Top PDF Perjanjian Carter Kapal Di Indonesia

Perjanjian Carter Kapal Di Indonesia

Perjanjian Carter Kapal Di Indonesia

Pengangkutan laut memiliki peranan yang penting dalam perdagangan khususnya dalam sektor perdagangan internasional.Faktor ini didasarkan data statistik bagi negara- negara maritim, barang impor dan ekspor lebih kurang 70% dari total komoditi diangkut melalui laut.Kegiatan penyelenggaraan pengangkutan laut internasional dapat dilakukan sendiri oleh pemilik kapal atau bisa dilakukan oleh pencarter kapal yang telah melakukan perjanjian pencarteran kapal. Pemilik kapal (shipowner) dapat mencarterkan kapal yang dimiliki kepada pencarter kapal (charterer) dengan berbagai ketentuan yang dicantumkan dalam bentuk perjanjian carter kapal (charterparty). Dengan kata lain, perjanjian carter kapal merupakan perjanjian mengenai penggunaan kapal itu sendiri, dan bukan sebagai perjanjian pengangkutan barang seperti halnya konosemen (bill of lading). Kedua jenis perjanjian ini saling berkaitan, tergantung perjanjian yang dibuat para pihak dalam suatu pengangkutan barang melalui laut. Adapun contoh perjanjian carter kapal adalah perjanjian carter perjalanan, perjanjian carter waktu dan perjanjian carter demise/bareboat.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENUTUP  PELAKSANAAN PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER BERDASARKAN WAKTU (TIME CHARTER) (Studi Kasus di PT. Bahtera Sama Rasa).

PENUTUP PELAKSANAAN PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER BERDASARKAN WAKTU (TIME CHARTER) (Studi Kasus di PT. Bahtera Sama Rasa).

2. Mengingat masih banyak dibutuhkan pencarteran kapal dari luar negeri, pihak pemerintah hendaknya mengawasi masuknya kapal-kapal tersebut masuk ke Indonesia untuk memastikan bahwa kapal-kapal layak laut dan para nahkoda dan awaknya sesuai dengan SCTW yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia sehingga pemakai seperti Pertamina tidak dirugikan.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PELAKSANAAN PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER BERDASARKAN WAKTU (TIME CHARTER) (Studi Kasus di PT. Bahtera Sama Rasa).

PENDAHULUAN PELAKSANAAN PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER BERDASARKAN WAKTU (TIME CHARTER) (Studi Kasus di PT. Bahtera Sama Rasa).

Di dalam penulisan skripsi ini penulis memilih jenis kapal tanker atau kapal tangki, dimana kapal tanker ini memiliki kekhususan pengangkutan muatan cair secara curah yang dapat digunakan untuk pengangkutan gas alam yang dicairkan untuk didistribusikan ke seluruh daerah untuk memenuhi kepentingan masyarakat. Pertamina memiliki jaringan distribusi BBM dan non-BBM yang kuat, tersebar di seluruh sudut negeri. Untuk menunjang penyaluran BBM dan Bahan Bakar Khusus (BBK) di seluruh Indonesia dilakukan melalui jalur distribusi yang meliputi: Transit Terminal, Depot, Instalasi dan DPPU 4 dengan demikian Negara Indonesia dalam melakukan kegiatan perdagangan ataupun dalam memasarkan minyak dan gas tersebut baik itu perdagangan antar pulau, maupun perdagangan antar negara memerlukan kapal tanker/tangki, dimana isi dari muatan kapal tanker bermuatan cair/curah. Pentingnya bahan galian minyak dan gas bumi baik bagi kesejahteraan rakyat maupun untuk pertahanan dan keamanan Nasional, maka telah ditentukan bahwa penguasaan minyak dan gas bumi hanya dapat diselenggarakan oleh perusahaan negara. Perusahaan negara
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Tinjauan Yuridis Atas Kontrak Perjanjian Perbaikan Kapal Di PT. Sinbat Precast Teknindo, Indonesia Di Pulau Batam

Tinjauan Yuridis Atas Kontrak Perjanjian Perbaikan Kapal Di PT. Sinbat Precast Teknindo, Indonesia Di Pulau Batam

dianggap cukup. 160 Jika tanda tangan itu tetap disangkal, maka pihak yang mengajukan surat perjanjian tersebut diwajibkan untuk membuktikan kebenaran penandatanganan atau isi perjanjian tersebut. Ini adalah suatu hal yang sebaliknya dari apa yang berlaku terhadap suatu akte resmi. Barang siapa menyangkal tanda tangannya pada suatu akte resmi, diwajibkan membuktikan bahwa tanda tangan itu palsu. 161 Pembuktian terbalik tidak dikenal dalam Negara-negara Eropa Kontinental. 162 Jadi penekanannya dilihat dari berlakunya non self incrimination 163 , yang merupakan bagian dari perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) yaitu adanya hak untuk tetap diam (right to remind silence). Prinsip-prinsip di negara demokrasi yang mengakui adanya ketentuan hukum (rule of law), salah satu karakternya ialah anggapan tidak bersalah (presumption of innocence). Dalam kaitannya dengan pembuktian, non self incrimination itu karakter dari berlakunya
Baca lebih lanjut

167 Baca lebih lajut

Efektivitas Perjanjian Kerja Laut Terhadap Keselamatan Kerja Anak Buah Kapal (Abk)

Efektivitas Perjanjian Kerja Laut Terhadap Keselamatan Kerja Anak Buah Kapal (Abk)

Mengingat keadaan Geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut terluas, jumlah pulau terbanyak, dan pantai terpanjang kedua di dunia, serta Indonesia yang berada di khatulistiwa yang di antara dua benua dan dua samudera sangat strategis bagi hubungan antara bangsa di dunia. maka pembangunan di bidang perhubungan laut perlu mendapat perhatian. Pemerataan pembangunan diseluruh pelosok tanah air membutuhkan berbagai sarana perhubungan guna membantu memperlancar aktivitas pembangunan di segala bidang, utamanya di bidang ekonomi. Pelayaran di laut sebagai salah satu dimensi perhubungan dan merupakan sarana yang vital dalam lalu lintas perekonomian Indonesia.Angkutan laut diselenggarakan atas dasar kepentingan umum dan ditujukan untuk membina kesatuan ekonomi serta melayani dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN JUAL BELI KAPAL BERBENDERA ASING DI BATAM TESIS

ANALISIS YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN JUAL BELI KAPAL BERBENDERA ASING DI BATAM TESIS

With the presence of foreign element in the ship trading agreement, one of the important element in the agreement is that the final clause must state the choice of law and the forum to be used to settle ant dispute which may occur between the two parties. In accordance with the provisions of International Civil Law, Indonesia adheres to the principle of nationality that the agreement made before a notary in Batam applies the law of Indonesia by paying attention to the provision and principle applicable in accordance with the International Civil Law.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Terhadap Perjanjian Jual Beli Kapal Berbendera Asing Di Batam

Analisis Yuridis Terhadap Perjanjian Jual Beli Kapal Berbendera Asing Di Batam

Sehubungannya dengan kenyataan itu maka penelitian ini akan menyoroti salah satu aspek hukum yang berkaitan dengan perjanjian jual beli kapal berbendera asing dalam kaitannya dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 tentang Perkapalan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2009 tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan, dan Cukai Serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang Ke dan Dari Serta Berada di Kawasan Yang Telah Ditunjuk Sebagai Kawasan Perdangan Bebas dan Pelabuhan Bebas, guna untuk mengetahui dasar hukum, asas-asas, prinsip-prinsip serta ketentuan-ketentuan konvensi internasional yang mengatur tentang pelaksanan jual beli internasional dalam kaitannya dengan kapal berbendera asing yang pelaksanaannya dilakukan di wilayah Batam, guna mengtahui siapa yang berhak melakukan pengikatan terhadap perjanjian jual beli kapal berbendera asing tersebut dalam wilayah hukum Indonesia (khususnya Batam) dan sebagai acuan, apa-apa yang menjadi ketentuan hukum bagi
Baca lebih lanjut

146 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN ASURANSI LAUT BAGI PENUMPANG KAPAL LAUT

TINJAUAN YURIDIS PERJANJIAN ASURANSI LAUT BAGI PENUMPANG KAPAL LAUT

Negara Kesatuan Republik Indone- sia, adalah negara kepulauan, yang ter- letak di kawasan Asia Tenggara. Dengan posisi geografis Indonesia yang terdiri atas letak astronomis dan letak geografis. Letak astronomis Indonesia terletak diantara 60 LU-110 LS dan 950 BT-1410 BT sedangkan letak geografisnya, kepu- lauan Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia, serta di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Jadi negara Indonesia tidak hanya dikeli- lingi oleh laut, tetapi juga bagian-bagian- nya yang terdiri dari pulau-pulau atau gugusan pulau-pulau yang dikelilingi oleh laut. Sehingga secara geografis ne- gara kepulauan Indonesia adalah negara yang terbuka lewat laut yang sangat menguntungkan dan strategis bagi dunia pelayaran seperti yang kita ketahui bahwa wilayah laut Indonesia merupakan jalur pelayaran yang sangat ramai dan mem- beri kontribusi besar bagi perekonomian atau perdagangan internasional yaitu dengan menggunakan kapal laut yang merupakan salah satu pilihan alat tran- sportasi antar pulau baik untuk mengang- kut kendaraan, barang maupun penum- pang, dimana setiap kapal yang menye- lenggarakan pengangkutan pasti memer- lukan pelabuhan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pembatalan Perjanjian Jual Beli Kapal Barang Menurut Hukum Perdata

Pembatalan Perjanjian Jual Beli Kapal Barang Menurut Hukum Perdata

termasuk jual beli kapal melibatkan banyak negara dan masing-masing negara mempunyai hukum acara yang berbeda satu lainnya dalam menangani kasus bisnis internasional tersebut. 7 Karena para pihak yang terlibat dalam kontrak jual beli internasional termasuk berasal dari negara yang berbeda, dan jika timbul sengketa maka terbuka kemungkinan bahwa sengketa tersebut dapat diajukan pada pengadilan dari masing-masing pihak. Selain itu pengadilan dari negara ke tiga dapat juga mempunyai kewenangan untuk memeriksa suatu sengketa, jika tempat terjadinya kerugian berada dalam yurisdiksi pengadilan dari negara tersebut. 8 Dalam pasal 24 ayat (1) Peraturan Pemerintah nomor 51 tahun 2002, secara tegas dinyatakan bahwa terhadap kapal yang dibeli atau diperoleh dari luar negeri dan sudah terdaftar dinegara asalnya harus dilengkapi dengan surat penghapusan dari daftar kapal yang diterbitkan oleh pemerintah negara yang bersangkutan. 9 Sering ketentuan ini berseberangan dengan keinginan para pihak, sebab dengan dilakukannya penghapus kebangsaan kapal di negara asalnya sebelum dilakukannya transaksi jual beli, sangat memungkinkan terjadinya resiko bagi pihak si penjual seandainya terjadinya pembatalan pembelian dari pihak si pembeli ataupun sebaliknya. Permasalahan lain juga kekurang telitian dari pihak pembeli terhadap pembelian kapal, kemungkinan kapal yang akan di transaksikan tersebut masih terikat hipotik kapal, atau belum didaftarkan, hal ini tentu akan menimbulkan resiko bagi pihak pembeli. Terhadap hal jual beli kapal dalam ketentuannya masuk kedalam hukum maritim Indonesia yang dapat kita lihat dalam perundangan nasional seperti : Undang-undang nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran, Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2002 tentang perkapalan, KUHPerdata, KUHDagang, serta perjanjian-perjanjian internasional oleh negara-negara seperti UNCLOS 1982, atau konvensi-konvensi dalam hukum maritime internasional perdata, perjanjian-perjanjian
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB PARA PIHAK BERDASARKAN PERJANJIAN CARTER DALAM HAL TERJADINYA KERUGIAN YANG DITIMBULKAN OLEH DEVIASI YANG DILAKUKAN NAHKODA KAPAL DIKAITKAN DENGAN KUHD DAN THE HAGUE VISBY RULES 1968.

TANGGUNG JAWAB PARA PIHAK BERDASARKAN PERJANJIAN CARTER DALAM HAL TERJADINYA KERUGIAN YANG DITIMBULKAN OLEH DEVIASI YANG DILAKUKAN NAHKODA KAPAL DIKAITKAN DENGAN KUHD DAN THE HAGUE VISBY RULES 1968.

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif yang menitikberatkan pada data sekunder dan data kepustakaan sebagai sumber utama serta hukum positif yang berlaku, antara lain konsep-konsep pengangkutan laut, teori-teori tanggung jawab para pihak dalam perjanjian carter, serta Hague Visby Rules 1968 dan Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD).

2 Baca lebih lajut

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42/PERMEN-KP/2016 TENTANG PERJANJIAN KERJA LAUT BAGI AWAK KAPAL PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42/PERMEN-KP/2016 TENTANG PERJANJIAN KERJA LAUT BAGI AWAK KAPAL PERIKANAN

2. Perjanjian Kerja Laut, yang selanjutnya disingkat PKL, adalah kesepakatan antara awak Kapal Perikanan dengan pemilik Kapal Perikanan atau operator Kapal Perikanan atau nakhoda Kapal Perikanan atau dengan agen Awak Kapal Perikanan yang memuat persyaratan kerja, jaminan kelayakan kerja, jaminan upah, jaminan kesehatan, jaminan asuransi kecelakaan dan musibah, jaminan keamanan, serta jaminan hukum yang mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

43 Baca lebih lajut

Aspek Hukum Perjanjian Kredit dengan Agunan Kapal

Aspek Hukum Perjanjian Kredit dengan Agunan Kapal

This studyhas the objective toanalyze the data and information regarding the arrangement of credit agreement with collateral vessels in Indonesia. This research is a normative juridical that focus on the legal norms in force which are both contained in the legislation and literature. The method of data analysis was applied by using the model or method qualitative text analysis of the legislation and expert opinions relating to thelegal aspects ofthe loan agreement with collateral vessels. The results showed that, the vessel is possible as collateral in a bank credit agreement. Normatively, there are two ways to do binding guarantee with a form of collateral vessels. The first is the size of mortgagesto 20 m3 vessel with gross tonnage or more, the second is the fiduciary for vessels of under 20 m3 gross tonnage.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERJANJIAN CHARTER KAPAL PENGANGKUTAN SEMEN ANTARA PT.SEMEN PADANG DENGAN PT.INDO BARUNA BULK TRANSPORT.

PERJANJIAN CHARTER KAPAL PENGANGKUTAN SEMEN ANTARA PT.SEMEN PADANG DENGAN PT.INDO BARUNA BULK TRANSPORT.

Masalah tersebut, terjadi bila pihak pencarter tidak menjalankan kewajibannya (membayar biaya carter) atau melakukan hal-hal yang merugikan pihak pemilik kapal, maka pihak pencarter dituntut untuk bertanggungjawab sesuai dengan isi perjanjian dan hukum yang berlaku. Demikian pula sebaliknya jika pengusaha pelayaran yang merugikan pihak pencarter, maka pihak pelayaran dapat dituntut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku dalam perjanjian tersebut. Apabila terjadi hal-hal seperti di atas, maka pihak yang merasa dirugikan dapat menuntut pihak lainnya untuk mengganti kerugian (Pasal 1365 KUHD).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI PELAKSANAAN PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER   PELAKSANAAN PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER BERDASARKAN WAKTU (TIME CHARTER) (Studi Kasus di PT. Bahtera Sama Rasa).

PENULISAN HUKUM / SKRIPSI PELAKSANAAN PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER PELAKSANAAN PERJANJIAN CARTER KAPAL TANKER BERDASARKAN WAKTU (TIME CHARTER) (Studi Kasus di PT. Bahtera Sama Rasa).

Penulisan Hukum/Skripsi ini yang berjudul: “Pelaksanaan Perjanjian Carter Kapal Tanker Berdasarkan Waktu (Time Charter) (Studi Kasus di PT. Bahtera Sama Rasa)”. Penyusunan skripsi ini tentu saja tidak lepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

12 Baca lebih lajut

STABILITAS BEBERAPA KAPAL TUNA LONGLINE DI INDONESIA

STABILITAS BEBERAPA KAPAL TUNA LONGLINE DI INDONESIA

Kapal merupakan bagian dari unit penangkapan ikan yang memiliki peran penting untuk menunjang keberhasilan operasi penangkapan ikan, demikian pula halnya dalam unit penangkapan tuna. Kelaiklautan sebuah kapal penangkap ikan salah satunya sangat ditentukan oleh tingkat stabilitas kapal itu sendiri, dan salah satu faktor yang menentukan tingkat stabilitas tersebut adalah bentuk kasko kapal. Stabilitas kapal yang baik terlebih sangat dibutuhkan pada pengoperasian alat tangkap yang sifatnya statis (kelompok static gear, Fyson 1985), seperti pengoperasian rawai/longline. Kapal tuna longline yang beroperasi di Indonesia memiliki bentuk yang beragam. Keberagaman ini lebih dikarenakan dimana kapal tersebut dibangun. Berdasarkan hasil kajian yang ada, diketahui bahwa tidak terdapat kecenderungan pemilihan bentuk kasko kapal berdasarkan metode pengoperasian alat tangkap. Kajian dilakukan secara simulasi dengan menggunakan data lines plan beberapa kapal tuna longline yang dioperasikan di Indonesia. Dengan menggunakan software penghitungan GZ, diperoleh nilai–nilai parameter stabilitas yang terdiri dari nilai max, , sudut pada max ( max) dan energi pembalik kapal. Selanjutnya nilai-nilai tersebut dibandingkan dengan kriteria stabilitas IMO. Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa kapal tuna longline yang beroperasi di perairan Indonesia umumnya memiliki kasko berbentuk U-bottom, akatsuki, hardchin bottom dan round flat bottom. Berdasarkan nilai parameter stabilitas diketahui bahwa kapal berbentuk U-bottom memiliki tingkat stabilitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan bentuk kasko lainnya. Hal ini ditandai dengan nilai max, , sudut pada max ( max) dan energi pembalik kapal yang lebih besar jika dibandingkan dengan ketiga bentuk kasko lainnya. Kasko berbentuk round flat bottom merupakan bentuk kasko kapal dengan kualitas stabilitas yang lebih rendah sehingga tidak disarankan untuk dijadikan sebagai bentuk kasko kapal tuna longline atau kapal yang mengoperasikan alat tangkap statik lainnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Stabilitas beberapa kapal tuna longline di Indonesia

Stabilitas beberapa kapal tuna longline di Indonesia

Seiring dengan meningkatnya pemahaman dan kesadaran sebagian besar pihak dalam pengelolaan perikanan tuna, khususnya pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan Perikanan, kalangan akademisi, swasta, dan LSM juga semakin menunjukkan perannya dalam pengelolaan perikanan tuna berkelanjutan di Indonesia. Beberapa stakeholder berperan cukup signifikan baik dalam konsep pengelolaan perikanan tuna, maupun secara praktis para tingkat pengusaha dan nelayan. Dalam hal pengelolaan perikanan tuna di Indonesia, pemerintah dan semua stakeholder, salah satunya adalah dengan menyediakan data terbaik untuk kebutuhan pengelolaan dan pengambilan keputusan atau penetapan kebijakan. Pelaksanaan Simposium Nasional Pengelolan Perikanan Tuna Berkelanjutan ini merupakan wujud nyata dalam mengumpulkan data ilmiah mengenai perikanan tuna di Indonesia. Simposium ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia yang melibatkan peneliti dan praktisi perikanan tuna dari seluruh Indonesia, yaitu dari kalangan pemerintah, perguruan tinggi, swasta, dan LSM. Hal ini merupakan komitmen bersama dalam rangka mewujudkan pengelolaan perikanan tuna berkelanjutan di Indonesia.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

THE PEACOCK FEATHER MURDERS BY CARTER DICKSON

THE PEACOCK FEATHER MURDERS BY CARTER DICKSON

So, when you need quickly that book The Peacock Feather Murders By Carter Dickson, it does not need to get ready for some days to get guide The Peacock Feather Murders By Carter Dickson You can straight get guide to conserve in your gadget. Also you love reading this The Peacock Feather Murders By Carter Dickson anywhere you have time, you could appreciate it to review The Peacock Feather Murders By Carter Dickson It is definitely useful for you that intend to obtain the more priceless time for reading. Why don't you invest five mins and spend little money to get guide The Peacock Feather Murders By Carter Dickson here? Never ever allow the new thing quits you.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penegakan Hukum Hak Lintas Damai Bagi Kapal-kapal Asing di Perairan Indonesia

Penegakan Hukum Hak Lintas Damai Bagi Kapal-kapal Asing di Perairan Indonesia

As an archipelago, Indonesia is located in a strategic position between two continents, Asia and Australia, as well as two of the Pacific and Indian Ocean. Indonesia's position also has a strategic significance because it has the potential of natural resources and non-biological. Indonesia's geographical position between the Indian Ocean and the Pacific, it makes the waters of Indonesia becomes one of the important international shipping lanes in the world. Right of innocent passage which apply to ships and foreign aircraft in the sea area Territories are not permitted to perform the actions that are considered threatened or crime in the form of crime which will result in the disruption of the territorial integrity of the waters of a country as well as the violations that occurred in Indonesian waters related the right of innocent passage for foreign ships and aircraft. The purpose of writing is to know the causes of the breach and to determine the implementation of the rule of law and to know the principles of national and international law in regulating the right of innocent passage for foreign ships in territorial waters of Indonesia. In this study, using normative law approach legislation and the comparative approach. Of this paper will be produced writing about law enforcement right of innocent passage for foreign vessels in Indonesian waters.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP LIBERTY CLAUSE DALAM PERJANJIAN CARTER MENURUT PERJALANAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENJUSTIFIKASI DEVIASI PADA PENGANGKUTAN LAUT DITINJAU DARI THE HAGUE-VISBY RULES DAN KUHD.

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP LIBERTY CLAUSE DALAM PERJANJIAN CARTER MENURUT PERJALANAN YANG DIGUNAKAN UNTUK MENJUSTIFIKASI DEVIASI PADA PENGANGKUTAN LAUT DITINJAU DARI THE HAGUE-VISBY RULES DAN KUHD.

Pada pengangkutan barang melalui laut, pengangkut mempunyai tanggung jawab terhadap barang yang diangkut dari mulai diangkut sampai dengan diturunkannya barang tersebut di pelabuhan yang telah diperjanjikan. Dalam rangka memenuhi tanggung jawab tersebut, pengangkut memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan pengangkutan tanpa melakukan deviasi. Pengangkut dapat bergantung pada penggunaan liberty clause yang tertera di dalam perjanjian carter menurut perjalanan untuk menjustifikasi deviasi. Namun, rumusan liberty clause yang terlalu umum, menyebabkan pengangkut melakukan deviasi secara bebas karena beranggapan bahwa liberty clause akan menjustifikasi setiap deviasi yang dilakukan pengangkut. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana penggunaan liberty clause untuk menjustifikasi deviasi dan dampak terhadap tanggung jawab pengangkut atas kerugian yang timbul.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Perjanjian Sponshorship Arema Indonesia antara PT Arema Indonesia dengan Penerima Perjanjian (Studi Implementasi Perjanjian dan oleh Industri Merchandise Arema Indonesia di Kota Malang)

Pelaksanaan Perjanjian Sponshorship Arema Indonesia antara PT Arema Indonesia dengan Penerima Perjanjian (Studi Implementasi Perjanjian dan oleh Industri Merchandise Arema Indonesia di Kota Malang)

Klub sepakbola professional berarti klub yang dapat mandiri dan tidak bergantung pada APBD kota atau kabupaten, untuk itu maka ada tiga hal yang dapat digunakan sebagai sumber pemasukan bagi klub profesional. Ketiga hal ini dapat menjadi instrumen bagi klub agar dapat terus berprestasi dan juga mampu memberikan sumbangsih terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Negara, ketiga instrumen tersebut adalah (1)Kerjasama dengan sponsor (sponsorship 4 ), (2)Ticketing 5 , dan (3)Industri olahraga. 6 Perkembangan Arema Indonesia saat ini belum dapat dikatakan sebagai model akhir manajemen Arema Indonesia karena manajemen masih terus berupaya mengembangan sumber pendanaan klub dengan
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects