• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daud melindungi kawanan ternak Nabal, sekalipun ia sedang menjadi buronan Saul. Waktu panen, Nabal menghina utusan Daud dan menolak membagikan hasil kelimpahannya itu. Daud menjadi marah, berencana untuk menghancurkan keluarga Nabal. Abigail segera bertindak cepat. Dia menemui rombongan Daud dengan membawa perbekalan dan meminta kepadanya untuk tidak membalas dendam. Daud menerima nasihat Abigail dan berterima kasih kepadanya. Ketika Nabal mati sepuluh hari kemudian, maka Daud meminang Abigail menjadi istrinya. Abigail pergi bersama dengan Daud selama masa sulit ketika harus melarikan diri dari Saul, dan Abigailpun melahirkan seorang anak laki-laki bagi Daud yang bernama Kileab, atau Daniel.

PERSIAPAN

MENGAJAR

Kitab Bacaan: 1 Sam. 25:2-42 Kebenaran Alkitab:

Tuhan ingin kita hidup damai dengan sesama. Tujuan Pelajaran:

Menjadi pembawa perdamaian.

Ayat Hafalan:

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Mat. 5:9)

Doa:

Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Terima kasih Tuhan, karena Engkau telah memimpin kami kembali pada har ini, sehingga kami dapat menyembah-Mu. Engkau telah menjanjikan damai bagi mereka yang mengasihi-Mu. Tolonglah pimpin kami saat mempelajari Abigail, seorang perempuan cantik dan pintar yang membawa perdamaian. Tolonglah juga kami menjadi pembawa damai di rumah, sekolah dan gereja kami. Haleluya, Amin.

Abigail Membawa Damai

PELAJARAN

PEMAHAMAN

MURID-MURID

KOSA-KATA

PELAJARAN

Dalam pelajaran minggu ini, Anda akan menolong murid-murid untuk mengerti apa makna dari menjadi pembawa damai bagi Allah itu. Yesus telah mengatakan kepada kita bahwa para pembawa damai akan disebut “anak-anak Allah”. (Mat. 5:9) Bagaimana kita dapat menjadi pembawa damai? Kita dapat menjaga kedamaian di rumah dengan mematuhi orang tua, dan tidak berkelahi dengan saudara-saudari kita. Kita juga dapat menjadi pembawa damai dengan bersikap jujur kepada teman-teman, dan tetap tenang ketika ada orang yang menantang untuk berkelahi.

Selain hidup damai, kita juga dapat membantu membawa damai di antara orang lain. Kita dapat membawa damai antara Allah dan mereka yang belum mengenal-Nya. Kita dapat mengundang mereka ke gereja untuk mengenal Allah dan mengalami kasih dan pengampunan-Nya yang ajaib. Anda juga dapat membantu mereka mengerti bahwa kita dapat membawa damai di antara sesama. Mungkin seorang teman begitu marah kepada yang lainnya, karena mengucapkan perkataan yang menyakitkannya. Kita dapat membantu mereka untuk berteman kembali. Ketika kita membantu membawa damai, maka orang lain akan mengatakan bahwa kita menyatakan terang Allah. Yesus sendiri berkata bahwa kita akan disebut “anak-anak Allah.”

Utusan:

Orang yang menyampaikan pesan kepada orang lain. Menggunting:

Memotong. Menghina:

Mengatakan sesuatu yang menyakitkan perasaan orang lain. Bodoh:

Ulasan

Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai bagaimana Daud mendapat kesempatan untuk membalas Saul, karena ia telah menyakitinya. Ketika Daud mendapat kesempatan untuk membunuh Saul, apakah ia lakukan? (Tidak.) Mengapa? (Saul adalah seorang yang telah diurapi oleh Tuhan; Dia menghargai mereka yang jujur dan setia.) Apakah yang dapat kita pelajari dari Daud dalam pelajaran minggu yang lalu itu? (Kita harus berbelas kasihan kepada mereka yang menyakiti kita, karena Allah telah berbelas kasihan kepada kita.)

Pada minggu ini, kita akan mempelajari mengenai seorang perempuan yang bernama Abigail yang menghentikan Daud dari melakukan sesuatu yang bodoh. Daud kehilangan kesabarannya, tetapi Abigail bertindak dengan cepat untuk berdamai. Marilah kita lihat apa yang terjadi dalam kisah berikut ini…

Daud Mengirim Utusannya Ke Nabal

Daud pindah ke padang gurun Maon. Di sana ada seorang yang bernama Nabal yang sungguh kaya. Dia memiliki ribuan ekor kambing dan ratusan ekor domba yang bulunya ia gunting di Karmel. Nabal memiliki seorang istri yang bernama Abigail. Perempuan ini sungguh pintar dan cantik, tetapi Nabal adalah seorang yang kejam dan kikir.

Ketika Daud berada di padang gurun, maka ia mendengar Nabal sedang menggunting kawanan dombanya. Lalu Daud mengutus sepuluh orang muda dan berkata kepada mereka, ”Pergilah ke Nabal yang di Karmel dan tanyakanlah keselamatannya atas namaku. Sampaikan salam ini kepadanya: Selamat! Selamatlah engkau, selamatlah keluargamu, selamatlah segala yang ada padamu!”

“Aku dengar baru-baru ini bahwa engkau mengadakan pengguntingan bulu domba. Adapun para gembalamu tidak kami ganggu ketika berada bersama dengan kami, dan tidak ada sesuatupun yang hilang dari pada mereka selama berada di Karmel. Tanyakanlah kepada mereka, maka tentu mereka akan mengatakannya. Oleh karena itu, biarlah orang-orang ini mendapat belas kasihanmu, karena kami datang pada hari raya. Berikanlah apa yang dapat kamu anggap layak bagi kami.”

Nabal Menghina Daud

Ketika anak buah Daud tiba, maka mereka sampaikan pesan Daud kepada Nabal. Lalu mereka menanti-nanti. Nabal menjawab, ”Siapakah Daud itu? Siapakah anak Isai itu? Sekarang ini banyak hamba yang lari dari tuannya. Mengapa aku harus mengambil roti, air dan daging sembelihanku, dan memberikannya kepada orang yang aku tidak tahu datangnya dari mana?”

Anak buah Daud kembali. Ketika tiba, maka mereka sampaikan setiap perkataan Nabal itu. Daud berkata kepada anak buahnya, ”Sandangkan pedangmu!” Lalu mereka menyandangkan pedangnya dan demikian juga dengan Daud. Sekitar empat ratus orang pergi bersama dengan Daud ke tempat Nabal, dan dua ratus orang lainnya tinggal menjaga semua barang mereka.

Abigail Menyiapkan Pemberian

Salah seorang hamba Nabal memberitahukan kepada istri Nabal: ”Daud mengirim utusannya dari padang gurun untuk menyampaikan selamat kepada tuan kita, tetapi ia menghina mereka. Padahal mereka sungguh baik terhadap kami. Mereka tidak menyakiti kami, dan selama kami di padang, tidak ada yang hilang. Siang dan malam, mereka menjaga kami seperti tembok mengelilingi kami, ketika kami menggembalakan domba dekat mereka. Sekarang pertimbangkanlah apa yang harus dilakukan, karena sesuatu yang buruk akan menimpa Nabal dan seisi rumahnya. Dia adalah seorang dursila yang tidak seorangpun dapat berbicara kepadanya. “

Abigail tidak membuang waktu lagi. Segera ia membawa dua ratus potong roti, dua buyung anggur, lima ekor domba yang telah diolah, seratus buah kue kismis, dan dua ratus kue ara. Abigail membawa semuanya itu ke atas keledainya dan mengatakan kepada seorang hambanya, ”Pergilah mendahului aku. Aku akan mengikutimu.” Abigail sengaja tidak memberitahukan suaminya Nabal apa yang ia sedang lakukan.

Abigail Membawa Damai

Saat Abigail sedang mengendarai keledainya menuruni pegunungan, maka Daud dan anak buahnya datang menghampirinya. Abigail menemui mereka. Daud baru saja berkata: “Tidak ada gunanya aku mengawasi harta milik orang ini, sehingga tidak ada yang hilang. Dia membalas kebaikanku dengan kejahatan. Oleh karena itu, bila pagi hari datang, maka tidak ada seorang laki-laki pun yang berada di rumahnya akan tinggal hidup.”

Ketika Abigail melihat Daud, maka dengan cepat ia menuruni keledainya dan berlutut di hadapan Daud. Abigail berkata, ”Tuanku, ini semua salahku. Izinkanlah aku berbicara kepadamu: Tolong jangan hiraukan Nabal si orang dursila itu; seperti namanya Nabal, demikianpun maknanya, yaitu ”bodoh”. Kebodohan mengikutinya ke manapun ia pergi. Tetapi aku tidak melihat utusan yang tuanku utus itu.

“Sekarang Tuhan telah mencegahmu, tuanku, dari melakukan pembalasan atas musuhmu dan dari pembunuhan. Ambillah pemberian yang aku bawa ini untuk engkau dan semua orangmu. Ampunilah kiranya Nabal dari kesalahannya. Ketika Tuhan telah melakukan apa yang Dia janjikan dengan menjadikan engkau memerintah atas bangsa Israel, maka tidak perlulah tuanku bersusah hati dan menyesal, karena telah menumpahkan darah tanpa alasan. Dan apabila Tuhan berbuat baik kepada tuanku, maka ingatlah aku.”

Daud berkata kepada Abigail, ”Terpujilah Tuhan, Allah Israel, yang telah mengutus engkau menemui aku pada hari ini. Terpujilah kebijaksanaanmu dan terpujilah engkau sendiri bahwa engkau pada hari ini telah menahan aku melakukan hutang darah. Apabila tidak, maka aku telah membunuh setiap orang laki-laki yang tinggal di rumahmu pagi ini.”

Lalu Daud mengambil pemberian yang telah dibawa Abigail kepadanya itu dan berkata, ”Pergilah dengan damai. Aku telah mendengarkanmu, dan akan melakukan seperti permintaanmu itu.”

Abigail Menjadi Istri Daud

Ketika Abigail kembali kepada Nabal, maka suaminya sedang mengadakan pesta di rumahnya seperti raja. Dia mabuk dan sungguh bersukacita. Lalu Abigail menanti sampai pagi untuk berbicara kepadanya. Lalu saat pagi hari tiba, ketika Nabal tidak mabuk lagi, maka Abigail mengatakan semua hal itu kepadanya. Segeralah jantung Nabal berhenti, dan ia menjadi seperti patung adanya. Sekitar sepuluh hari kemudian, Tuhan memukul Nabal sehingga ia mati.

Ketika Daud mendengar Nabal mati, maka ia berkata, ”Terpujilah Tuhan yang telah membela aku dalam perkara penghinaan Nabal, dan yang telah mencegah hamba-Nya ini untuk berbuat jahat. “

Lalu Daud mengirim pesan kepada Abigail dan memintanya untuk menjadi istrinya. Para hambanya pergi ke Karmel dan berkata, ”Daud mengutus aku untuk mengambilmu menjadi istrinya.”

Abigail bersujud ke tanah dan berkata, ”Sesungguhnya, hambamu ini ingin menjadi budak yang membasuh kaki para hamba tuanku itu.” Lalu bergegaslah Abigail menaiki keledainya dan bersama dengan lima orang hambanya pergi bersama dengan utusan Daud. Lalu Abigail menjadi istri Daud.

MENGULANG

DAN PERTANYAAN

1. Orang seperti apakah Nabal itu? (Seorang yang kaya, tetapi sungguh kejam dan kikir.) Perempuan seperti apakah Abigail itu? (Seorang yang pintar dan cantik.)

2. Apakah yang dimintakan oleh Daud terhadap Nabal? (Daud meminta makanan untuknya dan anak buahnya.)

3. Apakah Nabal memberikan Daud makanan? (Tidak, bahkan menghina Daud.) 4. Apakah yang ingin Daud lakukan, karena ia sungguh marah? (Daud ingin

membunuh Nabal dan semua orang laki-laki yang tinggal di rumahnya itu.) 5. Apakah yang Abigail lakukan ketika tahu tentang hal ini? (Abigail segera

menyiapkan makanan dan menemui Daud untuk berdamai.) 6. Setelah Nabal mati, apakah yang Daud lakukan terhadap Abigail?

(Daud menikahinya.)

Pertanyaan untuk Direnungkan:

1. Bagaimana cara kita hidup damai dengan sesama itu?

2. Bagaimana cara kita menolong mendamaikan antar sesama itu? 3. Mengapa penting hidup damai dengan sesama itu?

AKTIVITAS 1

"Abigail"

Seorang yang cantik dan bijaksana;

Dia telah selamatkan hidup Nabal, suaminya itu; Dia telah berikan Daud makanan.

“Nabal”

Seorang kaya dan tidak bijaksana;

Namun memiliki sifat dan kebiasaan yang buruk; Dia tidak menyukai diri Daud.

“Daud”

Daud sungguh kesal dan marah;

Dia berencana membalas dendam kepada keluarga Nabal; Dia merasa telah dihina olehnya.

Mungkin Anda mengira puisi tersebut selalu memiliki pola. Sebenarnya, puisi dapat berupa kiasan, irama dan juga emosi. Cobalah menulis puisi seperti di atas; sedikitnya tiga baris.

Baris pertama sebaiknya terdiri dari lima suku kata, seperti ini: "Seorang yang cantik dan bijaksana."

Baris kedua sebaiknya tujuh suku kata, seperti ini: "Dia telah selamatkan hidup Nabal, suaminya itu." Baris ketiga sebaiknya lima suku kata lagi, seperti ini: "Dia telah berikan Daud makanan."

Tuliskan puisimu pada baris di bawah ini. Inilah petunjuknya: Mulailah dengan nama seperti Daud.

Daud ________________________________________ ____________________________________________ ____________________________________________.

Dokumen terkait