Top PDF Makalah Sejarah Turunnya Al-qur'An

Makalah Sejarah Turunnya Al-qur'An

Makalah Sejarah Turunnya Al-qur'An

periksalah Al Quran dan himpunlah”. Jawab Zaid: Demi Allah, seandainya mereka menugasiku untuk memindahkan salah satu gunung, sungguh itu tidaklah lebih berat bagiku ketimbang apa yang ia perintahkan kepadaku yaitu menghimpun Al-Quran lalu Zaid berkata: kenapa kalian melakukan sesuatu yang yang tidak pernah diperbuat Rasulullah SAW,.? Jawab Abu Bakar: demmi Allah ini sesuatu perbuatan baik. Setelah berulang kali Abu Bakar meyakinkanku, kata Zaid, barulah Allah melapangkan hatiku sebagaimana Allah SWT, melapangkan hati Abu Bakar dan Umar. Lalu aku memeriksa dan mengumpulkan meyusuri ayat-ayat Al-quran dan kuhimpun dari catatan-catatan pada pelepah kurma, batu-batu dan didalam dada penghafal Al-quran. Berdasarkan itu akhirnya Zaid temukan ayat Al-quran akhir surat at-taubah yang hanya aku dapati pada Abu Khuzaimah Al-Anshari. Dan tidak kudapati dari sahabat- sahabatyang lain adapun ayat yang dimaksud yaitu (laqad ja‟akum rasulu anfusakum.”
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

TEMATISASI STUDI AL-QUR AN

TEMATISASI STUDI AL-QUR AN

Tema besar kedua adalah tentang Teks Al-Qur’an yang merupakan suatu mekanisme. Selayaknya mekanik, Teks Al-Qur’an memiliki keterkaitan, hubungan, kesinambungan, alur dan urutan yang sistematis-mekanis. Sistematis karena runut dan teratur sebagaimana urutan baca yang berbeda dengan urutan turunnya. Sebagai sebuah sistem yang menakjubkan sehingga tidak mungkin dibuat oleh kompetensi manusia biasa (basyariyah). Keajaiban sistemnnya akan dijabarkan pada tema besar ketiga, yaitu sistem I’jaz, khususnya pada kemukjizatan teks. Sifat mekanis terlihat dari gejala keterhubungan antara satu ayat dengan ayat yang lain, beberapa ayat dengan yang lain, ayat dengan surat, dan atau surat dengan surat yang lain. Teori mekanisme melihat keterhubungan sistematis antara institusi dengan kerja-kerja unit (individual) dan dapat menghasilkan hasil yang diharapkan. 15
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Makalah AL QUR AN SEBAGAI SUMBER ILMU PE

Makalah AL QUR AN SEBAGAI SUMBER ILMU PE

Demikianlah bahasa Al-Quran itu telah mempertahankan eksisitensinya selama 14 abad, dan tetap bertahan selama masih ada orang yang menganut agama islam. Ia adalah “bahasa mati yang hidup”. Mati, karena ia merupakan logat disuatu daerah di Jazirah arab dahulu, yang struktur bahasanya tak mungkin berubah lagi. Tetapi ia juga hidup, karena ia dipelajari bukan untuk filologi ( study sejarah kebudayaan ). Tapi untuk mendapatkan dasar-dasar kehidupan dewasa ini.

10 Baca lebih lajut

KURIKULUM PEMBELAJARAN AL QUR AN DAN AL

KURIKULUM PEMBELAJARAN AL QUR AN DAN AL

Metode yang digunakan untuk mempelajari hadist terdapat banyk akan tetapi salah satunya yaitu metode membaca hadits yang ada, metode memberi izin kepada seorang peserta didik untuk meriwayatkan hadist tanpa membaca hadistnya. Dalam pembelajaran hadist pasti terdapat periwayat yang secara berurutan mendengar dari satu ke yang lainnya sehingga seseorang mengetahuinya, dari sejarah-sejarah yang pernah didengarnya sampai hadist itu melekat di telinga seseorang dan kemudian menjadi suatu kebiasaan bagi mereka menggunakan hadist tersebut. Terdapatnya hadist harus kita percayai dengan kebenarannya karena itu merupakan suatu pedoman kedua setelah Al Quran. Dan jika tidak mempercayainya maka mereka akan merasakan balasan yang tidak terduga- duga yaitu kepedihan. Karena Al Hadis sangatlah penting dan sangat benar-benar Allah SWT memberikannya kepada Nabi Muhammad untuk seluruh umatnya.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Al Qur an dalam Suatu Konteks

Al Qur an dalam Suatu Konteks

Pembacaan terhadap konteks turunnya al-Qur’an sangat penting dalam memahami wahyu Tuhan tersebut. Hal ini dapat mengantarkan pada pembacaan historis secara utuh atas turunnya ayat. Dalam kajian ulûm al-Qur’ân, kajian ini didapat pada pembahasan mengenai asbâb al-nuzûl. Al-Wâhidî membagi proses turunnya ayat al-Qur’an terbagi menjadi dua. Pertama, ayat yang turun tiba-tiba tanpa ada sebab. Tetapi ayat tersebut tetaplah mengandung hikmah. Biasanya berkaitan dengan ayat-ayat akidah. Kedua, ayat yang turun karena adanya suatu peristiwa yang menyebabkannya. Sehingga ayat tersebut menjadi jawaban atas peristiwa tersebut. Pada bagian yang kedua, turunnya al-Qur’an dengan adanya sebab terbagi menjadi dua. 1). adanya peristiwa dikalangan umat muslim sehingga
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Contoh Makalah Tafsir Hadits Al Qur an Sebagai Sumber Hukum Islam

Contoh Makalah Tafsir Hadits Al Qur an Sebagai Sumber Hukum Islam

Selanjutnya dalil yang tidak disepakati (mukhtalaf), menurut Wahbah Zuhaili dibagi menjadi tujuh, yaitu istihsan, maslahah mursalah (istislah), istishab, urf, mazhab sahabi, syar’u man qoblana, dan saddu al-zariah[3]. Tetapi, menurut Abdul Wahab Khallaf hanya ada enam, dengan menghilangkan saddu al- zariah, maka menurutnya keseluruhan adillah syar’iyyah berjumlah 10 macam[4].

24 Baca lebih lajut

PENERJEMAHAN AL-QUR AN: PROSES PENERJEMAHAN AL-QUR AN DI INDONESIA

PENERJEMAHAN AL-QUR AN: PROSES PENERJEMAHAN AL-QUR AN DI INDONESIA

Sejarah Islam telah mencatat, bahwa agama Islam pada akhirnya dapat menyebar ke berbagai penjuru dunia. Tetapi, ketika Islam menyebar ke berbagai wilayah di mana di wilayah tersebut memiliki bahasa masing- masing, bahkan bukan hanya bahasa resmi Negara, wilayah itu juga terkadang memiliki bahasa daerah yang begitu banyak, sedangkan bahasa Arab bukanlah bahasa ibu bagi mereka. Oleh sebab itu, kebutuhan akan penerjemahan al-Qur’an memang dirasakan teramat penting sebagai bentuk upaya agar umat Muslim di manapun mereka berada dapat memahami dan mengamalkan ajaran al-Qur’an, serta untuk menunjang proses pengetahuan umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Tafsir Al-Qur an dengan Al-Sunnah

Tafsir Al-Qur an dengan Al-Sunnah

yang dibedakan menjadi, pertama, menggunakan sunnah atau hadis yang isi nashnya secara langsung menafsirkan al-Qur’an, atau kedua, menggunakan sunnah atau hadis yang berguna untuk mendukung penafsiran meskipun isi nash tidak mempunyai hubungan langsung dengan lafaz atau ayat yang sedang ditafsirkan.Selain itu, sunnah atau hadis dapat dilihat dari fungsinya yaitu untuk menjelaskan lafaz atau ayat, menjelaskan topik seperti fiqih, tasawuf, sejarah dsb., menjelaskan etimologi, menakwil, dukungan asbābal-nuzul, dan kegunaan-kegunaan lain yang mungkin saja akan diketemukan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahu-an. Sedang dalam kajian fikih, kedudukan sunnah terhadap al-Qur’andipandang memiliki fungsi penting sebagai bayānal-taqrīr, bayānal-tafsīryang mencakup tafs}ilal- mujmāl, takhs}is}al-‘ām, taqyidal-mut}laq, juga bāyan al-tashrī’, bāyan al- nasakh dan mendefinisikan yang mubham.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

SISTEMATIKA AL-QUR`AN (Mengungkap Rahasia Susunan Surat dalam Al-Qur`an)

SISTEMATIKA AL-QUR`AN (Mengungkap Rahasia Susunan Surat dalam Al-Qur`an)

Asumsi akan adanya kesalahan karena intervensi para sahabat ini dilontarkan semisal ‘Âbid al -Jâbirî, Luis Jardeh dan Papa Qanawati (kedua nama terakhir ini merupakan tokoh orientalis) 7 . Bahkan Yûsuf Râsyid, dalam papernya- dipublikasikan dalam Majalah al-Azhar di Kairo pada bulan Ramadân tahun 1370 H/1950 M, edisi ke-22- yang bertajuk ” Rattibû al-Qur`ân al-Karîm Kamâ Anzalahu Allâh” , menghimbau kepada umat Islam, khususnya kepada para ulama agar melakukan penataan ulang terhadap susunan surat-surat al-Qur`ân dengan berpedoman kepada kronologi urutan turunnya, yang dimulai dari surat al- ’Alaq, al - Qalam, al-Muzammil, al-Mudatstsir, al-Fâtihah, dan seterusnya sampai pada surat yang paling terakhir turun yaitu surat al-Nasr. Ia berasumsi bahwa tata letak susunan surat-surat dalam mushaf Utsmâni merupkan susunan yang bersifat kacau dan dapat mengacaukan pikiran serta menghilangkan signifikansi proses penurunan al-Qur`ân. Hal ini karena tata letak seperti itu dipandang tidak sinkron dengan prinsip tasyri’ yang graduatif, serta merusak tatanan kesistematisan dan kebersinambungan pemikiran yang disebabkan adanya benturan antara konsep dan pokok yang dikemukakan oleh surat Makkiyah dan surat Madaniyah yang diletakkan secara tidak beraturan. Selanjutnya Yûsuf Râsyid mengibaratkan hal ini dengan keadaan seorang yang sedang mempelajari Ilmu Nahw, yang kemudian dipaksa untuk beralih ke materi tentang huruf-huruf abjad, lalu beralih lagi ke materi Balâghah, dan demikian seterusnya terjadi peralihan yang secara spontan dari materi ke materi yang lainnya. 8
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

KAJIAN KISAH-KISAH DALAM AL-QUR AN (tinjauan historis dalam memahami al-qur an)

KAJIAN KISAH-KISAH DALAM AL-QUR AN (tinjauan historis dalam memahami al-qur an)

Kisah merupakan suatu metode pembelajaran yang ternyata memiliki daya tarik tersendiri yang dapat menyentuh perasaan dan kejiwaan serta daya pikir seseorang. Kisah memiliki fungsi edukatif yang sangat berharga dalam suatu proses penanaman nilai-nilai dan ajaran Islam. al-Qur’an tidak hanya membahas persoalan-persoalan tauhid yang kaitannya dengan persoalan ubudiyah manusia semata, melainkan juga berkitan dengan persoalan-persoalan sejarah yang terjadi pada umat-umat terdahulu agar manusia berikutnya dapat mengambil „ibrah atau plajaran demi memperbaiki kehidupan yang akan datang. Secara terminologi, kata kisah berasal dari bahasa arab, yaitu qassa>s. Kata
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Nilai-nilai Pendidikan Dalam Sejarah Penurunan Al-qur`an Secara Bertahap

Nilai-nilai Pendidikan Dalam Sejarah Penurunan Al-qur`an Secara Bertahap

Pengertian wahyu dalam beberapa arti bahasa yang lain meliputi : (a) Ilham sebagai bawaan dasar manusia, seperti wahyu terhadap ibu Nabi Musa: ” Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, ” Susuilah dia..” (QS. Al-Qasas: 28: 7) (b) Ilham yang berupa naluri pada binatang, seperti wahyu kepada lebah: ” Dan Tuhanmu telah mewahyukan kepada lebah: ‟ Buatlah sarang dibukit-bukit, dipohon-pohon kayu, dan dirumah-rumah yang didirikan manusia”. (an-Nahl, 16: 68) (c) Isyarat yang cepat melalui rumus dan kode, seperti isyarat Zakariya yang diceritakan Quran : ” Maka keluarlah dia dari mihrab, lalu memberi isyarat kepada mereka: ‟Hendaklah kamu bertasbih diwaktu pagi dan petang”. (Maryam. 19: 11) (d) Bisikan dan tipu daya setan untuk menjadikan yang buruk kelihatan indah dalam diri manusia. ” Sesungguhnya syaitan-syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu”. (QS. Al-an`am, 6: 121) (e) Sesuatu yang disampaikan Allah kepada para malaikat-Nya berupa suatu perintah untuk dikerjakan. ” Ingatlah ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: ‟Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang orang yang beriman”. (QS. Al-Anfal, 8: 12) (Manna Khalil al-Qattan, 1996:37).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDEKATAN SEJARAH DALAM MEMAHAMI KODIFIKASI DAN KEASLIAN KITAB SUCI AL QUR AN

PENDEKATAN SEJARAH DALAM MEMAHAMI KODIFIKASI DAN KEASLIAN KITAB SUCI AL QUR AN

Yazid ibn Mu‘awiyah sedang berada dalam masjid pada zaman al-Walid ibn ‘Uqbah, duduk dalam sebuah kelompok yang di situ juga ada Hudzaifah. Seorang pejabat berseru: “Mereka yang mengikuti bacaan (al-Qur’an) versi Abu Musa hendaknya berkumpul di sudut dekat pintu Kindah! Dan mereka yang mengikuti bacaan versi Abdullah, hendaknya berkumpul dekat rumah Abdullah!” Bacaan mereka terhadap ayat 196 surat al-Baqarah tidak sama... Hudzaifah menjadi sangat marah, matanya merah, dia pun bangkit, menyingsingkan gamisnya sampai pinggang, meskipun ia sedang berada dalam masjid. Ini terjadi pada zaman Utsman. Hudzaifah berteriak: “Apakah ada orang yang mau pergi menemui Amir al-Mu’minin, atau aku sendiri yang akan pergi?! Inilah yang telah terjadi pada peristiwa sebelumnya!” Dia kemudian mendatangi (kelompok-kelompok tersebut) dan duduk, lalu berkata, “Allah telah mengutus Muhammad yang bersama para pendukungnya berperang melawan mereka yang menentangnya sampai akhirnya Allah memberi kemenangan kepada agama-Nya. Allah memanggil Muhammad dan Islam berkembang. Untuk menggantinya, Allah memilih Abu Bakr yang memerintah selama Allah mengehendaki. Kemudian Allah memanggilnya dan Islam berkembang cepat. Allah menunjuk Umar yang berdiri di tengah Islam. Kemudian Allah memanggilnya. Islam berkembang sangat pesat. Selanjutnya Allah memilih Utsman. Demi Allah! Islam berada dalam puncak perkembangannya sehingga kamu sekalian segera akan mengalahkan semua agama yang lain!” 6
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Makalah Sejarah Turunnya quran

Makalah Sejarah Turunnya quran

Kemudian Rasulullah SAW berpulang ke rahmatullah setelah sembilan hari dari turunnya ayat tersebut. Dengan demikian masanya sangat relatip singkat, yang tidak memungkinkan untuk menyusun atau membukukannya sebelum sempurna turunnya wahyu. Kelima: Tidak ada motifasi yang mendorong untuk mengumpulkan Al-Qur’an menjadi satu mushhaf sebagaimana yang timbul pada masa Abu Bakar. Orang-orang Islam ada dalam keadaan baik, ahli baca qur’an begitu banyak, fitnah-fitnah dapat diatasi. Berbeda pada masa Abu Bakar dimana gejala-gejala telah ada; banyaknya yang gugur, sehingga khawatir kalau Al-Qur’an akan lenyap.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

MAKALAH AGAMA DAN ETIKA ISLAM AL QUR AN

MAKALAH AGAMA DAN ETIKA ISLAM AL QUR AN

Contoh yang bisa kita ambil adalah tentang proses pembentukan manusia. Dari situ manusia dapat meneliti lebih lanjut ilmu Allah yang lebih dalam dari itu. Akhirnya manusia dapat mengetahui kapan sebenarnya bayi di kandung. Dari mana bayi mendapatkan makanan ketika dalam kandungan. Hingga saat ada sesuatu yang sebenarnya tidak harus terjadi seperti pertumbuhan bayi dalam kandungan tidak meningkat ataupun usia kandungan yang masih terlalu dini untuk melahirkan. Itu semua dapat di antisipasi oleh manusia karena telah mempelajari itu dan mencari tahu bagaimana mengatasinya. Tapi pada intinya, ilmu yang kini dimiliki manusia untuk mengobati itu adalah ilmu yang diberikan oleh Allah salah satunya melalui Al-Quran.
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Al-Quran dalam Sejarah (Diskursus Seputar Sejarah Penafsiran al-qur an)

Al-Quran dalam Sejarah (Diskursus Seputar Sejarah Penafsiran al-qur an)

Tafsir di era Nabi dan sahabat dan permulaan masa tabi’in sering dika- tagorikan sebagai tafsir periode pertama atau era qabla tadwin, yakni sebelum dikodifikasikannya kitab-kitab Hadis dan tafsir secara mandiri. Sedangkan taf- sir periode kedua bermula dari masa kodifikasi Hadis secara resmi, yakni pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz (99-101 H.) dimana ketika itu tafsir masih digabung dengan Hadis atau dihimpun dalam satu bab seperti bab-bab hadis. Tafsir periode ketiga terjadi pada era pasca tabi’in atau lebih tepatnya ge- nerasi tabi’ al-tabi’in. Di antara para tokohnya adalah Yazid al-Sulami (w. 117 H.), Sufyan ibn ‘Uyainah (w. 198 H.) dan Shu’bah ibn ‘Ubadah (w. 205 H.). Na- mun sayangnya, karya tafsir mereka tidak sampai ke tangan kita kecuali sekedar nukilan-nukilan. Barangkali hanya kitab Ma’ani al-Qur’an karya al-Farra (w. 207. H.) yang sampai kepada tangan kita. Pada masa inilah pembukuan tafsir dila-
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Proses Turunnya Hujan dalam al-Qur´an (Suatu Analisis Tafsir Tahlili terhadap QS. al-Rum/30: 48)

Proses Turunnya Hujan dalam al-Qur´an (Suatu Analisis Tafsir Tahlili terhadap QS. al-Rum/30: 48)

Adapun dipahami dari perkataan Abi Muh}ammad ´Abd al-H{aq ibn ´At}iyyah al- Andalusi> dalam kitab tafsirnya, menjelaskan bahwa semua penjelasan yang ada dalam ayat tersebut merupakan bagian dari kekuasaan-Nya yang sempurna dan kerajaan-Nya yang besar, bahwa Allah mengutus angin sebagai pembawa kabar gembira yaitu datangnya awan dan setelahnya. Angin itu bermacam-macam dalam sifat pengerahannya. Di antaranya ada angin yang dapat menghamburkan awan, ada pula yang dapat membawanya, ada yang dapat menggiringnya, ada pula yang berada di hadapan awan untuk memberi kabar gembira, ada pula yang menyapu awan dan adapula yang menghalau awan agar terjadi hujan. Untuk itu Allah berfirman dengan makna “Dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih”, yaitu sebagai alat untuk bersuci dan yang sejalan dengan itu. Inilah pendapat yang lebih s}ah}i>h} dalam masalah ini. 54
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

BAB VIII LATAR BELAKANG TURUNNYA AL-QUR AN, SABAB AL-NUZUL

BAB VIII LATAR BELAKANG TURUNNYA AL-QUR AN, SABAB AL-NUZUL

Contoh riwayat asbab al-nuzul yang menggunakan redaksi muhtamilah adalah laporan/riwayat dari Ibnu Zubair bahwa ayahnya, Zubair, bertengkar dengan seorang Anshar yang pernah ikut perang Badar mengenai pengairan tanah pertanian mereka. Tanah Zubair di atas tanah orang itu, lalu Nabi meminta Zubair mngairi tanahnya dulu, setelah itu tanah orang tersebut, orang itu marah dan berkata,

14 Baca lebih lajut

Sejarah Mushaf Al Qur an Standar Braille

Sejarah Mushaf Al Qur an Standar Braille

Namun demikian hal-hal yang berkenaan dengan penulisan Al- Qur’an Braille ini dalam kenyataannya masih mengundang diskusi yang cukup panjang. Diskusi tersebut berlangsung di kalangan lembaga-lembaga yang mengembangkan Al-Qur’an Braille untuk penerbitan dan penyebarannya bagi pemenuhan kebutuhan kalangan tunanetra. Lembaga-lembaga tersebut didirikan antara lain oleh para pelaku sejarah yang ikut melahirkan dan menyepakati ditetapkannya Mushaf Standar Al-Qur’an Braille. Menurut hemat penulis, persoalan yang kemudian muncul, antara lain adalah belum rincinya cara penulisan dan masih ditemukannya perbedaan dalam penulisan yang bersumber dari Al-Qur’an Braille yang notabene telah disepakati bersama. Hal ini merupakan babakan baru yang menyatu dengan proses sejarah sebelumnya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Metode Komunikasi dalam Al-Qur`An

Metode Komunikasi dalam Al-Qur`An

Pada kesempatan ini juga penulis ingin mengucapkan ribuan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Dr. Samsul Bahri, M. Ag sekalu pembimbing pertama dan Ibu Nuraini, S. Ag, M.Ag selaku pembimbing kedua, yang telah membantu dan memberi bimbingan dengan kesabaran dan keikhlasan dan selalu meluangkan waktunya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini. Ucapan terima kasih kepada Bapak Muhajirul Fadhli, MA selaku Sekretaris Sidang, Bapak Dr. Nur Khalis, M. Ag selaku Penguji I dan Ibu Musdawati, MA selaku Penguji II. Terima kasih juga ingin penulis sampaikan kepada bapak Dr. Abd. Wahid, M. Ag, selaku penasehat akademik yang telah memberingan bimbingan dan nasehat dari semester pertama sampai dengan akhir. Ucapan Terima kasih kepada Bapak Rektor dan Wakil Rektor, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Bapak Dr. Lukman Hakim, M.Ag.Terima kasih juga kepada Ketua Prodi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir Bapak Dr. Muslim Juned, MA, kepada Sekretaris Prodi Ilmu Al-Qur`an Ibu Zulihafnani, MA beserta dengan semua dosen dan asisten dosen Fakultas Ushuluddin dan Filsafat yang telah memberikan ilmu pengetahuan selama penulis menjadi mahasiswa UIN Ar- Raniry
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN. dianjurkan, hal ini didasari dari dalil Al qur,an. Diantara ayat Al qur an yang

BAB I PENDAHULUAN. dianjurkan, hal ini didasari dari dalil Al qur,an. Diantara ayat Al qur an yang

Penelitian pada Jakarta Islamic Index (JII) di Bursa efek Indonesia Menggunakan Uji t dan Uji f untuk mengetahui pengaruh rasio keuangan(rasi o leverage, rasio pasar, aset [r]

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...