Top PDF Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pasien RSU Kota Tangerang Selatan mengenai obat generik

Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pasien RSU Kota Tangerang Selatan mengenai obat generik

Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pasien RSU Kota Tangerang Selatan mengenai obat generik

Pada kategori kepercayaan bahwa kualitas obat generik sama dengan obat generik bermerek, pasien yang memilih pilihan jawaban terbanyak berada pada pilihan jawaban 2 (tidak percaya) sebesar 24,7% pada pasien yang aktif bekerja , namun pada pasien yang tidak aktif bekerja terlihat hal sebaliknya, yaitu pilihan jawaban yang paling banyak dipilih adalah pilihan jawaban 3 yaitu sebesar 26,8%. Hal ini dapat terjadi karena pasien yang sudah tidak aktif bekerja lebih banyak menghabiskan waktu untuk beraosiasi dengan tetangga atau orang lain di sekitar lingkungannya sehingga dapat menimbulkan kecenderungan kepercayaan yang berbeda berdasarkan dari orang-orang yang lebih berpengalaman. Pada kategori kepercayaan terhadap efikasi atau khasiat obat generik sama denga obat generik bermerek, tidak terlihat adanya perbedaan antara pilihan jawaban 2 (tidak setuju) dan pilihan jawaban 3 (setuju) yaitu sebesar 25,8% pada pasien yang tidak aktif bekerja, namun pada pasien yang aktif bekerja tetap ditemukan adanya perbedaan, yaitu lebih banyak
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU IET RENDAH GARAM PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BUMIDAYA, KECAMATAN PALAS, LAMPUNG SELATAN

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU IET RENDAH GARAM PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BUMIDAYA, KECAMATAN PALAS, LAMPUNG SELATAN

Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama penyakit jantung, pembuluh darah dan menyebabkan kematian dini. Salah satu penanganannya adalah diet, akan tetapi banyak pasien yang tidak patuh dikarenakan pengetahuan yang kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku diet rendah garam pasien hipertensi di Puskesmas Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan crosss sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Bumidaya pada bulan Oktober 2014 sampai dengan Januari 2015. Sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling dan berjumlah 158 orang yang merupakan jumlah keseluruhan pasien lama dan baru pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Bumidaya hingga bulan Agustus 2014 dalam rekam medis. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi logistik berganda. Penelitian ini mendapatkan 38,8% responden memiliki pengetahuan kurang, 65,5% responden memiliki sikap kurang, dan 54% responden memilki perilaku diet rendah garam yang tidak sesuai. Pada penelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan (p=0,0001) dan sikap (p=0,0001) terhadap perilaku diet rendah garam pasien hipertensi di Puskesmas Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan TME, atas berkat dan kurnai-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan judul „ tingkat pengetahuan,sikap dan perilaku pasien yang menderita penyakit jantung koroner(PJK) di Rumah Sakit Umum Daerah DR Pringadi, Medan mengenai PJK. ” .Proses penulisan Karya Tulisan Ilmiah ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang berhormat :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap mengenai iklan obat sakit kepala di televisi terhadap tindakan penggunaan obat sakit kepala di kalangan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap mengenai iklan obat sakit kepala di televisi terhadap tindakan penggunaan obat sakit kepala di kalangan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Hasil menunjukkan nilai signifikansi p < 0,05 yang berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan tindakan penggunaan obat sakit kepala. Koefisien korelasi yang didapat adalah 0,160 yang berarti hubungan antara tingkat pengetahuan dan tindakan penggunaan obat sakit kepala tidak kuat. Hasil pengisian kuesioner oleh responden cenderung dijawab benar akan pencantuman informasi. Informasi tersebut meliputi informasi yang harus dicantumkan di iklan obat seperti peringatan, kandungan zat aktif, kegunaan atau efek, perhatian, nama industri farmasi, kontraindikasi, dan efek samping. Responden tidak terlalu paham tentang informasi iklan yang dicantumkan, tetapi responden merasa pencantuman informasi tersebut sangat diperlukan oleh konsumen obat agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih, membeli dan mengkonsumsi obat tersebut. Hal ini sesuai dengan Notoatmodjo (2012) yang menyatakan bahwa terbentuknya suatu perilaku baru, terutama pada orang dewasa, biasanya dimulai dari pengetahuan, dimana subyek tahu terlebih dahulu akan adanya stimulus, yang menimbulkan pengetahuan baru. Pengetahuan tersebut akan menimbulkan respon batin dalam bentuk sikap tertentu. Stimulus atau objek yang sudah diketahui dan disadari tersebut akan menimbulkan respon lebih jauh lagi berupa tindakan.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Dengan itu, penelitian ini bertujuan unuk melakukan pengkajian tentang tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pasien yang menderita penyakit jantung koroner di poliklinik jantung RSUD DR Pirngadi Medan mengenai penyakit jantung koroner.

4 Baca lebih lajut

TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU S

TINGKAT PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU S

Penyakit kecacingan dapat menginfeksi semua golongan umur, tetapi prevalensi tertinggi terdapat pada kelompok umur sekolah dasar. Dari data terbaru Pada tahun 2008 pemeriksaan tinja dilaksanakan di 8 provinsi. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan prevalensi kecacingan mempunyai rentang yang cukup lebar yaitu antara 5,7 % di Sulawesi Utara sampai dengan 60,7 % di Banten. Penyakit kecacingan masih dianggap sebagai hal sepele oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal jika dilihat dampak jangka panjangnya, kecacingan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku siswa kelas 4 s.d 6 SD Islam Ruhama terhadap penyakit kecacingan yang ditularkan melalui tanah pada tahun 2010.Dalam penelitian ini menggunakan metoda deskriptif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 137 responden. Pengumpulan data yaitu data primer yang dilaksanakan dari bulan juli sampai dengan agustus 2011. Analisis data berupa analisis univariat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa 48,2% siswa memiliki pengetahuan sedang, 51,8% siswa memiliki sikap cukup, dan 62,8% siswa memiliki perilaku baik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang penyakit kecacingan sedang, sikap siswa terhadap penyakit kecacingan sebagian besar cukup, dan perilaku siswa terhadap penyakit kecacingan sebagian besar baik.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Saya yang bernama Ashinie Nair Subramaniam adalah mahasiswi Fakultas Kedokteraan Universitas Sumatera Utara akan melakukan penelitian yang berjudul „ Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku pasien yang menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pringadi, Medan mengenai Penyakit Jantung Koroner‟ pada semester keenam.

28 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Penderita Tbc dengan Keteraturan Minum Obat Tbc Pada Pasien di Puskesmas Karanganom Kabupaten Klaten.

PENDAHULUAN Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Penderita Tbc dengan Keteraturan Minum Obat Tbc Pada Pasien di Puskesmas Karanganom Kabupaten Klaten.

Berdasarkan hasil penelitian Hutapea (2004) diketahui bahwa variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap peningkatan kepatuhan minum obat penderita TB Paru adalah perhatian atas kemajuan pengobatan, bantuan transportasi, dorongan berobat dan tidak menghindarnya keluarga dari penderita TB tersebut. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis ingin mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap penderita tuberkulosis dengan keteraturan minum obat tuberkulosis pada pasien di Puskesmas Karanganom Kabupaten Klaten.

6 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien RSU Kota Tangerang Selatan Mengenai Obat Generik. 2014.

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien RSU Kota Tangerang Selatan Mengenai Obat Generik. 2014.

Pada kategori kepercayaan bahwa kualitas obat generik sama dengan obat generik bermerek, pasien yang memilih pilihan jawaban terbanyak berada pada pilihan jawaban 2 (tidak percaya) sebesar 24,7% pada pasien yang aktif bekerja , namun pada pasien yang tidak aktif bekerja terlihat hal sebaliknya, yaitu pilihan jawaban yang paling banyak dipilih adalah pilihan jawaban 3 yaitu sebesar 26,8%. Hal ini dapat terjadi karena pasien yang sudah tidak aktif bekerja lebih banyak menghabiskan waktu untuk beraosiasi dengan tetangga atau orang lain di sekitar lingkungannya sehingga dapat menimbulkan kecenderungan kepercayaan yang berbeda berdasarkan dari orang-orang yang lebih berpengalaman. Pada kategori kepercayaan terhadap efikasi atau khasiat obat generik sama denga obat generik bermerek, tidak terlihat adanya perbedaan antara pilihan jawaban 2 (tidak setuju) dan pilihan jawaban 3 (setuju) yaitu sebesar 25,8% pada pasien yang tidak aktif bekerja, namun pada pasien yang aktif bekerja tetap ditemukan adanya perbedaan, yaitu lebih banyak
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

terkena serangan jantung dan kejadiannya lebih awal dari pada wanita. Morbiditas penyakit PJK pada laki-laki dua kali lebih besar dibandingkan dengan wanita dan kondisi ini terjadi hampir 10 tahun lebih dini pada laki-laki darpada perempuan. Estrogen endogen bersifat protektif pada perempuan, namun setelah menopouse insiden PJK meningkat dengan pesat, tetapi tidak sebesar insiden PJK pada laki laki. Perokok pada wanita mengalami menopouse lebih dini daripada bukan perokok. Gejala PJK pada perempuan dapat atipikal, hal ini bersama bias gender, kesulitan dalam interpretasi pemeriksaan standart (misalnya : tes latihan treadmill) menyebabkan perempuan lebih jarang diperiksa dibandingkan laki-laki. Selain itu manfaat prosedur revaskularisasi lebih menguntungkan pada laki-laki dan berhubungan dengan tingkat komplikasi perioperatif yang lebih tinggi pada perempuan.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang menyerang jantung. . Meningkatnya angka penderita PJK yang dilaporkan setiap tahun adalah karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang faktor resiko penyakit jantung dan juga kurangnya sikap dan perilaku dalam mencegah penyakit tersebut.

2 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Penderita diabetes menderita PJK yang lebih berat, lebih progresif, lebih kompleks, dan lebih infus dibandingkan kelompok kontrol dengan usia yang sesuai. Diabetes melitus merupakan faktor resiko independen untuk PJK, meningkatkan risiko untuk tipe 1 maupun tipe 2 dengan dua sampai empat kali. Diantaranya dapat berupa disfungsi endothelial dan gangguan pembuluh darah yang pada akhirnya mningkatkan resiko terjadinya Coronary Artery Diseases (CAD). Pada diabetes tergantung insulin (NIDDM), penyakit koroner dini dapat dideteksi pada studi populasi sejak dekad keempat, dan pada usia 55 tahun hingga sepertiga pasien meninggal karena komplikasi PJK, adanya mikroalbuminemia atau nefropati meningkatkan resiko PJK secara bermakna (Supriyono, 2008). DM merusakkan dinding bahagian dalam arteri melalui peningkatan ROS ( reactive oxygen species) dan disfungsi sel-sel endotel pembuluh sehingga dengan lebih cepat menuju proses arteriosklerosis. Mekanismenya belum jelas, akan tetapi terjadi peningkatan tipe IV hiperlipidemi dan hipertrigliserid, pembentukan plateletyang abnormal dan DM yang disertai obesitas dan hipertensi (Djohan T.B.A, 2004 dalam Norhashimah, 2011). 4. Obesitas
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pasien yang Menderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Pirngadi, Medan Mengenai Penyakit Jantung Koroner

[Accessed 4 April 2015] Deaths from coronary heart disease pdf, http://www.who.int/cardiovascular_diseases/en/cvd_atlas_14_deathHD.pd f?ua=1[Accessed 19 April 2015] Epidemiologi PJK S[r]

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG OBAT GENERIK TERHADAP SIKAP PENGGUNAAN OBAT GENERIK DI SUMATERA BARAT.

HUBUNGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG OBAT GENERIK TERHADAP SIKAP PENGGUNAAN OBAT GENERIK DI SUMATERA BARAT.

Telah dilakukan penelitian berupa hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat tentang obat generik secara komprehensif di 10 Kota/Kabupaten di Sumatera Barat. Obat merupakan penyumbang biaya terbesar dalam pengobatan untuk menunjang kesehatan. Pemerintah telah mengeluarkan program obat murah yang disebut obat generik berlogo (OGB) tanpa mengurangi kualitas dari obat tersebut. Penggunaan obat generik di masyarakat diketahui masih rendah, sehingga perlu dilakukannya penelitian tentang pengetahuan dan sikap masyarakat tentang obat generik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode survey berupa kuissioner terhadap 409 orang responden. Penetuan responden dengan menggunakan metoda pengambilan sampel yang disebut accidental sampling. Dari hasil peneltian, pengetahuan masyarakat tentang obat generik dikategorikan kelompok Baik (16,1%), Cukup (26,2%), dan Kurang (57,7%). Sikap masyarakat terhadap penggunaan obat generik masih negatif terlihat dari persentase yang menunjukkan sikap negatif (54,3%) lebih banyak dibandingkan sikap positif (45,7%). Tidak adanya hubungan antara karakteristik (jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan status pernikahan) dengan tingkat pengetahuan (P > 0,05). Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang obat generik dengan sikapnya penggunaan obat generic (P > 0,05). Walaupun memiliki pengetahuan yang baik tidak menjamin memiliki sikap yang positif.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP  PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG OBAT  GENERIK    Pengaruh Tingkat PengetahuanTerhadap Persepsi Masyarakat Tentang Obat Generik Di Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan.

PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG OBAT GENERIK Pengaruh Tingkat PengetahuanTerhadap Persepsi Masyarakat Tentang Obat Generik Di Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan.

Saat ini banyak sekali beredar berbagai macam jenis obat baik itu produk generik maupun produk dagang, pada umumnya konsumen atau masyarakat lebih tertarik untuk mengkonsumsi produk obat bermerk/produk dagang dibandingkan produk generik, hal itu disebabkan adanya anggapan bahwa obat generik mutunya lebih rendah dari pada produk yang bermerk dagang. Anggapan masyarakat ini mencerminkan masih kurangnya pengetahuan tentang obat generik dengan benar. Sementara dalam pratiknya pembelian obat generik atau obat paten dapat didasarkan atas tingkat pendapatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuai Pengaruh Tingkat pengetahuan dan tingkat pendapatan terhadap sikap masyarakat dalam pemilihan obat generik di Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis korelasional menggunakan metode cross sectional. Sampel penelitian adalah 96 orang dewasa yang terdaftar sebagai masyarakat desa Mangkujayan Magetan. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan tingkat ekonomi. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian diketahui 25 responden (26%) dengan pengetahuan baik, 36 responden (37,5%) dan 35 responden (36,5%) dengan pengetahuan kurang. Terdapat 58 responden (60,4%) mempunyai tingkat pendapatan tinggi, dan 38 responden (39,6%) dengan pendapatan rendah.Sebanyak 51 responden (53,1%) mempunyai sikap yang baik tentang obat generik, dan 45 responden (46,9%) mempunyai sikap yang kurang baik. Hasil uji hubungan pengetahuan dan sikap diperoleh nilai χ 2 = 8,132 dengan p = 0,017. Hasil uji hubungan tingkat pendapatan dengan sikap diperoelh χ 2 = 1,384 dengan p = 0,239. Kesimpulan terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap masyarakat dalam pemilihan obat generik dan tidak ada hubungan tingkat pendapatan dengan sikap masyarakat dalam pemilihan obat generik di Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ASAM MEFENAMAT DI APOTEK (Studi Terhadap Pasien Di Beberapa Apotek Kecamatan Sukun Kota Malang)

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT ASAM MEFENAMAT DI APOTEK (Studi Terhadap Pasien Di Beberapa Apotek Kecamatan Sukun Kota Malang)

Pengertian perilaku adalah keadaan jiwa (berpikir, bersikap, bertindak, dan sebagainya) untuk memberikan respons terhadap situasi di luar dirinya. Operasional perilaku dikelompokkan menjadi tiga bentuk: pengetahuan sebagai suatu hasil dari proses belajar atau pengalaman, sikap sebagai kecenderungan jiwa atau perasaan yang relative tetap terhadap kategori tertentu dari objek atau situasi, dan tindakan sebagai perbuatan yang dilakukan terhadap rangsangan dari luar dirinya (Notoatmodjo, 1991).

27 Baca lebih lajut

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Teladan Kota Medan

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Teladan Kota Medan

Penyakit kronis adalah gangguan atau penyakit yang berlangsung lama.Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit kronis.Agar proses kesembuhan pasien menderita penyakitkronis cepat terwujud, kerja sama antara pasien dan keluarganya dengan penyedia layanan kesehatan, khususnya dokter harusterjalin dengan baik. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan seseorang untuk meminum obat, yaitu antara lain: usia, pekerjaan, waktu luang, pengawasan, jenis obat, dosis obat, dan penyuluhan dari petugas kesehatan. Pengetahuan dan sikap menjadi faktor kepatuhan seseorang dalam minum obat (Apriani, 2010).Pendidikan mempengaruhi keteraturan minum obat pasien, dengan semakin tinggi tingkat pendidikan pasien, maka semakin banyak informasi tentang pengobatan yang diterimanya sehingga pasien akan patuh dalam pengobatan penyakitnya.Faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan adalah faktor komunikasi, pengetahuan, fasilitas kesehatan, faktor penderita termasuk persepsi dan motivasi individu (Pasek, 2013).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Gambaran Pengetahuan Mengenai Amebiasis pada Penyaji Makanan di Kecamatan Medan Baru

Gambaran Pengetahuan Mengenai Amebiasis pada Penyaji Makanan di Kecamatan Medan Baru

Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Ibu Dalam Penangan Awal Diare Pada Balita Di Puskesmas Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten Pada Bulan September Tahun 2009... Epidemiol[r]

4 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT NATRIUM DIKLOFENAK DI APOTEK (Studi Terhadap Pasien di Beberapa Apotek Kecamatan Sukun, Kota Malang)

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU SWAMEDIKASI OBAT NATRIUM DIKLOFENAK DI APOTEK (Studi Terhadap Pasien di Beberapa Apotek Kecamatan Sukun, Kota Malang)

Perilaku manusia adalah hasil dari berbagai pengalaman serta interaksi manusia dengan lingkungan yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan (Azwar, 2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku dibedakan menjadi dua, yakni faktor-faktor intern dan ekstern. Faktor intern mencakup: pengetahuan, kecerdasan, persepsi, emosi, motivasi dan sebagainya yang berfungsi untuk mengolah rangsangan dari luar. Sedangkan faktor ekstern meliputi: lingkungan sekitar baik fisik maupun nonfisik seperti: iklim, manusia, sosial-ekonomi, kebudayaan, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2003).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

:Pengetahuan dan Sikap ibu tentang Kejadian Diare pada balita di Puskesmas Teladan Medan Tahun 2014

:Pengetahuan dan Sikap ibu tentang Kejadian Diare pada balita di Puskesmas Teladan Medan Tahun 2014

Purbasari, E. ( 2009). Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu dalam Penanganan Awal Diare pada Awal Diare pada Balita di Puskesmas Ciputat, Tangerang Selatan, Banten Bulan Septemb pada Bulan September Tahun 2009.Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah: J Hidayatullah: Jakarta

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...