dan mengakhiri pembicaraan dengan orang yang lebih tua, sulit mengungkapkan pendapat saat diskusi. Dapat diketahui saat penulis meminta waktu beberapa menit untuk observasi di kelas dengan atas rekomendasi dari BK yaitu kelas X MIPA -1 pada waktu kegiatan pembelajaran berlangsung. Semua siswa membentuk FGD, siswa diminta untuk mengutarakan pendapat sesuai topik yang diberikan oleh penulis. Beberapa siswa tidak mengutarakan pendapatnya dan hanya tersenyum ketika mengemukakan pendapat, namun ada yang berani mengutarakan pendapatnya dan menjelaskan kembali dari topik permasalahan. Setelah selesai berdiskusi, beberapa siswa dipilih secara acak oleh guru kelasnya, mereka yang dipilih ada yang berani berbicara di depan kelas dan ada beberapa siswa yang menyampaikan dengan malu – malu. Mereka malu – malu untuk mengungkapkan pendapatnya di depan umum karena merasa takut salah, terlebih jika pendapatnya tidak sesuai, ternyata tidak semua siswa mapu bekomunikasi secara baik di depan umum.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KONSEP DIRI PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI OBESITAS DITINJAU DARI HUBUNGAN INTERPERSONAL DENGAN TEMAN SEBAYA SKRIPSI

KONSEP DIRI PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI OBESITAS DITINJAU DARI HUBUNGAN INTERPERSONAL DENGAN TEMAN SEBAYA SKRIPSI

Hubungan Antara Konsep Diri Pada Remaja Putri Yang Mengalami Obesitas dan Hubungan Interpersonal Dengan Teman Sebaya ……….. Metode Penelitian ………[r]

13 Baca lebih lajut

KONSEP DIRI PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI OBESITAS DITINJAU DARI HUBUNGAN INTERPERSONAL DENGAN TEMAN SEBAYA SKRIPSI

KONSEP DIRI PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI OBESITAS DITINJAU DARI HUBUNGAN INTERPERSONAL DENGAN TEMAN SEBAYA SKRIPSI

ii KONSEP DIRI PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI OBESITAS DITINJAU DARI HUBUNGAN INTERPERSONAL DENGAN TEMAN SEBAYA SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Psikologi Universitas Katolik S[r]

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA PUTUS SEKOLAH

HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA PUTUS SEKOLAH

Pembentukan Hubungan sering disebut menyalahkan yang lain apabila tujuan sebagai tahap perkenalan. Perkenalan adalah bersama tidak tercapai. Provokasi, salah satu proses penyampaian informasi. Beberapa pihak terus-menerus berbuat sesuatu yang ia peneliti seperti Newcomb, Berger, Zunin, dan ketahui menyinggung perasaan yang lain. Duck (dalam Rakhmat, 2005) telah Perbedaan nilai, kedua belah pihak tidak menemukan hal-hal menarik dari proses atau sepakat tentang nilai-nilai yang mereka anut. fase dari perkenalan. Fase pertama adalah fase Dari tiga tahap yang telah dijelaskan di kontak permulaan yang ditandai oleh usaha atas terlihat jelas pada remaja putus sekolah kedua belah pihak untuk menangkap yang menjadi subjek penelitian. Pada tahap informasi dari reaksi kawannya. Masing- pertama, mayoritas di antara subjek penelitian masing pihak berusaha menggali secepatnya m e r a s a b e r b e d a d a n b e r u s a h a identitas, sikap, dan nilai pihak yang lain. Bila menyembunyikan dirinya. Mulai dari mereka merasa ada kesamaan, mulailah menyembunyikan identitas dan menunjukkan dilakukan proses mengungkapkan diri. Bila sikap menutup diri. Pada akhirnya mereka mereka merasa berbeda, mereka akan menghindari terjadi kegiatan komunikasi b e r u s a h a m e n y e m b u n y i k a n d i r i n y a . interpersonal setiap kali dihadapkan pada Hubungan interpersonal mungkin berakhir. situasi yang tidak sesuai. Tahap kedua dan Ketika hubungan interpersonal berakhir, ketiga pun tidak terlampaui sehingga tidak individu akan menghindari terjadinya tercipta hubungan interpersonal yang baik. komunikasi interpersonal. Ini dapat Pola-pola komunikasi interpersonal menyebabkan individu memiliki kemampuan mempunyai efek yang berlainan pada yang rendah dalam melakukan komunikasi hubungan interpersonal. Tidak benar
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF ANTARA IBU DAN ANAK

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL YANG EFEKTIF ANTARA IBU DAN ANAK

Konsep diri merupakan faktor yang menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena setiap orang bertingkah laku sedapat mungkin sesuai dengan konsep dirinya (Rakhmat, 2015). Komunikasi interpersonal yang bersifat efektif antara ibu dan anak tercipta apabila dalam prosesnya ibu dapat menyampaikan apa yang ingin disampaikan dan dapat diterima dan dimengerti dengan baik oleh anak. Komunikasi interpersonal yang efektif antara ibu dan anak terwujud apabila kedua belah pihak terdapat saling terbuka, empati, saling mendukung, saling bersikap positif, dan kesetaraan (De Vito, dalam Suciati 2015). Terciptanya komunikasi interpersonal ibu dan anak dapat menjamin anak remaja tidak mudah frustasi, dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dalam kehidupan bermasyarakat (Iryani, 2009).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis komunikasi interpersonal dan penyesuaian diri remaja

Analisis komunikasi interpersonal dan penyesuaian diri remaja

Ketiga, luaran penelitian ini selain mendeskripsikan komunikasi interpersonal dan penyesuaian diri siswa remaja sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya, juga ditemukan terdapat hubungan positif signifikan komunikasi interpersonal dengan penyesuaian diri siswa remaja sebesar 0,000 > 0,05 dengan nilai koefisiensi korelasi sebesar 0,849 (r = 0,849) atau berada pada kategori sangat kuat/tinggi dengan parameter pengukuran nilai korelasi antara 0,80-1,000. Makin tinggi komunikasi interpersonal, maka makin baik pula penyesuaian diri remaja, begitu pula sebaliknya makin rendah komunikasi interpersonal, maka semakin rendah pulah tingkat penyesuaian diri remaja. Individu yang kurang komunikasi akan meninimbulkan kurang percaya diri dan depresi dibandingkan dengan orang yang senang berkomunikasi (Cangara, 2000). Artinya penting bagi siswa untuk membangun komunikasi yang baik, karena untuk menjalani proses pendidikan yang panjang diperlukan komunikasi/interaksi dengan orang lain termasuk komunikasi antar pribadi dengan teman-teman sebaya dan yang lainya sebagai bagian dari tugas perkembangan anak remaja.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PENYANDANG TUNA DAKSA.

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PENYANDANG TUNA DAKSA.

hambatan saat melakukan komunikasi interpersonal dengan orang lain. Ada lima ciri orang yang yang memiliki konsep diri negatif yaitu: tidak tahan kritikan, responsif terhadap pujian, tidak pandai mengungkapkan penghargaan atau pengakuan pada kelebihan orang lain, merasa tidak disukai orang lain, dan pesimis. Sebaliknya, orang yang memiliki konsep diri positif ditandai dengan lima hal, yaitu; ia yakin akan kemampuannya mengatasi masalah, merasa setara dengan orang lain, menerima pujian tanpa rasa malu, menyadari bahwa setiap orang mempunyai berbagai perasan, keinginan dan perilaku yang tidak seluruhnya disetujui masyarakat, serta ia mampu memperbaiki dirinya. Rakhmat (2004) menambahkan bagaimana cara seseorang menghadapi orang lain dipengaruhi oleh bagaimana ia memandang dirinya. Respon-respon interpersonal seseorang sering merupakan refleksi dari kognisinya terhadap diri sendiri. Permasalahan utama dalam komunikasi interpersonal adalah adanya rasa khawatir tentang respon atau penilaian orang lain terhadap dirinya, yaitu mengenai apa yang disampaikan dan bagaimana ia menyampaikannya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA YANG BERASAL DARI PROVINSI X

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA MAHASISWA YANG BERASAL DARI PROVINSI X

Based on the results of the data analysis, it was obtained the coefficient of correlation 0.539 with sig = 0.000; (p < 0.001) that meant that there was a very positively significant correlation between the self-concept and the interpersonal communication in the university students coming from Province X. The effective contribution or the role of self-concept on the interpersonal communication was as much as 29.1%, the rest 70.9% was influenced by other factors. The variable of interpersonal communication has the empirical mean as much as 75.51, therefore, it was categorized as moderate, meanwhile, the variable of self-concept was known having the empirical mean as much as 105,75, therefore, it was categorized as high.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ID

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ID

Kecerdasan peserta didik tidak bisa disamaratakan. Pada dasarnya, anak- anak memiliki kecerdasan yang unik sebagai cerminan dari minat dan bakatnya sehingga mendukung dalam proses belajar mengajar. Layanan pendidikan bagi anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa (CI+BI) atau anak sangat cerdas (gifted) dinilai belum memadai. Pendidikan bagi anak dengan skor kecerdasan intelektual (IQ) di atas 130 tersebut hanyalah terdapat dalam bentuk percepatan belajar atau akselerasi yang juga terbatas pada sekolah-sekolah tertentu. Ditinjau dari segi kelembagaan, yakni baru sekitar 311 sekolah yang memiliki program akselerasi ditambah 7 madrasah. Ini masih rendah sekali, sebagian besar anak dipaksa mengikuti pendidikan yang sama dengan anak normal. Terlebih, tidak semua anak berbakat tersebut berasal dari keluarga mampu yang dapat menempuh pendidikan di sekolah akselerasi. Padahal, sekitar 2 persen dari populasi anak sekolah Indonesia atau sekitar 1,3 juta anak memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kemudian, untuk memfasilitasi anak dengan kecerdasan dan bakat luar biasa yang kurang
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KESTABILAN EMOSI DAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

HUBUNGAN ANTARA KESTABILAN EMOSI DAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KECEMASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA

Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Goleman dkk (dalam Irma, 2003) yang mengungkapkan bahwa individu yang memiliki kestabilan emosi mempunyai adaptabilitas, dalam arti luwes dalam menangani perubahan dan tantangan, mampu berfikir positif dalam segala hal, memiliki rasa harga diri yang tinggi dan optimis. Senada dengan hal tersebut, Darmawan (2008) mengungkapkan kestabilan emosi sebagai kemampuan individu untuk dapat mengendalikan dirinya sendiri dari berbagai situasi dan tidak bertindak emosional karena faktor dari luar dirinya. Costa dan McCrae (dalam MacIntyre, dkk, 1999) menjelaskan bahwa individu dengan kestabilan emosi yang tinggi akan lebih tenang dan merasa aman. Dengan demikian remaja dengan yang memiliki kestabilan emosi akan tidak mudah mengalami kecemasan dalam komunikasi interpersonal.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Dasar konsep komunikasi interpersonal pada

Dasar konsep komunikasi interpersonal pada

Keberhasilan komunikasi interpersonal ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat dikalsifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu yang perpusat pada persona dan yang berpusat pada situasi.Faktor personal ini terdiri dari faktor biologis dan faktor psikologis.Faktor situasi terdiri dari faktor ekologis, faktor rancangan, faktor temporal, suasana perilaku, teknologi, faktor sosial, lingkungan psikososial, dan stimuli yang mendorong dan memperteguh perilaku.Komunikasi yang efektif apabila pesan diterima dan dimengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, pesan ditindaklanjuti dengan sebuha perbuatan secara suka rela oleh penerima pesan dan meningkatakan kualitas hubungan antarpribadi, dan tidak tidak ada hambatan untuk hal itu.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ID

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ID

Menurut Mellyanika (2014), bahwa dengan semakin mudahnya remaja mengakses situs-situs porno di internet dan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat akibat melihat dan meniru tindakan yang dilakukan oleh masyarakat lain seperti kumpul kebo dan melakukan hubungan seks sebelum menikah yang berakibat pada putus sekolah ataupun aborsi. Menurut Mellyanika (2014), Segala pengaruh negatif tersebut terjadi karena tidak adanya filteralisasi bagi remaja dalam menghadapi globalisasi yang semakin berkembang, sehingga peran lingkungan terdekat sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi segala pengaruh negatif yang ditimbulkan dari globalisasi, namun tidak terbatas hanya pada pendidikan formal di sekolah ataupun pendidikan moral di lingkungan tempat ibadah, melainkan pula yang terpenting adalah peran keluarga dalam menjalankan fungsinya yang dapat mengantisipasi pengaruh negatif pada remaja.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Hubungan penggunaan jejaring sosial dan efektivitas komunikasi interpersonal pada remaja tunarungu

Hubungan penggunaan jejaring sosial dan efektivitas komunikasi interpersonal pada remaja tunarungu

kognitif seorang remaja dipengaruhi oleh kemampuan berbahasanya. Oleh karena itu, remaja Tunarungu yang sebenarnya memiliki potensi yang sama dengan remaja pada umumnya, kurang memiliki daya abstraksi yang baik (Akamatsu & Musselman, 1999). Hal ini ditunjang oleh hasil wawancara dengan remaja Tunarungu yang menggunakan bahasa isyarat, bahwa jejaring sosial yang ada di internet terlalu sulit dimengerti karena seluruhnya menggunakan bahasa oral (bahasa yang tertulis) dan kata-kata yang tertulis pun tidak selamanya dimengerti oleh remaja Tunarungu. Terlebih lagi, teknologi komunikasi, khususnya jejaring sosial hanya menekankan pada tulisan saja (Power & Horstmanshof, 2006). Hal ini akan menjadi masalah ketika bahasa isyarat adalah bahasa utama mereka, banyak remaja Tunarungu yang berusia sekitar 17-18 tahun, yang hanya memiliki kemampuan membaca setara dengan kelas 4 SD (Henderson, Grinter, & Starner, 2005), tidak dapat memahami kata-kata yang terdapat dalam jejaring sosial.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Yang Berasal Dari Provinsi X.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Komunikasi Interpersonal Pada Mahasiswa Yang Berasal Dari Provinsi X.

(Rundengan,2013). Manusia memerlukan kehidupan sosial, kehidupan bermasyarakat. Menurut Larlen (dalam Asminto, 2013) melalui komunikasi manusia dapat mengekspresikan perasaan, isi hatinya, dan segala masalah kehidupannya kepada orang lain secara lebih bebas dengan bahasa sebagai medium penyampaiannya. Berkomunikasi dengan orang lain merupakan bagian dari kehidupan manusia dan mempunyai arti penting untuk memenuhi kebutuhan sosial karena manusia adalah makhluk sosial. Sebagian besar interaksi manusia berlangsung dalam situasi komunikasi interpersonal (komunikasi antar pribadi).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Gambaran komunikasi interpersonal remaja SMP yang berpacaran

Gambaran komunikasi interpersonal remaja SMP yang berpacaran

Begitu juga sebaliknya, hubungan menyediakan lebih banyak pengorbanan akan membuat individu sulit bertahan dalam hubungan mereka. Jadi, tahapan penetrasi social yang dikemukana oleh Taylor dan Altman (dalam Wulandari 2013: 104) memiliki beberapa asumsi, yaitu hubungan itu memiliki kemajuan dari tidak intim menjadi intim, hubungan berkembang secara sistematis dan dapat diprediksi, perkembangan hubungan mencakup penarikan diri dan disolusi, pengungkapan diri merupakan inti dari perkembangan hubungan. Hubungan memiliki tahapan untuk mencapai pada kedekatan, oleh karena itu terdapat tahapan penetrasi sosial, yaitu tahap orientasi, tahap pertukaran penjajakan afektif, pertukaran afektif, pertukaran stabil.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Penggunaan Instant Messanger Dan Komunikasi Interpersonal Remaja

Penggunaan Instant Messanger Dan Komunikasi Interpersonal Remaja

- Friends. Merupakan sebuah hubungan yang terjadi pada suatu keadaan antara orang dengan orang lain, yang saling bercerita mengenai pengalaman mereka. Seorang teman adalah yang seperti kita, dan kita seperti mereka, dimana kita bercerita tentang hal yang baik dan buruk. Terdapat beberapa aspek yang menunjukkan sebuah hubungan pertemanan : keterbukaan diri, kejujuran, kesamaan, ego reinforcement, saling menghargai, respect, saling membantu, saling memberi masukan, percaya, dan berempati.

10 Baca lebih lajut

Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Komunikasi Interpersonal Dan Interaksi Sosial Remaja

Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Komunikasi Interpersonal Dan Interaksi Sosial Remaja

Akan melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Komunikasi Interpersonal Dan Interaksi Sosial Pada Remaja”. Untuk keperluan di atas, saya mohon kesediaannya untuk mengisi lembar kuesioner yang telah saya persiapkan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan saya akan menjamin kerahasiaan pendapat yang telah diberikan. Informasi yang diberikan hanya akan dipergunakan dalam mengembangkan ilmu keperawatan dan tidak akan digunakan untuk hal yang lain.

46 Baca lebih lajut

Hubungan penggunaan jejaring sosial dan efektivitas komunikasi interpersonal pada remaja tunarungu.

Hubungan penggunaan jejaring sosial dan efektivitas komunikasi interpersonal pada remaja tunarungu.

Dewasa ini, remaja Tunarungu dapat berkomunikasi dengan sesama remaja Tunarungu maupun orang yang mendengar dengan berkomunikasi secara online menggunakan internet. Hal ini membuat hubungan komunikasi interpersonal mereka pada akhirnya mulai bergeser pada penggunaan jejaring sosial yang pada saat ini sedang menjadi trend. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti, subjek penelitian merasa bahwa penggunaan jejaring sosial di internet dirasa lebih memudahkan penggunanya untuk selalu mengikuti perkembangan dan berhubungan dengan teman mereka serta menjalin relasi dengan teman- teman baru. Beberapa jejaring sosial yang sering digunakan oleh subjek penelitian dalam berkomunikasi dikeseharian antara lain seperti Facebook, Twitter, dan Tumblr.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Hubungan antara persepsi komunikasi interpersonal anak dan ibu dengan coping stress pada remaja.

Hubungan antara persepsi komunikasi interpersonal anak dan ibu dengan coping stress pada remaja.

This research aimed to measured the correlation between communication interpersonal perception children and mother with coping stress in adolescent. There were two hypotheses in this research, the positive correlation between communication interpersonal perception children and mother with engagement coping in adolescent and the negative correlation between communication interpersonal perception children and mother with disengagement coping in adolescent. The design of the study was Correlational Quantitative, with a number of sample is 156 adolescents age 13-20 years old with Purposive Sampling method. The instruments used the scale of children and mother’s communication and Likert scale for coping adolescent. Reliability coefficient in the form of children and mother’s interpersonal communication was 0,937. Reliability coefficient in the form of engagement coping was 0,789 and in the form of disengagement coping was 0,770. The normality test showed that the spread of data from communication interpersonal perception children and mother, engagement coping, and disengagement coping were normal. The linearity in this study showed that disengagement coping and communication interpersonal perception had the congruent linearity, but engagement coping and interpersonal communication did not have congruent linearity. Data of this study were analyzed using Non-Parametric Statistic with Spearman Rho analyzing technique through SPSS for Windows 16.00. The result showed that there was a positive correlation between children and mother’s interpersonal correlation with engagement coping in adolescent (r = 0,154, sig 0,027). The highest the communication interpersonal perception children and mother correlation, the highest engagement coping. On the other hand, there was a negative correlation between communication interpersonal perception children and mother correlation with disengagement coping in adolescent ( r = -0,169, sig 0,018). The lowest communication interpersonal perception children and mother, the highest disengagement coping.
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja.

Kemampuan komunikasi yang baik tidak terbatas pada dunia kerja tetapi semua bagian penting dalam kehidupan. Dalam dunia kerja, kemampuan komunikasi yang efektif adalah penting karena mereka memainkan peran dalam menentukan kesuksesan seseorang. Komunikasi merupakan kegiatan yang sangat utama dalam proses interaksi. Menurut Mulyana (dalam Puspita, 2012) komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau non verbal.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects