• Tidak ada hasil yang ditemukan

DPRD PROVINSI

1. ABDUL SALAM, Saksi Partai Aceh, Dapil 6

• Pada tanggal 18 April 2008, Saksi diberi rekap sementara. Rekap tersebut diberikan kepada Saksi untuk dikoreksi jika ada kesalahan dan koreksi dapat disampaikan hingga tanggal 21 April 2009. Kemudian KIP Aceh Timur melanjutkan dengan penetapan hasil kepada KIP Provinsi dan pada waktu rekap tidak ada protes dari parpol;

• Berdasarkan kroscek dengan Ketua KIP Aceh Timur, pada daftar sementara PPP memperoleh 3.621 suara, sedangkan saksi PPP ada 3.156, sehingga berkurang 465 suara. Menurut konfirmasi Ketua KIP dan kroscek data di PPK jumlah yang benar adalah 3.621;

• Bahwa KIP Aceh Timur dalam melakukan rekapitulasi turut mengundang seluruh partai politik dan memberikan hasil rekap kepada semua saksi dari partai politik untuk dipelajari yang ada di Aceh Timur;

• Bahwa pada tanggal 18, rekap yang diberikan kepada saksi Partai Politik merupakan rekap yang masih sementara, hal tersebut dimaksudkan dalam rangka untuk dievaluasi apabila ditemukan adanya kejanggalan-kejanggalan ataupun keberatan dari masing-masing partai politik, maka dapat dilakukan perubahan. Bahwa Saksi membenarkan telah mendapat laporan dari Bapak Abdul dari PPP mengenai kekurangan suara PPP;

• Bahwa KIP NAD Provinsi Nangro Aceh Darussalam keberatan dengan hasil yang disampaikan oleh KIP Aceh Timur yang berjumlah 3.621;

2. HAFSAH, S.H. Ketua KIP Aceh Timur

• Penghitungan suara dimulai tanggal 16 April. Pada tanggal 18 April, Saksi mengundang semua saksi partai politik yang ada di Aceh Timur guna diberikan rekap untuk dipelajari dan disediakan form keberatan, dimana pengajuan keberatan tersebut diberikan waktu sampai dengan tanggal 20

67

April 2009. Pada waktu itu ada 4 partai politik yang mengajukan keberatan, yaitu Patriot, PPPI, PAN dan PPP yang kesuamnya mengisi berita acara keberatan. Saksi tidak langsung melakukan perubahan suara, harus terlebih dahulu memanggil partai politik yang dominan mendapat kursi di Aceh Timur, yaitu Partai Aceh dan Partai Demokrat;

• Setelah melakukan kroscek, KIP Aceh Timur mengubah angka 3.156 menjadi 3.621. Kemudian pada tanggal 21 April 2009 diadakan rapat pleno KIP Aceh Timur, dimana semua partai politik menandatangani seluruh halaman rekap dan tidak ada partai yang merasa dirugikan atas perubahan suara PPP tersebut. Kemudian hasil perubahan suara PPP sebesar 3.621 dikirimkan ke KIP Aceh;

• Menurut saksi, berdasarkan Pasal 227 UU 10/2008 dapat dilakukan perubahan, sepanjang data itu akurat. Dasar perubahan KIP Aceh Timur yaitu didasarkan pada rekap dari kecamatan (Model Form C-1);

Pada saat perhitungan di pleno KIP Aceh, dihadiri oleh Ketua Pokja dan 3 orang anggota KIP, tetapi saksi tidak hadir karena berhalangan. Karena rekap suara tidak dimasukkan, 4 anggota KIP Aceh Timur melakukan protes

3. MUDALI IBRAHIM, S.Ag, Saksi Pemohon di KIP Aceh Timur

• Pada awalnya KIP Aceh Timur membagikan draft sementara kepada seluruh partai politik, ternyata ditemukan ada salah pengetikan. Pada waktu itu saksi mengajukan surat keberatan dan KIP Aceh Timur melakukan perbaikan angka-angka sebagaimana yang direkap di 24 PPK sebanyak 3.621 suara. Saksi melakukan melakukan rekap dengan angka 3.621 sedangkan KIP Provinsi Aceh merekap dengan angka 3.156, sehingga PPP kehilangan 1 kursi untuk tingkat Provinsi;

• Draf (rekap) sementara tidak ditandatangi oleh KIP Kabupaten Aceh Timur dan para saksi, dan draft itulah yang dibawa oleh saksi partai tertentu ke tingkat provinsi. Panwaslu Aceh Timur, pada tanggal 24 April 2009 mengirim surat kepada Panwaslu Provinsi Aceh yang ditembuskan kepada KIP Provinsi Aceh bahwa suara PPP untuk DPR Aceh di Kabupaten Aceh Timur berjumlah 3.621, bukan 3.156. Selain itu, ada surat dari KIP Aceh Timur tanggal 27 April 2009 yang ditujukan kepada Ketua KIP Aceh tentang rekap yang resmi;

68

• Menurut saksi, dari 24 kecamatan yang direkap, jumlah suara PPP untuk Aceh Timur sebanyak 3.621. Sementara itu, KIP Aceh merekap suara PPK Aceh Timur hanya pada posisi angka 3.156, yang sumbernya diambil dari saksi partai tertentu bukan dari KIP Aceh Timur;

[2.43] Menimbang bahwa terhadap permohonan Pemohon, Turut Termohon Komisi Independen Pemilihan (KIP) NAD pada persidangan tanggal 28 Mei 2009 menyampaikan jawaban secara lisan dan telah pula menyampaikan jawaban tertulis yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah pada tanggal 29 Mei 2009 yang menguraikan hal-hal sebagai berikut:

Bahwa dalam pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat provinsi ketika memasuki daerah pemilihan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh 6 yang meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Timur, khusus untuk Kabupaten Aceh Timur data rekapitulasi hasil penghitungan suara yang disampaikan oleh KIP Aceh Timur kepada KIP Aceh berbeda dengan data yang diberikan kepada saksi dan Panwas; (Bukti TT-1)

Bahwa saat akan dibaca rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dari KIP Aceh Timur, maka saksi mengajukan keberatan karena berbeda dengan data yang dimiki oleh saksi, sementara data yang dimiliki oleh saksi dimaksud sama dengan data rekap yang dimiliki Panwas. Akibatnya sidang/rapat pleno KIP Aceh di skor beberapa saat untuk menyikapi persoalan tersebut;

Bahwa berdasarkan Pasal 227 ayat (2) UU 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD dan DPRD yang menentukan dalam hal terjadi perbedaan data jumlah suara pada sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara dari KPU Provinsi, saksi Peserta Pemilu tingkat provinsi dan saksi peserta pemilu tingkat kabupaten/kota, Panitia Pengawas Pemilu Provinsi atau Panitia Pengawas pemilu Kabupaten/Kota, maka KPU provinsi melakukan pembetulan data melalui pengecekan danlatau rekapitulasi ulang data yang termuat pada sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara untuk KPU Kabupaten/Kota yang bersangkutan;

Bahwa berdasarkan ketentuan tersebut, maka KIP Aceh melakukan pembetulan data rekapitulasi yang diserahkan oleh KIP Aceh Timur dengan mengunakan data pembanding yang dimiliki oleh saksi dan Panwas (Provinsi) (Bukti TT-2). Terjadinya perbedaan rekapitulasi hasil penghitungan suara KIP Aceh Timur

69

disebabkan rekapitulasi hasil penghitungan suara yang diserahkan kepada saksi dan Panwas adalah rekapitulasi yang dibuat pertama sesuai dengan mekanisme dan jadwal rekapitulasi (Pasal 187 ayat (2) UU Nomor 10 Tahun 2008 dan Pasal 20 ayat (1) dan (2) Peraturan KPU Nomor 46 Tahun 2008). Sedangkan Rekapitulasi yang disampaikan kepada KIP Aceh adalah rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara yang telah dirubah setelahnya oleh KIP Aceh Timur. Ketidakbenaran dalam proses rekapitulasi yang dilakukan oleh KIP Aceh Timur Panwas Aceh telah mengeluarkan rekomendasi agar KIP Aceh Timur dikenakan sanksi kode etik; (TT-3)

Bahwa tidak beralasan dalil Pemohon yang menyatakan rekapitulasi hasil perolehan suara KIP Provinsi tidak bersumber dari data rekapitulasi KIP Aceh Timur, karena data yang dijadikan dasar rekapitulasi hasil penghitungan suara untuk Provinsi juga data dari KIP Aceh Timur;

Bahwa juga tidak benar dalil Pemohon yang menyatakan perolehan suara Pemohon di Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur memperoleh 620 suara, yang benar adalah 155 suara (Bukti TT-4). Dengan demikian suara keseluruhan Partai Persatuan Pembangunan untuk DPR Aceh wilayah Aceh Timur seperti tertera pada Rekapitulasi hasil penghitungan suara KIP Aceh adalah 3.156 suara, bukan 3.621 suara;

Berdasarkan alasan hukum tersebut, KIP Provinsi Aceh mohon kepada Majelis untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut:

1. Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya.

2. Menyatakan sah Keputusan KPU Nomor 225/Kpts/KPUITahun 2009 tentang Penetapan dan Pengumuman Hasil Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota secara nasional Dalam Pemilihan Umum Tahun 2009, untuk perolehan suara Daerah Pemilihan 6 DPR Aceh meliputi Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Aceh Timur yang diumumkan pada hari sabtu tanggal 09 Mei 2009;

3. Menetapkan hasil perolehan suara yang benar untuk Partai Persatuan Pembangunan sebagaimana tertuang dalam rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara KIP Aceh yaitu 3.156 suara, dan kursi terakhir Daerah Pemilihan 6 DPR Aceh tetap hak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP); Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya;

70

[2.44] Menimbang bahwa untuk mendukung jawabannya tersebut, Turut Termohon KIP NAD mengajukan Bukti surat yang telah dibubuhi materai cukup dan diberi tanda Bukti TT-1 sampai dengan Bukti TT-5 sebagai berikut:

1. Bukti T.T-1 : Model DB-1 DPR Aceh Kabupaten Aceh Timur Dapil 6 Yang Diberikan Kepada Saksi Dan Panwas;

2. Bukti T.T-2 : Berita Acara KIP Aceh Nomor 15/Kip-Aceh/IV/2009 tentang Penetapan Terhadap Perubahan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Dari KIP Aceh Timur, Saksi dan Panwaslu Aceh;

3. Bukti T.T-3 : Surat Dari Panwaslu Provinsi Aceh tanggal 25 April 2009 Nomor 1517/Panwaslu-Aceh/IV/2009, perihal Rekomendasi Dibentuk-nya Dewan Kehormatan Untuk KIP Aceh Timur;

4. Bukti T.T-4 : Model DA DPR Aceh Kecamatan Madat Aceh Timur;

5. Bukti T.T-5 : Model DC DPRA, Sertifkat Model Dc-1 DPR Aceh dan Lampiran Model DC-1 DPRA;

[2.45] Menimbang bahwa Turut Termohon KIP NAD menyampaikan kesimpulan tertulis bertanggal 9 Juni 2009 yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah tanggal 10 Juni 2009 yang pada pokoknya tetap pada tanggapan yang telah disampaikan; [2.46] Menimbang bahwa terhadap permohonan Pemohon tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui suratnya bertanggal 25 Mei 2009 mengajukan permohonan sebagai Pihak Terkait dan pada tanggal 30 Mei 2009 menyampaikan tanggapan tertulis yang mengemukakan hal-hal sebagai berikut: 1. Bahwa keliru dan salah keberatan Pemohon yang menyatakan Termohon telah

melakukan kecurangan dalam melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh, karena Rekapitulasi yang dilakukan oleh KIP Provinsi Aceh untuk menetapkan calon Legislatif Terpilih dari Dapil VI telah sesuai dan didasari oleh rekapitulasi hasil penghitungan suara dari perolehan Suara peserta pemilu di Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Timur;

2. Bahwa tidak benar argumentasi Pemohon yang menyebutkan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di tingkat KIP Provinsi NAD hanya mendasari pada data yang diajukan oleh saksi-saksi Partai Perjuangan. Padahal data

PDI-71

Perjuangan sebagai mana yang dimaksud oleh Pemohon tersebut bersesuai pula dengan data dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan yang lebih pokok dan penting lagi bersesuaian dengan data resmi Panwaslu Aceh serta dokumen resmi dari seluruh PPK se-Kabupaten Aceh Timur, serta Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Di Tingkat KIP Kabupaten Aceh Timur;

3. Bahwa keliru dan salah alasan Pemohon yang menyebutkan pada Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di Tingkat KIP Provinsi Aceh bahwasannya Pemohon kehilangan suara sebanyak 465 suara di Kabupaten Aceh Timur (khususnya di Kecamatan Madat). Padahal Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara yang dilakukan oleh KIP Aceh khususnya berkenaan dengan perolehan suara seluruh peserta Pemilu di Kabupaten Aceh Timur telah sesuai dan didasari oleh Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di KIP Kabupaten Aceh Timur, khususnya berkenaan hasil perolehan suara Pemohon di Kecamatan Madat yang benar adalah 155 suara, angka tersebut sesuai perolehan suara Pemohon yang tertuang pada Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di Tingkat Panitia Pemilihan Kecamata (PPK) Kecamatan Madat;

4. Bahwa klaim perolehan suara oleh Pemohon adalah didasari oleh rekapitulasi yang tidak sah karena dilakukan oleh KIP Kabupaten Aceh Timur atas desakan Pemohon yang prosesnya tidak melibatkan Pihak Terkait dan peserta Pemilu yang lain;

5. Bahwa klaim kehilangan suara yang diajukan oleh Pemohon telah disampaikan dan dibahas pada Rapat Pleno KIP Provinsi Aceh, selanjutnya keberatan Pemohon atas permasalahan tersebut telah dibahas dan diselesaikan pada Rapat Pleno KIP Provinsi Aceh;

6. Bahwa dengan alokasi kursi 10 Kursi Anggota DPRA dari Dapil Aceh 6 yang diperebutkan, maka berdasarkan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di Tingkat KIP Provinsi Aceh dan Angka Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) sebesar 34.533 dapat ditetapkan peringkat perolehan suara dan kursi, sebagaimana tertuang pada tabel di bawah ini:

No Partai politik Perolehan suara Perolehan kursi

1 Partai Aceh 170.508 5 Kursi

2 Partai Demokrat 58.903 2 Kursi

3 Partai PKS 13.555 1 Kursi

4 Partai Golkar 13.127 1 Kursi

72

7. Bahwa oleh karena itu permohonan/keberatan Pemohon tidak beralasan karena tidak didukung oleh dokumen resmi yang digunakan dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota Tahun 2009, sehingga Permohonan/keberatan Pemohon patut untuk dikesampingkan;

Berdasarkan fakta hukum tersebut, Pihak Terkait Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mohon kepada Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi untuk menjatuhkan putusan:

1. Menolak Permohonan Pemohon untuk seluruhnya;

2. Menyatakan sah Keputusan Kornisi Pemilihan Umum Nomor 255/Kpts/Tahun 2009 tentang Penetapan Dan Pengumuman Hasil Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Secara Nasional Dalam Pemilihan Umum Tahun 2009, khususnya terkait dengan penetapan perolehan suara dan penetapan perolehan kursi Anggota DPR-Aceh di Dapil Aceh 6 (Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Timur);

[2.47] Menimbang bahwa selain menyampaikan tanggapan tertulis, Pihak Terkait Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan juga mengajukan Bukti surat yang telah dibubuhi materai cukup dan diberi tanda Bukti PT-1 sampai dengan PT-5, sebagai berikut:

1. Bukti PT-1 : Berita Acara Nomor 22/KPU-ACEHIBA/V/2009 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Dan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Pemilihan Umum Tahun 2009 (Model BA DPRD PROVINSI), tanggal 18 Mei 2009;

2. Bukti PT-2 : Berita Acara Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Partai Politik Peserta Pemilu Dan Perolehan Suara Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Tingkat Provinsi Tahun 2009 (Model DC DPRA), tanggal 1 Mei 2009;

3. Bukti PT-3 : Rincian Perolehan Suara Partai Politik Dan Calon Anggota DPR Aceh Dan Suara Tidak Sah di Kabupaten/Kota (Model DA-1 DPR Aceh;

73

4. Bukti PT-4 : Rekapitulasi Model C 1 DPR Aceh Penghitungan Hasil Perolehan Suara Partai Dan Calon Anggota DPR Aceh Dari Setiap TPS Dalam Wilayah PKK Kecamatan Madat Kabupaten Aceh Timur; 5. Bukti PT-5 : Surat Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Aceh Nomor

1609/Panwaslu-Aceh/V/2009, tanggal 3 Mei 2009, perihal Laporan Penggelembungan Suara Said Ichsan, AMk saksi dari PDI Perjuangan;

[2.48] Menimbang bahwa untuk mendukung pemBuktiannya, Pihak Terkait Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengajukan 1 (satu) orang saksi yang memberikan keterangan di bawah sumpah pada persidangan tanggal 30 Mei 2009 yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut: