Top PDF Politik Dan Ekonomi Indonesia pada Masa

Politik Dan Ekonomi Indonesia pada Masa

Politik Dan Ekonomi Indonesia pada Masa

Pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, MPR melakukan mandemen terhadap UUD 1945 pada tanggal 8 Agustus 2000. Amandemen tersebut berkaitan dengan sususan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten dan kota. Amandemen ini sekaligus mengubah pelaksanaan proses pemilihan umum berikutnya yakni pemilik hak suara dapat memilih langsung wakil-wakil mereka di tiap tingkat Dewan Perwakilan tersebut. Selain amandemen tersebut, upaya reformasi di bidang hukum dan pemerintahan juga menyentuh institusi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) yang terdiri atas unsur TNI dan Polri. Institusi ini kerap dimanfaatkan oleh Pemerintah Orde Baru untuk melanggengkan kekuasaan terutama dalam melakukan tindakan Represifterhadap gerakan demokrasi. Pemisahan TNI dan Polri juga merupakan upaya untuk mengembalikan fungsi masing-masing unsur tersebut. TNI dapat memfokuskan diri dalam menjaga kedaulatan wilayah Republik Indonesia dari ancaman kekuatan asing, sementara Polri dapat lebih berkonsentrasi dalam menjaga keamanan dan keteriban.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

POLITIK PERTANIANAGRARIA DI INDONESIA) Dari Masa ke Masa

POLITIK PERTANIANAGRARIA DI INDONESIA) Dari Masa ke Masa

(4) Sementara itu, hanya dalam waktu kurang lebih delapan bulan RIS kemudian berubah lagi menjadi NKRI pada bulan Agustus 1950, atas kehendak mayoritas parlemen-parlemen negara bagian terutama negara bagian yang terbesar yaitu Negara Indonesia Timur. Sistem pemerintahan pun berubah, berlandaskan UUD Sementara (UUDS- 1950). Presiden hanya sebagai Kepala Negara, secara simbolis.Yang berkuasa adalah Kabinet di bawah pimpinan Perdana Menteri (sistem parlementer). Sekalipun perang frontal melawan Belanda sudah berakhir, namun gejolak bersenjata secara sporadis masih terjadi di mana-mana. Ada pemberontakan APRA; ada DI/TII; ada RMS; ada pemberontakan Andi Abdul Azis; dll. Dalam kondisi politik yang demikian itu, terutama dalam masa-masa awal periode ini, segala sesuatu menjadi sulit, dilematis, dan ambigu, khususnya dalam hal kebijakan pertanian dan agraria. Di satu sisi, kita tetap ingin kembali kepada kebijakan yang telah digariskan sejak 1946, namun di sisi lain, sekalipun telah kembali menjadi negara kesatuan, Indonesia tetap terikat untuk melaksanakan isi perjanjian KMB (kecuali soal bentuk negara).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Politik Pembangunan Indonesia-Cina (Studi Kasus : Terhadap Perbandingan Masa Pemerintahan Soeharto dan Deng Xiaoping)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Politik Pembangunan Indonesia-Cina (Studi Kasus : Terhadap Perbandingan Masa Pemerintahan Soeharto dan Deng Xiaoping)

Pada tahun 1949 kaum komunis mulai berkuasa, segala bentuk kegiatan ekonomi diluar jalur resmi dalam skala kecil apapun, dianggap sebagai kegiatan diluar hukum dan mendapat cap sebagai “ekor kapitalis”. Dalam hal penguasaan pemerintah atas segala kegiatan ekonomi masyarakat ini pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC) terutama pada masa Mao Zedong (1949-1976) bertindak lebih ekstrim. Bukan hanya kegiatan ekonomi saja yang diatur pemerintah, tetapi segala macam kehidupan masyarakat di Cina. Sistem ini lebih diperketat lagi pelaksanaanya dengan berlakunya hukum besi “politik sebagai panglima” yang ditekan oleh Mao Zedong sebagai pendiri RRC dan seorang yang revolusioner. Dalam hal ini ia berpendapat bahwa yang paling terpenting dalam kehidupan Rakyat Cina adalah “kesadaran politik yang benar” hanya dengan kesadaran politik yang benar itulah tugas bisa dijalankan dengan benar. Tetapi terlepas dari hal itu bahwa masa kepemimpinannya tidak berjalan dengan benar, terlalu mementingkan politik dan menelantarkan pembangunan ekonomi. 11
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

