PELAJARAN
Melebihi:
Bertambah secara jumlah. Persembahan:
Pemberian kepada Tuhan.
PEMAHAMAN
MURID-MURID
KOSA-KATA
PELAJARAN
Mungkin sebagian besar dari antara kita memiliki hati yang mematuhi Allah, tetapi terkadang kita bersalah karena hanya taat sebagian. Namun, ketika Allah memberikan perintah, maka Dia mengharapkan kita dapat mentaati-Nya secara menyeluruh. Kita menyenangkan Allah dengan menunjukkan kesungguhan kita kepada-Nya melalui ketaatan kita. Ada saatnya, kita dicobai untuk melakukan hanya sebagian dari firman Allah. Contoh: Di dalam Ef. 4:25 dikatakan, “Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.” Apakah kita pernah dengan sengaja disuruh melakukan hanya sebagian dari kebenaran? (Diskusikan dengan murid-murid Anda). Apakah kita hanya mematuhi sebagian saja, ketika ibu dan ayah mengatakan kepada kita untuk melakukan sesuatu? Di dalam Mat. 5:44, Allah berfirman kepada kita, “kasihilah musuhmu.” Apakah kita hanya mengasihi mereka yang berbuat baik kepada kita?
Selama kita belum menaati Allah, tentu ibadah kita tidak berkenan di hadapn-Nya. Di dalam 1 Sam. 15:22 menyatakan, “Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan?”
Tetapi bagaimana mungkin menaati seluruh perintah Allah? Kita perlu memohon kepada Allah untuk memberikan kita kekuatan dan kemauan untuk melakukan semua yang Allah firmankan. Tanpa Allah, tentu kita tidak dapat melakukan apapun. Allah memerintahkan kepada kita untuk menaati seluruh firman-Nya. Kemudian, kita dapat berserah terhadap kekuatan Allah untuk membantu kita menaati-Nya.
KISAH PELAJARAN
Ulasan
Pada minggu yang lalu, kita telah mempelajari mengenai bagaimana bangsa Israel meminta seorang raja. Mengapa mereka menginginkan seorang raja? (Mereka menolak Tuhan sebagai Allah, dan menginginkan seorang raja yang dapat mereka lihat; mereka ingin seperti bangsa lainnya di sekitar mereka.) Apa yang Samuel peringatkan seorang raja akan lakukan terhadap mereka? (Seorang raja akan menjadikan mereka bekerja untuknya; dia akan mengambil tanah terbaik mereka, dan lain sebagainya). Apakah bangsa Israel masih menginginkan seorang raja? (Ya.) Siapakah yang terpilih menjadi seorang raja? (Saul.) Apa yang dapat kita pelajari dari pelajaran minggu yang lalu? (Bahwa Yesus Kristus adalah Raja kita; sekalipun kita tidak dapat melihat-Nya, namun kita harus selalu percaya kepada-Nya).
Pada minggu ini, kita akan mempelajari mengenai Saul dan apa yang ia lakukan setelah menjadi seorang raja…
Orang Israel Dan Orang Filistin Berperang
Setelah Saul menjadi seorang raja, ia memilih tiga ribu orang Israel untuk berperang melawan orang Filistin. Dua ribu orang bersamanya dan seribu orang bersama anaknya Yonatan. Saul mengirim pasukan selebihnya untuk kembali.
Sekarang Yonatan menyerang kemah orang Filistin di Geba dan mereka telah mendengar hal tersebut. Lalu, Saul menyuruh meniup sangkakala dan mengumumkan ke seluruh negeri, “Seluruh orang Ibrani, dengarlah! Saul telah menyerang kemah orang Filistin!” Bangsa itu diperintahkan untuk mengikuti Saul di Gilgal.
Kemudian orang Filistin berkumpul untuk berperang melawan orang Israel dengan tiga ribu kereta berkuda, enam ribu orang pasukan berkuda dan pasukan tentara yang terlalu banyak untuk dihitung. Mereka berkemah di Mikhmas, di sebelah timur Bet-Awen. Ketika orang Israel melihat bahwa mereka kalah jumlah dengan orang Filistin, maka mereka mulai bersembunyi di gua dan hutan, di antara bukit batu dan liang batu. Beberapa orang Israel meninggalkan kemahnya dan menyeberangi sungai Yordan ke daerah lainnya.
Saul Mempersembahkan Korban Bakaran Seorang Diri
Saul tinggal di Gilgal dan seluruh pasukan tentaranya gemetar ketakutan. Dia menunggu Samuel tujuh hari lamanya untuk datang mempersembahkan korban kepada Tuhan, seperti yang Samuel telah katakan. Tetapi, Samuel tidak datang ke Gilgal dan rakyat mulai pergi. Maka Saul berkata, “Bawalah kepadaku korban bakaran itu.” Saul mempersembahkan korban bakarannya seorang diri. Hal ini adalah perbuatan dosa di hadapan Tuhan, karena hanya imamlah yang boleh mempersembahkan korban bakaran. Sedangkan Saul bukanlah seorang imam, tetapi ia adalah seorang raja. Baru saja ia selesai mempersembahkan korban bakaran, maka Samuel datang dan Saul menemuinya.
“Apa yang telah kauperbuat?” tanya Samuel.
Saul menjawab, “Ketika aku melihat rakyat itu pergi dan engkau tidak datang pada waktu yang telah kaukatakan dan orang Filistin telah berkumpul di Mikhmas,
MENGULANG
DAN PERTANYAAN
maka pikirku, "Sebentar lagi orang Filistin akan datang dan menyerangku, sedangkan aku belum memohon pertolongan Tuhan. Jadi pikirku aku harus mempersembahkan korban bakaran.”
“Perbuatanmu itu bodoh,” kata Samuel. “Engkau tidak mengikuti perintah Tuhan; sekiranya engkau mengikuti perintah-Nya, maka engkau dan keluargamu akan memerintah Israel untuk selamanya. Tetapi sekarang engkau tidak akan lagi memerintah Israel. Karena engkau tidak mengikuti perintah Tuhan, Dia telah memilih seseorang yang berkenan kepada-Nya dan menjadikannya pemimpin umat-Nya.”
Samuel meninggalkan Gilgal dan pergi ke Gibea di Benyamin. Saul menghitung rakyatnya yang bersama-sama dengannya dan jumlahnya kira-kira ada enam ribu orang.
1. Siapa yang membuat orang Israel berkumpul untuk berperang? (Orang Filistin.) 2. Mengapa orang Israel mulai berlari dan bersembunyi? (Mereka kalah
jumlahnya dengan orang Filistin.)
3. Apa yang Saul nantikan untuk dilakukan oleh Samuel? (Mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan.)
4. Mengapa Saul mempersembahkan korban bakaran seorang diri? (Samuel terlambat datang dan rakyat mulai meninggalkan dirinya.)
5. Mengapa Allah tidak menginginkan Saul menjadi seorang raja lagi? (Saul tidak mengikuti perintah Tuhan.)
Pertanyaan untuk Direnungkan:
1. Allah ingin kita taat kepada perintah-Nya. Di manakah kita dapat menemukan perintah Allah? Apakah Sepuluh Perintah Allah?
2. Allah telah memberikan kita banyak perintah. Bagaimana kita dapat melakukannya?
AKTIVITAS 1
Gunakan kode ini untuk menyelesaikan teka-teki di bawah ini:
1. Ketika aku melakukan hal yang salah, mengapa harus berdoa kepada Allah? __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __. 13 5 13 15 8 15 14 1 12 12 1 8 1 13 16 21 14 9 4 15 19 1 11 21 __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ - __ __ __. 2. Allah mengasihi mereka yang 20 1 1 20 11 5 16 1 4 1 14 25 1
__ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __ __. 3. Kita harus taat terhadap 19 5 16 21 12 21 8 8 21 11 21 13 1 12 12 1 8