• Tidak ada hasil yang ditemukan

Solusi Perubahan Iklim;

Dalam dokumen Modul Adaptasi Perubahan Iklim API untuk (Halaman 74-78)

Mitigasi

Mitigasi

Pada bagian sebelumnya kita telah belajar tentang iklim yang telah berubah dan hal itu menimbulkan efek yang merusak terhadap manusia, spesies-spesies lain dan terhadap lingkungan dimana kita bergantung kepadanya. Sebagaimana kita lihat kegiatan manusialah terutama yang harus dipersalahkan karena tiap tahun kita menghasilkan jutaan ton karbon dioksida yang terlepas ke atmosfer. Semakin besar gas rumah kaca yang kita keluarkan semakin besar perubahan iklim yang terjadi di masa yang akan datang. Karena itu untuk membatasi perubahan iklim dan menekan pemanasan global, mensyaratkan pengurangan emisi gas rumah kaca secara terus menerus dan lebih ambisius (jauh lebih besar dalam menurunkan angka emisinya). Inilah yang kita sebut dengan mitigasi perubahan iklim.

United Nations Conference on Climate Change (UNFCCC) mendefiniskan Mitigasi perubahan iklim sebagai upaya stabilisasi konsentrasi Gas rumah kaca (GRK) dalam atmosfer pada tingkat yang akan mencegah campur tangan manusia (antropegenik) yang berbahaya terhadap sistem iklim, tingkat tersebut harus dicapai dalam kerangka waktu yang memadai sehingga ekosistem dapat melakukan adaptasi secara alami terhadap perubahan iklim untuk memastikan bahwa produksi makanan tidak terancam dan pembangunan ekonomi dapat berjalan secara berkelanjutan (Pasal 2 UNFCCC).

Secara sederhana mitigasi perubahan iklim bisa dimaknai sebagai seluruh tindakan yang dapat dilakukan

74

Contoh mitigasi antara lain pembangkit listrik dengan emisi gas rumah kaca yang lebih sedikit, atau pengurangan kebutuhan listrik, mengganti sumber energi terbarukan, menciptakan peralatan efisiensi energi, melakukan daur ulang, menyediakan lebih banyak jalur sepeda dan pejalan kaki, memperbaiki praktek-praktek pengelolaan hutan, ataupun mengubah gaya hidup konsumtif. Semua itu bisa menjadi sangat rumit sebagaimana sebuah perencanaan kota baru atau justru sederhana semudah mencabut peralatan elektronik. Aksi-aksi bisa dilakukan mulai tingkat lokal hingga internasional seperti menciptakan perjanjian dan kesepakatan internasional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Namun, secara umum, baik individu, masyarakat dan bahkan bangsa lebih memilih orang lain untuk melakukan pekerjaan mitigasi, selama kita masih bisa menikmati manfaat dari upaya mereka. Masalahnya adalah bahwa jika semua orang ingin "tumpangan gratis", tidak ada yang akan melakukan pekerjaan itu, dan kita tidak akan mampu menghentikan atau membalikkan perubahan iklim! Ini adalah apa yang dikenal sebagai masalah aksi kolektif, dan perubahan iklim adalah contoh utama. Perubahan Iklim memengaruhi seluruh planet dan, seperti telah kita lihat, mereka yang menerima dampak teruburuk adalah orang-orang yang memberikan kontribusi sedikit terhadap perubahan iklim, jadi mari kita bekerja sama untuk memecahkan masalah.

Titik kritis yang berbahaya

Aspek yang paling berbahaya dari perubahan iklim di masa depan adalah ketika kegiatan manusia dan emisi mendorong bagian dari sistem iklim masa lalu ke titik kritis. Titik kritis adalah ketika sistem mencapai titik di mana sulit atau tidak mungkin untuk mengembalikan lagi kepada kondisi semula atau efek yang tak mampu dipulihkan (irreversible effect). Sebagai contoh, bayangkan segelas air perlahan-lahan melewati titik kritis: pada awalnya, ketika titik kritis dimulai, tidak terjadi apapun. Tapi setelah melewati titik kritis, gelas tiba-tiba jatuh dan semua air tumpah. Setelah itu terjadi, tidak ada cara lagi untuk mengembalikan air ke dalam gelas. Titik kritis iklim adalah peristiwa besar. Misalnya, pada musim panas 2012 hampir setengah dari es laut di Arktik mencair, suatu peristiwa yang mengejutkan ilmuwan iklim. Hanya beberapa

75

tahun yang lalu, para ilmuwan memperkirakan hal itu memerlukan waktu 80 tahun sebelum es Laut Arktik mencair sepenuhnya –

sekarang mereka mengatakan itu bisa terjadi tahun ini. Sebagian besar sejarah bumi, atmosfer kita memiliki rata-rata 275 bagian per juta (ppm) karbon dioksida (CO2). Karena kegiatan manusia sekarang lebih dari 400 ppm dan naik sekitar 2 ppm setiap tahun. Para ilmuwan percaya 350 ppm adalah batas aman bagi kehidupan di Bumi. Jika melewati 350, kita berisiko mencapai bahaya "titik kritis". Di atas titik 400 ppm kita berada jauh diluar peradaban manusia yang pernah kita lihat sebelumnya. (Sumber: 350.org).

Bagi pulau-pulau yang ketinggiannya 1 meter di atas permukaan laut, tentu akan menjadi sangat rentan dalam menghadapi ancaman dan dampak perubahan iklim akibat naiknya permukaan air laut.

Empat strategi utama mitigasi

(1) Eliminasi berarti menghindari penggunaan alat-alat penghasil emisi gas rumah kaca. Tindakan ini memberikan penghematan biaya yang besar dan dapat langsung dirasakan. Contoh: Mematikan lampu saat tidak digunakan; mematikan A/C saat tidak ada orang di dalam ruangan.

(2) Pengurangan dapat dilakukan dengan mengganti peralatan lama dan/atau mengoptimalkan struktur yang sudah ada. Tindakan mitigasi seperti ini sangat efektif dan dapat diintegrasikan ke dalam bisnis sehari-hari dengan usaha minimum. Contoh: Memasukkan efisiensi energi ke dalam pengambilan keputusan investasi dan dalam pengelolaan usaha juga dalam kehidupan sehari-hari, Upaya mitigasi dengan efisiensi energi misalnya:

 Merawat dan membersihkan AC secara teratur agar transfer panas lancar dan menghemat energi

 Mengganti bohlam lampu pijar dengan lampu LED yang lebih hemat energi

 Mematikan kipas angin dan AC saat meninggalkan ruangan

 Memberikan insulasi pada kamar dan tetap menutup jendela ketika AC sedang dinyalakan.

76

(3) Subtitusi biasanya mempunyai implikasi biaya investasi yang tinggi. Namun demikian, potensi penurunan emisi melalui subtitusi sangatlah tinggi. Contoh: Penggunaan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik dan/atau pemanas. Beberapa contoh mitigasi melalui pemanfaatan energi terbarukan sebagai berikut:

Energi terbarukan

Contoh penerapan Energi

matahari

Alat pengumpul panas matahari yang dipasang di atap untuk memanaskan air (sistem panas matahari)

Energi angin

Turbin berukuran kecil sebagai pembangkit listrik tenaga angin

Energi air Roda air yang dipasang di sungai sebagai pembangkit listrik

Energi bio Pembakaran biogas dari limbah untuk memanaskan air

Energi panas

bumi

Pembangkit listrik tenaga panas bumi

(4) Offsett adalah metode berbiaya rendah namun mempunyai manfaat yang cukup besar. Walaupun demikian, metode ini sulit dilaksanakan dalam skala kecil. Contoh: Reforestasi yaitu upaya menghutankan kembali lahan bukan hutan.

77

Dalam dokumen Modul Adaptasi Perubahan Iklim API untuk (Halaman 74-78)