Top PDF MOTOR LISTRIK 1 and 3 FASA

MOTOR LISTRIK 1 and 3 FASA

MOTOR LISTRIK 1 and 3 FASA

Salah satu kelemahan dari motor induksi adalah tidak mampu mempertahankan kecepatannya dengan konstan bila terjadi perubahan beban. Apabila terjadi perubahan beban maka kecepatan motor induksi akan menurun. Untuk mendapatkan kecepatan konstan serta memperbaiki kinerja motor induksi terhadap perubahan beban, maka dibutuhkan suatu pengontrol. Penggunaan motor induksi tiga fasa di beberapa industri membutuhkan performansi yang tinggi dari motor induksi untuk dapat mempertahankan kecepatannya walaupun terjadi perubahan beban. Salah satu contoh aplikasi motor induksi yaitu pada industri kertas. Pada industri kertas ini untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang baik, dimana ketebalan kertas yang dihasilkan dapat merata membutuhkan ketelitian dan kecepatan yang konstan dari motor penggeraknya, sedangkan pada motor induksi yang digunakan dapat terjadi perubahan beban yang besar.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERANCANGAN MONITORING PUTARAN DAN KUALITAS DAYA LISTRIK PADA MOTOR 1 FASA SECARA REAL-TIME BERBASIS WEB DENGAN ANALISA SENSITIFITAS PENGUKURAN.

PERANCANGAN MONITORING PUTARAN DAN KUALITAS DAYA LISTRIK PADA MOTOR 1 FASA SECARA REAL-TIME BERBASIS WEB DENGAN ANALISA SENSITIFITAS PENGUKURAN.

2. Bapak Prof. Muh. Nizam, Ph.D dan Bapak Purwadi Joko W., ST., M.Kom selaku pembimbing yang selalu bijaksana dan sabar memberikan bimbingan kepada saya dan tak kenal lelah memotivasi dan mengobarkan optimisme. 3. Bapak Heru Sukanto, ST., MT dan Bapak Wahyu Purwo R., ST., MT selaku

16 Baca lebih lajut

this PDF file Perancangan Kapasitor Jalan untuk  Motor Induksi 3Fasa pada Sistem Tenaga 1Fasa | Anthony | Jurnal Teknik Elektro 1 PB

this PDF file Perancangan Kapasitor Jalan untuk Motor Induksi 3Fasa pada Sistem Tenaga 1Fasa | Anthony | Jurnal Teknik Elektro 1 PB

Metode pengoperasian motor induksi 3-fasa pada sistem tenaga listrik 1-fasa dengan menggunakan kapasitor telah berkembang dengan baik. Metode ini digunakan karena mempunyai respon kecepatan yang cepat pada motor, arus start yang kecil dan perbaikan faktor daya hingga mendekati satu. Karakteristik motor saat beroperasi tergantung dari letak dan nilai kapasitor jalan yang digunakan pada motor. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuatkan metode baru dalam meletakkan dan memilih kapasitor jalan untuk mengoperasikan motor induksi 3-fasa pada sistem tenaga listrik 1-fasa. Data motor yang digunakan adalah motor induksi 3-fasa 1,5 kW; 220/380V; ∆/Y; 50 Hz; 6,2/3,6A; 1400 rpm; kelas B; faktor daya 0.84 tertinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motor bekerja lebih baik dan lebih efisien jika kapasitor jalan diletakkan pada sisi kumparan dengan impedansi yang lebih besar. Motor dapat bekerja dengan menggunakan kapasitor 25,9 µ F pada beban 95,14%, kecepatan 1400 rpm, faktor daya 0,99 mendahului, dengan distorsi harmonik arus yang lebih rendah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERANCANGAN MONITORING PUTARAN DAN KUALITAS DAYA LISTRIK PADA MOTOR 1 FASA SECARA REAL-TIME BERBASIS WEB DENGAN ANALISA SENSITIFITAS PENGUKURAN.

PERANCANGAN MONITORING PUTARAN DAN KUALITAS DAYA LISTRIK PADA MOTOR 1 FASA SECARA REAL-TIME BERBASIS WEB DENGAN ANALISA SENSITIFITAS PENGUKURAN.

Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring putaran dan kualitas daya listrik secara real-time . Sistem dirancang untuk melalukan monitoring melalui web yang difokuskan pada nilai tegangan, arus dan faktor daya. Perangkat yang digunakan terdiri dari dari rangkaian optocoupler , ACS712ELCTR-30A-T, IC TL072, gerbang logika Ex-Or 74HC86D, rangkaian serial ATMega8 dan WIZ200 Web module. Pengujian dilakukan dengan beban motor listrik 1-fasa yang digunakan untuk menggerakkan kompresor dua silinder. Pengambilan data dilakukan dimulai dari tegangan 220 V yang diturunkan tiap 10 V hingga 150V. Tekanan kompresor dijaga pada 40lb/in² atau 2,8kg/cm². Analisa dilakukan dengan menghitung nilai simpangan dan sensitifitas pengukuran. Tachometer dan power quality analyzer model AEMC 3945-B digunakan sebagai pembanding. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem yang dirancang dapat mengukur nilai kecepatan putar motor listrik, tegangan, arus dan faktor daya secara real-time . Data terpantau setiap 7 detik dan tersimpan secara otomatis. Simpangan pada masing-masing variabel pengukuran berkisar 0,87-6,89% untuk putaran, 0,17- 1,93% untuk tegangan, 0,30-3,33% untuk arus dan 2,61-13,43% untuk faktor daya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan sistem tenaga 1 fasa

Pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan sistem tenaga 1 fasa

Motor induksi merupakan motor arus bolak-balik (AC) yang paling luas digunakan karena kesederhanaannya, konstruksinya yang kuat dan karakteristik kerja yang baik. Motor induksi terdiri dari dua bagian : stator atau bagian yang diam dan rotor atau bagian yang berputar, dimana kedua bagian ini dipisahkan oleh suatu celah udara. Bagian stator dihubungkan ke catu tegangan bolak-balik (AC), sedangkan bagian rotor tidak dihubungkan secara listrik ke pencatu tetapi memiliki arus yang dihasilkan oleh adanya arus induksi yang ditimbulkan dari arus stator, mirip dengan kerja suatu transformator. Bekerjanya motor induksi bergantung pada medan magnetik putar yang ditimbulkan dalam celah udara motor oleh adanya arus stator. Lilitan stator 3 fasa dililitkan dengan lilitan fasanya berjarak 120 derajat listrik. Jika lilitan diberi energy dari catu 3 fasa maka akan timbul fluks pada masing-masing fasa. Ketiga fluks tersebut bergabung membentuk fluks yang bergerak mengelilingi permukaan stator pada kecepatan konstan. Fluks ini disebut medan magnetik berputar. Dengan adanya medan putar ini akan menyebabkan rotor berputar dengan arah yang sama dengan fluks putar. Kecepatan medan putar dapat dirumuskan sebagai :
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

MEMBALIKAN ARAH PUTARAN MOTOR LISTRIK 3 (1)

MEMBALIKAN ARAH PUTARAN MOTOR LISTRIK 3 (1)

Dengan menggunakan motor induksi, banyak hal yang bisa dilakukan dengan motor tersebut. Salah satunya adalah dengan membalik arah putarannya sesuai dengan yang kita inginkan. Cara yang sering dilakukan dalam pembalikan arah putaran adalah dengan menukar salah satu fasa dengan fasa yang lainnya yang terhubung pada belitan stator motor induksi. Dalam hal ini, jenis motor yang digunakan adalah motor induksi tiga fasa. akan membahas tentang rangkaian kendali dan rangkaian daya dari pembalikan arah putaran dari sebuah motor induksi tiga fasa. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membalik arah putaran sebuah motor induksi adalah jangan langsung membalik arah putaran motor ketika motor tersebut sedang dalam keadaan berputar terutama jika motor tersebut sedang berada pada kecepatan maksimumnya. Jika hal itu dilakukan, maka akan menyebabkan kejutan pada motor sehingga dapat memperpendek life time dari motor itu sendiri dan juga dapat membuat motor tersebut jadi panas (menimbulkan arus urutan negatif). Untuk itu, kita harus men-stop putaran motor terlebih dahulu sebelum membalik arah putarannya.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Rancangan Sistem Proteksi Tegangan Pada Motor Listrik 3 Fasa Berbasis PC

Rancangan Sistem Proteksi Tegangan Pada Motor Listrik 3 Fasa Berbasis PC

Pada dasarnya sebuah Op-Amp merupakan kopling langsung (direct coupling) dengan penguatan tegangan yang tinggi dan dapat menguatkan sinyal- sinyal dalam batas frekuensi yang lebar termasuk sinyal dc. Sejumlah besar penguat operasional mempunyai masukan differensial dengan dua terminal tegangan masukan yakni V1 dan V2 yang disalurkan masing-masing kepada terminal pembalik (inverting) yang diberi tanda (-) dan terminal tak membalik (non inverting) yang diberi tanda (+). Adapun yang dimaksud dengan masukan diffrensial adalah suatu sinyal yang mengakibatkan suatu beda fraksi sebesar 1 milivolt di antara dua masukan yang besar. Sebagai contoh, jika masukan inverting adalah 0 volt dan level masukan inverting dibuat = 0,1 milivolt, maka keluaran akan menjadi -10 volt. Amplifier memberikan tanggapan beda tegangan diantara dua masukan dan jika beda ini nol, keluarannya juga seharusnya mendekati nol. Jadi Op-Amp harus disediakan tegangan supply negatif dan positif sehingga keluarannya dapat berayun-ayun disekitar nol. Karakteristik ideal dari sebuah Op-Amp adalah :
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

TRAINER PENGENDALI MOTOR LISTRIK AC 3 FASA.

TRAINER PENGENDALI MOTOR LISTRIK AC 3 FASA.

Pembuatan Proyek Akhir ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan yang terdiri dari 5 tahap yaitu: (1) analisis kebutuhan dilakukan dengan cara mengkaji literatur standar kompetensi lulusan sekolah menengah kejuruan, (2) perancangan yang terdiri dari komponen, bentuk trainer, bahan, ukuran dan design rangkaian, (3) pembuatan yang meliputi pembuatan koper dan pemasangan komponen pada akrilik, (4) Tahap selanjutnya adalah pengujian fungsionalitas dan kinerja alat, dan (5) implementasi alat ini digunakan sebagai modul praktik di SMK. Trainer ini dikemas dalam bentuk koper sehingga trainer ini bisa dibawa dan digunakan dimana saja dan tidak memakan tempat yang terlalu banyak untuk sebuah trainer.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Penempatan Dan Perubahan Kapasitor Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3-Fasa Bercatu 1-Fasa

Analisis Pengaruh Penempatan Dan Perubahan Kapasitor Terhadap Unjuk Kerja Motor Induksi 3-Fasa Bercatu 1-Fasa

banyak digunakan sebagai motor penggerak mekanik peralatan rumah tangga, perkantoran, maupun industri. Motor induksi satu fasa khususnya digunakan sebagai penggerak peralatan mekanik yang berukuran kecil tetapi membutuhkan torsi awal (starting torque) yang besar, misalkan pompa, kompresor, Air Conditioning, bor listrik, gerinda dan sebagainya. Motor induksi tiga fasa yang dicatu dengan sumber tegangan tiga fasa, akan menghasilkan medan magnet putar, sedangkan medan magnet yang dihasilkan oleh motor induksi satu fasa posisinya tetap (stationary) dan merupakan medan magnet pulsasi. Selama tidak terdapat medan magnet putar, motor induksi satu fasa tidak dapat dijalankan (starting) tanpa adanya modifikasi, sebagaimana modifikasi yang dijumpai pada motor induksi satu fasa dengan fasa belah (split-phase motor) dan motor kapasitor (capacitor motor). Motor induksi tiga fasa dapat dioperasikan dengan catu daya satu fasa, sehingga berfungsi sebagai motor induksi satu fasa.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan sistem tenaga 1 fasa.

Pengoperasian motor induksi 3 fasa menggunakan sistem tenaga 1 fasa.

Motor induksi merupakan motor arus bolak-balik (AC) yang paling luas digunakan karena kesederhanaannya, konstruksinya yang kuat dan karakteristik kerja yang baik. Motor induksi terdiri dari dua bagian : stator atau bagian yang diam dan rotor atau bagian yang berputar, dimana kedua bagian ini dipisahkan oleh suatu celah udara. Bagian stator dihubungkan ke catu tegangan bolak-balik (AC), sedangkan bagian rotor tidak dihubungkan secara listrik ke pencatu tetapi memiliki arus yang dihasilkan oleh adanya arus induksi yang ditimbulkan dari arus stator, mirip dengan kerja suatu transformator. Bekerjanya motor induksi bergantung pada medan magnetik putar yang ditimbulkan dalam celah udara motor oleh adanya arus stator. Lilitan stator 3 fasa dililitkan dengan lilitan fasanya berjarak 120 derajat listrik. Jika lilitan diberi energy dari catu 3 fasa maka akan timbul fluks pada masing-masing fasa. Ketiga fluks tersebut bergabung membentuk fluks yang bergerak mengelilingi permukaan stator pada kecepatan konstan. Fluks ini disebut medan magnetik berputar. Dengan adanya medan putar ini akan menyebabkan rotor berputar dengan arah yang sama dengan fluks putar. Kecepatan medan putar dapat dirumuskan sebagai :
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

2. Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja dan konstruksi motor AC 3 fasa - RPP PPML SEM.6

2. Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja dan konstruksi motor AC 3 fasa - RPP PPML SEM.6

Tujuan : 1. Siswa dapat mengidentifikasi macam-macam cara perbaikan motor listrik 2. Siswa dapat menjelaskan prinsip kerja dan konstruksi motor AC 3 fasa 3. Siswa dapat menggambar rangkaian kelistrikan motor AC 3 fasa

21 Baca lebih lajut

SIMULASI MERAKIT MOTOR LISTRIK INDUKSI TIGA FASA DAYA 3 HP TEGANGAN 220/380 VOLT.

SIMULASI MERAKIT MOTOR LISTRIK INDUKSI TIGA FASA DAYA 3 HP TEGANGAN 220/380 VOLT.

Bahan yang digunakan untuk pembuatan simulasi disini adalah bahan alumunium, atau kaleng bekas yang sudah dimodifikasi, karena menghitung efesiensi maka saya disini mendisaind kaleng tersebut hampir mirip dengan rotor sangkar, dan penggunaan kaleng disini sangatlah efektif karena alat ini hanya sebatas simulasi jadi cukup buat percobaan, mengapa bahan yang saya pilih sejenis bahan besi atau aluminium, karena pada prinsip kerja medan magnit adalah bila sesuatu benda yang mengandung besi bisa menarik sejenis besi dan lainnya. tahap selanjutnya adalah persiapan pembuatan kabel conector yang berfungsi menyambung antara kumparan satu dan yang lainnya, disini saya menggunakan kabel NYAF 1x2,5mm 2 dan terdapat empat warna kabel yaitu, Merah, Hitam, Kuning, Biru, panjang keempat kabel tersebut adalah 1 meter per kabel, kemudian dilanjutkan dengan penyambungan kabel ke conector, dalam penyambungan kabel ke conector ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantara lain;
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Silabus Kendali Mesin Listrik

Silabus Kendali Mesin Listrik

5,6,7,8 Kendali motor Arus bolakbalik Kendali motor induksi 1 fasa dan 3 fasa : - parameter kendali, pengereman, skema pengendalian tegangan stator, frekuensi , tahanan rotor, slip en[r]

4 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO DARI KONSEP PERBAIKAN MOTOR LISTRIK 3 FASA DI SMK NEGERI 2 MEDAN.

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO DARI KONSEP PERBAIKAN MOTOR LISTRIK 3 FASA DI SMK NEGERI 2 MEDAN.

1. Peneliti telah mengetahui prosedur atau tata cara perancangan pembelajaran berbasis video yang dikemas dalam bentuk cd dengan menggunakan model desain pengembangan ADDIE (analisys, design, develop, implement, and Evaluation).

9 Baca lebih lajut

3. Motor Listrik 3. Pengertian Motor Lis

3. Motor Listrik 3. Pengertian Motor Lis

Pada dasarnya, motor 1-fasa dan motor 2-fasa mempunyai prinsip yang sama. Ketidaksimetrisan karena pada kumparan statornya dibuat dua kumparan, yaitu kumparan bantu dan kumparan utama yang mempunyai perbedaan secara listrik dimana antara masing-masing kumparannya tidak mempunyai nilai impedansi yang sama dan umumnya motor bekerja dengan satu kumparan stator (kumparan utama). Secara prinsip, motor 1-fasa bekerja berdasarkan gaya medan maju dan gaya medan mundur. Jika salah satu medan diperbesar, maka rotor akan berputar sesuai dengan arah medan yang diperbesar tersebut. b. Tiga Fasa (3-Fasa)
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

ta te 0902285 bibliography

ta te 0902285 bibliography

Obiansyah, 2012 Simulasi Merakit Motor Listrik Induksi Tiga Fasa Daya 3 HP Tegangan 220/380 Volt Universitas Pendidikan Indonesia|repository.upi.edu DAFTAR PUSTAKA 1 Hisashi Shi[r]

1 Baca lebih lajut

Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa

Desain Prototipe Motor Induksi 3 Fasa

Pada gambar 3 menunjukkan bahwa pada posisi tegangan 50 volt sampai 125 volt kaleng tidak dapat berputar, karena sisi-sisi kaleng yang sama sehingga tarikkan magnet dari stator tidak mampu memutarkan kaleng. Kaleng terbsebut terkesan bingung akan memutar ke arah kanan atau ke arah kiri. Hanya bergerak ke kanan dan ke kiri terus menerus. Pada tegangan 150 volt kaleng dapat berputar sangat pelan dan awal ketika hendak berputar sangat terasa berat dan RPM hanya 23,4 RPM. Tegangan di posisi 175 volt kecepatan putar bertambah tetapi masih sangat pelan hanya 38,9 RPM. Pada Tegangan 200 volt kecepatan putar mencapai 64,4 RPM. Hali ini disebabkan sisi-sisi kaleng sama rata sehingga tarikkan magnet sama kuat dan putaran tidak maksimal.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengendali Motor 3 Fasa Hubung Langsung

Pengendali Motor 3 Fasa Hubung Langsung

Kontaktor termasuk jenis saklar motor yang digerakkan oleh magnet seperti yang telah dijelaskan di atas. Bila pada jepitan a dan b kumparan magnet diberi tegangan, maka magnet akan menarik jangkar sehingga kontak-kontak bergerak yang berhubungan dengan jangkar tersebut ikut tertarik. Tegangan yang harus dipasangkan dapat tegangan bolak balik ( AC ) maupun tegangan searah ( DC ), tergantung dari bagaimana magnet tersebut dirancangkan. Untuk beberapa keperluan digunakan juga kumparan arus ( bukan tegangan ), akan tetapi dari segi produksi lebih disukai kumparan tegangan karena besarnya tegangan umumnya sudah dinormalisasi dan tidak tergantung dari keperluan alat pemakai tertentu. Pengendali hubung langsung dikenal dengan istilah Dirrect On Line (DOL).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

SOFT START MOTOR AC 3 FASA UNTUK MENGURANGI RUGI – RUGI START PADA MOTOR 3 FASA LAPORAN TUGAS AKHIR - SOFT START MOTOR AC 3 FASA UNTUK MENGURANGI RUGI – RUGI START PADA MOTOR 3 FASA - Unika Repository

SOFT START MOTOR AC 3 FASA UNTUK MENGURANGI RUGI – RUGI START PADA MOTOR 3 FASA LAPORAN TUGAS AKHIR - SOFT START MOTOR AC 3 FASA UNTUK MENGURANGI RUGI – RUGI START PADA MOTOR 3 FASA - Unika Repository

Penggunaan motor ac 3-phasa banyak terdapat dalam dunia industri, dikarenakan bentuknya yang sederhana, harganya yang murah dibanding jenis motor yang lain, mudah perawatannya dan sangat cocok dipergunakan untuk proses di industri. Tetapi ada satu permasalahan yang terjadi saat motor start. Karena saat start awal motor ac 3 phasa tersebut akan mengalami overshoot yang tinggi. Hal ini menyebabkan arus yang diserap saat itu sangatlah besar yang tentu saja memerlukan pemakaian daya / energi yang besar, sehingga kurang efektif. Maka hal tersebut sangat tidak menguntungkan, karena rugi –rugi yang ditimbulkan sangat besar. Oleh karena itu dibuat system kontrol yang bisa membuat start pada motor tidak mengalami rugi – rugi yang besar dengan cara memberi hubungan Y- ∆ pada system motor tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

SOFT START MOTOR AC 3 FASA UNTUK MENGURANGI RUGI – RUGI START PADA MOTOR 3 FASA LAPORAN TUGAS AKHIR - SOFT START MOTOR AC 3 FASA UNTUK MENGURANGI RUGI – RUGI START PADA MOTOR 3 FASA - Unika Repository

SOFT START MOTOR AC 3 FASA UNTUK MENGURANGI RUGI – RUGI START PADA MOTOR 3 FASA LAPORAN TUGAS AKHIR - SOFT START MOTOR AC 3 FASA UNTUK MENGURANGI RUGI – RUGI START PADA MOTOR 3 FASA - Unika Repository

Penggunaan motor ac 3-phasa banyak terdapat dalam dunia industri, dikarenakan bentuknya yang sederhana, harganya yang murah dibanding jenis motor yang lain, mudah perawatannya dan sangat cocok dipergunakan untuk proses di industri. Tetapi ada satu permasalahan yang terjadi saat motor start. Karena saat start awal motor ac 3 phasa tersebut akan mengalami overshoot yang tinggi. Hal ini menyebabkan arus yang diserap saat itu sangatlah besar yang tentu saja memerlukan pemakaian daya / energi yang besar, sehingga kurang efektif. Maka hal tersebut sangat tidak menguntungkan, karena rugi –rugi yang ditimbulkan sangat besar. Oleh karena itu dibuat system kontrol yang bisa membuat start pada motor tidak mengalami rugi – rugi yang besar dengan cara memberi hubungan Y- ∆ pada system motor tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...