Top PDF Perilaku Masyarakat pada Pengobatan Tradisional Sangkal Putung H. Atmo Saidi di Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar (Studi Kasus pada Masyarakat Pemakai dan Bukan Pemakai Pengobatan Tradisional Sangkal Putung)

Perilaku Masyarakat pada Pengobatan Tradisional Sangkal Putung H. Atmo Saidi di Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar (Studi Kasus pada Masyarakat Pemakai dan Bukan Pemakai Pengobatan Tradisional Sangkal Putung)

Perilaku Masyarakat pada Pengobatan Tradisional Sangkal Putung H. Atmo Saidi di Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar (Studi Kasus pada Masyarakat Pemakai dan Bukan Pemakai Pengobatan Tradisional Sangkal Putung)

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena bertujuan mendeskripsikan atau memperoleh informasi atau data mengenai keadaan saat ini atau fenomena yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara mendalam. Pendekatan yang digunakan yaitu studi kasus tunggal. Sutopo menyatakan bahwa studi penelitian disebut sebagai studi kasus tunggal bilamana penelitian tersebut terarah pada satu karakteristik. Artinya penelitian hanya dilakukan pada satu sasaran (lokasi, atau satu objek) (2002:112-113). Pada penelitian ini memilih pendekatan studi kasus tunggal karena aspek yang akan diteliti berupa kasus tunggal dimana hanya memiliki satu karakteristik yaitu pada individu atau masyarakat yang menggunakan dan tidak menggunakan pengobatan tradisional sangkal putng H. Atmo Saidi. Sumber data meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dan observasi atau pengamatan. Sedangkan sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono,
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERILAKU MASYARAKAT PADA PENGOBATAN TRADISIONAL SANGKAL PUTUNG H. ATMO SAIDI DI DESA SROYO KECAMATAN JATEN KABUPATEN KARANGANYAR (Studi Kasus pada Masyarakat Pemakai dan Bukan Pemakai Pengobatan Tradisional Sangkal Putung) | Sumirat | SOSIALITAS; Jurnal I

PERILAKU MASYARAKAT PADA PENGOBATAN TRADISIONAL SANGKAL PUTUNG H. ATMO SAIDI DI DESA SROYO KECAMATAN JATEN KABUPATEN KARANGANYAR (Studi Kasus pada Masyarakat Pemakai dan Bukan Pemakai Pengobatan Tradisional Sangkal Putung) | Sumirat | SOSIALITAS; Jurnal I

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena bertujuan mendeskripsikan atau memperoleh informasi atau data mengenai keadaan saat ini atau fenomena yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara mendalam. Pendekatan yang digunakan yaitu studi kasus tunggal. Sutopo menyatakan bahwa studi penelitian disebut sebagai studi kasus tunggal bilamana penelitian tersebut terarah pada satu karakteristik. Artinya penelitian hanya dilakukan pada satu sasaran (lokasi, atau satu objek) (2002:112-113). Pada penelitian ini memilih pendekatan studi kasus tunggal karena aspek yang akan diteliti berupa kasus tunggal dimana hanya memiliki satu karakteristik yaitu pada individu atau masyarakat yang menggunakan dan tidak menggunakan pengobatan tradisional sangkal putng H. Atmo Saidi. Sumber data meliputi sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh melalui teknik wawancara mendalam dan observasi atau pengamatan. Sedangkan sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono,
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Analisis Proses Adopsi Inovasi Everett M. Rogers Pada Pengobatan Tradisional Sangkal Putung di Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar - UNS Institutional Repository

Analisis Proses Adopsi Inovasi Everett M. Rogers Pada Pengobatan Tradisional Sangkal Putung di Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar - UNS Institutional Repository

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data berasal dari observasi dan wawancara mendalam kepada informan. Wawancara dilakukan terhadap 4 informan dimana 2 informan dengan kriteria yang pernah memakai pengobatan tradisional sangkal putung dan 2 informan lainnya yaitu masyarakat yang tidak memakai pengobatan tradisional sangkal putung. Teknik pengambilan informan dengan cara purposive sampling. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

DUKUN PATAH BAWANG PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT KARO DI DESA TIGA PANAH KABUPATEN KARO.

DUKUN PATAH BAWANG PENGOBATAN TRADISIONAL MASYARAKAT KARO DI DESA TIGA PANAH KABUPATEN KARO.

Melalui keterampilan mengurut disertai adanya pemberian ramuan khusus dukun patah tulang dapat menyatukan kembali tulang pasien yang telah patah. Selain itu, ada beberapa faktor yang membuat Dukun Patah bawang masih dapat bertahan hingga sekarang yakni biaya lebih murah, adanya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan dukun, dan proses penyembuhan yang resikonya lebih rendah dibandingkan pengobatan medis yang dilakukan melalui operasi.

34 Baca lebih lajut

Sistem Pengobatan Tradisional (Studi Kasus di Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu)

Sistem Pengobatan Tradisional (Studi Kasus di Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu)

Hingga kini, pengetahuan tentang obat dan pengobatan secara tradisional masih digunakan oleh sebagian masyarakat meskipun terbatas di kalangan tertentu saja untuk mengatasi sakit dalam kondisi darurat dan memelihara kesehatan. Selain itu, berbagai jenis tumbuhan yang menjadi tumpuan pengobatan tradisional terus dikembangkan untuk kepentingan pengo- batan modern. Oleh karena itu, keberadaan obat dan pengobatan tradisional semakin mendapat pengakuan di bidang kesehatan, menyusul adanya hasil-hasil riset kesehatan yang menyimpulkan berbagai tumbuhan sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Hasil riset Supriadi dan kawan- kawan (2001) menyimpulkan bahwa sebanyak 78 spesies tumbuhan telah
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

FENOMENA PENGGUNAAN PENGOBATAN TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT DI DESA SANUR KOTA DENPASAR.

FENOMENA PENGGUNAAN PENGOBATAN TRADISIONAL OLEH MASYARAKAT DI DESA SANUR KOTA DENPASAR.

seperti halnya tidak terserang suatu penyakit, berusaha untuk menjaga kesehatannya agar tetap sehat, dan juga selalu berfikir positif mengenai keadaan serta kesejahteraan. Berbicara mengenai “sehat”, maka tidak terlepas dengan istilah “sakit”. S ecara ilmu kedokteran penyakit atau (disease) merupakan suatu gangguan fisiologis dari organisme akibat infeksi atau tekanan dari lingkungan yang bersifat objektif. Sakit (illness) merupakan penilaian atau pandangan seseorang terhadap pengalaman menderita suatu penyakit yang biasanya bersifat subyektif. Biasanya hal seperti ini diawali dengan perasaan yang kurang baik. Hal ini mungkin terjadi karena secara obyektif, individu yang terserang penyakit pada salah satu organnya tidak merasakan sakit dan tetap dapat menjalankan tugas seperti biasanya. Namun, individu mungkin merasakan sakit tetapi dari hasil pemeriksaaan medis tidak terlihat penyakit apapun. Kesadaran akan kesehatan serta pemeriksaannya karena takut terserang penyakit banyak terdapat pada masyarakat negara maju, dibandingkan masyarakat tradisional. Masyarakat tradisional biasanya mempersepsikan orang sakit jika nafsu makannya menurun serta tidak dapat menjalankan tugasnya sehari-hari dan hanya berbaing ditempat tidur.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Pengobatan Tradisional, Upaya Meminimalkan Biaya Kesehatan Masyarakat Desa di Jawa

Pengobatan Tradisional, Upaya Meminimalkan Biaya Kesehatan Masyarakat Desa di Jawa

Kerokan bisa dikatakan pengobatan modern sebab tidak ada racun yang dimasukkan ke dalam tubuh, bersifat alami, selain kerokan mengembalikan keseim bangan unsur tubuh juga sekaligus memperbaiki hubungan sosial dengan lingkungan. Nasihat istirahat, makan teratur, minum, dan perilaku sehari-hari sering muncul dari si pengerok kepada penderita. Komunikasi dua arah antara pengerok dan penderita sekaligus memotivasi penderita untuk cepat sembuh dan segera bekerja kembali. Motivasi maupun sugesti menjadi obat bagi jiwa untuk bersemangat lagi dalam hidup. Rasa nikmat saat kerokan bermanf aat bagi kesembuhan dan mempunyai daya sugesti ampuh dalam proses pengobatan. Rasa senang yang muncul akan menimbulkan kegembiraan, sehingga gairah dan semangat hidup muncul kembali. Jiwa pun seperti bangkit dan menyatu dengan proses alamiah. 18 Ucapan pengerok kepada penderita seperti: “Sudah cepat sembuh, terus makan dan tidur biar besok dapat bekerja lagi”, sering terdengar di akhir sesi kerokan. Ucapan itu dimaksudkan agar penderita cepat beraktivitas kembali setelah beberapa waktu aktivitas keseharian terhenti karena sakit. Nasihat itu terkandung harapan bahwa pasti penderita akan segera sembuh pasca kerokan sehingga ajakan untuk makan dimaksudkan agar muncul tenaga baru. Selam a mengalam i m asuk angin um umnya penderita malas untuk makan dan minum sebab mulut terasa pahit untuk menelan makanan. Tidur
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ADVOKASI MASYARAKAT DALAM PENYELESAIAN SENGEKETA LINGKUNGAN HIDUP DI JATEN, KABUPATEN KARANGANYAR

ADVOKASI MASYARAKAT DALAM PENYELESAIAN SENGEKETA LINGKUNGAN HIDUP DI JATEN, KABUPATEN KARANGANYAR

Dalam pelatihan advokasi lingkungan masyarakat korban pencemaran sekalipun rata-rata sebagai petani dan berpendidikan rendah tetapi tampak semangat untuk mengikuti materi pelatihan. Mereka ingin mengetahui banyak bagaimana cara memperjuangkan lingkungannya yang sudah tercemar. Dalam hal ini masyarakat yang terkena dampak pencemaran lingkungan akibat limbah industri di Jaten, Karanganyar secara sosio-ekonomi berada dalam kehidupan yang sederhana, yang ditandai dari mata pencaharian hidup mereka yang lebih banyak mengandalkan pada sektor pertanian sebagai gantungan hidupnya. Jika dilihat dari segi pendidikan, meraka rata-rata berpendidikan rendah dan tidak mempunyai keterampilan selain bertani, menjadi nelayan atau pedagang. Kalaupun ada yang berpendidikan tinggi, mereka enggan untuk kembali ke kampung halamannya menekuni profesi sebagaimana yang ditekuni orang tuanya. Mereka lebih senang tinggal di kota mengadu nasib dengan berbekal izasah yang dimilikinya sehingga tidak memberikan banyak kontribusi yang berarti bagi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat di desanya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL UNTUK PENGOBATAN SENDIRI PADA MASYARAKAT  Gambaran Penggunaan Obat Tradisional Untuk Pengobatan Sendiri Pada Masyarakat Di Desa Jimus Polanharjo Klaten.

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL UNTUK PENGOBATAN SENDIRI PADA MASYARAKAT Gambaran Penggunaan Obat Tradisional Untuk Pengobatan Sendiri Pada Masyarakat Di Desa Jimus Polanharjo Klaten.

Gambaran penggunaan obat tradisional di Desa Jimus adalah obat tradisional digunakan dalam berbagai bentuk sediaan untuk mengatasi penyakit ringan, penyakit degeneratif dan ada yang menggunakan untuk mengatasi infeksi. Obat tradisional yang digunakan kebanyakan tidak memunculkan efek samping (42,8 %), ketika muncul efek samping beberapa responden tetap melanjutkan obat tradisional, tetapi ada yang pergi kedokter atau beralih ke obat modern. Dosis pemakaian di dasarkan atas pengalaman pribadi atau turun temurun dari keluarga. Kata kunci : pengobatan sendiri, obat tradisional, masyarakat di Desa Jimus,
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Hubungan antara tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan dengan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Jetis Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar tahun 2009 2010

Hubungan antara tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan dengan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Desa Jetis Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar tahun 2009 2010

Selama ini kita bangsa Indonesia telah salah dalam memandang atau dalam mempersepsikan pembangunan . Pembangunan hanya dilihat sebagai output, sebagai hasil-hasil yang nyata dari jerih payah dan usaha yang dijalankan oleh manusia baik secara pribadi, kelompok maupun masyarakat. Melihat hasil- hasil pembangunan dengan kacamata fisikal, misalnya dengan melihat kenyataan bahwa hasil-hasil pembangunan fisik selama 10 tahun terakhir, telah menyebabkan kita mengabaikan akan arti, arah dan tujuan pembangunan itu sendiri. Pola pembangunan yang ada lebih memfokuskan kepada pembangunan sosial, dimana aspek pembangunan fisik dan ekonomi hanya merupakan salah satu aspek pengamatan terhadap realitas sosial itu sendiri. Tujuan-tujuan strategis seperti ini, akan selalu dapat dikoreksi pada setiap tahap kemajuan atau proses pembangunan atau perubahan sosial yang direncanakan secara terus menerus. Sehingga pembangunan merupakan upaya yang sadar dan terus menerus, dalam perubahan masyarakat ke arah yang lebih baik dan lebih maju.
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Implementasi Hak Anak Pada Keluarga Petani (Studi Kasus Implementasi UU Nomor 23 Tahun 2002 Di Dusun Ngabean Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar Tahun 2014).

DAFTAR PUSTAKA Implementasi Hak Anak Pada Keluarga Petani (Studi Kasus Implementasi UU Nomor 23 Tahun 2002 Di Dusun Ngabean Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar Tahun 2014).

Jauhari, Iman. 2014. “Kajian Yuridis terhadap Perlindungan Hak-Hak Anak dan Penerapannya (penelitian di Kota Binjay, Kota Medan, dan Kabupaten Deli Serdang)” (http-://-www.-researchgate.-net/-publication-/-42348871-Kajian- Yuridis-Terhadap-Perlindungan-Hak-Hak-Anak-Dan-Penerapannya-%-28- Penelitian-Di-Kota-Binjai-Kota-Medan-Dan-Kabupaten-Deli-Serdang-%- 29). Diakses pada Minggu tanggal 2 Februari 2014 pukul 23.33.

6 Baca lebih lajut

GAMBARAN PENGOBATAN SENDIRI PADA MASYARAKAT DI DESA KARANGJOHO KECAMATAN KARANGDOWO  Gambaran Pengobatan Sendiri Pada Masyarakat Di Desa Karangjoho Kecamatan Karangdowo Klaten.

GAMBARAN PENGOBATAN SENDIRI PADA MASYARAKAT DI DESA KARANGJOHO KECAMATAN KARANGDOWO Gambaran Pengobatan Sendiri Pada Masyarakat Di Desa Karangjoho Kecamatan Karangdowo Klaten.

Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul “GAMBARAN PENGOBATAN SENDIRI PADA MASYARAKAT DI DESA KARANGJOHO KECAMATAN KARANGDOWO KLATEN” yang disusun sebagai salah satu syarat dalam mencapai gelar sarjana di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

12 Baca lebih lajut

Pelatihan Pambyawara Para Pemuda Karang Taruna Putus Sekolah di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Pelatihan Pambyawara Para Pemuda Karang Taruna Putus Sekolah di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Eksistensi para pemuda Karang Taruna di Desa Jati dan Papahan, Kecamatan Jaten dan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar sebagian besar mereka pengangguran, tutur bahasa Jawanya sering terjadi penyimpangan-penyimpangan dari aturan tatabahasa dan tingkat tutur bahasa Jawa, dan mereka itu diwarnai oleh pemikiran-pemikiran “pemuda masa kini”, dan menilai rendah norma-norma etika yang berlaku di masyarakat. Situasi dan kondisi kebahasaan para pemuda ini perlu segera dipecahkan salah satunnya dengan pelaksanaan “Pelatihan Pambyawara Para Pemuda Karang Taruna” di dua desa tersebut. Agar mereka sadar bahwa mereka itu sebagai pemuda penerus bangsa dan bahasa memiliki tanggung jawab (rumangsa andarbeni) terhadap kelestarian dan pengembangan bahasa Jawa, serta memiliki kemampuan memandu pertemuan maupun upacara-upacara adat Jawa.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Proses tindakan pencarian pengobatan merupakan suatu proses yang tidak pernah lepas dari kehidupan manusia karena setiap orang dalam hidupnya tidak pernah lepas dari masalah penyakit. Beberapa pola pengobatan yang berkembang pada masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming adalah melakukan pengobatan sendiri terhadap penyakit yang diderita, dengan menggunakan pengobatan tradisional, menggunakan pengobatan medis modern, menggunakan pengobatan non medis, dan menggabungkan beberapa jenis pengobatan sekaligus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku pencarian pengobatan pada masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisa secara deskriptif kuantitatif yang digambarkan dalam persentase. Jumlah responden yang diteliti adalah 90 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner sebagai panduan pertanyaan ketika melakukan penelitian.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

View of Penerapan Sistem Informasi Manajemen Online Sebagai Sarana Sosialisasi Produk Unggulan Masyarakat Di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar

View of Penerapan Sistem Informasi Manajemen Online Sebagai Sarana Sosialisasi Produk Unggulan Masyarakat Di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar

Komponen dalam sistem informasi manajemen merupakan input data yang akan diolah untuk menjadi informasi yang dapat berkonstribusi untuk pengembangan IPTEKS berbasis teknologi informasi. Pengolahan input menjadi output sebagai bentuk mekanisme yang memberikan kemudahan kepada masyarakat, serta menjadi nilai tambah dalam pengembangan teknologi khususnya bidang informatika akan menjadi ukuran bahwa output tersebut berkualitas yang aplikasinya misalkan luaran produk unggulan Iptek Bagi Masyarakat (bentuk program pengabdian masyarakat). Misalkan Mitra Kelompok Suryono-Farm yang berlokasi di Desa Ngringo, Kecamatan, Jaten, kabupaten Karanganyar. Produk dari Suryono-Farm antara lain hasil budidaya ikan lele, ikan nila, puyuh, cacing tanah, sapi, buah naga, bawang merah, jasa konsultasi, jasa pelatihan dan jasa penelitian pengembangan tanaman serta peternakan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perkembangan dan Apresiasi Masyarakat Desa Karanganyar Terhadap Kesenian Tradisional Ebeg.

