Usus Halus
HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2) Hasil Wawancara
Hasil wawancara meliputi hasil dari wawancara kepada kepala sekolah, guru
kelas dan siswa. Peneliti melakukan wawancara kepada Kepala SD Negeri Puren
79 sekolah dapat dilihat pada lampiran. Berikut merupakan hasil wawancara dengan kepala sekolah yang disajikan dalam tabel 4.10
Tabel 4.10 Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah
Topik Pertanyaan No Item Hasil Wawancara Informasi berkaitan
dengan sekolah
1, 2, 3, dan 4
Dalam bidang akademik, prestasi yang diraih adalah menang lomba MTQ dan OSN tingkat kecamatan. Sedangkan untuk bidang non akademik yaitu juara 1 lomba karate putra, taekwondo, dan silat. Hasil UN yang diraih oleh siswa untuk 1 tahun terakhir mendapatkan peringkat 11 se-kecamatan, sedangkan selama 3 tahun sebelumnya masuk peringkat 10 besar se-kecamatan. Ketersediaan media pembelajaran di sekolah 5, 6, 7, 8, dan 9
Media pembelajaran yang sudah tersedia di SD Negeri Puren diantaranya yaitu, KIT IPA dan alat praktikum. Media pembelajaran dirawat dan disimpan dengan baik, ada yang diletakkan di dalam kelas dan ada juga yang diletakkan di perpustakaan. Sekolah memperoleh media pembelajaran dari bantuan dinas. Guru membuat media pembelajaran hanya pas pembelajaran sesuai materi yang diajarkan, itupun masih sangat sederhana contohnya materi fotosintesis berupa video. Faktor yang perlu diperhatikan dalam pengadaan media pembelajaran antara lain, karakter siswa, materi yang diajarkan, dan ketersediaan bahan. Penggunaan media dalam pembelajaran IPA 10, 11, 12, 13, dan 14
Pelaksanaan pembelajaran IPA selama ini berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala. Pembelajaran ada yang dilakukan di luar ruang kelas. Penggunaan media dalam pembelajaran disesuaikan dengan materi ajar. Media digunakan secara bersama untuk tiap kelasnya. Respon siswa ketika menggunakan media pembelajaran sangat antusias dan lebih paham dibandingkan hanya dengan metode ceramah. Penelitian yang
pernah dilakukan di sekolah berkaitan dengan media pembelajaran
15 dan 16 SD Negeri Puren sering digunakan untuk penelitian yang berkaitan dengan media pembelajaran.
80 Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas V pada tanggal 29 Oktober 2018. Transkrip wawancara dengan guru dapat dilihat pada lampiran. Berikut hasil wawancara dengan guru yang disajikan pada tabel 4.11.
Tabel 4.11 Hasil Wawancara dengan Guru
Topik Pertanyaan No Item Hasil Wawancara Ketersediaan media
pembelajaran di kelas
1, 2, dan 3
Media pembelajaran IPA di kelas yang mendukung pembelajaran terdapat alat praga materi suhu. Guru juga terkadang mempersiapkan sendiri media pembelajaran yang berkaitan dengan materi seperti dalam praktik-praktik IPA yang ada di buku. Seperti media pembelajaran sistem pernapasan manusia. Guru membuat media dari barang-barang bekas seperti botol plastik, 2 buah balon besar dan kecil, sedotan dan lain sebagainya sehingga membentuk paru-paru buatan dan tirekatkan pada kertas buffalo yang telah diberi gambar sistem pencernaan manusia. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, satu kelompok terdiri atas 5 orang siswa untuk penggunaan 1 media. Jika media terbatas maka media pembelajaran akan digunakan secara bergantian. Penggunaan media dalam pembelajaran IPA 4, 5, 6, 7, 8, dan 9
Ada, namun hanya sekali menggunakannya. Media pembelajaran materi sistem pernapasan manusia, guru membuat paru-paru buatan untuk mengetahui proses pernapasan serta organ-organ pernapasan. Dengan adanya media pembelajaran paru-paru buatan siswa jadi lebih memahami proses pernapasan serta siswa sangat antusias melihat media tersebut. Selain itu, dalam kelompok saat diberikan media pembelajaran siswa lebih aktif untuk mencoba menggunakan media secara bergantian. Saat menggunakan media anak yang hanya mengetahui proses bernapas itu mengunakan hidung untuk menghirup udara, dengan bantuan media anak jadi mengetahui organ-organ apa saja yang berperan dalam proses pernapasan.
Kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pembelajaran
10, 11, dan 12
Guru mengalami kesulitan menyampaikan materi pembelajaran, karena kemampuan setiap siswa berbeda-beda. Terkadang guru harus menjelaskan kembali materi tersebut. Materi yang sulit
81
IPA dijelaskan oleh guru adalah tentang objek-objek yang berada di dalam tubuh manusia/hewan atau materi yang bersifat abstrak. Seperti materi sistem pencernaan hewan ruminansia. Dimana siswa hanya melihat gambar pada buku pembelajaran saja, tanpa tau bentuk organ dan proses pencernaannya seperti apa.
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA
13, 14, 15, dan 16
Dalam pembelajaran IPA siswa antusias tergantung materi pembelajaran dan kemampuan guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Kemampuan daya tangkap siswa terhadap materi berbeda-beda, ada beberapa siswa yang lebih cepat memahami dan ada yang perlu dijelaskan secara berulang agar bisa paham. Jumlah siswa dikelas ini berjumlah 35 orang, setengah dari jumlah siswa tersebut mengalami kesulitan dalam pembelajaran. Selain itu siswa juga banyak mengobrol dengan teman saat guru menjelaskan materi sehingga siswa tidak memahami materi pembelajaran yang dijelaskan oleh guru. Hal tersebut menjadi ujian atau tantangan bagi guru dalam proses pembelajaran. Kesulitan dalam pelajaran IPA biasanya terhadap materi yang bersifat abstrak serta materi hafalan.
Usaha yang
dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut
17 dan 18 Guru mengulang kembali penjelasan tentang materi yang telah disampaikan.
Setelah menjelaskan secara berulang dan memberikan beberapa pertanyaan biasanya siswa akan paham mengenai materi.
Peneliti melakukan wawancara kepada siswa kelas V pada tanggal 29 Oktober 2018. Transkrip wawancara dengan siswa dapat dilihat pada lampiran. Berikut hasil wawancara dengan siswa yang disajikan pada tabel 4.12
Tabel 4.12 Hasil Wawancara dengan Siswa
Topik Pertanyaan No Item Hasil Wawancara Tanggapan terhadap
pembelajaran IPA yang selama ini terjadi
1 dan 2 Siswa menganggap pembelajaran IPA menyenangkan namun terkadang sangat rumit untuk dipahami
82
dalam pembelajaran IPA
dan 7 digunakan oleh guru yaitu materi organ pernapasan manusia dengan media paru-paru buatan. Siswa sangat tertarik belajar ketika terdapat media pembelajaran sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan, berbeda saat guru menjelaskan tanpa media siswa akan menjadi bosan. Serta siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran apabila belajar menggunakan media.
Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA
8, 9, 10, dan 11
Kesulitan siswa dalam memahami materi yang abstrak, seperti materi sistem pencernaan hewan ruminansia.
Berdasarkan hasil wawancara dari kepala sekolah, guru kelas dan siswa, dapat disimpulkan bahwa ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran IPA di sekolah masih terbatas. Hal ini terlihat dari jawaban narasumber yang disajikan pada bagan berikut.
Sekolah membutuhkan media pembelajarn IPA materi sistem pencernaan hewan ruminansia.
Kepala Sekolah Sekolah memiliki media pembelajaran IPA, namun terbatas pada materi tertentu
serta dalam penggunaannya belum
maksimal. Selain itu dalam proses pembelajaran siswa
lebih antusias jika belajar menggunakan
media pembelajaran.
Guru Kelas V
Media pembelajaran IPA yang terdapat di kelas terbatas pada materi tertentu seperti alat peraga sistem pernapasan dan alat peraga materi suhu. Guru menggunakan media pembelajaran hanya ketika
materi tersebut memungkinkan untuk dibuat media. Guru juga kesulitan dalam mengajar materi
sistem pencernaan hewan ruminansia serta media pembelajarannya tidak tersedia di sekolah maka media pembelajaran
yang konkret untuk materi ini sangat diperlukan.
Siswa Kelas V Pembelajan IPA bagi siswa menyenangkan ketika guru menggunakan media pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung tanpa media pembelajaran siswa akan menjadi bosan
dan siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi yang
bersifat abstrak seperti materi sistem pencernaan
hewan ruminanisa.
83 Berdasarkan bagan 4.1 mengenai sumber data wawancara yang dilakukan oleh peneliti, diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan pada materi yang bersifat abstrak seperti materi sistem pencernaan hewan ruminansia dikarenakan runtutan atau urutan proses pencernaan sedikit rumit karena hewan ruminansia memiliki empat bagian lambung yang memiliki fungsi berbeda. Guru mengalami kesulitan dalam menjelaskan materi tersebut, guru hanya menjelaskan dengan metode ceramah dan memperlihatkan gambar yang ada di buku Tematik siswa, tentu saja dalam proses pembelajaran siswa hanya tahu bahwa hewan ruminansia adalah hewan yang memamah makanannya dua kali atau hewan yang memiliki empat bagian lambung. Siswa belum terlalu memahami lebih jauh bahwa disetiap organ pencernaan hewan ruminansia memiliki fungsi yang berbeda-beda. Hal tersebut menjadi permasalahan karena tidak adanya media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia pada pembelajaran IPA yang dapat membantu siswa dalam memahami materi tersebut.
Berdasarkan hasil identifikasi masalah melalui observasi dan wawancara yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan pada materi yang bersifat abstrak seperti materi sistem pencernaan hewan ruminansia. Siswa mengatakan materi tersebut sulit untuk diingat urutan proses pencernaannya serta fungsi-fungsi pada setiap organnya. Guru juga kesulitan dalam mengajar materi sistem pencernaan hewan ruminansia serta media pembelajarannya tidak tersedia di sekolah maka media pembelajaran yang konkret untuk materi ini sangat diperlukan.
84 3) Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan
Kuesioner analisis kebutuhan untuk guru diberikan pada tanggal 3 November 2018. Kuesioner analisis kebutuhan untuk guru terdiri dari 10 pertanyaan yang merupakan pengembangan dari lima ciri media pembelajaran Montessori yaitu menarik, bergradasi, auto-education, auto-correction dan kontekstual. Berikut tabel rekapitulasi hasil kuesioner analisis kebutuhan guru disajikan pada tabel 4.13
Tabel 4.13 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru
No.
Item Indikator Pertanyaan
Respon -den Persen -tase 1 Auto-education
Apakah Bapak/Ibu pernah menggunakan media dalam pembelajaran IPA?
(....) Ya
Sebutkan nama media pembelajaran yang
Bapak/Ibu pernah gunakan dan berikan
penjelasan!... 2 100% (....) Tidak Alasan:... - - 2 Auto-education
Apakah penggunaan media pembelajaran dapat membantu siswa untuk memahami konsep-konsep dalam mata pelajaran IPA?
(....) Ya
Alasan:...
2 100%
(....) Tidak
Alasan:... - -
3 Kontekstual Apakah Bapak/Ibu pernah membuat media
pembelajaran IPA yang memanfaatkan bahan-bahan dari lingkungan sekitar!
(....) Ya
Sebutkan dan jelaskan!...
2 100%
(....) Tidak
Alasan:... - - 4 Kontekstual Manakah bahan pembuatan media pembelajaran
yang Bapak/Ibu suka? (Boleh memilih lebih dari satu) (....) Kayu 2 100% (....) Kertas 2 100% (....) Kain - - (....) Plastik - - (....) Karet - - (....) Lainnya, sebutkan... - -
5 Menarik Apakah pemberian warna pada media membuat
media pembelajaran lebih menarik? (....) Ya
85
(....) Tidak
- -
6 Menarik
Warna seperti apa yang Bapak/Ibu suka untuk media pembelajaran?
(....) Warna gelap
Sebutkan contoh warnanya!...
1 50%
(....) Warna cerah
Sebutkan contoh warnanya!... 2 100%
7
Auto-correction
Apakah penggunaan media pembelajaran dapat membantu siswa untuk menemukan jawaban yang benar? (....) Ya Alasan:... 2 100% (....) Tidak Alasan:... - - 8 Bergradasi Berapa berat media pembelajaran yang ideal
untuk siswa kelas V? (....) Ringan (<1,5 kg)
2 100%
(....) Sedang (1,5-3 kg) - -
(....) Berat (>3 kg)
Alasan:... - - 9 Bergradasi Menurut Bapak/Ibu, manakah yang lebih baik?
(....) Bentuk media pembelajaran 2 dimensi. Alasan:...
- -
(....) Bentuk media pembelajaran 3 dimensi.
Alasan:... 2 100%
10
Auto-correction
Menurut Bapak/Ibu, manakah yang lebih baik? (....) Media pembelajaran yang dapat membantu siswa menyadari kesalahannya sendiri.
Alasan:...
2 100%
(....) Media pembelajaran yang tidak dapat membantu siswa menyadari kesalahannya sendiri. Alasan:...
- -
Selain data tersebut, guru juga memaparkan beberapa deskripsi jawaban tentang 10 item pertanyaan terkait kuesioner analisis kebutuhan. Berikut merupakan deskripsi jawaban yang diberikan guru dalam kuesioner analisis kebutuhan disajikan pada tabel 4.14.
86 Tabel 4.14 Rekapitulasi Deskripsi Jawaban Guru terkait Kuesioner Analisis
Kebutuhan Guru
No.
Item Jawaban Kode
Respon-den 1 (....) Ya
Sebutkan nama media pembelajaran yang Bapak/Ibu pernah gunakan dan berikan penjelasan!...
KIT IPA
2 2 (....) Ya
Alasan:...
Anak tahu tentang tujuan dan maksud dari pembelajaran tersebut
2 3 (....) Ya
Sebutkan dan jelaskan!
...
Botol bekas untuk
media paru-paru buatan 2 4 (....) Kayu Kayu 2 (....) Kertas Kertas 2 (....) Kain (....) Plastik (....) Karet (....) Lainnya, sebutkan... 5 (....) Ya 2 6 (....) Warna gelap
Sebutkan contoh warnanya!
...
Hitam 2
Biru tua 2
Ungu tua 1
(....) Warna cerah
Sebutkan contoh warnanya!
... Kuning 2 Putih 2 Merah muda 1 7 (....) Ya Alasan: ...
Anak lebih mudah
paham 2
8 (....) Ringan (<1,5 kg) Agar mudah dibawa
dan dikerjakan 2
9 (....) Bentuk media pembelajaran 3 dimensi. Alasan:
...
Anak akan mudah membayangkan bentuk aslinya
2 10 (....) Media pembelajaran yang dapat membantu
siswa menyadari kesalahannya sendiri. Alasan:...
Siswa tahu dimana
letak kesalahannya 2
Dari tabel 4.13 dan 4.14 menunjukkan bahwa sebanyak 2 guru atau 100% guru pernah menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA. KIT IPA yang disediakan oleh sekolah merupakan media pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk menjelaskan materi tertentu. Sebanyak 2 guru atau 100% guru juga setuju bahwa penggunaan media pembelajaran dapat membantu
87 siswa dalam memahami konsep dalam pembelajaran IPA. Berdasarkan pendapat guru tersebut menjadi pertimbangan peneliti dalam pembuatan media pembelajaran dengan ciri auto-education.
Ciri kontekstual dalam pembuatan media pembelajaran ini juga menjadi pertimbangan peneliti. Sebanyak 100% guru pernah membuat media pembelajaran dengan memanfaatkan bahan-bahan yang berasal dari lingkungan seperti botol plastik bekas untuk pembuatan media paru-paru buatan. Sebanyak 100% guru menyukai penggunaan media pembelajaran berbahan dasar kayu serta sebanyak 100% guru menyukai media pembelajaran berbahan dasar kertas. Bahan-bahan yang dipilih guru tersebut menjadi pertimbangan peneliti untuk pemilihan bahan dalam pembuatan media pembelajaran dengan ciri kontekstual. Selain itu media pembelajaran ini juga memanfaatkan bahan-bahan dari lingkungan sekitar.
