Usus Halus
METODE PENELITIAN
D. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian dan pengembangan ini mengadopsi model yang dipaparkan oleh Borg dan Gall (dalam Sugiyono 2016: 35-37). Penelitian ini dibatasi menjadi enam langkah, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain/ produk, (5) Revisi desain/ produk dan (6) uji coba terbatas. Bagan tahap penelitian dan pengembangan yang disajikan pada bagan berikut ini.
42
Bagan 3.2 Prosedur Penelitian dan Pengembangan
LANGKAH IV Validasi Desain / Produk Media Pembelajaran
Album Media Pembelajaran
Validasi oleh ahli pembelajaran IPA, Montessori dan guru Validasi oleh ahli pembelajaran IPA dan Montessori LANGKAH II Pengumpulan Data Pengum -pulan Data Hasil Observasi Hasil Wawancara Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Guru dan Siswa
Belum adanya media pembelajaran IPA materi sistem pencernaan hewan ruminansia
Guru membutuhkan media pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam memahami materi sistem pencernaan hewan ruminansia yang bersifat abstrak Berdasarkan kelima karakteristik media pembelajaran berbasis metode Montessori yang terdapat dalam kuesioner, guru dan siswa membutuhkan
media pembelajaran IPA materi sistem pencernaan hewan ruminansia
Peneliti tertarik untuk mengembangkan media pembelajaran IPA materi sistem pencernaan hewan ruminansia berbasis metode Montessori karena belum tersedia LANGKAH III Desain Produk Konsep Pembuatan Produk Instrumen Desain Media Pembelajaran Desain Album Media Pembelajaran Revisi Pengumpulan Bahan
Pembuatan Media Pembelajaran dan Album Media Pembelajaran Media Pembelajaran dan Album Media Pembelajaran siap divalidasi Revisi
Kuesioner validasi
produk
Tes
Validasi ahli IPA & Montessori
Validasi Guru
Uji Keterbacaan Soal oleh siswa
Uji Empiris Revisi
Uji Keterbacaan oleh siswa Instrumen siap digunakan Revisi Revisi LANGKAH V Revisi Desain / Produk Validasi media pembelajaran dan
album media pembelajaran oleh ahli Revisi produk
Media pembelajaran dan album media pembelajaran siap digunakan untuk uji
coba produk
LANGKAH VI Uji Coba Produk Uji coba
produk
Prototipe media pembelajaran IPA SD materi sistem pencernaan hewan ruminansia
berbasis metode Montessori
Posttest Tanggapan mengenai Produk Revisi produk Pretest Masalah
Potensi bangunan yang dapat
dimanfaatkan
Observasi Wawancara
Penyebaran kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa
43 1. Potensi dan Masalah
Langkah pertama dalam penelitian dan pengembangan ini adalah potensi dan masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Sedangkan masalah merupakan area yang diperhatikan oleh peneliti, suatu kondisi yang ingin diperbaiki atau suatu kesulitan yang ingin dieliminasi atau dihilangkan (Sugiyono, 2012 298-299). Untuk menemukan potensi dan masalah yang ada, peneliti melakukan analisis kebutuhan untuk menganalis kebutuhan guru dan siswa kelas V. Selain itu, peneliti juga melakukan identifikasi masalah dengan cara wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan kepada Kepala Sekolah, guru kelas V dan siswa kelas V di SD Negeri Puren. Observasi dilakukan untuk melihat bagaimana proses pembelajaran IPA di kelas.
Pedoman wawancara dan observasi serta kuesioner analisis kebutuhan diadopsi dari penelitian dan pengembangan sebelumnya oleh Mustika (2017). Sehingga, digunakan pedoman dan kuesioner tersebut yang sudah di validasi dan diuji keterbacaannya. Kuesioner analisis kebutuhan divalidasi oleh ahli pembelajaran Montessori, ahli pembelajaran IPA dan guru SD untuk mengetahui kelayakan instrumen sebelum digunakan. Kuesioner analisis kebutuhan yang disusun memperhatikan lima ciri media pembelajaran Montessori yaitu menarik, bergradasi, auto-education, auto-correction dan kontekstual serta karakteristik siswa. Kuesioner analisis kebutuhan diberikan kepada guru dan siswa kelas V di SD penelitian.
44 2. Pengumpulan data
Pada langkah kedua dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data atau informasi. Setelah melakukan wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas dan siswa didapatkan hasil wawancara yaitu belum adanya media pembelajaran IPA materi sistem pencernaan hewan ruminansia. Pada saat observasi pembelajaran IPA dikelas didapatkan hasil observasi yaitu guru membutuhkan media pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam memahami materi sistem pencernaan hewan ruminansia. Dari hasil kuesioner analisis kebutuhan guru dan siswa didapatkan bahwa berdasarkan kelima katrakteristik media pembelajaran berbasis metode Montessori yang terdapat dalam kuesioner analisis kebutuhan, guru dan siswa membutuhkan media pembelajaran IPA materi sistem pencernaan hewan ruminansia.
Berdasarkan kuesioner analisis kebutuhan tersebut peneliti mengembangkan media pembelajaran IPA materi sistem pencernaan hewan ruminansia berbasis metode Montessori karena belum tersedia di sekolah. Dari hasil kuesioner analisis kebutuhan tersebut dijadikan dasar untuk membuat konsep desain media pembelajaran.
3. Desain Produk
Pada langkah ketiga dalam penelitian ini yaitu desain produk. Pada tahap ini peneliti membuat konsep desain media pembelajaran berdasarkan hasil analisis kebutuhan. Peneliti merancang desain media pembelajaran serta album petunjuk penggunaan media pembelajaran. Setelah itu peneliti mempersiapkan desain media pembelajaran untuk siap dibuat. Peneliti mengembangkan desain media
45 pembelajaran berdasarkan hasil identifikasi masalah dan analisis kebutuhan guru dan siswa. Peneliti membuat media pembelajaran berdasarkan desain yang telah dirancang, desain media pembelajaran tersebut dikembangkan dengan memperhatikan lima ciri media pembelajaran berbasis metode Montessori yaitu menarik, bergradasi, auto-education, auto-correction dan kontekstual. Selanjutnya peneliti mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan media pembelajaran. Selain itu peneliti juga membuat album media pembelajaran yang dapat digunakan untuk pedoman penggunaan media pembelajaran berbasis metode Montessori yang telah dibuat. Setelah produk media pembelajaran selesai dibuat serta dilakukan beberapa revisi media pembelajaran siap untuk divalidasi.
Peneliti juga membuat beberapa instrumen berupa tes dan kuesioner validasi produk. Sebelum melakukan uji tes, dilakukan uji validasi soal untuk mengetahui kevalidan isi dari masing-masing item soal. Uji validasi tes dilakukan oleh beberapa ahli pembelajaran IPA, ahli Montessori dan Guru SD setara. Selanjutnya soal direvisi agar menjadi soal yang valid. Soal selanjutnya diedarkan kepada siswa kelas V SD yang menjadi bahan uji keterbacaan soal pretest dan posttest kepada 5 siswa SD setara. Hasil dari uji empiris diolah dengan menggunakan SPSS (Statistics Package For Social Studies) 22 for Windows untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen tes. Setelah dilakukan uji validitas didapatkan 14 soal yang valid dan reliabel. Ke 14 soal tersebut dijadikan sebagai soal pretest dan posttest. Kemudian instrumen soal diuji keterbacaannya kepada SD Setara.
Peneliti juga menyusun kuesioner tanggapan mengenai produk media pembelajaran untuk siswa. Kuesioner tersebut divalidasi oleh ahli pembelajaran
46 IPA dan ahli Montessori. Validasi kuesioner dilakukukan untuk mengetahui kesesuaian bahasa pada kalimat pertanyaan dalam kuesioner. Setelah direvisi dan diperbaiki, kuesioner tanggapan mengenai produk media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia berbasis metode Montessori siap diberikan kepada siswa.
4. Validasi Desain atau Produk
Pada langkah keempat dalam penelitian ini yaitu validasi produk. Media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia dan album petunjuk penggunaan yang telah selesai dibuat kemudian divalidasi oleh para ahli yaitu ahli pembelajaran IPA dan ahli Montessori. Validasi produk ini dilakukan untuk menilai kelayakan media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia yang telah dikembangkan sebelum diuji cobakan secara terbatas.
5. Revisi Desain atau Produk
Pada langkah keempat dalam penelitian ini yaitu revisi desain atau produk. Produk media pembelajaran dan album media pembelajaran yang telah divalidasi direvisi karena saat produk divalidasi, produk mendapatkan komentar perbaikan. 6. Uji Coba Produk
Pada langkah keenam dalam penelitian ini yaitu uji coba produk secara terbatas. Produk media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia berbasis metode Montessori yang telah selesai dibuat dan divalidasi selanjutnya diujikan kepada 10 siswa di SD penelitian. Kesepuluh siswa tersebut terdiri atas 5 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Siswa tersebut dipilih berdasarkan observasi, diskusi dan saran dari guru kelas. Siswa diberikan kuesioner tanggapan
47 mengenai produk media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia berbasis metode Montessori diakhir pembelajaran. Hasil kuesioner tanggapan yang dikerjakan oleh siswa merupakan data utama yaitu hasil validasi produk yang digunakan untuk melihat kualitas produk media pembelajaran. Sebelum produk diujicobakan, kesepuluh siswa tersebut diberikan pretest terlebih dahulu, selanjutnya baru dilakukan uji coba produk media pembelajaran. Setelah produk selesai diujicobakan, siswa diberikan postest. Pretest dan postest diberikan untuk mengetahui pemahaman siswa sebelum dan sesudah menggunakan produk media pembelajaran maka terlihat terjadi perubahan atau tidak. Hasil nilai pretest dan
posttest digunakan sebagai data pendukung untuk melihat keefektifan produk
media pembelajaran. Produk yang telah diujicobakan direvisi kembali apabila masih terdapat kekurangan berdasarkan penilaian guru dan siswa. Penelitian ini menggunakan enam langkah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan hasil akhir berupa ptototipe media pembelajaran IPA materi sistem pencernaan hewan ruminansia.