Perkembangan dan Apresiasi Masyarakat Desa Karanganyar Terhadap Kesenian Tradisional Ebeg.

D : orang jawa kan seneng adaaa apa namanya jarwo dosok yaaa. Jarwo dosok kalimat yang.. contoh gelas, kalo tugel tidak bisa dilas. Ini kan jarwo dosok, nah kalo ebeg makna dari kata-kata itu ya ada. Malah ada yang lebih detail lagi itu dibuat semacam E nya apa, B nya apaa E nya apa lagii. Menurut saya ini orang yang bisa memanfaatkan situasi. Tapi pada dasarnya ebeg tidak demikian dari awal. Ebeg ya suatu kesenian yang disitu ada bentuk seorang prajurit yang naik kuda. Ada sejarah atau hanya sebatas legenda yang menceritakan kalo memainkan ebeg itu menggunakan cerita keprajuritan dari pangeran Diponegoro. Itu masing- masing daerah sendiri. Kalo sementara ini yang ada di masyarakat yaa tidak pernah tau asal ebeg itu gambaran dari apa. Kalo ebeg yang jelas menurut saya itu seorang prajurit yang menunggang kuda. Penggambaran itulah. Kemudian kenapa ada hal-hal yang bersifat mistik dan sebagainya ya itulah orang jawa. Justru menurut saya disitulah hebatnya ebeg. Jadi kalo sebatas tari-tarian tidak ada mendem dan sebagainya ya bukan ebeg, hanya tari ebeg atau tari kuda, kalo ebeg ya secara akumulasi harus ada mendem, ada penimbul. Itu pasti harus. Tapi bukan mendem minuman yaa
Baca lebih lanjut

205 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Penelitian ini bermaksud untuk menggambarkan perilaku masyarakat dalam pencarian pelayanan pengobatan. Dari skema di atas dapat dilihat berdasarkan teori Green, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku khususnya perilaku kesehatan seseorang atau masyarakat dipengarugi oleh tiga faktor, yaitu faktor predisposisi (umur, pekerjaan, pendidikan, penghasilan, pengetahuan, sikap), faktor pendukung (dukungan keluarga dan dukungan teman) dan faktor pendorong (petugas kesehatan) mempengaruhi perilaku masyarakat dalam pencarian pelayanan kesehatan di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Pola Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Pak-Pak Di Kelurahan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Sumatera Utara Tahun 2009.. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyaraka[r]

3 Baca lebih lajut

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

Perilaku Pencarian Pengobatan Pada Masyarakat Suku Mandailing di Desa Menaming Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2016

a. Penyakit tersebut lama kelamaan bisa menjadi lebih parah b. Penyakit saya bisa menjadi gangguan menetap (cacat) c. Penyakit tersebut dapat mengakibatkan penyakit lain d. Akibat terburuk dari penyakit tersebut adalah kematian 15. Pelayanan pengobatan apa saja yang ada di Desa Menaming ?

26 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP RUSUNAWA BRUJUL KECAMATAN JATEN KABUPATEN KARANGANYAR

TUGAS AKHIR FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP RUSUNAWA BRUJUL KECAMATAN JATEN KABUPATEN KARANGANYAR

Regional development is currently being encouraged by local government in Indonesia. One of the effects of regional development is urbanization. Urbanization is not always bring good impact. One of the impact of urbanization is the appearance of the slum housing. One of the programs undertaken by the Government of Karanganyar Regency is by build a low cost rented apartment as an alternative residence for low-income communities. Low cost rented apartment built by the Government of Karanganyar Regency is located in Brujul, Jaten. However in reality, the community is not interested to live in Brujul low cost rented apartment. Out of 192 unit provided, there were 90 units are empty. Some of the factors that lead to less interest low cost rented apartment is a low level of comfort, the quality of the building similar to the slums and the prices that are hard to reach. The purpose of this research is to analyze the dominant factors that influence Community the low preference towards Brujul low cost rented apartment. These studies used quantitative methods with factor analysis. The results of this research show that there are three dominant factors that influence Community the low preference towards Brujul low cost rented apartment. The third factors are: (1) Condition of low cost rented apartment factors (71.89%), (2) affordability towards facilities factors (5.49%), and (3) socio-economic factors (4.78%). Based on this research it is recommended that Governments of the Karanganyar Regency has to improve their role in the maintaining the quality of their low cost rented apartment so that people's interest towards Rusunawa Brujul increases.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects