Top PDF Penerapan komunikasi empatik dalam program reality show Orang Pinggiran Trans 7

Penerapan komunikasi empatik dalam program reality show Orang Pinggiran Trans 7

Penerapan komunikasi empatik dalam program reality show Orang Pinggiran Trans 7

91 Simbol level realitas tergambar melalui: Penampilan (Appereance), Lingkungan (Environtment), Gerak tubuh (Gesture), Kostum (Dress). Pada scene ini, Mbah Liyep duduk diatas jembatan batu dengan latar belakang sawah. Lingkungan pedesaan identik dengan keterbatasan masyarakat, masyarakat yang jauh dari modernisasi dan serba kekurangan. Setting tempat dipilih untuk menggambarkan tempat tinggal Mbah Liyep dan cucunya yang memang jauh dari hiruk pikuk kota. Keadaan setting tempat dipilih peliput dengan tujuan untuk mengkomunikasikan pesan bahwa walaupun tinggal di desa yang minim kemewahan, Mbah Liyep masih sangat tidak mampu. Hari ini juga terlihat dari segi penampilan, Siti dan neneknya mengenakan pakaian seadanya dan nenek Liyem terlihat menggunakan sarung tua dan topi caping. Dalam scene ini, Siti tengah mengambilkan neneknya minum dari tas yang ia bawa, fokus scene ini berakhir dengan befokus pada komunikasi non- verbal melalui prilaku yang dilakukan oleh Siti dalam menunjukkan kepeduliannya kepada neneknya.
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Istilah reality show mulai mengemuka dalam pertelevisian nasional setelah ‘Akademi Fantasi Indosiar’ (AFI) digelar, disertai penayangan dan iklan yang sangat intens. Dalam beberapa bulan kemudian disusul oleh RCTI dengan ‘Indonesian Idol’, yang sebelumnya diawali dengan American Idol tayangan asli Fox Network America, yang ternyata diterima dengan baik oleh penonton tanah air. Sukses Indosiar dengan ‘konser AFI’ menempatkan ratingnya pada posisi puncak, membuat tayangan reality show semakin dikenal dan diminati penonton. Beberapa stasiun televisi lain berlomba membuat program sejenis. Maraknya stasiun televisi berlomba merancang berbagai program dengan memanfaatkan momentum naik daunnya reality show. Seperti yang disampaikan oleh Shuman Ghosemajumder (2003) bahwa televisi merupakan media yang paling cocok dan tepat untuk reality show, karena selain memungkinkan untuk siaran langsung (live) juga mempunyai sifat audio visual (Sugihartono, 2004: 73).
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Istilah reality show mulai mengemuka dalam pertelevisian nasional setelah ‘Akademi Fantasi Indosiar’ (AFI) digelar, disertai penayangan dan iklan yang sangat intens. Dalam beberapa bulan kemudian disusul oleh RCTI dengan ‘Indonesian Idol’, yang sebelumnya diawali dengan American Idol tayangan asli Fox Network America, yang ternyata diterima dengan baik oleh penonton tanah air. Sukses Indosiar dengan ‘konser AFI’ menempatkan ratingnya pada posisi puncak, membuat tayangan reality show semakin dikenal dan diminati penonton. Beberapa stasiun televisi lain berlomba membuat program sejenis. Maraknya stasiun televisi berlomba merancang berbagai program dengan memanfaatkan momentum naik daunnya reality show. Seperti yang disampaikan oleh Shuman Ghosemajumder (2003) bahwa televisi merupakan media yang paling cocok dan tepat untuk reality show, karena selain memungkinkan untuk siaran langsung (live) juga mempunyai sifat audio visual (Sugihartono, 2004: 73).
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Penelitian ini berjudul “Representasi Kemiskinan pada tayangan Reality Show”. Sebuah studi analisis semiotika tayangan reality show Orang Pinggiran episode ‘Derai Harap Bocah Penjual Bakso’ Tayangan ini dianalisis dengan menggunakan semiologi Roland Barthes agar diketahui makna dan mitos dibaliknya dan melihat representasi kemiskinan yang ditampilkan melalui tayangan Orang Pinggiran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pisau analisis Roland Barthes, yaitu analisis leksia dan lima kode pembacaan Barthes. Dari hasil penelitian ini ditemukan gambaran tentang kemiskinan menurut realitas media dalam tayangan reality show didefenisikan sebagai orang yang tinggal di luar perkotaan dan kekurangan secara materi semata. Ketiadaan harta benda, kekurangan bahan makanan, keadaan rumah yang tidak layak untuk ditempati, serta rela melakukan apa saja demi mendapatkan uang menjadi hal yang paling sering disoroti oleh media.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Penelitian ini berjudul “Representasi Kemiskinan pada tayangan Reality Show”. Sebuah studi analisis semiotika tayangan reality show Orang Pinggiran episode ‘Derai Harap Bocah Penjual Bakso’ Tayangan ini dianalisis dengan menggunakan semiologi Roland Barthes agar diketahui makna dan mitos dibaliknya dan melihat representasi kemiskinan yang ditampilkan melalui tayangan Orang Pinggiran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pisau analisis Roland Barthes, yaitu analisis leksia dan lima kode pembacaan Barthes. Dari hasil penelitian ini ditemukan gambaran tentang kemiskinan menurut realitas media dalam tayangan reality show didefenisikan sebagai orang yang tinggal di luar perkotaan dan kekurangan secara materi semata. Ketiadaan harta benda, kekurangan bahan makanan, keadaan rumah yang tidak layak untuk ditempati, serta rela melakukan apa saja demi mendapatkan uang menjadi hal yang paling sering disoroti oleh media.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Media tidak hanya menentukan standar daya tarik seseorang, namun media juga mengingatkan kita bahwa kita tidak harus merasa sedih jika kita tidak sesuai dengan suatu standar tertentu. Acara televisi seperti Nip/Tuck dan Dr.90210 menyampaikan kepada kita bahwa kecantikan bukanlah sesuatu yang kita butuhkan dalam hidup, tetapi komoditas yang dapat dibeli. Pesan dan jutaan pesan lainnya sampai kepada kita terutama lewat media, dan walaupun bukan berarti orang-orang yang memproduksi media ini mementingkan diri sendiri dan jahat, tidak dapat dipungkiri motivasi mereka adalah uang. Kontribusi mereka terhadap cara berpikir, berperasaan, dan bertindak dalam budaya sudah pasti buka pertimbangan utama mereka ketika mempersiapkan komunikasi ini. Budaya tidak hanya membatasi. Representasi media akan kecantikan wanita sering menemui perdebatan dan ketidaksepakatan yang merujuk pada fakta bahwa budaya juga dapat membebaskan. Hal ini dapat terjadi karena nilai budaya juga dapat dipertentangkan. (Baran, 2012: 14)
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya.. Jakarta: Kencana Baran, Stanley J.[r]

3 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Menonton Orang Pinggiran di Trans 7 dengan Empati Remaja di Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Bogor

Hubungan Perilaku Menonton Orang Pinggiran di Trans 7 dengan Empati Remaja di Desa Cihideung Ilir Kecamatan Ciampea Bogor

Program reality show Orang Pinggiran merupakan program semi dokumenter yang bercerita mengenai perjuangan orang pinggiran untuk bisa bertahan hidup meskipun kehidupan mereka terus tergerus oleh perkembangan zaman. Program Orang Pinggiran ditayangkan setiap hari Senin sampai Jumat pukul 17.15 dengan durasi tayang 45 menit. Segmentasi dari tayangan Orang Pinggiran adalah kalangan remaja dimanatayangan ini menceritakan kehidupan narasumber yang merupakan kaum orang pinggiran atau orang miskin yang tetap bertahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup meskipun dengan keterbatasan dan ketertinggalan. Semangat dan motivasi mereka dalam menjalani kehidupan menjadi inspirasi tersendiri bagi penonton. Mereka memiliki motivasi dan semangat untuk menjalani hidup dan mengatasi berbagai halangan yang ada dikehidupannya. Realita yang ditayangkan pada program Orang Pinggiran menunjukkan bahwa masih banyak orang-orang di sekitar yang kurang mampu, namun mereka tetap berusaha untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

OPINI MASYARAKAT SURABAYA TENTANG PROGRAM REALITY SHOW “ORANG PINGGIRAN” DI TRANS 7 (Studi Deskriptif Opini Masyarakat di Surabaya Tentang Program Reality Show “Orang Pinggiran” di Trans 7).

OPINI MASYARAKAT SURABAYA TENTANG PROGRAM REALITY SHOW “ORANG PINGGIRAN” DI TRANS 7 (Studi Deskriptif Opini Masyarakat di Surabaya Tentang Program Reality Show “Orang Pinggiran” di Trans 7).

Program Orang Pinggiran di Trans 7 pertama kali ditayangkan pada tahun 2011 Program Orang Pinggiran di Trans 7 ini adalah program yang ditayangkan Setiap hari Senin-Jum’at pukul 17.30- 18.15 WIB dengan format menceritakan kehidupan dari orang tersebut yang bertujuan untuk membicarakan masalah kehidupan sehari-hari yang dialami orang tersebut. Pada umumnya masalah kehidupan yang mereka alami adalah masalah sosial dan ekonomi, bagaimana seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, bagaimana seorang anak kecil ingin mengenyam pendidikan tapi harus berjalan kaki berkilo-kilo meter dahulu. Hal itu merupakan beberapa faktor yang terjadi dimasyarakat kebawah yang kemudian diangkat oleh sebuah stasiun televisi untuk dijadikan tayangan komersil.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

OPINI MASYARAKAT SURABAYA TENTANG PROGRAM REALITY SHOW “ORANG PINGGIRAN” DI TRANS 7 (Studi Deskriptif Opini Masyarakat di Surabaya Tentang Program Reality Show “Orang Pinggiran” di Trans 7)

OPINI MASYARAKAT SURABAYA TENTANG PROGRAM REALITY SHOW “ORANG PINGGIRAN” DI TRANS 7 (Studi Deskriptif Opini Masyarakat di Surabaya Tentang Program Reality Show “Orang Pinggiran” di Trans 7)

Reality show, yang dikenal di Indonesia pada tahun 2000 telah menjadi program entertainment yang popular di layar kaca pertelivisian Indonesia. Reality show adalah suatu tayangan tentang realitas masyarakat yang diselenggarakan di televisi dengan tidak adanya naskah atau jalan cerita yang disiapkan sebelumnya dan orang- orang yang terlibat di dalamnya pun bukanlah actor atau aktris. Menurut John Vivian (2005 :203),”Reality shows are built around actual people, not actors, in contrived situations with the viewer as a voyeur. The program are nonfiction in one sense, but the contexts in which the participants find themselves are highly artificial”. Reality show adalah program yang dibangun disekitar orang-orang biasa, bukan para aktor, di dalam situasi yang diusahakan agar penonton ikut merasakan. Program acara ini menyajikan cerita nyata di dalam satu orang, perasaan atau pengertian, tetapi dalam konteks dimana para peserta akan menemukan keterlibatan dengan dirinya.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality    Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran    Trans   7)

Representasi Kemiskinan Pada Tayangan Reality Show (Analisis Semiotika Pada Program Acara Orang Pinggiran Trans 7)

Istilah reality show mulai mengemuka dalam pertelevisian nasional setelah ‘Akademi Fantasi Indosiar’ (AFI) digelar, disertai penayangan dan iklan yang sangat intens. Dalam beberapa bulan kemudian disusul oleh RCTI dengan ‘Indonesian Idol’, yang sebelumnya diawali dengan American Idol tayangan asli Fox Network America, yang ternyata diterima dengan baik oleh penonton tanah air. Sukses Indosiar dengan ‘konser AFI’ menempatkan ratingnya pada posisi puncak, membuat tayangan reality show semakin dikenal dan diminati penonton. Beberapa stasiun televisi lain berlomba membuat program sejenis. Maraknya stasiun televisi berlomba merancang berbagai program dengan memanfaatkan momentum naik daunnya reality show. Seperti yang disampaikan oleh Shuman Ghosemajumder (2003) bahwa televisi merupakan media yang paling cocok dan tepat untuk reality show, karena selain memungkinkan untuk siaran langsung (live) juga mempunyai sifat audio visual (Sugihartono, 2004: 73).
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

OPINI MASYARAKAT SURABAYA TENTANG PROGRAM REALITY SHOW “ORANG PINGGIRAN” DI TRANS 7 (Studi Deskriptif Opini Masyarakat di Surabaya Tentang Program Reality Show “Orang Pinggiran” di Trans 7).

OPINI MASYARAKAT SURABAYA TENTANG PROGRAM REALITY SHOW “ORANG PINGGIRAN” DI TRANS 7 (Studi Deskriptif Opini Masyarakat di Surabaya Tentang Program Reality Show “Orang Pinggiran” di Trans 7).

akan menghasilkan interpretasi dan pernyataan tertentu. Dengan demikian, ditemukan unsur aktualitasnya. Komunikasi memungkinkan kita membawa persoalan kepada orang-orang yang kompeten untuk memeroleh tanggapan atau umpan balik. Penekanan pada aktualitas komunikasi ini sama dengan pendapat Leonard W. Doob mengenai opini publik, yaitu opini public adalah aktual (actual public opinion) (Helena, 2011:24). Menurut William Albiq (Santoso S.1990), opini publik adalah jumlah dari pendapat individu-individu yang diperoleh melalui perdebatan dan opini publik merupakan hasil interaksi antar individu dalam suatu publik. Emory S. Bogardus dalam The Making of Public Opinion mengatakan opini publik adalah hasil pengintegrasian pendapat berdasarkan diskusi yang dilakukan di dalam masyarakat yang demokratis. Oleh sebab itu, opini perlu dikaji, dipahami, dan dipergunakan karena mempunyai kekuatan tersendiri. Opini itu sendiri tidak mempunyai tingkatan atau strata, namun mempunyai arah (Effendy, 1990:85) yaitu seperti dibawah ini :
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

PELANGGARAN ETIKA PENYIARAN PADA PROGRAM REALITY SHOW (Analisis Isi Pada Program Acara Reality Show Rumah Uya di Trans7)

PELANGGARAN ETIKA PENYIARAN PADA PROGRAM REALITY SHOW (Analisis Isi Pada Program Acara Reality Show Rumah Uya di Trans7)

Unit analisis dalam penelitian ini adalah shot yang mengandung pelanggaran norma kesopanan, pelanggaran hak privasi, pelanggaran bermuatan kekerasan fisik, dan pelecehan dari sisi audio dan visual yang peneliti amati pada program reality show Rumah uya Trans7 tanggal 22-23 Agustus 2017.

9 Baca lebih lajut

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM REALITY SHOW JOHN PANTAU DI TRANS TV

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM REALITY SHOW JOHN PANTAU DI TRANS TV

Dari uraian latar belakang masalah di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap reality show yang dilakukan dalam penelitian ini terkait dengan penggunaan bahasa sebagai media berinteraksi para penutur dalam John Pantau yang tertuang dalam percakapan atau dialognya. Penelitian ini membahas permasalahan dengan menggunakan teori pragmatik sebagai landasan teori berdasarkan alasan bahwa ilmu pragmatik mempelajari struktur bahasa secara eksternal, artinya, bagaimana satuan kebahasaan itu digunakan dalam komunikasi dipelajari dalam ilmu pragmatik (I Dewa Putu Wijana, 1996:1). Hal ini yang menjadikan ilmu pragmatik tepat apabila digunakan untuk menjawab permasalahan yang dipertanyakan dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Dramatisasi dalam Tayangan Reality Show (Studi Analisis Isi Kualitatif Dramatisasi dalam Tiga Episode Reality Show Jika Aku Menjadi yang Disiarkan Trans TV).

Dramatisasi dalam Tayangan Reality Show (Studi Analisis Isi Kualitatif Dramatisasi dalam Tiga Episode Reality Show Jika Aku Menjadi yang Disiarkan Trans TV).

aalamiin, segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Dramatisasi dalam Tayangan Reality Show (Studi Analisis Isi Kualitatif Dramatisasi dalam Tiga Episode Reality Show Jika Aku Menjadi yang Disiarkan Trans TV) Skripsi ini meneliti program reality show Jika Aku Menjadi yang tayang di Trans TV dengan analisis isi kualitatif untuk mengetahui dramatisasi yang terdapat dalam tayangan tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

MOTIF REMAJA SURABAYA TERHADAP TAYANGAN REALITY SHOW “SCARY JOB” DI TRANS 7. (Studi Deskriptif Motif Remaja Surabaya Terhadap Acara “Scary Job” di Trans 7).

MOTIF REMAJA SURABAYA TERHADAP TAYANGAN REALITY SHOW “SCARY JOB” DI TRANS 7. (Studi Deskriptif Motif Remaja Surabaya Terhadap Acara “Scary Job” di Trans 7).

Sesuai tabel yang tertera diatas maka dapat dinyatakan bahwa motif kognitif responden dalam menonton tayangan program reality show “Scary Job” di Trans7 pada kategori tinggi sebanyak 53 responden (53%), hal ini dikarenakan responden hanya ingin mendapatkan informasi tentang cara mengatasi kenakalan anak. Sedangkan pada kategori sedang sebanyak 46 responden (46%), dikarenakan responden ingin mendapatkan pengetahuan baru, pelajaran, maupun hal-hal baru, dan diterapkan dalam mengatasi kenakalan anak setelah menonton tayangan program reality show di “Scary Job” di Trans7. Terakhir pada kategori rendah sebanyak 1 responden (1%), karena responden lebih memilih media lain, ataupun tayangan acara lain dalam mencari informasi, menambah pengetahuan, dan hal-hal yang menyangkut tentang apa saja macam-macam pekrjaan yang ada di sekitar kita yang kadang luput dari perhatian kita dan bagaimana teknis dari pekerjaan itu di lakukan.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM REALITY SHOW “JOHN PANTAU” DI TRANS TV

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM REALITY SHOW “JOHN PANTAU” DI TRANS TV

Dari uraian latar belakang masalah di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap reality show yang dilakukan dalam penelitian ini terkait dengan penggunaan bahasa sebagai media berinteraksi para penutur dalam John Pantau yang tertuang dalam percakapan atau dialognya. Penelitian ini membahas permasalahan dengan menggunakan teori pragmatik sebagai landasan teori berdasarkan alasan bahwa ilmu pragmatik mempelajari struktur bahasa secara eksternal, artinya, bagaimana satuan kebahasaan itu digunakan dalam komunikasi dipelajari dalam ilmu pragmatik (I Dewa Putu Wijana, 1996:1). Hal ini yang menjadikan ilmu pragmatik tepat apabila digunakan untuk menjawab permasalahan yang dipertanyakan dalam penelitian ini.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Reduksi Moral dan Reality Show” ( Analisis isi kuantitatif reduksi moral pada tayangan reality show “Termehek-mehek di Trans TV).

Reduksi Moral dan Reality Show” ( Analisis isi kuantitatif reduksi moral pada tayangan reality show “Termehek-mehek di Trans TV).

Televisi dalam kehidupan manusia dipandang mampu menghadirkan sebuah peradaban, khususnya dalam proses komunikasi dan informasi yang bersifat massa. Globalisasi informasi dan komunikasi setiap media massa menghadirkan suatu efek sosial yang berisi perubahan nilai-nilai sosial dan budaya manusia terutama televisi karena jika dibandingkan dengan radio dan surat kabar, televisi terbilang yang paling cepat memberikan pengaruh pada kehidupan manusia. Hal ini dikarenakan kekuatan audiovisual televisi yang bisa langsung menyentuh segi-segi kejiwaan manusia. Dan ternyata fenomena inilah yang dibaca oleh para kreator program televisi untuk menciptakan suatu program yang berkaitan dengan kehidupan manusia, sekaligus bisa langsung menyentuh hati pemirsanya, sehingga muncullah acara realita atau yang lebih dikenal dengan nama reality show.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

Hubungan Tayangan Orang Pinggiran Di Trans 7 Terhadap Sikap Prososial Remaja Di Kelurahan Malalayang Satu Kota Manado

Hubungan Tayangan Orang Pinggiran Di Trans 7 Terhadap Sikap Prososial Remaja Di Kelurahan Malalayang Satu Kota Manado

Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia sejak lahir dan selama proses kehidupannya, manusia akan selalu terlibat dalam tindakan-tindakan komunikasi. Tindakan komunikasi dapat terjadi dalam berbagai konteks kehidupan manusia, mulai dari kegiatan yang bersifat individual, diantara dua orang atau lebih, kelompok, keluarga, organisasi, dalam konteks publik secara lokal, nasional, regional, dan global atau media massa. Kata atau istilah “komunikasi” (dari bahasa Inggris “communication”) berasal dari “communicatus” dalam bahasa Latin yang artinya “berbagi” atau “menjadi milik bersama”. Dengan demikian, menurut Lexicografer (ahli kamus bahasa), menunjuk pada suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Implikatur Tindak Tutur Kesantunan Dalam Reality Show ILK ( Indonesia Lawak Klub ) Edisi Agustus 2014 Di Trans 7.

PENDAHULUAN Implikatur Tindak Tutur Kesantunan Dalam Reality Show ILK ( Indonesia Lawak Klub ) Edisi Agustus 2014 Di Trans 7.

Dalam penelitian ini, penulis mencoba untuk menganalisis tindak tutur dalam media tersebut yang berfokus pada salah satu media yaitu media visual yang dalam penelitian ini adalah sebuah acara reality show di salah satu TV swasta di Indonesia. ILK (Indonesia Lawak Klub) yang diputar di Trans 7 pada pukul 22.00 WIB, merupakan salah satu acara reality show komedi terlaris setelah OVJ (Opera Van Java). Hubungannya dengan penelitian tindak tutur dengan program acara ILK adalah, acara tersebut merupakan sebuah acara yang menonjolkan cara mereka menyampaikan pesan dengan bahasa verbal dan nonverbal sehingga muncul sebuah tuturan humor dari para pelakunya. Tetapi, dapat dilihat cara penyampaian para tokoh dalam ILK ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian humor tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects