Top PDF MUTU FISIK DAN NILAI SPF SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas Comosus. L).

MUTU FISIK DAN NILAI SPF SEDIAAN KRIM TABIR SURYA

EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas Comosus. L).

MUTU FISIK DAN NILAI SPF SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas Comosus. L).

Kulit buah Nanas (Ananas comosus. L.) mengandung flavonoid dan tanin yang mampu bekerja sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan nilai SPF sediaan krim tabir surya ekstrak kulit buah nanas dengan konsentrasi 12%, 16% dan 20%. Ekstrak kulit buah nanas dibuat dengan mengekstraksi kulit buah nanas secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% untuk mendapatkan ekstrak kental kulit buah nanas. Selanjutnya dibuat krim ekstrak kulit buah nanas. Evaluasi krim meliputi mutu fisik dan nilai SPF. Mutu fisik meliputi: uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar dan daya lekat. Krim yang dibuat memenuhi persyaratan uji mutu fisik meliputi uji organoleptis dengan bentuk semisolid, warna coklat- kekuningan dan bau khas buah Nanas. Uji homogenitas dengan tidak terdapatnya partikel-partikel kecil pada seluruh sediaan krim, uji pH dengan nilai pH 6 yang masih dalam interval pH kulit yaitu 4,5-8,0 dan uji daya sebar dengan luas diameter sebar 5,5-6,2 cm yang menunjukkan konsistensi semisolid yang sangat nyaman dalam penggunaan dan uji daya lekat 13-20 detik yang masih dalam interval yaitu lebih dari 10 detik. Efektivitas sediaan tabir surya dilakukan dengan penentuan SPF menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Seluruh krim memenuhi syarat sebagai tabir surya dengan nilai SPF berturut-turut 2,567, 3,039 dan 4,984.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA DARI EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L).

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA DARI EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L).

Mentimun ( Cucumis sativus L) memiliki khasiat sebagai tabir surya di mana buah mentimun mengandung metabolit sekunder flavonoid dan polifenol yang dapat memberikan serapan pada sinar UV matahari serta melindungi kulit dari kerusakan akibat induksi sinar UVB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat suatu formulasi sediaan krim tabir surya dari ekstrak buah mentimun yang stabil, menarik, efektif, dan aman dalam penggunaannya. Dilakukan pengukuran nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak buah mentimun sebagai bahan aktif, kemudian dilakukan formulasi sediaan krim dengan penambahan ekstrak buah mentimun dan dilakukan pengukuran nilai SPF terhadap sediaan. Pengukuran nilai SPF dilakukan menggunakan metode Petro. Konsentrasi ekstrak buah mentimun pada formula krim tabir surya yang memiliki SPF di atas SPF 15 adalah 5% dan 6,5% esktrak buah mentimun dengan nilai SPF sediaan 25,83 dan 36,76. Pengamatan fisik dilakukan dengan pengamatan organoleptis, pengukuran pH dan viskositas, sentrifugasi dan freeze thaw terhadap krim. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa krim tabir surya yang dihasilkan memiliki kualitas fisik yang baik selama masa penyimpanan, tidak menimbulkan iritasi pada kulit, dan memberikan efektivitas sebagai tabir surya Kata kunci : Mentimun, Krim Tabir Surya, SPF
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan tabir surya ekstrak etanol buah apel (Pyrus malus L.) dalam sediaan krim - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan tabir surya ekstrak etanol buah apel (Pyrus malus L.) dalam sediaan krim - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Tabir surya adalah zat yang mengandung bahan kandungan pelindung kulit terhadap paparan sinar matahari yang dapat menyebabkan gangguan kulit. Kuersetin dalam buah apel yang memiliki khasiat sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas dan ion logam untuk mencegah efek berbahaya dari radiasi sinar UV. Sediaan tabir surya yang baik harus tahan lama dan tidak mudah hilang oleh air atau keringat sehingga harus diberikan suatu bahan tambahan yang bersifat water resistant agent seperti siklometikon. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak etanol buah apel (5%, 15%, 30%, dan 40%) yang memberikan nilai SPF paling baik sebagai bahan aktif sediaan tabir surya dan mengetahui pengaruh konsentrasi siklometikon sebagai water resistant agent terhadap hasil uji mutu fisik, dan keamanan. Ekstrak etanol buah apel dengan konsentrasi 5%, 15%, 30%, dan 40% yang terstandarisasi ditentukan efektivitasnya sebagai bahan tabir surya secara spektrofotometri. Ekstrak etanol buah apel dengan konsentrasi 30% (nilai SPF 0,95 ± 0,010 ) diformulasikan dalam tiga formula dengan variasi siklometikon 5% (F I), 10% (F II), dan 15% (F III). Sediaan yang diperoleh dievaluasi mutu fisik, efektivitas, dan keamanannya. Dari segi keamanan, ketiga formula tidak mengiritasi kulit. Variasi konsentrasi siklometikon antar formula berpengaruh pada hasil evaluasi sediaan yaitu nilai pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, daya tercucikan air, dan daya water resistant.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT (1)

FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT (1)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sun protecting factor (SPF) ekstrak kulit nanas (Ananas comosus L Merr) dalam bentuk sediaan krim dengan varian konsentrasi 2%, 4% dan 8%. Kulit tanaman nanas memiliki kandungan zat flavonoid dan tanin yang dapat memberikan efek sebagai tabir surya. Pembuatan formulasi krim ekstrak kulit nanas menggunakan fase minyak dalam air. Bahan-bahan yang digunakan dalam formulasi krim yaitu asam stearat, paraffin cair sera alba, setil alkohol, stearil alkohol, propilen glikol, trietanolamin, air suling dan nipagin. Krim ekstrak kulit nanas kemudian dilakukan berbagai pengujian kualitas dan ditentukan nilai SPF. Masing – masing konsentrasi krim diencerkan menggunakan etanol 96%. Krim yang telah diencerkan dibaca nilai absorbansinya pada alat Spektrofotometer UV-Vis kemudian dihitung nilai SPF. Hasil penelitian menunjukan bahwa krim ekstrak kulit nanas telah memenuhi persyaratan setelah dilakukan berbagai uji kualitas krim dan nilai SPF masing-masing konsentrasi krim sangat rendah. Disimpulkan bahwa konsentrasi krim ekstrak kulit nanas 2% telah menunjukkan nilai SPF yang sangat kecil dan semakin meningkat konsentrasi yakni 4% dan 8% yang terkandung menunjukkan semakin tinggi nilai SPF namun tetap tidak memenuhi standar sebagai krim tabir surya yang baik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Demonstrasi Sel Volta Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr).

Demonstrasi Sel Volta Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr).

Ketika dua buah konduktor yaitu Cu dan Zn, terhubung melalui larutan dengan konsentrasi pembawa muatan positif dan negatif tidak seimbang, maka satu jenis pembawa muatan akan terkumpul pada satu konduktor dan lainnya akan terkumpul pada konduktor lainnya, sehingga di kedua ujung konduktor tersebut terdapat beda potensial. Sistem ini dikenal dengan sel volta (cell voltaic). Mengingat di kedua ujung konduktor terjadi reaksi redoks terus menerus, maka pada terjadi pertukaran pembawa muatan dari elektroda ke larutan elektrolit maupun sebaliknya yaitu dari larutan elektrolit ke elektroda, menyebabkan aliran pembawa muatan (arus listrik) pada rangkaian tertutup kedua elektroda tersebut. Dengan kalimat lain gaya gerak listrik dari sel merupakan hasil perubahan energi kimia melalui reaksi redoks [1] . Dari kenyataan sistem sel volta ini, maka energi listrik yang dihasilkan utamanya bergantung pada jenis larutan dan elektroda baik jenis material maupun modifikasi dimensi elektroda.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji Potensi Tabir Surya dan Nilai Sun Protecting Factor (SPF) 

Ekstrak Kulit Buah Delima Putih (Punica granatum L) secara

In Vitro

Uji Potensi Tabir Surya dan Nilai Sun Protecting Factor (SPF) Ekstrak Kulit Buah Delima Putih (Punica granatum L) secara In Vitro

Flavonoid merupakan sekelompok senyawa alami dengan variabel struktur fenolik dan ditemukan pada sebagian besar tanaman. Flavonoid didasarkan pada lima karbon terdiri dari dua cincin benzena (A dan B sebagai kerangka) terhubung melalui cincin heterosiklik pyrane (C). Mereka dapat dibagi menjadi berbagai kelas seperti flavon (misalnya, flavon, apigenin, dan luteolin), flavonols (misalnya, Quercetin, kaempferol, myricetin dan fisetin), flavanones (misalnya, flavanone, hesperetin, dan naringenin), dan lain-lain. Berbagai kelas flavonoid berbeda dalam is terdapat pula tabir surya alami di alam.Misalnya senyawa fenolik yang terdapat dalam tumbuhan dan berfungsi melindungi jaringan tanaman terhadap kerusakan akibat radiasi sinar matahari (Halliwell, 1999).Senyawa nyai potensi sebagai tabir surya (Wolf
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

Demonstrasi Sel Volta Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr)

Demonstrasi Sel Volta Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr)

Parameter fisis lain sel volta adalah jarak antar elektroda. Pada penelitian ini elektrolit ditetapkan sebesar 100 mL. Luas lempeng elektroda tembaga dan seng seluas 2 cm  5 cm dengan lempeng dicelupkan sedalam 8 cm 2 . Seluruh data dicatat setelah 10 menit rangkaian pada posisi ON. Variasi jarak yang dipakai adalah 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm, 5 cm, 6 cm, 7 cm, 8 cm, 9 cm dan 10 cm. Hasil pengamatan ketergantungan tegangan sel volta dengan jarak elektroda katode-anode diperlihatkan pada Gambar 4. Seperti halnya dengan modifikasi volume sebelumnya, tegangan sel volta tidak berubah dengan perubahan jarak dua elektroda, yaitu V = 950 mV baik elektrolit sari buah nanas disaring (sampel B) maupun tidak (sampel A). Artinya jumlah muatan yang mengalir menjadi arus dari elektroda berada pada keadaan kesetimbangan meskipun jarak antara dua elektroda divariasi dari 1 cm hingga 10 cm.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L) TERHADAP Staphylococcus aureus

UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) EKSTRAK KULIT NANAS (Ananas comosus L) TERHADAP Staphylococcus aureus

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri di dalam rongga mulut yang dapat menyebabkan terjadinya abses. Perawatan terhadap abses dapat dilakukan secara sistemik yaitu dengan penggunaan antibiotik, namun saat ini peningkatan resistensi bakteri Staphylococcus aureus terhadap antibiotik telah menjadi permasalahan dalam bidang kesehatan. Berbagai cara alternatif telah dikembangkan, salah satunya dengan memanfaatkan bahan alami untuk menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Nanas (Ananas comosus L) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Kulit buah nanas mengandung enzim bromelain dan memiliki efek sebagai anti bakteri, namun pemanfaatan kulit nanas belum banyak dilakukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak kulit nanas terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan penelitian randomized pretes- posttest control group design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometri. Ekstrak kulit nanas didapat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi ekstrak yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 0,39%, 0,78%, 1,56%, 3,125%, 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, konsentrasi hambat minumum ekstrak kulit nanas (Ananas comosus L) terhadap Staphylococcus aureus yaitu konsentrasi 1,56%.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan anti selulit ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan anti selulit ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Rachmania, R. A., Wahyudi, P., Wardani, A. M. dan Insani, D. R., 2017, Profil Berat Molekul Enzim Protease Buah Nanas (Ananas comosus L. Merr) dan Pepaya (Carica papaya L.) Menggunakan Metode SDS-PAGE, ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia, 13(1):52-56

9 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan pembersih (Cleansing) ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan pembersih (Cleansing) ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Hussain, J., Bassal M., Sarhan, H., and Aga, M.I.H. 2017, Qualitative and quantitative comparison of rutin, quercetin and gallic acid concentrations in Syrian Capparis spinosa. L Leaves. Journal of Pharmacognosy and Phytochemcestry, 6(4): 407-415.

9 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan pembersih (Cleansing) ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan pembersih (Cleansing) ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pineapple (Ananas comosus) is a plant family Bromeliaceae originating from Central America and South America, but can be also grown in the tropics, such as Indonesia. Increased production of pineapple fruit also result to increasing in the amount of waste produced, especially the waste of peel which have proportions about 31% of the total weight of fresh fruit. The pineapple's peel has many active compounds, such as alkaloids, flavonoids, tannins, and saponins. The process of extraction on this research will use the maceration method with aqueous ethanol and alcohol (55:45% v/v) as solvent, then will be evaporated under a temperature of 60 ° C. This study will formulate pineapple peel into cosmetical product called cleansing. This research aims to find out the best dosage formula of cleansing of pineapple (Ananas comosus) peel crude extract which fulfill specifications of physical quality test, effectiveness test, safety test and acceptability test. Pineapple peel crude extract concentration that used in this formultaion is 10% (Formula I), 20% (Formula II), and 30% (Formula III) determine by physical quality (pH, viscosity, spreadibility, washability) and effectiveness. The results indicate the best pineapple peel cleansing which gives the highest cleaning power (84.28%) and fulfill phyisically quality test, effectiveness test, safety testm and acceptability test are cleansing which contain 30% pineapple peel extract (Formula III). The increase in the concentration of extract significant effect on physical quality test (pH, viscosity, spreadibility, washability, as well as the effectiveness of the effectiveness of the cleansing.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Formulasi sediaan anti selulit ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Formulasi sediaan anti selulit ekstrak kulit buah nanas (Ananas comosus) dalam bentuk gel - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Bentuk tubuh yang ideal merupakan ke inginan sebagian besar manusia, khususnya kaum wanita. Ciri-ciri tubuh yang tidak idea l d i antaranya adalah berat badan yang tidak proporsional dengan tinggi badan, terdapat penumpukan le ma k berlebih menjad i penyebab selulit pada bagian tubuh seperti lengan, perut, dan paha. Selulit adalah perubahan topografi pada kulit yang mena mp ilkan ga mbaran seperti kulit je ruk (peau d'orange) atau kasur yang disebabkan oleh perubahan metabolis me ja ringan le ma k dan mikrosirkulasi. Hal in i terjadi ka rena penurunan aliran mikrosirku lasi darah dan limfat ik pada jaringan le ma k subkutan yang menyebabkan perubahan struktural pada lapisan lema k dan matriks kolagen di sekelilingnya. Perubahan aliran darah tersebut mengakibatkan ede ma subkutan yang disertai penurunan permeabilitas pe mbuluh darah. Kondisi ini dapat menyebabkan timbu lnya sklerosis, berkurangnya penggantian serat -serat kolagen, peningkatan jumlah ko mponen yang tidak termetabolis me sehingga menyebabkan sintesis dan akumulasi trig liserida pada adiposit. Gangguan metabolisme tersebut menimbulkan gangguan proses lipolisis sehingga mencetuskan terbentuknya selulit (Avram, 2005).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Lapisan epidermis adalah lapisan terluar kulit. Sel-sel kulit di bagian teratas epidermis umumnya lebih gepeng dan kandungan airnya semakin ke atas semakin kecil, yang pada akhirnya menyebabkan vitalitas sel kulit tersebut menjadi sangat rendah kemudian mati. Inilah yang sering kita lihat sebagai pengelupasan kulit mati. Normalnya, proses pembentukan hingga pengelupasan kulit ini berlangsung kira-kira sepanjang 28 hari. Selain sel-sel keratinosit, kita temui pula sel langerhans yang berfungsi dalam pembentukan sel melanosit yang berperan dalam memproduksi pigmen yang memberi warna dari kulit pada lapisan epidermis ini. Keaktifan dari sel melanosit inilah yang menentukan perbedaan warna kulit dari individu yang berbeda ras dan didapatkan secara bawaan dari riwayat genetik keluarga. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keaktifan dari sel melanosit ini adalah paparan sinar matahari (Prianto, 2014).
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Level Ekstrak Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr) dan Lama Perendaman Terhadap Kualitas Daging Itik Afkir

Level Ekstrak Buah Nanas (Ananas Comosus L. Merr) dan Lama Perendaman Terhadap Kualitas Daging Itik Afkir

sehingga kadar air pada perlakuan tidak memberikan adanya perbedaan, serta diduga pada kondisi tersebut kemampuan daging untuk menyerap air dari lingkungan pada kondisi yang jenuh. Faktor umur berpengaruh pada nilai kadar air daging ternak tersebut. Tilman (1989), berpendapat bahwa kadar air menurun dengan bertambahnya umur ternak, sebaiknya kadar lemak cenderung naik sampai stadium kedewasaan tercapai. Kadar air daging mencapai 75% dalam tubuh ternak. Penambahan ekstrak buah nanas 20% dengan waktu perendaman 15 menit merupakan interaksi yang paling tinggi. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan, karena kadar air daging yang tinggi merupakan suatu faktor yang mendukung perkembangan jamur dan mikroorganisme, sehingga daging yang berkualitas tinggi kadar airnya harus dalam batas yang normal (Anam et al., 2003).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Berbagai cara dapat dilakukan untuk melindungi manusia dari sinar ultraviolet (UV). Namun perlindungan tersebut kadang-kadang tidak memadai karena alat pelindung masih dapat ditembus sinar tersebut. Selain itu, sinar UV dapat dipantulkan oleh berbagai benda di permukaan bumi, sehingga kemungkinan besar pantulannya akan mencapai tubuh kita. Pengaruh sinar UV pada wajah akan merusak sel-sel kulit sehingga akan menimbulkan kerutan, warna dan tekstur kulit yang tidak sama, kulit rusak dan rentan terhadap penyakit, sehingga sangat dibutuhkan kosmetika yang dapat menyaring sinar matahari (sunscreen) atau bahkan yang dapat menahan seluruh sinar matahari (sunblock) untuk mengurangi efek buruk sinar matahari tersebut (De Fretes, dkk., 2011). Ada 2 macam tabir surya, yaitu:
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

De Fretes, H., Susanto, A.B., Limantara, L., Prasetyo, B., Heriyanto., dan Brotosudarmo, T.H.P. (2011). Composition and Content of Pigment, Photostability, and Thermostability Studies of Crude Pigment Extracts from Red, Brown, and Green Varierities of Red Algae Kappa phycusalvarezii Doty. Seminar ICONS. Universitas Ma Chung. Malang. 17(1): 31-38.

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Menyatakan bersedia menjadi sukarelawan untuk uji iritasi dalam penelitin Karina Adirra Islami Affan dengan judul penelitian Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenzone dan Oktil Metoksisinamat dan Memenuhi Kriteria sebagai sukarelawan uji sebagai berikut (Ditjen POM, 1985):

23 Baca lebih lajut

FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SEBAGAI AGEN PEMUTIH GIGI

FORMULASI GEL EKSTRAK ETANOL BUAH NANAS (Ananas comosus (L.) Merr.) SEBAGAI AGEN PEMUTIH GIGI

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat- Nya, dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul Formulasi Gel Ekstrak Etanol Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Sebagai Agen Pemutih Gigi. Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

16 Baca lebih lajut

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Pengaruh Penambahan Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Nilai SPF Krim Tabir Surya Kombinasi Avobenson dan Oktil Metoksisinamat

Oleh karena itu dalam formulasi krim tabir surya kombinasi avobenson dan oktil metoksisinamat ditambahkan ekstrak etanol daun sirsak, penambahan ekstrak ini selain untuk meningkatkan nilai SPF dari sediaan tabir surya, juga diharapkan dapat meningkatkan kestabilan dari penggunaan avobenson dan oktil

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects