• Tidak ada hasil yang ditemukan

Usus Halus

METODE PENELITIAN

E. Teknik Pengumpulan Data

2. Pedoman Wawancara

Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah SDN Puren, guru dan siswa kelas V. Wawancara ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran IPA berdasarkan informasi dari narasumber. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah terencana-tidak terstruktur.

53 a. Wawancara Kepala Sekolah

Peneliti melakukan wawancara yang pertama kepada kepala sekolah SDN Puren. Rencana wawancara diadopsi oleh peneliti dari penelitian yang dilakukan oleh dan pengembangan sebelumnya oleh Mustika (2017) berikut rencana wawancara dengan kepala sekolah dapat dilihat pada tabel 3.2

Tabel 3.2 Rencana Wawancara Kepala Sekolah

No. Topik Pertanyaan

1 Informasi berkaitan dengan sekolah

2 Ketersediaan media pembelajaran disekolah

3 Penggunaan media pembelajaran IPA dalam pembelajaran

4 Penelitian yang pernah dilakukan di sekolah berkaitan dengan media pembelajaran

b. Wawancara Guru Kelas V

Peneliti melakukan wawancara yang kedua kepada guru kelas V SDN Puren. Wawancara yang dilakukan kepada guru kelas V terkait dengan ketersediaan media pembelajaran di kelas, penggunaan media pembelajaran oleh guru dan siswa, kesulitan yang dialami guru dan siswa dalam proses pembelajaran IPA serta cara yang dapat dilakukan guru dalam menghadapi kesulitan yang muncul dalam proses pembelajaran IPA. Rencana wawancara guru kelas V diadopsi oleh peneliti dari penelitian yang dilakukan oleh Mustika (2017) berikut rencana wawancara dengan guru dapat dilihat pada tabel 3.3

Tabel 3.3 Rencana Wawancara Guru Kelas V

No. Topik Pertanyaan

1 Ketersediaan media pembelajaran di kelas

2 Penggunaan media pembelajaran IPA dalam pembelajaran

3 Kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pembelajaran IPA 4 Kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA

54 c. Wawancara Siswa Kelas V

Peneliti melakukan wawancara yang ketiga kepada siswa kelas V. Rencana wawancara siswa kelas V diadopsi oleh peneliti dari penelitian yang dilakukan oleh Mustika (2017) berikut rencana wawancara dengan siswa dapat dilihat pada tabel 3.4

Tabel 3.4 Rencana Wawancara Siswa Kelas V

No. Topik Pertanyaan

1 Tanggapan terhadap pembelajaran IPA yang selama ini terjadi 2 Penggunaan media pembelajaran IPA dalam pembelajaran 3 Kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA

Ketiga pedoman wawancara yang diadopsi oleh peneliti tersebut, telah divalidasi oleh beberapa ahli, yaitu ahli pembelajaran Montessori, ahli pembelajaran IPA dan guru SD setara. Validasi instrumen non tes yang digunakan untuk mengukur sikap adalah validasi konstruk (Sugiyono, 2016: 183). Dengan menggunakan validasi konstruk yang dilakukan oleh ahli, maka dapat diperoleh hasil rata-rata skor validasi instrumen pedoman wawancara.

3. Kuesioner

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner yang meliputi beberapa hal yaitu kuesioner analisis kebutuhan, kuesioner validasi produk dan tanggapan terhadap produk media pembelajaran melalaui uji coba produk secara terbatas. a. Kuesioner Analisis Kebutuhan

Jenis kuesioner dalam analisis kebutuhan adalah kuesioner terbuka. Kuesioner terbuka merupakan kuesioner yang bisa dijawab atau direspon secara bebas oleh responden. Kuesioner analisis kebutuhan ini ditujukan kepada siswa kelas V dan guru kelas V SD Negeri Puren. Hasil kuesioner dapat digunakan peneliti untuk

55 mempertimbangkan terkait media pembelajaran yang dikembangkan. Kuesioner yang diberikan kepada guru dan siswa sebanyak 10 pertanyaan. Kisi-kisi kuesioner analisis kebutuhan diadopsi oleh peneliti dari penelitian yang dilakukan oleh Mustika (2017). Kuesioner tersebut dirancang berdasarkan lima karakteristik media pembelajaran Montessori yaitu menarik, bergradasi, education,

auto-correction dan kontekstual. Berikut merupakan kisis-kisi kuesioner analisis

kebutuhan untuk guru dan siswa disajikan pada tabel 3.5

Tabel 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan untuk Guru dan Siswa Kelas V

Kisi-kisi tersebut telah dikembangkan menjadi kuesioner analisis kebutuhan untuk guru dan siswa oleh penelitian dan pengembangan sebelumnya. b. Kuesioner Validasi Produk

Kuesioner validasi produk yang disusun oleh peneliti berdasarkan berdasarkan lima karakteristik media pembelajaran Montessori yaitu menarik, bergradasi,

auto-education, auto-correction dan kontekstual. Kuesioner validasi produk

digunakan untuk mengetahui kelayakan produk media pembelajaran yang

Indikator Deskriptor No.Item Kuesioner Guru Kuesioner Siswa

Auto-Education 1. Menggunakan media dalam

pembelajaran IPA 1 1

2. Memahami konsep IPA

secara mandiri 2 2

Menarik 1. Memiliki warna 5 dan 6 6 dan 7

Bergradasi 1. Bentuk media pembelajaran 9 9

2. Berat media pembelajaran 8 8

Auto-Correction 1. Membantu menemukan

kesalahan sendiri 10 10

2. Berat media pembelajaran 7 5

Kontekstual 1. Memanfaatkan bahan dari

56 dikembangkan oleh peneliti. Kuesioner validasi produk divalidasi oleh 2 ahli, yaitu ahli Montessori dan ahli pembelajaran IPA. Selain itu peneliti juga memberikan kuesioner tanggapan mengenai produk media pembelajaran sistem pencernaan hewan ruminansia diberikan kepada guru dan siswa kelas V setelah peneliti melakukan uji coba produk di SD Negeri Puren. Kuesioner validasi produk dan kuesioner tanggapan mengenai media pembelajaran memiliki indikator yang sama berdasarkan lima karakteristik media pembelajaran Montessori. Kisi-kisi kuesioner validasi produk oleh ahli dan tanggapan oleh guru dan siswa disajikan pada tabel 3.6

Tabel 3.6 Kisi-Kisi Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli

Indikator Deskriptor Nomor Item Kuesioner Guru Kuesioner Siswa Auto-Education

1. Membantu siswa memahami konsep

IPA 1 2

2. Siswa belajar secara mandiri 2 1

Kontekstual 1. Memanfaatkan benda dilingkungan

sekitar 3 10

2. Dapat diproduksi oleh masyarakat

sekitar dan sekolah/guru 4 11

Menarik 1. Memiliki warna yang menarik bagi

siswa 5 3

2. Bentuk media pembelajaran menarik 6 4 3. Cara kerja media pembelajaran

menarik 7 7

Bergradasi 1. Media pembelajaran berbentuk 3

dimensi 8 5

2. Memiliki berat yang sesuai untuk

siswa 9 6

Auto-Correction

1. Membantu siswa menemukan

kesalahan sendiri 10 8

2. Membantu siswa menemukan

jawaban yang benar 11 9

Lima indikator yang terdapat pada tabel di atas dikembangkan menjadi 11 pertanyaan yang disusun dalam kuesioner validasi produk oleh ahli, guru dan

57 siswa. Sebelum diberikan, kuesioner validasi produk divalidasi oleh beberapa ahli yaitu ahli pembelajaran IPA dan ahli pembelajaran Montessori. Validasi yang digunakan yaitu validasi konstruk. Validasi konstruk mengacu pada sejauh mana instrumen non tes yang digunakan untuk mengukur konsep dari suatu teori, yaitu yang menjadi dasar penyusunan instrumen (Widoyoko, 2015: 145).

Selain media pembelajaran, juga terdapat produk berupa album media pembelajaran yang diuji kelayakannya. Aspek yang dinilai dalam validasi album disusun dengan mengadopsi dari penelitian yang dilakukan oleh Mustika (2017). Aspek yang dinilai dalam validasi album disajikan dalam tabel 3.7

Tabel 3.7 Aspek Penilaian Album Media Pembelajaran

No. Aspek yang Diamati

1 Kesesuaian bahasa dengan kaidah bahasa Indonesia baku 2 Kejelasan kalimat

3 Pemilihan ukuran huruf 4 Pemilihan jenis huruf 5 Kelengkapan isi album 6 Keruntutan langkah kegiatan 7 Pemilihan ukuran gambar 8 Kejelasan gambar

9 Kesesuaian langkah kegiatan dengan gambar yang dicantumkan

10 Kesesuaian perilaku dalam langkah kegiatan dengan perkembangan siswa