Top PDF Panduan Umum Dewan Pendidik dan KOmite Sekolah

Panduan Umum Dewan Pendidik dan KOmite Sekolah

Panduan Umum Dewan Pendidik dan KOmite Sekolah

Pelimpahan wewenang pengelolaan pendidikan pada daerah otonom pada jalur sekolah maupun luar sekolah sesuai dengan jenjang dan jenis, baik negeri maupun swasta, telah diatur melalui perundang-undangan serta perangkat peraturan yang mengikutinya. Selain itu setiap penyelenggaraan pendidikan dibina oleh instansi yang berwenang. Dengan demikian, kondisi tersebut berimplikasi terhadap tatanan dan hubungan baik vertikal maupun horizontal yang baku antara Dewan Pendidikan dengan instansi lain. Hubungan-hubungan tersebut bisa berupa laporan, konsultasi, koordinasi, pelayanan, dan kemitraan. Tata hubungan antara Dewan Pendidikan dengan dinas pendidikan daerah otonom dan lembaga-lembaga pemerintahan lainnya yang bertanggungjawab dalam pengelolaan pendidikan, termasuk dengan Komite-komite Sekolah bersifat koordinatif.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

T2 942014033 Daftar Pustaka

T2 942014033 Daftar Pustaka

Depdiknas, 2002, Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas, 2002, Panduan Umum Dewan Pendidikan dan Komite Se[r]

3 Baca lebih lajut

Panduan Penyusunan Proposal Bantuan Sosial DPKS 2014 cetak

Panduan Penyusunan Proposal Bantuan Sosial DPKS 2014 cetak

Panduan Penyusunan Proposal Bantuan Sosial Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Tahun 2014 ini disusun untuk memberikan acuan kepada Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah yang akan mengajukan sebagai calon penerima bantuan sosial dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan c.q. Output Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Yang Terbina.

16 Baca lebih lajut

22 pemberdayaan komite sekolah dan dewan pendidikan

22 pemberdayaan komite sekolah dan dewan pendidikan

penyampaian informasi tanpa menimbulkan perubahan sikap dan kebiasaan dalam kinerja organisasi. Lalu, apakah pemberian informasi seperti itu memang tidak diperlukan lagi? Secara umum memang masih bisa dilaksanakan. Namun, pemberian informasi seperti itu, harus diikuti dengan penerapan pola-pola yang lebih bersifat pendampingan atau fasilitasi langsung kepada Komite Sekolah. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi itu perlu ditingkatkan menjadi kegiatan pemberdayaan, dengan titik berat sebagai kegiatan pendampingan kepada setiap kelompok Komite Sekolah, menyerap langsung masalah yang dihadapi, dan kemudian bersama-sama Komite Sekolah berusaha untuk memecahkannya. Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota perlu memiliki Tim Fasilitator tingkat kabupaten/kota, yang terjun langsung ke setiap Komite Sekolah, atau setidaknya ke berbagai forum kegiatan Komite Sekolah. Fasilitator bukanlah birokrat yang sedang turun ke lapangan atau sedang melakukan turba (turun ke bawah). Fasilitator adalah pendamping yang setia Komite Sekolah, yang bersama- sama ikut membentuk Komite Sekolah secara demokratis, transparan, dan akuntabel. b. Pelaksanaan program pemberdayaan Komite Sekolah sekaligus mempunyai tujuan
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

SK Pengangkatan TPS dan TPK SMK IPMAN 2013

SK Pengangkatan TPS dan TPK SMK IPMAN 2013

Hasil rapat kerja Yayasan, dewan pendidik, dan komite sekolah dengan materi pokok pembahasan Rencana Pengembangan Sekolah MEMUTUSKAN Menetapkan: Pertama : Menetapkan dan mengesahkan su[r]

4 Baca lebih lajut

PANDUAN UMUM DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE

PANDUAN UMUM DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE

Pada saat ini, selain adanya BP3 dibentuk pula Komite Sekolah (di beberapa sekolah yang memperoleh program khusus), beranggotakan kepala sekolah sebagai ketua dan salah seorang guru, ketua BP3, ketua LKMD dan tokoh masyarakat sebagai anggota. Pembentukan komite dimaksudkan untuk menangani pelaksanaan rehabilitasi bangunan sekolah (SD dan MI), dan pembangunan unit sekolah baru (SLTP dan MTs), sedangkan di SMK, selain terdapat BP3 dibentuk juga Majelis Sekolah yang mempunyai peran menjembatani sekolah dengan industri dalam pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG), dan Bursa Kerja Khusus (BKK) yang merupakan kerja sama sekolah dengan Depnaker dalam pemasaran lulusan.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

KOMITE SEKOLAH DI ANTARA CITA DAN REALIT

KOMITE SEKOLAH DI ANTARA CITA DAN REALIT

Komite Sekolah adalah nama badan yang berkedudukan pada satu satuan pendidikan, baik jalur sekolah maupun luar sekolah, atau beberapa satuan pendidikan yang sama di satu kompleks yang sama. Nama Komite Sekolah merupakan nama generik. Artinya, bahwa nama badan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan, seperti Komite Sekolah, Komite Pendidikan, Komite Pendidikan Luar Sekolah, Dewan Sekolah, Majelis Sekolah, Majelis Madrasah, Komite TK, atau nama lainnya yang disepakati. Dengan demikian, organisasi yang ada tersebut dapat memperluas fungsi, peran, dan keanggotaannya sesuai dengan panduan ini atau melebur menjadi organisasi baru, yang bernama Komite Sekolah (SK Mendiknas Nomor 044/U/2002). Peleburan BP3 atau bentuk-bentuk organisasi lain yang ada di sekolah, kewenangannya akan berkembang sesuai kebutuhan dalam wadah Komite Sekolah. 20
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Laporan GCG BNI Syariah 2014

Laporan GCG BNI Syariah 2014

Komite Audit dibentuk dengan berpedoman antara lain pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 11/33/PBI/2009 tanggal 7 Desember 2009 dan SE 15/15/DPNP tanggal 29 April 2010 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Komite Audit menjalankan tugasnya berdasarkan mandat Piagam Komite Audit yang ditetapkan dengan Keputusan Dewan Komisaris. Piagam Komite Audit ditetapkan oleh Dewan Komisaris sebagai panduan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara transparan, kompeten, objektif dan independen sehingga dapat dipertanggungjawabkan dan diterima oleh semua pihak yang berkepentingan.Piagam Komite Audit dievaluasi secara berkala dan apabila diperlukan dilakukan amandemen untuk memastikan kepatuhan BNI Syariah terhadap ketentuan OJK dan peraturan terkait lainnya. Revisi terakhir piagam Komite Audit dilakukan pada tahun 2014 dan telah ditetapkan dengan Keputusan Dewan Komisaris nomor KEP/01/DK/2014 tanggal 10 September 2014.
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Pemahaman Terhadap Peran Komite Sekolah Dengan Kinerja Komite Sekolah Di Kecamatan Klaten Utara Kabupaten Klaten.

PENDAHULUAN Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Pemahaman Terhadap Peran Komite Sekolah Dengan Kinerja Komite Sekolah Di Kecamatan Klaten Utara Kabupaten Klaten.

manajemen berbasis sekolah yaitu sistem manajemen yang berorientasi pada dukungan sekolah. Oleh karena partisipasi masyarakat merupakan potensi yang sangat penting untuk memaksimalkan kualitas pendidikan berbasis manajemen. Tucker dan Slatte (2002) pada penelitian yang membahas mengenai sekolah berbasis manajemen, menurut pandangan masyarakat dan prinsip-prinsip sekolah dasar umum dan khusus, menyatakan bahwa implementasi sekolah berbasis manajemen pada sekolah umum lebih tinggi dibandingkan sekolah khsusus. Orangtua anak di sekolah umum memiliki kesempatan yang tinggi dalam beberapa hal pengambilan keputusan berkaitan dengan, guru yang bekerja, penseleksian textbook , standarisasi atau petunjuk, kebijakan sekolah, evaluasi kenaikan tingkat, penggunaan dana, dan rencana profesionalisasi pengembangan sekolah. Selanjutnya penelitian Deborah (2004) menyimpulkan dari survei terhadap 216 ketua dewan sekolah, hanya ada tiga subjek yang menyatakan selalu melakukan evaluasi dan laporan secara teratur. Dari survey nasional lebih dari 70 subjek secara acak, hanya 29% yang memberikan evaluasi dan laporan secara rutin, selebihnya tidak melakukan laporan atau evaluasi kepada dewan sekolah.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KOMITE SEKOLAH DI ANTARA CITA DAN REALITA ZULKIFLI Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau ABSTRAK - KOMITE SEKOLAH DI ANTARA CITA DAN REALITA

KOMITE SEKOLAH DI ANTARA CITA DAN REALITA ZULKIFLI Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau ABSTRAK - KOMITE SEKOLAH DI ANTARA CITA DAN REALITA

Komite Sekolah adalah nama badan yang berkedudukan pada satu satuan pendidikan, baik jalur sekolah maupun luar sekolah, atau beberapa satuan pendidikan yang sama di satu kompleks yang sama. Nama Komite Sekolah merupakan nama generik. Artinya, bahwa nama badan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan, seperti Komite Sekolah, Komite Pendidikan, Komite Pendidikan Luar Sekolah, Dewan Sekolah, Majelis Sekolah, Majelis Madrasah, Komite TK, atau nama lainnya yang disepakati. Dengan demikian, organisasi yang ada tersebut dapat memperluas fungsi, peran, dan keanggotaannya sesuai dengan panduan ini atau melebur menjadi organisasi baru, yang bernama Komite Sekolah (SK Mendiknas Nomor 044/U/2002). Peleburan BP3 atau bentuk-bentuk organisasi lain yang ada di sekolah, kewenangannya akan berkembang sesuai kebutuhan dalam wadah Komite Sekolah. 20
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Buku Panduan Umum Dewan Pendidikan Dan Komite Sekolah

Buku Panduan Umum Dewan Pendidikan Dan Komite Sekolah

Penyusun : Tim Pengembang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Tahun : 2002 Editor : Staf MPFdocuments Website Indonesia Design : Staf MPFdocuments Website Indonesia Publikasi : MPFdocu[r]

3 Baca lebih lajut

02 Kata Sambutan, Pengantar, Daftar Isi

02 Kata Sambutan, Pengantar, Daftar Isi

Dalam rangka pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah tersebut, diperlukan adanya buku PANDUAN UMUM DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH yang diharapkan dapat digunakan sebagai acuan pelaksanaan bagi semua elemen masyarakat yang akan membentuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah atau memperluas peran, fungsi, dan keanggotaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah yang telah ada. Pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah diharapkan dapat memacu usaha pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan, selaras dengan konsepsi partisipasi berbasis masyarakat (community-based participation) dan manajemen berbasis sekolah (school-based management) yang kini tidak hanya menjadi wacana, tetapi telah mulai dilaksanakan di Indonesia.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Buku Panduan Umum Dewan Pendidikan Dan Komite Sekolah

Buku Panduan Umum Dewan Pendidikan Dan Komite Sekolah

sekolah. Dengan adanya PP ini kepala sekolah bisa saja tidak setuju terhadap komposisi keanggotaan komite sekolah yang dianggap tidak sejalan dengan pikiran kepala sekolah. Bisa saja pasal ini muncul karena dilatar belakangi adanya disharmonisasi hubungan antara komite sekolah dan kepala sekolah. Komite sekolah terlalu over acting terhadap kebijakan kepala sekolah, sehingga hal tersebut mengganggu kinerja sekolah secara keseluruhan. Terlepas dari pro dan kontra tentang penetapan keanggotaan komite sekoalah, harus tetap difahami bahwa keberadaan kedua komponen tersebut adalah bertujuan sama, yaitu sama-sama memajukan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Sehingga yang harus dikedepankan adalah persamaan tersebut dan bukan jurang perbedaan yang dapat menimbulkan disharmonisasi hubungan sebagai mitra kerja.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Buku Panduan Umum Dewan Pendidikan Dan Komite Sekolah

Buku Panduan Umum Dewan Pendidikan Dan Komite Sekolah

Penyusun : Tim Pengembang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Tahun : 2002 Editor : Staf MPFdocuments Website Indonesia Design : Staf MPFdocuments Website Indonesia Publikasi : MPFdocu[r]

2 Baca lebih lajut

Pengaruh penerapan good corporate governance oleh dewan komisaris, dewan direksi, komite-komite, dan dewan pengawas syariah terhadap kinerja perbankan pada Bank umum syariah di Indonesia Tahun 2010-2013

Pengaruh penerapan good corporate governance oleh dewan komisaris, dewan direksi, komite-komite, dan dewan pengawas syariah terhadap kinerja perbankan pada Bank umum syariah di Indonesia Tahun 2010-2013

Dari berbagai pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian good corporate governance (GCG) pada dasarnya merupakan suatu system (input, proses, output) dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang berkepentingan (stakeholders) terutama dalam arti sempit hubungan antara pemegang saham, dewan komisaris, dan dewan direksi demi tercapainya tujuan perusahaan. GCG dimasukkan untuk mengatur hubungan-hubungan ini dan mencegah terjadinya kesalahan- kesalahan signifikan dalam strategi perusahaan dan untuk memastikan bahwa kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki dengan segera.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

FILE 12 SEMINAR NASIONAL 2005

FILE 12 SEMINAR NASIONAL 2005

Pada hakekatnya sekolah bukan hanya tempat pembinaan intelektual saja, tetapi juga pembinaan sikap dan perilaku, termasuk keterampilan proses secara individual dan kolektif, pembinaannya diarahkan pada pembinaan hidup kebersamaan (kelompok/sosial). Sekolah dianggap sebagai: miniatur kehidupan, pemasyarakatan calon anggota masyarakat, dan agen pembaharuan. Sehingga lingkungan sekolah harus menjadi lingkungan yang ideal untuk mengembangkan kreativitas dan tempat berkembangnya kebudayaan. Ukuran untuk mendirikan sekolah dan mengembangkan sekolah bukan hanya pada jumlah ruangan belajar dan banyaknya siswa (daya tampung atau rombongan belajar) di sekolah, tetapi sebagai tempat terjadinya proses silih asah, silih asih, dan silih asuh.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pengaruh Dewan Komisaris, Komite Audit dan Jumlah Kompensasi Dewan Komisaris Serta Dewan Direksi Terhadap Manajemen Pajak Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Dewan Komisaris, Komite Audit dan Jumlah Kompensasi Dewan Komisaris Serta Dewan Direksi Terhadap Manajemen Pajak Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

yang dapat dilakukan oleh manajemen sebagai agen untuk memenuhi kepentingan pribadinya. Paket kompensasi dewan komisaris dan dewan direksi bertujuan untuk memotivasi pengelola dan penasihat perusahaan agar mendorong efisiensi pembayaran pajak perusahaan oleh manajer sehingga menambah nilai perusahaan dan memberi manfaat kepada pemegang saham terhadap tingginya tingkat pengembalian kepada mereka. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah manajemen pajak. Manajemen pajak merupakan upaya melalui proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian kewajiban dan hak mengenai perpajakan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi sehingga dapat meningkatkan laba atau penghasilan.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

MEMBANGUN PENDIDIKAN BERBASIS LOKAL BERTARAF UNIVERSAL

MEMBANGUN PENDIDIKAN BERBASIS LOKAL BERTARAF UNIVERSAL

UUD 1945 telah mengamanatkan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, dan oleh sebab itu Warga Negara Indonesia tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan jender berhak memperoleh pelayanan pendidikan yang bermutu. Berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan, baik pada jalur formal maupun nonformal telah ditempuh pemerintah. Hal ini terbukti lahir program-program peningkatan mutu melalui program Sekolah Berstandar Nasional, Sekolah Unggulan, Sekolah Satu Atap, dan masih banyak program-program peningkatan mutu yang lain, termasuk rintisan pengembangan model Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Namun demikian, program-program peningkatan mutu yang telah ditempuh tersebut ternyata masih banyak ketertinggalan yang harus dikejar untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan iptek dan arus kesejagatan.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PENGARUH DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH INDONESIA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE)

PENGARUH DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH INDONESIA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE)

Namun jika perusahaan juga terlalu banyak melakukan rapat maka dapat mengangu agensi diperusahaan tersebut. Penelitian terdahulu yang mengkaji jumlah rapat dewan pengawas syariah pengaruhnya dengan pengungkapan risiko finansial masih belom banyak dilakukan. Menurut hasil penelitian Bank Indonesia kerjasama dengan Ernst dan Young yang dibahas dalam seminar akhir tahun 2008 di Bank Indonesia, salah satu masalah utama dalam implementasi manajemen resiko di perbankan syariah adalah peranan DPS yang belum optimal. pernyataan itu disimpulkan para peneliti sebagai kesenjangan utama manajemen risiko yang harus diperbaiki di masa depan. Dewan Pengawas Syariah wajib menyampaikan laporan hasil Pengawasannya secara semesteran yang disampaikan kepada Bank Indonesia paling lambat dua bulan setelah periode semesteran dimaksud berakhir. Anggota Dewan Pengawas Syariah telah menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal (UUS 2014).
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Pengaruh Struktur Governance dan Internal Audit Terhadap Fee Eksternal Audit (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014)

Pengaruh Struktur Governance dan Internal Audit Terhadap Fee Eksternal Audit (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2014)

Komite Nasional Kebijakan Governance dalam Pedoman GCG Indonesia menyatakan bahwa komisaris independen adalah anggota dewan komisaris yang tidak berasal dari pihak terafiliasi. Yang dimaksud dengan terafiliasi adalah pihak yang mempunyai hubungan bisnis dan kekeluargaan dengan pemegang saham pengendali, anggota direksi dan dewan komisaris lain, serta dengan perusahaan itu sendiri. Jumlah komisaris independen harus dapat menjamin agar mekanisme pengawasan berjalan secara efektif dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan (KNKG 2006:13).

28 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...