Top PDF Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA Kelas V Sdn 11 Sungai Putat Tayan Hilir

Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA Kelas V Sdn 11 Sungai Putat Tayan Hilir

Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran IPA Kelas V Sdn 11 Sungai Putat Tayan Hilir

Proses pembelajaran IPA, yang selama ini penulis lakukan adalah hanya dengan menggunakan metode ceramah, peran guru hanya mendikte dan siswa mencatat. Penulis kaku dalam mengembangkan metode dan model pengajaran, penulis juga belum mampu mengelola kelas dengan baik, sehingga dalam proses pembelajaran siswa tidak aktif, serta hasil belajar pun tidak memuaskan. Hal ini terlihat dari rata- rata kelas nilai murni ulangan harian yang hanya 50,50, sedangkan KKM yang ditentukan adalah 60,00. Oleh karena itu dalam penelitian tindakan kelas ini penulis akan memilih masalah yang dianggap perlu untuk diatasi, yaitu meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Adapun yang menyebabkan timbulnya masalah diatas adalah karena kecendrungan penulis menggunakan metode pembelajaran yang monoton, artinya dalam menjelaskan materi pelajaran penulis hanya memakai metode itu-itu saja, tidak mau mengganti dengan metode yang lain, padahal dengan mengubah metode pembelajaran akan lebih baik dibandingkan dengan tidak mengubahnya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas 1v Sdn 8 Sungai Pinyuh

Peningkatan Hasil Belajar IPA Menggunakan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas 1v Sdn 8 Sungai Pinyuh

Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan diatas, maka ada beberapa saran antara lain adalah sebagai berikut: (1) Sebaiknya guru memilki kemampuan untuk menentukan strategi pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sehingga siswa dapat belajar secara aktif dan meningkat hasil belajars siswa lebih baik, (2) Guru seharusnya membuat persiapan yang matang sebelum pembelajaran dilaksanakan diantaranya dengan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, (3) Siswa hendaknya memiliki motivasi yaitu memberikan dorongan ,minat dan gairah belajar yang tinggi agar memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peningkatan prestasi belajar menggunakan metode demonstrasi eksperimen dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Congkrang 1 Muntilan Magelang

Peningkatan prestasi belajar menggunakan metode demonstrasi eksperimen dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Congkrang 1 Muntilan Magelang

Dari langkah perbaikan siklus I diperoleh temuan pada siswa. Yaitu prestasi siswa dalam proses pembelajran bertambah. Hasil yang dicapai oleh siswa lebih meningkat dan sudah banyak siswa yang berani mengutarakan pendapatnya. Dengan adanya variasi seperti tugas untuk menunjukkan peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungannya. Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran pada siklus I dengan menerapkan metode demonstrasi- eksperimen dan media nyata cukup berhasil.
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Metode Latihan di Kelas V Sdn 9 Mempawah Hilir

Peningkatan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Metode Latihan di Kelas V Sdn 9 Mempawah Hilir

atematika merupakan salah satu disiplin ilmu wajib yang dipelajari di lembaga pendidikan atau sekolah. Matematika juga merupakan salah satu ilmu dasar yang harus dikuasai oleh setiap siswa, karena matematika merupakan pelajaran yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat berbelanja di warung, pasar atau di supermarket. Matematika juga banyak digunakan dalam bidang lainnya. Namun kenyataan yang ada, menunjukkan bahwa masih banyak siswa pada tingkat sekolah dasar yang masih kesulitan dalam mempelajari matematika dan kurang termotivasi dalam belajar matematika. Hal ini terlihat dari masih rendahnya hasil belajar matematika siswa. Hasil dari pelaksanaan pembelajaran yang penulis lakukan di Sekolah Dasar Negeri 9 Mempawah Hilir ditemukan bahwa hasil belajar dan ketuntasan siswa kelas V di Sekolah Dasar Negeri 9 Mempawah Hilir masih tergolong rendah. Dari hasil penelitian berdasarkan daftar kumpulan nilai yang diperoleh, ditemukan bahwa rata-rata hasil belajar matematika dari 29 siswa kelas V pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 sebesar 59 dan banyak siswa yang telah mencapai NHWXQWDVDQ GHQJDQ PHPSHUROHK QLODL • ..0 PDWD SHODMDUDQ PDWHPDWLND GL Sekolah Dasar Negeri 9 Mempawah Hilir sebanyak 18 orang atau 62% siswa sedangkan sebanyak 11 orang atau 38% siswa masih belum mencapai ketuntasan belajar, sehingga dari informasi guru kelas V siswa yang belum mencapai ketuntasan harus diberikan tugas tambahan agar dapat memperoleh ketuntasan yang ditetapkan, juga ditemukan bahwa proses pembelajaran matematika yang dilakukan guru masih kurang variatif dan kurang efektif.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen Kelas V Sekolah Dasar

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen Kelas V Sekolah Dasar

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) berdampak pada perubahan pelaksanaan kegiatan pembelajaran di kelas dengan penekanan pada pengembangan kompetensi siswa. Penekanan pada kompetensi siswa berarti perlu pembelajaran di kelas lebih ditingkatkan, oleh karena itu Pembelajaran di kelas dalam pelaksanaannya diperlukan suatu pendekatan agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Pendekatan pembelajaran yang diperlukan tentunya suatu pendekatan yang mampu meningkatkan hasil siswa dalam belajar sehingga siswa mampu melakukan percobaan sendiri atau bersama teman dalam mencerna materi selama proses kegiatan belajar.Berdasarkan pada kenyataan yang terjadi di SDN 21 Reo Behe kelas rangkap juga menjadi permasalahan yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa, Sering terjadi juga materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang ditemui masih bersifat ceramah dan guru sering memberikan catatan tanpa menjelaskan materi tersebut, sehingga berdampak kurangnya hasil belajar siswa di kelas. sehingga dapat membuat siswa merasa jenuh, bosan, serta minat belajarpun menjadi berkurang. Adapun persentase yang didapat melalui hasil observasi awal adalah rata-rata hasil belajar dibawah KKM.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Menggunakan Media Realita di Kelas V

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Menggunakan Media Realita di Kelas V

Di Sekolah Dasar Negeri 13 Punti Kayan Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau kenyataan yang terjadi di lapangan, guru belum berhasil melaksanakan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan baik yang akibatnya berdampak kepada hasil belajar siswa kelas V masih ada siswa yang belum tuntas. Faktor disebabkan karena guru mengajar masih menggunakan cara lama, guru tidak menggunakan alat peraga atau media dalam melakukan proses pembelajaran. Guru hanya menjelaskan berdasarkan materi secara abstrak melalui gambar-gambar yang ada dibuku pelajaran tidak secara konkrit sehingga siswa tidak dapat memahami dengan baik yang menyebabkan siswa pasif, materi kurang dipahami siswa, sebagian hasil belajar siswa rendah. Keberhasilan pendidikan dapat dilihat dari hasil belajar siswa dalam prestasi belajarnya. Keberhasilan belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan ketepatan guru dalam memilih metode dan media pembelajaran. Pada kenyataan, berdasarkan refleksi guru setelah peneliti melaksanakan ulangan hariaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya dalam materi Energi dan Perubahannya di kelas V SDN 13 Punti Kayan Kecamatan Entikong rata-rata kelas 5,49. Secara kualitas belum sesuai dengan KKM yang telah ditetapkan sekolah rata-rata 60. Secara individu terdapat 3 orang dari 14 siswa yang tuntas atau 21,4 % dengan rata-rata 6,66 sedangkan yang tidak tuntas 11 siswa atau 78,6 % dengan rata-rata 5,17.demikian juga dengan perencanaan dan pelaksanaan guru dalam proses pembelajaran masih banyak yang kurang. Berdasarkan paparan diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan peneliti berjudul Peningkatan hasil belajar siswa Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Menggunakan Media Rrealita di kelas v. Dengan harapan menggunakan media realita dapat ditingkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan uraian pada latar belakang maka masalah umum dalam penelitian ini adalah:” Apakah dengan menggunakan media Realita pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 13 Punti Kayan ? Selanjutnya masalah umum dirumuskan sub-sub masalah sebagai berikut :(1)Bagaimanakah peningkatan kemampuan guru menyusun perencanaan pelaksanaan pembelajaran dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan media realita pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 13 Punti Kayan? (2) Bagaimanakah meningkatkan kemampuan guru melaksanakan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan media Realita pada siswa kelas V Sekolah Dasar
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PERISTIWA ALAM MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS V SDN 68 KOTA TIMUR KOTA GORONTALO

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PERISTIWA ALAM MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS V SDN 68 KOTA TIMUR KOTA GORONTALO

Abubakar Timumun. 2013 “Meningkatkan hasil belajar siswa tentang peristiwa alam melalui metode eksperimen pada pembelajaran IPA di Kelas V SDN 68 Kota Timur Kota Gorontalo”. Skripsi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo Pembimbing I : Prof. Dr. H. Abdul Haris PanaI, S.Pd, M.Pd,dan Pembimbing II : Meylan Saleh, S.Pd, M.Pd. Permasalahan dalam penelitian ini Apakah dengan menggunakan metode eksperimen, hasil belajar siswa tentang peristiwa alam di kelas V SDN 68 Kota Timur Kota Gorontalo dapat meningkat? Adapun tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang peristiwa alam melalui metode eksperimen pada pembelajaran IPA di kelas V SDN 68 Kota Timur Kota Gorontalo. Hasil analisis data menunjukkan ada peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN 68 Kota Timur Kota Gorontalo pada pembelajaran tentang peristiwa alam dari siklus ke siklus. Hal tersebut ditunjukan oleh hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I, dari jumlah siswa sebanyak 11 orang, siswa yang memperoleh nilai yang mencapai ketuntasan dengan indikator kinerja mencapai 75% dari hasil yang dicapai pada siklus I adalah 55% atau 6 orang memperoleh nilai baik hal ini belum berhasil, sehingga dilaksanakan tindakan ke siklus II, hasil yang diperoleh dengan ketuntasan mencapai 91% atau 10 orang dan 1 orang belum tuntas bila dipersentasekan mencapai 9% hasil capaian ini melebihi target yang telah ditetapkan.Dari hasil penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA pada materi peristiwa alam mengalami peningkatan yang bermakna dan dinyatakan berhasil, sehingga dapat dikatakan hipotesis yang telah diajukan diterima.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peningkatan prestasi belajar menggunakan metode demonstrasi-eksperimen dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Congkrang 1 Muntilan Magelang.

Peningkatan prestasi belajar menggunakan metode demonstrasi-eksperimen dalam mata pelajaran IPA pada siswa kelas V SDN Congkrang 1 Muntilan Magelang.

Dari langkah perbaikan siklus I diperoleh temuan pada siswa. Yaitu prestasi siswa dalam proses pembelajran bertambah. Hasil yang dicapai oleh siswa lebih meningkat dan sudah banyak siswa yang berani mengutarakan pendapatnya. Dengan adanya variasi seperti tugas untuk menunjukkan peristiwa alam yang terjadi di Indonesia dan dampaknya bagi makhluk hidup dan lingkungannya. Dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran pada siklus I dengan menerapkan metode demonstrasi- eksperimen dan media nyata cukup berhasil.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Peningkatan Aktivitas Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Demonstrasi di Kelas VI Sdn 7 Sungai Pinyuh

Peningkatan Aktivitas Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Demonstrasi di Kelas VI Sdn 7 Sungai Pinyuh

Definisi pembelajaran IPA dapat diartikan sebagai suatu upaya untuk mencapai kompetensi yang diinginkan dengan melakukan proses kegiatan IPA. Menurut Amalia Sapriati (2008:2.6) bDKZD ³3HPEHODMDUDQ ,3$ GL VHNRODK GDVDU menekankan pemberian pengalaman belajar melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah. Pembelajaran sains pada hakikatnya mencakup beberapa aspek, antara lain yaitu factual, keseimbangan antara proses dan produk, aktif melakukan investigasim berfikir deduktif dan induktif, serta pengembangan sikap. Oleh karena sains merupakan ilmu empiric yang membahas factual, artinya tidak hanya secara verbal sebagaimana terjadi pada pembelajaran secara tradisional.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peningkatan Aktivitas Belajar melalui Pendekatan Keterampilan Proses Pembelajaran IPA Kelas III Sdn 11 Sungai Raya

Peningkatan Aktivitas Belajar melalui Pendekatan Keterampilan Proses Pembelajaran IPA Kelas III Sdn 11 Sungai Raya

Pendekatan keterampilan proses memberikan kesempatan kepada siswa untuk secara nyata bertindak sebagai seorang ilmuwan. Konsekuensi yang harus diterima dengan penerapan pendekatan keterampilan proses ini, guru tidak saja dituntut untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan memproses dan memperoleh ilmu pengetahuan, lebih dari pada itu, guru hendaknya juga menanamkan sikap dan nilai sebagai ilmuwan kepada para siswanya. Kesimpulan yang dapat ditarik dari uraian tentang pendekatan keterampilan proses ini adalah sebagai berikut: (a) Pendekatan keterampilan proses sebagai wahana penemuan dan pengembangan fakta, konsep, dan prinsip ilmu pengetahuan pada diri siswa, (b) Fakta, konsep, dan prinsip ilmu pengetahuan yang ditemukan dan dikembangkan siswa berperan pula menunjang pengembangan keterampilan proses pada diri siswa, (c) Interaksi antara pengembangan keterampilan proses dengan fakta, konsep serta prinsip ilmu pengetahuan, pada akhirnya akan mengembangkan sikap dan nilai ilmuwan pada diri siswa. Dengan demikian unsur keterampilan proses, ilmu pengetahuan, serta sikap dan nilai yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran yang menerapkan pendekatan keterampilan proses, saling berinteraksi dan berpengaruh satu dengan yang lain.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

Dalam suatu proses pembelajaran hal yang paling penting adalah pencapaian hasil dari sebuah proses pembelajaran atau yang biasa disebut dengan hasil belajar. Menurut Sri Anitah W, dkk (2008: 2.19), “ hasil belajar merupakan perubahan perilaku secara menyeluruh bukan hanya pada satu aspek saja tetapi terpadu secara utuh.”Menurut Masnur Muslich (2011:38), “hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajar.” Dari pendapat yang diuraikan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah perubahan perilaku siswa berupa pengetahuan, keterampilan,dan sikap secara menyeluruh setelah melakukan proses pembelajaran. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perubahan hasil belajar dalam bentuk skor pencapaian yang diperoleh siswa melalui tes yang diberikan pada akhir pembelajaran.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen di Sekolah Dasar

Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dalam Pembelajaran IPA Menggunakan Metode Eksperimen di Sekolah Dasar

Penilaian pelaksanaan pembelajaran tindakan siklus 2 yang memuat 4 aspek penilaian dengan uraian kegiatan sebagai berikut : (1) Prapembelajaran yang memuat 2 butir dengan nilai rata-rata sebesar 4. (2) Membuka pembelajaran yang memuat 2 butir dengan dengan nilai rata-rata sebesar 4. (3) Kegiatan inti pembelajaran yang memuat 7 butir yaitu (a) penguasaan materi yang memuat 4 aspek, dengan skor rata-rata sebesar 3,75. (b) pendekatan/strategi pembelajaran,yang memuat 7 butir dengan nilai rata-rata sebesar 3,7. (c) pemanfaatan media pembelajaran/ sumber belajar yang memuat 4 butir dengan skor rata-rata sebesar 3,75. (d) Pembelajaran yang menantang dan memacu keterlibatan siswa yang memuat 6 butir dengan skor rata-rata sebesar 3,6. (e) Kemampuan khusus pembelajaran di SD yaitu matematika yang memuat 2 butir dengan nilai skor rata-rata 4, (f) Penilaian proses dan hasil belajar yang memuat 2 butir dengan nilia rata-rata 4 dan (g) Penggunaan bahasa yang memuat 3 butir dengan skor rata-rata sebesar 3,6. Penilaian aspek yang ke (4) adalah penutup yang memuat 3 butir dengan nilai rata-rata 4. Jumlah keseluruhan aspek penilaian pelaksanaan pembelajaran 15,75 dengan nilai rata-rata sebesar 3,93. Hasil belajar siswa pada siklus 2 pada pembelajaran IPA materi tentang pengaruh gaya terhadap gerak benda dengan nilai rata-rata sebesar 76. Dibandingkan dengan hasil belajar siklus 1 pada siklus 2 terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik pada siklus ke 2 sebesar 13.Berdasarkan refleksi antara kolaborator dan guru peneliti kegiatan tindakan penelitian pada siklus ke-2 sudah sangat baik, sehingga kolaborator dan peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan penelitian pada siklus berikutnya, karena hasil belajar yang diperoleh peserta didik sudah mencapai nilai kriteria ketuntasan dengan nilai rata-rata sebesar 76.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA dengan Metode Inkuiri Kelas V

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA dengan Metode Inkuiri Kelas V

Menurut Gagne (dalam Nyimas Aisyah, dkk, 2008: 3- ³REMHN EHODMDU terdiri dari objek lansung dan objek tak lansung. Objek langsung adalah transfer belajar, kemampuan menyelidiki, kemampuan memecahkan masalah, disiplin SULEDGL GDQ DSUHVLDVL SDGD VWUXNWXU SHPEHODMDUDQ´ 6HODQMXWQ\D PHQXUXW 9DQ +LHOH (dalam Nyimas Aisyah, dkk, 2008: 4- ³PHQ\DWDNDQ EDKZD WHUGLUL OLPD WDKDS pemahaman geometri yaitu : tahap pengenalan, analisis, pengurutan, deduksi dan NHDNXUDWDQ´ 'LOLKDW GDUL NHOLPD WDKDSDQ WHUVHEXW NHJLDWDQ EHODMDU DQDN KDUXV disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak atau disesuaikan dengan taraf EHUSLNLUQ\D´ 'HQJDQ GHPLNLDQ DQDN GDSDW PHPSHUND\D SHQJDODPDQ GDQ berpikirnya, selain itu sebagai persiapan untuk meningkatkan tahap berpikirnya kepada tahap yang lebih tinggi dari tahap sebelumnya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS V   Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas V SDN 01 Plumbon Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS V Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas V SDN 01 Plumbon Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar

Sintak Penemuan Terbimbing Model Arends.......................... Hasil Nilai Postes..................................................................... Nama Guru SD Negeri 01 Plumbon ....................................... Data Siswa SD Negeri 01 Plumbon ........................................ Pengolahan Pembelajaran Pada Siklus I.................................. Aktivitas Guru dan Siswa Pada Siklus I.................................. Rekapitulasi Hasil Tes iklus I.................................................. Pengolahan Pembelajaran Pada Siklus II................................ Aktivitas Guru dan Siswa Pada Siklus II................................. Rekapitulasi Hasil Tes iklus II................................................. Pengolahan Pembelajaran Pada Siklus II................................ Aktivitas Guru dan Siswa Pada Siklus III............................... Rekapitulasi Hasil Tes iklus III...............................................
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

 PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS V   Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas V SDN 01 Plumbon Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING PADA SISWA KELAS V Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing Pada Siswa Kelas V SDN 01 Plumbon Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar

Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA.Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran penemuan terbimbing? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran penemuan terbimbing terhadap motivasi belajar siswa?Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran penemuan terbimbing. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan pembelajaran penemuan terbimbing. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas V SDN 01 Plumbon. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65,22%), siklus II (78,26%), siklus III (91,30%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran penemuan terbimbing dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SDN 01 Plumbon, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Peningkatan kualitas pembelajaran IPA melalui metode eksperimen pada siswa kelas V SDN Kedawung 3 Mondokan Sragen.

Peningkatan kualitas pembelajaran IPA melalui metode eksperimen pada siswa kelas V SDN Kedawung 3 Mondokan Sragen.

Arif Rahman, Uut. 2012. Peningkatan kualita s pembelajaran IPA melalui metode eksperimen pada siswa kelas V SDN Keda wung 3 Mondokan Sragen . Skripsi,sarjana Pendidikan Guru sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Dra. Sri Hartati, M.Pd dan Pembimbing II : Dra. Sumilah, M.Pd.

1 Baca lebih lajut

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAVI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SD

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN PENDEKATAN SAVI PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SD

Pelaksanaan pembelajaran IPA di Sekolah Dasar hendaknya menggunakan strategi dan model pembelajaran yang bervariasi untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa. IPA mempelajari tentang alam sekitar dan terdapat sumber belajar yang dekat dengan kehidupan siswa. Untuk mengoptimalkan pemrosesan pengetahuan sebaiknya dalam pembelajaran selalu menghadirkan media maupun alat bantu pembelajaran.Kemampuan intelektual siswa haruslah dipupuk dan dikembangkan agar potensi yang dimiliki setiap siswa dapat berkembang secara optimal. Menurut Jean Piaget (dalam Mohammad Asrori, 2009: 67) ada empat tahap perkembangan kognitif yakni tahap sensori- motoris, tahap praoperasional, tahap operasional konkrit, serta tahap operasional formal. Untuk siswa Sekolah Dasar dengan rentang usia 7-11 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkrit. Jean Piaget (dalam Mohammad Asrori, 2009: 69) memberikan contoh jika seorang anak pada tahap operasional konkret diberikan segumpal tanah liat, maka ia dapat menyadari bahwa segumpal tanah liat itu dapat dijadikan suatu bentuk tertentu karena imajinasinya. Akan tetapi sistem pengajaran di sekolah yang umumnya menghendaki siswa agar mengerjakan tugas sesuai dengan perintah dan petunjuk guru menyebabkan fungsi imajinatif yang sebelumnya telah berkembang baik menjadi agak terhambat karena kurang mendapat rangsangan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN MEDIA LINGKUNGAN DI SDN 1 PRINGSEWU BARAT KABUPATEN PRINGSEWU

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN DAN MEDIA LINGKUNGAN DI SDN 1 PRINGSEWU BARAT KABUPATEN PRINGSEWU

Hal yang dilakukan dalam tahap perencanaan pada siklus I dalam pembelajaran IPA menggunakan metode eksperimen dengan media lingkungan yaitu dengan menetapkan kompetensi dasar, menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan, mempersiapkan sarana pembelajaran (materi, alat tes dan lain-lain), menyusun lembar kerja siswa (LKS), menyusun instrumen penelitian tentang proses pembelajaran dan dampaknya atau hasil (pedoman observasi) serta menentukan kreteria keberhasilan tindakan dan dampak (hasil-hasilnya), dan menyusun tes
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V A SD NEGERI 10 METRO TIMUR

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE EKSPERIMEN PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V A SD NEGERI 10 METRO TIMUR

Sudjana dalam Kunandar (2010: 276) yang mengemukakan bahwa hasil belajar adalah suatu akibat dari proses belajar dengan menggunakan alat pengukuran, yaitu tes yang tersusun secara terencana, bentuk tes tertulis, tes lisan, maupun tes perbuaatan. Kemudian Depdikbud dalam Sesiria (2005: 12) juga berpendapat bahwa hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dari nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru. Berdasarkan teori Taksonomi Bloom dalam Sudjana (2010: 23) hasil belajar dalam rangka studi dicapai melalui tiga kategori ranah yaitu ranah kognitif, afektif, psikomotor. Perinciannya adalah sebagai berikut: (1) ranah kognitif yaitu berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari 6 aspek, yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi; (2) ranah afektif, yaitu berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima (reciving/attending), menjawab atau mereaksi (responding), menilai (valuing,), organisasi, internalisasi nilai/pembentukan pola; dan (3) ranah psikomotor, meliputi gerakan refleks, keterampilan pada gerakan-gerakan terbimbing, kemampuan perseptual (termasuk di dalamnya membedakan visual, auditif, motoris), dan gerakan-gerakan skill.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN ARTIKEL PENELITIAN

PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA PELAJARAN IPA KELAS IV SDN ARTIKEL PENELITIAN

1. Prosedur pelaksanaan pembelajaran ilmu pengetahuan alam dengan menggunakan metode eksperimen ,a .Perencanaan, b. Dalam penelitian ini, perencanaannya yaitu :1)Menyiapkan media pembelajaran 2)Menyusun lembar kerja murid (LKS) 3)Rencana pelaksanaan pembelajaran.a).Pelaksanaan , proses pembelajaran berlangsung, guru mengajar sesuai dengan RPP yang dibuat menggunakan metode eksperimen. Kelompok yang dibentuk beranggotakan peserta didik yang homogen dalam jenis kelamin dan heterogen dalam kemampuan yang ditentukan dari skor dasar peserta didik. b) Observasi dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang proses pembelajaran yang dilakukan guru sesuai dengan tindakan yang telah disusun. Melalui pengumpulan informasi, dan observasi juga dilakukan terhadap peserta didik guna mengetahui ada atau tidaknya perkembangan peserta didik dalam proses pembelajaran.c) Refleksi tahap ini, peneliti mendiskusikan dengan guru mengenai hasil pengamatan yang dilakukan, kekurangan maupun ketercapaian pembelajaran untuk menyimpulkan data atau informasi yang berhasil dikumpulkan sebagai pertimbangan perencanaan pembelajaran siklus II sampai berada pada titik jenuh.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects