Aksi-aksi Adaptasi
Di bagian ini kita akan melakukan kegiatan-kegiatan adaptasi yang secara garis besar akan dibagi berdasarkan masing-masing sektor yang mencakup pendekatan adaptasi struktural dan non-struktural.
Adaptasi sektor Kesehatan
Bagian ini memberikan beberapa pilihan kegiatan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim di sektor kesehatan. Berikut beberapa pilihan kegiatan adaptasi yang bisa dilakukan:
• meningkatkan kesadaran kesehatan kepada masyarakat agar lebih memerhatikan kebersihan dan penyimpanan air. Hal ini bisa dilakukan dengan penyuluhan-penyuluhan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
• menghambat penyebaran penyakit dengan sistem pengawasan pola-pola penyakit lebih ketat, misalkan pada waktu banjir, pengawasannya antara lain adalah dengan memonitor penyakit kolera, diare.
• memonitor distribusi penyakit-penyakit yang disebarkan oleh nyamuk sambil memastikan rumah tangga mampu melindungi diri sendiri, antara lain, misalnya dengan penggunaan kelambu atau kelambu yang dicelupkan ke dalam larutan insektisida.
• mencanangkan program vaksinasi untuk menghindarkan masyarakat dari wabah penyakit atau menyebarluaskan insektisida untuk memberantas nyamuk.
• Reformasi manajemen kesehatan publik
• Perbaikan kondisi perumahan dan tempat tinggal • Perbaikan kualitas lingkungan
91
Pernahkah di desamu terjangkit penyakit demam berdarah atau malaria? Coba telusuri ke belakang berapa kali terjadi kasus demam berdarah atau malaria yang ada di desamu ! Adakah korban meninggal akibat penyakit ini? Bisakah menjelaskan proses
penularan penyakit demam berdarah dan malaria? Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk mencegah berjangkitnya penyakit
demam berdarah dan malaria?
Adaptasi sektor sumber daya air
Bagian ini memberikan beberapa pilihan kegiatan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim disektor sumber daya air khususnya air bersih. Berikut beberapa pilihan kegiatan adaptasi yang bisa dilakukan:
• Memanen air dengan membuat pengumpul air hujan di atas permukaan tanah atau bak penampungan air yang memanfaatkan air hujan dari talang di atap rumah.
• Pemerintah juga dapat membantu tiap individu memiliki akses air bersih dengan memberi pinjaman untuk pembelian tangki penyimpanan air.
• Para petani dapat membangun area penyangga konservasi (area atau bidang yang ditanami dengan rumput lokal, tumbuhan bersemak, dan pepohonan) pada lahan pertanian untuk menghindari pencemaran air, menyaring polutan dan memerangkap sedimen.
• Penamanaman vegetasi tanaman tertentu yang mampu menyimpan air seperti bamboo, trembesi, mahoni, angsana, beringin, asam jasa, dan sebagainya.n smber daya air tanh
• Perbaikan manajemen dan pemeliharaan sistem penyediaan air yang ada.
• Perlindungan daerah tangkapan air
• Perbaikan penyediaan air tanah, penampungan air hujan dan desalinasi.
• Penggunaan yang lebih baik dari air yang didaur ulang
• Reformasi kebijakan air termasuk kebijakan harga dan irigasi • Pengembangan pengendalian banjir dan pengawasan
92
Pernahkah kamu menghitung berapa liter jumlah air yang kamu gunakan sehari-hari baik untuk keperluan mandi, mencuci, memasak dan keperluan sehari-hari lainnya? Kebutuhan apa yang
paling banyak menghabiskan air? Jika jumlah air yang digunakan oleh penduduk dalam satu desa dijumlah, berapa liter dalam satu bulan, satu tahun? Apakah menurutmu selama ini Kamu sudah
hemat air atau masih boros dalam mengkonsumsi air?
Adaptasi ekosistem dan lingkungan
Kegiatan adaptasi yang bisa dilakukan akibat dampak perubahan iklim pada ekosistem dan lingkungan antara lain:
• Pemulihan kawasan mangrove dan terumbu karang yang rusak baik karena faktor alam maupun kegiatan manusia. Hal ini bisa dilakukan dengan penanaman vegetasi mangrove yang disesuaikan dengan kondisi lahan kawasan pesisir, atau pencangkokan terumbu karang.
• Rehabilitasi kawasan hutan rusak baik karena penebangan liar maupun akibat kebakaran.
• Mencegah aktifitas penambangan pasir di wilayah pesisir. • Memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk
meninggalkan cara membuka lahan pertanian dengan cara membakar.
• Mengembangkan sistem peringatan dini kebakaran hutan dengan mengintegrasikan pendekatan teknologi dan pendekatan berbasis komunitas.
• Untuk masyarakat yang bermukim di wilayah banjir, pembangunan rumah-rumah panggung
Coba diskusikan dengan teman-temanmu jenis ancaman bencana apa saja yang terkait perubahan iklim yang sering terjadi di tempat
tinggalmu ! Apakah kamu bisa mengenali kapan ancaman bencana itu terjadi dan apa saja tanda-tandanya? Apa yang biasanya kamu
93
Adaptasi sektor pertanian
Coba perhatikan lingkungan yang ada di sekitarmu. Jenis tanaman apa saja yang bisa digunakan untuk menandai pergantian musim, baik musim hujan maupun musim kemarau. Apa saja tanda-tanda yang bisa dikenali yang menunjukkan bahwa musim hujan akan tiba, atau musim kemarau akan datang? Kita juga bisa mengamati perilaku aneka jenis binatang yang hidup di sekitar kita, baik burung, aneka jenis serangga (jangkrik, belalang, ulat, kupu-kupu, dll), tikus, katak, binatang melata/reptile yang bisa digunakan sebagai penanda pergantian musim. Binatang maupun tanaman yang bisa dijadikan penanda pergantian musim tersebut dinamakan bio indikator.
Mungkin Kamu pernah memerhatikan orangtua atau tetanggamu bagaimana cara mereka menyimpan jagung? Mengapa banyak masyarakat di Lembata atau TTU menyimpan jagungnya dengan cara diasapi? Berapa lama jagung yang disimpan dengan cara diasapi bisa bertahan lama? Bagaimana proses pengasapan jagung dilakukan? Apakah tiap hari jagung harus diasapi, seminggu sekali atau sebulan sekali? Adakah cara lain untuk menyimpan jagung selain diasapi?
Secara garis besar adaptasi disektor pertanian bisa diupayakan melalui empat hal : (1). Optimalisasi pengelolaan sumberdaya lahan dan air/irigasi; (2). Penyesuaian pengelolaan pola dan waktu tanam serta rotasi tanaman dan varietas; (3). Pengembangan dan penerapan teknologi adaptif serta penyusunan berbagai pedoman/tool; (4). Penerapan teknologi adaptif (produksi, perlindungan tanaman, panen dan pasca panen) dan ramah lingkungan.
Berikut beberapa contoh kegiatan adaptasi disektor pertanian yang bisa dilakukan:
• Petani dapat beradaptasi dengan kondisi kering dan suhu lebih panas dengan memperbaiki sistem pengelolaan air, misalnya, melalui penampungan air hujan dan sistem irigasi tetes, pembuatan embung, pengembangan teknologi memanen air hujan, dll.
• Diversifikasi dan intensifikasi tanaman pangan dan perkebunan; Petani dapat mempraktekkan sistem tumpangsari, yang berarti membudidayakan tanaman yang berbeda bersamaan dalam satu lahan untuk melindungi dan
94
mempertahankan kualitas tanah. Misalnya, dalam satu lahan petani menanaminya dengan tanaman kacang-kacangan atau tanaman semak dan pohon-pohon di sekitar ladang mereka. Di beberapa daerah di NTT petani menanam aneka jenis tanaman seperti jagung, ubi, pisang, kacang, labu, dan lain-lain.
• Pendekatan lain adalah dengan menggunakan varietas tanaman baru yang lebih tahan terhadap panas, kekeringan dan genangan air dari hujan lebat atau banjir.
• Pengembangan ternak yang adaptif pada lingkungan dan iklim ekstrim (kekeringan, suhu tinggi, genangan).
• Pengembangan teknologi silase untuk mengatasi kelangkaan pakan ternak.
• Pengembangan sistem integrasi tanaman-ternak (crop livestock system, CLS) untuk mengurangi risiko dan optimalisasi penggunaan sumberdaya lahan.
• Program pendidikan dan penyebaran informasi tentang onservasi dan manajemen tanah dan air.
Beras saat ini sudah menjadi makanan pokok penduduk Indonesia di hampir semua wilayah. Apakah di daerahmu ada makanan pengganti selain jagung? Coba identifikasi aneka jenis pangan lokal
yang ada di sekitarmu ! Sebutkan aneka jenis umbi-umbian yang bisa dijadikan tanaman pengganti, baik yang sudah hilang maupun
yang masih bisa ditemukan sampai hari ini !
Adaptasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil
Pengaruh iklim terhadap wilayah pesisir sangat dirasakan oleh para nelayan, lebih seringnya musim angin besar dan pasang menghambat serta mengurangi aktifitas para nelayan mencari ikan ke laut. Berikut ini beberapa pilihan kegiatan adaptasi untuk ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil. Di dalam dokumen RAN API 2014 sasaran strategi adaptasi perubahan iklim untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil meliputi:
1. Peningkatan kapasitas kehidupan masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil terkait dengan isu perubahan iklim
95
2. Pengelolaan dan pendayagunaan lingkungan dan ekosistem untuk adaptasi perubahan iklim
3. Penerapan tindakan adaptasi struktural dan non struktural di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang rentan terhadap perubahan iklim
4. Pengintegrasian upaya adaptasi perubahan iklim ke dalam rencana pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. 5. Peningkatan sistem pendukung adaptasi perubahan iklim di
wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil
Di bawah ini beberapa contoh kegiatan adaptasi perubahan iklim di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil baik yang bersifat reaktif maupun proaktif.
• Perlindungan infrastruktur ekonomi seperti pelabuhan, tempat pelelangan ikan.
• Membangun struktur keras, seperti dinding laut yang bertindak sebagai dinding pertahanan untuk mencegah erosi pada dataran tinggi, gelombang badai atau banjir.
• Membangun zona jarak aman yang menentukan batas aman pemukiman dari pinggir pantai.
• Konservasi dan restorasi terumbu karang, rumput laut, dan vegetasi pinggir pantai seperti hutan bakau karena sistem akar padat hutan ini membantu melindungi pantai dari kenaikan permukaan air laut dan mencegah erosi dari gelombang dan badai.
Mengembangkan pertanian pesisir (aquaculture)
mengembangkan tambak dan jenis ikan yang selama ini dapat berkembang biak di muara sungai ataupun mengkombinasikan dengan sistem pertanian dan peternakan lain
Adakah penduduk di desamu yang bermatapencaharian sebagai nelayan? Jika ya, apakah mereka memiliki kalender musim sendiri
untuk menentukan kapan saatnya menangkap ikan? Pada bulan-bulan apa saja biasanya persediaan ikan melimpah dan pada bulan-bulan
96
Adaptasi sektor Infrastruktur dan permukiman
Sebagaimana dijelaskan di bagian sebelumnya, dampak perubahan iklim terhadap infrastrukur menimbulkan kerugian yang sangat serius. Hal ini terutama untuk wilayah-wilayah yang mengalami banjir, gelombang pasang dan abrasi pantai. Berkilo-kilo meter jalan tiap tahun harus diperbaiki karena rusak oleh genangan air hujan dan ini berarti harus menghabiskan keuangan Negara. Bukan hanya itu, roda perekonomian juga terpukul karena pasokan barang dan makanan tidak lancar karena truk-truk pengangkut barang terjebak kemacetan berhari-hari seperti yang sering terjadi di jalur pantura Pulau Jawa. Demikian pula longsor, angin kencang atau puting beliung dan abrasi pantai seringkali menghancurkan rumah-rumah nelayan bahkan bisa menghancurkan infrastruktur vital. Berikut ini beberapa kegiatan adaptasi dibidang infrastruktur dan permukiman:
• Penetapan batas sempadan pantai mengikuti kententuan perlindungan pantai dari erosi atau abrasi dan perlindungan sumberdaya buatan dari badai, banjir, dan bencana alam lainnya dalam hal ini termasuk dan diperburuk oleh kenaikan paras muka air laut.
• Pembuatan sistem drainasi perkotaan yang telah mempertimbangkan volume air untuk mengantisipasi intensitas hujan dan berwawasan lingkungan.
• Pembangunan, operasi dan pemeliharaan prasarana dan sarana pengendalian banjir dan kekeringan, misalnya mengembangkan kolam tampung air dan tanggul pantai untuk menanggulangi potensi banjir dan rob/gelombang pasang.
• Pengarusutamaan konsep kota dan peran masyarakat yang memiliki daya tahan terhadap dampak perubahan iklim (Climate Change resilience).
• Pembangunan sarana dan prasarana sistem sanitasi dan pengelolaan limbah yang tangguh terhadap perubahan iklim. • Pembangunan sarana dan prasarana transportasi dengan
mempertimbangan risiko oleh perubahan iklim baik jalan, jembatan, perkeretaapian, pelabuhan dan bandara.
• Implementasi pembangunan perkotaan hijau (green cities) dan peningkatan kualitas infrastruktur permukiman di kawasan perkotaan.
97
Coba perhatikan bangunan rumah penduduk di desa tempat kamu tinggal ! Apakah bangunan yang ada dibuat agar tahan terhadap
terpaan angin kencang? Adakah cara atau teknologi tradisional yang diterapkan oleh penduduk di desamu agar bangunan/rumah
yang ada tahan terhadap aneka jenis ancaman bencana (banjir, longsor, angin kencang).