BAB III Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965) - Bab 3 Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin (1959 1965)

BAB III Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965) - Bab 3 Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin (1959 1965)

Kehidupan sosial politik Indonesia pada masa Demokrasi Liberal (1950 hingga 1959) belum pernah mencapai kestabilan secara nasional. Kabinet yang silih berganti membuat program kerja kabinet tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Partai-partai politik saling bersaing dan saling menjatuhkan. Mereka lebih mengutamakan kepentingan kelompok masing- masing. Di sisi lain, Dewan Konstituante yang dibentuk melalui Pemilihan Umum 1955 tidak berhasil menyelesaikan tugasnya menyusun UUD baru bagi Republik Indonesia. Padahal Presiden Soekarno menaruh harapan besar terhadap Pemilu 1955, karena bisa dijadikan sarana untuk membangun demokrasi yang lebih baik. Hal ini seperti yang diungkapkan Presiden Soekarno bahwa “era ‘demokrasi raba-raba’ telah ditutup”. Namun pada kenyataanya, hal itu hanya sebuah angan dan harapan Presiden Soekarno semata.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

BAB II Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Parlementer (1950-1959) - Bab 2 Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Parlementer (1950 1959)

BAB II Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Parlementer (1950-1959) - Bab 2 Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Parlementer (1950 1959)

Sistem kepartaian yang dianut pada masa Demokrasi Liberal adalah multi partai. Pembentukan partai politik ini menurut Mohammad Hatta agar memudahkan dalam mengontrol perjuangan lebih lanjut. Hatta juga menyebutkan bahwa pembentukan partai politik ini bertujuan untuk mudah dapat mengukur kekuatan perjuangan kita dan untuk mempermudah meminta tanggung jawab kepada pemimpin-pemimpin barisan perjuangan. Walaupun pada kenyataannya partai-partai politik tersebut cenderung untuk memperjuangkan kepentingan golongan daripada kepentingan nasional. Partai-partai politik yang ada saling bersaing, saling mencari kesalahan dan saling menjatuhkan. Partai-partai politik yang tidak memegang jabatan dalam kabinet dan tidak memegang peranan penting dalam parlemen sering melakukan oposisi yang kurang sehat dan berusaha menjatuhkan partai politik yang memerintah. Hal inilah yang menyebabkan pada era ini sering terjadi pergantian kabinet, kabinet tidak berumur panjang sehingga program- programnya tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya yang menyebabkan terjadinya instabilitas nasional baik di bidang politik, sosial ekonomi maupun keamanan.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

STRATEGI POLITIK HUKUM ISLAM DI INDONESIA MASA DEPAN

STRATEGI POLITIK HUKUM ISLAM DI INDONESIA MASA DEPAN

Agustus 1945, syarat dan dasar berlaku- nya hukum Islam dan hukum agama yang lain adalah pasal 29 ayat 1 dan 2 UUD 1945, yang menyatakan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa dan negara menjamin kemerdekaan tiap- tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu. Hal ini mengandung tiga makna; (1) bahwa negara tidak boleh membuat peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan keimanan kepada Tuhan Yang Masa Esa; (2) negara berkewajiban membuat peraturan per- undang-undangan yang bagi pelaksanaan wujud rasa keimanan; dan (3) negara berkewajiban membuat peraturan per- undang-undangan yang melarang siapa- pun melakukan pelecehan terhadap ajaran agama. Dalam perspektif ini maka diundangkannya Undang-Undang Pe- kawinan, Wakaf, Peradilan Agama, Bank Islam, Kompilasi Hukum Islam, Haji dan Zakat merupakan langkah politik hukum yang dapat diterima dan memiliki dasar yang kuat. 23 Tapi apakah
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998 sekarang)

Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998 sekarang)

Tokoh masyarakat dan pemuda khususnya mahasiswa memainkan peranan penting sebelum dan sesudah peristiwa Reformasi 1998. Tidak hanya sebagai pelaku yang berperan dalam menumbangkan pemerintahan Orde Baru, baik tokoh masyarakat maupun pemuda pada era reformasi juga berpartisipasi secara aktif dalam melanjutkan upaya untuk mewujudkan cita-cita reformasi. Salah satu upaya untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara, reformasi di bidang politik dan ketatanegaraan merupakan salah satu aspek yang mendapat perhatian besar sejak masa pemerintahan Presiden Habibie hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Banyaknya produk hukum dan undang-undang termasuk Tap MPR, instruksi presiden dan peraturan pemerintah menyangkut upaya untuk memperbaiki kehidupan politik dan ketatanegaraan telah dikeluarkan dan sebagian telah berhasil diterapkan. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perubahan sistem pemilu. Perubahan sistem tersebut menghasilkan para anggota eksekutif dan legislatif dalam pemerintahan yang dianggap dapat lebih menyuarakan kepentingan masyarakat termasuk peran aktif tokoh-tokoh masyarakat dan mahasiswa yang sejak awal era reformasi telah aktif dalam mengawal perubahan sejak tumbangnya pemerintahan Orde Baru.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

makalah ekonomi politik budaya masa peme

makalah ekonomi politik budaya masa peme

Di Indonesia sendiri, selama masa pemerintahan SBY di tahun 2004-2009, sistem kepartaian mengalami perubahan yang signifikan, dimana partai politik bebas untuk didirikan asalkan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku, serta tidak menyimpang dari hakikat pancasila secara universal. Masyarakat Indonesia pun dapat memilih calon wakil rakyat pilihan mereka secara langsung, hal tersebut tentu menunjukan apresiasi negara terhadap hak dasar bangsa secara universal dalam konteks pembentukan negara yang demokratis.

12 Baca lebih lajut

Perkembangan Politik dan Ekonomi Masa Pe

Perkembangan Politik dan Ekonomi Masa Pe

Presiden Megawati Soekarno Putri dilatik menjadi presiden Ripada tanggal 23 juli 2001, yang merupakan presiden pertama wanita di Indonesia. Ia merupakan presiden pertama peletak dasar ke arah kehidupan demokrasi. Pembaruan yang dilakukan sebagian besar di bidang ekonomi dan politik. Oleh karena pada masa pemerintahannya, masalah yang dihadapi kebayakan merupakan warisan pemerintahan orde baru yaitu masalah krisis ekonomi dan penegakan hukum. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak 1998 belum dapat dilalui oleh dua presiden sebelum Megawati sehingga pemerintahannya mewarisi berbagai persoalan ekonomi yang harus dituntaskan. Popularitas pemerintah juga menurun akibat berbagai kebijakan yang tidak populis dan meningkatkan inflasi. Meningkatnya inflasi berdampak buruk terhadap tingkat inflasi riil.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA PADA MASA

POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA PADA MASA

Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang biasa dikenal dengan sebutan Bapak Bj.Habibie merupakan mantan presiden ketiga Negara Republik Indonesia dengan masa kemimpinan yang termasuk kedalam jangka yang amat pendek yaitu hanya sekitar setahun. Dengan masa jabatan yang terhitung dari tanggal 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999 presiden ini telah mampumenghadirkan warna serta dinamika dalam masa kepemimpinannya. Era pemerintahan B J Habibie dimulai dengan tuntutan rakyat Indonesia akan adanya reformasi pemerintahan dari sistem otokrasi ke sistem demokrasi. Semangat demokratisasi pun digalakkan untuk menggalang dukungan rakyat terhadap pemerintahannya. Setelah menyatakan mengundurkan diri sebagai presiden RI, Suharto menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden B.J. Habibie. Pada saat itu juga Wakil Presiden B.J. Habibie diambil sumpahnya oleh Mahkamah Agung sebagai Presiden Republik Indonesia yang baru di Istana Negara. Kondisi politik, sosial dan ekonomi pada saat itu mewarisi kebobrokan pada masa orde baru, negala saat itu mengalami inflasi yang tinggi, penurunan mata uang rupiah terhadap dolar, serta keadaan politik yang diwarnai dengan lepasnya timor-timur. Aktor yang berperan saat itu dominan presiden dengan TNI. Sedangkan fokus kebijakan polugrinya adalah pemulihan citra Indonesia, mendahulukan stabilisasi sosial, ekonomi dan politik, memobilisasi sumber daya demi memperoleh bantuan ekonomi. Di tingkat domestik, ia melakukan restorasi mengenai kebebesan pers, selain itu ia juga melepaskan beberapa tahanan politik di era rezim Soeharto, dan juga memperkenalkan undang-undang yang memungkinkan untuk dilakukannya pengalihan kewenangan politik dan fiskal kepada daerah atau yang lebih dikenal dengan kebijakan otonomi daerah. Di tingkat internasional, Habibie melakukan “terobosan” dalam hal isu Timor-Timur, dimana yang selama 23 tahun berada di bawah kontrol Indonesia.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Bab IV Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Orde Baru (1966-1998) - Bab 4 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Orde baru (1966 1998)

Bab IV Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Orde Baru (1966-1998) - Bab 4 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Orde baru (1966 1998)

Pada akhir tahun 1971, pemerintah Orde Baru melemparkan gagasan penyederhanaan partai politik dengan alasan–alasan tertentu, seperti kasus pada masa “Demokrasi Parlementer”. Pada masa itu, banyaknya partai dianggap tidak memudahkan pembangunan, justru sebaliknya menambah permasalahan. Penyebabnya bukan hanya karena persaingan antarparpol, melainkan juga persaingan di dalam tubuh parpol antara para pemimpinnya tidak jarang memicu timbulnya krisis. Bahkan perpecahan yang dinilai bisa mengganggu stabilitas polkam. Atas dasar itu, pemerintah berpendapat perlu adanya penyederhanaan partai sebagai bagian dari pelaksanaan demokrasi Pancasila. Pada awalnya banyak parpol yang menolak gagasan itu yang sedikit banyak dinilai telah menutup aspirasi kebebasan berkumpul dan berserikat yang dijamin oleh UUD 1945. Namun, adanya tekanan pemerintah menyebabkan mereka tidak mempunyai pilihan lain.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Makalah Politik Dan Ekonomi Indonesia Pa

Makalah Politik Dan Ekonomi Indonesia Pa

Dengan semangat reformasi, rakyat Indonesia menghendaki adanya pergantian kepemimpinan nasional sebagai langkah awal menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. Pergantian kepemimpinan nasional diharapkan dapat memperbaiki kehidupan politik, ekonomi, hukum, sosial, dan budaya. Indonesia harus dipimpin oleh orang yang memiliki kepedulian terhadap kesulitan dan penderitaan rakyat.

4 Baca lebih lajut

MAKALAH KONDISI EKONOMI POLITIK MASA G30 (1)

MAKALAH KONDISI EKONOMI POLITIK MASA G30 (1)

3. Peristiwa PKI di Madiun dan Cara Penanggulangan Konflik Internal Membahas tentang pemberontakan PKI di Madiun tidak bisa lepas dari jatuhnya kabinet Amir Syarifuddin tahun 1948. Mengapa kabinet Amir jatuh. Jatuhnya kabinet Amir disebabkan oleh kegagalannya dalam Perundingan Renville yang sangat merugikan Indonesia. Untuk merebut kembali kedudukannya, Pada tanggal 28 Juni 1948 Amir Syarifuddin membentuk Front Demokrasi Rakyat (FDR) Untuk memperkuat basis massa, FDR membentuk organisasi kaum petani dan buruh. Selain itu dengan memancing bentrokan dengan menghasut buruh. Puncaknya ketika terjadi pemogokan di pabrik karung Delanggu (Jawa Tengah) pada tanggal 5 Juli 1959. Pada tanggal 11 Agustus 1948, Musso tiba dari Moskow, Amir dan FDR segera bergabung dengan Musso. Untuk memperkuat organisasi, maka disusunlah doktrin bagi PKI. Doktrin itu bernama Jalan Baru,PKI banyak melakukan kekacauan, terutama di Surakarta. Oleh PKI daerah Surakarta dijadikan daerah kacau (wildwest). Sementara Madiun dijadikan basis gerilya. Pada tanggal 18 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya pemerintahan Soviet di Indonesia. Tujuannya untuk meruntuhkan Republik Indonesia yang berdasarkan
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Bab 4 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa OrdeBaru (1966 1998)

Bab 4 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa OrdeBaru (1966 1998)

hampir setiap hari di TVRI. Selain di media massa, di papan iklan di pinggir-pinggir jalan pun banyak dipasang mengenai pesan pentingnya KB. Demikian pula dalam mata uang koin seratus rupiah dicantumkan mengenai KB. Hal itu menandakan bahwa Orde Baru sangat serius dalam melaksanakan program KB. Slogan yang muncul dalam kampanye- kampanye KB adalah “dua anak cukup, laki perempuan sama saja”. Program KB di Indonesia, diawali dengan ditandatanganinya Deklarasi Kependudukan PBB pada tahun 1967 sehingga secara resmi Indonesia mengakui hak-hak untuk menentukan jumlah dan jarak kelahiran sebagai hak dasar manusia dan juga pentingnya pembatasan jumlah penduduk sebagai unsur perencanaan ekonomi dan sosial.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

politik islam di indonesia masa kemerdekaan

politik islam di indonesia masa kemerdekaan

Pemimpin-pemimpin Islam Indonesia dari semua golongan menjelang Proklamasi telah berusaha agar pelaksanaan syariah diakui secara konstitusional dengan dicapainya suatu kesepakatan antara wakil-wakil Islam dengan para pemimpin Nasionalis yang netral agama melalui Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945. Piagam ini hanya berumur selama 57 hari, yakni sampai dengan tanggal 18 Agustus 1945. Sebagai gantinya maka sila pertama Pancasila yang semula Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya diganti menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Pada saat itu juga Presiden Soekarno memberikan janji kepada umat Islam untuk menjadikan UUD 1945 bersifat sementara. Janji Presiden Soekarno pada tanggal 18 Agustus 1945 tersebut sejalan dengan janjinya terdahulu dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945 ketika dia mengusulkan prinsip permusyawaratan sebagai salah satu sila dasar negara .
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hubungan Stabilitas Politik Dan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia pada Masa Reformasi

Hubungan Stabilitas Politik Dan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia pada Masa Reformasi

Ada anggapan, sebagian besar kelemahan telah timbul karena selama Orde Baru hampir seluruh kekuasaan yang efektif ada di tangan eksekutif. Partisipasi rakyat dalam politik dipangkas melalui kebijakan massa mengambang, jumlah partai politik amat dibatasi, sedangkan independensi anggota DPR selalu terancam risiko recall. Seluruh mesin pemerintahan dijalankan melalui birokrasi yang meluas dan menghunjamkan akarnya hingga ke pemerintahan tingkat desa. Segala sesuatu diatur secara sentral dari Jakarta, inisiatif dari bawah tersingkir oleh manajemen yang bergerak dari atas ke bawah seperti garis komando militer, sementara itu reaksi sosial-politik dari kelompok-kelompok masyarakat dihadapi dengan kekuatan aparat keamanan dan bukannya melalui dialog dan negosiasi politik.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Pilkada Jawa Timur dan Politik Indonesia Masa Depan.

Pilkada Jawa Timur dan Politik Indonesia Masa Depan.

Jawa Timur bukanlah wilayah yang boleh dipandang sebelah mata dalam konstelasi politik Indonesia. Sebab, disamping kenyataannya merupakan bagian dari Pulau Jawa, yakni pulau paling berpengaruh di Indonesia, juga memiliki beragam nilai, baik dari sisi sejarah, demografis, ekonomi, aneka ragam kultur bahkan prestasi olahraga, yang mampu berpengaruh secara nasional. Dari sisi sejarah, kerajaan-kerajaan besar berpengaruh di Nusantara, ada di Jawa Timur. Paling utama adalah Majapahit, yang situsnya sampai sekarang masih bisa dilihat di Trowulan. Sejarah kepahlawanan

3 Baca lebih lajut

BAB V Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998-sekarang) - Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Rformasi (1998 sekarang)

BAB V Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998-sekarang) - Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Rformasi (1998 sekarang)

Revolusi Hijau merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan hasil pertanian melalui kebijakan modernisasi pertanian. Kebijakan ini secara nasional dan intens baru dilakukan pada masa Orde Baru. Namun kalau kita lihat apa yang dilakukan oleh Orde Baru, ide modernisasi pertanian pertama kali dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada 1960 dalam kegiatan Demonstrasi Masal (DEMAS). Demas merupakan suatu upaya untuk memaksimalkan hasil pertanian untuk memperoleh keuntungan yang tinggi dengan menerapkan prinsip-prinsip bertani modern pada sekelompok petani tradisional. Dalam pelaksanaan modernisasi pertanian ini, program Demas ini menerapkan penggunaan varietas unggul, pupuk kimia, pestisida, perbaikan tata cara bertanam dan penyediaan sarana irigasi yang baik. Aktivitas tersebut dikenal sebagai Panca Usaha Tani. Pemerintah pada tahun 1964 kemudian memformulasikan program tersebut menjadi program pembangunan pertanian dengan nama Bimbingan Massal (Bimas).
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Masa Depan Politik Indonesia (1)

Masa Depan Politik Indonesia (1)

Akhir-akhir ini sering kita lihat bagaimana pergolakan politik di tanah air terjadi dan menjadi trending topik di masyarakat di dunia maya. Mulai muncul akun-akun di social media yang berkedok membahas tentang perpolitikan di Indonesia. Namun, jika ditelusuri lebih dalam lagi kita akan mengetahui bahwa akun-akun tersebut tidaklah sepenuhnya semua mendidik kita agar kritis dan selalu mengetahui

4 Baca lebih lajut

MODUL IPS Kelas VIII Semester 2 K13 PERU

MODUL IPS Kelas VIII Semester 2 K13 PERU

Terimakasih pengembang ucapkan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengebangan modul IPS dengan tema “Pe rubahan dan Kesinambungan Ruang (Geografi, Ekonomi, Politik, Pendidikan, Sosial dan Budaya) Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan” sehingga modul ini dapat terselesaikan dengan baik. Pengembang juga berterimakasih kepada dosen pengampu Mata Kuliah Media dan Sumber Belajar IPS yaitu Bapak Agus Sudarsono, M. Pd dan Bapak Satriyo Wibowo, M.Pd yang telah memberikan bimbingan selama satu semester ini dan memberikan tugas berupa pengembangan media modul. Tanpa adanya tugas ini maka modul tidak akan ada.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...