Bahwa KPUD Sumatera Utara telah melakukan Rekapitulasi Ulang terhadap hasil suara di Kabupaten Nias Selatan yang termasuk di Dapil II Sumatera Utara dan disahkan pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2009, pukul 14.00 WIB;
Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Pemohon mohon kepada Mahkamah Konstitusi untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut:
33
1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya;
2. Menyatakan membatalkan penetapan Komisi Pemilihan Umum Nomor 255/KPTS/KPU/TAHUN 2009 tanggal 09 Mei 2009 pukul 24.00 WIB tentang Hasil Perhitungan suara pemilihan umum anggota DPR-RI tahun 2009 secara nasional untuk Dapil II Sumatera Utara Kabupaten Nias Selatan pada hari Sabtu tanggal 09 Mei 2009, pukul 24.00 WIB;
3. Menetapkan Hasil Rekapitulasi Ulang Hasil Penghitungan perolehan suara partai politik peserta pemilu dan perolehan suara calon anggota DPR-RI Dapil II Sumatera Utara tahun 2009 yang disahkan oleh KPUD Sumatera Utara pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2009 pukul 14.00 WIB di Medan;
4. Menetapkan calon anggota DPR-RI dari Partai Persatuan Pembangunan Dapil II Sumatera Utara yaitu calon anggota DPR-RI nomor urut 1 (satu) atas nama Musa Ichwanshah;
5. Memerintahkan kepada KPU untuk melaksanakan putusan ini;
[2.16] Menimbang bahwa untuk menguatkan dalil-dalil permohonannya, Pemohon mengajukan Bukti surat yang telah dibubuhi materai cukup dan diberi tanda Bukti P-1 sampai dengan Bukti P-9 sebagai berikut:
1. Bukti P-1 : Berita Acara Rekapitusai Ulang hasil penghitungan perolehan suara partai politik peserta pemilu dan perolehan suara calon anggota DPR-RI Tingkat Provinsi Tahun 2009;
2. Bukti P-2 : Berita Acara Rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara partai politik peserta pemilu dan perolehan suara calon anggota DPR-RI Tahun 2009;
3. Bukti : Berita Acara Nomor 69/BA/IV/2009 tentang Rekapitulasi Penghitungan Perolehan Suara Partai Politik Peserta Pemilu dan Perolehan Suara Calon Anggota DPR Tingkat Nasional Tahun 2009 (Model DD DPR);
4. Bukti P-4 : Surat Rekomendasi dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum Sumatera Utara kepada KPU dan Ketua KPU Provinsi Sumatera Utara untuk dilakukan penghitungan ulang hasil suara Kabupaten Nias;
5. Bukti P-5 : Surat Rekomendasi dari Panwaslu Kabipaten Nias Selatan kepada KPU Kabupaten Nias Selatan untuk dilakukan
34
penghitungan ulang;
6. Bukti P-6 : Informasi Media Elektronik (Kanal Pemilu antara News-KPU terima rekapitulasi Nias Selatan tanggal 9 Mei 2009);
7. Bukti P-7 : Informasi Media Elektronik detik Pemilu www.detik.com; 8. Bukti P-8 : Informasi Media Elektronik dan cetak Sinar Indonesia Baru; 9. Bukti P-9 : Informasi Media Cetak Harian Waspada;
[2.17] Menimbang bahwa Pemohon menyampaikan kesimpulan tertulisnya bertanggal 5 Juni 2009 yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah pada tanggal 10 Juni 2009, pada pokoknya Pemohon tetap pada dalil permohonannya semula;
[2.18] Menimbang bahwa Termohon pada tanggal 28 Mei 2009 telah menyampaikan jawaban tertulis yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah tanggal 28 Mei 2008, pada pkoknya menguraikan hal-hal sebagai berikut:
Dalam eksepsi
• Bahwa permohonan Pemohon adalah tidak jelas atau kabur, karena Pemohon dalam permohonannya mendalilkan adanya pengurangan atau penggelembungan perolehan suara dalam daerah pemilihan dimaksud, tapi tidak merinci secara jelas tentang posisi perolehan kursi Pemohon akibat pengurangan dan penggelembungan tersebut dan tidak dapat menguraikan kesalahan penghitungan suara yang diumumkan oleh KPU;
• Bahwa berdasarkan Pasal 6 ayat (4) huruf b Nomor 1 Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 16 Tahun 2009, maka permohonan Pemohon seharusnya tidak dapat diterima;
• Permohonan Pemohon bukan termasuk obyek PHPU karena mempermasalah-kan mengenai waktu penetapan hasil rekapitulasi penghitungan suara peserta pemilu dan perolehan suara calon DPR RI dapil II Sumatera Utara;
Dalam Pokok Perkara
• Bahwa jawaban mengenai Pokok Permohonan Pemohon telah diuraikan pada paragraf [2.5] dalam putusan ini;
[2.19] Menimbang bahwa terhadap permohonan Pemohon, Partai Amanat Nasional menyampaikan permohonan sebagai Pihak Terkait melalui suratnya bertanggal 24 Mei 2009 dan pada persidangan tanggal 28 Mei 2009 menyampaikan
35
tanggapan lisan dan tertulis yang mengemukakan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa sesuai dengan Pasal 221 ayat (1), Bab XVI, UU 10/2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPR, dan DPRD, penghitungan surat suara ulang hanya dapat di lakukan di TPS dan PPK (Bukti P-1). Bahwa berdasar fakta di lapangan, penghitungan ulang suara 6 Kecamatan,yaitu di Kecamatan Lahusa, Amandaya,Gomo, Teluk Dalam, Lolo Wa'u dan Lolo Ma'tua di Kabupaten Nias Selatan di lakukan suatu lokasi di Kota Medan, yaitu di Asrama Haji oleh KPU Provinsi Sumatera Utara. Dengan demikian, hal tersebut telah melanggar ketentuan Pasal 221 ayat 1 UU 10/2008, dimana penghitungan ulang suara di 6 kecamatan, Kabupaten Nias Selatan tidak dilakukan di TPS-TPS dan/atau di PPK-PPK tetapi di Asrama Haji Medan; (Bukti P-2)
2. Bahwa tujuan diadakannya perhitungan ulang sesungguhnya untuk mencari kebenaran, namun hal tersebut tampaknya tidak terjadi, karena perhitungan ulang justru menimbulkan masalah baru, yaitu terindikasi penuh permainan, bahkan data-data yang di bawa ke Medan ternyata data-data yang bermasalah. Bahkan disinyalir masih ada 32 karung surat suara yang masih berada di Nias Selatan dan belum diangkut ke Medan; (Bukti P-3)
3. Bahwa alasan lain yang dapat menjadi dasar dilakukan penghitungan ulang surat suara adalah terjadi ketidakkonsistenan dalam menentukan jumlah surat suara sah dan surat suara yang tidak sah. Atas alasan tersebut di atas, sebagaimana yang diatur pada Pasal 222 ayat (2) Bab XVI UU 10/2008, seharusnya penghitungan surat suara ulang harus selesai pada hari/tanggal yang sama dengan hari/tanggal pemungutan suara. Artinya, bahwa penghitungan suara di 6 Kecamatan Nias selatan hanya dapat di lakukan pada hari/tanggal yang sama dengan hari/tanggal pelaksaan pemilu DPR, DPD, dan DPRD, yaitu pada tanggal 9 April 2009. Namun dalam kenyataan perhitungan suara dilakukan sampai dengan tanggal 11 Mei 2009; (Bukti P-4)
Bahwa fakta di Nias Selatan, pelaksanaan penghitungan ulang surat suara di 6 kecamatan yaitu Lahusa, Amandaya, Gomo, Teluk Dalam, Lolo Wa'u dan Lolo Ma'tua di Kabupaten Nias Selatan tersebut mulai dilaksanakan pada tanggal 7 Mei 2009. Artinya, bahwa penghitungan ulang surat suara di 6 kecamatan di Kabupaten Nias Selatan tersebut dilakukan 28 hari setelah hari/ tanggal petaksanaan pemungutan suara. Hal ini tentu dengan sangat jelas melanggar Pasal 222 ayat (2) UU 10/2008;
36
4. Bahwa sesuai dengan Pasal 225 ayat (2) Bab XVI UU 10/2008, penghitungan suara ulang dan rekapitulasi hasil penghitungan suara ulang harus selesai maksimal 5 (lima) hari setelah hari/tanggal pemungutan suara; (Bukti P-5)
Penghitungan ulang surat suara dan rekapitulasi hasil penghitungan ulang suara di 6 kecamatan di Kabupaten Nias selatan selesai pada tanggal 11 Mei 2009. Dengan demikian penghitungan suara ulang dan rekapitulasi hasil penghitungan suara ulang di 6 kecamatan di Kabupaten Nias selatan selesai 32 hari setelah hari/tanggal pemungutan suara. Dengan demikian terBukti bahwa penghitungan ulang surat suara di 6 kecamatan di Kabupaten Nias selatan jelas-jelas telah melanggar Pasal 225 ayat (2) UU 10/2008;
5. Bahwa kondisi surat suara pada saat akan dilakukan penghitungan ulang surat suara di 6 kecamatan, Kabupaten Nias Selatan sudah tidak berada di dalam kotak suara. Dengan demikian tidak dapat di jamin, dan menimbulkan suatu keraguan yang sangat mendalam atas orisinalitas (keaslian), keabsahan, dan melanggar asas-asas pemilu yang diatur dalam UU 10/2008; Indikasi atas fakta tersebut jelas, yaitu bahwa kondisi surat suara saat dibawa dari Nias Selatan menuju Kota Medan sangatlah memprihatinkan. Surat suara sudah tidak lagi berada di kotak suara, tetapi dalam karung-karung; (Bukti 6a 6b 6c 6d P-6e P-6f), bahkan banyak surat suara yang hilang; (Bukti P-7)
6. Bahwa pada saat penghitungan ulang surat suara banyak di dapati hal-hal yang melanggar KPU mengenai tatacara pencontrengan, yaitu pencontrengan dilakukan dengan alat tulis diluar alat tulis yang telah disediakan dan ditetapkan oleh KPU, misalnya pencentangan dilakukan dengan spidol berwarna hitam, atau warna lainnya, dan sangat kuat indikasinya hal itu dilakukan oleh satu orang untuk sekian banyak kertas suara;
Berdasarkan alasan tersebut di atas, Pihak Terkait Partai Amanat Nasional mohon kepada Majelis Hakim untuk memberikan putusan sebagai berikut:
1. Menolak gugatan penggugat;
2. Menyatakan sah dan memperkuat hasil penetapan KPU mengenai perolehan suara, suara nasional yang telah di tetapkan oleh KPU pada tanggal 9 Mei 2009, terutama di Daerah Pemilihan Sumatera Utara II;
3. Jika Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya;
37
[2.20] Menimbang mendukung tanggapan tersebut, Pihak Terkait Partai Amanat Nasional mengajukan Bukti surat yang telah dibubuhi materai cukup dan diberi tanda Bukti PT-1 sampai dengan PT-7, sebagai berikut:
1. Bukti PT-1a : Surat Kuasa Khusus tertanggal 9 Mei 2009;
2. Bukti PT-1b : Surat Keputusan KPU Pusat No.255/Kpts/tanggal 9 April 2009; 3. Bukti PT-1 : Pasal 221 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008;
4. Bukti PT-2 : Bukti perhitungan ulang tidak di PPK-PPK di Kabupaten Nias Selatan tetapi di Asrama Haji;
5. Bukti PT-3 : Data perhitungan suara lebih tidak valid;
6. Bukti PT-4 : Pasal 222 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008; 7. Bukti PT-5 : Pasal 225 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008;
8. Bukti PT 6a : P6b; P6c; P6d; P6e; dan P6f yaitu berupa foto-foto yang menunjukkan indikasi kecurangan dan melanggar hukum;
9. Bukti PT-7 : Bukti surat suara justru hilang pada saat perhitungan suara di Asrama Haji Medan;
[2.21] Menimbang bahwa Pemohon menyampaikan kesimpulan tertulis bertanggal 5 Juni 2009 yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah tanggal 10 Juni 2009 yang pada pokoknya tetap pada permohonannya;