Top PDF Laporan Pembuatan Media Mikrobiologi Dasar

Laporan Pembuatan Media Mikrobiologi Dasar

Laporan Pembuatan Media Mikrobiologi Dasar

Pada tahapan selanjutnya yaitu membuat media, yang terdiri dari taoge cair (TC)dan taoge agar (TA) yaitu dengan menyiapkan taoge sebanyak 750 gram, yang dimasak dalam 4 liter air, setelah mendidih ekstrak yang diperoleh kemudian disaring dan menambahkan gula ke dalam filtrat sebanyak 180 gram dan dimasak sampai mendidih. Terjadinya proses pemanasan maka akan menyebabkan air menguap, sehingga volume taoge tidak lagi menjadi 4 liter, oleh karena itu perlu ditambahkan akuades agar volumenya tetap 4 liter. Taoge yang telah bercampur dengan gula diambil sekitar 3,9 liter dan diletakan ke dalam 4 tabung reaksi yang masing-masing volumenya 9 ml. TC yang masih sisa ditempatkan pada botol kosong. Sisa filtrat taoge (0,1 liter ) ditambahkan agar sebanyak 45 gram serta akuades hingga volumenya menjadi 3 liter. Taoge agar yang telah siap selanjutnya dimasukan kedalam 40 buah tabung reaksi (@ 5ml), 4 buah erlenmeyer volume 250 (@ 150 ml), 4 buah erlenmayer volume 250 (@ 100 ml), dan 4 buah erlenmeyer volume100 (@ 40 ml), sisa TA dapat diletakan pada botol-botol kosong. Erlenmayer dan tabung reaksi ditutup dengan sumbat, dilapisi almunium dan diikat dengan tali kasir, baru kemudian dibungkus dengan kertas Alat-alat yang telah diisi dengan TA, TC, dan akuades sekarang siap untuk disterilisasi dnegan autoklaf. Terlebih dahulu mengisi air sampai batas sarangan,
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Laporan Pembuatan Media Mikrobiologi Dasar

Laporan Pembuatan Media Mikrobiologi Dasar

Pada tahapan selanjutnya yaitu membuat media, yang terdiri dari taoge cair (TC)dan taoge agar (TA) yaitu dengan menyiapkan taoge sebanyak 750 gram, yang dimasak dalam 4 liter air, setelah mendidih ekstrak yang diperoleh kemudian disaring dan menambahkan gula ke dalam filtrat sebanyak 180 gram dan dimasak sampai mendidih. Terjadinya proses pemanasan maka akan menyebabkan air menguap, sehingga volume taoge tidak lagi menjadi 4 liter, oleh karena itu perlu ditambahkan akuades agar volumenya tetap 4 liter. Taoge yang telah bercampur dengan gula diambil sekitar 3,9 liter dan diletakan ke dalam 4 tabung reaksi yang masing-masing volumenya 9 ml. TC yang masih sisa ditempatkan pada botol kosong. Sisa filtrat taoge (0,1 liter ) ditambahkan agar sebanyak 45 gram serta akuades hingga volumenya menjadi 3 liter. Taoge agar yang telah siap selanjutnya dimasukan kedalam 40 buah tabung reaksi (@ 5ml), 4 buah erlenmeyer volume 250 (@ 150 ml), 4 buah erlenmayer volume 250 (@ 100 ml), dan 4 buah erlenmeyer volume100 (@ 40 ml), sisa TA dapat diletakan pada botol-botol kosong. Erlenmayer dan tabung reaksi ditutup dengan sumbat, dilapisi almunium dan diikat dengan tali kasir, baru kemudian dibungkus dengan kertas Alat-alat yang telah diisi dengan TA, TC, dan akuades sekarang siap untuk disterilisasi dnegan autoklaf. Terlebih dahulu mengisi air sampai batas sarangan,
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Biokim-pengenalan Teknik Dasar Mikrobiologi(Metode Aseptik)

Laporan Praktikum Biokim-pengenalan Teknik Dasar Mikrobiologi(Metode Aseptik)

Pekerjaan pertama yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah menyiapkan media padat dalam cawan petri menggunakan teknik aspetik. Setelah diinkubasi dalam incubator dengan suhu 37º C selama lebih dari 24 jam didapatkan hasil tidak ada mikroorganisme yang tumbuh. Hasil ini sesuai yang diharapkan, yaitu metode aseptic yang dilakukan berhasil dapat dibuktikan dari tidak adanya mikroorganisme yang tumbuh. Inkubasi ideal dilakukan selama 16-18 jam, waktu ideal ini berdasarkan dari jenis bakteri yang digunakan. Bakteri yang digunakan pada pekerjaan kali ini adalah E coli. Bila pengamatan dilakukan sebelum 16 jam, besar kemungkinan mikroorganisme yang diamati belum tumbuh sedangkan bial lebih dari 18 besar kemungkinan mikroorganisme yang diamati sudah berhenti tumbuh, sehingga waktu yang ideal untuk menginkubasi bakteri E coli adalah 16-18 jam. Inkubasi yang dilakukan pada suhu 37º C, dilakukan karena menyesuaikan tempat hidup asal E coli yaitu di dalam tubuh.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PEMBUATAN NATA DARI ANEKA BUAH-BUAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PEMBUATAN NATA DARI ANEKA BUAH-BUAHAN

Bibit Acetobacter xilynum berasal dari kultur murni yang sudah ada dapat dikembangbiakan dengan menggunakan media air kelapa atau substrat nanas. Bibit Acetobacter xilynum yang dikembangkan dipilih dari bibit yang memiliki kualitas baik tidak terkontaminasi mikroorganisme lain, umur 4-10 hari.

9 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN MEDIA DAN ST

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN MEDIA DAN ST

Nutrient Agar (NA) merupakan suatu medium yang berbentuk padat, yang merupakan perpaduan antara bahan alamiah dan senyawa-senyawa kimia. NA dibuat dari campuran ekstrak daging dan peptone dengan menggunakan agar sebagai pemadat. Dalam hal ini agar digunakan sebagai pemadat, karena sifatnya yang mudah membeku dan mengandung karbohidrat yang berupa galaktam sehingga tidak mudah diuraikan oleh mikroorganisme. Dalam hal ini ekstrak beef dan pepton digunakan sebagai bahan dasar karena merupakan sumber protein, nitrogen, vitamin serta karbohidrat yang sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang. Medium Nutrient Agar (NA) merupakan medium yang berwarna coklat muda yang memiliki konsistensi yang padat dimana medium ini berasal dari sintetik dan memiliki kegunaan sebagai medium untuk menumbuhkan bakteri.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM DAN MIKROBIOLOGI air

LAPORAN PRAKTIKUM DAN MIKROBIOLOGI air

Uji penguat (confirmed test) yaitu uji lanjutan dari tahap uji duga dengan membuat piaraan agar piaraan laktoa cair pada media agar selektif dan diferensial yaitu Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). uji lengkap (completed test) yaitu uji yang dilakukan untuk pembuatan piaraan cair dalam media laktosa dari koloni tipikal pada media EMBA dengan tujuan mendeteksi mikroorganisme yang di duga E.coli untuk memfermentasi laktosa juga diamati morfologinya.

9 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Mikrobiologi-Media Biakan

Laporan Praktikum Mikrobiologi-Media Biakan

NA (Nutrient Agar) digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri. Pembuatan medium percobaan ini dengan menggunakan NA (Nutrient Agar) instant yang tersedia, dimana dalam pembuatannya terlebih dahulu dengan cara menimbang bahan yang akan digunakan dengan neraca analitik sesuai dengan jumlah yang telah ditetapkan, untuk NA instant ini banyaknya bahan yaitu 28 gram per 1000 mL aquadest, lalu aquadest dan NA diaduk dengan menggunakan batang pengaduk, lalu larutan dipanaskan diatas kompor hingga mendidih sambil terus diaduk, jika ada pengadukan dan pemanasan ini dilakukan dengan menggunakan stirrer (hot plate) agar lebih mudah dan simple, tapi kami tidak menggunakan alat ini. Setelah larutan dipanaskan larutan terlihat berwarna kuning jernih seperti air teh. Kemudian larutan tersebut dimasukkan kedalam labu erlenmeyer dan tunggu hingga agak dingin. Pada literatur seharusnya setelah larutan dimasukkan kedalam labu erlenmeyer dilakukan sterilisasi dengan menggunakan autoklaf untuk menghindari kontaminasi kedalam larutan agar media yang telah dibuat. Namun, pada praktikum ini tidak dilakukan sterilisasi karena waktu yang tidak mencukupi. Larutan agar media yang telah dipanaskan dimasukkan kedalam cawan petri yang digunakan untuk media pembiakan atau inokulasi bakteri, kemudian cawan yang berisi larutan ini dibungkus dengan kertas buram dengan rapi. Pembuatan NA berdasarkan konsentrasinya termasuk kedalam medium padat dan menurut kegunaanya termasuk medium umum.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN MEDIA DAN ST

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN MEDIA DAN ST

Sekarang ini, dengan berkembangannya ilmu pengetahuan, maka semakin tinggi pula rasa ingin tahu seseorang terhadap apa yang terdapat di alam sampai pada mikroorganisme yang tidak dapat di lihat dengan mata telanjang. Dari hal inilah muncul ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang mikroorganisme tersebut yang disebut dengan mikrobiologi. Dalam bidang penelitian mikroorganisme ini, tentunya menggunakan teknik atau cara-cara khusus untuk mempelajarinya serta untuk bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme ini baik sifat dan karakteristiknya, dan diperlukan pula pengenalan akan alat-alat laboratorium mikrobiologi serta teknik atau cara penggunaan alat-alat yang berhubungan dengan penelitian tersebut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Mikrobiologi Dasar Iso

Laporan Praktikum Mikrobiologi Dasar Iso

Mikrobiologi ialah telaah mengenai organisme hidup yang berukuran mikroskopis. Dunia mikroorganisme terdiri dari lima kelompok organisme : bakteri, protozoa, virus, serta algae dan cendawan mikroskopis. Dalam bidang mikrobiologi kita mempelajari banyak segi mengenai jasad-jasad renik ini (juga dinamakan microbe atau protista): dimana adanya, cirri-cirinya, kekerabatan antara sesamanya seperti juga dengan kelompok organisme lainnya, pengendaliannya, dan peranannya dalam kesehatan serta kesejahteraan kita. Mikroorganisme sangat erat kaitannya dengan kehidupan, beberapa diantaranya bermanfaat dan yang lain merugikan. Banyak diantaranya menjadi penghuni dalam tubuh manusia. Beberapa mikroorganisme menyebabkan penyakit dan yang lain terlibat dalam kegiatan manusia sehari-hari seperti misalnya pembuatan anggur, keju, yogurt, produksi penisilin, serta proses-proses perlakuan yang berkaitan dengan pembuangan limbah (Pelczar, 1986).
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Mikrobiologi dasar Pertanian

Laporan Praktikum Mikrobiologi dasar Pertanian

Hal yang paling penting dalam melakukan praktikum ini adalah menjaga kesterilan alat dan bahan serta media agar yang telah dibuat. Hal ini bertujuan agar media tersebut tidak terkontaminasi dengan faktor luar yang dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan dan pertumbuhan mikroorganisme yang berada di dalam tanah. Faktor-faktor luar itu meliputi faktor dari abiotik (temperatur, kelembaban, nilai perubahan osmotik, cahaya matahari, dan penghancuran secara mekanik), faktor-faktor kimia (antiseptik dan desinfektan di sekitar area praktikum) dan faktor biotik (kerja sama antar mikroorganisme). Salah satu upaya untuk menjaga kesterilan objek praktikum, kita harus melakukan penuangan media agar ke cawan petri di dekat lampu bunsen yang menyala. Maksud daripada pelakuan ini adalah agar kesterilan objek terjaga oleh panas dari bunsen yang menyala karena aktivitas mikroorganisme selalu dipengaruhi oleh lingkungan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR STERILISASI

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DASAR STERILISASI

Sterilisasi dalam mikrobiologi ialah suatu proses untuk mematikan semua organisme yang terdapat pada atau di dalam suatu benda atau daerah. Ketika untuk pertama kalinya melakukan pemindahan biakan bakteri secara aseptic, sesungguhnya hal itu telah lama menggunakan salah satu cara sterilisasi, yaitu pembakaran. Namun, kebanyakan peralatan dan media yang umum dipakai di dalam pekerjaan mikrobiologi akan menjadi rusak bila dibakar. Untungnya tersedia berbagai metode lain yang efektif. (Anonym, 2012).

12 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Mikrobiologi Dasar Pro

Laporan Praktikum Mikrobiologi Dasar Pro

Pada praktikum fermentasi ini yang dilakukan pertama adalah pembuatan nata. Dikupas buah pepaya, kemudian diblender sampel buah pepaya yang telah dipisahkan dari kulitnya tersebut. Dibuat sari buah pepaya dengan cara memeras buah pepaya untuk mengambil sarinya sebanyak 600 mL, dimasukkan ke dalam gelas kimia, dipanaskan hingga mendidih. Ditambahkan asam asetat, K 2 HPO 4 , MgSO 4 , gula pasir

25 Baca lebih lajut

Laporan Mikrobiologi Biakan Murni

Laporan Mikrobiologi Biakan Murni

Pada percobaan kali ini dilakukan pembuatan biakan murni dengan metode cawan gores dengan jenis goresannya goresan T. Langkah pertama adalah siapkan media NA yang sudah steril dan mikroba yang akan digunakan untuk pembuatan biakan murni. Lalu siapkan juga kawat ose yang disterilisasi dengan cara memanaskannya dilampu bunsen hingga memerah, pemanasan ini merupakan proses sterilisasi untuk kawat ose. Lalu didinginkan sebentar karena jika masih panas mikroba yang akan dibuat biakan murninya pasti tidak akan bisa hidup atau mati sehingga tidak didapatkan biakan murni. Cawan petri yang berisi mikroba yang akan dibuat biakan murninya dipanaskan dekat lampu bunsen terutama bagian pinggirnya, lalu diambil satu ose dengan cara mengenakan ujung kawat ose tadi pada media yang berisi mikroba tadi. Kemudian digores menggunakan goresan T dicawan petri yang berisi media NA yang digunakan sebagai tempat biakan murni. Sebelumnya cawan petri tempat biakan murni ini dipanaskan terlebih dahulu didekat lampu bunsen pada bagian pinggirnya. Penggoresannya dilakukan sebanyak 3 kali, penggoresan pertama ( first streak ) digores rapat, penggoresan kedua ( second streak ) digores agak jarang, dan penggoresan ketiga (third streak ) digores jarang. Semua goresan ini harus terhubung satu sama lain dari goresan pertama hingga ketiga. Selama proses ini berlangsung kita harus melakukannya dibelakang bunsen, hal ini bertujuan agar tidak ada mikroba atau zat pengganggu yang ikut masuk kedalam biakan murni sehingga terbentuknya kontaminan. Selain itu pada saat penggoresan jangan sampai media NA menjadi rusak karena akan mengakibatkan mikroba tidak dapat tumbuh. Pada metode ini, goresan disisi pertama diharapkan koloni tumbuh padat dan berhimpit, sedangkan pada goresan sisi kedua, koloni mulai tampak   jarang dan begitu pula selanjutnya, sehingga didapatkan koloni yang tampak tumbuh
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum mikrobiologi Tentang I

Laporan Praktikum mikrobiologi Tentang I

Prinsip dasar dari pewarnaan ini adalah adanya ikatan ion antara komponen selular dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarna yang disebut kromogen. Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen seluler maupun pada pewarna. Pewarna asam ini disebut pewrna negatif. Contoh pewarna asam misalnya : tinta cina, larutan Nigrosin, asam pikrat, eosin dan lain- lain.

23 Baca lebih lajut

laporan mikrobiologi modul 3

laporan mikrobiologi modul 3

Pengambilan bakteri sangat berpengaruh dalam jumlah bakteri. Jika pengambilannya terkontaminasi maka pertumbuhannya akan menurun atau tidak mengalami pertumbuhan (bakteri mati). Setelah diambil harus direasus, hal tersebut dilakukan untuk menghomogenkan. Kemudian, penanaman bakteri ini dilakukan dengan memindahkan media dari tabung reaksi hasil pengenceran ke dalam cawan petri melalui metode spread. Metode spread dilakukan dengan mengencerkan eksperimen dalam medium agar yang telah dicairkan dan didinginkan yang kemudian di cawankan. Karena konsentrasi sel - sel mikroba di dalam eksperimen pada umumnya tidak diketahui sebelumnya, maka pengenceran perlu dilakukan beberapa tahap sehingga sekurang- kurangnyya satu di antara cawan – cawan tersebut mengandung koloni- koloni terpisah baik di atas permukaan maupun di dalam agar. Metode ini memboroskan waktu dan bahan namun tidak memerlukan keterampilan yang terlalu tinggi. Untuk inokulasi dengan metode terlebih dahulu harus disiapkan bakteri dengan berbagai seri pengenceran dari 10 -0
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

LAPORAN MIKROBIOLOGI BPOM(YANG BENAR)

LAPORAN MIKROBIOLOGI BPOM(YANG BENAR)

Mikrobiologi pertama kali dikembangkan oleh Anthony van Leeuwenhoek pada tahun 1633- 1723. Dengan mikroskop sederhana yang diciptakan maka ditemukan mikroorganisme. Mikroskop yang dibuatnya dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek, tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang perbesarannya antara 50-300 kali. Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktur mikroskopis biji, jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil, tetapi penemuan yang terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut “animalculus” atau hewan kecil. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahui sebagai protozoa, algae, khamir, dan bakteri (Melati&Apriliani, 2014).
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Mikrobiologi   Laporan Pengamatan Gerak

Mikrobiologi Laporan Pengamatan Gerak

a. Sel bakteri lebih leluasa dalam bergerak, karena dalam media aquadest steril yang menggantung memberikan ruangan yang lebih luas untuk pergerakan bakteri, sedangkan apabila tidak menggantung akan membuat bakteri terhimpit sehingga tidak dapat bebas bergerak.

8 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PANGAN DAN

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PANGAN DAN

Hasil dari percobaan yang dilakukan dari biakan cair Staphyllococcus aereus pada diameter zona jernih terjadi kontaminasi dengan diameter paper disk 0.535 tidak menghasilkan zona hambat [r]

21 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM DAN MIKROBIOLOGI INDUSTRI

LAPORAN PRAKTIKUM DAN MIKROBIOLOGI INDUSTRI

Mutu mikrobiologis dari suatu bahan makanan dapat ditentukan oleh jumlah dan jenis mikroorganisme yang terdapat dalam bahan pangan. Mutu mikrobiologis ini akan menentukan ketahanan simpan dari produksi tersebut ditinjau dari kerusakan oleh mikroorganisme, dan keamanan produk dari mikroorganisme ditentukan oleh jumlah spesies patogenik yang terdapat serta proses pengawetan apa yang akan diterapkan pada bahan pangan tersebut. Jadi kemampuan untuk mengukur secara tepat jumlah mikroorganisme yang umum terdapat dalam bahan pangan dan jumlah mikroorganisme spesifik yang berada dalam produk pangan merupakan dasar yang penting bagi mikrobiologi pangan (Buckle dkk, 1985).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum mikrobiologi Tentang I

Laporan Praktikum mikrobiologi Tentang I

Pembersihan alat gelas dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan praktek, sesuai dengan keadaan, apakah sudah bersih atau belum.Alat-alat gelas yang digunakan harus selalu dikembalikan dalam keadaan bersih.Untuk memudahkan pembersihan, alat gelas sebaiknya dikelompokkan menurut jenis dan ukurannya. Sebelum dibersihkan,alat gelas juga harus dibersihkan dulu dari segala bentuk kotoran, seperti : medium kultur (media biakan), selotip, marker, dan lain-lain. Marker permanen dapat dihilangkan dengan menyapukan kapas yang telah dibasahi aseton pada bagian yang dibersihkan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...