Top PDF Pengelolaan Limbah Cair Industri Kelapa

Pengelolaan Limbah Cair Industri Kelapa

Pengelolaan Limbah Cair Industri Kelapa

Limbah yang menjadi perhatian di PKS adalah limbah cair atau yang lebih dikenal dengan POME (palm oil mill effluent). POME ialah air buangan yang dihasilkan oleh pabrik kelapa sawit utamanya berasal kondensat rebusan, air hidrosiklon, dan sludge separator. Setiap ton TBS yang diolah akan terbentuk sekitar 0,6 hingga 1 m3 POME. POME kaya akan karbon organik dengan nilai COD lebih 40 g/L dan kandungan nitrogen sekitar 0,2 dan 0,5 g/L sebagai nitrogen ammonia dan total nitrogen. Sumber POME berasal dari unit pengolahan yang berbeda, terdiri dari:

45 Baca lebih lajut

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Minyak Kelapa Sawit

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Minyak Kelapa Sawit

Hasil penelitian Siregar dan Tony Liwang (2001), Ali Muzar (2006), dan Budianta (2007) menunjukkan bahwa aplikasi hasil olahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit secara nyata memberikan responsyang relatif sama baiknya dengan aplikasi pupuk anorganik terhadap status hara daun. Menurut Loebis dan Tobing (1989) limbah cair pabrik pengolahan kelapa sawit mengandung unsur hara yang tinggi seperti N (nitrogen), P (phospat), K (kalium), Mg (magnesium), dan Ca (kalsium), sehingga limbah cair tersebut berpeluang untuk digunakan sebagai sumber hara bagi tanaman kelapa sawit, di samping memberikan kelembaban tanah, juga dapat meningkatkan sifat fisik – kimia tanah, serta dapat meningkatkan status hara tanah.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PREPARASI DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KERAMIK BERBASIS TANAH LIAT, ZEOLIT, NATRIUM METASILIKAT (Na2SiO3), DAN ASAM BORIK (H3BO3) TERHADAP PENGOLAHAN POME - POLSRI REPOSITORY

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PREPARASI DAN KARAKTERISASI MEMBRAN KERAMIK BERBASIS TANAH LIAT, ZEOLIT, NATRIUM METASILIKAT (Na2SiO3), DAN ASAM BORIK (H3BO3) TERHADAP PENGOLAHAN POME - POLSRI REPOSITORY

Setelah mengetahui dari beberapa penelitian tersebut, maka peneliti ingin melakukkan pengembangan dalam pengolahan limbah cair industri kelapa sawit yang digunakan sebagai Land Application oleh PT Sawit Mas Sejahtera menggunakan membran keramik berbasis tanah liat, zeolit, natrium metasilikat dan asam borik. Peneliti memilih komposisi tersebut dikarenakan bahan-bahan tersebut mudah didapat dan harganya cukup murah. Bertitik tolak dari uraian di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini yaitu menentukan komposisi yang terbaik sehingga didapatkan membran keramik yang memiliki kemampuan menurukan konsentrasi kandungan limbah yang memenuhi standar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PEMBUATAN MEMBRAN KERAMIK BERBASIS TANAH LIAT, ZEOLIT, PASIR SILIKA, SERBUK BESI, DAN ABU TERBANG BATUBARA (FLY ASH) UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT (POME) - POLSRI REPOSITORY

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - PEMBUATAN MEMBRAN KERAMIK BERBASIS TANAH LIAT, ZEOLIT, PASIR SILIKA, SERBUK BESI, DAN ABU TERBANG BATUBARA (FLY ASH) UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT (POME) - POLSRI REPOSITORY

Setelah mengetahui dari beberapa penelitian tersebut, maka peneliti ingin melakukan pengembangan dalam pengolahan limbah cair industri kelapa sawit yang digunakan sebagai Land Application oleh PT Sawit Mas Sejahtera menggunakan membran keramik berbasis tanah liat, zeolit, pasir silika, serbuk besi, dan abu terbang batubara (fly ash). Peneliti memilih komposisi tersebut dikarenakan bahan-bahan tersebut mudah didapat dan harganya cukup murah. Penambahan abu terbang batubara (fly ash) dalam pembuatan keramik sebagai pembentuk badan keramik bertujuan untuk menurunkan kadar Chemical Oxigen Demand (COD) pada limbah cair kelapa sawit (POME). Selain itu, abu terbang batubara (fly ash) memiliki kemiripan dengan semen yakni mengandung silika dan alumina yang cukup tinggi sehingga mampu mengurangi kerapuhan pada membran keramik. Latar belakang diatas merupakan pemikiran penulis membuat membran keramik untuk pengolahan limbah kelapa sawit (POME).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

“PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI KAYU KELAPA (Cocos nucifera) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SOUVENIR PERNIKAHAN”

“PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI KAYU KELAPA (Cocos nucifera) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SOUVENIR PERNIKAHAN”

Limbah yang banyak disoroti adalah limbah industri karena mengandung senyawa pencemaran yang dapat merusak lingkungan hidup. Industri mempunyai potensi pembuat pencemaran karena adanya limbah dihasilkan baik dalam bentuk padat, gas, maupun cair yang mengandung senyawa organik dan anorganik dengan jumlah melebihi batas yang ditentukan. Pencemaran di Indonesia masih terfokus perhatian pada pabrik-pabrik walau berbagai kegiatan lain juga dapat merusak lingkungan namun belum mendapatkan perhatian besar, sebesar perhatian yang ditujukan pada kegiatan industri. Siklus produksi dari satu kegiatan hingga menghasilkan limbah dapat dilihat pada bagan berikut ini :
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Analisa Kandungan Amonia Dari Limbah Cair Inlet Dan Outlet Dari Beberapa Industri Kelapa Sawit

Analisa Kandungan Amonia Dari Limbah Cair Inlet Dan Outlet Dari Beberapa Industri Kelapa Sawit

Tahap sterilisasi (15% jumlah limbah cair) dan penjernihan (75% jumlah limbah cair) adalah sumber utama air limbah. Hidrolikon yang dipakai untuk memisahkan daging dari kulit keras (batok) juga merupakan sumber utama air limbah (10% jumlah limbah cair). Pensterilisasi tandan buah menghasilkan kondensat kukus dan air cuci. Air cuci juga dihasilkan oleh pemerasan minyak, pemisahan biji atau serat dan tahap pencucian daging dalam. Air panas dipakai untuk mencuci ayakan getar sebelum tangki penjernih minyak. Air yang dipisahkan dari minyak dan dari lumpur tangki penjernih merupakan sumber utama minyak, padatan tersuspensi dan bahan organik lain. Kondensat kukus berasal dari pensterilan, pengeringan minyak, pemisahan biji dan pengeringan daging dalam. Pemisahan buah dari tandan dan proses pemasakan seharusnya tidak menghasilkan air limbah. Limbah cair kilang minyak sawit adalah limbah berkekuatan tinggi dengan ciri- ciri berikut :
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Metana Cair Dari Limbah Cair Kelapa Sawit Ini Direncanakan Akan Berproduksi 15.000 Kg/Hari

Pra Rancangan Pabrik Pembuatan Metana Cair Dari Limbah Cair Kelapa Sawit Ini Direncanakan Akan Berproduksi 15.000 Kg/Hari

Pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) merupakan industri yang sarat dengan residu pengolahan berupa limbah, yaitu sebanyak 70-75 %. Jumlah limbah cair yang dihasilkan oleh PMKS berkisar antara 600-700 liter/ton tandan buah segar (TBS) (Naibaho, 1999). Untuk pabrik sumber bahan baku yaitu PT.Ciliandra perkasa sekitar 600 ton/hari. Saat ini diperkirakan jumlah limbah cair yang dihasilkan oleh PMKS di Indonesia mencapai 28,7 juta ton (Isroi, 2008). Limbah ini merupakan sumber pencemaran yang potensial bagi manusia dan lingkungan, sehingga pabrik dituntut untuk mengolah limbah melalui pendekatan teknologi pengolahan limbah ( end of the pipe ). Bahkan sekarang telah digulirkan paradigma pencegahan pencemaran ( up of the pipe ) (Wardhanu, 2009).
Baca lebih lanjut

204 Baca lebih lajut

Analisis Kadar Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK), Kebutuhan Oksigen Biologi dan Minyak Lemak pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit

Analisis Kadar Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK), Kebutuhan Oksigen Biologi dan Minyak Lemak pada Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit

Menurut PP No 82 tahun 2001, air limbah adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. Limbah cair atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat-tempat umum lainnya, dan pada umunya mengandung bahan-bahan atau zat-zat yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia serta mengganggu lingkungan hidup. Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan sifatnya yaitu fisika dan sifat agregat, parameter logam, anorganik nonmetalik, organik agregat dan mikroorganisme.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Waktu Fermentasi Campuran Limbah Cair Industri Tapioka Dengan Air Terhadap Gas Bio Yang Dihasilkan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Waktu Fermentasi Campuran Limbah Cair Industri Tapioka Dengan Air Terhadap Gas Bio Yang Dihasilkan

Cleaner production atau produksi bersih adalah merupakan suatu strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, terpadu dan diterapkan secara kontinu pada proses produksi, produk dan jasa untuk meningkatkan eko-efisiensi sehingga mengurangi resiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan [18]. Pengertian strategi produksi bersih bermakna sangat luas karena di dalamnya mencakup upaya pencegahan pencemaran, minimisasi limbah, teknologi bersih, and of pipe treatment dan remediasi [14].

11 Baca lebih lajut

BANGUNAN PENGOLAHAN AIR BUANGAN INDUSTRI MINYAK KELAPA SAWIT.

BANGUNAN PENGOLAHAN AIR BUANGAN INDUSTRI MINYAK KELAPA SAWIT.

Perkembangan Industri Minyak Kelapa Sawit saat ini telah memberikan sumbangan besar terhadap perekonomian Indonesia. Namun di lain pihak, hal tersebut memberikan dampak terhadap lingkungan akibat buangan industri dalam pengembangan industri, berupa buangan air limbah ke permukaan badan air seperti sungai. Industri Minyak Kelapa Sawit merupakan salah satu contoh industri yang berbahaya karena menghasilkan sejumlah limbah, baik berupa padatan maupun cairan yang keduanya menimbulkan dampak pencemaran bagi lingkungan. Limbah cair atau bahan pencemar yang dihasilkan Industri Minyak Kelapa Sawit antara lain Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demands (BOD), TSS, Amoniak, Minyak dan Lemak,
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN KOMPOSIT KARBON AKTIF- KITOSAN (VARIASI KONSENTRASI AKTIVATOR H3 PO4)

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI KELAPA SAWIT DENGAN MENGGUNAKAN KOMPOSIT KARBON AKTIF- KITOSAN (VARIASI KONSENTRASI AKTIVATOR H3 PO4)

Limbah cair pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) merupakan sumber pencemar potensial yang dapat memberikan dampak serius terhadap lingkungan, sehingga diperlukan penanganan terhadap limbah cair tersebut melalui peningkatan teknologi pengolahan limbah. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghilangkan zat pencemar tersebut adalah dengan proses adsorpsi. Dalam penelitian ini, adsorben yang digunakan adalah karbon aktif dan kitosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi konsentrasi activator H 3 PO 4 (5,
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Minyak Kelapa Sawit

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Industri Minyak Kelapa Sawit

Aktivitas pengolahan pada pabrik minyak kelapa sawit menghasilkan dua jenis limbah, antara lain limbah padat dan limbah cair. Menurut Ponten (1996), limbah padat yang dihasilkan oleh pabrik pengolah kelapa sawit ialah tandan kosong, serat dan tempurung. Limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) didapatkan dari tiga sumber yaitu air kondensat dari proses sterilisasi, sludge dan kotoran, serta air cucian hidrosiklon. Limbah pada pabrik kelapa sawit terdiri dari limbah padat, cair dan gas. Limbah cair yang dihasilkan pabrik pengolah kelapa sawit ialah air kondensat, air cucian pabrik, air hidrocyclone atau claybath.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pengelolaan Limbah Cair Pada Industri Penyamakan Kulit Industri Pulp Dan Kertas Industri Kelapa Sawi

Pengelolaan Limbah Cair Pada Industri Penyamakan Kulit Industri Pulp Dan Kertas Industri Kelapa Sawi

Tahap sterilsasi (15% jumlah limbah cair) dan penjernian (75% jumlah limbah cair) adalah sumber utama air limbah. Hidrolikon yang dipakai untuk memisahkan daging dari kulit keras (batok) juga merupakan sumber utama air limbah (10% jumlah limabah cair). Pensterilan tandan buah menghasilkan kondensat kukus dan air cuci. Air cuci juga dihasilkan oleh pemerasan minyak, pemisahan biji atau serat dan tahap pencucian daging- dalam. Air panas dipakai untuk mencuci ayakan getar sebelum tangki penjernih minyak. Air yang dipisahkan dari minyak dan dari Lumpur tangki penjernih merupakan sumber utama minyak, padatan tersuspensi dan bahan organick lain. Kondensat kukus berasal dari pensterilan, pengringan minyak, pemisahan biji dan pengeringan daging-dalam. Pemisahan buah dari tandan dan prosees pemasakan seharusnya tidak menghasilkan air limbah. Limbah cair kilang minyak sawit adalah limbah berkekuatan tinggi dengan ciri- ciri berikut:
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

INDUSTRI KELAPA SAWIT LIMBAH CAIR DAN TE

INDUSTRI KELAPA SAWIT LIMBAH CAIR DAN TE

Limbah padat dan cair dari industri kelapa sawit memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan. Beberapa aplikasi teknologi sederhana sudah ada yang berhasil cukup baik, namun sebenarnya jika dilakukan upgrade teknologi, limbah-limbah tersebut bisa menghasilkan produk yang bernilai lebih tinggi lagi. Sebagai contoh, di beberapa industri, limbah POME yang ditreatment lebih dulu digunakan sebagai pupuk untuk perkebunan. POME ini jika dikonversi menjadi biogas maka nilai tambahnya akan lebih tinggi (seperti uraian sebelumnya). Contoh lainnya adalah tandan kosong yang selama ini hanya digunakan sebagai mulsa (material penutup tanaman budidaya yang dimaksudkan untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga membuat tanaman tersebut tumbuh dengan baik) dan juga pupuk akan meningkat nilainya jika diproses menjadi komposit, fiber untuk bahan bangunan, dan lain sebagainya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENURUNAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND COD PAD

PENURUNAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND COD PAD

Perkembangan industri yang sangat pesat selain menghasilkan produk utama yang dapat mempengaruhi perekonomian global juga menghasilkan limbah yang mempengaruhi keseimbangan lingkungan. Limbah ini berbahaya karena mengandung bahan-bahan yang melampaui batas ambang yang telah ditentukan, seperti chemical oxygen demand (COD) yang tinggi, sehingga dibutuhkan teknologi pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Elektrokoagulasi merupakan suatu metode untuk mengurangi atau menurunkan COD dalam limbah. Dalam kajian tugas pustaka ini, dijelaskan tentang penurunan COD dalam limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS), limbah leachate , dan limbah industri susu melalui proses elektrokoagulasi dengan menggunakan elektrode aluminium pada berbagai nilai beda potensial dan lama elektrolisis. Berdasarkan penelitian elektrokoagulasi pada LCPKS oleh Nasution (2012), didapatkan beda potensial optimum yaitu 4 V dengan lama elektrolisis 8 jam dan efisiensi penurunan COD sebesar 87,5%. Penelitian elektrokoagulasi pada limbah industri susu yang dilakukan oleh Bazrafshan et al . (2012), didapatkan beda potensial optimum yaitu 60 V dengan lama elektrolisis 60 menit dan efisiensi penurunan COD mencapai 98,84%. Sedangkan penelitian elektrokoagulasi pada limbah leachate oleh Shivayogimath & Watawati (2013), didapatkan beda potensial optimum yaitu 9 V dengan lama elektrolisis 35 menit dan efisiensi penurunan COD mencapai 95,8%. Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa teknologi elektrokoagulasi dengan menggunakan elektrode aluminium merupakan salah satu metode yang mampu menurunkan COD berbagai macam limbah dengan efisiensi yang relatif besar pada beda potensial dan lama elektrolisis optimumnya.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM, KONDUKTIVITAS, TDS DAN TSS (Studi Kasus: Sungai Pematang Sontang, Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat).

ANALISIS PENCEMARAN LIMBAH CAIR KELAPA SAWIT BERDASARKAN KANDUNGAN LOGAM, KONDUKTIVITAS, TDS DAN TSS (Studi Kasus: Sungai Pematang Sontang, Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat).

Limbah yang berasal dari beberapa industri telah diketahui memiliki potensi besar yang dapat mencemari lingkungan. Limbah industri itu dapat berupa limbah cair, padat dan gas. Limbah industri yang berupa limbah cair biasanya sangat berbahaya dalam keseharian, misalnya dapat menyebabkan gatal- gatal. Limbah cair dapat mencemari aliran sungai atau sumber air yang biasa digunakan oleh masyarakat sekitar.

7 Baca lebih lajut

Evaluasi Keberadaan Teknologi Pengolahan Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit dengan Metode Fuzzy Delphi di PTPN IV Unit Pabatu

Evaluasi Keberadaan Teknologi Pengolahan Limbah Padat Pabrik Kelapa Sawit dengan Metode Fuzzy Delphi di PTPN IV Unit Pabatu

Studi Banding Teknologi Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Pusat Penelitian Kelapa Sawit.2006.Pedoman Pengelolaan Limbah Industri Kelapa Sawit.. Ditjen PPHP Departemen Pertani[r]

3 Baca lebih lajut

Analisis dampak lingkungan dan id

Analisis dampak lingkungan dan id

Pengelolaan limbah cair limbah industri kelapa sawit Industri kealapa sawit merupakan industri yang sarat dengan residu hasil pengolahan.. Limbah yang dihasilkan dari industri pengol[r]

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...