Top PDF PENELITIAN HUKUM PERANAN HAKIM PRA PERADILAN DALAM PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PERKARA PIDANA.

PENELITIAN HUKUM PERANAN HAKIM PRA PERADILAN DALAM PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PERKARA PIDANA.

PENELITIAN HUKUM PERANAN HAKIM PRA PERADILAN DALAM PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PERKARA PIDANA.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan deskriptif analis yang digunakan untuk mencari dan menentukan dasar pertimbangan dalam membahas peranan hakim pra peradilan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap hak-hak tersangka perkara pidana. Dasar pengaturan hukum yang digunakan untuk menentukan peranan hakim pra peradilan ini adalah Kitab Undang-Undang Acara Pidana (KUHAP). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi kepustakaan serta melakukan pengamatan dan perhatian akan kasus praperadilan yang pernah terjadi dan sudah diputus sehingga memiliki kekuatan hukum yang tetap.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENUTUP PERANAN HAKIM PRA PERADILAN DALAM PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PERKARA PIDANA.

PENUTUP PERANAN HAKIM PRA PERADILAN DALAM PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PERKARA PIDANA.

Dalam KUHAP suatu penahanan dianggap sah apabila memenuhi syarat- syarat formil, yakni adanya surat perintah penahanan dan sebagainya, akan tetapi didalam KUHAP juga diatur seorang dapat ditahan yakni apabila ada dugaan keras dia melakukan tindak pidana, disamping adanya suatu keadaan yang dikhawatirkan bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti atau dikhawatirkan tersangka akan melakukan lagi tindak pidana.

12 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK KORBAN  DALAM PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA   Perlindungan Hukum Hak-Hak Korban Dalam Proses Penyelesaian Perkara Pidana (Studi Kasus Di Kabupaten Sukoharjo).

PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK KORBAN DALAM PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA Perlindungan Hukum Hak-Hak Korban Dalam Proses Penyelesaian Perkara Pidana (Studi Kasus Di Kabupaten Sukoharjo).

Dalam hal ini penulis meneliti mengenai Perlindungan hukum hak-hak korban dalam proses penyelesaian perkara pidana (studi kasus di kabupaten Sukoharjo). Hasil penelitian dan pembahasan bahwa Perlindungan hukum hak-hak korban dalam proses penyelesaian perkara pidana yaitu dapat diberikan dalam berbagai cara, bergantung kepada penderitaan/kerugian yang diderita oleh korban, seperti kasus terhadap anak, KDRT, penganiayaan, kecelakaan lalu lintas baik luka ringan maupun meninggalnya seseorang, penipuan, penggelapan. Untuk itu penegak hukum memberikan keamanan si korban dilindungi sebaik mungkin untuk menjaga rasa aman dan kedamaiannya. Pemberian perlindungan sendiri sepenuhnya bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada saksi dan/atau korban dalam memberikan keterangan pada semua tahap proses peradilan pidana. Dengan semakin meningkatnya sifat individualisme dalam masyarakat mengakibatkan sifat kebersamaan atau kegotongroyongan dalam masyarakat semakin menurun sehingga masyarakat kurang peka dalam menghadapi kejahatan yang terjadi. Sikap dan pandangan aparat penegak hukum mengenai perlunya upaya-upaya kongkrit pemberian perlindungan hak dan kepentingan korban tindak pidana Sikap dan pandangan aparat bahwa korban adalah orang yang paling dirugikan dengan adanya tindak pidana tersebut. Sehingga sudah seharusnya posisi korban dan masyarakat dalam hukum pidana kita haruslah berada dalam sistem dan juga menjadi tujuan dari pemidanaan untuk dilibatkan dalam proses penyelesaian perkara pidana. Hal ini proses penyelesian perkara pidana pada akhirnya bermuara pada putusan hakim di pengadilan sebagaimana terjadi pada saat ini, tampak cenderung melupakan dan meninggalkan korban.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

DISPARITAS PIDANA PUTUSAN HAKIM ATAS PERKARA PIDANA ANAK DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HAK-HAK ANAK  Disparitas Pidana Putusan Hakim Atas Perkara Pidana Anak Dalam Perspektif Perlindungan Hak-Hak Anak (Studi Kasus Pengadilan Negeri Boyolali Tahun 2009-201

DISPARITAS PIDANA PUTUSAN HAKIM ATAS PERKARA PIDANA ANAK DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HAK-HAK ANAK Disparitas Pidana Putusan Hakim Atas Perkara Pidana Anak Dalam Perspektif Perlindungan Hak-Hak Anak (Studi Kasus Pengadilan Negeri Boyolali Tahun 2009-201

Putusan hakim dalam perkara pidana anak pada prakteknya terjadi disparitas pemidanaan. Oleh karena itu, masalah penjatuhan hukuman tidak hanya penting bagi hakim dan proses peradilan, namun juga bagi proses hukum secara keseluruhan terutama dalam hal penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab, dampak dan model kebijakan pemidanaan dengan adaya disparitas pidana dalam perkara pidana anak. Jenis penelitiannya adalah penelitian yuridis empiris sehingga pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi kepustakaan kemudian dianalisis dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor yang menyebabkan terjadinya disparitas pidana dalam kasus tindak pidana dengan anak sebagai pelakunya adalah faktor internal, yaitu dari dalam diri hakim itu sendiri dan faktor eksternal, yaitu faktor hukum atau peraturan perundang-undangan sendiri maupun faktor pada diri pelaku/terdakwa. (2) Terjadinya disparitas pidana dalam kasus tindak pidana dengan anak sebagai pelakunya akan berdampak negative, yaitu: a) terpidana merasa dirugikan terhadap putusan hakim tersebut. Apabila terpidana tersebut membandingkannya dengan terpidana lain yang dijatuhi hukuman lebih ringan, b) Terpidana yang diputus lebih ringan akan ada anggapan bahwa melanggar hukum bukanlah hal yang menakutkan karena hukumannya ringan dan c) Rasa ketidakpuasan masyarakat sebagai pencari keadilan yang pada akhirnya menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan pidana. (3) Model kebijakan pemidanaan untuk mengurangi terjadinya disparitas pidana dalam kasus tindak pidana dengan anak sebagai pelakunya dapat dilakukan dengan cara membuat pedoman pemidanaan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK KORBAN  DALAM PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA  Perlindungan Hukum Hak-Hak Korban Dalam Proses Penyelesaian Perkara Pidana (Studi Kasus Di Kabupaten Sukoharjo).

PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK KORBAN DALAM PROSES PENYELESAIAN PERKARA PIDANA Perlindungan Hukum Hak-Hak Korban Dalam Proses Penyelesaian Perkara Pidana (Studi Kasus Di Kabupaten Sukoharjo).

Dalam hal ini penulis meneliti mengenai Perlindungan hukum hak-hak korban dalam proses penyelesaian perkara pidana (studi kasus di kabupaten Sukoharjo). Hasil penelitian dan pembahasan bahwa Perlindungan hukum hak- hak korban dalam proses penyelesaian perkara pidana yaitu dapat diberikan dalam berbagai cara, bergantung kepada penderitaan/kerugian yang diderita oleh korban, seperti kasus terhadap anak, KDRT, penganiayaan, kecelakaan lalu lintas baik luka ringan maupun meninggalnya seseorang, penipuan, penggelapan. Untuk itu penegak hukum memberikan keamanan si korban dilindungi sebaik mungkin untuk menjaga rasa aman dan kedamaiannya. Pemberian perlindungan sendiri sepenuhnya bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada saksi dan/atau korban dalam memberikan keterangan pada semua tahap proses peradilan pidana. Dengan semakin meningkatnya sifat individualisme dalam masyarakat mengakibatkan sifat kebersamaan atau kegotongroyongan dalam masyarakat semakin menurun sehingga masyarakat kurang peka dalam menghadapi kejahatan yang terjadi. Sikap dan pandangan aparat penegak hukum mengenai perlunya upaya-upaya kongkrit pemberian perlindungan hak dan kepentingan korban tindak pidana Sikap dan pandangan aparat bahwa korban adalah orang yang paling dirugikan dengan adanya tindak pidana tersebut. Sehingga sudah seharusnya posisi korban dan masyarakat dalam hukum pidana kita haruslah berada dalam sistem dan juga menjadi tujuan dari pemidanaan untuk dilibatkan dalam proses penyelesaian perkara pidana. Hal ini proses penyelesian perkara pidana pada akhirnya bermuara pada putusan hakim di pengadilan sebagaimana terjadi pada saat ini, tampak cenderung melupakan dan meninggalkan korban.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Peranan Bantuan Hukum.

Peranan Bantuan Hukum.

Bantuan Hukum merupakan komponen penting dalam sistem peradilan pidana yang dapat melindungi hak asasi terdakwa dalam pelaksanaan proses peradilan yang tidak memihak. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sekaligus menjelaskan tentang pelaksanaan bantuan hukum oleh penasihat hukum, dan untuk mengetahui pula tantangan- tantangan atau kendala yang dihadapi penasihat hukum. Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah secara yuridis empiris disertai dengan analisis data secara kualitatif. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa bantuan hukum mempunyai peran yang penting dalam upaya perlindungan hak-hak terdakwa, tetapi pelaksanaannya sangat tergantung pada karakterisitik penasihat hukum. Dalam memainkan perannya, penasihat hukum banyak menghadapi tantangan terutama yang berkaitan dengan moral, baik moral dari penasihat hukum itu sendiri, moral hakim maupun penuntut umum. Tantangan lainnya adalah mengenai sikap dan pandangan dari penegak hukum yang secara apriori menganggap penasihat hukum itu sebagai troublesmaker.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM BANDAR LAMPUNG TERHADAP PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PADA TAHAP PENYIDIKAN (Jurnal Skripsi)

PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM BANDAR LAMPUNG TERHADAP PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PADA TAHAP PENYIDIKAN (Jurnal Skripsi)

Lembaga Bantuan Hukum sebagai salah satu subsistem dari sistem peradilan pidana dapat memegang peranan penting dalam membela dan melindungi hak-hak tersangka, salah satu fungsi Lembaga Bantuan Hukum adalah memberi jasa hukum pada seorang tersangka atau terdakwa guna kepentingan pembelaan. Adapun permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimana Peran Lembaga Bantuan Hukum Bandar Lampung Terhadap Perlindungan hak-hak Tersangka pada tahap penyidikan dan apa faktor-faktor penghambat dalam perlindungan hak- hak tersangka. Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan yuridis normatif dan yuridis empiris. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan (1) bahwa peran Lembaga Bantuan Hukum Bandar Lampung dalam upaya melindungi hak-hak tersangka pada tahap penyidikan adalah memberikan pendampingan terhadap tersangka, memberikan informasi dan pendidikan hukum kepada masyarakat, melalui penyuluhan didalam lapas dan disetiap daerah di Bandar Lampung. (2) Peran Lembaga Bantuan Hukum Bandar Lampung tersebut belum tergarap secara total, karena adanya berbagai faktor, yaitu: (a) faktor aparat penegak hukum, (b) faktor sarana dan prasarana, serta (c) faktor dari Masyarakat itu sendiri.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

DISPARITAS PIDANA PUTUSAN HAKIM ATAS PERKARA PIDANA ANAK DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HAK-HAK ANAK   Disparitas Pidana Putusan Hakim Atas Perkara Pidana Anak Dalam Perspektif Perlindungan Hak-Hak Anak (Studi Kasus Pengadilan Negeri Boyolali Tahun 2009-20

DISPARITAS PIDANA PUTUSAN HAKIM ATAS PERKARA PIDANA ANAK DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HAK-HAK ANAK Disparitas Pidana Putusan Hakim Atas Perkara Pidana Anak Dalam Perspektif Perlindungan Hak-Hak Anak (Studi Kasus Pengadilan Negeri Boyolali Tahun 2009-20

Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Siegfried L. Sporer and Jane Goodman – Delahunty yang menunjukkan bahwa faktor hukum, terutama bukti, menjelaskan sebagian besar varians dalam keputusan hakim, sedangkan di luar faktor hukum biasanya mencapai kurang dari 10% dari varians yang diamati. Sebagian besar perbedaan dalam penilaian fakta yang sama, timbul karena variabilitas acak waktu tidak dapat diandalkan sebagai lawan keseluruhan sikap kekerasan atau kelonggaran pada hakim. Beberapa perbedaan dalam penetapan hukuman adalah konsekuensi tak terelakkan dari kenyataan bahwa keputusan dilakukan oleh manusia: "... hukuman adalah proses manusia, melibatkan latihan diskresioner yang diterapkan dalam batasan proses peradilan dan proses ini membutuhkan banyak keseimbangan, sering saling bertentangan, pertimbangan atau faktor yang tidak selalu bisa diberikan bobot masing-masing". Contoh tersebut merupakan pengaruh bawah sadar pada hukuman yang terkait dengan karakteristik hakim, pelaku, korban dan konsekuensi yang tidak diinginkan dari tindak pidana yang berfungsi untuk menggambarkan bahwa wawasan teoritis dari penelitian dasar psikologikal dapat bermanfaat untuk diterapkan dalam menyelesaikan masalah hukum. 8
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PERANAN HAKIM PRA PERADILAN DALAM PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PERKARA PIDANA.

PENDAHULUAN PERANAN HAKIM PRA PERADILAN DALAM PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA PERKARA PIDANA.

Hakim sebagai pihak yang menjadi penengah ketika negara melalui jaksa melakukan penuntutan kepada seorang warga negara yang didakwakan telah melakukan pelanggaran di bidang hukum publik (pidana) melawan warga negara. Sebagai pihak penengah hakim akan memutus guna menyelesaikan pertentangan hukum yang ada. Independensi dan netralitas hakim sangat penting guna menjaga agar persidangan berlangsung adil dan tidak memihak (imparsial). Tugas seorang hakim sangatlah berat karena harus memutus berdasarkan pertimbangan keadilan. Putusan hakim nantinya dapat menetukan nasib seseorang. Hakim dapat dikatakan sebagai wakil Tuhan karena hakim dianggap dapat menentukan hidup dan matinya seseorang melalui putusan-putusannya. 4
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perlindungan Hak Hak Tersangka dan Terda

Perlindungan Hak Hak Tersangka dan Terda

tersebut. Pemaknaan due process of law yang cenderung menganggap bahwa penerapan undang-undang dalam hal ini KUHAP adalah yang paling adil karena telah diatur secara lex scripta, namun, perlu disadari bahwa proses hukum yang adil tidak sekadar menerapkan peraturan perundang- undangan, namun lebih kepada sikap kita dalam menghargai hak-hak setiap individu (termasuk Tersangka dan Terdakwa) sebagaimana terkandung dalam UUD 1945 yang menyatakan bahw “kemerdekaan adalah hak segala bangsa”. Tanpa kita sadari, pelanggaran terhadap hak-hak individu akan berdampak panjang. Walaupun yang mengalami misalnya hanya Tersangka atau Terdakwa pada saat itu, namun dalam jangka panjang akan terjadi keresahan sosial dan politik. Pada dampak yang lebih besar, maka pelanggaran hak-hak ini akan memicu konflik dalam masyarakat dan anatarnegara terhadap aparat hukum.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

HAK INGKAR DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JABATAN NOTARIS DALAM PROSES PERADILAN PIDANA.

HAK INGKAR DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JABATAN NOTARIS DALAM PROSES PERADILAN PIDANA.

c. Mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai kejahatan dan pemidanaan melalui mass media (influencing view of society on crime and punishment/ mass media). 7 Barda Nawawi, juga mengkonstantasi bahwa upaya penanggulangan kejahatan secara garis besar dapat dibagi dua, yaitu lewat jalur penal (hukum pidana) dan lewat jalur non penal (bukan hukum pidana). Penjatuhan hukuman pidana terhadap notaris tersebut dimaksudkan untuk selain mengingatkan notaris agar jera dan tidal lagi mengulangi perbuatannya juga sebagai teguran kepada lembaga pengawas notaris untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara benar dan profesional oleh karena akan berakibat buruk terhadap integritas asosiasi juga jabatan notaris itu sendiri, bahwa profesi notaris tidak dapat diandalkan sebagai aparat kepercayaan pemerintah dan masyarakat sebagaimana ketentuan Pasal 1 ayat (1) UUJN. Perlu juga diingat bahwa UUJN bukan merupakan Lex spesialis dari KUHP. UUJN adalah Peraturan yang bersifat administratif dan sifatnya mengatur tentang pelanggaran administratif yang dilakukan oleh Notaris dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai Notaris sesuai yang diatur dalam UUJN. Oleh karena itu Perbuatan memasukkan keterangan palsu kedalam akte notaris adalah sebuah kejahatan yang diancam dengan pidana penjara sesuai ketentuan Pasal 266 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN KEWENANGAN PENYIDIK DIREKTORAT RESERSE NARKOBA DALAM PROSES PEMERIKSAAN TERSANGKA DI TINGKAT PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA TERKAIT DENGAN PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA (Studi Kepolisian Daerah Sumatera Barat) - Repositori Universitas And

PELAKSANAAN KEWENANGAN PENYIDIK DIREKTORAT RESERSE NARKOBA DALAM PROSES PEMERIKSAAN TERSANGKA DI TINGKAT PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA TERKAIT DENGAN PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA (Studi Kepolisian Daerah Sumatera Barat) - Repositori Universitas And

PELAKSANAAN KEWENANGAN PENYIDIK DIREKTORAT RESERSE NARKOBA DALAM PROSES PEMERIKSAAN TERSANGKA DI TINGKAT PENYIDIKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA TERKAIT DENGAN PERLINDUNGAN HAK-HAK TERSANGKA [r]

1 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM DI POLSEK UJUNG PANDANG

PERLINDUNGAN HUKUM HAK-HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM DI POLSEK UJUNG PANDANG

meskipun kepadanya undang-undang telah dianugerahkan hak-hak dan kewenangan, yang sudah diakui secara universal, yang dalam hal ini ditinjau dari perspektif hukum Indonesia, seperti hak tersangka untuk diam, hak untuk didampingi oleh pembela, hak-hak Miranda, hak untuk tidak diterapkan undang-undang yang berlaku surut, hak untuk tidak terjadi double jeopardy, antipemidanaan diri, hak untuk tidak disiksa dan tidak dijatuhkan hukuman yang kejam, prinsip presumption of innocence, dan masih banyak hak tersangka yang terpasung oleh teori dan praktik hukum di Indonesia. Penulis juga membahas mengenai jaminan hak tersangka dalam hukum pidana Islam yakni jaminan untuk kepentingan tertuduh, jaminan pada saat penahanan, jaminan pada saat interogasi dan jaminan pada tahap pemeriksaan di Pengadilan. 5. Ruslan Renggong, dalam bukunya Hukum Acara Pidana : Memahami
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SAKSI MAHKOTA DALAM PERADILAN PIDANA PERKARA KORUPSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SAKSI MAHKOTA DALAM PERADILAN PIDANA PERKARA KORUPSI.

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SAKSI MAHKOTA DALAM PERADILAN PIDANA PERKARA KORUPSI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP SAKSI MAHKOTA DALAM PERADILAN PIDANA PERKARA KORUPSI.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa hasil penulisan ini sesungguhnya adalah hasil yang maksimal. Keterbatasan kemampuan yang ada pada penulis, menyebabkan kekurangan dan ketidaksempurnaan tidak dapat penulis hindari. Kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaannya sangat penulis harapkan. Semoga Penulisan Hukum ini dapat berguna untuk kita semua.

12 Baca lebih lajut

SKRIPSI  Perlindungan Hak Tersangka, Terdakwa dan Korban Tindak Pidana Terorisme Beserta Implementasinya (Studi Kasus Di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

SKRIPSI Perlindungan Hak Tersangka, Terdakwa dan Korban Tindak Pidana Terorisme Beserta Implementasinya (Studi Kasus Di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

Dengan memanjatkan puji syukur Alhamdulilah kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan mengambil judul “PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA, TERDAKWA, DAN KORBAN TINDAK PIDANA TERORISME BESERTA IMPLEMENTASI (Studi Kasus di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban)”.

13 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Perbandingan Perlindungan Hukum Terhadap Korban dan Pelaku Kejahatan Didasarkan Atas Asas Equality Before The Law

Tinjauan Yuridis Perbandingan Perlindungan Hukum Terhadap Korban dan Pelaku Kejahatan Didasarkan Atas Asas Equality Before The Law

Wujud penghormatan hak asasi manusia dalam hukum pidana, hal ini bisa kita lihat dari perlindungan hukum yang diberikan oleh hukum pidana tersebut atas diri pelaku kejahatan dan korban kejahatan dalam beberapa ketentuan perundang- undangan yang berlaku. Perlindungan hukum yg diberikan oleh Negara baik kepada korban dan pelaku kejahatan harus didasarkan atas asas equality before the law atau asas persamaaan dalam hukum. Akan tetapi masalahnya hak-hak dari para pihak dalam peristiwa pidana tersebut seringkali tidak dipenuhi oleh aparat penegak hukum. Dalam kasus Prita Mulyasari dengan RS Omni Internasional, Jaksa meminta penyidik menambahkan BAP dengan ketentuan pasal 27 dan pasal 45 UU ITE dan Jaksa menjerat Prita dengan pasal tersebut sementara dalam kenyataannya penambahan pasal tersebut tidak dibuat langsung dalam BAP tapi hanya dibuat dibagian sampul BAP penyidik tersebut. Demikian juga terhadap korban pelecehan seksual sekarang ini. Banyak pemberitaan yang melanggar privasi dari korban sehingga korban bisa terganggu dalam hal psikis. Adapun yang menjadi permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana perlindungan hukum terhadap korban kejahatan menurut UU Nomor 13 tahun 2006, bagaimana perlindungan hukum yang diberikan kepada pelaku kejahatan menurut KUHAP, dan bagaimana perbandingan perlindungan korban dan pelaku kejahatan didasarkan pada asas equality before the law.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERANAN DAN FUNGSI PRAPERADILAN DALAM PENEGAKAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA.

PENUTUP PERANAN DAN FUNGSI PRAPERADILAN DALAM PENEGAKAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA.

2. Peranan praperadilan adalah dalam rangka penegakan aturan yang ada untuk memberi perlindungan terhadap harkat dan martabat manusia agar aparat penegak hukum tidak sewenang-wenang dalam menjalankan tugasnya. Tidak terlalu berbeda antara fungsi dan peranan praperadilan. Jika fungsi dari praperadilan adalah sebagai kontrol bagi penegakan hukum atas aparat penegakan hukum itu sendiri untuk melindungi hak-hak dari tersangka atau terdakwa, peranan praperadilan muncul dalam rangka penegakan aturan yang ada untuk melindungi hak dari tersangka.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM PROSES  PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN DI POLRES SLEMAN.

PENULISAN HUKUM/SKRIPSI PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM PROSES PERLINDUNGAN HAK TERSANGKA DALAM PROSES PENYIDIKAN DI POLRES SLEMAN.

Judul dari penulisan hukum ini mengenai Perlindungan Hak Tersangka Dalam Proses Penyidikan Di Polres Sleman Tujuan dari Penulisan Hukum ini adalah untuk Untuk mengetahui perlindungan hak tersangka dalam proses penyidikan di Polres Sleman apakah sudah sesuai ketentuan dan Untuk mengetahui Hambatan apa saja yang muncul dalam perlindungan hak tersangka dalam proses penyidikan di Polres Sleman.

13 Baca lebih lajut

SKRIPSI  PERLIDUNGAN HAK-HAK KORBAN TINDAK PIDANA DALAM PROSES PERADILAN PIDANA.

SKRIPSI PERLIDUNGAN HAK-HAK KORBAN TINDAK PIDANA DALAM PROSES PERADILAN PIDANA.

Skripsi ini disusun guna memenuhi sebagian persyaratan untuk mencapai derajat sarjana dalam ilmu hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penulissan skripsi ini dapat penulis selesaikan karena adanya bantuan dari berbagai pihak. oleh karena itu dengan segala kerendahan hati dan penuh penuh penghormatan penulis mengucapkan terimakasih kepada:

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...