Top PDF HUBUNGAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN MATA PELAJARAN AKHLAK (STUDI KASUS KELAS VIII DI SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA TAHUN Hubungan Pendidikan Karakter Dengan Mata Pelajaran Akhlak (Studi Kasus Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Pelajaran 20

HUBUNGAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN MATA PELAJARAN AKHLAK (STUDI KASUS KELAS VIII DI SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA TAHUN  Hubungan Pendidikan Karakter Dengan Mata Pelajaran Akhlak (Studi Kasus Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Pelajaran 20

HUBUNGAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN MATA PELAJARAN AKHLAK (STUDI KASUS KELAS VIII DI SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA TAHUN Hubungan Pendidikan Karakter Dengan Mata Pelajaran Akhlak (Studi Kasus Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Pelajaran 20

Pendidikan karakter sangatlah diperlukan dan diterapkan dalam lembaga pendidikan sekolah dan berbagai jenjang pendidikan dengan adanya pendidikan karakter yang baik maka akan terbentuklah akhlak yang baik pula. Yang mana pendidikan karakter sangat ditekankan pada setiap siswa. Maka dalam hal ini, penulis akan meneliti hubungan pendidikan karakter dengan mata pelajaran akhlak kelas VIII di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta tahun ajaran 2012/2013. Dalam penelitian ini diambil tentang pendidikan karakter dengan pelajaran akhlak karena akhlak adalah pendidikan sangat penting diberikan kepada siswa sebagai pondasi awal untuk menghadapi realita perkembangan jaman dari tahun ke tahun yang semakin berkembang. Maka adanya pelajaran akhlak dalam sekolah, siswa tidak akan cepat terpengaruh dan bisa mempertimbangkan perilaku yang baik dan buruk.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN  Hubungan Pendidikan Karakter Dengan Mata Pelajaran Akhlak (Studi Kasus Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013).

BAB 1 PENDAHULUAN Hubungan Pendidikan Karakter Dengan Mata Pelajaran Akhlak (Studi Kasus Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013).

Semua perilaku negatif masyarakat Indonesia baik yang terjadi kalangan pelajar ataupun mahasiswa maupun kalangan yang lainnya, jelas ini menunjukkan kerapuhan karakter yang cukup parah yang salah satunya lembaga pendidikan. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter tidaklah hanya diserahkan kepada guru agama saja, karena dalam pelaksanaan pendidikan harus dipikul oleh semua pihak, temasuk kepala sekolah, para guru, staf tata usaha, tukang sapu, penjaga kantin, dan bahkan orang tua di rumah. Untuk mewujudkan siswa yang berkarakter, diperlukan upaya yang tepat melalui pendidikan. Karena pendidikan mempunyai peranan penting dan sentral dalam menanamkan, mentransformasikan dan menumbuhkembangkan karakter positif siswa, serta mengubah watak siswa yang tidak baik menjadi baik (Gunawan, 2012 : iv-v).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN MATA PELAJARAN AKHLAK (STUDI KASUS KELAS VIII DI SMP MUHAMMADIYAH 10  Hubungan Pendidikan Karakter Dengan Mata Pelajaran Akhlak (Studi Kasus Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013).

HUBUNGAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN MATA PELAJARAN AKHLAK (STUDI KASUS KELAS VIII DI SMP MUHAMMADIYAH 10 Hubungan Pendidikan Karakter Dengan Mata Pelajaran Akhlak (Studi Kasus Kelas VIII Di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013).

Telah di munaqosahkan dalam sidang panitia ujian munaqosah skripsi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta pada tanggal 16 Maret 2013 dan dapat diterima sebagai kelengkapan ujian akhir dalam rangka menyelesaikan studi program strata satu ( S1) guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd.I).

16 Baca lebih lajut

MDA Manajemen Kurikulum Pendidikan Karakter Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Di Smp Muhammadiyah 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012).

MDA Manajemen Kurikulum Pendidikan Karakter Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Di Smp Muhammadiyah 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012).

Manfaat penelitian ini meliputi manfaat teoritis yaitu memberikan kontribusi informasi tentang manajemen kurikulum pendidikan karakter dan menambah khasanah ilmu di bidang pendidikan. Dan manfaat praktis mencakup untuk memberikan pengetahuan tentang bagaimana manajemen kurikulum pendidikan karakter di SMP Muhammadiyah 4 Surakarta khususnya dan sekolah lain pada umumnya dan Mengajak pelaku-pelaku pendidikan untuk membangun wacana kurikulum baru dalam dunia pendidikan, kemudian merumuskannya sesuai kebutuhan siswa dan dunia pendidikan pada umumnya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN KARAKTER KERJA KERAS PADA  SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA  Pembentukan Karakter Kerja Keras Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (Studi Kasus di kelas VII SMP Muhammadiyah 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014).

PEMBENTUKAN KARAKTER KERJA KERAS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Pembentukan Karakter Kerja Keras Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (Studi Kasus di kelas VII SMP Muhammadiyah 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014).

Penelitian ini berjenis kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, guru IPA, dan siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 8 Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknisis analisis yang digunakan adalah model interaktif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang positif secara teoritis atau pun praktis.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DENGAN AKHLAK SISWA SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2008/2009.

HUBUNGAN PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DENGAN AKHLAK SISWA SMP MUHAMMADIYAH 10 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2008/2009.

Penelitian ini merupakan sebuah penelitian studi kasus/penelitian lapangan yaitu penyelidikan mendalam (indepth study) mengenai suatu unit sosial sehingga menghasilkan gambaran yang jelas dan lengkap mengenai unit sosial tersebut. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskrpsi Korelasional, dengan rumus Korelasi Product Moment untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara variabel yang diteliti dan apabila ada sejauh mana erat dan berartinya hubungan itu sehingga dapat diketahui secara jelas bagaimana sistem pembelajaran Aqidah Akhlak di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta serta hubungannya dengan akhlak siswa.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  Manajemen Kurikulum Pendidikan Karakter Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Di Smp Muhammadiyah 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012).

MANAJEMEN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Manajemen Kurikulum Pendidikan Karakter Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Di Smp Muhammadiyah 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012).

Pendidikan karakter adalah upaya pembentukan karakter kepada peserta didik melalui proses belajar mengajar yang ditumbuh kembangkan dalam kepribadia seseorang sehingga menjadi satu kesatuan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Menurut Sri Narwati (2011: 17), pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang sesuai dengan kompetensi lulusan. Sehingga melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MANAJEMEN KELAS DENGAN TINGKAT PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKHLAK  Hubungan Manajemen Kelas Dengan Tingkat Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akhlak Kelas Vii Di Smp Muhammadiyah 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/ 2012.

HUBUNGAN MANAJEMEN KELAS DENGAN TINGKAT PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKHLAK Hubungan Manajemen Kelas Dengan Tingkat Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akhlak Kelas Vii Di Smp Muhammadiyah 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/ 2012.

Kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Jadi seorang guru harus mampu mengatur kelas dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil prestasi belajar dengan baik pula. Maka dalam hal ini, penulis meneliti hubungan manajemen kelas dengan tingkat prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akhlak kelas VII di SMP Muhammadiyah 4 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Dalam penelitihan ini diambil tentang pelajaran akhlak karena akhlak adalah pendidikan sangat penting diberikan kepada siswa sebagai pondasi awal untuk menghadapi realita perkembangan jaman dari tahun ke tahun yang semakin berkembang. Maka adanya pelajaran akhlak dalam sekolah, siswa tidak akan cepat terpengaruh dan bisa mempertimbangkan perilaku yang baik dan buruk.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Manajemen Kurikulum Pendidikan Karakter Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Di Smp Muhammadiyah 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012).

PENDAHULUAN Manajemen Kurikulum Pendidikan Karakter Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus Di Smp Muhammadiyah 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012).

Dalam Karya ilmiah Arini Widyowati (UMS, 2011) dengan judul Pendidikan Karakter Masalah Hambatan Kompetensi Guru dan Pengembangannya di Lingkungan Sekolah menyimpulkan bahwa pendidikan sesuai dengan fungsi dan peranannya mampu melahirkan manusia yang berilmu, bermoral, berkarakter dan memiliki kemampuan profesional dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberhasilan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran guru dalam kegiatan belajar mengajar. Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip-prinsip profesional. Guru yang berkualitas seharusnya memiliki empat kompetensi yaitu kompoetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Oleh karena itu, selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak dan dapat bersosialisasi dengan baik serta dapat dijadikan model.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUBUNGAN MANAJEMEN KELAS DENGAN TINGKAT PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKHLAK  Hubungan Manajemen Kelas Dengan Tingkat Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akhlak Kelas Vii Di Smp Muhammadiyah 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/ 2012.

HUBUNGAN MANAJEMEN KELAS DENGAN TINGKAT PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKHLAK Hubungan Manajemen Kelas Dengan Tingkat Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akhlak Kelas Vii Di Smp Muhammadiyah 4 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/ 2012.

Kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pembelajaran dan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Jadi seorang guru harus mampu mengatur kelas dengan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil prestasi belajar dengan baik pula. Maka dalam hal ini, penulis meneliti hubungan manajemen kelas dengan tingkat prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akhlak kelas VII di SMP Muhammadiyah 4 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012. Dalam penelitihan ini diambil tentang pelajaran akhlak karena akhlak adalah pendidikan sangat penting diberikan kepada siswa sebagai pondasi awal untuk menghadapi realita perkembangan jaman dari tahun ke tahun yang semakin berkembang. Maka adanya pelajaran akhlak dalam sekolah, siswa tidak akan cepat terpengaruh dan bisa mempertimbangkan perilaku yang baik dan buruk.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KENDALA DAN SOLUSI PEMBENTUKAN KARAKTER KERJA KERAS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA  Pembentukan Karakter Kerja Keras Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (Studi Kasus di kelas VII SMP Muhammadiyah 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014).

KENDALA DAN SOLUSI PEMBENTUKAN KARAKTER KERJA KERAS PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Pembentukan Karakter Kerja Keras Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (Studi Kasus di kelas VII SMP Muhammadiyah 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014).

Penelitian ini berjenis kualitatif. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, guru IPA, dan siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 8 Surakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknisis analisis yang digunakan adalah model interaktif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang positif secara teoritis atau pun praktis.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN AKHLAK  Penerapan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Akhlak (Studi Kasus Di Man 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013).

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN AKHLAK Penerapan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Akhlak (Studi Kasus Di Man 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013).

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: penerapan pendidikan karakter di MAN 2 Surakarta mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta siswa dapat bersikap dan berperilaku yang sopan, disiplin dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas dan siswa dapat mempraktekannya dalam kehidupan dalam sehari-hari baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Sedangkan penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran dilakukan pada setiap mata pelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas dan di luar kelas. Dan penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran biasanya di lakukan oleh setiap guru dalam proses belajar mengajar yang disesuaikan dengan Silabus, RPP dan bahan ajarnya. Sedangkan di MAN 2 Surakarta para guru belum sepenuhnya menerapkan pendidikan karakter, hanya beberapa guru yang telah menerapkannya di dalam silabus dan RPP. Adapun hambatan-hambatan yang muncul adalah 1) peran keluarga dan lingkungan teman bermain yang kurang kondusif; 2) perkembangannya IPTEK yang membawa siswa ke nilai liberal; 3) Latar belakang pendidikan siswa yang berbeda sehingga sulit untuk penerapan pendidikan karakter pada siswa pada waktu KMB; 4) Minimnya contoh konkrit yang baik dari lingkungan sekolah dan masyarakat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN AKHLAK  Penerapan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Akhlak (Studi Kasus Di Man 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013).

PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN AKHLAK Penerapan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Akhlak (Studi Kasus Di Man 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013).

Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: penerapan pendidikan karakter di MAN 2 Surakarta mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi serta siswa dapat bersikap dan berperilaku yang sopan, disiplin dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas dan siswa dapat mempraktekannya dalam kehidupan dalam sehari-hari baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Sedangkan penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran dilakukan pada setiap mata pelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas dan di luar kelas. Dan penerapan pendidikan karakter dalam pembelajaran biasanya di lakukan oleh setiap guru dalam proses belajar mengajar yang disesuaikan dengan Silabus, RPP dan bahan ajarnya. Sedangkan di MAN 2 Surakarta para guru belum sepenuhnya menerapkan pendidikan karakter, hanya beberapa guru yang telah menerapkannya di dalam silabus dan RPP. Adapun hambatan-hambatan yang muncul adalah 1) peran keluarga dan lingkungan teman bermain yang kurang kondusif; 2) perkembangannya IPTEK yang membawa siswa ke nilai liberal; 3) Latar belakang pendidikan siswa yang berbeda sehingga sulit untuk penerapan pendidikan karakter pada siswa pada waktu KMB; 4) Minimnya contoh konkrit yang baik dari lingkungan sekolah dan masyarakat.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN AFEKTIF SISWA Studi Kasus Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada  Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Afektif Siswa Studi Kasus Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas VIII A S

UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN AFEKTIF SISWA Studi Kasus Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Afektif Siswa Studi Kasus Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas VIII A S

Studi Kasus Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014 ” . Penulisan skripsi ini digunakan untuk memenuhi salah satu syarat dalam rangka mencapai gelar Sarjana Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

15 Baca lebih lajut

 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK PADA SISWA SMP KELAS VIII (STUDI EMPIRIK DI SMP ISLAM AL ABIDIN SURAKARTA  Implementasi Pendidikan Akhlak Pada Siswa SMP Kelas VIII (Studi Empirik Di SMP Islam Al Abidin Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014).

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK PADA SISWA SMP KELAS VIII (STUDI EMPIRIK DI SMP ISLAM AL ABIDIN SURAKARTA Implementasi Pendidikan Akhlak Pada Siswa SMP Kelas VIII (Studi Empirik Di SMP Islam Al Abidin Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014).

Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa: (1) Implementasi pendidikan akhlak di SMP Islam Al Abidin sudah diterapkan secara baik melalui konsep pendidikan yang kemudian dijadikan dasar pijakan pelaksanaan setiap kegiatan pembelajaran baik secara formal (proses pembelajaran di dalam kelas) maupun non formal (kegiatan ekstrakurikuler). (2) Aspek pendukung terimplementasinya pendididikan akhlak di SMP Islam Al Abidin ialah adanya kerjasama seluruh civitas academic sekolah (kepala sekolah, guru, seluruh warga sekolah, orang tua siswa) dalam mendukung terimplementasinya akhlak mulia pada pribadi siswa. Aspek penghambatnya ialah beberapa kebijakan sekolah dan guru dinilai kurang konsisten terhadap kasus tertentu, kurang kerjasama sebagian orang tua siswa dalam pelaksanaan kebijakan sekolah, kurang adanya pengawasan/filter dari pihak sekolah terhadap penggunaan media dan pemanfaatan fasilitas sekolah oleh siswa. (3) Gambaran secara general mengenai implementasi akhlak siswa di SMP Islam Al Abidin bisa dikategorikan baik.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PROFESIONALISME GURU DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA BIDANG STUDI Hubungan Profesionalisme Guru Dengan Motivasi Berprestasi Siswa Bidang Studi Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di SMP Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012).

HUBUNGAN PROFESIONALISME GURU DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA BIDANG STUDI Hubungan Profesionalisme Guru Dengan Motivasi Berprestasi Siswa Bidang Studi Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di SMP Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012).

Profesionalisme guru adalah seorang guru yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus serta telah berpengalaman dalam mengajar sehingga mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai seorang guru dengan kemampuan yang maksimal serta memiliki kompetensi sesuai dengan kriteria guru profesional, dan profesinya itu telah menjadi sumber mata pencaharian. Kompetensi guru yang diteliti meliputi empat kompetensi, yaitu; kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Motivasi berprestasi adalah dorongan yang tercermin pada perilaku individu yang selalu mengarah untuk berhasil, meraih sukses dan menjadi yang terbaik dengan usaha yang sungguh- sungguh untuk mencapai sebuah standar keunggulan (standard of excellence).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PROFESIONALISME GURU DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA BIDANG STUDI Hubungan Profesionalisme Guru Dengan Motivasi Berprestasi Siswa Bidang Studi Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di SMP Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012).

HUBUNGAN PROFESIONALISME GURU DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA BIDANG STUDI Hubungan Profesionalisme Guru Dengan Motivasi Berprestasi Siswa Bidang Studi Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di SMP Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012).

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan antara profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam dengan motivasi berprestasi siswa di SMP Muhammadiyah 2 Surakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara profesionalisme guru dengan motivasi berprestasi siswa di SMP Muhammadiyah 2 Surakarta, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 2 Surakarta. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu melalui angket yang diberikan kepada siswa, sedangkan teknik sampling yang digunakan untuk mengambil sampel adalah simple random sampling, yaitu cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan menggunakan acak tanpa memperhatikan strata (tingkatan) dalam anggota populasi tersebut, sehingga jumlah siswa yang dijadikan sampel dalam skripsi ini sebanyak 50 siswa., kemudian menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pendukung. Setelah data-data tersebut diperoleh, penulis menganalisis data dan melakukan uji hipotesis dengan menggunakan rumus korelasi product moment.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN HISBUL WATHAN (STUDI KASUS DI SD MUHAMMADIYAH 2  Pengelolaan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Hisbul Wathan (Studi Kasus Di Sd Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015).

PENGELOLAAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN HISBUL WATHAN (STUDI KASUS DI SD MUHAMMADIYAH 2 Pengelolaan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Hisbul Wathan (Studi Kasus Di Sd Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015).

Tujuan penelitian ini adalah, 1) Untuk mendeskripsikan pengelolaan pendidikan karakter melalui kegiatan Hisbul Wathan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta,2) untuk mengetahui siapa yang mengelola pendidikan karakter melalui kegiatan Hisbul Wathan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta,3)untuk mengetahui tujuan kegiatan Hisbul Wathan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta, 4) untuk mendeskripsikan apa saja bentuk- bentuk kegiatan yang mengandung pendidikan karakter di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta,5) untuk mengetahui kandungan nilai karakter dari kegiatan Hisbul Wathan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Diskriptif Kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang yang diamati atau diwawancarai. Teknik analisis data dengan model analisis interaktif. Subyek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Pembina Hisbul Wathan dan siswa yang mengikuti ektrakulikuler Hisbul Wathan. Teknik pengumpulan data, yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN HISBUL WATHAN (STUDI KASUS DI SD MUHAMMADIYAH 2  Pengelolaan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Hisbul Wathan (Studi Kasus Di Sd Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015).

PENGELOLAAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN HISBUL WATHAN (STUDI KASUS DI SD MUHAMMADIYAH 2 Pengelolaan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Hisbul Wathan (Studi Kasus Di Sd Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015).

Tujuan penelitian ini adalah, 1) Untuk mendeskripsikan pengelolaan pendidikan karakter melalui kegiatan Hisbul Wathan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta, 2) untuk mengetahui siapa yang mengelola pendidikan karakter melalui kegiatan Hisbul Wathan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta, 3)untuk mengetahui tujuan kegiatan Hisbul Wathan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta, 4) untuk mendeskripsikan apa saja bentuk- bentuk kegiatan yang mengandung pendidikan karakter di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta, 5) untuk mengetahui kandungan nilai karakter dari kegiatan Hisbul Wathan di SD Muhammadiyah 2 Kauman Surakarta. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Diskriptif Kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari orang yang diamati atau diwawancarai. Teknik analisis data dengan model interaktif. Subyek penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Pembina Hisbul Wathan dan siswa yang mengikuti ektrakulikuler Hisbul Wathan. Teknik pengumpulan data, yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

UPAYA GURU MATA PELAJARAN AKHLAK DALAM MMENANGGULANGI KENAKALAN SISWA DI SMP  Upaya Guru Mata Pelajaran Akhlak Dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa Di Smp Muhammadiyah 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015.

UPAYA GURU MATA PELAJARAN AKHLAK DALAM MMENANGGULANGI KENAKALAN SISWA DI SMP Upaya Guru Mata Pelajaran Akhlak Dalam Menanggulangi Kenakalan Siswa Di Smp Muhammadiyah 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015.

Berdasarkan analisis data penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peran dan upaya guru mata pelajaran Akhlak;(a) mempunyai kemampuan pribadi, memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan dengan kemampuan yang dimiliki dapa tmengimplementasikan kepada siswanya; (b) memberikan motivasi, memiliki komitme nuntuk memotivasi setiap siswa dan dapat menjadi suritauladan bagi yang dipimpin; (c) menjadi innovator, yaitukomitmen terhadap upaya perubahan ke arah yang lebih baik; (d) memahami karakter siswa yaitu mengetahui tabiat siswa dan berbagai karakternya sehingga guru dapat mengetahui tindakan yang dilakukan oleh siswa; (e) bijaksana, yaitu masalah-masalah yang di hadapi sesuai dengan kepentingan-kepentingan masing-masing; (f) pembimbing, yaitu mampu membimbing semua siswa yang ada.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...