Top PDF Sintesis Galaktomanan Ikat Silang Fosfat Dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dan Trinatrium Trimetafosfat

Sintesis Galaktomanan Ikat Silang Fosfat Dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dan Trinatrium Trimetafosfat

Sintesis Galaktomanan Ikat Silang Fosfat Dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dan Trinatrium Trimetafosfat

Saat ini, telah dilakukan beberapa penelitian dengan menggunakan bahan baku galaktomanan seperti pembuatan edible film dan coating dari galaktomanan yang diaplikasikan sebagai edible packing sebagai pengganti plastik (Cerqueira et al., 2011), penggunakan polisakarida dan galaktomannan sebagai zat pembentuk gel untuk pembentukan suatu kapsul makanan buatan (Sorvari et al, 1997). Gowda et al, 2012 dan Kabir et al., 2000, menjelaskan pengembangan dan evaluasi dari galaktomanan yang diikat silang dengan menggunakan bahan Trinatrium Trimetafosfat yang diaplikasikan sebagai zat penghantar obat. Gupta, 2012, menjelaskan karakterisasi film guar gum, salah satu galaktomanan yang dikomersilkan, yang diikat silang dengan glutaraldehida selama pencampuran dengan penambahan zat additif berupa asam sitrat dan poli vinil alkohol (PVA). Selain itu, Kabir et al, 1998, menjelaskan proses ikat silang guar gum dengan menggunakan glutaraldehida untuk mencapai derajat swelling yang rendah hingga berpotensial untuk digunakan sebagai penghantar obat yang spesifik sampai ke usus.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Sintesis Galaktomanan Ikat Silang Fosfat Dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dan Trinatrium Trimetafosfat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Sintesis Galaktomanan Ikat Silang Fosfat Dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dan Trinatrium Trimetafosfat

Kelebihan dari galaktomanan jika dibandingkan dengan jenis polisakarida yang lain adalah kemampuannnya untuk membentuk suatu larutan yang kental dalam kondisi konsentrasi yang sangat rendah, dan hanya sedikit dipengaruhi pH, kekuatan ionik dan pemanasan. (Anonim, 2008). Viskositas galaktomanan sangat konstan sekali pada kisaran pH 1-10,5 yang kemungkinan disebabkan oleh karakter molekulnya yang bersifat netral (Cerqueira et al, 2009). Namun dengan suhu yang tinggi, dan kondisi yang sangat asam atau basa, galaktomanan dapat terdegradasi (Anonim, 2008).

13 Baca lebih lajut

SINTESIS GALAKTOMANAN IKAT SILANG FOSFAT DARI GALAKTOMANAN KOLANG-KALING (Arenga pinnata) DENGAN TRINATRIUM TRIMETAFOSFAT SKRIPSI HOTNIDA NOVALIA

SINTESIS GALAKTOMANAN IKAT SILANG FOSFAT DARI GALAKTOMANAN KOLANG-KALING (Arenga pinnata) DENGAN TRINATRIUM TRIMETAFOSFAT SKRIPSI HOTNIDA NOVALIA

Hasil modifikasi galaktomanankolang-kaling” (GKK) melalui proses pembentukan ikat silang, dapat diaplikasikan sebagai matriks pembawa obat. Dalam penelitian ini dilakukan ekstraksi galaktomanan dari 700 gram kolang- kaling menggunakan pelarut etanol diperoleh 9,9013 gram (1,4%). Ikat silang galaktomanan dengan Trinatrium Trimetafosfat dilakukan dengan dua metode yaitu ikat silang tanpa proses pemanasan dan ikat silang dengan proses pemanasan pada suhu 50 o C. Analisis gugus fungsi galaktomanan ikat silang fosfat dengan spektrofotometer FT-IR menghasilkan pita serapan pada daerah bilangan gelombang 1280-1260 cm -1 yang menunjukan adanya gugus P=O alifatik yang didukung oleh pita serapan pada daerah bilangan gelombang 1050-950 cm -1 yang menunjukkan adanya gugus P-O-C asimetrik. Hasil analisis SEM (Scanning electron Microscopic) menunjukkan morfologi permukaan galaktomanan ikat silang fosfat menjadi kasar dan berlubang. Hasil pengukuran ketebalan menghasilkan tebal film 0,05-0,22 mm. Hasil uji kuat tarik yang diperoleh sebesar 0,268-9,714 MPa, kemuluran yang diperoleh sebesar 0,751 - 14,35 %, hasil pengukuran derajat swelling galaktomanan ikat silang fosfat yang diperoleh dari metode perendaman didalam NaCl 0,9 % lebih kecil dibandingkan derajat swelling didalam air suling dan derajat swelling galaktomanan ikat silang fosfat tanpa pemanasan lebih besar dibandingkan galaktomanan ikat silang fosfat dengan pemanasan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Gowda D.V., Khan, M.S., and Vineela, S., 2012, Development and Evaluation Cross-Linked Guar Gum Microspheres for Improved Delivery of Anticancer to Colon , Taylor & Francis Group, LLC, 51: 1395-1404. Didalam Novalia, H., 2014, Sintesis Galaktomanan Ikat Silang Fosfat dari Galaktomanan Kolang-kaling (Arenga Pinnata) dengan Trinatrium Trimetafosfat , FMIPA, USU, Medan.

4 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Berdasarkan hal tersebut diatas peneliti tertarik untuk melakukan sintesis dan karakterisasi film galaktomanan ikat silang glutaraldehida melalui kondensasidari galaktomanan kolang-kaling (Arenga pinnata) dengan glutaraldehida sebagai pengikat silang. Galaktomanan ikat silang glutaraldehidayang telah terbentuk akan dianalisis dengan spektrofotometer FTIR, SEM (Scanning Electron Microscopic), DTA(Differential Thermal Analysis)dan juga diuji kemampuan mengembang (swelling)serta ketebalan rata-rata film galaktomanan ikat silang glutaraldehida.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Nisa, C.T., 1996, Masalah Dorminasi pada Biji Aren Arenga pinnata merr serta Pemecahannya untuk Meningkatkan Perkecambahan, Pidato Pengukuhan Guru Besar USU.. Srivastava, M., and Kapo[r]

3 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pezron et al. , 1988, telah meneliti interaksi-interaksi yang terjadi pada pembentukan gel reversible yang dipengaruhi oleh ion pengompleks borat dengan galaktomanan guaran . Kesavan dan Prud'homme, 1992, telah meneliti pembuatan hidrogel asam borat dan pengaruh dari reaksi ikat silang antara gum dengan senyawa borat. Selain itu, Burruano et al. , 2002, meneliti sintesis guar gum ikat silang borat yang mengandung senyawa mucin dalam konsentrasi sama dengan lendir serviks sebagai pengganti lendir serviks (lendir leher rahim) segar.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Tarigan, J. dan Kaban, J., 2011, Karakterisasi Ekstrak Kolang-Kaling (Arenga Pinnata). Medan : Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam Evitriwulan. 2012., Analisis Komponen Senyawa Kimia Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Dan Sifat Antimikroba Apabila Diinkorporasi Pada Film Galaktomanan, Skripsi Departemen Kimia. FMIPA, USU, Medan.

5 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Galaktomanan pada umumnya terdapat pada bagian endosperm biji-bijian yang termasuk famili Leguminosae, dan juga terdapat pada biji kelapa sawit, kelapa, kapas, alfalfa yang dikenal dengan nama gum “lucerne” dan “purplemedic”. Polisakarida ini hampir seluruhnya larut dalam air membentuk larutan kental dan membentuk gel bila ditambahkan garam-anorganik misalnya garam borax, serta membentuk kompleks dengan pereaksi Fehling (Ketaren, 1975). Galaktomanan yang memiliki bentuk cis-hidroksil pada cabang gula, mempunyai afinitas yang lebih tinggi dalam air, dibandingkan selulosa dan pati, yang polimer glukosanya membentuk trans-hidroksil (Mathur, 2012).
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Galaktomanan kolang-kaling ikat silang glutaraldehida (GIG) telah dapat diperoleh dari reaksi galaktomanan kolang-kaling(GKK) dengan glutaraldehida pada pH 2. Dalam penelitian ini terlebih dahulu dilakukan ekstraksi galaktomanan dari kolang- kaling menggunakan air suling diperolehkadarnya 4,427%. Analisis gugus fungsi galaktomanan ikat silang glutaraldehida dengan spektrofotometer FT-IR menghasilkan pita serapan pada daerah bilangan gelombang 1150-1085 cm -1 yang menunjukkan adanya gugus fungsi C-O-C asimetrik, serta terjadinya perubahan absorbansi gugus hidroksil yang semakin kecil jika jumlah Glutaraldehida semakin besar.Hasil analisis SEM (Scanning Electron Microscpic) galaktomanan ikat silang glutaraldehida menunjukkan telah terjadi perubahan morfologi permukaan. Pada galaktomanan kolang-kaling bentuk permukaan halus, sedangkan bentuk permukaan galaktomanan ikat silang glutaraldehida kasar dan bergelombang. Hasil pengukuran ketebalan menghasilkan tebal film 0,20-0,82 mm. Hasil pengukuran derajat swelling galaktomanan ikat silang glutaraldehida yang diperoleh, yaitu semakin banyak glutaraldehida, maka indeks swelling semakin kecil, dari nilai indeks swelling ini kemungkinan Galaktomanan kolang-kaling ikat silang glutaraldehida dapat diaplikasikan sebagai matriks pembawa obat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Peneliti sebelumnya telah menggunakan beberapa matriks sebagai pembawa pembawa tokoferol antara lain calsium alginat (Yoo et al., 2006), calsium pektinat (Song et al.,2009),oktenil suksinat anhidrida (Hategekimana,2015), xantan (Anca et al.,2009). Namun demikian galaktomanan ikat silang fosfat belum digunakan sebagai matriks pembawa vitamin E.Dorli, 2015 telah melakukan penelitian tentang variasi perbandingan antara galaktomanan : trinatrium trimetafosfat dimana pada perbandingan 1:2 dan 1:3 diperoleh nilai viskositas yang tinggi. Semakin tinggi viskositas daripada metriks maka kemampuan film untuk mentrap vitamin E akan semakin baik. Oesrima, 2015 telah melakukan penelitian tentang inkorporasi vitamin E dengan menggunakan perbandingan antara galaktomanan
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Galaktomanan kolang-kaling ikat silang glutaraldehida (GIG) telah dapat diperoleh dari reaksi galaktomanan kolang-kaling(GKK) dengan glutaraldehida pada pH 2. Dalam penelitian ini terlebih dahulu dilakukan ekstraksi galaktomanan dari kolang- kaling menggunakan air suling diperolehkadarnya 4,427%. Analisis gugus fungsi galaktomanan ikat silang glutaraldehida dengan spektrofotometer FT-IR menghasilkan pita serapan pada daerah bilangan gelombang 1150-1085 cm -1 yang menunjukkan adanya gugus fungsi C-O-C asimetrik, serta terjadinya perubahan absorbansi gugus hidroksil yang semakin kecil jika jumlah Glutaraldehida semakin besar.Hasil analisis SEM (Scanning Electron Microscpic) galaktomanan ikat silang glutaraldehida menunjukkan telah terjadi perubahan morfologi permukaan. Pada galaktomanan kolang-kaling bentuk permukaan halus, sedangkan bentuk permukaan galaktomanan ikat silang glutaraldehida kasar dan bergelombang. Hasil pengukuran ketebalan menghasilkan tebal film 0,20-0,82 mm. Hasil pengukuran derajat swelling galaktomanan ikat silang glutaraldehida yang diperoleh, yaitu semakin banyak glutaraldehida, maka indeks swelling semakin kecil, dari nilai indeks swelling ini kemungkinan Galaktomanan kolang-kaling ikat silang glutaraldehida dapat diaplikasikan sebagai matriks pembawa obat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

74 Sampel Berat Awal gram Tabel 4.2 Hasil Pengukuran Berat Awal dan Akhir Film didalam Pengukuran Indeks Swelling dalam Media pH 1,2 Larutan HCL 0,1M SGF Sampel Berat Awal gram.[r]

18 Baca lebih lajut

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Peneliti sebelumnya telah meneliti penurunan sifat mengembang galaktomanan guar gum yakni guar gum terikat silang gluteraldehida (Gliko-Kabir et al.,1998), guar gum (GG) dengan 1-etil 3-(3-dimetil amino propil) (Banegas et al.,2013), guar gum dengan Trinatrium trimetafosfat (Gliko-kabir et al.,2000a,b) guar gum dengan borak (Kesavan et al.,1992).Penguraian sifat mengembang sangat dibutuhkan untuk mencegah obat yang terperangkap tidak dilepas lebih awal sebelum sampai ke tujuan setelah dikonsumsi secara oral (Gliko Kabir et al., 1998).Novalia, 2015 telah melakukan modifikasi galaktomanan kolang kaling (GKK) melalui proses ikat silang dengan trinatriumtrimetafosfat, hasil indeks swelling galaktomanan ikat silang didalam larutan NaCl 0,9% dan air suling masih terlalu besar.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Gambar 2.1 pohon aren Gambar 2.2 kolang-kaling Buah aren yang masih muda besifat keras dan melekat sangat erat pada untaian buah, sedangkan buah yang sudah masak daging buahnya agak lunak. Daging buah aren yang masih muda mengandung lendir yang sangat gatal jika mengenai kulit karena lendir tersebut menganduk asam oksalat. Buah yang setengah masak dapat dibuat kolang-kaling.Kolang- kaling merupakan endosperm biji buah aren yang berumur setengah masak setelah melalui proses pengolahan. Setelah diolah menjadi kolang- kaling, maka benda ini akan menjadi lunak, kenyal, dan berwarna putih agak bening (Sunanto, 1993).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan penyertaanNya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “inkorporasi vitamin e 50% dan 70% pada matriks galaktomananikat silang fosfat”. Dalam penyelesaian skripsi ini penulis senantiasa berterimakasih kepada:

10 Baca lebih lajut

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

A research on the incorporation of vitamin E 50% and 70% on the matrix galaktomanan crosslink phosphate. This study aimed to analyze the vitamin E is trapped into the matrix galaktomanan fro crosslinked with trisodium trimetafosfat. Making galaktomanan crosslink fospat carried out by reacting galaktomanan fro (GKK) with trisodium trimetafosfat the ratio of 1: 2 and 1: 3 (w / w) was stirred for 2 hours at room temperature at pH 12. Making Galaktomanan Tie Cross Phosphate vitamin E (GIFVE) is done by adding vitamin E to the gram weight variation 0:05; 0.1 grams; and 0:15 gram on the matrix GIF with the comparison GKK: TMF = 1: 2 and 1: 3. Levels of vitamin E were trapped obtained from the calculation of the amount of vitamin E added, subtracted vitamin E washery GIFVE movie. FT-IR analysis results showed the formation of crosslink phosphate has been characterized by the difference in the peak of the OH group is widened and sharp on galaktomanan becoming weaker. Likewise, after the addition of vitamin E in the GIF appears peak at wave number 1652 cm -1 is vibration streaching C = C and a sharp peak at wave number 1120 cm -1 and 1270 cm -1 is a C-O bending vibration. SEM results indicate there has been a change in the morphology of the surface of the hollow on the GIF to be smooth on GIFVE. UV-Vis spectrophotometer results showed that vitamin E is committed to neither vitamin E matrix GIF is 70% by weight of 0.05 grams in comparison TMF: GKK 1: 2 in the amount of 96.5597% and data GIFVE HPLC showed that 70% by weight of 12:05 gram have smaller amounts of vitamin E are released during laundering.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Selain memiliki rasa yang menyegarkan, mengkonsumsi kolang-kaling juga membantu memperlancar kerja saluran cerna manusia. Kandungan karbohidrat yang dimiliki kolang kaling bisa memberikan rasa kenyang bagi orang yang mengkonsumsinya, selain itu juga menghentikan nafsu makan dan mengakibatkan konsumsi makanan jadi menurun, sehingga cocok dikonsumsi sebagai makanan diet. Kolang-kaling juga dapat digunakan sebagai coktail dan makanan ringan lokal seperti kolak (Orwa et al., 2009). Karbohidrat di dalam kolang-kaling pada umumnya adalah galaktomanan dengan berat molekul beragam dari 6000 sampai dengan 17000 (Koiman, 1971).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pembuatan Dan Penentuan Nilai CMC Asetil Galaktomanan Yang Diperoleh Melalui Asetilasi Galaktomanan Hasil Isolasi Dari Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Pembuatan Dan Penentuan Nilai CMC Asetil Galaktomanan Yang Diperoleh Melalui Asetilasi Galaktomanan Hasil Isolasi Dari Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Galaktomanan yang diperoleh dari masing masing tanaman yang berbeda memiliki kadar yang berbeda misalnya galaktomanan yang diperoleh dari ampas kelapa sebesar 20 % (Zultiniar and Casoni, 2009), pada kolang kaling 4,58% (Tarigan, 2012), sedangkan pada Fenugreek kadar galaktomanan berkisar 25 – 30% (Mathur and Mathur, 2005). Beberapa variasi dalam hal berat molekul galaktomanan telah dilaporkan. Hal ini terjadi disebabkan galaktomanan yang diperoleh dari berbagai sumber yang berbeda memiliki perbandingan jumlah manosa dan galaktosa yang berbeda. Misalnya pada biji aren perbandingan manosa : galaktosa = 2,26 : 1 (Kooiman, 1971), sedangkan pada bungkil inti sawit perbandingan manosa : galaktosa = 3 : 1 (Tafsin, 2007). Juga ditemukan galaktomanan dengan perbandingan manosa : galaktosa = 1,1 : 1 dengan massa molekul 79.000 yang diisolasi dari biji Gleditsia delavayi (Rakhmanberdyeva, 2004). Galaktomanan yang telah dimurnikan yang diperoleh dari biji Astragalus lehmannianus mengandung 55% D-manosa dan 45% D-galaktosa dan memiliki berat molekul 997,03 kDa (Mestechkina et al, 2000). Selain perbedaan dalam hal persen galaktomanan dan perbedaan perbandingan manosa dan galaktosa dalam galaktomanan juga terdapat perbedaan dalam hal distribusi galaktosa pada rantai manosa juga perbedaan dalam berat molekulnya (Kok et al, 1999).
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Aren. - Pembuatan Dan Penentuan Nilai CMC Asetil Galaktomanan Yang Diperoleh Melalui Asetilasi Galaktomanan Hasil Isolasi Dari Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Aren. - Pembuatan Dan Penentuan Nilai CMC Asetil Galaktomanan Yang Diperoleh Melalui Asetilasi Galaktomanan Hasil Isolasi Dari Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Pada industri makanan, galaktomanan biasa dipakai sebagai penggumpal. Pada industri es krim galaktomanan digunakan untuk membuat es agar tidak cepat mencair. Selain itu galaktomanan juga digunakan oleh industri pembuatan keju, buah kalengan, dan bumbu salad (Zultiniar and Casoni, 2009). Di Finlandia galaktomanan direkomendasikan sebagai salah satu obat untuk mengatasi hiperlipidemia (kadar lemak darah tinggi). Seperti dikutip Duodecim Medical Publication, Finlandia, galaktomanan efektif menangkap lemak dan mengubahnya menjadi gumpalan- gumpalan dan dibuang bersama feses (Zultiniar and Casoni, 2009). Galaktomanan juga ampuh menurunkan serum total kolesterol dan Low Density Lipoprotein (LDL) kolesterol 10 – 15%. Sedangkan kadar High Density Lipoprotein (HDL) dan trigliserida tidak berubah.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...