Usus Halus
METODE PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
1. Analisis Data Kuantitatif
Analisis data kuantitatif yang pertama dilakukan dengan menggunakan skala Likert 1-4 yang dibuat dalam bentuk cheklist. Skala Likert digunakan dalam berbagai instrumen penelitian. Dalam skala Likert, setiap skala dilengkapi dengan kriteria yang semakin memudahkan penilai dalam memberikan penilaian. Pada setiap instrument penelitian, instrument tersebut memiliki kriteria yang berbeda-beda dalam pedoman penilaiannya. Kriteria-kriteria tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan dari penilaian. Berikut adalah daftar tabel skala beserta kriterianya pada pedoman wawancara, pedoman observasi, kuesioner analisis kebutuhan dan kuesioner validasi produk yang peneliti adopsi dari penelitian oleh Mustika (2017).
Tabel 3.10 Skala dan Kriterianya Pada Pedoman Wawancara, Pedoman Observasi, Kuesioner Analisis Kebutuhan dan Kuesioner Validasi Produk.
Skala Kriteria
Nilai 4 Instrumen layak digunakan tanpa diperbaiki Nilai 3 Instrumen layak digunakan namun perlu diperbaiki Nilai 2 Instrumen layak digunakan dan perlu diperbaiki Nilai 1 Instrumen tidak layak digunakan
Berdasarkan tabel 3.10 skala dan kriterianya pada pedoman wawancara, pedoman observasi, kuesioner analisis kebutuhan dan kuesioner validasi produk di atas menjadi acuan responden untuk menilai. Responden memberi jawaban tergantung pada persepsi responden kepada yang dinilai. Responden memberi
63 penliaian dengan tanda checklist () pada skor 4 maka instrumen layak digunakan tanpa diperbaiki, pada skor 3 maka instrumen layak digunakan namun perlu diperbaiki, pada skor 2 maka instrumen layak digunakan dan perlu diperbaiki dan pada skor 1 maka instrument tidak layak digunakan.
Tabel 3.11 Skala dan Kriteria untuk Pedoman Penilaian Pada Uji Validitas Konstruk Soal Test
Skala Kriteria
Nilai 4 Soal sesuai dengan indikator, kalimat baku dan jelas, tidak perlu diperbaiki
Nilai 3 Soal sesuai dengan indikator, kalimat baku namun kurang jelas dan perlu diperbaiki
Nilai 2 Soal kurang sesuai dengan indikator, kalimat baku namun kurang jelas dan perlu diperbaiki
Nilai 1 Soal tidak sesuai dengan indikator, kalimat baku namun kurang jelas dan perlu diperbaiki
Berdasarkan tabel 3.11 skala dan kriteria untuk pedoman penilaian pada uji validitas konstruk soal test di atas menjadi acuan responden untuk menilai. Responden memberi jawaban tergantung pada persepsi responden kepada yang dinilai. Responden memberi penliaian dengan tanda checklist () pada skor 4 maka soal sesuai dengan indikator, kalimat baku dan jelas, tidak perlu diperbaiki, pada skor 3 maka soal sesuai dengan indikator, kalimat baku namun kurang jelas dan perlu diperbaiki, pada skor 2 maka soal kurang sesuai dengan indikator, kalimat baku namun kurang jelas dan perlu diperbaiki dan pada skor 1 maka soal tidak sesuai dengan indikator, kalimat baku namun kurang jelas dan perlu diperbaiki.
Tabel 3.12 Skala dan Kriteria untuk Pedoman Penilaian Validitas Isi Soal Test
Skala Kriteria
Nilai 4 Sudah sesuai dan tidak perlu diperbaiki Nilai 3 Sudah sesuai, namun perlu diperbaiki Nilai 2 Kurang sesuai dan perlu diperbaiki Nilai 1 Tidak sesuai
64 Berdasarkan tabel 3.12 skala dan kriteria untuk pedoman penilaian pada uji validitas isi soal test di atas menjadi acuan responden untuk menilai. Responden memberi jawaban tergantung pada persepsi responden kepada yang dinilai. Responden memberi penliaian dengan tanda checklist () pada skor 4 maka sudah sesuai dan tidak perlu diperbaiki, pada skor 3 maka sudah sesuai, namun perlu diperbaiki, pada skor 2 maka kurang sesuai dan perlu diperbaiki dan pada skor 1 maka tidak sesuai.
Tabel 3.13 Skala dan Kriteria untuk Pedoman Penilaian Uji Keterbacaan Kuesioner Analisis Kebutuhan, Kuesioner Validasi Produk dan Soal Test
Skala Kriteria
Nilai 4 Kalimat sangat jelas dan mudah dipahami Nilai 3 Kalimat jelas namun sulit dipahami Nilai 2 Kalimat kurang jelas dan sulit dipahami Nilai 1 Kalimat tidak jelas dan sulit dipahami
Berdasarkan tabel 3.13 skala dan kriteria untuk pedoman penilaian pada uji keterbacaan kuesioner analisis kebutuhan, kuesioner validasi produk dan soal test di atas menjadi acuan responden untuk menilai. Responden memberi jawaban tergantung pada persepsi responden kepada yang dinilai. Responden memberi penliaian dengan tanda checklist () pada skor 4 maka kalimat sangat jelas dan mudah dipahami, pada skor 3 maka kalimat jelas namun sulit dipahami, pada skor 2 maka kalimat kurang jelas dan sulit dipahami dan pada skor 1 maka kalimat tidak jelas dan sulit dipahami.
65 Tabel 3.14 Skala dan Kriteria untuk Pedoman Penilaian Validasi Produk
oleh Ahli
Skala Kriteria
Nilai 4 Media pembelajaran sangat sesuai dengan pernyataan
Nilai 3 Media pembelajaran sesuai dengan pernyataan, namun terdapat kekurangan
Nilai 2 Media pembelajaran kurang sesuai dengan pernyataan sehingga perlu diperbaiki
Nilai 1 Media pembelajaran tidak sesuai dengan pernyataan sehingga kurang layak untuk digunakan
Berdasarkan tabel 3.14 skala dan kriteria untuk pedoman penilaian validasi produk oleh ahli di atas menjadi acuan responden untuk menilai. Responden memberi jawaban tergantung pada persepsi responden kepada yang dinilai. Responden memberi penliaian dengan tanda checklist () pada skor 4 maka media pembelajaran sangat sesuai dengan pernyataan, pada skor 3 maka media pembelajaran sesuai dengan pernyataan, namun terdapat kekurangan, pada skor 2 maka media pembelajaran kurang sesuai dengan pernyataan sehingga perlu diperbaiki dan pada skor 1 maka media pembelajaran tidak sesuai dengan pernyataan sehingga kurang layak untuk digunakan.
Tabel 3.15 Skala dan Kriteria untuk Pedoman Penilaian Kuesioner Tanggapan Mengenai Media Pembelajaran oleh Siswa
Skala Kriteria
Nilai 4 Sangat setuju Nilai 3 Setuju Nilai 2 Tidak setuju Nilai 1 Sangat tidak setuju
Berdasarkan tabel 3.15 skala dan kriteria untuk pedoman penilaian kuesioner tanggapan mengenai media pembelajaran oleh siswa di atas menjadi acuan responden untuk menilai. Responden memberi jawaban tergantung pada persepsi responden kepada yang dinilai. Responden memberi penliaian dengan tanda
66 checklist () pada skor 4 maka sangat setuju, pada skor 3 maka setuju, pada skor 2 maka tidak setuju dan pada skor 1 maka sangat tidak setuju.
Berdasarkan tabel-tabel di atas, hasil yang diperoleh dari penilaian dengan menggunakan skala Likert 1-4 kemudian dihitung untuk memperoleh rerata penilaian. Rerata penilaian dihitung dengan rumus 3.1
Rumus 3.1. Rumus Perhitungan Rerata Hasil Penilaian dengan Skala Likert
Berdasarkan acuan dari Widoyoko (2014: 144) perhitungan dengan rumus tersebut, dikonversikan menjadi data kualitatif. Tabel konversi data kuantitatif ke kualitatif menurut Widoyoko disajikan pada tabel 3.16.
Tabel 3.16 Konversi Data Kuantitatif ke Kualitatif
Interval Skor Kategori 3,26 – 4,00 Sangat Baik 2,51 – 3,25 Baik 1,76 – 2,50 Kurang 1,00 – 1,75 Sangat Kurang
Berikut adalah kategorisasi hasil skor validasi instrumen oleh ahli yang disajikan dalam tabel 3.17
Tabel 3.17 Kategorisasi Skor Rerata Hasil Penilaian Instrumen
Interval Skor Kategori Bobot
3,26 – 4,00 Sangat Baik Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan
2,51 – 3,25 Baik Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan, namun perlu perbaikan 1,76 – 2,50 Kurang Keseluruhan instrumen kurang layak
digunakan
1,00 – 1,75 Sangat Kurang Keseluruhan instrumen tidak layak digunakan
67 Berdasarkan tabel di atas, instrumen dapat dikatakan valid apabila mendapatkan skor lebih dari 2,50. Apabila hasil rerata skor yang didapat sebesar 2,50 ke bawah, maka instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Sehingga, nilai yang didapat sebesar 2,50 ke bawah dimasukan dalam kategori “kurang” dan “sangat kurang” oleh peneliti.
Selanjutnya, peneliti melakukan analisis data kuantitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan untuk menghitung presentase jawaban pada kuesioner. Presentase ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus dari Supratiknya (2012: 128). Berikut rumus perhitungan presentase jawaban pada kuesioner dihitung dengan rumus 3.2.
Rumus 3.2 Rumus Perhitungan Presentase Jawaban pada Kuesioner
Selanjutnya adalah analisis data kuantitatif yang ketiga yaitu menghitung hasil nilai soal tes siswa yang berupa soal pretest dan posttest. Tes tersebut dilakukan untuk mengetahui kemampuan dan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media dan sesudah menggunakan media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia melalui uji coba produk secara terbatas. Tipe soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah isian singkat, sehingga skor untuk jawaban benar adalah 1, sedangkan sakor untuk jawaban salah adalah 0. Berikut rumus untuk menghitung soal pretest dan posttest dapat dilihat pada rumus 3.3.
x
100%x
10068 2. Analisis Data Kualitatif
Analisis data kualitatif yang pertama dilakukan oleh peneliti adalah mengolah data hasil kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa. Creswell (2012: 328-329) menjelaskan langkah-langkah analisis data kualitatif dibagi menjadi beberapa langkah. Langkah pertama, peneliti membuat kode-kode dan tema secara kualitatif. Langkah kedua peneliti, menghitung beberapa kali kode dan tema tersebut muncul dalam data teks. Langkah ketiga, peneliti membandingkan dengan data kualitatif yang ada.
Analisis data kualitatif yang kedua dilakukan oleh peneliti adalah pengolahan hasil wawancara dan observasi. Poerwardani (dalam Supratiknya. 2012: 117) menyebutkan langkah-langkah pengolahan hasil wawancara dan observasi sebagai berikut 1) membaca transkrip wawancara yang sudah disusun secara berulang-ulang dengan pemahaman yang baik, 2) menemukan kata kunci atau hasilnya lalu ditulis pada kolom sebelah kanan, 3) membuat catatan lain berisi interpretasi atau kesimpulan sementara dan 4) menyimpulkan kata kunci dan tema-tema dari daftar telah dibuat.
Langkah selanjutnya, peneliti melakukan pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Triangulasi teknik dilakukan dengan menggabungkan data yang diperoleh melalui teknik wawancara, observasi dan kuesioner. Sedangkan triangulasi sumber dilakukan dengan cara menggabungkan data yang diperoleh dari tiga sumber yaitu, kepala sekolah, guru dan siswa. Triangulasi dilakukan untuk mengecek kebenaran data atau informasi yang diperoleh peneliti dari berbagai sudut pandang yang berbeda.
69 BAB IV