• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUT ABDOMEN

Dalam dokumen ILMU BEDAH Fk Unsoed-libre (Halaman 94-103)

CHOLESYSTITIS AKUT

J. AKUT ABDOMEN

Tantangan tersendiri utk ahli bedah dan dokter umum. Penyebab utama dilakukannya bedah emergensi. Gejala klinik sgt bervariasi . Dpt merupakan episode eksaserbasi akut dari suatu masalah yg kronis seperti pankreatitis kronis, insufisiensi vascular

Definisi

• abdomen akut adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu

92 penegakkan diagnosis

• anamnesis dan pemeriksaan fisik yang teliti dan menyeluruh

• sebagian besar diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan

pemeriksaan fisik yang baik.

• Pemeriksaan tambahan biasanya dilakukan bila  tindakan pendukung

diagnosis; untuk mempersempit differential diagnosis. Anamnesis

• Riwayat penyakit sekarang • Riwayat penyakit dahulu • Riwayat penyakit keluarga

• Riwayat konsumsi obat2an tertentu atau pecandu alkohol • Nyeri

merupakan gejala terpenting. anamnesis nyeri harus meliputi: 1. onset

2. kualitas

3. tipe nyeri: tajam atau tumpul 4. penjalaran nyeri

5. perjalanan nyeri

6. gejala yg menyertai : dari digestivus maupun urinarius 7. keadaan yang memperberat dan memperingan

(i) Onset Nyeri nyeri dgn onset

mendadak yg dpt membangunkan pasien dari tidurnya. perforasi atau strangulasi usus; nyeri onset lambat  inflamasi

peritonium visceral; proses yg melibatkan pbentukan abses; kolik atau kram; kolik bilier, kolik ureter atau kolik intestinal

(ii) perjalanan nyeri. berkembang dari nyeri tumpul yang mempunyai karakter sulit dilokalisir  menjadi: nyeri tajam,

konstan & lebih dapat dilokalisir menunjukkan keterlibatan peritonium parietal

(iii) gejala yang menyertai  konstipasi,

bisa disebabkan oleh:

a. Obstruksi usus progresif yg

disebabkan tumor atau ibs b. Ileus paralitik

c. Post operasi abdomen

d. Hernia inguinal yg mengalami

obstruksi

(iv) gejala yang menyertai Diarea

Diare dgn nyeri biasa dijumpai. Hati-hati dgn keadaan ini: a. Obstruksi richter's hernia b. Ileus batu empedu

c. Superior mesenteric vascular occlusion

d. Obstruksi usus krn abses pelvis

PENGGUNAAN OBAT2AN

• Kortikosteroid

• Antikoagulan –dpt menyebabkan terbentuknya hematoma intramural yg

93

• Kontrasepsi oral – mengakibatkan ruptur adenoma hepar • Nsaids – ulkus peptikum&gastritis erosif

Nausea & vomitus (1)Frekuensi vomitus

(2)karakter vomitus  proyektil, non proyektil atau dipacu oleh pasien sendiri

(3)perjalanan vomitus

vomitus dgn cairan bilier (asam) berhubungan dgn obstruksi usus halus vomitus tanpa cairan empedu : obstruksi terjadi di proksimal ampulla vater vomitus yg mengandung faeces: obstruksi usus halus distal, usus besar,

strangulasi

Bila gejala pertama diawali nyeri, lalu diikuti oleh episode vomitus biasanya

membutuhkan intervensi bedah.

episode vomitus spt ini disebabkan oleh reflek pylorospasme:

• Bila gejala awal nausea & vomitus baru diikuti nyeri, biasanya tdk

membutuhkan intervensi bedah

• Vomitus sgt menonjol pd

1. mallory-weiss syndrome.

2. boerhaave syndrome (robekan trans- mural esophageal)

3. acute gastritis

4. acute pancreatitis

Anoreksia

Penurunan nafsu makan biasanya terlihat pada appendiksitis akut. Gejala pd traktus urinarius dgn nyeri

• Kolik ureter • Sistitis • Demam

Amoebic liver abscess Pygenic liver abscess Perinephric abscess Pus intra-abdominal

Anamnesis lain: Riwayat pernah dioperasi: kemungkinan terjadinya adhesi; Riwayat penyakit dahulu: sickle cell disease, diabetes, kanker atau gagal ginjal; Riwayat menstruasi pd pasien wanita (KET; nyeri ovulasi/mittel- schmerz; endometriosis); Riwayat keluarga dgn ca colon atau keganasan lain, dan ibs Pemeriksaan fisik

Keadaan Umum

pasien tampak cemas, berbaring

tanpa bergerak sama sekali: Acute appendicitis; Peritonitis

berguling2 di tempat tidur & tdk

bisa diam sama sekali, sll bergerak: Ureteric Colic:Intestinal colic

sering menggeliat: Mesenteric

Ischemia

berbaring dgn membungkukan

badan ke depan: Chronic Pancreatitis

dgn ikterik: obstruksi cbd

dgn dehidrasi : Peritonitis;

obstruksi usus halus

Tanda Vital Temperatur, Nadi,

94 ruptur AAA atau KET dapat menyebabkan: Pallor; Hypotension; Tachycardia; Tachypnea

Demam yg tdk terlalu tinggi ditemukan pd: Appendicitis; Acute cholecystitis

Demam tinggi ditemukan pd: Salpingitis; Abscess

Demam Sgt Tinggi Disertai Letargi Dan Keadaan Pre-Syok Septik 

Peritonitis; Acute cholangitis; Pyonephrosis

pemeriksaan sistemik  sistem

kardiopulmoner teliti adanya: myocard infark; pneumonia basal; efusi pleura

pemeriksaan abdomen : Inspeksi

- scaphoid atau mendatar pada ulkus peptikum

- Distended pd ascites atau

obstruksi usus

- Terlihatnya gerakan peristaltik

ditemukan pd pasien yg sgt kurus atau malnutrisi (dgn obstruksi)

Pemeriksaan sistemik

Erythema atau perubahan warna

a. Peri-umbilical - cullen sign

b. Inguinal – fox sign

c. Flanks - grey turner sign

terlihat pd hemorrhagic pancreatitis atau semua penyebab terjadinya haemoperitoneum

• adanya massa yg terlihat

• adanya dorongan krn reflek

batuk yg terlihat pd daerah hernia

• pemeriksaan fisik palpasi

• lakukan dgn hati2

• dimulai dari daerah yg jauh dari

titik nyeri lalu perlahan2 mendekati titik nyeri

• cek adanya hernia • massa

• fenomena rebound

• spasme otot involunter selama

palpasi

• kekakuan oto perut- defance

muscular menunjukkan adanya peritonitis.

• benjolan lunak lokal di fossa

illiaca kanan:

a. acute appendicitis b. acute salpingitis pada wanita

c. amoebiasis pada caecum

• benjolan yg sulit dilokalisir:

obstruksi usus mesenteric ischemia acute pancreatitis • benjolan : a. perinephric abscess b. retrocaecal appendicitis

• rovsing’s sign pada acute

appendicitis

• obturator sign pada pelvic

appendicitis

• psoas sign

- retrocaecal appendicitis - crohn’s disease

- perinephric abscess

• murphy's sign pada acute

cholecystitis

• nyeri spt dipukul2 pada costae

bawah menandakan adanya inflamasi pada:

-diafragma -hepar atau lien

massa abdominal berdenyut dgn hipotensi menandakan adanya aaa hiperestesia kutaneus menandakan keterlibatan peritoneum parietal pemeriksaan per rectal :

95 - nyeri

- indurasi

- massa (blummer’s shelf)

- darah

• pemeriksaan fisik

pemeriksaan per vaginal :

- perdarahan - discharge

- nyeri pada gerakan cervic - massa adneksa

- ukuran dan kontur uterus Laboratorium

• Darah rutin • C-reactive protein

• Electrolyte ,blood urea , creatinine • Urine dipstick

• Amylase atau lipase • Liver function test

Radiologi

X-ray thorax, utk mencari adanya:

- basal pneumonia - ruptured oesophagus - elevasi hemi diaphragm

- udara bebas di bawah diaphragm X-ray abdominal - Air-fluid bebas - Batu - Ascites - Kalsifikasi aaa

- Udara pada percabangan

bilier.

• Pemeriksaan tambahan

- USG

- CT abdomen untuk aaa, kelainan pankreas, atau kolik ureter (non- contrast)

- IVU

- mesenteric angiography utk mengetahui adanya ischaemia, haemorrhage Terapi • A B C • Analgetik? • Antibiotik ? • Suportif • Pembedahan • Konservatif Hernia:

1. Adanya riwayat benjolan dapat hilang timbul pada posisi berdiri dan berbaring

(reponibilis)

2. Benjolan tidak dapat masuk ruang disertai gejala obstruksi = Inkarserata

96

No Sifat-sifat HIL HIM H. Femoralis

1 Penyebab Kongenital + Acquired Acquired Acquired 2 Umur (sex) Anak2, dewasa, tua Laki2>> Dewasa, tua Laki-laki Dewasa tua Wanita >>

3 Bentuk Lonjong (botol) Oval/bulat Oval/bulat 4 Letak Benjolan -Di atas lig

inguinal - sampai scrotum/ labia mayora - Di atas Lig Inguinal - (-)/jarang masuk scrotum - Di bawah lig inguinal - ke fossa ovalis, tdk ke scrotum or labia mayora 5 Rangsangan Batuk/mengejan - Benjolan keluar dr lat ke med sampai scrotum - Keluar lambat - Langsung ke medial - Keluar cepat

Bawah lig ing pd fossa ovalis

Keluar lambat

6 Anatomis Lateral vasa

epigastric superior

Medial vasa epigastric

superior

Medial vasa femoralis

1. Ziemen test : Penderita dalam keadaan berdiri atau telentang bila kantong

hernia berisi. Kita masukkan dalam cavum peritonei , memeriksa bagian kanan dengan tangan kanan dan sebaliknya

Dengan jari 2 tangan pemeriksa diletakkan diatas annulus internus (1,5 cm diatas pertengahan SIAS-TV-tuberculum pubicum)

Dengan jari 3 diletakkan di atas annulus axternus dan Dengan jari 4 pada fossa ovalis

Bilamana ada dorongan pada :

Jari 2 : H.I.L, Jari 3: H.I.M, Jari 4: Hernia femoralis

2. Finger test : Dengan menggunakan jari telunjuk atau kelingking scrotum

di invaginasi menyelusuri annulus externus sampai dapat mencapai canalis inguinalis kemudian penderita disuruh mengejan atau batuk

- Bilamana ada dorongan atau tekanan pada ujung jari maka penderita

tersebut didapatkan H.I.L

97

3. Thumb tests : Posisi penderita tidur terlentang atau berdiri setelah

benjolan dimasukkan ke dalam rongga perut

- Ibu jari kita tekan kan pada annulus internus penderita, disuruh mengejan

atau meniup dengan hidung dan mulut tertutup.

- Bila benjolan keluar pada waktu mengejan H.I.M - Bila tak keluar H.I.L

Appendicitis: Klasifikasi :

1. Appendisitis akut (kurang dari 3 hari)

2. Appendikular infiltrat ( lebih dari 3 hari)

3. Appendisitis dengan komplikasi

-Appendiks gangrenosa

-Appendik perforata : Peritonitis lokal

Perotinitis umum -Appendikular abses.

4. Appendisitis kronis.

Pemeriksaan Fisik

 Inspeksi

Tak tampak kelainan, kadang tampak gerakan perut kanan bawah tertinggal pada saat bernafas

 Palpasi

- Nyeri tekan pada titik Mc.Bourney yang jika dibandingkan dengan

regio abdomen lain dirasakan lebih nyata

- Kadang didapatkan rigiditas pada dinding abdomen

- Sering didapatkan defans muskuler  Perkusi

Rasa sakit yang sama seperti pada penekanan

 Auskultasi

Bising usus (+) kecuali perforasi  bising usus melemah sampai

menghilang

 RT

Menekan/merangsang peritoneum bagian dorsal (pada daerah jam 9-11 

jika ujung apendis terletak di daerah pelvinal) Pemeriksaan Fisik Tambahan

 Rebound phenomenon

Tekan perut kiri bawah  lepas mendadak  akan nyeri di perut kanan

bawah

 Rovsing sign

Tekan kolon desenden/transversum  udara terkumpul di sekum  basis

apendiks teregang  nyeri  Tenhorn sign

Testis kanan ditarik  nyeri di perut kanan bawah (jika ujung apendis

terletak di daerah pelvinal)

98

Ekstensi tungkai kanan (sudut > 15o)  diangkat  nyeri perut kanan bawah

(jika letak apendiks postsekal (retrosekal))

 Obturator sign

Fleksi dan endorotasi sendi panggul kanan  nyeri perut kanan bawah

(karena iritasi m. ileopsoas) (jika letak apendiks retrosekal) Pemeriksaan Penunjang :

Leukositosis

Foto polos abdomen tidak banyak membantu kecuali untuk menyingkirkan adanya batu traktus urinarius kanan

Ileus

Sindrom ileus

 Muntah-muntah

 Meteorismus (kembung)  Tidak bisa defekasi dan flatus

1. Ileus dinamik

- Dilatasi segmen proksimal, otot-otot memanjang

- Hiperperistaltik

- Subjektif : dirasakan sebagai kolik

- Bising usus meninggi, setidaknya mengeras

- Rectal toucer  ampula kosong/kolaps

- Tampak gambaran gerakan usus yang menaikkan dinding abdomen 

dikenal sebagai kejang usus (+)  Dump Stay fung

2. Ileus paralitik

- Dilatasi usus sampai ke distal

- Perasaan kolik tidak ada

- Bising usus melemah sampai menghilang

- Perutnya tenang, kelihatan membuncit

- Rectal toucer  ampula menggembung karena terisi udara

Gambaran foto 1. Ileus dinamik

- Air-fluid level  batas antara udara dan cairan

- Dinding usus melebar di bagian proksimal

- Peritoneal pet menipis

- Gambaran Herring’s bone (+)

2. Ileus paralitik

- Udara ada sampai ke rektum

- Dinding usus melebar sampai ke dinding distal

- Gambaran Herring’s bone (-)

Penyebab

1. Ileus obstruktif

99 Misal : Hirschprung’s disease

b. Obstruksi mekanis

1) Obstruksi strangulasi

Obstruksi usus yang disertai obstruksi sirkulasi sejak awal/permulaan, bersamaan dengan obstruksinya, misal : Volvulus, Invaginasi, Hernia inkarserata.

Mendahului obstruksinya, misal (Trombosis mesenterika) 2) Obstruksi biasa

Gangguan sirkulasi bersifat sekunder, gangguan timbul kemudian

Didapatkan pada : Bollus ascaris, Hematom intramural dinding usus, Atresia usus, Tekanan dari luar (obstruksi ekstrinsik), mis: tumor-tumor kandung kemih, Sumbatan dari dalam (obstruksi intrinsik), mis: keganasan saluran cerna

2. Ileus paralitik

a. Peradangan, misalnya peritonitis

b. Obat-obatan

c. Hipokalemia, misalnya pada orang yang muntah-muntah hebat

d. Hiperkalsemia, misalnya pada penderita hiperparatiroid

e. Uremia

f. Ileus dinamik yang berlanjut

Obstruksi tinggi

- Dimulai dari jejunum ke proksimal

- Muntah lebih cepat terjadi

- Perut tidak begitu distensi

Obstruksi rendah

- Dimulai dari ileum ke distal

- Muntah lebih lambat terjadi

- Perut sangat distensi

Penanganan kasus obstruksi saluran cerna Secara umum prinsipnya :

1. Pasang sonde lambung

2. Pasang infus  resusitasi cairan dan elektrolit

3. Pasang dauer catheter (kateter dimasukkan ke dalam saluran kemih dan

ditinggalkan, lamanya sesuai keperluan) 4. Koreksi asidosis  tergantung alat dan lab

HEMOROID

 Pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidalis

Gejala:

- darah di anus

- prolaps

- perasaan tak nyaman di anus

- pengeluaran lendir

100 Derajat Hemoroid Interna

Derajat Berdarah Menonjol Reposisi

I + - -

II + + Spontan

III + + Manual

IV + menetap Tidak dapat

K. TRAUMA THORAK

Dalam dokumen ILMU BEDAH Fk Unsoed-libre (Halaman 94-103)