Ciri menarik dalam pembuatan media pembelajaran ini juga menjadi pertimbangan peneliti. Sebanyak 100% guru setuju bahwa penambahan warna pada media pembelajaran dapat membuat media pembelajaran semakin menarik. Sebanyak 50% guru memilih warna gelap, seperti hitam, biru tua dan ungu tua, sedangkan 100% guru memilih warna cerah, seperti kuning, putih dan merah muda.
Ciri selanjutnya adalah auto-correction. Sebanyak 100% guru memiliki pendapat bahwa dengan penggunaan media pembelajaran siswa dapat mengetahui jawaban yang benar. Selain itu, sebanyak 100% guru juga lebih memilih media pembelajaran yang dapat membantu siswa mengetahui kesalahannya sendiri.
88 Pendapat guru tersebut juga dijadikan pertimbangan dalam pembuatan media pembelajaran.
Ciri terakhir dalam pengembangan media pembelajaran adalah bergradasi. Sebanyak 100% guru menyukai bentuk media pembelajaran 3 dimensi. Guru menyatakan alasannya dengan media pembelajaran berbentuk 3 dimensi anak dapat dengan mudah membayangkan betuk aslinya/konkret. Selain itu sebanyak 100% guru memilih berat ideal media pembelajaran memiliki berat kurang dari 1,5 kg dengan alasan anak akan lebih mudah untuk membawa dan menggunakannya. Pendapat guru tersebut juga dijadikan pertimbangan dalam pembuatan media pembelajaran.
Data analisis kebutuhan yang kedua yaitu kepada siswa. Kuesioner analisis kebutuhan siswa diberikan pada tanggal 3 November 2018. Kuesioner analisis kebutuhan untuk siswa juga terdiri dari 10 pertanyaan yang merupakan pengembangan dari lima ciri media pembelajaran berbasis metode Montessori yaitu menarik, bergradasi, auto-education, auto-correction dan kontekstual. Berikut tabel rekapitulasi hasil kuesioner analisis kebutuhan siswa disajikan pada tabel 4.15
Tabel 4.15 Rekapitulasi Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa
No.
Item Indikator Pertanyaan
Respon-den
Persen -tase
1 Auto-education Apakah Bapak/Ibu pernah
menggunakan media dalam
pembelajaran IPA? (....) Ya
Jika ya, sebutkan media pembelajaran yang digunakan!
20 100%
(....) Tidak - -
2 Auto-education Apakah penggunaan media
pembelajaran dapat membantu kamu untuk memahami materi IPA?
89 (....) Ya Alasan: ... (....) Tidak Alasan: ... - -
3 Kontekstual Apakah kamu pernah menggunakan
benda-benda yang ada di sekitarmu untuk belajar IPA?
(....) Ya
Jika ya, sebutkan contoh benda yang kamu gunakan!
...
20 100%
(....) Tidak - -
4 Kontekstual Manakah bahan pembuatan media
pembelajaran yang kamu suka? (Boleh
memilih lebih dari satu)
(....) Kayu 14 70% (....) Kertas 16 80% (....) Kain 1 5% (....) Plastik 6 30% (....) Karet 2 10% (....) Lainnya, sebutkan... 3 15%
5 Auto-correction Menurut kamu, apakah penggunaan
media pembelajaran dapat membantu kamu untuk menemukan jawaban yang benar? (....) Ya Alasan: ... 20 100% (....) Tidak Alasan: ... - -
6 Menarik Menurut kamu, apakah pemberian
warna pada media membuat media pembelajaran lebih menarik?
(....) Ya
Alasan: ...
20 100%
(....) Tidak
Alasan: ... - -
7 Menarik Warna seperti apa yang kamu suka
untuk media pembelajaran? (....) Warna gelap
Sebutkan contoh warnanya!...
10 50%
(....) Warna cerah
Sebutkan contoh warnanya!... 20 100%
8 Bergradasi Menurut kamu, berapa berat media
pembelajaran yang ideal untuk
digunakan? (....) Ringan (<1,5 kg) 18 90% (....) Sedang (1,5-3 kg) 2 10% (....) Berat (>3 kg) Alasan:... - -
9 Auto-correction Manakah yang lebih baik menurut
kamu?
(....) Saya dapat mengetahui kesalahan
90
saya ketika menggunakan media
pembelajaran.
Alasan:...
(....) Saya tidak dapat mengetahui kesalahan saya ketika menggunakan media pembelajaran.
Alasan:...
- -
10 Bergradasi Manakah yang lebih baik menurut
kamu?
(....) Media pembelajaran yang berbentuk datar (2 dimensi).
Alasan:...
- -
(....) Media pembelajaran yang berbentuk timbul (3 dimensi).
Alasan:...
20 100%
Selain memilih opsi jawaban yang tersedia pada kuesioner, siswa juga memaparkan deskripsi jawaban tentang sepuluh item pertanyaan. Berikut merupakan deskripsi jawaban yang diberikan siswa dalam kuesioner analisis kebutuhan pada tabel 4.16
Tabel 4.16 Rekapitulasi Deskripsi Jawaban Siswa terkait Kuesioner Analisis Kebutuhan
No.
Item Jawaban Kode
Respon -den 1 (....) Ya
Jika ya, sebutkan media pembelajaran yang digunakan! Paru-paru buatan 9 Organ-organ 13 Makanan 5 Gambar 12 2 (....) Ya Alasan:...
Karena dapat dipraktikkan 11 Karena mudah dipahami 15 Karena media pembelajaran
dapat menyenangkan 7
3 (....) Ya
Jika ya, sebutkan contoh benda yang kamu gunakan!
Tumbuhan 20 Botol plastik 5 Plastisin 12 4 (....) Kayu - 14 (....) Kertas - 16 (....) Kain - 1 (....) Plastik - 6 (....) Karet - 2 (....) Lainnya, sebutkan... Daun 1 Plastisin 2 5 (....) Ya Alasan: ... Karena menyenangkan 10
91
6 (....) Ya
Alasan:... - 20 7 (....) Warna gelap
Sebutkan contoh warnanya! ... ... Hitam 10 Merah tua 5 Hijau tua 5 (....) Warna cerah
Sebutkan contoh warnanya! ... ... Putih 13 Kuning 15 Pink 11 Biru muda 14 Hijau muda 9 Jingga 5
8 (....) Ringan (<1,5 kg) Karena mudah untuk
diangkat/bawa 18
(....) Sedang (1,5-3 kg) Karena tidak terlalu berat 2 9 (....) Saya dapat mengetahui
kesalahan saya ketika menggunakan media pembelajaran.
Alasan:...
Mempermudah mengetahui
jawaban 3
Tanpa media pembelajaran
tidak bisa tahu salahnya 2 10 (....) Media pembelajaran
yang berbentuk timbul (3 dimensi).
Alasan:...
Karena terlihat bagus 6 Karena terlihat seperti asli 9 Karena bisa dipegang/raba 1 Karena terlihat indah 4
Dari tabel 4.15 dan 4.16 menunjukkan bahwa sebanyak 20 responden atau 100% siswa pernah menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA. Media pembelajaran yang pernah digunakan adalah media paru-paru buatan, organ-organ, makanan dan gambar. Sebanyak 20 siswa atau 100% responden setuju bahwa penggunaan media pembelajaran dapat membantu dalam memahami konsep dalam pembelajaran IPA. Alasan yang diberikan siswa dengan penggunaan media pembelajaran dapat dipraktikkan, mudah dipahami dan menyenangkan. Berdasarkan pendapat siswa tersebut menjadi pertimbangan peneliti dalam pembuatan media pembelajaran dengan ciri auto-education.
92 Ciri kontekstual juga ditambahkan ke dalam pembuatan media pembelajaran. Sebanyak 100% siswa pernah menggunakan benda-benda yang berasal dari lingkungan sekitar untuk belajar IPA, seperti tumbuhan, botol plastik bekas dan plastisin. Sebanyak 70% siswa menyukai penggunaan media pembelajaran berbahan kayu, 80% siswa menyukai bahan kertas, 5% siswa menyukai bahan kain, 30% siswa menyukai bahan plastik, 10% siswa menyukai bahan karet, 15% siswa menyukai bahan lain seperti plastisin. Bahan-bahan yang dipilih oleh siswa tersebut menjadi pertimbangan peneliti untuk pemilihan bahan dalam pembuatan media pembelajaran dengan ciri kontekstual.
Ciri menarik dalam pembuatan media pembelajaran ini juga menjadi pertimbangan peneliti. Sebanyak 100% siswa setuju bahwa pemberian warna pada media pembelajaran dapat membuat media pembelajaran semakin menarik. Sebanyak 50% siswa memilih warna gelap, seperti hitam, merah tua dan hijau tua, sedangkan 100% siswa memilih warna cerah, seperti putih, kuning, merah muda/pink, biru muda, hijau muda dan jingga.
Ciri selanjutnya adalah auto-correction. Sebanyak 100% siswa setuju bahwa dengan penggunaan media pembelajaran siswa dapat menemukan jawaban yang benar. Selain itu, sebanyak 100% siswa juga setuju bahwa penggunaan media pembelajaran yang dapat membantu siswa mengetahui kesalahannya sendiri. Alasannya media pembelajaran dapat membantu siswa untuk mempermudah mengetahui jawaban dan tanpa penggunaan media pembelajaran siswa tidak dapat mengetahui kesalahnnya. Pendapat siswa tersebut juga dijadikan pertimbangan dalam pembuatan media pembelajaran.
93 Ciri terakhir dalam pengembangan media pembelajaran adalah bergradasi. Sebanyak 100% siswa menyukai bentuk media pembelajaran 3 dimensi. Alasannya dengan media pembelajaran berbentuk 3 dimensi media pembelajaran terlihat seperti asli, bisa dipengang/raba dan telihat indah/bagus. Selain itu sebanyak 90% siswa memilih media pembelajaran yang ringan dengan alasan mudah diangkat/dibawa. Selanjutnya sebanyak 10% siswa memilih media pembelajaran dengan berat sedang. Pembuatan media pembelajaran ini juga mempertimbangkan berat ideal media pebelajaran yang dipilih oleh siswa.
Hasil dari kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa membantu peneliti dalam memberikan gambaran mengenai penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA. Media pembelajaran yang dikembangkan menggunakan beberapa benda yang dapat ditemui di lingkungan sekitar (kontekstual). Dari data analisis kebutuhan guru dan siswa dipertimbangkan bahan pembuatan media pembelajaran seperti kayu dan kertas. Pembuatan media pembelajaran ini juga mempertimbangkan ciri media pembelajaran berbasis metode Montessori yaitu menarik, bergradasi, auto-education, auto-correction dan kontekstual.
Berdasarkan data kualitatif yang didapatkan dari ketiga teknik pengumpulan data, peneliti melakukan triangulasi teknik. Hal tersebut dijadikan pertimbangan dalam pembuatan media pembelajaran dengan melihat permasalahan dan kebutuhan media pembelajaran dari guru dan siswa. Berikut triangulasi teknik pengumpulan data yang disajikan pada bagan 4.2
94 Bagan 4.2 Triangulasi Teknik Pengumpulan Data
Berdasarkan bagan triangulasi teknik pengumpulan data pada bagan 4.2, terdapat 3 teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu wawancara, observasi dan kuesioner. Data yang pertama diperoleh dari teknik wawancara yaitu penggunaan media pembelajaran di sekolah masih kurang maksimal. Guru juga mengalami kesulitan dalam penyampaian materi tertentu serta guru jarang membuat media pembelajaran. Guru membuat media pembelajaran ketika materi tersebut memungkinkan untuk dibuat media. Selain itu untuk media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia belum ada di sekolah tersebut.
Materi sistem pencernaan hewan ruminansia merupakan materi yang kurang dimengerti oleh siswa. Sedangkan untuk ketersediaan media pembelajaran sistem
pencernaan hewan ruminansia belum tersedia di sekolah. Sehingga peneliti mengembangkan media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia