Top PDF Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis

Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis

Standar Pendidikan Profesi Dokter Spesialis

Prinsip menghormati otonomi pasien (autonomy), (autonomy), merupakan suatu merupakan suatu kebebasan bertindak dimana seseorang mengambil keputusan sesuai dengan kebebasan bertindak dimana seseorang mengambil keputusan sesuai dengan rencana yang ditentukannya sendiri. Di sini terdapat 2 unsur yaitu : kemampuan rencana yang ditentukannya sendiri. Di sini terdapat 2 unsur yaitu : kemampuan untuk mengambil keputusan tentang suatu rencana tertentu dan kemampuan untuk mengambil keputusan tentang suatu rencana tertentu dan kemampuan mewujudkan rencananya menjadi kenyataan. Dalam hubungan dokter-pasien mewujudkan rencananya menjadi kenyataan. Dalam hubungan dokter-pasien ada otonomi klinik atau kebebasan professional dari dokter dan kebebasan ada otonomi klinik atau kebebasan professional dari dokter dan kebebasan terapetik yang merupakan hak pasien untuk menentukan yang terbaik bagi terapetik yang merupakan hak pasien untuk menentukan yang terbaik bagi dirinya, setelah mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

BUKU PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DOKTOR, MAGISTER, DOKTER SPESIALIS COMBINED DEGREE, PROFESI AKUNTANSI, APOTEKER DAN DOKTER HEWAN

BUKU PANDUAN PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DOKTOR, MAGISTER, DOKTER SPESIALIS COMBINED DEGREE, PROFESI AKUNTANSI, APOTEKER DAN DOKTER HEWAN

Untuk profesi akuntansi, apoteker dan dokter hewan, persyaratan ini hanya berlaku bagi pelamar/calon mahasiswa yang berasal dari luar institusi Unud. Bagi lulusan S1 berasal dari Universitas Udayana tidak perlu dilakukan seleksi, otomatis bisa diterima untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan profesi.

20 Baca lebih lajut

BUKU KURIKULUM PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS

BUKU KURIKULUM PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS

Standar kompetensi dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif berdasarkan peraturan konsil kedokteran Indonesia nomor 38 tahun 2015 mencakup lima ( 5 ) ranah utama yaitu : 1). Ranah ilmu kedokteran perioperative, 2). Ranah ilmu Anestesia, 3). Ranah penatalaksanaan nyeri 4). Ranah kedokteran gawat darurat ( emergency ) dan terapi intensif 5). Ranah ilmiah dan pemelitian. Dari kelima ranah utama tersebut, harus mencapai 3 jenis kompetensi, yaitu kompetensi umum, kompetensi dasar dan kompetensi lanjut. Untuk mencapai standar kompetensi tersebut, kurikulum pendidikan PPDS anestesiologi dan terapi intensif berdasarkan peraturan konsil kedokteran Indonesia nomor 37 tahun 2015 dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: tahap 1, tahap 2, dan tahap 3. Level kompetensi sebelumnya akan menjadi dasar untuk level berikutnya. Walaupun kompetensi terbagai dalam tahap pendidikan, namun tidak serta merta terpisah secara tegas, mengingat terdapat pengulangan topik yang sama dan keterkaitan diantara level kompetensi.
Baca lebih lanjut

106 Baca lebih lajut

WAJIB KERJA DOKTER SPESIALIS

WAJIB KERJA DOKTER SPESIALIS

2. Setiap dokter spesialis lulusan pendidikan profesi program dokter spesialis dari perguruan tinggi negeri di dalam negeri dan perguruan tinggi di luar negeri wajib mengikuti Wajib Kerja Dokter Spesialis. 3. Wajib Kerja Dokter Spesialis bagi lulusan perguruan

47 Baca lebih lajut

Standar Kompetensi Dokter dan Pendidikan Dokter.

Standar Kompetensi Dokter dan Pendidikan Dokter.

Pada bulan Oktober 2005, Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) menyerahkan draft pertama Standar Pendidikan Profesi Dokter dan Standar Kompetensi Dokter. Penyusunan Standar Kompetensi Dokter dimulai dari draft pertama ini yang dikembangkan dengan mengacu pada perkembangan terkini paradigma pendidikan dokter ditinjau dari aspek empiris, aspek kerangka konsep maupun dari aspek legalitas. Draft pertama terdiri dari area kompetensi dan penjabarannya ke dalam kompetensi inti, komponen kompetensi dan hasil pembelajaran; serta dilengkapi dengan daftar masalah, daftar penyakit dan daftar keterampilan klinis. Departemen Pendidikan Nasional memberi masukan dengan menyerahkan rancangan Kurikulum Inti Pendidikan Dokter Indonesia ke III (KIPDI III) kepada Divisi Standar Pendidikan Konsil Kedokteran. Melalui serangkaian pertemuan yang melibatkan seluruh institusi pendidikan kedokteran, seluruh kolegium spesialis, Kolegium Dokter Indonesia, Ikatan Rumah Sakit Pendidikan, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional yang difasilitasi oleh Konsil Kedokteran Indonesia sejak bulan Oktober 2005 hingga November 2006, telah berhasil disusun Standar Kompetensi Dokter ini.
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

2016, No melakukan revisi terhadap Standar Pendidikan dan Standar Kompetensi Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Ke

2016, No melakukan revisi terhadap Standar Pendidikan dan Standar Kompetensi Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Ke

b. bahwa standar pendidikan dan standar kompetensi dokter spesialis yang diatur dalam Keputusan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 44/KKI/KEP/IV/2008 tentang Pengesahan Standar Pendidikan dan Standar Kompetensi Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher, perlu disesuaikan dengan perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran;

166 Baca lebih lajut

2 rangka menjamin penerapan standar pendidikan profesi dokter gigi dan standar kompetensi dokter gigi; e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana d

2 rangka menjamin penerapan standar pendidikan profesi dokter gigi dan standar kompetensi dokter gigi; e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana d

Secara geografis Indonesia termasuk Negara kepulauan dengan penduduk tersebar pada berbagai pulau dari Sabang hingga Merauke. Jumlah penduduk di Indonesia 237.641.326 (data BPS 2010) yang menempati 34 provinsi dan tersebar di pulau Kalimantan, Irian Jaya, Sumatera, Sulawesi, Jawa, Nusa Tenggara, dan Maluku serta berbagai pulau lainnya. Kepadatan penduduk tertinggi berada di pulau Jawa. Kesempatan mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut, serta pendidikan dokter gigi secara proporsional tidak merata baik jumlah maupun kualitasnya. Data sampai akhir Desember 2012 di Konsil Kedokteran Indonesia telah terdaftar dokter gigi/dokter gigi spesialis sebanyak 25.218 orang dengan rincian dokter gigi sebanyak 23.262 orang sedangkan dokter gigi spesialis sebanyak 1.956 orang. Dilihat dari segi kuantitas, 23.262 orang dokter gigi harus melayani 237.641.326 penduduk, berarti 1 orang dokter gigi melayani lebih dari 10.000 orang penduduk. Dari sejumlah pustaka dikatakan bahwa seorang dokter gigi dapat bekerja ideal dengan rasio dokter gigi dan populasi sebesar 1:1.000, tentunya dengan asumsi penyebarannya seiring dengan proporsi jumlah penduduk di daerah tertentu. Pada kenyataannya penyebaran atau penempatan dokter gigi di Indonesia tidak merata.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Proposal PPDS Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis

Proposal PPDS Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis

1. Proses pendidikan untuk menghasilkan dokter spesialis dengan landasan dan internalisasi kode etik profesi yang baik dan benar. Proses pembelajaran antara lain tutorial, bedside teaching, refleksi kasus (laporan kasus, responsi, morning report, mortality case), manajemen kasus, dan journal reading. 2. Rancangan proses pembelajaran yang terkait dengan penelitian mahasiswa

13 Baca lebih lajut

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA PERAN STANDAR PENDIDIKAN & STANDAR KOMPETENSI PROFESI DOKTER DALAM LINGKUP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN

KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA PERAN STANDAR PENDIDIKAN & STANDAR KOMPETENSI PROFESI DOKTER DALAM LINGKUP STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KEDOKTERAN

(2) Standar pendidikan profesi dokter dan dokter gigi yang disahkan Konsil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan bersama oleh Konsil Kedokteran Indonesia dengan kolegium kedokteran, kolegium kedokteran gigi, asosiasi institusi pendidikan kedokteran, asosiasi pendidikan kedokteran gigi dan asosiasi rumah sakit pendidikan

31 Baca lebih lajut

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS I FO (1)

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS I FO (1)

Referensi nama yang dapat dihubungi lebih lanjut oleh pusat pendidikan untuk informasi dari saudara Dari Organisasi Profesi : dr.. Tulus Budi Purwanto, sekretaris PDUI Wangon, Banyuma[r]

5 Baca lebih lajut

Persyaratan Seleksi Penerimaan Calon Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis

Persyaratan Seleksi Penerimaan Calon Peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis

Bersama ini mengajukan permohonan kepada Bapak untuk dapat kiranya member Surat Rekomendasi ke departemen ………………….. kepada saya dalam mengikuti seleksi PPDS FK USU, berhubung IPK Sarjana Kedokteran (SKed) ………………/Profesi ………………. Saya tidak mencukupi 2,75 sebagaimana persyaratan yang ditetapkan oleh Fakultas Kedokteran USU. Surat rekomendasikan ditujukan dalam rangka untuk mengikuti seleksi PPDS FK USU.

13 Baca lebih lajut

REGULASI DOKTER SPESIALIS

REGULASI DOKTER SPESIALIS

Ogus, 1994 (dalam Kumaranayake dkk, 2000),. Menyebutkan bahwa regulasi dalam sektor kesehatan yang menekankan pada pengembangan berbagai standar yakni dengan memastikan level minimum dari kualitas dan keselamatan baik standar profesi, standar pelayanan ataupun standar perijinan lembaga. Pendekatan seperti ini disebut sebagai pendekatan sosial, dapat dibedakan dengan pendekatan ekonomi yaitu melihat peran regulasi dalam kaitannya dengan mekanisme pasar. Untuk mengukur mutu tenaga kesehatan sebagai tenaga profesional salah satu strategi adalah bagaimana penataan tenaga kesehatan melalui sistem registrasi, perizinan dan sertifikasi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

UNTUK PESERTA DIDIK PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM

UNTUK PESERTA DIDIK PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM

Penghargaan setinggi-tingginya saya ucapkan pada Tim Penyusun dan semua pihak terkait yang telah bekerja tanpa mengenal lelah sehingga buku ini dapat diterbitkan. Saya berharap buku ini dapat digunakan sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan profesionalisme dokter spesialis penyakit dalam Indonesia sesuai dengan harkat dan martabat serta kehormatan profesi dalam rangka memenuhi harapan masyarakat dan bangsa.

178 Baca lebih lajut

Kebijakan Kemristekdikti untuk Program Pendidikan Dokter Spesialis-SubSpesialis

Kebijakan Kemristekdikti untuk Program Pendidikan Dokter Spesialis-SubSpesialis

• Rancangan Permenristekdikti Tata Cara Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Spesialis-SubSpesialis UU No.29/2004 tentang Praktik Kedokteran UU No.29/2004 tentang Praktik Kedo[r]

12 Baca lebih lajut

Pengusulan Prodi Pendidikan Dokter Gigi dan Profesi Dokter Gigi

Pengusulan Prodi Pendidikan Dokter Gigi dan Profesi Dokter Gigi

Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi, bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Kurikulum harus memuat capaian pembelajaran mengacu pada Standar Kompetensi Dokter Gigi Indonesia (SKGDI) yang disahkan oleh KKI, kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) sesuai Perpres Nomor 8 Tahun 2012 dan Permendikbud No. 44 tahun 2015 tentang SN-Dikti, yang terstruktur untuk tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi keilmuan program studi.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

DOKTER SPESIALIS PENY AKIT DALAM

DOKTER SPESIALIS PENY AKIT DALAM

Pertama-tama kami panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa pada akhirnya buku Standar Profesi Dokter Spesialis Penyakit Dalam PAPDI dapat diselesaikan. Dengan terbitnya buku ini, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan tugas-tugas, hak dan kewajiban serta pelayanan dan pengabdian masyarakat untuk Dokter Spesialis Penyakit Dalam dapat lebih jelas. Buku ini sangat bermanfaat dan dapat digunakan oleh seluruh Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang bertugas di rumah sakit pemerintah maupun rumah sakit swasta dan fasilitas kesehatan lainnya di seluruh Indonesia. Dalam melaksanakan tugas profesi, dokter spesialis penyakit dalam selain berkaitan dengan bidang pelayanan dan pengabdian masyarakat, juga dituntut melaksanakan pendidikan dan penelitian dimana membutuhkan pengetahuan yang lebih mendalam dengan tujuan memajukan dan mengembangkan ilmu penyakit dalam. Oleh karena itu, buku standar profesi penyakit dalam ini sangat bermanfaat dan diperlukan agar dapat diketahui apa saja yang dapat dan yang boleh dilakukan oleh seorang dokter spesialis penyakit dalam (kompetensi) beserta hak dan kewajibannya.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Standar Pendidikan Profesi Dokter.

Standar Pendidikan Profesi Dokter.

Prinsip menghormati otonomi pasien (autonomy), merupakan suatu kebebasan bertindak dimana seseorang mengambil keputusan sesuai dengan rencana yang ditentukannya sendiri. Di sini terdapat 2 unsur yaitu : kemampuan untuk mengambil keputusan tentang suatu rencana tertentu dan kemampuan mewujudkan rencananya menjadi kenyataan. Dalam hubungan dokter-pasien ada otonomi klinik atau kebebasan professional dari dokter dan kebebasan terapetik yang merupakan hak pasien untuk menentukan yang terbaik bagi dirinya, setelah mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya.

51 Baca lebih lajut

STANDAR KOMPETENSI DOKTER GIGI SPESIALIS

STANDAR KOMPETENSI DOKTER GIGI SPESIALIS

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas bimbingan, petunjuk dan kekuatan-Nya kepada kita, maka selesailah buku Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Indonesia. Sesuai dengan yang diamanahkan oleh Undang-Undang RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran buku ini merupakan kerjasama para stakeholders Konsil Kedokteran Indonesia di dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dokter gigi Spesialis di Indonesia. Proses penyusunannya memakan waktu yang cukup lama, karena pada saat ini telah ada 8 program bidang spesialis yang masing-masing mempunyai ciri khas sehingga memerlukan berbagai pertimbangan dan kompromi dalam rangka mengakomodasi situasi dan kondisi di lapangan. Diharapkan buku ini menjadi acuan bagi seluruh Kolegium setiap bidang spesialisasi ilmu kedokteran gigi, pengelola dan dosen program pendidikan dokter gigi Spesialis di Institusi Pendidikan/Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia khususnya penyelenggara pendidikan program dokter gigi Spesialis, agar tercipta pendidikan yang berkualitas.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH

Pendidikan Dokter SpJP di Indonesia dimulai setelah Lembaga Kardiologi Nasional (LAKARNAS) dibentuk di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada tanggal 17 Agustus 1965. Para pionir pendidikan Dokter SpJP saat itu adalah dr. Sukaman, dr. Loetfi Usman, dr. Tagor G. Siregar, dr. ISF Ranti dan dr. Asikin Hanafiah, yang baru kembali dari pendidikan di Amerika dan Eropa. Konsep pendidikan bersifat magang (hospital based), seperti halnya yang mereka dapatkan di luar negeri. Lulusan pertamanya (1969) adalah dr. R. Mohammad Saleh, seorang Internist yang bekerja di Rumah Sakit Dr. Soetomo; beliau pun kemudian membuka pendidikan dokter SpJP di Surabaya dengan metode yang sama. Pada Kongres PERKI (KOPERKI) pertama tahun 1974 di Jakarta, katalog Program Studi Ilmu Penyakit Jantung disahkan.
Baca lebih lanjut

183 Baca lebih lajut

STANDAR PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI SPESIALIS KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

STANDAR PENDIDIKAN PROFESI DOKTER GIGI SPESIALIS KONSIL KEDOKTERAN INDONESIA

Berdasarkan ketentuan umum dari Standar Nasional Pendidikan (SNP), pengertian standar pendidikan dokter gigi spesialis Indonesia adalah kriteria minimal sistem pendidikan dokter gigi spesialis yang berlaku di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam SNP, standar mencakup standar isi, standar proses, standar kompetensi, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian pendidikan, evaluasi, akreditasi, sertifikasi dan penjaminan mutu. Diharapkan dengan berlakunya UU Praktik Kedokteran maka semua dokter gigi spesialis di Indonesia yang menjalankan praktik profesinya memiliki kualitas yang sama dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Indonesia serta mampu bersaing dengan profesi yang sama minimal di lingkungan Asia-Pasifik.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...